60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya

60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya – Dari 29 kabupaten dan 9 kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, boleh dibilang Surabaya adalah yang paling menonjol dan dikenal masyarakat luas. Hal yang sangat wajar, mengingat kota ini sangat bersejarah sekaligus menjadi ibu kota provinsi. Ditambah lagi berbagai macam prestasi yang disabet sejak kepemimpinan wali kota perempuan pertamanya, membuat Surabaya semakin tenar.

Sebagai kota metropolitan, Surabaya juga identik dengan kehidupan masyarakat modern. Maka dari itu, tidak sedikit wisatawan yang datang khususnya dari daerah kecil menjadikan pusat perbelanjaan mewah di Surabaya sebagai destinasi wisata. Padahal selain mal, Surabaya juga memiliki banyak objek wisata menarik lainnya yang patut dikunjungi.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Surabaya, cobalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Sebagai referensi, berikut ini tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk disinggahi.

1. Museum Sepuluh November

Jika seluruh bangsa Indonesia saja senantiasa memperingati peristiwa 10 November 1945, tentu Surabaya juga selalu mengenangnya. Salah satu caranya adalah dengan membangun sebuah museum yang merekam jejak peninggalan perjuangan arek-arek Suroboyo. Menggandeng nama peristiwa heroik dalam memperjuangkan kemerdekaan, Monumen Sepuluh November menjadi tempat wisata di Surabaya yang cukup lengkap dalam memaparkan sejarah.

Bangunan dua lantai ini cukup luas. Lantai pertama dan kedua dipenuhi dengan beragam barang peninggalan Bung Tomo dan beberapa pejuang lainnya. Menariknya, di sini Anda tidak hanya memperhatikan gambar atau barang yang cenderung monoton. Ada cukup banyak diorama statis yang menggambarkan kondisi kala itu, lengkap degan audionya yang jelas. Bahkan melalui diorama dan radio ini, Anda juga dapat mendengar pidato asli Bung Tomo. Di samping itu, ada pula bioskop mini di lantai satu yang memutar film perjuangan 10 November secara terjadwal.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : Rp5.000,00

2. Museum House of Sampoerna

Anda mungkin akan bertanya-tanya, apa kaitannya antara museum yang satu ini dengan merek rokok yang sangat terkenal di Indonesia itu. Kenyataannya, House of Sampoerna memang merupakan museum keluarga Sampoerna.

Museum yang dulunya merupakan panti asuhan ini memiliki arsitektur khas kolonial dengan pilar-pilar yang tinggi besar. Bangunan museumnya sendiri tidak luas dan hanya terdiri dari dua lantai. Namun, informasi yang Anda dapatkan di sini cukup memuaskan—mulai dari silsilah penerus hingga jajaran pimpinan Sampoerna. Berbagai macam lukisan yang menggambarkan suasana di pabrik dan kebiasaan merokok masyarakat pribumi sejak dulu juga terpajang lengkap. Tak hanya itu, koleksi bungkus korek dari masa ke masa hingga beberapa koleksi pribadi juga ada di sini.

Lokasi : Taman Sampoerna 6 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

3. Museum W.R Soepratman

Siapa tak kenal Wage Rudolf Soepratman? Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu memiliki andil yang sangat besar bagi bangsa ini. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, sebuah museum dibuatkan untuknya.

Sebenarnya, museum ini pun merupakan rumah dari kakak W. R. Soepratman yang juga menjadi tempat persembunyiannya saat dikejar pemerintah kolonial Belanda. Ukurannya sangat kecil, hanya 5 x 10 meter. Di bagian depan rumah terdapat patung W. R. Soperatman setinggi ukuran asli. Di dalam, Anda bisa menemukan replika biola dan teks lagu kebangsaan yang dibuat oleh beliau.

Lokasi : Jalan Mangga no. 21 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

4. Museum Bank Indonesia

Dari luar, Anda sudah bisa menebak bahwa gedung yang satu ini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Gedung ini didirikan pada tanggal 14 September 1829, setahun setelah Pemerintah Hindia Belanda mendirikan De Javasche Bank pusat di Batavia. Setelah beragam polemik yang terjadi kala itu, baru pada 1 Juli 1953 De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia.

Karena alasan kapasitas yang tidak memadai, kantor Bank Indonesia kemudian dipindah ke Jalan Pahlawan pada tahun 1973. Setelah dilakukan konservasi pada tahun 2012 yang lalu, gedung yang berusia nyaris dua abad ini praktis menjadi gedung cagar budaya Bank Indonesia. Dari tiga lantai yang ada, Anda hanya bisa mengunjungi lantai satu dan dua saja. Lantai satu merupakan tempat koleksi uang kuno dan koleksi pusaka, sementara lantai dua hanya ruang kosong yang kini dijadikan sebagai tempat untuk pertemuan dan sebagainya.

Lokasi : Jalan Garuda no. 1 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : –

5. Museum Surabaya

Museum yang satu ini terbilang cukup baru. Sesuai namanya, Museum Surabaya adalah museum yang menampilkan jejak sejarah Kota Surabaya.

Berada di lantai dasar gedung SIOLA yang legendaris, Museum Surabaya cenderung terbuka. Dibandingkan museum lainnya, koleksi di museum ini masih belum terlalu banyak. Anda dapat mengenali jajaran pemimpin yang pernah menjadi orang nomor satu di Surabaya, melalui lukisan yang terpajang dan buku yang memuat biografi mereka. Selain itu, beberapa potret Surabaya di masa lampau juga ditata di sisi kanan pintu masuk. Adapun koleksi lainnya seperti pakaian adat Surabaya yang dikenakan oleh manekin, kursi dan bangku sekolah pada zaman lampau, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Tunjungan Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

6. Monumen Tugu Pahlawan

Kurang afdol rasanya jika Anda mengunjungi Surabaya tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Lokasinya juga berada di kompleks yang sama dengan Museum Sepuluh November. Dengan demikian, dalam satu lokasi yang sama, Anda bisa menemukan dua objek wisata sekaligus.

Monumen ini berwarna putih dan menjulang setinggi 41,1 meter, berbentuk paku terbalik. Sekelilingnya merupakan lapangan luas berwarna hijau . Di bagian depan—pintu masuk—Anda akan disambut oleh patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan. Di belakangnya, ada pilar-pilar berwarna putih dengan patung burung garuda di bagian atasnya.

Lokasi :Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : –

7. Monumen Bambu Runcing

Di jantung kota, Anda bisa menemukan Monumen Bambu Runcing yang berada di tengah-tengah perempatan kota yang senantiasa padat. Monumen ini terdiri atas lima buah bambu yang sengaja dibuat asimetris tingginya. Sekeliling bambu runcing replika ini ditanami beragam tanaman dan bunga sehingga membuat tampilan monumen jadi semakin cantik.

Anda tentu tak perlu lagi bertanya apa maksud dari bambu runcing ini dijadikan sebagai monumen. Tanpa sedikit pun gentar melawan pasukan sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah merdeka, arek-arek Suroboyo berjuang dengan kondisi seadanya. Ketika sekutu dibekali persenjataan lengkap dengan teknologi cangih dan modern, rakyat pribumi hanya bermodalkan bambu runcing. Namun atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, kemenangan berpihak pada bangsa Indonesia

Lokasi : Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

8. Monumen Surabaya

Boleh-boleh saja Anda mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tetapi perjalanan tidak akan lengkap tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Menjadi ikon kota, patung sura (ikan hiu) dan baya (buaya) yang sedang bertarung dibuat tidak hanya satu.

Konon, nama Surabaya diambil dari sejarah pertarungan sura dan baya. Kedua hewan ini merupakan hewan yang sama-sama kuat dan berteman dengan baik. Sampai pada suatu ketika, tiba-tiba salah satu melanggar kesepakatan degan melakukan perluasan wilayah. Tidak terima, pertarugan dua hewan air ini pun tidak dapat dihindari untuk mempertahankan kekuasaan.

Lokasi : Jalan Setail, Surabaya (depan Kebun Binatang Surabaya)

Jalan Moh. Natsir, Surabaya (Kawasan Perak)

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

9. Monumen Jalasveva Jayamahe

New York boleh punya Patung Liberty yang tinggi menjulang dan ikonik. Namun Surabaya juga tak kalah, memiliki Monumen Jalasveva Jayamahe yang tegak berdiri menghadap lautan. Warnanya hijau kebiruan dengan tinggi sekitar 30 meter berdiri di atas gedung—yang tak lain juga merupakan museum—setinggi sekitar 30 meter juga.

Patung ini merupakan simbol perwira Angkatan Laut. Adapun nama Jalasveva Jayamahe sebenarnya merupakan moto AL Indonesia yang berarti di “laut kita berjaya”. Hal ini untuk menegaskan bahwa Indonesia berjaya bahkan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dahulu.

Lokasi : Ujung, Surabaya

Jam operasional : Senin-Minggu pukul 08.00-17.00 (harus melalui izin petugas)

Harga tiket : –

10. Monumen Kapal Selam

Untuk mempersingkat sebutan tempat wisata di Surabaya yang satu ini, orang lebih senang menyingkatnya menjadi Monkasel. Lokasinya berada di tepi Kalimas dan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya pengunjung dewasa, pengunjung yang datang bersama anak-anak mereka pun cukup banyak. Di sini, Anda bisa melhat bagaimana kondisi kendaraan perang ini, termasuk mesin-mesinnya. Di samping itu, Anda juga bisa membayangkan bagaimana para pejung berjuang mempertahankan NKRI di dalam ruangan sesempit itu—bahkan untuk sekadar berbagi oksigen bersama 63 orang.

Monumen ini memang merupakan kapal selam asli. Tidak tanggung-tanggung, kapal selam ini adalah KRI Pasopati 410 yang ikut bertempur pada peristiwa Laut Aru. Peristiwaini adalah pertempuran antara Indonesia dan Belanda yang terjadi di Laut Aru, Maluku, pada tanggal 5 Januari 1962.

Lokasi : Jalan Pemuda no. 39 Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

11. Taman Bungkul

Boleh jadi, Anda tidak lagi asing dengan nama taman yang satu ini meski belum pernah menginjakkan kaki ke sini. Taman ini memang sangat termashyur dan menjadi salah satu fasilitas umum favorit warga Surabaya. Pemuda-pemudi dan keluarga tumpah ruah di sini untuk sekadar melakukan relaksasi atau berkumpul dengan komunitas.

Selain menjadi taman bagi publik yang dilengkapi koneksi internet nirkabel gratis dan air minum langsung dari kran, Taman Bungkul rupanya juga temasuk salah satu destinasi wisata ziarah. Di kawasan ini terdapat makam Sunan Bungkul, seorang ulama besar pada masa Kerajaan Majaphit.

Lokasi : Jalan Taman Bungkul, Darmo, Wonokoromo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

12. Taman Korea

Tidak lama sebelum wabah Korea menyerang muda-mudi Indonesia sedemikian hebat, Walikota Tri Rismahaini sudah lebih dulu meresmikan taman ini. Dibangun pada tahun 2010 yang lalu, Taman Korea merupakan perwujudan persahabatan antara Surabaya dan Korea. Kerja sama yang dilakukan mencakup banyak bidang, terutama pendidikan, perdagangan, infastruktur, dan kebudayaan. Bahkan, desain dan seluruh pengerjaan taman ini pun dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan.

Taman Korea didirikan di kawasan Soetomo di atas lahan seluas 1.848m2. Alasan dipilihnya lokasi ini karena banyaknya warga negara asing yang berada di sana, termasuk dari Korea Seatan sendiri. Beragam jenis tanaman cantik dan pepohonan rindang memenuhi tempat ini. Di bagian tengah taman terdapat prasasti yang memberikan deskripsi Taman Korea, sementara di bagian sampingnya dibuat jogging track untuk pengunjung yang ingin berolahraga.

Lokasi : Jalan dr. Soetomo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

13. Taman Persahabatan

Meski gedung-gedung pencakar langit memenuhi permukaan ibu kota Provinsi Jawa Timur ini, lahan-lahan di tengah kota yang ada dimanfaatkan sebagai penyeimbang. Selain sebagai pemanis kota, taman-taman ini juga bisa menjadi alternatif tempat wisata di Surabaya sekaligus paru-paru kota.

Taman Persahabatan adalah fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau lainnya yang ada di Surabaya. Disebut sebagai Taman Persahabatan sebab sama seperti Taman Korea, taman ini juga merupakan simbol kerja sama antara Surabaya dengan tujuh kota dan kabupaten lainnya. Di taman ini ada pohon-pohon yang ditanam sebagai simbolisasi persahabatan oleh pemerintah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Batam, Bandung, Banjarmasin, dan Kochi (Jepang).

Lokasi : Jalan Sulawesi no. 67, Ngagel, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

14. Taman Mayangkara

Untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara kala bertempur melawan Belanda, taman ini dibangun. Taman Mayangkara cukup luas dan asri dengan dedaunan hijau yang segar dipadu cantiknya warna-warni kembang. Anda yang ingin singgah sejenak dari kepenatan bisa coba mengunjungi taman ini.

Masih di area Taman Mayangkara, di sisi yang menghadap Rumah Sakit Islam, ada sebuah monumen. Monumen ini merupakan visualisasi Mayor Djarot Soebyantoro yang menaiki kuda putih Mayangkara. Mayor Djarot Soebyantoro sendiri adalah pimpinan pasukan Batalyon 503 Mayangkara.

Lokasi : Jalan Taman Mayangkara, Darmo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

15. Taman Gantung

Taman Gantung Surabaya juga sering disebut Jembatan Tunjungan. Kata ‘Tunjungan’ memang diambil dari nama kawasan objek wisata yang satu ini, yakni Tunjungan. Namun Anda mungkin berpikir, bagaimana kata taman bisa digantikan kata jembatan?

Sebenarnya, tahun 2016 lalu, walikota menyulap dan menghidupkan kembali jembatan penyeberangan yang ada di kawasan Tunjungan. Jembatan tersebut diperbaiki dengan dekorasi beragam tanaman dan kini telah dikeramik. Asrinya jembatan ini menyerupai taman. Tak hanya itu, di jembatan ini juga ada kursi untuk bersantai. Di malam hari, Anda bisa menyaksikan cantiknya perpaduan gelapnya langit dengan kombinasi lampu dari kawasan Tunjungan yang selalu ramai.

Lokasi : Jalan Tunjungan no. 12 Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

16. Taman Mundu

Gelapnya langit malam Surabaya tidak akan terlalu terasa ketika Anda berada di Taman Mundu. Pasalnya, salah satu ruang terbuka hijau di Surabaya ini menampilkan atraksi air mancur yang berpadu sangat apik dengan sorotan lampu berwarna-warni. Air mancur yang semestinya berwarna bening pun menjadi lebih semarak karena permainan lampu LED.

Taman Mundu diresmikan pada tahun 2010 yang lalu. Sama seperti taman pada umumnya, Taman Mundu juga dipenuhi dengan tanaman yang beraneka macam. Taman ini dilengkapi dengan jogging track, arena bermain untuk anak, lampu-lampu hias, kolam air, sampai dua buah pohon Mundu yang menjadi ikon taman ini. Pemerintah bahkan menyediakan fasilitas air minum gratis langsung dari keran yang bisa dinikmati oleh siapapun.

Lokasi : Jalan Tambaksari Surabaya (seberang Stadion Gelora Sepuluh November)

Jam operasional : 24 jam

Haraga tiket : –

17. Taman Apsari

Taman yang satu ini merupakan satu dari tiga taman peninggalan Belanda. Meski ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan taman-taman lainnya yang ada di Surabaya, taman ini sejuk dan tenang. Padahal, lokasi Taman Apsari berada di tengah kota—berhadapan dengan Gedung Grahadi.

Luas Taman Apsari sekitar 5300m2. Ada sekitar 20 jenis bunga dan tanaman yang ditata dengan sangat apik di taman ini. Di sela-sela cantiknya jejeran tanaman ini, pemerinah membuat jogging track yang bisa digunakan pengunjung untuk berlari, berjalan-jalan, atau bahkan bermain skateboard. Tak lupa, patung Gubernur Suryo juga berdiri tegak di tengah-tengah taman, lengkap dengan petikan pidato gubenur Jawa Timur pertama itu di bagian bawah monuman.

Lokasi : Jalan Taman Apsari, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

18. Taman Flora

Tanpa dihitung jumlah polusi akibat kendaraan bermotor yang senantiasa memenuhi ruas jalan, Surabaya sendiri sudah cukup panas. Berada di kawasan dekat laut membuat kota ini memiliki suhu yang cukup tinggi. Untuk itulah, kehadiran taman-taman kota cukup membantu untuk menurunkan suhu, memperbanyak oksigen, sekaligus mempercantik rupa kota.

Taman Flora memiliki lahan seluas 2,4 hektare. Awalnya tempat ini merupakan tempat pembibitan seluruh tanaman yang akan ditanam di seluruh penjuru kota. Namun sejak di kawasan Rungkut berdiri Kebun Bibit Wonorejo, seluruh bibit dipindahkan ke sana. Kini sembari menikmati sejuknya udara, Anda bisa menikmati beragam fasilitas Taman Flora seperti kandang rusa, sangkar burung raksasa, perpustakaan, hingga pendopo serbaguna.

Lokasi : Jalan Raya Manyar no. 80A Baratajaya, Gubeng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

19. Taman Pelangi

Taman Pelangi berada pada lokasi yang sangat strategis. Berada di jalur masuk menuju Kota Surabaya, Anda seakan merasa disambut dengan keramahan kota ini.

Seperti namanya, Taman Pelangi memberikan warna-warni yang cantik. Warna-warni ini didapatkan dari permainan lampu yang dinyalakan saat malam hari. Dengan monumen yang tersusun atas 31 buah ruas batang didesain dengan pola melengkung seperti daun, pemandangan taman ini sangat menarik. Ditambah dengan air yang mengalir pada monumen, suasana menjadi lebih menenangkan.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 138, Gayung, Surabaya

Jam operasional : 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : –

20. Hutan Mangrove

Wisata alam nan hijau di Surabaya tidak hanya terbatas pada taman saja. Tempat wisata di Surabaya lainnya yang menawarkan konsep alam hijau bisa Anda temui di daerah Wonorejo, Rungkut. Di sini, Anda bisa menemukan hutan mangrove alias hutan bakau yang juga sudah mulai banyak hadir di beberapa kota lainnya.

Setelah melalui pintu masuk, Anda tidak akan langsung menemukan kawasan hutan bakau. Untuk menyaksikan segarnya pemandangan hutan bakau yang hijau, Anda harus berjalan dulu menuju dermaga. Dari dermaga ini, Anda perlu menaiki perahu menuju hutan. Atau jika ingin merasakan sensasi menaiki speedboat, Anda juga bisa menyewanya untuk kapasitas enam orang seharga Rp300.000,00.

Lokasi : Jalan Raya Wonorejo no. 1 Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : Rp25.000,00 untuk dewasa, Rp15.0000,00 untuk anak-anak

21. Hutan Bambu

Semakin lama mengeksplorasi Indonesia, Anda akan semakin menemukan banyak objek wisata yang mirip dengan objek wisata di negara-negara lain. Di Surabaya sendiri, ada sangat banyak tempat wisata yang akan membuat Anda serasa di negara lain. Salah satunya adalah hutan bambu di kawasan Keputih. Meski tidak terlalu mirip dengan hutan bambu di Arashiyama, Jepang, setidaknya Hutan Bambu Keputih cukup apik untuk mengobati rindu atau keinginan menjejakkan kaki di Negeri Sakura.

Dulunya kawasan ini merupakan Tempat Pembuangan Akhir. Setelah tidak digunakan selama beberapa lama, pemerintah kemudian berinisiatif membuatnya menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Kini, Anda yang ingin sekadar berjalan-jalan di lingkungan yang sejuk atau menambah koleksi di feed Instagram bisa mengunjungi tempat wisata di Surabaya ini.

Lokasi : Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 06.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

22. Pantai Kenjeran

Satu lagi tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam adalah Pantai Kenjeran. Di sini, Anda bisa menikmati indahnya senja sembari duduk di atas pasir atau dermaga. Namun yang disayangkan, Pantai Kenjeran kurang bisa dinikmati untuk melakukan aktivitas renang seperti pantai lain pada umumnya. Ini karena kondisinya yang berlumpur. Kendati demikian, pantai ini merupakan salah satu altenatif tempat wisata pantai yang layak dikunjungi.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini. Selain hanya duduk menikmati pemandangan dan suasana, Anda bisa melakukan aktivitas lainnya seperti naik perahu. Untuk anak-anak, pengelola menyediakan fasilitas flying fox untuk si kecil. Beragam makanan yang dijajakan penjual di sekitar pantai juga opsi yang menarik untuk menikmati waktu bersantai Anda.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama no. 12 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

23. Surabaya North Quay

Sejak Februari 2016 Surabaya memilki sebuah tempat wisata baru yang sangat apik. Surabaya North Quay kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi—baik warga lokal maupun turis luar daerah—terutama mulai sore hingga malam. Pasalnya, dari sini, pengunjung dapat menikmati suasana pinggir pantai—apalagi saat matahari terbenam—dengan cara yang berbeda.

SNQ berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di lantai tiga gedung Gapura Surya Nusantara—pelabuhan penumpang terbaik di Indonesia. Dengan kosep outdoor, Anda bisa bersantai menikmati semilir angin di atas rumput hijau sekaligus bersantai di kursi berpayung atau bersandar pada pagar pembatas. Dari sini, Anda bisa menyaksikan sibuknya aktivitas pelabuhan. Jika ingin menyaksikan kapal pesiar yang sedang bersandar, Anda bisa mengunjungi SNQ setiap hari Senin.

Lokasi : Terminal Gapura Surya Nusantara Lantai 3, Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Perak Timur, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 11.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp7.500,00 untuk mobil dan Rp5.000,00 untuk motor

24. Artama Harbour Cruise

Seperti namanya, Artama Harbor Cruise sebenarnya bukan merupakan tempat wisata di Surabaya, melainkan kegiatan wisata. Dikelola oleh PT. Pelindo Marine Service, pelayaran ini dapat Anda nikmati bersama keluarga, kolega, atau bahkan cukup sendiri.

Selama dua jam, Anda akan dibawa berkeliling Selat Madura. Dari sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan maritim Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dan yang pasti, Anda juga bisa melihat betapa gagahnya monumen Jalasveva Jayamahe dari laut.

Lokasi : Jalan Prapat Kurung Utarano. 58 Surabaya

Jam operasional : Hari Minggu pukul 09.00 WIB

Harga tiket :Rp120.000,00

25. Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang juga termasuk peninggalan zaman kolonial Belanda. KBS didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 no. 40. Pada tahun 1922, KBS sempat akan dibubarkan lantaran biaya operasional yang tinggi, tetapi beberapa anggota pengurus keberatan dan dicegah oleh pemerintah kotamadya.

Tempat rekreasi keluarga ini pernah menjadi yang terbesar untuk level Asia Tenggara. Kini ada lebih dari 2.000 hewan dari 351 spesies yang berada di KBS. Fauna yang dipelihara di sini pun tidak hanya asal Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain.

Lokasi : Jalan Setail no. 1 Darmo, Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

26. Ciputra Waterpark

Dari namanya, Anda tentu sudah bisa membayangkan apa dan bagaimana Ciputra Waterpark ini. Berdiri di atas lahan seluas lima hektare di kawasan barat Surabaya, Ciputra Waterpark praktis menjadi wahana wisata air terbesar di Surabaya. Bila merencanakan mengunjungi kota ini bersama keluarga terutama dengan si kecil, Ciputra Waterpark adalah opsi destinasi yang tepat.

Ada banyak wahana menarik yang patut Anda coba selagi berada di Ciputra Waterpark. Salah satunya adalah Sycaruse Beach, yakni kolam ombak yang akan membuat Anda merasakan sensasi terombang-ambing seolah-olah berada di tengah laut sungguhan. Selain itu, ada lagi Roc Tower, Sirens River, dan Racer Slide yang memacu adrenalin. Tak hanya wahana air yang sangat beragam, Anda juga bisa menikmati serunya flying fox, bermain trampolin, atau menonton sinema 5D.

Lokasi : Kawasan Waterpark Boulevard Citraland, Sambikerep, Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 13.00-19.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 10.00-19.00 WIB

Harga tiket : Rp110.000,00 (hari biasa) – Rp130.000,00 (akhir pekan dan hari libur nasional)

27. Suroboyo Carnival Night (SCN)

Jika biasanya Batu selalu dijadikan destinasi rekreasi dengan berbagai wahana seru, kini Surabaya bisa jadi alternatif. Sejak 2014 yang lalu, Surabaya telah memiliki sebuah tempat rekreasi satu lagi yang menyerupai Jatim Park dan Batu Night Spectacular (BNS). Anda dan keluarga atau teman kini dapat menikmati hiburan dengan berbagai wahana menarik pada malam hari di SCN.

Apabila Anda berada di kawasan Ahmad Yani yang menuju tol Juanda, Anda bisa menyaksikan dari kejauhan menariknya oase hiburan satu ini. Selain wahana bianglala yang cukup tinggi untuk menikmati apiknya pemandangan kerlip cahaya dari ketinggian, Anda bisa merasakan pengalaman beragam wahana lainnya. Sepanjang malam, Anda dapat menjajal serunya Art And Wax House, Bumper Car, Omah Mumet, Gondal-Gandul, dan masih banyak wahana lainnya.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 333, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : Rp60.000,00 – Rp150.000,00 (tergantung wahana yang ingin dinaiki)

28. Jembatan Merah

Jembatan merah bukanlah sekadar jembatan yang dilapisi cat berwarna merah. Ada nilai historis yang tersimpan di sini.

Sejarah mencatat, jembatan merah merupakan penghubung utama kawasan Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Praktis, wiliayah ini menjadi kawasan komersil. Selain itu, di jembatan ini pula pertempuran antara arek-arek Suroboyo melawan Belanda yang menewaskan Brigdair A.W.S. Mallaby terjadi.

Lokasi : Jalan Rajawali, Krembengan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

29. Jembatan Suramadu

Jembatan terpanjang di Indonesia berada di sini. Dengan panjang lebih dari lima kilometer, kini perjalanan dari Surabaya ke Madura atau sebaliknya menjadi lebih efisien dan nyaman. Hanya dalam hitungan menit, Anda sudah resmi berpindah pulau.

Meski fungsi utamanya sebagai penghubung, tidak sedikit masyarakat yang hanya ingin mencoba sensasi di jembatan ini. Kebanyakan, setelah melakukan penyeberangan ke Madura, mereka akan berputar balik di wilayah Bangkalan dan kembali ke Surabaya. Apalagi ketika malam hari saat lampu-lampu di jembatan menyala dan kerlip dari daratan berpendar, semakin banyak orang yang ingin mengabadikan keindahannya.

Lokasi :Jalan Tol Suramadu, Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : Rp15.000,00

30. Jembatan Baru Kenjeran

Jembatan Baru Kenjeran juga baru berusia setahun setelah diresmikan tahun 2016 lalu. Jembatan sepanjang 800 meter ini menghubungkan kawasan pesisir di Jalan Pantai Ria Kenjeran Baru dan Pantai Kenjeran Lama.

Ditopang oleh 150 tiang pancang, jembatan ini dibentuk melengkung menyerupai busur. Adapun daya tarik lainnya dari jembatan ini adalah pertunjukan air mancurnya. Akan tetapi, pertunjukan ini tidak berlaku setiap hari. Jika sengaja ingin menyaksikan atraksi yang hanya berdurasi satu jam (mulai pukul 20.00-21.00 WIB), Anda bisa datang pada Sabtu malam.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

31. Patung Buddha Empat Wajah

Tidak perlu jauh-jauh ke Bangkok, Thailand, untuk menyaksikan patung Buddha Empat Wajah yang termahsyur itu. Di daerah Kenjeran, Surabaya, ada patung serupa yang bisa Anda kunjungi dengan lebih mudah. Dibuat dari emas yang membuatnya terlihat begitu mengilap—terutama saat malam hari—patung ini juga dinobatkan sebagai patung tertinggi di Indonesia.

Empat wajah Budha ini bukan dibuat tanpa arti. Empat wajah melambangkan empat sifat baik Sang Buddha, yakni pengasih, murah hati, adil, dan meditasi. Selain patung Buddha, Anda juga akan menemukan empat patung gajah putih di setiap sudut. Selain itu jika diperhatikan, delapan tangan Buddha memegang objek yang berbeda, yakni tongkat kebesaran, cakram, kitab suci, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Pantai Ria Kenjeran, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

32. Citra Raya

Jika ingin berwisata ke Singapura tetapi belum kesampaian, Anda mungkin bisa menjejakkan kaki ke replika Singapura yang ada di Surabaya. Lahan yang dulunya tandus kini telah disulap menjadi kawasan yang bersih, hijau, dan modern. Bahkan untuk menambah kesan Singapura agar lebih nyata, ada repilka patung Merlion di sini.

Kawasan ini sebenarnya merupakan sebuah kota mandiri yang digarap oleh Ciputra Group. Selain sebagai tempat wisata, Citra Raya Surabaya juga memiliki beragam fasilitas lainnya, seperti taman air, sekolah dengan standar internasional, universitas, hingga lapangan golf dengan 27 holes.

Lokasi : Jalan Citra Raya, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

33. Masjid Akbar

Tempat wisata di Surabaya ini adalah salah satu yang favorit bagi kaum muslim. Masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Adapun keunikan masjid ini adalah desain kubah berwarna biru-hijau dengan struktur daun yang memberikan kesan sejuk dan damai. Selain itu, desain interiornya pun tak kalah menarik dan mewah.

Pengunjung yang datang tidak hanya untuk melakukan ibadah. Anda juga dapat menikmati pemandangan Kota Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan (Madura) melalui menara setingi 99 meter.

Lokasi : Jalan Masjid Al-Akbar Timur no. 1 Pagesangan, Jambangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah (kecuali menara)

Harga tiket : – (untuk naik menara membayar Rp3.000,00)

34. Masjid Muhammad Cheng Ho

Anda mungkin pernah mendengar Masjid Cheng Ho di kota lain. Di Surabaya pun, Anda bisa menemukan masjid bernuansa muslim Tionghoa ini. Bangunan yang menyerupai kelenteng ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning dengan ornamen yang kental nuansa Tiongkok.

Ada beberapa keunikan pada masjid ini. Pertama, ukurannya yang kecil hanya seluas 11 x 11 (meter) ini diambil dari ukuran Kakbah saat pertama didirikan Nabi Ibrahim. Kedua, atap masjid dibuat berbentuk segi delapan menyerupai sarang laba-laba. Dalam kepercaayaan Tionghoa, angka delapan dianggap keberuntungan, dan sarang laba-laba adalah hal yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran Quraisy. Selain itu, jumlah anak tangga di pintu kanan dan kiri berjumlah lima dan enam. Angka ini merupakan simbol rukun Islam dan rukun ima.

Lokasi : Jalan Gading no. 2 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

35. Masjid Ampel

Satu lagi objek wisata yang menjadi destinasi wisata religi bagi umat muslim di Surabaya adalah Masjid Ampel. Masjid kuno ini berada di dekat kompleks pemakaman salah satu Walisongo termahsyur bernama sama, Sunan Ampel. Lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk Ampel dan dikelilingi oleh bangunan berasitektur Arab dan Tiongkok. Berada di sini juga akan mengingatkan Anda pada suasana kampung Arab dengan banyak pedagang yang menjajakan barangnya persis seperti di kawasan Arab.

Selain arsitkektur dan suasananya, ada banyak lagi keunikan Masjid Ampel. Untuk memasuki masjid, Anda akan melalui gerbang terlebih dahulu. Ada lima gerbang yang menjadi penyambut Anda—setiap gerbang melambangkan rukun Islam. Selain itu, di sisi kiri masjid juga terdapat sebuah sumur. Sumur ini diyakini bertuah dan kerap digunakan sebagai penguat janji atau sumpah.

Lokasi : Pegirian, Semampir, Ampel, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

36. Gereja Perawan Maria

Tempat ibadah yang satu ini juga sering disebut dengan nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Arsitektur kuno gereja ini menjadi daya tarik utamanya dengan eksterior bata klasik Eropa beserta pilar-pilar khas yang menjulang tinggi. Tak hanya secara penampilan, faktanya Gereja Kepanjen juga memang sudah cukup kuno mengingat usia didirikannya adalah pada 18 April 1899.

Bangunan Neo Gotik ini didesain oleh seorang asritek berkebangsaan Belanda bernama W. Westmaas, dan arsitek asal Indonesia bernama Muljono Widjosastro yang berperan dalam membuat rancangan kaca mozaik. Meski terlihat megah, gereja ini rupanya pernah hancur akibat terbakar saat pertempuran pada tahun 1945 yang lalu. Oleh tentara Inggris, gereja ini dihancurkan habis-habisan. Baru pada tahun 1950, gereja ini direnovasi secara besar-besaran dengan tidak mengubah struktur bangunan.

Lokasi : Jalan Kepanjen no. 4-6, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

37. Kelenteng Hong Tiek Hian

Kelenteng ini menjadi landmark daerah Pecinan Surabaya. Ada banyak altar tempat pemujaan dengan ornamen khas Cina yang menarik di sini. Di lantai dasar terdapat altar Mak Co dan Kong Co, sementara di lantai kedua merupakan altar Dewi Kwan Im, Buddha, dan dewa serta dewi lainnya.

Usia kelenteng ini telah mencapai tujuh abad dan otomatis menjadi kelenteng tertua di Surabaya. Ketika malam hari, suasana kelenteng akan terlihat begitu syahdu. Dengan wangi hio yang memenuhi ruangan dan lilin yang menyala di tengah kegelapan, prosesi sembahyang menjadi lebih khusyuk. Pemandangan saat ini pula yang kerap menjadi favorit para fotografer. Tak heran, tidak sedikit pemburu foto yang mengunjungi lokasi ini untuk mendapat potret yang apik.

Lokasi : Jalan Dukuh no. 23 RT002/RW005, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

38. Kelenteng Sanggar Agung

Selain adanya patung Dewi Kwan Im setinggi 18 meter yang menghadap laut, keunikan lain Kelenteng Sanggar Agung adalah lokasinya. Berada tepat di atas laut menyebabkan kelenteng berbentuk seperti teluk kecil dan dikelilingi oleh tanaman bakau yang mempercantik sekitar. Arsitekturnya yang multikultur juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada perpaduan unsur Cina, Jawa, dan Bali di sini.

Di depan patung Dewi Kwan Im, ada dua buah patung naga tinggi yang sangat ikonik. Banyak orang mengabadikan momen keberadaan mereka di kelenteng yang juga disebut Kelenteng Hong Sang Tan ini di sini. Dengan latar belakang laut, patung naga yang mengapit Dewi Kwan Im beserta para penjaganya, suasana yang terlihat akan terasa seolah-olah berada di Taiwan.

Lokasi : Jalan Sukolilo no, 100, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

39. Temple of Heaven

Lagi-lagi, di sebuah sudut, ada satu tempat wisata di Surabaya yang akan membawa Anda seakan-akan berada di negara lain. Kali ini masih di Kenjeran, tepatnya di Kenjeran Park, ada kloning Kuil Surga Beijing. Bahkan, ukuranya lebih besar dibandingkan Temple of Heaven yang asli. Terdiri atas tiga lantai, bangunan ini memiliki diameter sepanjang 60 meter dengan tinggi 58 meter.

Perbedaan lainnya, Temple of Heaven Kenjeran sengaja dibuka untuk umum, tidak seperti di Cina yang hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja. Bagian ini pun memang sengaja dirancang kosong tanpa diisi pernak-pernik tertentu. Alasannya? Karena bangunan ini memang tidak diperuntukkan bagi tempat keagamaan golongan tertentu dan justru dibuat sebagai gedung serbaguna. Inilah penjelasan mengapa seluruh masyarakat umum bisa masuk ke sini.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

40. Delta Plaza

Bila Anda berkunjung ke Surabaya menggunakan kereta api dan berhenti di Stasiun Gubeng, Delta Plaza adalah pusat perbelanjaan terdekat yang bisa Anda kunjungi. Jaraknya bahkan hanya sekitar 500 meter, sehingga Anda cukup menyeberang dan berjalan kaki menuju mal ini.

Dulunya, pusat perbelanjaan ini merupakan rumah sakit. Sejak sekitar akhir tahun 1980-an, bangunan kemudian dialihfungsikan menjadi pusat perbelanjaan setelah sebelumnya operasional rumah sakit dinonaktifkan. Kini, meski tak semegah Tunjungan Plaza, bangunan enam lantai ini cukup ramai dan diminati oleh pengunjung, termasuk warga Surabaya sendiri.

Lokasi : Jalan Pemuda 33-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket

: –

41. Tunjungan Plaza

Setelah menjelajahi sudut-sudut kota yang tidak terlalu menonjolkan kesan metropolisnya, kini saatnya Anda mengenal beragam pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya. Tunjungan Plaza adalah pusat perbelanjaan yang paling ikonik dan terkenal di sini. Berdiri megah di pusat kota, Tunjungan Plaza sekaligus menjadi pusat perbelanjaan terbesar kedua dan tertua yang dimiliki Surabaya.

Sejak pendiriannya pada tahun 1986, mal ini tidak pernah sepi. Kini selain menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan, kawasan ini juga dilengkapi dengan perkantoran, hotel, dan apartemen mewah.

Lokasi : Jalan Basuki Rahmat 16-18 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

42. Pasar Atom

Sejak dulu, nama Pasar Atom telah cukup identik ketika orang mendengar nama Surabaya. Berdiri sejak tahun 1972, pusat perbelanjaan ini merupakan salah satu pasar terbesar yang ada di Indonesia. Tak hanya besar secara bangunan fisik, jumlah pengunjung yang datang setiap harinya juga cukup banyak. Rata-rata, ada sekitar 50.000 pengunjung yang memenuhi Pasar Atom setiap hari. Ketika akhir pekan, jumlah pengunjung bisa lebih membludak dua hingga tiga kali lipat.

Jumlah stan yang ada di Pasar Atom sekitar 2000 dengan beragam jenis barang yang ditawarkan. Untuk emas saja, ada sekitar 150 toko emas yang ada di dalam pasar. Untuk urusan pakaian, ada sekitar 500 stan yang dibuka di Pasar Atom. Cukup banyak, bukan? Maka dari itu, saat berkunjung ke sini, Anda tidak perlu terburu-buru untuk memutuskan membeli sesuatu tanpa membandingkan dengan toko lain. Apalagi di Pasar Atom, Anda bisa melakukan tawar-menawar dengan penjual.

Lokasi : Jalan Bunguran no. 45 Bongkaran, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

43. Grand City Mall

Grand City Mall merupakan salah satu pusat perbelenjaan terbesar di Surabaya sekaligus masuk ke dalam kategori pusat perbelanjaan elite. Dari fisiknya saja, Anda tentu sudah bisa mengira-ngira kelas untuk ukuran mal ini. Berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, bangunan ini tampak begitu mewah dengan kesan modern yang jelas.

Tidak tanggung-tanggug, desain Grand City Mall terinspirasi dari Suntec Singapura. PT. Hardayawidya Graha bermaksud menjadi Gran City sebagai venue yang paling representatif utuk beragam acara yang berskala besar—bahkan internasional. Pusat perbelanjaan ini bahkan tidak hanya difungsikan sebagai salah satu fasilitas manusia modern dengan gaya hidup yang lebih menyukai konsep one stop shopping, tetapi juga sebagai one step MICE.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 1 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

44. Kampung Ilmu

Jika Bandung memiliki Palasari, maka Surabaya memiliki Kampung Ilmu di kawasan Jalan Semarang. Terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, tempat ini tentu tidak lagi asing.

Tidak hanya buku-buku yang berkaitan dengan kuliah atau sekolah saja yang dijual di kios-kios di sini. Anda juga bisa menemukan majalah, komik, buku anak-anak, novel, dan lain-lain. Dengan kondisi bekas yang masih bagus, harga yang Anda keluarkan untuk mendapatkan sebuah bacaan tentu tidak akan mahal.

Lokasi : Jalan Semarang, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

45. Jembatan Merah Plaza

Sebelumnya, bangunan yang kini dikenal sebagai Jembatan Merah Plaza merupakan terminal bus kota dan mikrolet. Pada tahun 1997, terminal tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah pusat perbelanjaan setinggi empat lantai yang dikelola oleh PT. Jasa Mitra.

Barang-barang yang dijual di JMP memiliki kualitas yang baik, dengan harga yang terjangkau. Adapun jenis barang yang tersedia di sini beragam, seperti pakaan, kain, perhiasan, hingga perlengkapan rumah tangga. Selain itu, ada pula beberapa area untuk tempa bermain anak dan restoran siap saji.

Lokasi : Jalan Taman Jayanegrono no. 2-4, Krembangan Selatan, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

46. Plasa Marina

Tidak terlalu luas, megah, dan besar memang pusat perbelanjaan yang satu ini. Hanya setinggi tiga lantai, tetapi Plasa Marina kini menjadi begitu terkenal dan ramai oleh pengunjung. Padahal dulu, pusat perbelanjaan ini termasuk cukup sepi. Namun sekarang, lahan parkir selalu penuh terisi dan tak jarang menjadi penyebab macet.

Plasa Marina adalah pusat perbelanjaan barang-barang elektronik yang identik dengan harga relatif murah. Beberapa merek ponsel ternama membuka gerai dan service center mereka di sini. Karena kelengkapan itulah, masyarakat—bahkan pengunjung dari luar kota—banyak mendatangi tempat ini.

Lokasi : Jalan Margorejo 97-99 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

47. Pakuwon Mall

Seperti Grand City, dari luar pun bangunan ini sudah terlihat kemewahannya. Dan baru-baru ini, pusat perbelanjaan ini telah diklaim sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Terdiri atas enam lantai, Pakuwon Mall menyediakan kebutuhan masyarakat yang beragam dan cukup lengkap, terutama dari merek-merek kelas atas.

Pakuwon Mall menyatu dengan kondominium dan hotel. Mal ini sebenarnya merupakan perluasan dari pusat perbelanjaan Supermall Pakuwon Indah (SPI) dan Pakuwon Trade Center (PTC). Lebih lanjut, Pakuwon Group lantas menyatukan dua mal tersebut dengan Pakuwon Mall. Dengan demikian, luas Pakuwon Mall mencapai 180.000m2.

Lokasi : Jalan Puncak Indah Lontar 2, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket :-

48. Pakuwon Food Festival

Anda tentu sudah bisa menebak apa yang akan ditemui jika berada di tempat ini. Sejak tahun 2008, Pakuwon Food Festival menjadi alternatif lokasi wisata untuk pencinta makanan. Beragam makanan dan minuman mulai dari makanan ringan hingga yang berat, semua ada di sini.

Di akhir pekan, pengunjung Pakuwon Food Festival akan tumpah ruah. Bahkan menurut data, jumlah pengunjung bisa mencapai angka 11 ribu. Hal yang sangat wajar karena selain menjadi satu tempat yang menyediakan beragam kuliner dengan kebersihan yang terjaga, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Oleh karena itu, jika Anda hanya memiliki waktu singkat saat berkunjung ke Surabaya dan ingin mencicipi beragam kuliner khas, datang saja ke tempat ini.

Lokasi : Jalan Kejawan Putih Mutiara X, Mulyorejo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-00.00 WIB

Harga tiket : –

49. Kya-Kya Shio

Masih satu lokasi dengan Kelenteng Sanggar Agung dan Pagoda Tian Ti alias Temple of Heaven Kenjeran, Kya-Kya Shio sebaiknya tidak Anda lewatkan. Tempat ini memiliki perpaduan warna yang cukup ramai. Tak hanya itu, Kya-Kya Shio juga merupakan spot yang menarik untuk berburu foto apik.

Saat memasuki kawasan ini, Anda akan disambut gapura lengkap dengan 12 shio yang ada menurut keyakinan masyarakat Tionghoa. Kya-Kya Shio sendiri merupakan tempat makan alias pujasera. Bahkan banyak informasi yang menyebutkan tempat ini merupakan relokasi Kya-Kya Jepun yang legendaris. Di sini, Anda bisa mengistirahatkan kaki dan badan setelah puas berkeliling sembari mengisi perut dengan pemandangan pantai dan hutan bakau.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

50. Rawon Setan

Nama rawon setan mungkin sekarang sudah banyak dijumpai di berbagai kota lainnya. Akan tetapi, rawon setan yang asli—dan tidak membuka cabang—ada di Surabaya. Sejak tahun 1990, Rawon Setan sudah terkenal dan menjadi salah satu unggulan Surabaya dalam hal kuliner.

Sebagai pelengkap nasi dengan potongan daging yang sangat empuk dan kuah khas, Anda bisa menambahkan lauk lainnya. Cocoknya, rawon dikombinasikan dengan tempe goreng, telur asin, empal daging, dan lain-lain sesuai selera. Yang paling penting, kehadiran sambal tentu tidak sebaiknya dilupakan. Anda bisa meminta kepada penjual jika dirasa kurang.

Lokasi : Jalan Embong Malam no. 78, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Minggu-Selasa pukul 08.00-23.00 WIB

Rabu-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan 18.00-04.00 WIB

Harga : mulai Rp34.000,00

51. Lontong Balap Pak Gendut

Kuliner apa yang paling khas dari Surabaya? Lontong Balap! Dari sekian banyak penjual yang menjajakan lontong balap, , Anda bisa pergi menjajal kelezatan lontong balap Pak Gendut yang melegenda sejak tahun 1956 ini.

Irisan lontong yang sangat nikmat dipadu dengan kuah bening dengan rasa yang istimewa, akan membuat Anda berdecak puas. Belum lagi dengan sambal dan letho-nya yang semakin menggairahkan cita rasa. Dengan resep dan teknik yang merupakan warisan keluarga turun-temurun, pelanggan setia kuliner ini pun kian bertambah.

Lokasi : Jalan Kranggan no. 60 Sawahan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB

Harga : Rp10.000,00

52. Sate Klopo

Sate Klopo Ondomohen Surabaya tidak membuka cabang di kota lainnya. Karena itu, sempatkan untuk menikmati makanan unik di Surabaya saat berlibur ke kota ini.

Ada beberapa pilihan sate yang bisa Anda nikmati: sate usus, sate udang, sate ayam, sate sapi, dan sate usus. Pembuatannya pun sama seperti pembuatan sate-sate lain. Potongan daging yang telah disusun pada tusuk bambu, dibakar, lalu disajikan bersama bumbu kacang lengkap dengan irisan bawang dan cabai. Yang membuatnya berbeda adalah sebelum ditusuk, daging tersebt sudah lebih dulu dicampur dengan bumbu dan kelapa yang telah disangrai.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 36 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 06.30-23.30 WIB

Harga : Rp20.000,00 per porsi

53. Nasi Goreng Jancuk

Anda pun tentu tak lagi asing dengan umpatan yang satu ini. Selain sebagai kata-kata yang mengutuk, kata ‘jancuk’ juga bisa berupa kata sapaan kepada seorang karib. Lantas, bagaimana dengan asal nama makanan yang satu ini?

Rupanya nama ‘nasi goreng Jancuk’ ini juga bukan hal yang disengaja. Kala itu, sang koki membuatkan sajian untuk tema-temannya. Siapa sangka, rupanya dia membuat nasi goreng yang berbeda dari biasanya. Ketika menyendokkan nasi tersebut ke dalam mulutnya, salah seorang teman si koki spontan berkata, “Jancuk, pedes, Cak!” Maka sejak itulah, nasi goreng ini memiliki nama yang cukup unik.

Lokasi : Kartini Restoran Surabaya Plaza Hotel, Plaza Boulevard, Jalan Pemuda 31-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp150.000,00

54. Es Krim Zangrandi

Bisnis kuliner akhir-akhir ini menjadi semakin populer dan banyak dilakukan banyak pihak. Sah-sah saja sebenarnya. Hanya saja memang, beberapa kendala yang biasanya muncul adalah kurang konsistensinya soal rasa.

Namun, es krim yang satu ini dijamin akan membuat lidah ketagihan. Sejak tahun 1930, kedai es krim ini berhasil tetap bertahan meski pesaing semakin banyak. Adapun ciri es krim yang satu ini adalah teksturnya yang sedikit kasar karena tidak terlalu banyak menggunakan susu. Selain itu, arsitekturnya yang masih sangat kental dengan kolonial Belanda tempo dulu, juga membuat kedai es krim ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Lokasi : Jalan Yos Sudarso no.15 Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp20.000,00

55. Rumah Batik

Setiap wilayah di nusantara memiliki corak batik yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Sayangnya, keunikan ini masih belum benar-benar dipahami masyarakat. Hingga hari ini, batik yang masih dianggap familier adalah batik Pekalongan, Yogyakarta, Solo, dan Cirebon.

Ada sebuah tempat wisata di Surabaya yang khusus memamerkan koleksi batik dari beragam kabupaten dan kota, khususnya di kawasan Jawa Timur. Tidak hanya membeli dan melihat koleksi kain batik, Anda juga bisa belajar membatik di sana.

Lokasi : Jalan Tambak Dukuh I no. 4 Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 08.00-20.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 08.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

56. Gedung SIOLA

Gedung bersejarah ini cukup menarik mata dengan lokasinya yang sangat strategis. SIOLA memanjang di Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali sehingga membentuk sudut pada pertemuan dua jalan itu. Desain arsitekturnya yang masih sangat kuno pun cukup menarik perhatian dari kejauhan.

Sejarah gedung ini cukup panjang. Setelah masa kemerdekaan, SIOLA difungsikan sebagai pusat perbelanjaan di Surabaya sampai pada tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 2015, gedung ini dialihfungsikan sebagai kantor pemerintahan. Kini selain dimanfaatkan sebagai Museum Surabaya, SIOLA juga difungsikan untuk kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil, dan kantor Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal.

Lokasi : Jalan Tunjungan, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

57. Jalan Gula

Anda yang menggemari fotografi atau menyukai hal-hal yang berbau antik tidak semestinya melewatkan tempat wisata di Surabaya yang satu ini. Seperti layaknya kota tua lainnya, Anda akan menemukan banyak gedung kuno di Jalan Gula ini. Tidak banyak berubah sejak ratusan tahun lalu, sejak pagi hingga sore, kawasan ini masih ramai dengan lalu-lalang perdagangan.

Jalan yang sebenarnya merupakan gang kecil ini bahkan konon sudah merupakan area perniagaan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Selain gedung-gedung tua ala Belanda, Anda juga akan menemukan bekas tempat ibadah umat Konghucu. Beragam ornamen khas Tiongkok juga ada di sini, seperti patung singa dan naga, pilar-pilar besar yang tinggi menjulang, dan atap rumah khas Cina kuno.

Lokasi : Jalan Gula, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

58. Jalan Pahlawan

Tidak terlalu berbeda dari Jalan Gula, Anda bisa mengeksplorasi daerah ini dengan kamera dan intuisi. Sepanjang Jalan Pahlawan, terdapat sangat banyak gedung peninggalan zaman Belanda yang historikal dan sangat menggoda untuk difoto.

Sejak dulu, wilayah ini memang sudah ramai. Namanya kala itu Alun-Alun Straat. Pada sebuah foto yang diambil pada tahun 1930, terlihat kondisi Alun-Alun Straat yang luas dengan berbagai aktivitas manusia. Di masa itu, dokar masih beroperasi di jalan, beriringan dengan mobil dan juga trem listrik.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

59. Lapis Kukus Pahlawan

Setelah puas mengelilingi dan mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tidak ada salahnya Anda membeli oleh-oleh untuk diri sendiri atau orang lain. Sebagai buah tangan, Anda bisa mengunjungi gerai Lapis Kukus Pahlawan yang terkenal.

Kue lapis kukus ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan dibuat dari tepung singkong. Di atas lapis kukus ada fliing cream yang pas—tidak terlalu manis dan kental yang membuat eneg. Sebagai topping, parutan keju yang tumpah ruah menjadi penyempurna kue lapis kukus Pahlawan.

Lokasi : Jalan Jagir Sidomukti IX no. 107 Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB

Harga : Rp26.000,00 – Rp29.000,00

60. Spikoe Resep Kuno

Sesuai namanya, resep kue ini merupakan warisan keluarga turun temurun sejak tahun 1970-an. Cita rasanya pun tetap terjaga dengan sangat baik, pun teksturnya yang sangat lembut.

Tampilan kue Spikoe Resep Kuno ini sederhana, yakni berwarna cokelat dan kuning dengan sedikit butiran kismis di tengah lapisan. Kendati demikian, kesederhanaan ini terlihat begitu elegan. Ditambah dengan kemasan yang memberikan kesan elite, Spikoe Resep Kuno ini juga sangat bisa Anda jadikan sebagai hadiah atau suvenir.

Lokasi : Jalan Rungkut Madya no. 41 Gununganyar, Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-20.30 WIB

Harga : Mulai Rp75.000,00

Yang perlu menjadi perhatian, cukup banyak tempat wisata di Surabaya yang tidak memerlukan biaya unuk tiket masuk. Akan tetapi biasanya, Anda tetap akan dikenai biaya untuk parkir. Selain di pusat perbelanjaan, besarnya biaya parkir relatif standar untuk kawasan Surabaya. Bila Anda berkendaa dengan motor, umumnya Anda akan dikenai biaya parkir sebesar Rp2.000,00. Sementara bila Anda berkunjung menggunakan mobil, umumnya Anda hanya akan dikenai biaya parkir sebesar Rp5.000,00.

Ada pula beberapa tempat wisata yang tidak mewajibkan Anda untuk membayar biaya apa pun. Akan tetapi, sebagai bentuk apresiasi, tidak ada salahnya Anda memberi sejumlah uang dengan jumlah yang diikhlaskan. Tempat wisata seperti ini biasanya berupa tempat historis dan dijaga oleh orang-orang lokal (seperti contoh museum W. R. Soepratman).

Nah, itulah beberapa referensi tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk Anda kunjungi. Baik datang sendiri atau bersama keluarga atau teman, setiap sudut kota Surabaya terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sebagai kota besar dan saksi bisu perjuangan bangsa, ada banyak cerita yang terekam pada bangunan-bangunan tua, pepohonan ratusan tahun di pinggir jalan, dan lain-lain. Dengan sedikit informasi di atas, Anda bisa mulai berkeliling dan menemukan lebih banyak cerita yang tersimpan. Selamat berwisata!

Baca Juga Artikel Lainnya : 35 Tempat Wisata di Bangkok Yang Unik dan Menarik

45 Tempat Wisata di Semarang yang Seru Saat Liburan

45 Tempat Wisata di Semarang yang Seru Saat Liburan – Semarang mungkin bukan kota pertama yang terlintas dalam pikiran Anda sebagai kota tujuan wisata. Meski begitu, Kota Semarang punya beragam pesona alam dan budaya yang tidak kalah dengan destinasi wisata populer lainnya. Lihat saja sejumlah bangunan tradisional dan gedung bersejarah yang terdapat di kota ini, semuanya mampu menghadirkan daya tarik yang wajib Anda abadikan melalui bidikan lensa kamera.

Selain dihuni beragam bangunan bernuansa etnik dan gedung-gedung bersejarah, Semarang juga memiliki deretan destinasi wisata alam yang dapat menyejukkan mata dan pikiran Anda. Nah, daripada penasaran, langsung saja kita simak beberapa rekomendasi tempat wisata di Semarang yang bisa Anda jadikan referensi untuk libur lebaran mendatang.

1. Lawang Sewu

Siapa yang tidak kenal Lawang Sewu? Gedung tua yang memiliki gaya arsitektur khas kolonial ini memang wajib Anda kunjungi saat berada di Semarang. Meski Lawang Sewu sudah telanjur lekat dengan citra mistisnya, nilai historis yang dimilikinya jauh lebih mengesankan, lo.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Lawang Sewu merupakan kantor administrasi perusahaan kereta api swasta. Bangunan gedung administrasi tersebut dirancang oleh arsitek dari Amsterdam bernama Prof. Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag pada tahun 1904, dan baru selesai tiga tahun kemudian.

Penduduk Semarang menyebutnya Lawang Sewu tidak lain karena jumlah pintu di dalamnya yang hampir tidak terhitung. Banyaknya jumlah pintu tersebut merupakan salah satu usaha para arsitek untuk membangun gedung perkantoran modern yang sesuai dengan iklim Kota Semarang pada masa itu.

Destinasi wisata Lawang Sewu berlokasi di Komplek Tugu Muda, Jalan Pemuda, Sekayu, Semarang. Anda dapat mengunjungi Lawang Sewu pada pukul 07:00-21:00 dan hanya perlu membayar tiket Rp10.000,00 untuk dewasa, dan Rp5.000,00 untuk anak-anak.

2. Tugu Muda

Tidak jauh dari Lawang Sewu, ada sebuah landmark yang dapat mengingatkan Anda akan peristiwa bersejarah yang terjadi pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Namanya Tugu Muda, dan dibuat sebagai bangunan untuk memperingati peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang yang terjadi pada 15 Oktober-20 Oktober 1945.

Tugu Muda terletak di pertemuan antara 4 jalan protokoler, yakni Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Dalan Dr. Soetomo, dan Jalan Pandanaran. Jalan-jalan tersebut merupakan latar terjadinya Pertempuran 5 Hari di Semarang yang merupakan simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang pada masa transisi pemerintahan.

Tugu Muda sendiri dibangun lima tahun setelah peristiwa besar tersebut terjadi, dan hingga saat ini masih eksis sebagai ikon wisata sejarah Kota Semarang. Selain Lawang Sewu, di Komplek Tugu Muda ini juga terdapat sejumlah bangunan penting seperti Museum Mandala Bhakti, Gereja Katedral, dan bangunan Pasar Bulu.

3. Kelenteng Sam Poo Kong

Sam Poo Kong kini menjelma sebagai daya tarik wisata Semarang yang wajib dikunjungi setelah Lawang Sewu. Selain dijadikan sebagai tempat peribadatan, kelenteng yang satu ini juga ramai dikunjungi wisatawan yang datang dari dalam dan luar kota berkat keindahan gaya arsitekturnya.

Jika ditilik dari sisi historisnya, Kelenteng Sam Poo Kong merupakan tempat persinggahan pertama Laksamana Tiongkok Muslim legendaris yang bernama Cheng Ho. Meskipun kelenteng ini merupakan tempat peribadatan umat Konghucu, di sini juga kita dapat melihat jejak peninggalan keislaman Laksamana Cheng Ho dalam sebuah tulisan yang berbunyi: marilah kita mengheningkan cipta dengan membaca Alquran.

Aristektur Kelenteng Sam Poo Kong yang sangat identik dengan kelenteng-kelenteng di Negeri Tiongkok akan membuat Anda seakan-akan berada di negeri tirai bambu tersebut. Jika Anda tertarik untuk menikmati keindahan Kelenteng Sam Poo Kong, langsung saja datang ke Jalan Simongan Nomor 129, Bongsari, Semarang.

4. Pagoda Avalokitesvara

Satu lagi tempat wisata di Semarang yang memiliki nuansa bak landmark terkenal dunia. Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong merupakan bangunan pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki ketinggian mencapai 45 meter ini juga dikenal dengan nama Pagoda Dewi Kwan Im karena terdapat patung Dewi Kwan Im yang menyambut pengunjung di pintu masuknya.

Di dalam bangunan pagoda bertingkat tujuh ini, Anda akan dibuat kagum oleh patung Bodhisattva Avalokitesvara yang berdiri kokoh menghiasi interior pagoda. Di sini, umat Buddha biasanya melakukan ritual Tjiam Shi, atau ritual untuk mengetahui nasib seseorang. Ritual yang satu ini dilakukan dengan menggoyang-goyangkan bambu yang telah diberi tanda hingga salah satu dari bambu tersebut jatuh.

Nah, bagi Anda yang tertarik dengan dunia ramal, Anda bisa mencobanya saat berkunjung ke Pagoda Avalokitesvara. Di mana lokasinya? Pagoda Avalokitesvara terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang.

5. Taman Pandanaran

Semarang juga punya taman kota yang oke punya untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Taman Pandanaran kini sudah menjelma menjadi salah satu ikon wisata Kota Semarang. Ciri khas Taman Pandanaran adalah Patung Warak Ngendog, yang biasa dijadikan sebagai objek bidikan lensa kamera.

Warga Semarang dan sekitarnya biasanya singgah di Taman Pandanaran untuk sekadar bersantai menikmati pagi atau sore. Para warga biasanya joging atau duduk santai sambil menikmati akses internet gratis yang disediakan di komplek taman.

Nah, jika Anda ingin pula merasakan bagaimana serunya bersantai bersama keluarga di Taman Pandanaran, Anda bisa langsung datang ke lokasinya yang terletak di Jalan Pandanaran, Mugasari, Semarang.

6. Taman Budaya Raden Saleh

Jika di Jakarta terdapat Taman Ismail Marzuki sebagai pusat pertunjukkan kebudayaan, Semarang pun punya tempat sejenis, namanya Taman Budaya Raden Saleh. Taman budaya yang terletak di Jalan Sriwijaya Nomor 29 ini lokasinya berada tepat di samping Perpustakaan Daerah Jawa Tengah.

Dulu, Taman Budaya Raden Saleh merupakan lokasi kebun binatang. Setelah kebun binatang tersebut dipindahkan, lahannya dialihfungsikan sebagai tempat pertunjukkan budaya. Di sini Anda dapat menyaksikan berbagai pertunjukkan seni tradisional seperti wayang. Tidak hanya wayang, pertunjukkan lainnya seperti drama, teater, pembacaan puisi, dan lain sebagainya pun kerap diadakan di Taman Budaya Raden Saleh.

Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dibuka setiap hari pada pukul 06:00-21:00 WIB. Untuk masuk ke tempat ini Anda tidak dikenakan biaya, kecuali jika Anda ingin melihat pertunjukkan seni yang digelar di TBRS.

7. Semarang Contemporary Art Gallery

Penikmat seni rupa tampaknya wajib mengunjungi Semarang Contemporary Art Gallery. Di sini tempatnya berbagai karya seni kontemporer seperti lukisan dan patung hasil karya para seniman muda dan kawakan dipamerkan.

Semarang Contemporary Art Gallery pernah mengalami beberapa kali pemugaran. Bangunan ini pernah diruntuhkan dan dibangun kembali pada tahun 1918 yang kemudian digunakan sebagai kantor perusahaan asuransi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Namun, nuansa arsitektur khas kolonial masih terasa kental di setiap sudut bangunannya.

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp10.000,00, Anda sudah dapat menikmati beragam karya seni kontemporer yang memiliki nilai estetika dan filosofi tinggi. Jika penasaran, Anda dapat langsung mengunjungi lokasinya yang berada di Jalan Taman Srigunting Nomor 5-6, Kota Lama Semarang.

8. Old City 3D Trick Art Museum

Old City 3D Trick Art Museum dapat dibilang sebagai destinasi wisata baru di Semarang. Museum seni 3 dimensi yang berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang ini memiliki 108 latar belakang foto 3 dimensi yang memukau. Temanya pun beragam, mulai dari tema Kota Semarang, bangunan terkenal dunia, kartun, serta film. Agar pengunjung tidak bosan, pihak pengelola museum pun setiap empat bulan mengganti gambar-gambar tiga dimensi yang ada di museum.

Untuk dapat menikmati seni ilustrasi 3 dimensi yang ada di sini, Anda harus merogoh kocek Rp40.000,00. Old City 3D Trick Art Museum dibuka pada pukul 10:00-22:00 WIB.

9. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan destinasi wisata religi yang menyimpan keindahan dan nilai filosofi luhur di balik arsitektur dan ornamennya. Masjid yang memiliki luas lahan mencapai 10 hektare ini memiliki perpaduan arsitektur khas Jawa dan Yunani, yang mampu membuat siapa pun yang melihatnya terpikat berkat keindahannya.

Adanya 6 payung raksasa yang dapat dibuka-tutup secara otomatis, mirip seperti yang terdapat di Masjidil Haram, membuat bagian luar masjid dapat digunakan sebagai ruang tambahan bagi para jemaah yang hendak menunaikan salat. Daya tarik lain yang dimiliki Masjid Agung Jawa Tengah, di antaranya terletak pada Menara Asmaul Husna yang memiliki ketinggian 99 meter. Dari atas menara, Anda dapat melihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian melalui teropong pandang.

Cobalah untuk singgah dan menunaikan salat di Masjid Agung Jawa Tengah. Anda akan merasakan nuansa sejuk yang memesona berkat kemegahan aristektur masjid yang menawan. Masjid Agung Jawa Tengah pun sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti perpustakaan, museum, kios cendera mata, kafe, hingga arena bermain anak.

Masjid Agung Jawa Tengah berlokasi di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang.

10. Candi Gedong Songo

Di Semarang juga terdapat bangunan candi yang wajib Anda kunjungi, namanya Candi Gedong Songo. Tempat wisata di Semarang yang satu ini berlokasi di lereng Gunung Ungaran yang sejuk, tepatnya di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Sesuai dengan namanya, Candi Gedong Songo memiliki 9 bangunan candi yang tersebar di kawasan kompleks wisata alam Dusun Darum. Lokasi satu candi dengan candi lainnya tidak berdekatan, sehingga Anda diharuskan untuk menempuh jarak sekitar ratusan meter jika ingin melihat 9 bangunan candi tersebut.

Namun, jangan khawatir, kawasan Candi Gedong Songo memiliki pemandangan alam yang menakjubkan berkat lokasinya yang berada di lereng gunung. Candi Gedong Songo dapat ditempuh dengan jarak sekitar 45 km dari pusat Kota Semarang. Untuk paket wisata lengkap 9 candi, Anda perlu membayar tiket Rp70.000,00.

11. Umbul Sidomukti

Wisata alam yang satu ini juga tidak luput ditawarkan oleh kota yang dijuluki sebagai Kota Lumpia. Di Kabupaten Semarang, tepatnya di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, terdapat kawasan wisata alam yang lengkap bernama Umbul Sidomukti.

Di sini Anda tidak hanya dapat menikmati segarnya berendam di kolam. Fasilitas hiburan pendukung lainnya seperti outbond, Pondok Wisata, Pondok Lesehan, arena kamping, serta berbagai permainan menantang lainnya pun dapat Anda pilih untuk semakin mengakrabkan seluruh anggota keluarga.

Untuk masuk ke area Umbul Sidomukti, Anda diharuskan membayar tiket masuk seharga Rp4.000,00 pada hari biasa dan Rp5.000,00 pada akhir pekan. Jika Anda berminat untuk mencoba permainan yang ditawarkan Umbul Sidomukti, ada biaya tambahan yang jumlahnya bervariasi, misalnya Rp20.000,00 untuk berkendara ATV sebanyak 3 putaran.

12. Kampoeng Wisata Taman Lele

Kampoeng Wisata Taman Lele bisa jadi merupakan sarana rekreasi yang tepat untuk seluruh anggota keluarga. Di tempat wisata seluas 2 hektare ini, Anda dapat bersantai bersama keluarga sembari menikmati keindahan alam sekitar yang menawan.

Lantas, wahana apa saja yang ditawarkan Kampoeng Wisata Taman Lele? Tentunya banyak sekali, ada becak air, kebun binatang mini, kolam renang anak, taman asri untuk bersantai bersama keluarga, dan masih banyak lagi.

Tempat wisata Malang yang satu ini dinamakan Taman Lele karena sebelum disulap menjadi arena rekreasi keluarga, Taman Lele merupakan perkebunan jambu yang memiliki sumber mata air yang dihuni ratusan ikan lele.

Pokoknya, jika Anda berlibur ke Semarang bersama keluarga, jangan lupa untuk berkunjung ke Kampoeng Wisata Taman Lele yang buka setiap hari dari pukul 08:00-18:00. Tiket masuknya pun cukup terjangkau, yakni hanya Rp2.000,00, Rp3.500,00 pada akhir pekan, serta Rp6.000,00 pada libur panjang. Kampoeng Wisata Taman Lele berlokasi di Jalan Walisongo km 10, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

13. Gua Kreo

Masih banyak wisata alam yang dimiliki Kota Semarang, salah satunya adalah Gua Kreo. Kata “kreo” sendiri berasal kata “mangreho” yang artinya memelihara atau menjaga. Gua Kreo konon merupakan tempat petilasan Sunan Kalijaga ketika beliau pergi mencari kayu jati sebagai bahan pembangunan masjid.

Menurut legenda, ketika melintasi gua, Sunan Kalijaga bertemu sekawanan kera yang kemudian beliau suruh untuk menjaga kayu jati. Sejak saat itulah Gua Kreo dijadikan sebagai tempat bermukim kawanan kera. Hingga saat ini, Anda pun masih dapat menjumpai kawanan kera yang menghuni Gua Kreo.

Anda tidak perlu takut dengan kera-kera yang tinggal di dalam gua, sebab kawanan kera tersebut sebenarnya terbilang ramah terhadap manusia selama mereka diperlakukan dengan baik. Selain bermain dengan “penduduk asli” Gua Kreo, Anda pun dapat menikmati segarnya air terjun yang terdapat di sebelah utara Gua Kreo.

Gua Kreo berada di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Gn. Pati, Semarang, dan buka setiap hari pada pukul 05:00-18:00 WIB.

14. Simpang Lima

Belum sah rasanya jika berkunjung ke Semarang tanpa singgah di Simpang Lima. Lapangan Pancasila atau yang lebih populer dengan sebutan Kawasan Simpang Lima ini selalu ramai disambangi para wisatawan pada malam hari. Di sini Anda tidak hanya dapat menikmati beragam jajanan kaki lima khas Semarang, tapi juga bisa menyewa becak yang dihias lampu untuk berkeliling di kawasan Simpang Lima.

Saking semaraknya, orang-orang yang datang ke kawasan Simpang Lima ini juga tidak lupa untuk berfoto ria sambil menikmati angin malam dari atas becak hias. Kalau Anda berminat untuk berkeliling Simpang Lima dengan becak hias, Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp35.000,00 untuk satu kali putaran.

15. Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang merupakan salah satu tempat wisata di Semarang yang punya banyak tempat menarik untuk dijadikan objek fotografi atau sekadar swafoto. Di kawasan ini, Anda akan dibuat terpana oleh keindahan bangunan-bangunan klasik yang akan membuat Anda seolah-olah berada di Eropa.

Kota Lama Semarang punya beberapa bangunan bersejarah, seperti: Pabrik Rokok Praoe Lajar, Gereja Blenduk, Polder Air Tawang, dan masih banyak lagi. Museum-museum seni pun banyak ditemukan di kawasan Kota Lama Semarang, yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Semarang Utara. Jangan lupa untuk membawa kamera ya, jika Anda mau berkunjung ke Kota Lama Semarang.

16. Kawasan Pecinan Semarang

Tidak jauh dari Kota Lama Semarang, Anda bisa singgah sejenak ke Kawasan Pecinan Semarang untuk sekadar duduk-duduk sambil menikmati jajanan khas sekitar. Salah satu kawasan paling sibuk di Semarang ini punya sejumlah kelenteng yang memiliki pesona arsitektur magis.

Untuk Anda penggila kuliner, Anda bisa mampir ke Pasar Semawis yang banyak dijuluki orang sebagai surga kuliner di kawasan pecinan. Datanglah pada malam hariuntuk merasakan suasana semarak khas Pecinan.

17. Hutan Wisata Tinjomoyo

Cari lokasi piknik yang asyik di Semarang? Datang saja ke Hutan Wisata Tinjomoyo yang lokasinya berada di Kelurahan Sukorejo, Banyumanik, Semarang. Hutan Wisata Tinjomoyo tidak hanya asyik untuk digunakan sebagai tempat piknik keluarga. Berbagai aktivitas liburan menarik seperti trekking, kamping, dan outbond pun dapat dilakukan di sini.

Bagi Anda yang hobi memotret, Hutan Tinjomoyo pun punya deretan pepohonan asri dan rindang yang cocok untuk Anda abadikan. Pohon jati dan pinus yang mayoritas mendiami hutan merupakan habitat yang sangat nyaman bagi burung. Itulah sebabnya, Anda jangan sampai melewatkan kunjungan ke Hutan Wisata Tinjomoyo, khususnya Anda yang memang menggilai wisata alam.

Hutan Tinjomoyo dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 07:00-18:00 WIB. Biaya masuknya pun terjangkau, yakni hanya Rp3.000,00 untuk setiap pengunjung.

18. Kebun Binatang Mangkang

Anak-anak pasti tidak akan menolak jika diajak berwisata ke kebun binatang. Di Semarang, Anda bisa melihat aneka satwa bersama si buah hati di Kebun Binatang Mangkang. Kebun binatang yang satu ini memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap, lo. Hingga saat ini, Kebun Binatang Mangkang memiliki setidaknya 40 jenis satwa yang jumlahnya akan terus ditambah oleh pihak pengelola.

Beberapa koleksi satwa yang dapat Anda jumpai di Kebun Binatang Mangkang, di antaranya: kera jawa, beruang madu, lutung, beruk, babi hutan, rusa timor, dan masih banyak lagi.

Kebun Binatang Mangkang berlokasi di Jalan Walisongo km 16, seberang Terminal Mangkang, Semarang atau sekitar 16 km dari kawasan Simpang Lima. Tempat wisata Semarang ini dibuka setiap hari pada pukul 08:00-17:00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp5.000,00 dan Rp7.500,00 pada hari libur.

19. Pantai Maron

Semarang juga punya deretan pantai yang tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai lain yang sudah populer. Salah satu pantai yang dapat Anda kunjungi ketika berada di Semarang adalah Pantai Maron.

Pantai Maron lokasinya tidak jauh dari Bandara Ahmad Yani Semarang dan merupakan destinasi yang cukup menyenangkan untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman. Selain dapat duduk santai sambil menikmati angin pantai, Anda pun bisa menjajal berbagai aktivitas air seperti mendayung, memancing, atau sekadar basah-basahan.

20. Air Terjun Kali Pancur

Kawasan wisata alam Air Terjun Kali Pancur terletak di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Karena tidak ada angkutan umum yang melewati kawasan ini, Anda harus membawa kendaraan pribadi untuk sampai ke kawasan Air Terjun Kali Pancur.

Dengan tiket masuk seharga Rp2.500,00, Anda sudah dapat menikmati pemandangan sekitar kawasan Air Terjun Kali Pancur yang menyejukkan mata. Selain dihias bebatuan dan pepohonan rindang, Anda pun dapat menemukan gua-gua yang dihuni burung walet di kawasan ini.

21. Museum Mandala Bhakti

Satu lagi tempat wisata edukasi di kawasan Tugu Muda Semarang yang sayang untuk dilewatkan. Museum Mandala Bhakti merupakan bukti perjuangan TNI dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di dalam museum ini terdapat koleksi senjata yang digunakan dalam pertempuran dari masa ke masa, seperti bambu runcing, rencong, tombak, busur, hingga senjata modern seperti pistol dan senjata pelontar.

Selain koleksi senjata, Museum Mandala Bhakti juga memiliki seragam yang dikenakan para prajurit perjuangan kemerdekaan, di antaranya: pakaian dari goni, seragam PETA (Pembela Tanah Air), seragam TKR (Tentara Keamanan Rakyat), BKR (Badan Keamanan Rakyat), dan Heiho (pasukan bentukan Jepang yang berisi pemuda Indonesia pada masa Perang Dunia II).

Di Ruang Peristiwa Museum Mandala Bhakti, Anda akan disuguhkan berbagai catatan sejarah dari masa perjuangan memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, masih banyak lagi ruangan dalam museum yang dapat membuka mata dan pikiran kita tentang perjuangan para prajurit yang mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan bangsa. Museum Mandala Bhakti berada di kawasan Tugu Muda, Bangunharjo, Semarang dan dibuka pada Selasa-Jumat pukul 08:00-14:00 WIB.

22. Bukit Gombel

Sebagian dari kita mungkin akan langsung merinding jika mendengar nama Bukit Gombel karena identik dengan nama hantu. Dan benar saja, konon di Bukit Gombel sering ditemukan penampakan makhluk tidak kasat mata. Namun, jangan takut! Bukit Gombel ternyata tidak seseram seperti apa yang diceritakan banyak orang.

Citra Bukit Gombel yang mistis akan langsung hilang dari pikiran Anda ketika suguhan pemandangan alam yang asri terpampang di depan mata. Dari atas Bukit Gombel, Anda bisa melihat pemandangan kota Semarang dari ketinggian yang menakjubkan.

Datanglah pada malam hari agar dapat menyaksikan kelap-kelip lampu yang mampu memuaskan hasrat mata. Jika ingin malam Anda di Bukit Gombel makin romantis, datanglah ke restoran sekitar yang menawarkan sensasi makan malam dengan pemandangan indah ala Bukit Gombel. Penasaran? Langsung saja kunjungi kawasan Semarang atas untuk menikmati angin malam khas Bukit Gombel

23. Bukit Semarang Baru

Kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) memang dikenal sebagai perumahan. Namun, jangan salah, di kawasan tersebut Anda dapat menemukan sejumlah atraksi wisata menarik yang dapat disambangi untuk sekadar bersantai bersama keluarga. Beberapa atraksi wisata tersebut di antaranya Danau BSB, Kolam Renang Lakers Club, Taman Bermain Anak, hingga bangunan di sekitar BSB yang berarsitektur modern dan pastinya cocok untuk dijadikan ajang swafoto.

24. Puri Maerokoco

Kalau Jakarta punya Taman Mini Indonesia Indah, Semarang punya Taman Wisata Puri Maerokoco. Di Puri Maerokoco, Anda dapat melihat berbagai rumah adat atau anjungan dari 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah. Tidak hanya itu, di dalam rumah-rumah adat tersebut, terdapat pula hasil industri dan kerajinan daerah yang unik.

Untuk mendukung aktivitas liburan para pengunjung, berbagai wahana seru pun sudah tersedia di Puri Maerokoco, di antaranya komidi putar, Istana Anak-anak Indonesia, Desa Wisata, Kolam Renang Waterboom, Museum IPTEK, outbond, Pasar Apung, hingga kereta gantung.

Menarik, bukan? Jadi, jangan sampai lupa ya untuk memasukkan Puri Maerokoco ke dalam daftar wisata Anda di Semarang. Puri Maerokoco berlokasi di Jalan Yos Sudarso, atau sekitar 5 km dari kawasan Tugu Muda. Dibuka untuk umum mulai pukul 08:00-18:00.

25. Brown Canyon Semarang

Brown Canyon dikenal sebagai lokasi proyek galian C, yang juga menjadi sumber mata pencaharian warga sekitar yang berprofesi sebagai penggali pasir. Pada awalnya, Brown Canyon tidak pernah ditargetkan untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Namun, seiring dengan kegiatan penambangan pasir yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun, Brown Canyon menjelma menjadi tebing-tebing eksotis yang menarik perhatian para pencinta fotografi.

Hingga kini, banyak para wisatawan yang datang ke Brown Canyon untuk menikmati panorama alam sekitar, sekaligus berfoto ria di antara tebing-tebing yang menjulang.

Brown Canyon berlokasi di daerah Rowosari Meteseh, Tembalang, Semarang. Letaknya yang jauh dari pusat kota Semarang serta medan yang berdebu, merupakan tantangan yang harus dihadapi para wisatawan yang ingin menyaksikan kemegahan tebing-tebing Brown Canyon. Jangan lupa membawa masker, topi, dan kacamata, ya, jika ingin mengunjungi Brown Canyon.

26. New Bandungan Indah Waterpark

New Bandungan Indah Waterpark merupakan tempat wisata di Semarang yang cocok untuk keluarga. Di kawasan yang sering dijuluki sebagai “Puncak”-nya Semarang ini, Anda akan diajak menikmati hawa sejuk kawasan Bandungan sambil berbasah-basahan di kolam renang waterboom.

Tempat wisata Semarang yang dikelola PT. KAI ini juga memiliki kolam pemancingan dan berbagai wahana menarik lainnya seperti taman refleksi, terapi ikan, ATV, jembatan goyang, kapal arus, dan masih banyak lagi. New Bandungan Indah Waterpark berlokasi di Jalan Veteran Nomor 3, Jetis, Bandungan, Semarang. Tarif karcis yang perlu Anda bayar untuk menikmati wahana di waterpark ini cukup terjangkau, yakni hanya berkisar Rp5.000,00-Rp25.000,00.

27. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

Siapa yang tidak kenal dengan MURI? Peristiwa menarik dari seluruh Indonesia yang berhasil memecahkan rekor, semuanya terekam di museum yang satu ini. MURI didirikan pada 27 Januari 1990 dan berlokasi di kawasan industri Jamu Jago, Semarang.

Di dalam ruangan MURI tersimpan dokumentasi berbagai kejadian bersejarah yang berhasil memecahkan rekor dunia (didominasi foto-foto), serta pernak-pernik yang berkaitan dengan jamu. Koleksi fisiknya sendiri sebenarnya tidak banyak. Meski begitu, tempat wisata edukasi yang satu ini tidak ada salahnya untuk dikunjungi, bukan?

MURI berlokasi di Jalan Perinitis Kemerdekaan Nomor 275, Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang. MURI dibuka untuk umum setiap Senin-Jumat pukul 09:00-14:00 WIB dan tidak dikenakan biaya masuk.

28. Danau Tawang

Danau Tawang berada di wilayah Tanjung Mas, Semarang Utara, yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Tawang. Meski tidak banyak hal istimewa yang dimilikinya, tempat yang satu ini mungkin akan cocok sekali untuk dijadikan tempat bersantai di pagi maupun malam hari.

Pengunjung yang datang pun terkadang tidak segan untuk memancing di danau tersebut untuk sekadar mengisi waktu luang saat malam hari. Selain asyik dijadikan tempat bersantai, ada beberapa spot di Danau Tawang yang lumayan bagus untuk dijadikan tempat berfoto. Nah, jika Anda ingin menunggu waktu keberangkatan kereta atau sekadar berjalan-jalan sore, datang saja ke Danau Tawang.

29. Kebun Teh Medini

Di Semarang, Anda pun dapat menjumpai hawa sejuk dan pemandangan hijau khas perkebunan teh, tepatnya di Kebun Teh Medini yang berada di sekitar Pegunungan Ungaran di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal.

Pesona yang dimiliki Kebun Teh Medini selain hamparan hijau perkebunan tehnya adalah Curug Lawe dan Gua Jepang. Curug Lawe dapat dicapai degan berjalan kaki selama 15-20 menit dari pintu masuk.

Kebun Teh Medini biasanya dijadikan tempat persinggahan para pendaki yang hendak menuju Pegunungan Ungaran. Jika Anda tertarik untuk mengunjungi Kebun Teh Medini, siapkan fisik Anda, sebab medan yang harus ditempuh tidaklah mudah. Ada baiknya Anda melalui jalur pedesaan yang lebih mudah diakses. Orang-orang desa pun ramah terhadap pengunjung, jadi tidak perlu sungkan untuk bertanya.

30. Pemandian Air Panas dan Air Terjun Gonoharjo

Kawasan Nglimut, Gonoharjo bisa jadi merupakan destinasi yang wajib dikunjungi para pencinta wisata alam. Di area yang juga dikenal sebagai lereng Gunung Ungaran ini terdapat beberapa objek wisata alam, contohnya Pemandian Air Panas dan Air Terjun Gonoharjo.

Objek wisata alam Gonoharjo ini akan menawarkan sensasi relaksasi yang berbeda. Bayangkan tubuh Anda tengah berendam di hangatnya kolam air panas ditemani semilir angin dari pepohonan rindang di sekitarnya. Hmm, pastinya akan sangat menyegarkan pikiran, bukan?

Jika Anda lebih menyukai bertualang menyusuri jalan setapak di area Pegunungan Ungaran, kawasan ini juga punya arena trekking menuju air terjun dengan pemandangan yang memesona. Berjarak kurang lebih 2 km dari pintu masuk, di sepanjang jalan Anda akan ditemani rimbunnya pepohonan dan kicauan burung yang mampu membuat perjalanan Anda tidak terasa melelahkan.

Untuk dapat sampai ke kawasan Pemandian Air Panas dan Air Terjun Gonoharjo, Anda dapat melalui rute Kendal, Semarang, maupun Ungaran. Dari Semarang, Anda bisa menggunakan rute Terminal Cangkirang. Tenang saja, tidak perlu takut tersesat sebab di sepanjang perjalanan, Anda akan dibantu oleh banyaknya papan petunjuk untuk sampai ke lokasi wisata. Biaya tiket masuk lokasi wisata hanya Rp8.000,00 dan Rp12.500,00 untuk tiket kolam renang dan pemandian air panas.

31. Kebun Karet BSB

Bukit Semarang Baru alias BSB tidak hanya dikelilingi gedung-gedung dan perumahan mewah. Atraksi wisata pun dapat Anda temukan dengan mudah di sini. Salah satu daya tarik wisata BSB yang tengah digandrungi warga lokal adalah Kebun Karet.

Banyak pula penduduk sekitar yang menjulukinya Alaska, yang merupakan kependekan dari Alas Karet. Pada dasarnya, daya tarik utama yang dimiliki kebun ini tidak jauh dari deretan pohon karet yang rindang. Jika Anda pandai memilih titik menarik dari kebun karet tersebut, foto yang bagus dan Instagramable pun akan Anda dapatkan.

Tidak hanya itu, di Kebun Karet BSB pun Anda dapat turut mencoba proses sadap getah karet dan menyaksikan pengolahan getah karet tersebut menjadi lembaran karet yang siap dijual.

Lelah berjalan kaki? Anda dapat berkeliling Kebun Karet BSB dengan mengendarai Segway. Menarik, bukan? Nah, Kebun karet BSB yang berlokasi di wilayah Jatisari, Semarang ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi. Jika Anda bepergian dengan kendaraan umum pun tidak masalah, setibanya di terminal bus, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi kebun karet dengan mengendarai ojek.

32. Curug Lawe

Banyak orang yang menyebut Curug Lawe sebagai surga tersembunyi yang ada di Semarang. Hal tersebut tidak mengherankan, sebab objek wisata alam tersebut menyimpan pesona alam yang luar biasa, biarpun relatif sulit dijangkau.

Meski namanya sudah banyak dikenal para pencinta alam, masih banyak pula orang yang tidak mengetahui lokasi Curug Lawe. Secara geografis, Curug lawe berada di lereng Gunung Ungaran sebelah barat yang cukup jauh dari pusat Kota Semarang. Untuk dapat menikmati segarnya percikan air dari Curug Lawe, Anda diharuskan untuk berjalan kaki kurang lebih selama satu jam. Jalan yang dilalui pun relatif aman, jadi Anda tidak perlu khawatir.

Sepanjang perjalanan menuju Curug Lawe, Anda akan disuguhi rimbunnya hutan dan suara burung-burung yang beterbangan dari satu dahan pohon ke dahan lainnya. Di perjalanan tersebut, Anda juga akan melintasi sebuah jembatan yang dijuluki Jembatan Romantis. Nah, di jembatan itulah wisatawan berhenti sejenak untuk sekadar berfoto.

Pastikan Anda mengunjungi Curug Lawe pada pagi hari agar dapat menikmati pesonanya lebih lama. Sebab, objek wisata Curug Lawe hanya dibuka untuk umum hingga pukul 15:00 WIB. Curug Lawe berada di di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Kecamatan Ungaran Barat, Semarang, atau sekitar 12 km dari pusat kota.

33. Hutan Penggaron

Hutan Wisata Penggaron banyak disambangi para pelancong untuk melepas penat. Kawasan wisata yang berlokasi di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang itu juga sering dijadikan lokasi kemah bagi para pelajar dan anggota Pramuka.

Lantas, apa yang membuat Hutan Penggaron layak untuk dikunjungi? Selain hutannya yang rimbun serta udaranya yang sejuk, di Hutan Wisata Penggaron Anda akan menemukan spot-spot menarik untuk berfoto. Fasilitas penunjang liburan seperti wahana jungle trekking, outbond, dan camping ground pun tidak lupa untuk ditawarkan kepada para pengunjung.

Biaya tiket masuk ke Hutan Wisata Penggaron pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp6.000,00 per orang. Hutan Wisata Penggaron dibuka pada pukul 07:00-17:00 WIB.

34. Rumah Pohon Kali Kulon

Rumah Pohon Kali Kulon merupakan tempat wisata di Semarang yang tepat untuk Anda yang merindukan suasana pedesaan. Lokasinya yang asri dan dikelilingi pepohonan rindang serta sawah membuat Rumah Pohon Kali Kulon banyak diburu para anak muda yang mengantre untuk sekadar berfoto di atas rumah pohon.

Rumah pohon setinggi 10 meter yang Instagramable ini bisa Anda temukan di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, atau sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota.

Waktu terbaik untuk berwisata di Rumah Pohon Kali Kulon adalah pada pagi dan sore hari, waktu yang tepat untuk mengabadikan pemandangan langit yang dihiasi awan dan matahari.

Akses jalan menuju Kali Kulon dapat dikatakan cukup layak dan jika Anda kesusahan menemukan lokasinya, Anda dapat bertanya pada penduduk sekitar.

35. Bantir Hills

Banyak wisatawan dan warga lokal yang menyematkan predikat tempat paling romantis kepada objek wisata alam Bantir Hills. Tempat wisata di Semarang yang satu ini banyak dibicarakan khalayak dunia maya berkat keindahan panoramanya yang asri dan unik.

Para pengunjung yang datang akan dimanjakan dengan pesona alam yang menawan, mulai dari pegunungan, hutan, area persawahan yang hijau, hingga area permukiman penduduk.

Dari atas bukit dengan ketinggian 1.000 mdpl tersebut, Anda dapat mengagumi pemandangan alam sekitar Bantir Hills dengan lebih khidmat. Jika Anda berminat untuk beriwisata di Bantir Hills, jangan sampai lupa untuk berfoto di gazebo, rumah pohon, jembatan hutan, serta gardu pandang yang menjadi daya tarik tempat wisata tersebut.

Wisata Bantir Hills berlokasi di Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Karena masih terbilang baru, Anda tidak akan dikenakan biaya masuk. Anda hanya perlu membayar parkir Rp2.000,00 untuk sepeda motor dan Rp5.000,00 untuk mobil.

36. Setiya Aji Flower Farm

Kebun bunga nan cantik nyatanya tidak hanya terdapat di Lembang, Bandung, lo. Kini di daerah Bandungan, Semarang, pun terdapat kebun bunga yang setiap hari ramai didatangi para wisatawan yang ingin menyaksikan indahnya warna-warni bunga krisan.

Setiya Aji Flower Farm terletak di Dusun Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Tempat wisata yang satu ini dibuka setiap hari, mulai pukul 07:00-18:00 WIB. Tiket masuknya pun murah, yakni hanya Rp7.500,00 per orang. Anda dijamin akan dibuat takjub dengan hamparan warna-warna cerah dari berbagai jenis bunga krisan yang menghuni Setiya Aji Flower Farm.

Anda dianjurkan untuk datang pada pagi ataupun sore hari saat cuaca sedang tidak terlalu panas. Satu lagi, tetap jadi wisatawan yang bertanggung jawab, ya. Jangan sampai bunga-bunga yang tumbuh di kebun jadi rusak hanya karena kita terlalu asyik berfoto.

37. Desa Nglarangan

Tidak jauh dari Candi Gedong Songo terdapat sebuah atraksi wisata menarik yang banyak diburu para pencinta fotografi, namanya Desa Nglarangan. Di desa wisata ini daya tarik utamanya tidak lain adalah rumah bambu bertingkat.

Di desa ini konon banyak terdapat peninggalan masa kerjaan Hindu. Dengan berkunjung ke desa ini, Anda seolah-olah akan diajak menerobos waktu beberapa tahun silam ketika listrik dan teknologi masih dianggap tabu. Tertarik?

38. Gardu Pandang Lereng Kelir

Gardu Pandang Lereng Kelir mungkin akan menjadi tempat yang cocok bagi Anda yang butuh melepas penat sambil menikmati embusan angin dan pemandangan pedesaan dari ketinggian 715 mdpl.

Berlokasi di Dusun Bongkol, Desa Gertas, Ambarawa, Kabupaten Semarang, objek wisata di kawasan Lereng Kelir ini menawarkan pemandangan khas pegunungan yang dihiasi hamparan hijau pepohonan.

Berhubung gardu pandang berada di wilayah yang cukup tinggi, Anda diharuskan menyiapkan fisik agar mampu melewati tanjakan terjal dan jalanan yang berkelak-kelok. Jangan lupa ambil foto dengan pose paling epik saat berhasil mencapai gardu pandang, ya.

39. Hutan Pinus Kayon

Cobalah untuk sejenak keluar dari penatnya kehidupan perkotaan untuk menikmati pemandangan alam yang menakjubkan di Hutan Pinus Kayon. Objek wisata alam yang satu ini sempat hits di media sosial beberapa waktu lalu. Dari sekian banyak tempat wisata di Semarang yang menawarkan keindahan alam, pastikan Anda tidak melewatkan Hutan Pinus Kayon pada kunjungan Anda ke Semarang nanti.

Hutan Pinus Kayon terletak di Dusun Krangkeng, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Kawasan ini biasanya sering dijadikan area kamping oleh para wisatawan. Tidak hanya nyaman untuk dijadikan arena kamping atau piknik keluarga, tingginya pepohonan pinus yang mendiami hutan ini juga merupakan spot yang tepat untuk berswafoto.

40. Gunung Kendil

Gunung Kendil yang berada di Dusun Gojati, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, sebenarnya lebih tepat disebut bukit, tetapi warga sekitar lebih suka menyebutnya gunung. Meskipun hanya bukit, Gunung Kendil merupakan tempat paling tepat untuk menikmati panorama Rawa Pening dan alam sekitarnya.

Pengunjung hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit untuk mendaki Gunung Kendil. Meskipun tidak terlalu tinggi, medan yang harus dilalui pendaki lumayan menantang akibat banyaknya jurang, tanjakan, dan jalurnya yang cukup sempit.

Banyak orang lebih suka mengunjungi Gunung Kendil pada malam hari atau subuh untuk menanti matahari terbit. Jika Anda hendak mendaki Gunung Kendil, jangan lupa siapkan bekal minuman yang cukup, sebab di kawasan tersebut tidak terdapat banyak sumber air.

41.Waduk Jatibarang

Waduk serbaguna yang berada di Gunungpati, Semarang ini ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan. Pengunjung dapat menjelajahi waduk seluas 189 hektare ini dengan mengendarai perahu motor yang dapat disewa dengan tarif Rp60.000,00 per orang, sedangkan tiket masuknya hanya Rp2.500,00

Area Waduk Jatibarang ini sebenarnya meliputi 4 kelurahan dan 2 kecamatan, yaitu: Kelurahan Kandri dan Kelurahan Jatirejo dari Kecamatan Gunungpati, serta Kelurahan Jatibarang dan Kedungpane dari Kecamatan Mijen.

Di tengah genangan Waduk Jatibarang inilah letak objek wisata Gua Kreo berada. Anda bisa mencapai Gua Kreo dengan melintasi jembatan Waduk Jatibarang. Daya tarik lain yang dimiliki Waduk Jatibarang adalah gardu pandangnya yang berbentuk hati. Saking uniknya, penduduk sekitar menjulukinya sebagai Bukit Cinta Jatibarang. Jangan lupa ajak pasangan Anda ya, saat menikmati pemandangan dari atas gardu pandang Waduk Jatibarang, agar suasana romantisnya semakin terasa.

42. Pantai Marina Semarang

Selain Pantai Maron, pantai lainnya yang tidak boleh luput dari daftar kunjungan Anda adalah Pantai Marina Semarang. Pantai yang satu ini sering dijadikan tujuan wisata penduduk lokal setiap akhir pekan.

Menurut sejarahnya, Pantai Marina merupakan kawasan hutan bakau dan tambak. Seiring berjalannya waktu, pemerintah setempat memutuskan untuk mengubah wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata andalan Semarang. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Semarang, membuat Pantai Marina tidak pernah sepi dari pengunjung yang singgah sekadar untuk melepas penat. Pantai Marina terletak di kawasan PRPP (Pekan Raya Promosi dan Pembangunan), dan cukup dekat dengan perumahan Royal Family.

Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan di Pantai Marina? Selain berjalan-jalan di pinggir pantai, Anda pun dapat bersantai sambil memancing di atas perahu. Di samping itu, di sekitar kawasan pantai juga terdapat kebun buah naga yang dapat menjadi daya tarik wisata Pantai Marina. Area pantainya pun relatif aman untuk anak-anak. Meski demikian, Anda tetap tidak boleh lengah dalam mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar pantai.

Pantai Marina berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat. Anda hanya perlu menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit dari pusat Kota Semarang untuk sampai ke Pantai Marina. Tiket masuknya pun murah, yakni hanya Rp3.000,00 untuk setiap pengunjung.

43. Pantai Tirang

Pantai Tirang berada tidak jauh dari Bandara Ahmad Yani, Semarang. Pantai Tirang sebenarnya memiliki air yang jauh lebih jernih dari Pantai Maron dan Pantai Marina. Namun, karena kurang dikelola dengan baik, Pantai Tirang justru terlihat kumuh, padahal pantai satu ini merupakan salah satu tempat wisata di Semarang yang paling mudah diakses oleh kendaraan.

Pantai Tirang kini lebih sering disambangi oleh wisatawan yang hobi memancing. Selain memancing, Anda pun bisa menyusuri hutan bakau yang terdapat di sekitar pantai. Ombak di Pantai Tirang pun tidak terlalu besar, jadi relatif aman untuk anak-anak dan orang dewasa yang ingin menjajal olahraga air.

Biasanya, pantai ini ramai oleh pengunjung pada sore hari dan akhir pekan. Meski pantai ini tidak banyak memiliki daya tarik, suasananya yang adem bisa menjadi alternatif wisata bagi Anda yang ingin bersantai sejenak sambil menikmati embusan angin pantai.

Jalur akses menuju Pantai Tirang sebenarnya tidak terlalu bagus untuk dilewati kendaraan roda empat. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk mengendarai sepeda motor jika ingin berkunjung ke Pantai Tirang.

Untuk sampai ke Pantai Tirang yang berlokasi di daerah Tugurejo, Anda dapat menggunakan akses jalan dari Graha Padma, dilanjutkan dengan perjalanan melintasi jembatan kayu yang kondisinya agak mengkhawatirkan untuk dilalui kendaraan.

44. Museum Kereta Ambarawa

Mengisi libur panjang atau akhir pekan tidak harus di tempat-tempat hiburan. Jika ada tempat wisata yang edukatif dan menghibur, kenapa tidak? Salah satu tempat wisata di Semarang yang menawarkan dua hal tersebut adalah Museum Kereta Ambarawa.

Museum yang juga stasiun kuno ini memiliki koleksi lokomotif uap dari masa ke masa. Anda pun bisa mencoba menaiki kereta uap di Museum Kereta Ambarawa ini. Anda bisa memilih menggunakan kereta uap yang telah berusia ratusan tahun, atau kereta diesel kuno.

Rute yang dapat dipilih pun beragam, ada rute Ambarawa-Tuntang yang akan menyuguhkan pemandangan pegunungan, serta rute Ambarawa-Bedono yang akan membawa Anda melintasi perbukitan, Gunung Ungaran, dan Gunung Merbabu dengan lintasan yang sedikit menanjak.

Wisatawan dapat memilih waktu perjalanan pukul 10:00, pukul 12:00, atau pukul 14:00. Loket tiket masuk Museum Kereta Api Ambarawa sudah dibuka sejak pukul 08:00. Harga tiket perjalanan wisata reguler yakni hanya Rp50.000,00 per orang.

Jika Anda berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa pada akhir pekan, ada baiknya Anda mulai mengantre sejak pagi hari supaya dapat memilih jadwal perjalanan dengan lebih bebas sebab, pihak pengelola menetapkan kuota pada setiap jadwal perjalanannya.

45. Eling Bening

Objek wisata Eling Bening merupakan salah satu destinasi wisata baru yang ada di Semarang. Konsep yang ditawarkan Eling Bening tidak jauh dari wisata keluarga. Itulah sebabnya, di sini Anda dapat menikmati fasilitas liburan yang relatif lengkap seperti restoran, kolam renang, arena bermain, outbond, area kamping, serta penginapan.

Di lahan seluas 3 hektare ini, Anda dapat menikmati keindahan alam perbukitan Ambarawa sambil duduk santai di gazebo-gazebo yang sudah dirancang untuk menciptakan kenyamanan. Selain dijadikan sebagai destinasi wisata, Eling Bening juga sering disambangi para calon pengantin yang ingin melakukan sesi foto pra-nikah.

Memang tidak heran jika banyak pengunjung yang tertarik mengabadikan momen liburan di Eling Bening, sebab pemandangan alam pegunungan yang tersaji di sini memang begitu menyejukkan mata.

Objek wisata Eling Bening berlokasi di Jalan Sarjono, Bawen, Semarang, dan dapat dijangkau dari pertigaan Terminal Bawen ke arah Ambarawa. Harga tiket masuk Eling Bening pun terbilang murah, yakni hanya Rp15.000,00 per orang. Tiket tersebut juga dapat ditukar minuman.

Jika Anda berminat mengunjungi Eling Bening pada akhir pekan, ada baiknya Anda pergi lebih pagi, sebab kawasan wisata tersebut akan jauh lebih ramai pada siang dan sore hari.

Nah, itulah beberapa referensi tempat wisata di Semarang yang bisa dimasukkan ke dalam daftar wisata Anda. Jangan lupa persiapkan segala keperluan liburan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Pastikan Anda mendapatkan pengalaman liburan yang terbaik dengan pilihan tempat wisata dan penginapan yang terbaik pula.

Baca Juga : 45 Tempat Wisata di Jakarta yang Tepat Untuk Liburan

45 Tempat Wisata di Jakarta yang Tepat Untuk Liburan

45 Tempat Wisata di Jakarta yang Tepat Untuk Liburan – Bagi warga Jakarta, berlibur ke kawasan Puncak Bogor atau Kota Bandung merupakan tradisi setiap musim liburan tiba. Tidak heran jika setiap akhir pekan atau liburan panjang, jalan menuju ke kawasan wisata tersebut cenderung macet dan padat. Alhasil liburan yang seharusnya menyenangkan malah jadi melelahkan karena harus antre di jalan.

Nah! Jika Anda ingin berlibur tetapi enggan terjebak kemacetan, cobalah untuk berwisata di dalam kota saja. Karena ternyata, Jakarta juga memiliki banyak tempat wisata yang tidak kalah menarik dibandingkan objek wisata di Puncak atau Bandung. Apa saja tempat wisata di Jakarta tersebut? Berikut ulasannya,

1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Siapa yang tidak tahu Taman Mini? Taman rekreasi yang didirikan oleh mantan Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto, ini merupakan sebuah arena wisata edukasi, sejarah, hiburan, sekaligus tempat wisata modern yang menarik. Daya tarik utama tempat wisata ini adalah miniatur berbagai budaya dari 33 provinsi di Indonesia.

Selain miniatur, Taman Mini juga memiliki berbagai wahana menarik seperti Teater IMAX Keong Mas, Istana Anak Indonesia, kereta gantung, Anjungan Daerah, SnowBay, Teater 4D, perahu angsa, serta beberapa museum wahana seru lain yang sayang jika dilewatkan.

Untuk masuk ke kawasan Taman Mini, Anda hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp1.000 hingga Rp30.000 tergantung kendaraan yang digunakan. Untuk masuk ke wahana-wahana di dalamnya, Anda harus mengeluarkan dana sekitar Rp10.000 hingga Rp180.000 per wahana.

Taman Mini Indonesia Indah buka setiap hari dari pukul 07.00 sampai 21.00 WIB dengan jam operasional yang berbeda untuk setiap wahana di dalam TMII. TMII bisa dicapai dengan kendaraan pribadi, sewaan, atau kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta, taksi, dan KRL.

2. Dunia Fantasi (Dufan)

Dunia Fantasi merupakan salah satu pelopor theme park di Indonesia yang berdiri di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol sejak tahun 1985. Dengan berbagai wahana menarik dan menantang, Dunia Fantasi atau Dufan menyediakan pusat hiburan paling seru dan lengkap untuk didatangi bersama orang-orang tercinta.

Tempat wisata di Jakarta dengan maskot berupa kera bekantan ini merupakan salah satu tempat berlibur favorit warga Jakarta dan luar kota saat akhir pekan. Dufan buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WIB. Untuk masuk ke Dufan, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp200.000 untuk hari Senin-Jumat, dan Rp295.000 untuk akhir pekan dan liburan.

Serunya, Anda juga bisa membeli tiket tahunan seharga Rp400.000 yang dapat digunakan untuk berwisata ke Dufan selama setahun penuh tanpa biaya tambahan.

Untuk sampai ke tempat ini, dari Stasiun KRL Anda bisa menaiki angkot M15 atau M15A jurusan Tanjung Priok dan berhenti tepan di gerbang kawasan wisata Ancol. Anda juga dapat menggunakan bus Trans Jakarta koridor 1 dan 5, atau bus umum jurusan Ancol.

3. Seaworld Ancol

Masih di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol dan terletak tidak jauh dari Dufan, Anda bisa merasakan sensasi seru berjalan di bawah air dan berinteraksi dengan berbagai ikan-ikan yang memesona di Seaworld Jakarta. Ada ribuan biota laut yang menjadi koleksi tempat wisata unik tersebut.

Selain dapat melihat berbagai macam hewan air dari dekat tanpa harus menyelam, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai pertujukan seru dari para penyelam profesional. Untuk masuk ke Seaworld Ancol, pengunjung hanya perlu menyiapkan dana sekitar Rp80.000 sampai Rp200.000.

Setiap hari Seaworld mulai dibuka untuk pengunjung sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Karena letaknya di kawasan wisata yang terkenal, pengunjung bisa menggunakan berbagai kendaraan untuk sampai ke tempat ini. Hampir semua kendaraan umum seperti angkot, bus kota, bus Trans Jakarta, ataupun taksi dapat menjangkau tempat wisata ini.

4. Atlantis Water Adventure

Pesona kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol memang tiada habisnya. Jika Dufan dan Seaworld sudah terlalu mainstream bagi Anda, Atlantis Water Adventure di Ancol mungkin bisa menjadi salah satu pilihan tempat wisata untuk dikunjungi pada musim liburan kali ini.

Meskipun mengusung konsep yang sama yaitu theme park, berbeda dengan Dufan, Atlantis Water Adventure menawarkan berbagai wahana permainan air seru dan menantang yang sayang sekali untuk dilewatkan. Setidaknya ada 8 kolam renang utama lengkap dengan berbagai permainan menantang di tempat ini.

Harga tiket masuk ke Atlantis Water Adventure cukup terjangkau dan lebih murah dari Dufan, yaitu sekitar Rp95.000 hingga Rp200.000. Tempat ini buka mulai pukul 08.00 sampai 18.00 untuk hari biasa, dan pukul 07.00 sampai 20.00 pada akhir pekan.

Atlantis Water Adventure juga cukup mudah diakses oleh berbagai kendaraan termasuk kendaraan umum seperti KRL, angkot, bus, dan taksi. Jika menggunakan kendaraan umum, pastikan jurusan kendaraan yang dinaiki adalah Ancol atau Tanjung Priok.

5. Ocean Dream Ancol

Ocean Dream atau dikenal juga dengan Gelanggang Samudra merupakan salah satu tempat wisata di kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang terkenal ramai dan selalu dipadati oleh pengunjung. Daya tarik utama tempat wisata di Jakarta ini adalah atraksi lumba-lumba yang lucu dan profesional.

Selain menyaksikan atraksi hewan lucu tersebut, pengunjung juga melihat dari dekat tempat penangkaran, perawatan, dan pelatihan lumba-lumba. Jika ingin menyaksikan hal yang lebih seru lagi, Anda dapat mengunjungi Underwater Theater, Cinema 4D, atau Scorpion Pirates yang menawarkan berbagai pertunjukan menarik.

Tiket masuk ke Gelanggang Samudra Ancol berkisar antara Rp95.000 sampai Rp200.000. Tempat ini mulai buka sejak pukul 09.00 hingga 17.00 untuk weekday dan pukul 09.00 hingga 18.00 untuk weekend. Sebagai tambahan informasi, loket tiket masuk ke tempat biasanya ditutup 1 jam sebelum closing time.

Ocean Dream atau Gelanggang Samudera Ancol bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi, umum, atau sewaan. Dari pusat kota, Anda bisa melewati jalan yang menuju arah Tanjung Priok atau kawasan Ancol.

6. Waterbom Jakarta

Waterbom merupakan wahana wisata permainan air yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Selatan. Salah satu wahana permainan di Waterbom yang terkenal adalah Aquatube. Aquatube adalah permainan berupa seluncur air dengan panjang sekitar 118 m dan tinggi 14,5 m.

Selain Aquatube, pengunjung juga dapat mencoba permainan menantang lainnya, seperti Speedslide, The Hairpin, The Whizzard, dan Twizter. Soal keamanan, Anda tidak perlu khawatir. Pada setiap permainan, pengelola Waterboom menyediakan alat keselamatan, kesehatan, dan beberapa kru terlatih yang profesional.

Tiket masuk ke kawasan ini adalah Rp100.000 untuk anak-anak dan Rp170.000 untuk dewasa pada hari biasa. Sedangkan saat akhir pekan atau musim liburan, tiket yang harus dikeluarkan sekitar Rp200.000 untuk anak-anak dan Rp270.000 untuk dewasa. Waterbom buka sejak pukul 10.00 pada hari biasa dan 08.00 pada akhir pekan hingga pukul 21.00 WIB.

Untuk ke Waterbom Jakarta, Anda bisa menggunakan bus Trans Jakarta koridor 9A dan turun di Pluit Village Mall, lalu dilanjutkan dengan angkot merah nomor B01 jurusan Grogol-Angke dan turun di kawasan Pantai Indah Kapuk. Selain Trans Jakarta, Anda juga bisa menaiki bus umum atau kendaraan pribadi untuk mengunjungi tempat wisata di Jakarta ini.

7. SnowBay Waterpark

SnowBay Waterpark merupakan tempat wisata permainan air yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kurang lebih ada 5 wahana permainan air utama di tempat ini seperti Hurricane, Flush Bowl, Cool Running, SnowBay Beach, dan Typhoon River.

Daya tarik utama tempat wisata ini adalah pantai buatan dengan 7 jenis gelombang seru dan menantang. Meskipun berada di kawasan TMII, tetapi tiket masuk ke kawasan SnowBay terpisah dengan tiket masuk ke TMII. Untuk bermain di SnowBay, pengunjung akan dikenakan HTM sekitar Rp140.000 sampai Rp180.000. Serunya, tempat ini buka setiap hari dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 06.00 malam.

Untuk ke sini Anda bisa menaiki kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Anda bisa menaiki bus Trans Jakarta koridor 9 dan turun di Halte TMII, atau KRL yang dilanjutkan dengan angkot jurusan TMII.

8. Pantai Ancol

Pantai Ancol merupakan salah satu pantai paling ramai dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar Kota Jakarta. Pantai ini terletak di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol yang terkenal dengan berbagai tempat wisata menarik seperti Dufan, Seaworld, dan Gelanggang Samudra.

Tercatat ada 5 pantai yang terletak di sepanjang garis Pantai Ancol yaitu, Pantai Karnaval Ancol, Pantai Festival Ancol, Pantai Ria, Pantai Elok, dan Pantai Indah. Meskipun terletak di kawasan padat penduduk, kebersihan pantai sepanjang 500 m ini sangat terjaga.

Pengelola menyediakan banyak tempat teduh untuk para pengunjung yang ingin menikmati semilir angin Pantai Ancol. Selain itu, pengelola juga menyediakan jogging track, toilet, food court, dan dermaga bagi para pemburu foto dan pemandangan matahari terbenam.

Untuk masuk ke kawasan pantai, pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Serunya, kawasan wisata ini buka selama 24 jam nonstop. Untuk sampai ke Pantai Ancol, pengunjung dapat menaiki bus Trans Jakarta, bus umum, atau angkot jurusan Tanjung Priok atau Ancol.

9. Ocean Ecopark

Ingin berwisata sekaligus turut serta dalam upaya penyelamatan lingkungan? Ocean Ecopark adalah tempat wisata jakarta yang tepat untuk dikunjungi. Taman bermain edukatif ini memiliki beberapa wahana seru yang mengusung 4 konsep yaitu, Eco Energy, Eco Care, Eco Nature, dan Eco Art.

Di sini pengunjung dapat melakukan kegiatan outbond, paint ball, belajar cara merawat hewan ternak, melihat proses pembuatan madu di penangkaran lebah, hingga belajar bercocok tanam di wahana Learning Farm. Untuk masuk ke Ocean Ecopark pengunjung harus membayar sekitar Rp25.000.

Jika ingin menikmati setiap wahana, pengunjung harus mengeluarkan biaya tiket yang berbeda, tergantung wahana mana yang ingin dikunjungi. Tiket masuk permainan di kawasan Ecopark berkisar antara Rp25.000 hingga Rp180.000.

Ocean Ecopark berlokasi di kawasan Taman Impian Jaya Ancol sehingga mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan pribadi maupun umum seperti bus Trans Jakarta, angkot, atau taksi.

10. Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu merupakan gugusan pulau-pulau baik yang berpenghuni maupun tidak dan berlokasi di Selat Sunda, utara Jakarta. Setidaknya ada 5 pulau besar di kawasan kepulauan Seribu yang sering dikunjungi wisatawan dan menjadi spot favorit berlibur turis lokal maupun mancanegara.

Pulau tersebut adalah Pulau Kelor, Cipir, Onrust, Rambut dan Untung Jawa. Setiap pulau memiliki daya tarik dan keunikan masing-masing. Di Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust pengunjung dapat melihat reruntuhan bangunan peninggalan masa kolonial dan museum Pulau Onrust.

Di Pulau Rambut pengunjung dapat melihat berbagai jenis burung yang hidup di habitatnya secara langsung. Pulau Rambut memang dijadikan suaka margasatwa untuk berbagai jenis burung khas Indonesia. Sedangkan di Pulau Untung Jawa, Anda dapat menikmati berbagai wahana permainan air modern seperti speedboat, banana boat, atau snorkeling.

Serunya, untuk mengunjungi 5 pulau tersebut pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp600 sampai Rp1.500. Harga tersebut belum termasuk biaya sewa kapal, pelampung, permainan air, dan biaya tambahan lain.

Untuk ke Kepulauan Seribu Anda bisa menaiki kapal Pelni dari kawasan Pantai Marina Ancol dan dilanjutkan dengan kapal kecil yang bisa disewa dari tempat penyewaan setempat. Sebagai informasi, kapal feri tujuan Kepulauan Seribu biasanya hanya melayani pelayaran hingga pukul 17.00.

11. Pulau Semak Daun

Bagi para pencinta alam yang ingin merasakan sensasi berkemah di tengah hutan atau pinggir pantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam, berkunjung ke Pulau Semak Daun di kawasan Kepulauan Seribu adalah pilihan yang tepat.

Daya tarik utama pulau ini adalah garis pantai yang panjang, dangkal, dan memiliki air biru yang bening. Pengunjung juga bisa menemukan banyak spot foto menarik dan instagramable di pulau ini. Jangan lupa untuk menikmati alam bawah laut Pulau Semak Daun dengan menyelam atau snorkeling.

Pengunjung biasanya harus mengeluarkan uang sekitar Rp385.000 per orang untuk transportasi, jelajah pulau, mengunjungi tempat penangkaran hiu dan penyu, serta snorkeling. Biaya tersebut belum termasuk makan siang, sewa tenda, listrik, dan membeli air tawar atau minuman.

Untuk sampai ke pulau alami ini Anda dapat menaiki kapal Pelni dari Pantai Marina ke Pulau Pramuka. Dari Pulau Pramuka, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan kapal kecil ke Pulau Semak Daun.

12. Pulau Tidung

Pulau Tidung merupakan salah satu tempat wisata favorit di kawasan Kepulauan Seribu. Ada banyak hal yang bisa dilakukan wisatawan di sini, mulai dari snorkeling, menikmati pemandangan matahari terbit, berkeliling pulau menggunakan sepeda, atau ber-selfie ria di atas Jembatan Cinta yang legendaris.

Jembatan Cinta adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil. Jika di Tidung Besar kita masih menemukan banyak rumah warga, di Tidung Kecil Anda hanya akan melihat kawasan konservasi hutan bakau. Kapal yang menyeberang ke Pulau Tidung biasanya berangkat dari Dermaga Muara Angke dengan biaya sekitar Rp40.000 sampai Rp45.000 per orang.

Jika ingin menginap di pulau cantik ini, Anda tidak perlu repot-repot mendirikan tenda. Karena di Pulau Tidung terdapat banyak homestay dan penginapan murah.

13. Pulau Bidadari

Siapa yang tidak tahu Pulau Bidadari? Salah satu pulau yang berlokasi di Kepulauan Seribu ini merupakan tempat wisata favorit turis dari dalam maupun luar negeri. Daya tarik pulau ini adalah reruntuhan bangunan bersejarah pada masa kolonial yang bisa kita lihat di tengah pulau.

Selain itu, Pulau Bidadari merupakan area konservasi berbagai hewan dan tanaman langka seperti tanaman bakau, Pohon Kepuh, Pohon Sentigi, lumba-lumba, Elang Bondol, dan Rusa Totol India. Anda dapat berwisata sekaligus belajar melestarikan alam di sini.

Pulau Bidadari dapat diakses menggunakan kapal yang berlayar dari Pantai Marina Ancol atau Dermaga Muara Angke. Pengunjung biasanya akan dikenakan biaya tiket kapal sekitar Rp40.000-Rp45.000. Jangan lupa untuk membawa kamera terbaik Anda jika mengunjungi Pulau Bidadari, karena selain hal-hal yang sudah di sebut di atas, di sini Anda dapat melihat berbagai pesona dan keindahan alam Kepulauan Seribu yang sayang sekali untuk dilewatkan.

14. Pantai Pasir Perawan

Virgin Beach atau Pantai Pasir Perawan merupakan tempat wisata alam yang berlokasi di Pulau Pari kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta. Daya tarik utama pantai adalah hamparan pasir putih dan bersih, air laut yang jernih, serta kawasan hutan bakau yang memesona.

Pengunjung dapat memancing, menyelusuri hutan bakau menggunakan sampan sewaan, dan snorkeling di sini. Pantai Pasir Perawan bisa diakses dengan kapal Pelni yang berangkat dari Pantai Marina Ancol. Perjalanan dari Pantai Marina menuju Pulau Pari biasanya memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Biaya sewa kapal biasanya dipatok mulai dari Rp40.000 per orang termasuk premi asuransi kecelakaan. Sedangkan HTM ke Pantai Pasir Perawan cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp2.000 per orang. Harga tersebut belum termasuk biaya-biaya lain seperti sewa kapal, sepeda, atau peralatan selam dan snokeling.

15. Pantai Marunda

Bagi yang biasa berlibur ke Jakarta, nama Pantai Marunda mungkin tidak terlalu populer dibanding pantai di Kepulauan Seribu. Tapi bagi warga Jakarta Utara terutama daerah Cilincing, nama pantai tersebut sangat akrab di telinga.

Terletak tidak jauh dari dua bangunan tertua di Jakarta, yaitu Masjid Al Alam dan rumah Si Pitung, Pantai Marunda menawarkan pengalaman seru berlibur di pantai yang sederhana tetapi menarik.

Untuk masuk ke kawasan pantai, Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar uang parkir. Jika ingin menyusuri garis pantai dengan perahu nelayan setempat, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp3.000 per orang.

Jika ingin menaiki angkutan umum, pengunjung bisa menaiki metromini jurusan Tanjung Priok-Cilincing. Setelah sampai di Cilincing perjalanan dilanjutkan dengan menaiki angkot merah KWK U05 dan berhenti di depan STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran). Dari STIP pengunjung dapat berjalan kaki menuju Pantai Marunda.

16. Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Kawasan Pantai Indah Kapuk tidak hanya memiliki perumahan mewah saja, tempat ini juga memiliki beberapa wisata alam yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Di sini Anda dapat menyusuri hutan bakau sambil sesekali melihat beberapa fauna yang hidup di habitat aslinya. Salah satu fauna yang bisa ditemukan di sini adalah biawak. Jika menyewa kapal, pengemudi kapal biasanya hafal betuk di mana letak setiap biawak yang hidup di kawasan hutan bakau.

Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen seru di sini, karena keindahan alam Angke Kapuk patut diabadikan dan dipajang di halaman Instagram Anda. Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp25.000 per orang. Biaya tersebut belum termasuk sewa kapal atau sampan untuk menelusuri danau.

Jika ingin berkunjung ke tempat wisata di Jakarta ini, Anda dapat menaiki bus Trans Jakarta koridor 9A atau bus kota jurusan Grogol lalu dilanjutkan dengan menaiki angkot warna merah nomor B01 jurusan Grogol-Angke. Taman Wisata Alam Angke Kapuk dibuka mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WIB.

17. Taman Situ Lembang

Situ Lembang merupakan sebuah danau buatan yang berlokasi di tengah Kota Jakarta dan terletak di dekat Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Di sini, pengunjung bebas memancing berbagai ikan yang ada di danau, seperti ikan mujair, gurami, dan mas.

Danau ini dikelilingi oleh jogging track dan taman dengan berbagai bunga yang indah. Selain memancing pengunjung juga dapat duduk-duduk santai atau bercengkerama dengan keluarga tercinta. Karena terletak di pusat kota, Taman Situ Lembang bisa diakses dengan berbagai kendaraan umum seperti angkot, taksi, dan bus Trans Jakarta.

Untuk masuk ke taman, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun. Taman ini buka 24 jam untuk Anda yang ingin menikmati udara sejuk dan pemandangan hijau di tengah Kota Jakarta yang padat dan panas.

18. Taman Cattleya

Taman Cattleya atau dikenal juga sebagai Taman Tomang merupakan sebuah objek wisata alam di tengah kawasan Jakarta Barat yang padat. Taman seluas 3 hektare ini memiliki berbagai macam tanaman teduh dan indah.

Jogging track, arena bermain anak, danau buatan, dan taman bunga merupakan beberapa hal yang dapat kita temukan di Taman Cattleya. Berbeda dengan beberapa taman lain di Jakarta, di sini Anda akan jarang menemui pedagang makanan dan kaki lima. Serunya, untuk berwisata di taman ini Anda tidak akan dikenakan biaya.

Taman ini buka selama 24 jam. Jika Anda tertarik untuk berwisata ke Taman Cattleya, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Pengunjung dapat menggunakan bus umum jurusan Grogol atau Semanggi dan turun tepat di perempatan Taman Tomang.

19. Taman Ayodya

Taman yang hanya berjarak sekitar 500 m dari Terminal Blok M ini merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang ramai dikunjungi warga lokal saat akhir pekan. Daya tarik taman ini terletak pada danau buatan seluas 1.500 meter persegi dengan hiasan lampu berbentuk gurita dan air mancur di bagian tengah danau.

Bagi yang hobi berolahraga, jangan khawatir. Di taman ini memiliki sebuah lintasan lari seluas 1.700 meter persegi. Taman Ayodya juga dilengkapi dengan gazebo, kursi taman, toilet, dan akses internet nirkabel. Untuk memasuki taman, pengunjung tidak akan dikenakan biaya alias gratis.

Taman yang dibuka selama 24 jam ini bisa dijangkau dengan bus atau metromini dari Terminal Blok M dan turun di Jalan Mahakam.

20. Taman Hutan Tebet

Ingin tetap bugar saat liburan tetapi memiliki dana yang terbatas? Taman Hutan Tebet adalah tempat wisata Jakarta yang mungkin cocok untuk Anda. Taman ini memiliki berbagai fasilitas menarik seperti lintasan lari dan bersepeda, active zone lengkap dengan berbagai alat olahraga sederhana, lapangan sepak bola, taman refleksi dengan batuan alam, serta area bersantai yang nyaman.

Jika ingin berlama-lama di sini pengunjung juga tidak perlu khawatir, karena pengelola telah menyiapkan toilet dan musala yang bersih dan nyaman. Taman yang buka selama 24 jam ini bisa diakses dengan berbagai kendaraan karena lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau.

21. Hutan Kota Srengseng

Jika berlibur ke Jakarta Barat, ada sebuah tempat wisata alam menarik yang dapat Anda kunjungi. Tempat itu adalah Hutan Kota Srengseng. Hutan kota yang dibangun sejak tahun 1995 ini memiliki setidaknya 4.800 pohon dari 63 varietas berbeda. Selain itu hutan Srengseng juga memiliki sebuah danau, area bermain anak, dan lintasan lari.

Jika ingin bersantai dan menikmati pepohonan, pengelola juga menyediakan beberapa tempat duduk atau pendopo untuk para pengunjung. Pengunjung yang berlibur ke sini biasanya akan dipungut biaya sekitar Rp2.000 per orang. Hutan Kota Srengseng buka mulai jam 07.00 sampai 17.00 WIB.

Jika ingin berlibur ke tempat ini, Anda dapat menaiki Kopaja 609 jurusan Blok M-Meruya atau angkot nomor 24 jurusan Kemanggisan-Srengseng lalu turun di Jalan Haji Kelik. Setelah sampai di Haji Kelik perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 600m.

Meskipun terletak di tengah kota, sayangnya memang belum ada kendaraan umum yang dapat mengakses Hutan Kota Srengseng agar pengunjung tidak terlalu jauh berjalan kaki ketika berlibur ke sini.

22. Taman Suropati

Taman Suropati merupakan salah satu taman tertua di Jakarta dan dibangun sejak tahun 1920. Dilengkapi dengan lintasan lari, area duduk dan bersantai, serta berbagai tanaman hijau yang sejuk dan teduh, taman ini merupakan salah satu tempat wisata alternatif warga Jakarta yang ingin menghabiskan akhir pekan di Ibukota.

Setiap akhir pekan, semakin malam Taman Suropati semakin ramai dengan pengunjung yang ingin melihat aksi para seniman jalanan. Apalagi di sekitar taman akan banyak kita temukan para pedagang yang menjual makanan dan minuman. Ditambah akses internet nirkabel gratis, tidak heran jika selama 24 jam tempat ini masih ramai dikunjungi warga Jakarta yang ingin bersantai.

Untuk masuk ke area taman, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya sedikit pun. Karena letaknya sangat strategis, Taman Suropati bisa diakses menggunakan berbagai kendaraan pribadi atau umum. Salah satunya adalah bus Trans Jakarta koridor 6 jurusan Dukuh Atas-Pulo Gadung atau koridor 9 jurusan Dukuh Atas-Ragunan.

23. Taman Menteng

Tidak jauh dari Taman Suropati, terdapat taman menarik lainnya yaitu Taman Menteng. Taman nyaman ini disebut juga sebagai Central Park-nya Jakarta karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan area wisata yang cukup lengkap serta beragam.

Mulai dari jogging track, lapangan basket, area olahraga lengkap dengan berbagai alat kebugaran sederhana, area bermain, kolam ikan dengan air mancur yang menarik, lapangan futsal, hingga area bersantai dapat Anda temukan di Taman Menteng.

Saat akhir pekan, tempat ini juga diramaikan dengan adanya berbagai komunitas olahraga ekstrem yang memamerkan kepiawaian mereka dalam memainkan alat-alat olahraga seru. Taman Menteng buka selama 24 jam dan tidak memungut biaya sepeser pun.

Tempat ini dapat dijangkau dengan bus Trans Jakarta, bus kota, atau kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil.

24. Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan sebuah pusat kesenian, keilmuan dan kebudayaan, yang berlokasi di Cikini, Jakarta Pusat. Taman yang namanya diambil dari nama pencipta lagu legendaris di Indonesia ini dibuka pada tahun 1968 dan telah menjadi salah satu tempat wisata Jakarta favorit para pencinta seni dan budaya.

Sebagai informasi, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Planetarium merupakan bagian dari Taman Ismail Marzuki. Hampir setiap hari pengunjung dapat melihat berbagai pertunjukan seni, pembacaan puisi, pagelaran musik dan tari, hingga pameran lukisan dan kerajinan tangan yang indah.

TIM dibuka setiap hari selama 24 jam. Untuk masuk ke TIM, pengunjung tidak akan dikenai biaya kecuali jika ingin menyaksikan teater atau pertunjukan. Pengunjung juga akan dikenakan biaya jika masuk ke Planetarium dengan HTM Rp3.000 untuk anak-anak dan Rp7.500 untuk dewasa.

Jika ingin berkunjung ke TIM, pengunjung dapat menaiki bus Kopaja 20 jurusan Terminal Senen-Terminal Lebak Bulus, atau metromini P17 dan turun di Jalan Cikini Raya.

25. Taman Spathodea

Satu-satunya taman yang dapat kita temukan di daerah Kebagusan Jakarta Selatan ini merupakan sebuah taman seluas 1,5 hektar dengan berbagai fasilitas dan pemandangan yang menarik.

Taman Spathodea dilengkapi dengan lintasan lari sepanjang 100 m, arena bermaina anak, dan sebuah danau buatan. Nama lain taman ini adalah taman miring karena lokasinya yang berundak-undak dan landai. Karena dibuka selama 24 jam, saat malam hari tempat ini banyak dikunjungi oleh para remaja yang ingin menikmati suasana malam Jakarta.

Untuk masuk ke area taman, pengunjung tidak akan dikenakan biaya sedikit pun. Taman Spathodea dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti angkot M17 jurusan Ragunan.

26. Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan merupakan rumah bagi berbagai satwa yang terdiri dari 295 spesies. Di Ragunan pengelola juga tidak hanya memamerkan berbagai koleksi hewan mereka tetapi juga menyediakan wahana edukatif untuk para pengunjung terutama anak usia sekolah.

Setidaknya ada 3 wahana yang ditawarkan yaitu Pusat Primata Schmutzer yang merupakan museum primata terlengkap, Dunia Orang Utan dengan koleksi berbagai jenis orang utan, dan Children Zoo tempat anak-anak berinteraksi langsung dengan hewan-hewan jinak.

Selain beberapa wahana edukatif, Kebun Binatang Ragunan juga dilengkapi dengan arena bermain dengan berbagai wahana permainan beragam, toilet, dan musala. Tiket masuk ke Ragunan cukup murah yaitu sekitar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

Jika ingin masuk wahana edukatif atau menaiki berbagai wahana permainan, pengunjung harus membeli tiket lagi. Kebun Binatang Ragunan buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00. Tempat ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta koridor 6, bus Kopaja, metromini, atau mikrolet dan turun di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta.

27. Setu Babakan

Pada awal pendiriannya, Setu Babakan merupakan danau yang difungsikan sebagai tempat resapan air di Jakarta Selatan. Tetapi lama kelamaan, tempat wisata di Jakarta ini juga difungsikan sebagai cagar budaya untuk melestarikan kebudayaan asli Betawi. Saat ini, di sekeliling Setu Babakan juga terdapat perkampungan asli Betawi.

Untuk masuk ke Setu Babakan, pengunjung tidak akan dikenakan biaya sepeser pun. tempat ini dibuka mulai jam 6 pagi hingga 6 sore. Jika ingin berkunjung ke sini, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki Kopaja dari Terminal Pasar Minggu.

28. Pasar Tanah Abang Blok A

Tanah Abang Blok A merupakan salah satu pusat grosir pakaian terbesar di Asia Tenggara. Bersama Pasar Baru di Bandung, Tanah Abang menjadi salah satu tempat belanja favorit wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Soal harga dan kualitas, barang-barang yang dijual di Tanah Abang tidak kalah dengan yang dijual di pusat perbelanjaan luar negeri seperti di Orchad Singapura atau Central Market Malaysia. Tidak heran jika banyak barang dari pasar ini yang diekspor dan dijual lagi di luar negeri.

Tanah Abang buka mulai jam 09.00 hingga 22.00 WIB. Saat mengunjungi pasar yang terdiri dari 12 lantai ini, pastikan Anda menggunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki KRL jika ingin berkunjung ke pusat grosir termurah ini.

29. Pasar Glodok

Jika Tanah Abang merupakan pusat grosir pakaian termurah, maka Glodok di daerah Pecinan adalah tempat wisata belanja elektronik termurah dan terlengkap di Ibu kota. Selain pasar yang menjual berbagai macam peralatan elektronik, di Glodok kita juga bisa melihat berbagai bangunan bersejarah peninggalan masa penjajahan.

Bangunan tersebut sampai sekarang masih berdiri seperti aslinya dan berfungsi sebagai toko atau rumah makanan yang sudah berpuluh-puluh tahun beroperasi. Jadi selain belanja, pengunjung juga dapat berwisata dan berjalan-jalan sambil menikmati suasana khas pecinan di Glodok.

Untuk berwisata ke Pasar Glodok, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki kendaraan umum keperti kereta Komuter Jabodetabek, bus Trans Jakarta koridor 1, bus Mayasari, atau mikrolet.

30. Plaza Indonesia

Ingin berbelanja barang branded asli tetapi tidak memiliki cukup uang untuk terbang ke luar negeri? Anda bisa berkunjung ke Plaza Indonesia yang terletak di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Terdiri dari 3 lantai dan basement, Plaza Indonesia menawarkan pengalaman belanja mewah dengan berbagai barang mahal berkualitas. Selain berbelanja, pengunjung dapat menikmati hidangan lezat dari restoran-restoran ternama atau menginap di hotel bintang lima Grand Hyatt yang juga merupakan bagian dari Plaza Indonesia.

Karena terletak di ruas jalan ternama di pusat Ibukota, Plaza Indonesia mudah dijangkau oleh berbagai kendaraan terutama kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta, KRL, atau taksi. Plaza yang diresmikan pada tahun 1990 ini buka dari pukul 10.00 sampai 22.00 WIB.

31. Thamrin City

Terletak sekitar 150 m dari Bundaran Hotel Indonesia, Mal Thamrin City menjadi salah satu tempat wisata belanja murah di pusat Kota Jakarta. Selain menjadi pusat perbelanjaan, di Mal ini juga terdapat kompleks apartemen, town house, hotel berbintang, segung perkantoran, dan hall pameran.

Mal besar yang berdiri di belakang Plaza Indonesia ini memiliki 10 lantai dan terdiri dari Celluler Zone, Stationary Zone, HandyCraft Center, Sport Center, Electronic Store, Food Center, dan Office Center. Meskipun terletak di antara mal dan gedung-gedung mewah, harga barang yang dijual di sini lebih beragam dan terjangkau.

Mal Thamrin City mulai beroperasi sejak pukul 09.00 sampai 22.00. Pusat perbelanjaan ini bisa dijangkau oleh berbagai kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta, bus umum, atau taksi.

32. Pasar Seni Ancol

Pasar Seni merupakan tempat wisata belanja sekaligus hiburan yang terletak di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Pasar Seni dilengkapi dengan panggung musik untuk menampilkan karya-karya komunitas seni dan musisi.

Selain bisa menonton pagelaran musik atau seni secara langsung, Anda juga dapat mengunjungi kios-kios barang seni untuk belanja atau bahkan belajar membuat kerajinan tangan langsung dari pemiliknya.

Untuk masuk ke kawasan pasar, pengunjung tidak akan dikenai biaya sepeser pun kecuali biaya masuk gerbang Taman Impian Jaya Ancol sebesar Rp25.000 per orang. Pasar Seni mulai beroperasi sejak jam 09.00 hingga 22.00 malam.

Tempat ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti mikrolet dan bus Trans Jakarta koridor Ancol.

33. Wisata Kuliner Pecenongan

Selama berpuluh-puluh tahun, Jalan Pecenongan di Jakarta Pusat terkenal sebagai pusat wisata kuliner malam. Kawasan ini mulai ramai sejak pukul 6 sore hingga jam 2 malam.

Hidangan terkenal di kawasan Pecenongan adalah olahan seafood, daging babi, dan martabak. Meskipun begitu, hidangan lain yang dijual di sini juga tidak kalah enak dan lezat. Selain masakan kaki lima, di sini juga terdapat berbagai restoran dan warung makan yang telah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun. Jadi soal cita rasa, Anda tidak perlu khawatir.

Wisata kuliner ini terbentang sepanjang 600 m dan terletak di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pengunjung dapat berwisata ke tempat ini menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki transportasi umum seperti KRL, bus Trans Jakarta, dan mikrolet.

34. Museum Taman Prasasti

Meskipun disebut museum, tempat ini sebenarnya merupakan area pemakaman Belanda yang telah berdiri di Jalan Tanah Abang Jakarta selama berabad-abad. Uniknya, di sini Anda dapat melihat berbagai karya seni pahat dalam bentuk batu nisan di atas makam yang konon hingga kini masih dihuni oleh para jenazah yang rata-rata merupakan orang Belanda atau pejabat pada masa kolonial.

Selain batu nisan, pengunjung juga dapat melihat kereta jenazah dan peti mati asli yang dulu sering digunakan para Nyonya dan Meneer Belanda. Di sini juga terdapat peti mati yang sempat digunakan proklamator kemerdekaan, Bapak Soekarno dan Moh. Hatta.

Untuk masuk ke museum, pengunjung biasanya akan dikenakan biaya sekitar Rp5.000 untuk dewasa, Rp3.000 untuk mahasiswa, dan Rp2.000 untuk anak-anak. Tempat ini mulai beroperasi sejak jam 09.00 sampai 15.00 WIB. Untuk mengunjungi museum ini, Anda dapat menggunakan KRL dan turun di Stasiun Tanah Abang, atau menggunakan bus Trans Jakarta koridor Tanah Abang.

35. Museum Satria Mandala

Salah satu tempat wisata di Jakarta yang bersejarah dan edukatif adalah Museum Satria Mandala. Museum Satria Mandala merupakan museum yang memamerkan sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak masa penjajahan, kemerdekaan, reformasi, hingga saat ini.

Saat memasuki museum, pengunjung akan disambut dengan roket dan helikopter yang dulunya sempat digunakan untuk berperang. Harga tiket untuk masuk ke museum ini cukup murah, yaitu Rp2.500 untuk dewasa dan Rp1.500 untuk anak-anak.

Karena terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, museum ini mudah diakses oleh berbagai kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta dan KRL. Museum Satria Mandala buka setiap hari Selasa-Jumat dari pukul 09.00 sampai 14.30 WIB.

36. Museum Fatahillah

Tempat wisata bersejarah lainnya yang bisa kita temukan di Jakarta adalah Museum Fatahillah. Bangunan Museum Fatahillah sendiri dulunya merupakan kantor Gubernur Jenderal Batavia. Selain memamerkan berbagai benda peninggalan masa kolonial, museum ini juga mengoleksi replika prasasti dan benda seni dari zaman kerajaan hingga masa kini.

Museum Fatahillah berlokasi di Jalan Pinangsia, Jakarta Barat dan buka setiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 9 pagi hingga 3 sore. Tiket masuk ke museum cukup murah yaitu sekitar Rp2.000 per orang. Untuk mengunjungi Museum Fatahillah, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti mikrolet M12, M08, M15, bus Patas AC, taksi, atau bus Trans Jakarta koridor 1 rute Blok M-Kota.

37. Museum Tekstil

Meskipun letaknya tidak jauh dari pusat grosir terbesar Jakarta, Tanah Abang, tetapi keberadaan museum unik ini jarang disadari orang-orang yang melewatinya. Jika pantai dan taman bermain sudah terlalu mainstream, berkunjung ke Museum Tekstil mungkin bisa menjadi pengalaman wisata baru bagi Anda dan orang terkasih.

Museum tekstil mengoleksi berbagai jenis kain tradisional khas dari berbagai daerah di Indonesia seperti batik, songket, dan tenun. Selain dapat melihat kain, pengunjung juga bisa melihat berbagai alat pembuat kain dan tanaman yang bisa digunakan untuk mewarnai kain. Seru bukan?

Untuk masuk ke tempat ini, pengunjung hanya dipungut biaya sebesar Rp2.000. Tempat yang buka setiap Selasa-Minggu dari pukul 9 pagi sampai 3 sore ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum, seperti KRL dan bus Trans Jakarta koridor Tanah Abang.

38. Museum Bahari

Museum Bahari merupakan sebuah museum yang menyimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan kelautan. Bangunan yang digunakan Museum Bahari dulunya adalah gudang yang sempat digunakan pemerintah Belanda. Karena menempati bangunan lama, berkunjung ke museum ini akan membuat mata Anda dimanjakan dengan arsitektur dan bentuk bangunan khas era kolonial.

Museum Bahari terletak di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Penjaringan, Jakarta Utara. Tempat ini buka setiap hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Untuk berkunjung ke sini, Anda dapat menaiki bus Trans Jakarta jurusan Blok M-Kota lalu dilanjutkan dengan menaiki mikrolet no 15 atau ojek.

Untuk harga tiket masuk, pengelola museum hanya mematok sekitar Rp2.000 per orang. Cukup murah bukan?

39. Museum Wayang

Wayang merupakan salah satu kesenian asli Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan wayang adalah dengan membangun sebuah museum khusus untuk mengoleksi berbagai jenis wayang di Jakarta. Tempat wisata yang menyimpan berbagai bentuk wayang dan topeng ini terletak di kawasan Kota Tua tidak jauh dari Museum Fatahillah.

Untuk masuk ke Museum Wayang, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp2.000 per orang. Selain dapat melihat berbagai bentuk wayang, pengunjung juga dapat berfoto di depan museum yang menempati bangunan kuno dari masa penjajahan Belanda.

Tempat wisata di Jakarta tersebut buka setiap hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 9 pagi sampai 3 sore. Sama seperti Museum Fatahillah, pengunjung dapat menaiki bus Trans Jakarta koridor 1 atau mikrolet jurusan Blok M-Kota dan turun di kawasan wisata Kota Tua.

40. Museum Gajah (Museum Nasional Indonesia)

Museum Gajah merupakan museum dengan jumlah koleksi prasasti, benda seni, kerajinan keramik, tembikar, pakaian, perabot perhiasan, senjata, dan seni pahat terbesar di Indonesia. Disebut Museum Gajah karena pada bagian depan bangunan terdapat patung gajah berukuran besar.

Semua koleksi museum ini berasal dari zaman prasejarah hingga kini. Menariknya, museum ini juga menyimpah mahkota asli yang dulunya pernah digunakan raja-raja Indonesia pada zaman kerajaan. Museum Gajah berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat.

Karena lokasinya cukup strategis, museum ini bisa diakses menggunakan kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta jurusan Kota atau kereta Komuter Jabodetabek dan turun di Stasiun Gambir. Untuk masuk ke area museum, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp5.000 per orang.

Sedangkan jam operasional Museum Gajah adalah, Selasa–Kamis jam 08.30–16.00 WIB, Jumat pukul 08.30–11.30 WIB, dan Sabtu–Minggu pukul 08.30–17.00 WIB.

41. Alive Museum Ancol

Alive Museum merupakan museum 4 dimensi pertama di Jakarta. Terletak di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, museum unik ini memamerkan berbagai lukisan, grafis, dan mural yang tampak “hidup.” Hampir setiap sudut museum ini memiliki spot yang instagramable dan lucu.

Untuk masuk ke kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp25.000 per orang. Sedangkan untuk masuk ke museum, pengelola mematok harga sekitar Rp100.000 per orang. Letak Alive Museum cukup jauh dari gerbang utama dan merupakan bagian dari Ancol Beach Mall.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa mengambil jalur Kota-Tanjung Priok atau melewati jalan tol arah Tanjung Priok. Jika menggunakan bus Trans Jakarta, pilih koridor yang melewati Ancol atau Tanjung Priok.

42. Monumen Nasional

Ketika mendengar nama Jakarta, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah monumen tinggi dengan pahatan berbentuk bara api di atasnya. Inilah keunikan Monumen Nasional atau biasa kita kenal sebagai Monas. Selain menjadi ikon Ibukota, monumen setinggi 132 meter ini merupakan museum sekaligus tempat wisata menarik bagi warga lokal maupun luar Jakarta.

Selain dapat melihat diorama sejarah Indonesia, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Kota Jakarta dari puncak Monas. Untuk masuk ke bangunan monumen, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp2.500. Monas beroperasi mulai jam 8 pagi sampai pukul 3 sore.

Karena terletak tidak jauh dari Stasiun Gambir, Monas bisa diakses oleh KRL, kereta Komuter Jabodetabek, atau bus Trans Jakarta koridor 1 jurusan Blok M-Kota.

43. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal merupakan masjid nasional Republik Indonesia. Bangunan masjid berdiri di pusat kota dan dekat dengan berbagai tempat menarik lainnya seperti Monas dan Istana Presiden. Selain Monas, masjid besar ini terletak di samping Gereja Katedral.

Letak masjid dan gereja yang berdampingan merupakan simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. Masjid Istiqlal dibangun dengan konsep arsitektur modern dan disesuaikan dengan iklim Indonesia yang tropis. Selain beribadah, pengunjung juga dapat melihat berbagai koleksi keagamaan di Museum Istiqlal yang terletak di dalam kompleks bangunan masjid.

Masjid Istiqlal buka setiap hari selama 24 jam bagi umat Islam yang ingin beribadah. Tempat wisata ini bisa dijangkau oleh berbagai kendaraan umum seperti KRL, bus Trans Jakarta, metromini, atau taksi.

44. Gereja Katedral

Gereja Katedral merupakan salah satu bangunan peninggalam masa penjajahan Belanda yang sampai saat ini masih dilestarikan dan berdiri dengan anggunnya di kawasan padat Jakarta Pusat. Daya tarik utama Gereja Katedral adalah desain eksterior dan interiornya yang berkonsep klasik seperti gereja-gereja di daerah Eropa.

Karena memiliki bentuk bangunan yang indah dan mewah, Gereja Katedral sering menjadi tempat foto pre-wedding. Selain terbuka untuk umat Katolik, Gereja Katedral juga dibuka untuk umum, terutama wisatawan yang ingin melihat dari dekat bangunan kuno peninggalan masa penjajahan ini.

Untuk masuk ke area gereja, pengunjung tidak akan dikenakan biaya. Tempat ibadah umat Katolik ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau umum seperti bus Trans Jakarta atau metromini.

45. Kelenteng Jin De Yuan

Jin De Yuan merupakan Kelenteng tertua di Jakarta dan terletak di Kawasan Pecinan Lama, Glodok. Kelenteng ini didirikan pada tahun 1650 oleh Letnan Kwee Hoen. Selain menjadi tempat beribadah umat Konghuchu, kelenteng ini merupakan saksi bisu dari berbagai peristiwa bersejarah di Indonesia.

Bangunan kelenteng yang kental dengan budaya Cina daratan membuat tempat ini menjadi objek wisata menarik untuk dikunjungi. Jika berkunjung ke sini, pengunjung tidak akan dipungut biaya. Tetapi akan lebih baik jika Anda menyisihkan sedikit uang untuk berderma atau beramal.

Jin De yuan bisa dijangkau dengan berbagai kendaraan, termasuk kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta koridor 1, bus Mayasari, atau kereta Komuter Jabodetabek.

Itulah 45 tempat wisata di Jakarta yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Semoga informasi di atas bisa menjadi referensi, selamat berlibur.

Baca Juga : 60 Tempat Wisata di Malang yang Tepat Untuk Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Malang yang Tepat Untuk Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Malang yang Tepat Untuk Mengisi Waktu Liburan – Malang memiliki cukup banyak destinasi wisata menarik dari kawasan utara, tengah, hingga selatan. Di kawasan utara atau Kota Batu terdapat wisata air terjun, pemandian, dan taman bermain. Selanjutnya di kawasan tengah atau Kota Malang terdapat beberapa wisata budaya dan sejarah. Terakhir, kawasan selatan memiliki banyak wisata alam khususnya pantai yang masih terjaga alamnya.

Selain tiga kawasan utama yang telah disebutkan sebelumnya, Malang bagian timur juga memiliki kebun teh, pemandian alam, dan candi yang menyimpan sejarah dari masa Kerajaan Singasari. Untuk lebih mengenal tempat wisata di Malang mulai dari lokasi, tiket masuk, dan jam operasionalnya, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

1. Pantai Balekambang

Pantai yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ini khas dengan adanya pulau kecil yang menjorok ke lautan. Pulau yang diberi nama Ismoyo dan mirip sekali dengan Tanah Lot ini memiliki jembatan yang ujungnya berada di daratan.

Keunikan pantai yang tiket masuknya Rp15.000 dan bisa diakses dari Kota Malang dengan mobil atau motor ini tidak berhenti di sana saja. Di dalam pulau kecil yang dihubungkan jembatan juga terdapat pura kecil untuk pemujaan. Biasanya saat bulan Muharam tiba, akan ada banyak orang berziarah ke sini sembari menikmati keindahan pantai berpasir putih dengan gelombang air laut yang cukup besar.

Selain menikmati pantai dan juga keindahan pulau, Pantai Balekambang masih memiliki permainan luncur gantung atau flying fox. Wisatawan yang punya nyali besar bisa mencoba wahana ini dengan meluncur dari pulau kecil dan mendarat di pantai di daratan seberang. Wahana ini buka dari pagi hingga sore sementara pantai buka selama 24 jam.

2. Mata Air Sumber Sirah

Akses menuju kawasan Mata Air Sumber Sirah tidaklah sulit. Wisatawan bisa mengambil rute menuju Desa Jawa, kecamatan Godanglengi, Kabupaten Malang. Waktu tempuhnya dari Kota Malang sekitar 1-1,5 jam dan bisa dijangkau dengan sepeda motor dengan jalan yang tidak terlalu sulit.

Begitu tiba di lokasi, wisatawan bisa menikmati keindahan mata air yang jernih dan segar. Pengunjung pun bisa terjun langsung ke dalam kolam untuk berenang maupun melakukan snorkeling. Ya, tempat ini merupakan kolam air tawar yang menawarkan keindahan bawah air yang memikat. Tumbuhan air hijau dan juga ikan yang ada di sini akan membuat wisatawan merasa berada di tengah laut.

Tidak ada biaya masuk kalau ingin menikmati keindahan bawah air di Sumber Sirah. Pengunjung hanya perlu membayar Rp3.000 untuk menyewa ban besar dan Rp2.000 untuk ban anak-anak. Jam operasional Mata Air Sumber Sirah dimulai pada pukul 07.00 dan tutup menjelang petang.

3. Air Terjun Coban Rondo

Terletak di Jalan Coban Rondo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujun, Kabupaten Malang, Air Terjun Coban Rondo menghadirkan pemandangan yang menakjubkan. Wisatawan yang datang ke sini bisa menikmati keindahan air terjun dengan latar belakang pemandangan alam hijau yang memikat.

Selain menghadirkan air terjun, kawasan taman wisata ini juga memberikan beberapa fasilitas pendukung. Wisatawan yang ingin menikmati alam bisa melakukan kegiatan mancakrida, kamping, bermain kano, paralayang, hingga arung jeram dengan mengikuti aliran air yang sangat deras.

Untuk bisa mengakses kawasan ini, pengunjung bisa mengambil rute dari Kota Malang menuju Kota Batu. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju kawasan kaki gunung melalui jalan berkelok.

Tiket masuk ke kawasan Coban Rondo sekitar Rp15.000 saat hari biasa dan Rp18.000 saat akhir pekan atau hari libur untuk wisatawan lokal. Wisatawan asing akan dikenai tarif sekitar Rp25.000 saat hari biasa dan Rp30.000 saat akhir pekan atau hari libur. Jam operasional dimulai dari pukul 07.00-17.00 WIB.

4. Jatim Park 1

Jatim Park 1 adalah wahana bermain yang cocok dikunjungi saat liburan. Yang menjadi daya tarik utama taman bermain ini adalah adanya kolam renang raksasa dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Empu Gandring. Selebihnya, taman hiburan yang buka dari pukul 08.30-17.00 ini juga memiliki 50 wahana bermain yang bisa dicoba sampai puas.

Tiket masuk untuk Jatim Park 1 sekitar Rp100.000 saat akhir pekan, hari libur nasional, dan liburan sekolah. Selain hari libur, tiket akan mendapatkan diskon 30% menjadi Rp70.000 saja. Dengan tiket ini, wisatawan bisa mencoba aneka wahana yang ada hingga saatnya tutup di sore hari. Jatim Park 1 berlokasi di Jalan Kartika No. 2, Sisir, Kota Batu. Dari Kota Malang, dibutuhkan 45-60 menit untuk sampai ke lokasi.

5. Jatim Park 2

Jatim Park 2 masih satu manajemen dengan tempat wisata di Malang yang dibahas sebelumnya. Kalau di Jatim Park 1 banyak wahana bermain, di tempat ini terdapat kebun binatang dan juga museum satwa. Pengunjung yang datang bisa menyaksikan aneka binatang dari berbagai belahan dunia dan juga museum yang memajang koleksi satwa lengkap. Tentu saja destinasi wisata ini cocok untuk liburan keluarga sekaligus tempat belajar bagi anak-anak.

Jatim Park 2 berada di Jalan Oro-oro Ombo No. 9, Temas, Kota Batu. Akses dari Kota Malang sekitar 60 menit perjalanan dengan mobil. Harga tiket masuk ke lokasi ini sekitar Rp120.000 saat akhir pekan dan diskon 30% saat hari biasa. Tiket yang dibeli hanya bisa digunakan untuk 1 hari saja mulai dari pukul 10.00-16.00.

6. Omah Kayu

Omah Kayu menjadi tempat wisata di Malang yang paling digemari oleh anak muda, khususnya di kawasan Malang. Berlokasi di kawasan Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, tempat ini menyajikan tempat berfoto yang indah. Rumah pohon yang dibangun di ujung jurang dijadikan destinasi berfoto yang unik dengan pemandangan kota di bawah dan pohon pinus di sekelilingnya.

Saat akhir pekan, Omah Kayu yang buka dari pukul 09.00-17.00 ini selalu dibanjiri pengunjung. Rata-rata pengunjung yang datang ke sini ingin berfoto atau sekadar menikmati pemandangan. Dengan tarif masuk Rp5.000 saja, pengunjung sudah bisa berfoto ria. Bagi pengunjung yang ingin bermalam di Omah Kayu, tarifnya sekitar Rp300.000-an per malam.

7. Museum Angkut

Keindahan kawasan Kota Batu yang berada di utara Malang tidak berhenti pada wisata alam saja. Di Museum yang menampilkan aneka kendaraan dari berbagai zaman dan negara ini, wisatawan bisa menikmati sejarah sembari berburu foto di berbagai sudut museum yang menarik.

Museum Angkut memiliki beberapa konsep lokasi di dalamnya. Ada zona Eropa, Hollywood, Pecinan, dan masih banyak lagi. Pada akhir pekan akan ada karnaval seru yang menampilkan beberapa atraksi menarik. Tarif masuk Museum Angkut sekitar Rp100.000 saat akhir pekan atau hari libur, di luar itu akan mendapatkan diskon sekitar 30%.

Museum Angkut bisa diakses dari Kota Malang dengan lama perjalanan 45-60 menit, tergantung keadaan lalu lintas. Jam operasionalnya dimulai pada pukul 12.00 dan tutup pada pukul 20.00 setiap hari. Lokasinya berada di Jalan Terusan Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Batu.

8. Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep menjadi tujuan banyak wisatawan saat akhir pekan atau hari libur tiba. Terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pantai ini menawarkan keindahan pasir putih dengan air laut yang jernih. Agak menjorok ke tengah terdapat karang-karang yang ditumbuhi semak hijau rimbun.

Pantai Ngliyep buka dari pukul 07.00 hingga malam hari, tiket masuknya sekitar Rp15.000 dan biaya parkir Rp5.000. Di pantai ini, wisatawan bisa menikmati keindahan alam, bersantai, bermain air, hingga berburu foto. Fasilitas di pantai ini juga cukup banyak mulai dari warung, kamar mandi, hingga akomodasi. Akses ke Pantai Ngliyep cukup mudah dijangkau dari Kota Malang, dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam melewati jalur yang cukup berkelok hingga akhirnya sampai di Kecamatan Donomulyo.

9. Museum Brawijaya

Museum Brawijaya menyimpan cukup banyak koleksi kendaraan tempur dari masa lalu seperti tank dan pelontar bom. Pengunjung yang datang ke sini akan langsung disuguhi dengan kendaraan tempur di depan bangunan yang dikelola sendiri oleh TNI AD. Sementara di dalam bangunan ada aneka senjata dan juga gerbong maut yang dahulu digunakan untuk mengangkut tawanan perang.

Berada di tengah-tengah Jalan Besar Ijen atau 10 menit perjalanan dari Alun-Alun Kota Malang, Museum Brawijaya buka setiap hari pada pukul 08.00-14.00, dan pada hari Minggu, museum buka satu jam lebih lama. Untuk menyaksikan semua koleksi yang ada di sini, wisatawan akan dikenai biaya masuk sekitar Rp3.000 saja.

10. Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna sedikit berbeda dengan pantai kebanyakan di kawasan selatan Malang. Untuk bisa menikmati pantai ini, wisatawan harus menghubungi pihak pengelola dan melakukan pemesanan terlebih dahulu. Pengunjung yang menjelajahi kawasan ini dibatasi 10 orang saja. Selain itu, mereka juga harus menyewa jasa pemandu dengan membayar Rp100.000 karena pantai ini berada di tengah cagar alam.

Untuk bisa sampai ke kawasan pantai yang memiliki tiga lapis warna ini dibutuhkan perjuangan yang cukup ekstra. Wisatawan harus datang ke kawasan Desa Tambakrejo, Subermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang jalannya cukup berliku. Akan lebih mudah apabila perjalanan ditempuh menggunakan kendaraan roda dua saja.

Pantai Tiga Warna yang buka dari pukul 07.00-18.00 ini menawarkan keindahan alam berupa tebing hijau, hutan yang masih alami dan laut yang masih jernih. Wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan aktivitas air seperti berenang, snorkeling, dan menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut.

11. Pantai Goa Cina

Berkat adanya tebing di pinggiran pantai yang memiliki gua, pantai indah ini kemudian diberi nama Pantai Goa Cina. Dahulu kala, gua ini digunakan untuk tempat bertapa seorang keturunan Cina hingga akhirnya wafat di tempat. Sejak saat itu, pantai ini jadi terkenal dan dijadikan tempat wisata yang menyenangkan dengan akses mudah dari Kota Malang. Jalan ke kawasan ini sudah aspal meski cukup berkelok pada beberapa bagian.

Pantai yang terletak di Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini menawarkan ombak yang sangat besar. Namun, begitu sore menjelang, ombaknya akan mereda sehingga wisatawan bisa berenang hingga ke tengah. Sekitar 300-an meter dari daratan terdapat pulau karang besar yang bisa dijangkau dengan berenang atau berjalan kaki.

Tidak begitu jauh dari lautan terdapat muara sungai yang mirip danau. Tempat ini biasanya digunakan untuk memancing oleh warga lokal. Selanjutnya, pantai yang tarif masuknya sekitar Rp5.000 per orang ini juga buka 24 jam. Saat malam menjelang, banyak orang mendirikan tenda untuk kamping di pinggir pantai.

12. Pantai Bajul Mati

Pantai Baju Mati masih satu garis dengan Pantai Goa Cina. Untuk sampai ke tempat ini, wisatawan harus terus melakukan perjalanan hingga mendapati jalur lintas selatan. Sebelum sampai ke pantai ini, pengunjung akan menemukan jembatan panjang yang merupakan muara sungai.

Lokasi Pantai Bajul Mati berada di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati indahnya pantai berpasir hitam dengan ombak yang sangat besar. Saat pagi hari, pantai ini akan berkabut sehingga cocok untuk tempat berburu foto dengan pemandangan yang magis.

Fasilitas di pantai ini masih sedikit, berbeda dengan pantai sebelumnya yang lebih lengkap dengan banyak pedagang, kamar ganti, dan toilet. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang dan Rp5.000 juga untuk parkir motor atau mobil. Normalnya pantai ini buka dari pagi hingga sore, tetapi ada banyak pengunjung yang bermalam di sini hingga pagi tiba.

13. Eco Green Park

Eco Green Park adalah taman wisata edukasi yang masih jadi satu dengan Jatim Park Group. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp60.000 saat akhir pekan atau hari libur dan Rp40.000 saat hari biasa. Dengan tiket itu, pengunjung bisa menikmati cukup banyak wahana menarik termasuk patung gajah raksasa yang terbuat dari televisi bekas.

Taman bermain dan belajar ini memiliki wahana menarik berupa Geology Science Center, Walking Bird, Animal Farm, Duck Kingdom, World Parrots, Dome Multimedia, hingga sawah yang digunakan untuk belajar menanam aneka tumbuhan seperti padi dan sayuran.

Eco Green Park berada di Jalan Oro-Oro Ombol No. 9A, Kota Baru dan beroperasi pada pukul 08.30-16.30 setiap harinya. Pengunjung yang ingin mendapatkan harga khusus yang lebih murah bisa mengambil paket dengan Jatim Park 1 sebesar Rp70.000-100.000 dan Jatim Park 2 sebesar Rp85.000-125.000.

14. Masjid Tiban Turen

Salah satu keistimewaan dari masjid yang berada di kawasan Turen, Kabupaten Malang ini adalah pembangunannya. Warga sekitar tidak ada yang tahu bagaimana masjid ini dibangun karena tiba-tiba sudah jadi masjid dengan ukuran besar, desain unik, dan lantainya cukup banyak, yaitu 9 lantai.

Untuk menikmati keindahan masjid unik ini, pengunjung tidak dikenai biaya masuk. Namun, tetap membayar biaya parkir serta sumbangan seikhlasnya. Begitu masuk ke dalam masjid ini, wisatawan atau peziarah bisa menyaksikan masjid yang megah dan desainnya unik. Pengunjung yang datang biasanya mengambil foto di sini karena latar belakangnya indah.

Di beberapa lantai masjid terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh. Selain itu, mereka yang tidak membawa kamera bisa menyewa jasa studio foto yang ada di sana. Biasanya foto bisa langsung jadi dalam beberapa menit saja.

15. Alun-Alun Kota Malang

Tempat wisata di Malang selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah alun-alunnya. Di jantung dari Kota Bunga ini, wisatawan bisa menikmati keindahan taman yang dilengkapi tempat duduk dan juga spot untuk berfoto.

Saat sore hari biasanya air mancur di tengah alun-alun akan dinyalakan dengan lampu indah di dalamnya. Selebihnya, tersedia pula taman bermain untuk anak-anak. Burung-burung merpati pun semakin menambah suasana asri di taman.

Tidak jauh dari kawasan alun-alun terdapat Masjid Jami Malang, Gereja, dan mal yang menjual banyak aneka kebutuhan rumah tangga. Setelah puas berkeliling alun-alun, wisatawan bisa berjalan ke arah pecinan untuk berburu kuliner khas Malang yang nikmat, murah, dan porsinya banyak seperti bakso, rujak, dan cui mi.

16. Predator Fun Park

Seperti namanya, tempat wisata yang terletak di Jalan Tlengkung No. 315, Junrejo, Kota Batu ini menyimpan banyak predator. Taman bermain dengan konsep ngeri, tetapi edukatif dan menarik ini memiliki cukup banyak koleksi buaya serta ikan predator yang bisa dilihat oleh pengunjung dari dekat.

Selain para predator yang tampak mengerikan, taman bermain juga memiliki kereta buaya, labirin, waterpark, dan lokasi mancakrida. Semua wahana bisa dinikmati dengan membayar tiket masuk sebesar Rp30.000 saat hari biasa dan Rp50.000 saat akhir pekan serta hari libur. Predator Fun Park buka dari pukul 08.30-16.30 setiap hari.

17. Wisata Paralayang

Lokasi wisata paralayang tidak begitu jauh dari Omah Kayu yang telah dibahas sebelumnya. Destinasi menarik yang menampilkan pemandangan Kota Batu dan Malang dari atas ini terletak di kawasan Gunung Banyak atau tepatnya Jalan Songgokerto, Kota Batu. Tidak ada jam operasional resmi untuk kawasan ini, sehingga wisatawan masih bisa ke sini pada malam hari. Wisatawan yang ingin berkunjung bisa meluncur dari Kota Malang menuju arah Gunung Banyak dengan waktu tempuh 60 menit.

Tiket masuk ke wisata paralayang hanya Rp5.000 per orang. Mereka yang ingin menikmati sensasi seru menggunakan paralayang bisa membayar lagi biaya sewa sebesar Rp350.000. Namun, persewaan peralatan paralayang tidak buka setiap hari karena bergantung pada keadaan cuaca.

18. Waduk Selorejo

Kawasan Kabupaten Malang sebelah utara memiliki waduk dengan pemandangan indah. Selain digunakan sebagai pembangkit listrik dan irigasi, Waduk Selorejo juga menyimpan banyak titik menarik untuk berburu foto. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati wisata kuliner olahan ikan waduk yang rasanya gurih.

Waduk Selorejo yang terletak di Desa Pandansari, Ngantang, Kabupaten Malang ini juga menawarkan aktivitas seru dengan adanya fasilitas mancakrida. Wisatawan yang datang bisa menikmati serunya flying fox (luncur gantung) hingga memancing ikan maupun berenang. Tempat wisata ini buka dari pukul 07.00 dan tutup pada pukul 17.00. Tiket masuknya sekitar Rp15.000 per orang. Bagi pengunjung dari luar kota yang ingin menginap, tersedia pula akomodasi dengan harga mulai Rp300.000 per malam.

Kawasan Waduk Selorejo bisa dijangkau dari Malang atau dari Kediri dan Blitar. Akses jalannya cukup berkelok meski semua jalannya sudah diaspal. Disarankan datang ke sini dengan motor saja ketimbang mobil.

19. Kebun Teh Wonosari

Terletak di kaki Gunung Arjuno atau tepatnya Desa Toyomarto, Singasari, Kabupaten Malang, kebun teh ini tidak hanya menghadirkan hamparan pohon teh saja. Wisatawan yang datang ke sini juga bisa menikmati berbagai aktivitas menarik seperti flying fox, paint ball, berkuda, hingga berburu foto dengan mengelilingi kebun yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl. ini.

Kebun Teh Wonosari mudah diakses dari Kota Malang dengan waktu tempuh 45 menit melalui Pasar Singasari menuju Desa Toyomarto. Tiket masuknya sekitar Rp8.000 saat hari biasa dan Rp12.000 saat akhir pekan. Wisatawan bisa menikmati keindahan kebun teh yang hijau ini dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00.

20. Sengkaling

Sengkaling menawarkan wisata air berupa aneka permainan di kolam renang serta pemandangan alam yang menakjubkan. Wisatawan bisa berenang di air yang jernih dan dingin atau berkeliling di sekitar kawasan kolam untuk berburu tempat-tempat menarik untuk swafoto.

Akses ke kawasan Sengkaling cukup mudah karena berada di Jalan Raya Malang-Batu. Wisatawan yang ingin bersantai sembari menikmati kesegaran udara pegunungan bisa datang ke Jalan Raya Sengkaling, Dau, Kabupaten Malang. Tiket masuknya hanya sekitar Rp15.000 dan beroperasi dari pukul 06.00-17.00.

21. Hawai Waterpark

Selain Sengkaling, wisatawan yang ingin bermain air dengan seru bisa datang ke Hawai Waterpark yang terletak di Jalan Graha Kencana Raya, Singosari, Kabupaten Malang. Di tempat ini, tersedia aneka permainan air seperti seluncuran yang memiliki tinggi hingga 3 meter lebih, kolam ombak, hingga sungai buatan yang mengalir mengelilingi kawasan kolam.

Tiket masuk ke kawasan Hawai Waterpark sekitar Rp75.000 saat hari biasa dan Rp100.000 saat akhir pekan. Taman air yang kerap melakukan pertunjukan langsung para artis dunia DJ ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 16.00 setiap harinya.

Wisatawan yang ingin datang ke kawasan Hawai Waterpark bisa meluncur ke jalan Malang-Surabaya. Dari pusat Kota Malang hanya 15 menit saja masuk ke kawasan perumahan Graha Kencana.

22. Batu Night Spectacular (BNS)

Kalau sebagian besar taman bermain di kawasan Batu tutup saat sore hari, BNS justru buka mulai sore hingga tengah malam. Jam operasionalnya dimulai dari pukul 15.00-23.00 dan saat akhir pekan hingga pukul 24.00. tiket masuknya sekitar Rp20.000 saat hari biasa dan Rp30.000 saat akhir pekan. Tiket ini hanya untuk masuk saja, beberapa wahana lain mewajibkan wisatawan untuk membayar kembali.

BNS dikunjungi oleh banyak orang karena memiliki taman lampion yang megah dan indah. Di tempat ini wisatawan bisa berfoto-foto atau sekadar menikmati keindahan lampion beraneka bentuk. Selain taman lampion, BNS juga masih menawarkan komedi putar, Gravitron, hingga Avatar.

Taman lampion nan memukau ini bisa ditemukan di Jalan Oro-oro Ombo, Kota Batu.

23. Taman Selecta

Selain Sengkaling, tempat wisata yang berada di jalur Malang-Batu adalah Taman Selecta. Taman yang memiliki puluhan bunga ini cocok untuk piknik atau sekadar relaksasi untuk menikmati udara gunung yang segar, dan menyaksikan aneka bunga bermekaran yang ditata dengan rapi.

Tiket masuk ke kawasan taman ini sekitar Rp25.000 setiap hari. Kalau wisatawan datang rombongan dengan banyak orang, tiket masuknya bisa dipotong Rp5.000 per orang. Taman Selecta yang buka dari pukul 07.00-17.00 ini berada di Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu.

24. Pemandian Air Panas Cangar

Pemandian air panas yang terletak di kawasan Cangar, Bumiaji, Kota Batu ini memiliki sumber air panas yang berasal dari Gunung Welirang. Wisatawan yang datang ke sini bisa berenang di kolam-kolam air panas yang telah disediakan atau kolam air dingin yang ada di sebelahnya.

Air panas yang keluar dari gunung suhunya cukup tinggi dan baik untuk kesehatan kulit. Wisatawan bisa berendam selama beberapa jam di sini dengan biaya masuk hanya Rp10.500 saja dan biaya parkir sekitar Rp3.000-5.000. Selain berendam, pengunjung juga bisa menyantap kuliner tapai ketan yang cocok untuk menghangatkan badan.

Pemandian air panas Cangar buka setiap hari dari pagi hingga malam. Untuk bisa menikmati air panas tanpa banyak gangguan, disarankan datang saat pagi hari atau menghindari hari libur.

25. Coban Talun

Coban Talun sedikit berbeda dengan Coban Rondo yang sudah dikenal banyak orang. Lokasi air terjun ini cukup tersembunyi dan pemandangan alamnya sangat asri. Untuk ke sana, pengunjung bisa datang ke Dusun Wonorejo, Bumiaji, Kota Batu. Lokasinya berada pada lereng Gunung Arjuna yang sangat sejuk dan dikelilingi pemandangan yang menakjubkan.

Selain air terjun, kawasan Coban Talun juga memiliki bumi perkemahan. Setiap hari selalu ada banyak orang yang kamping untuk menikmati suasana alam Gunung Arjuna. Kawasan ini juga memiliki Apache Camp yang berisi bangunan-bangunan ala Indian, dan Pagupon Camp yang berisi bangunan ala rumah burung dara.

Kawasan Coban Talun buka selama 24 jam penuh karena merupakan lokasi kamping. Tiket masuknya sekitar Rp7.500 per hari. Wisatawan yang menginap tetapi tidak membawa tenda bisa menyewa beberapa bangunan ala Indian dengan tarif sewa per malam sekitar Rp400.000-an.

26. Kampung Warna-warni Jodipan

Kampung Jodipan awalnya hanya kawasan perumahan yang cukup kumuh dan berada di dekat Sungai Brantas. Namun, setelah ada program pengecatan warna-warni, kampung ini berubah menjadi tempat wisata baru di Kota Malang yang hit dan selalu dicari oleh wisatawan.

Berlokasi 300 meter dari Stasiun Malang, Kampung Jodipan menawarkan keindahan warna-warni bangunan. Tempat ini indah jika dilihat dari atas dan bagus untuk berfoto. Maka, disediakan cukup banyak tempat untuk swafoto dengan latar belakang yang cantik.

Berseberangan dengan kampung warna-warni terdapat kampung Tridi yang temboknya banyak dihias lukisan 3D dan juga cocok untuk tempat berfoto. Tiket masuk ke kawasan Jodipan hanya Rp3.000 saja. Kampung ini bisa dikunjungi dari pukul 06.00-17.00.

27. Coban Nirwana

Coban Nirwana adalah air terjun yang baru ditemukan di kawasan Kabupaten Malang. Untuk sampai ke sini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan mengambil arah Gedangan, tidak jauh dari Sumbermanjing Wetan yang memiliki banyak sekali wisata pantai. Dari Kota Malang diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Kawasan Coban Nirwana memiliki air terjun yang berlapis. Perbukitan di sekitarnya juga tidak terlalu tinggi sehingga bisa dicapai dengan mudah. Di bawah air terjun terdapat aliran sungai yang bisa digunakan untuk mandi dan relaksasi. Namun, karena masih objek wisata baru tidak ada tiket masuk dan belum diberlakukan jam operasional.

28. Teluk Bidadari

Teluk Bidadari memiliki cekungan kolam alami dengan warna hijau kebiruan. Wisatawan Tempat Wisata di Malang bisa berendam di kolam alami ini sembari menikmati deburan ombak laut selatan yang cukup besar. Selain itu, kawasan perbukitan karang di sekitar teluk juga merupakan lokasi yang cantik untuk berburu foto.

Untuk mencapai kawasan Teluk Bidadari, wisatawan harus datang ke Desa Sumberbening, Bantur, Kabupaten Malang. Tempat pertama yang harus dijangkau adalah Pantai Mbehi lalu mendaki selama 30 menit sebelum sampai ke lokasi. Warga lokal mengelola kawasan ini dengan menyewakan jasa pemandu. Satu orang akan dikenai Rp10.000 untuk pemandu.

Dengan jasa pemandu, wisatawan bisa sampai ke lokasi Teluk Bidadari dengan mudah. Adanya pemandu juga meminimalisasi adanya kecelakaan dan juga perusakan alam di sekitar kawasan teluk yang indah ini.

Teluk Bidadari dibuka dari pagi hingga petang, ketika jalur tidak bisa dilewati karena gelap.

29. Banyu Anjlok

Yang membedakan Banyu Anjlok dibandingkan air terjun lainnya adalah lokasinya yang dekat dengan pantai. Dengan adanya pasir pantai di bawah air terjun menandakan bahwa kawasan ini adalah tempat bertemunya air tawar dan juga air asin. Tidak jauh dari air terjun juga terdapat gua yang unik dan tidak terlalu dalam.

Untuk bisa sampai ke kawasan Banyu Anjlok yang unik ini, wisatawan bisa datang ke Desa Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dari desa ini, wisatawan masih harus melakukan perjalanan melalui perkebunan kopi selama 30 menit. Selain itu, ada juga jalur lainnya, yaitu menggunakan kapal dengan melintasi beberapa pantai yang cocok untuk snorkeling. Jalur mana pun yang dipilih, pemandangan memukau siap memanjakan mata sepanjang perjalanan.

Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp5.000 saja. Wisatawan yang ingin menyewa perahu akan dikenai tarif tambahan. Pengelola perahu juga menyewakan peralatan snorkeling dengan tarif Rp50.000 sekali pakai. Banyu Anjlok beroperasi dari pagi hingga sore saat tidak ada kapal beroperasi lagi.

30. Tubing di Wringinanom

Selain memiliki wisata pantai dan taman hiburan, Malang juga memiliki wisata ekstrem lain yang wajib untuk dicoba. Wisatawan yang ingin menguras adrenalinnya bisa mencoba melakukan tubing dengan mengikuti aliran air sungai di Lereng Semeru yang berkelok-kelok dan deras.

Terletak di kawasan Wringinanom, Poncokusumo, Kabupaten Malang, wisatawan bisa menyewa ban untuk tubing. Harga sewanya bervariasi mulai dari Rp15.000. Wisatawan yang mengikuti kegiatan ini bisa merasakan keseruan perjalanan menyusur bukit sepanjang aliran air sembari menikmati pemandangan hijau di sekitarnya. Tubing Wringinanom mulai beroperasi pada pukul 08.00 dan tutup saat menjelang sore.

31. Sumber Krabayakan

Sumber Krabayakan adalah mata air yang masih alami dan dikelola oleh warga sekitar menjadi tempat wisata. Di tempat ini, wisatawan akan disambut kolam yang jernih lengkap dengan bebatuan alam beragam ukuran. Dikelilingi kawasan pegunungan dan persawahan yang masih hijau, Sumber Krabayakan memang cocok untuk relaksasi. Tempat wisata ini terletak di Ngepoh, Lawang, Kabupaten Malang dan bisa ditempuh dalam jangka waktu 45 menit dari Kota Malang melalui gang kecil dekat Pasar Lawang.

Di tempat ini, wisatawan bisa mandi di dalam kolam atau menikmati terapi ikan. Dalam terapi ini, pengunjung akan merasakan sensasi ketika banyak ikan kecil menggigiti kaki yang tercelup ke dalam air.

Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00. Tiket masuknya sekitar Rp5.000. Pengunjung yang ingin menikmati terapi ikan atau berenang harus membayar lagi Rp3.000 per tempat.

32. Pantai Kedung Celeng

Pantai Kedung Celeng terletak di Jalan Raya Banjarejo, Sumberceleng, Donomulyo, Kabupaten Malang. Dari pusat kota, lokasi ini bisa dijangkau selama 2 jam dengan mengambil jalur ke arah selatan. Jalan menuju ke pantai cukup terjal dan berkelok sehingga disarankan untuk lebih berhati-hati saat berkendara.

Di pantai yang masih tersembunyi dan alam ini, wisatawan bisa melakukan aktivitas menyenangkan seperti berendam atau berenang. Kubangan air di pantai ini cukup banyak dan airnya sangat jernih. Di sekeliling pantai terdapat banyak batuan karang yang cocok untuk lokasi berburu foto.

Pantai Kedung Celeng memasang tiket masuk sekitar Rp3.000 per orang dan Rp5.000 per kendaraan untuk parkir. Kawasan ini belum dikelola dengan baik sehingga belum memiliki jam buka resmi. Biasanya wisatawan datang dari pagi dan pulang jelang matahari terbenam.

33. Pemandian Wendit

Pemandian Wendit adalah taman air tertua di Malang yang masih laris manis dikunjungi wisatawan lokal dari kawasan selatan. Pemandian ini menawarkan banyak kolam renang lengkap dengan beberapa permainan seperti seluncuran yang panjang, tinggi, dan berkelok sehingga bisa memacu adrenalin.

Terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pemandian ini juga menawarkan hiburan lain yang menarik. Ada perahu dayung, ATV, flying fox, tempat memancing, dan lokasi mancakrida untuk dewasa dan anak-anak. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp15.000 dan buka dari pukul 08.00-17.00.

34. Candi Singasari

Salah satu bangunan candi paling ikonis di Malang adalah Candi Singasari yang merupakan peninggalan Raja Kertanegara. Candi yang berdiri megah di Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang ini sebenarnya belum jadi. Selain itu, bangunannya tidak lengkap karena ada tiga arca yang dibawa ke Belanda saat negeri ini masih dijajah.

Yang unik dari Candi Singasari adalah kepala kala yang berada di pintu masuk. Kepala kala ini menampilkan dua jari sebagai tanda kalau kerajaan ini memiliki dua agama yaitu Siwa Buddha (campuran agama Hindu dan Buddha). Selain itu, candi ini juga menjadi tanda bahwa kawasan Singasari masih menyimpan sisa peradaban di masa lalu yang belum ditemukan hingga sekarang.

Candi ini buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00. Tidak ada biaya masuk ke lokasi wisata, tetapi pengunjung bisa memberikan donasi untuk perawatan taman dan juga fasilitas yang telah disediakan pengelola.

35. Arung Jeram Kaliwatu

Selain melakukan tubing menggunakan ban, wisatawan yang datang ke kawasan Batu tepatnya di Pandan Rejo, Bumi Aji bisa mencoba sensasi arung jeram. Dengan biaya Rp180.000 per orang, wisatawan bisa mendapatkan pelatihan arung jeram, pemandu, dan juga peralatan keamanan. Perjalanan mengarungi sungai pun tidak hanya seru dan menyenangkan, tetapi juga lebih aman.

Satu kali perjalanan arung jeram biasanya menempuh jarak 7 kilometer. Wisatawan yang ikut dalam perjalanan ini bisa mendapatkan pengalaman menguras adrenalin dengan melewati berbagai jeram. Setelah mengarungi sungai yang dikelilingi pemandangan indah, wisatawan bisa beristirahat dan menikmati makanan dan minuman yang sudah termasuk dalam paket wisata.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan bisa datang ke kawasan Bumi Aji tempat base camp pengelola rafting. Sebelum datang, diharapkan untuk melakukan reservasi agar berbagai peralatan bisa segera disiapkan.

36. Coban Jahe

Malang masih menyimpan banyak keindahan air yang tersembunyi dan masih alami. Kali ini ada Coban Jahe yang terletak di kawasan Pandansari Lor, Jabung, Kabupaten Malang. Untuk sampai ke sini dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Malang dengan jalur yang cukup mulus karena nyaris semuanya sudah beraspal.

Coban Jahe menawarkan pemandangan air terjun yang tampak putih dari kejauhan. Salin itu, kawasan kiri kanan air terjun juga masih alami dan tebingnya indah untuk diabadikan dalam kamera. Di bawah air terjun terdapat sungai yang jernih dan cocok untuk mandi ataupun berendam.

Tiket masuk ke kawasan ini hanya Rp5.000 saja per orang dan parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Jam operasional dari pagi hingga sore saat akses ke lokasi sudah gelap sehingga pengelola melarang pengunjung untuk masuk.

37. Pasar Apung Nusantara

Pasar Apung Nusantara memiliki konsep yang sama dengan Floating Market di Lembang, Bandung. Bedanya, pengunjung yang datang ke sini tidak dipungut biaya meski masih satu lokasi dengan Museum Angkut. Wisatawan pun bisa menikmati keseruan berbelanja dengan menaiki perahu dan mengelilingi sungai buatan.

Untuk menaiki perahu, pengunjung diwajibkan membayar sekitar Rp10.000 saja. Selebihnya, mereka diperkenankan untuk berbelanja aneka masakan dari berbagai daerah di Indonesia. Kawasan ini juga memiliki lokasi oleh-oleh yang menjual aneka makanan, baju, hingga benda kerajinan. Pasar Apung Nusantara buka dari siang hingga malam atau jam operasional sama dengan Museum Angkut dari pukul 12.00-20.00.

38. Pantai Lenggoksono

Pantai Lenggoksono memiliki dua pesona yang membuat banyak wisatawan selalu datang untuk berkunjung. Pertama adalah jalur batu dan pasir yang menghubungkan pantai ke kawasan Banyu Anjlok. Kedua adalah jalur laut terutama di kawasan Bolu-Bolu yang memiliki pemandangan bawah laut memikat.

Untuk menikmati kawasan Pantai Lenggoksono ini, wisatawan bisa datang ke kawasan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Tarif masuknya sekitar Rp5.000 dan tarif sewa perahu motor sekitar Rp50.000 per orang. Pemilik perahu siap mengantarkan penumpangnya untuk berwisata dari ujung ke ujung sampai puas.

Pantai Lenggoksono cocok untuk melakukan snorkeling. Wisatawan bisa menyewa peralatan dengan membayar Rp50.000 atau membawa peralatan sendiri. Arus air di kawasan ini cukup besar sehingga saat melakukan snorkeling diwajibkan untuk berhati-hati.

39. Museum Topeng (D’Topeng)

Tidak jauh dari kawasan Museum Angkut atau di Jalan Terusan Sultan Agung berdiri Museum Topeng. Di tempat ini ada 2.000 topeng dari berbagai daerah di Indonesia yang sangat unik dan memiliki sejarah tersendiri. Semua koleksi yang ada di sini berasal dari kolektor dan donatur yang ingin menampilkan benda bersejarah kepada banyak orang.

Selain topeng yang menjadi atraksi utama, museum ini juga menyimpan koleksi patung, keris, Alquran yang berusia ratusan tahun, dan aneka barang antik lainnya. Wisatawan bisa mengetahui asal-usul barang-barang tersebut sembari mempelajari sejarah dari masa lalu. Museum ini buka pukul 12.00 dan tutup pada pukul 20.00. Tiket masuknya Rp25.000 per orang saat hari biasa dan Rp30.000 per orang saat akhir pekan.

40. Pemandian Kalireco

Pemandian Kalirejo sejatinya merupakan sumber air yang dikelola oleh warga lokal menjadi tempat wisata. Aliran air yang deras dan jernih membuat banyak orang senang mandi di sini. Terlebih, kawasan di sekeliling pemandian masih sangat alami dan udara di sekitarnya masih segar.

Untuk mencapai kawasan pemandian ini, wisatawan bisa menuju ke Jalan Sumber Waras 2 No. 97, Kalirejo, Lawang, Kabupaten Malang. Dari pusat kota hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu jam. Pemandian Kalirejo beroperasi dari pagi hingga sore hari. Biaya masuknya sekitar Rp5.000 dan biaya parkir Rp2.000.

Saat terbaik untuk mengunjungi Kalirejo adalah pagi hari. Biasanya air di sini masih jernih dan belum keruh karena banyak yang memakai. Selain itu, disarankan untuk membawa makanan atau minuman sendiri karena belum ada rumah makan di dekat pemandian.

41. Coban Pelangi

Coban Pelangi digandrungi oleh banyak orang karena adanya warna-warni pelangi dari titik air yang mengenai berkas cahaya. Pelangi ini akan muncul pada pukul 10.00 hingga 14.00. Lebih dari jam itu atau ketika cuaca mendung, kawasan ini akan dipenuhi kabut yang berasal dari cipratan air yang mengenai batuan dan memantul ke udara.

Untuk mencapai kawasan Coban Pelangi dibutuhkan perjalanan selama kurang lebih 2 jam ke Poncokusumo, Kabupaten Malang. Setelah tiba di lokasi, wisatawan harus melakukan perjalanan cukup jauh melalui jalan darat yang cukup menantang. Maka saat memutuskan untuk berwisata ke Coban Pelangi, sebaiknya persiapkan stamina yang baik

Tiket masuk ke kawasan air terjun yang unik ini sekitar Rp6.000 per orang. Biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Jam operasionalnya dari pagi hingga sore dan kemungkinan akan ditutup jika terjadi hujan deras dan cuaca buruk lainnya.

42. Pantai Selok

Terletak di Sumberbening, Kecamatan Bantu, Kabupaten Malang, Pantai Selok menawarkan pemandangan yang masih alami. Deretan batu karang yang berjajar di sepanjang garis pantai juga terlihat indah sehingga cocok untuk lokasi perburuan foto. Selanjutnya, air laut di pantai ini juga jernih dan berwarna biru muda.

Pantai Selok memiliki ombak yang cukup besar sehingga kurang cocok untuk berenang. Namun, pengunjung yang ingin tetap bermain air bisa berjalan ke kawasan Pantai Banyu Anteng yang masih satu kawasan. Di pantai ini, air lautnya cukup tenang dan cocok untuk lokasi berenang dan melakukan olahraga air lainnya.

Tiket masuk Pantai Selok sekitar Rp5.000 per orang. Selebihnya, pengunjung akan dikenai biaya parkir sebesar Rp5.000. Pantai Selok beroperasi dari pagi hingga tukang parkir pulang sehingga wisatawan harus segera mengambil kendaraan yang mereka tinggalkan.

43. Coban Sewu

Berbeda dengan coban atau air terjun lain yang ada di Malang, Coban Sewu berada di bukit yang mengitari sebuah lembah. Untuk menikmati keindahannya, wisatawan bisa datang ke kawasan Sidomulyo, Pronojiwo, Kabupaten Malang. Begitu tiba di lokasi, pengunjung harus turun menuju lembah dengan menggunakan tangga dari bambu dengan kemiringan nyaris 90 derajat.

Begitu tiba di bawah, pengunjung akan dibuat takjub dengan keindahan puluhan air terjun yang menuruni tebing. Terlebih, udara di dalam lembah sangat dingin dan lembap sehingga banyak ditumbuhi lumut dan tanaman hijau. Di lembah juga ada sungai dan beberapa tempat untuk swafoto dengan pemandangan menarik.

Coban Sewu buka dari pagi hingga sore hari. Biasanya saat hujan deras tiba tempat ini tutup karena akses ke lembah sangat berbahaya. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp2.000 per orang ditambah biaya parkir yang menyesuaikan dengan kendaraan yang dibawa.

44. Pantai Batu Bekung

Pantai Batu Bekung tidak memiliki garis pantai yang lebar, tetapi keindahan alam dan keunikan tempatnya mengundang banyak wisatawan untuk datang berlibur. Pantai ini memiliki dua tebing yang mengapit daratan. Saat surut tiba, pasir pantai akan melimpah dan cocok untuk lokasi bermain.

Di dekat dua tebing terdapat celah lebar yang arusnya cukup deras. Pengunjung bisa mendekat tetapi tidak diperkenankan untuk mencebur agar tidak terseret ombak. Maka dari itu, pengunjung disarankan untuk mengeksplorasi bagian tebing dan juga semak-semak yang ada di atasnya, selain menikmati keindahan pantai tentunya.

Untuk mencapai pantai unik yang sedang hit ini, wisatawan bisa datang ke Gedangan, Kabupaten Malang. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang dan tidak ada jam operasional resmi meski banyak orang datang dari pagi buta hingga jelang petang.

45. Taman Kelinci

Kawasan utara Malang kembali menarik perhatian banyak orang dengan menghadirkan Taman Kelinci yang sangat menarik. Terletak di kawasan Pujon, Kabupaten Malang, sebuah taman dibangun dengan konsep edukasi dan mengusung kelinci sebagai daya tarik utamanya. Pengelola membangun taman lengkap dengan kelinci-kelinci yang unik. Bahkan, ada bangunan yang mirip rumah para Hobbit.

Wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan beberapa kegiatan menarik seperti berburu foto, berswafoto dengan latar belakang taman yang dimodel bukit, bermain dengan kelinci-kelinci yang lucu, dan menikmati keindahan alam sembari relaksasi untuk membuang penat.

Taman Kelici buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00. Tiket masuknya hanya Rp5.000 per orang. Saat ini kawasan Taman Kelinci sedang dalam tahap pengembangan sehingga di masa depan akan ada wahana untuk bermain.

46. Coban Gintung

Coban Gintung tidak begitu besar seperti Coban Rondo yang ada di Batu. Meski demikian, air terjun yang terletak di Desa Sidorejo, Ampelgading, Kabupaten Malang ini memiliki keunikan berupa air yang mengucur berwarna putih. Selain itu butiran air yang menguar di udara juga membuat kawasan ini menjadi lembap.

Untuk mencapai kawasan Coban Gintung, wisatawan bisa meluncur dengan kendaraan pribadi ke arah Ampelgading dengan lama perjalanan 1,5-2 jam. Begitu tiba di lokasi, wisatawan bisa menikmati keindahan air terjun dengan naik ke gardu pandang yang dibangun menempel pada pohon.

Di atas pohon, wisatawan bisa berfoto-foto atau turun ke bawah untuk mandi ke air sungainya yang jernih dan segar. Coban Gintung memasang tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang dan buka dari pagi hingga sore hari. Tarif parkirnya bervariasi, mulai Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

47. Coban Tundo

Coban Tundo merupakan tempat yang cocok untuk uji nyali. Karena memiliki kolam air yang cukup lebar dan dalam, air terjun ini kerap dijadikan ajang loncat tebing. Para wisatawan bisa terjun dari tebing lalu berenang di air yang sangat dingin. Bagi yang tidak berani terjun, bisa mengeksplorasi kolam yang memiliki kedalaman bervariasi.

Coban Tundo terletak di kawasan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Untuk sampai ke sini dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam melewati jalanan yang cukup berkelok. Begitu tiba di lokasi coban, pemandangan alam serba hijau dan air yang biru seperti laut akan menyambut sehingga rasa capai saat perjalanan akan hilang seketika.

Biaya masuk ke kawasan air terjun yang belum begitu ramai dikunjungi wisatawan ini sekitar Rp5.000 per orang. Wisatawan yang datang disarankan membawa air minum sendiri karena cukup sulit mencari warung di sekitar air terjun yang buka dari pagi hingga petang ini.

48. Wisata Petik Apel

Tidak lengkap rasanya kalau jauh-jauh ke Batu lalu pulang tanpa membawa oleh-oleh apel malang. Di kota ini, wisatawan bisa merasakan serunya memetik buah apel langsung dari pohon dan membawa hasil petiknya itu untuk oleh-oleh dengan harga yang cukup murah, sekitar Rp15.000 per kilogram.

Tiket masuk ke kawasan wisata petik apel bervariasi mulai dari Rp20.000 per orang. Saat musim panen tiba, kawasan kebun apel akan ramai dikunjungi wisatawan yang ingin memanen oleh-olehnya sendiri atau sekadar memuaskan diri dengan mengelilingi pohon apel yang luasnya hingga berhektare-hektare. Kebun apel itu sendiri terdapat di hampir semua wilayah Batu atau datang saja ke kawasan Bumi Aji yang bisa ditempuh 1 jam dari Kota Malang.

49. Coban Rais

Coban Rais tidak hanya menawarkan keindahan alam air terjun yang masih alami meski telah dikelola dengan baik. Wisatawan juga bisa menikmati keindahan kawasan perbukitan yang ditata menjadi kawasan Batu Flower Garden dan Bukit Bulu. Tempat ini cocok untuk lokasi fotografi karena memiliki pemandangan yang indah.

Untuk mengunjungi kawasan Coban Rais, wisatawan disarankan menggunakan kendaraan Pribadi menuju kawasan Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Perjalanan dari Kota Malang membutuhkan waktu sekitar 60-75 menit. Dari kawasan parkir menuju lokasi wisata tidak jauh sehingga bisa dijangkau dengan jalan kaki saja.

Tiket masuk ke kawasan Coban Rais sekitar Rp7.500 per orang. Namun, ada lagi biaya sebesar Rp10.000 jika wisatawan ingin berfoto di kawasan Batu Flower Garden. Selanjutnya, kalau wisatawan ini berfoto di lokasi strategis yang disediakan oleh pengelola retribusi, Rp10.000 akan dikenakan lagi.

Coban Rais buka dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap hari.

50. Sumber Maron

Buka dari pukul 07.00-18.00 setiap hari, Sumber Maron menawarkan pemandian alami yang airnya bersumber dari mata air. Pengelola membendung air itu menjadi sebuah kolam yang bisa digunakan untuk berenang atau berendam. Air yang ada Sumber Maron sangat jernih, sejuk, dan bersih sehingga diminum mentah pun tidak masalah.

Selain menawarkan pemandian yang sejuk, tempat wisata di Malang ini juga menghadirkan fasilitas lain berupa perahu boat, flying fox, terapi ikan, dan fasilitas mancakrida lainnya. Tiket masuk ke pemandian yang terletak di Pagelaran, Kabupaten Malang ini sekitar Rp3.000 per orang dan parkir Rp2.000 untuk motor serta Rp5.000 untuk mobil.

51. Museum Malang Tempo Doeloe

Museum Malang Tempo Doeloe dibuka pertama kali pada tahun 2012 silam. Dengan konsep modern, museum ini menghadirkan sejarah Kota Malang sejak zaman kerajaan hingga modern. Di museum ini ada peninggalan dari masa lalu, batu kuno, prasasti, dan benda bersejarah lain yang erat hubungannya dengan Malang.

Museum Tempo Doeloe terletak di belakang Balai Kota Malang atau tepatnya di Jalan Gajahmada, Kiduldalem, Koljen, Kota Malang. Tiket masuknya Rp10.000 untuk pelajar, Rp15.000 untuk mahasiswa, dan Rp25.000 untuk umum.

Museum ini dekat sekali dengan Alun-Alun Tugu Malang yang menjadi ikon khas. Dari museum, wisatawan bisa datang ke sini untuk berfoto-foto atau menikmati keindahan bunga teratai yang ditanam di bagian tengah alun-alun.

52. Pasar Burung dan Bunga

Pasar burung dan bunga Tempat Wisata di Malang merupakan pasar tradisional yang menjadi ciri khas dan daya tarik sendiri bagi wisatawan. Di pasar burung, wisatawan bisa menyaksikan aneka burung dijual dengan harga bervariasi. Selain burung, pasar ini juga menjual aneka anjing, kucing, ikan, hingga berbagai reptil mulai dari yang kecil hingga besar.

Pasar bunga terletak tidak jauh dari pasar burung. Di lahan yang tidak begitu luas ini, wisatawan bisa membeli aneka bunga yang ada atau membeli aneka pot dan alat berkebun lainnya. Segala hal terkait dengan tanaman dijual dengan harga yang cukup murah.

Lokasi dua pasar ini berada di kawasan Splendid, Jalan Majapahit, Malang. kedua tempat ini bisa ditempuh hanya dalam 5-10 menit perjalanan dari Balai Kota atau Alun-Alun Kota Malang. Pasar ini buka dari pukul 05.00 dan tutup menjelang pukul 17.00 setiap hari.

53. Museum Tubuh

Museum tubuh merupakan kawasan museum anatomi terbesar di Asia yang berdiri di lahan seluas 1 hektare. Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan aneka zona menakjubkan mulai dari Zona Paru-Paru, Gigi, Hati, Tulang, Hidung, Telinga, dan masih banyak yang lain. Masing-masing zona dilengkapi dengan fasilitas multimedia yang canggih sehingga pengunjung bisa belajar banyak hal.

Museum Tubuh berada tidak jauh dari Jatim Park 1 atau berlokasi di Jalan Kartika No. 1 Sisir, Kota Batu. Dari Malang, wisatawan bisa datang ke sini dengan waktu tempuh 45-60 menit jika lalu lintas lancar.

Tiket masuk Museum Tubuh atau The Bagong Adventure ini sekitar Rp70.000 saat akhir pekan. Pada hari biasa, tiket akan didiskon sebesar 30%. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.30-16.30.

54. Alun-Alun Batu

Sedikit berbeda dengan Alun-Alun Kota Malang, alun-alun yang ada di pusat Kota Batu ini lebih semarak dan menjadi tujuan wisata kuliner saat malam hari. Di sisi kiri dan kanan alun-alun terdapat cukup banyak pujasera yang menjadi buruan banyak wisatawan setiap malam. Salah satu tempat nongkrong yang asyik di kawasan ini adalah Pos Ketan Legenda yang menyajikan olahan ketan dengan aneka topping.

Alun-alun Kota Batu bebas untuk umum dan tidak dikenai biaya masuk. Meski demikian, pengunjung yang ingin naik wahana seperti bianglala akan dikenai tarif sebesar Rp3.000 sekali jalan. Setiap malam, ada ratusan orang mengantre untuk naik wahana ini agar bisa menyaksikan kota dari ketinggian.

Destinasi wisata ini buka setiap hari tanpa ada jam tutup. Untuk bianglala, biasanya tutup menjelang pukul 22.00 setiap harinya. Dari Kota Malang, hanya dibutuhkan 45 menit untuk tiba di alun-alun yang menjadi surga kuliner Batu saat malam hari.

55. Air Terjun Sumber Pitu

Air Terjun Sumber Pitu terletak di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Lokasinya berada di jalur jalan raya yang menghubungkan Malang dengan Kediri. Dengan menggunakan sepeda motor, tempat wisata di Malang ini bisa ditempuh dalam jangka waktu 1 jam dan dilanjutkan dengan jalan kaki selama 1,5-2 jam.

Jalan menuju Sumber Pitu cukup sulit dan menantang. Wisatawan harus menembus hutan dan sungai hingga akhirnya sampai ke lokasi. Karena perjalanan pergi-pulang memakan waktu 5-6 jam, disarankan untuk datang di pagi hari agar tidak terlalu siang saat tiba di lokasi dan terlalu malam saat kembali.

Kawasan ini buka dari pagi pukul 08.00 dan tutup menjelang petang. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang dan ada biaya untuk parkir. Saat berkunjung ke air terjun ini disarankan datang dengan banyak orang agar bisa saling menolong saat mengalami kejadian yang tidak diinginkan.

56. Taman Rekreasi Tlogomas

Taman Rekreasi Tlogomas sangat cocok untuk wisata keluarga dan anak-anak. Dengan tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang, wisatawan bisa menikmati keindahan alam pegunungan, danau buatan yang luas, sepeda air, kolam renang, dan tempat menarik untuk berburu foto.

Taman bermain yang buka dari pukul 09.00-17.00 ini berada di Jalan Baiduri Padan No. 17, Tlogomas, Kota Malang. Untuk sampai di sini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi karena lokasinya tidak dilewati oleh angkutan umum.

57. Batu Wonderland

Batu Wonderland adalah tempat bermain sekaligus berbelanja yang dibangun menyerupai taman air mini. Wisatawan bisa menikmati serunya bermain air di seluncuran dan menjajal wahana lain di sekitar kolam renang.

Tempat wisata ini buka dari pukul 09.00-17.00 setiap hari. Tiket masuknya Rp10.000 dari Senin sampai Sabtu dan Rp20.000 saat hari Minggu. Taman bermain ini berada di Jalan Imam Bonjol Bawah No.9 atau tidak begitu jauh dari Alun-Alun Batu. Batu Wonderland bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Malang dengan waktu tempuh satu jam.

58. Pantai Sendiki

Pantai Sendiki adalah tempat wisata di Malang yang tergolong baru dan wajib untuk dikunjungi. Pertama, pantai ini masih sepi sehingga cocok untuk tempat relaksasi. Kedua, pasir pantai di sini sangat luas dan cocok untuk olahraga seperti voli. Terakhir, air laut di sini sangat biru dan ombaknya tidak terlalu besar.

Untuk bisa sampai ke kawasan Pantai Sendiki, wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi menuju kawasan Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang waktu tempuhnya sekitar 2 jam perjalanan dengan jalanan yang cukup berliku.

Tiket masuk ke pantai ini sekitar Rp5.000 per orang belum termasuk parkir. Jarak dari lokasi parkir ke pantai tidak jauh sehingga wisatawan bisa berjalan kaki dengan santai. Pantai Sendiki buka setiap hari dari pagi hingga malam. Tidak ada jam operasional resmi karena pantai ini belum dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah.

59. Candi Kidal dan Jago

Candi Kidal dan Jogo berada tidak terlalu jauh dari Kota Malang, tepatnya di kawasan Tumpang, Kabupaten Malang. Dua candi ini memiliki desain bangunan yang unik dan sarat dengan nilai sejarah dari Kerajaan Singasari. Candi Kidal adalah tempat peraduan terakhir Ken Dedes yang melahirkan Raja-Raja dari Jawa, mulai dari Kerajaan Singasari hingga Majapahit.

Candi Kidal memiliki relief yang menceritakan perjuangan Garuda dalam memperjuangkan keadilan. Candi ini merupakan perwujudan rasa sayang seorang anak kepada ibunya yang telah meninggal. Candi Jago juga merupakan peninggalan Kerajaan Singasari dan lokasi singgah Hayam Wuruk saat blusukan ke kawasan Jawa Timur.

Dua candi yang berlokasi di kawasan Tumpang ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00. Tidak ada tiket masuk yang dipatok oleh pengelola, tetapi pengunjung bisa memberikan donasi seikhlasnya kepada penjaga untuk perawatan candi dan fasilitas yang ada di dalamnya.

60. Kampung Keramik Dinoyo

Kampung keramik Dinoyo merupakan kawasan industri rumahan yang terus bertahan hingga sekarang. Di sana, wisatawan bisa mendapatkan aneka oleh-oleh yang terbuat dari keramik mulai pot bunga, vas, patung, gelas, asbak, piring, dan barang pecah belah lain yang cocok untuk oleh-oleh.

Pengrajin yang beroperasi di kawasan ini telah menjalankan usahanya sejak tahun 1957. Selama puluhan tahun, mereka menghasilkan aneka keramik yang sudah dipesan oleh para pembeli. Biasanya ada pembeli yang memborong dalam jumlah banyak lalu dijual lagi karena produk keramik dari Malang bermutu tinggi dan memiliki ciri khas.

Kawasan kampung keramik Dinoyo buka setiap saat dan selalu ramai saat akhir pekan. Alamatnya berada di Jalan MT. Haryono XIII No. 450, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang. Dari pusat kota, diperlukan waktu tempuh 15 menit memakai kendaraan pribadi atau 30 menit dengan angkutan umum yang berkode AL, LG, LDG, dan CKL.

Demikianlah uraian lengkap tentang 60 tempat wisata di Malang yang tersebar dari kawasan pegunungan utara hingga pesisir selatan. Semoga daftar di atas bisa dijadikan rekomendasi saat liburan.

Baca Juga : 60 Tempat Wisata di Jawa Tengah yang Bisa Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Jawa Tengah yang Bisa Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Jawa Tengah yang Bisa Mengisi Waktu Liburan – Provinsi Jawa Tengah berada di tengah-tengah pulau Jawa, berbatasan dengan Jawa Barat di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah utara, Jawa Timur di sebelah timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Samudera Hindia di sebelah selatan. Provinsi ini terdiri dari 35 kabupaten dan kota dengan luas total 32.548 km².

Dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis berupa gunung, pegunungan, dataran rendah, dan wilayah pantai, ada banyak tempat wisata di Jawa Tengah yang bisa Anda kunjungi. Tidak hanya wisata alam, Jawa Tengah juga memiliki beragam tempat wisata sejarah, edukasi, geologi, budaya, arsitektur, kuliner, dan belanja.

Tertarik ke Jawa Tengah? Inilah enam puluh tempat wisata di provinsi ini yang tidak boleh Anda lewatkan!

1. Pantai Teluk Penyu

Berada di salah satu kabupaten paling barat di Jawa Tengah, Pantai Teluk Penyu terkenal dengan panoramanya yang menawan dan ombaknya yang tinggi. Aktivitas di pantai ini biasanya adalah bermain bola, berenang, atau melakukan watersport. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan upacara sedekah laut yang dilakukan oleh warga setempat.

Pantai ini memiliki fasilitas lengkap untuk membuat pengunjungnya nyaman, di antaranya gazebo, toilet, tempat ibadah, kolam pemancingan, dan perahu untuk menyeberang ke Pulau Nusakambangan.

Berlokasi di Cilacap Selatan 53211, hanya sekitar 2 km dari pusat Kota Cilacap, pantai ini dapat dijangkau mengunakan ojek atau taksi dari terminal dan stasiun di kota tersebut. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB dengan biaya masuk Rp5.000 per orang.

2. Benteng Pendem Cilacap

Di dalam area wisata Pantai Teluk Penyu, terdapat Benteng Pendem Cilacap, sebuah bangunan peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1861. Benteng ini berdiri di atas lahan seluas 6,5 ha dan pernah tertutup pasir pantai karena tidak terurus. Karena itulah, benteng ini diberi nama Pendem, dari kata bahasa Jawa “pendhem” berarti “tertimbun”.

Pada tahun 1986, pemerintah lokal menggali benteng ini kembali dan kini telah dibuka untuk dijadikan tempat wisata sejarah. Benteng ini dulunya digunakan sebagai benteng pertahanan Belanda dan dikelilingi oleh parit berisi air—dulunya dengan kedalaman sepuluh meter. Beberapa ruangan merupakan gudang senjata dan ruang rawat tentara yang terluka.

Lokasi benteng ini berada di Jalan Benteng, termasuk di dalam area tempat wisata Pantai Teluk Penyu. Anda dapat masuk ke benteng ini setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB. Tidak ada tiket masuk khusus, Anda hanya perlu membayar tiket masuk menuju Pantai Teluk Penyu.

3. Baturaden

Terletak di salah satu sisi lereng Gunung Slamet, Baturaden merupakan area wisata alam dengan suasana sangat sejuk dan asri. Di tempat ini, Anda tidak hanya dapat menyegarkan pikiran dan berjalan kaki melewati area hijau, tetapi juga mengunjungi beberapa tempat wisata. Ya, ada beberapa tempat menarik di dalam Baturaden, di antaranya sebagai berikut:

− Pancuran Pitu dan Pancuran Telu—merupakan dua pemandian air panas dengan kandungan belerang dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit.

− Telaga Sunyi—berada di pusat area wisata Baturaden dan merupakan mata air alami yang jernih. Untuk menjaga kelestariannya, pengunjung dilarang mandi dan berenang di telaga ini.

− Bumi Perkemahan—alternatif menginap Anda selama di Banyumas. Bumi perkemahan ini pernah dipakai untuk menyelenggarakan Jambore Nasional Pramuka pada tahun 2001.

− Kaloka Widya Mandala—merupakan kebun binatang yang diresmikan sejak tahun 1995.

− Teater Alam Baturaden—sebuah bioskop di dalam pesawat bekas Foxer 28 milik Garuda Indonesia. Film yang diputar adalah film tentang alam seperti tsunami dan erupsi Merapi.

Lokasi kompleks wisata satu ini ada di Karangmangu, Baturraden, sekitar 15 km dari pusat Kota Purwokerto. Untuk sampai ke sana, dari Stasiun Purwokerto naik angkot ke Kebondalem, dilanjutkan dengan angkot ke Baturaden. Kalau dari Terminal Purwokerto, langsung naik angkot jurusan Baturaden. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Baturaden Rp14.000; Pancuran Telu Rp10.000; Teater Alam Rp5000 per orang

4. Gua Maria Kaliori Banyumas

Gua Maria adalah tempat wisata alam dan religi di Banyumas, khususnya bagi umat Katolik. Sebagai tempat wisata alam untuk masyarakat umum, tempat wisata ini menawarkan pemandangan gua yang sering dikunjungi keluarga dan anak-anak.

Sebagai tempat ziarah umat Katolik, Gua Maria Kaliori diberkati oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II dalam Misa Agung di Yogyakarta pada 10 Oktober 1989. Dua bulan kemudian, gua ini pun diresmikan penggunaannya untuk ziarah umat Katolik.

Gua ini memiliki fasilitas pendukung untuk membuat pengunjung nyaman, di antaranya: aula, pemakaman imam dan uskup, toilet dan kamar mandi, gereja, Taman Rosario Hidup, pendapa, ruang pengakuan dosa, kapel, dan rumah retret. Ada juga toko cendera mata tempat Anda dapat membeli aneka suvenir bertema Katolik.

Gua yang ramai dikunjungi para penziarah setiap bulan Desember ini terletak di Jalan Gua Maria Kaliori, Kalibagor, Banyumas, atau sekitar 20 km dari Purwokerto. Untuk sampai ke sini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau ojek.Tempat ini buka setiap hari selama 24 jam, tetapi pemesanan tempat hanya dapat dilakukan pukul 08.00-16.00 WIB. Tidak ada biaya masuk, hanya ada beberapa sumbangan sukarela dan biaya menyewa beberapa fasilitas.

5. Dream Land Water Park

Dream Land Water Park adalah taman rekreasi air seluas delapan hektare di Kabupaten Banyumas. Wahana yang ada di taman ini merupakan salah satu yang terlengkap di Jawa Tengah. Tempat wisata ini memiliki mata air alami yang menjadi sumber airnya, sehingga Anda dapat menikmati rasanya bermain di air yang segar dan bersih karena mengalir setiap hari.

Terletak di Pancasan, Ajibarang, Banyumas 53163, taman rekreasi air satu ini lebih mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi, ojek, atau taksi. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp20.000 per orang.

6. Owabong Waterpark Purbalingga

Owabong merupakan sebuah taman rekreasi air dengan luas 4,8 ha di Purbalingga. Area ini merupakan kolam renang pribadi warga Belanda pada zaman penjajahan, kemudian dibeli oleh seorang keturunan Tiongkok, sebelum akhirnya dibeli oleh pemerintah daerah setempat. Pemerintahlah yang kemudian membangun tempat tersebut menjadi tempat wisata untuk umum.

Di taman rekreasi air ini, terdapat lima belas wahana yang bisa Anda nikmati, di antaranya kolam arus, ember tumpah, kolam pesta air, kolam permainan, rafting adventure, dan terapi ikan. Ada juga wahana yang berada di darat seperti bioskop 4D dan sirkuit go-kart.

Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB dengan biaya masuk Rp23.000 pada akhir pekan atau liburan dan Rp18.000 setiap Senin sampai Jumat. Untuk sampai ke sini, dari Terminal Purbalingga Anda dapat naik angkutan kota atau bus jurusan Purbalingga-Bobotsari atau Purbalingga-Pemalang.

7. Waduk Mrica Banjarnegara

Pemandangan menakjubkan Waduk Mrica sudah menunggu Anda di Banjarnegara. Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang membuat pengunjung merasa puas, di antaranya perahu motor, perahu dayung, pemancingan, padang golf, dan area permainan anak. Anda juga dapat berjalan-jalan di area tepi waduk yang asri, lalu berhenti untuk menikmati kuliner khas Banjarnegara seperti dawet dan serabi.

Dengan panjang 6,5 km dan luas 1.250 ha, Waduk Mrica merupakan bendungan terpanjang di Asia Tenggara dan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 184,5 megawatt, daya listrik yang cukup besar untuk dialirkan di Pulau Jawa dan Bali.

Letaknya sekitar 9 km dari pusat Kabupaten Banjarnegara. Anda dapat menuju ke sini menggunakan angkutan kota atau ojek dari Terminal Banjarnegara. Tempat ini buka setiap hari dengan biaya masuk hanya Rp2.000 per orang.

8. Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas

Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas terletak di Jalan Selamanik 33, Kutabanjar, Kabupaten Banjarnegara. Dibangun di atas lahan seluas 10 ha, taman rekreasi ini merupakan kebun binatang terbesar di bekas wilayah karesidenan Banyumas. Selain melihat berbagai hewan yang tinggal di tempat wisata keluarga ini, Anda dapat menyaksikan pemandangan indah Lembah Sungai Serayu dari tempat ini.

Untuk menuju ke sana, Anda dapat naik ojek, angkutan kota, atau menggunakan bendi karena memang jaraknya dari pusat Kabupaten Banjarnegara cukup dekat. Begitu pula dari Terminal Banjarnegara, jaraknya hanya sekitar 2 km. Waktu operasional tempat ini adalah setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB, dengan biaya masuk Rp15.000 per orang.

9. Dataran Tinggi Dieng

Dataran tinggi Dieng termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dataran tinggi ini adalah tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika Anda berniat berkeliling di Jawa Tengah. Selain bisa menikmati suasana alam yang masih sangat asri dan segar, Anda dapat menikmati daya tarik wisata berikut ini.

● Telaga Warna—mendapat sebutan ini karena warna airnya sering berubah. Terletak pada ketinggian 2.000 mdpl, telaga ini memiliki pemandangan menawan hati. Selain itu, di Dieng terdapat juga Telaga Merdada dan Telaga Pengilon.

● Bukit Sikunir—tempat Anda dapat melihat matahari terbit di Dieng. Pemandangannya sangat menakjubkan karena Anda akan merasakan sensasi berada di atas awan.

● Kawah Sikidang—merupakan kawah dengan aktivitas vulkanik yang masih aktif. Kawah seluas 200 m2 berbentuk cukup datar sehingga pengunjung dapat melihat gumpalan asap kawah yang mengandung belerang.

● Kompleks Candi Dieng—merupakan kompleks candi Hindu Syiwa yang mulai dibangun pada awal abad ke-8. Luas keseluruhan kompleks candi ini adalah 1.8 km x 0.8 km.

● Dieng Plateu Theater—tempat Anda dapat menyaksikan film tentang Dieng, seperti kondisi geografis, sejarah, dan budaya.

● Wisata kuliner—Anda dapat mencicipi makanan khas Dieng seperti mi ongklok, olahan buah carica, dendeng gepuk, kacang babi, dan opak kucai.

Nah, untuk bisa menikmati seluruh daya tarik di atas, Anda bisa datang setiap hari atau bahkan menginap di area Dieng. Ada banyak penginapan berharga terjangkau yang bisa Anda pilih. Selain itu, Anda juga perlu membayar Rp10.000 untuk masuk ke kawasan Dieng melalui Tol Garung; Rp7.200 untuk ke Candi Arjuna; Rp8.500 ke Telaga Warna; Rp7.500 ke Kawah Sikidang; Rp4.000 ke Dieng Plateu Theater. Harga tersebut hanya berlaku untuk wisatawan domestik.

Untuk menuju tempat ini, Anda sebaiknya menggunakan mobil atau bus sewa dengan sopir yang telah berpengalaman menyetir di dataran tinggi yang jalannya berkelok-kelok.

10. Arung Jeram Sungai Serayu

Sungai Serayu sepanjang 181 km mengalir melalui empat kabupaten di Jawa Tengah, yaitu: Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas. Hulu sungainya berada di lereng Gunung Prau di Dieng, Wonosobo. Anda dapat berkunjung ke sungai ini kalau ingin merasakan aktivitas menantang, arung jeram Sungai Serayu.

Arung jeram dapat dilakukan di Wonosobo dan Banjarnegara, kedua lintasan sama-sama menantang. Untuk jalur Wonosobo, Anda dapat memilih panjang lintasan dan titik mulai berbeda, tetapi rata-rata adalah sepanjang 20 km. Arung jeram dilakukan pada pagi hari dan diliburkan ketika cuaca dan arus sungai dinilai tidak aman. Biaya yang dikeluarkan antara Rp200.000-Rp300.000 per orang. Kalau Anda ingin melakukannya di jalur Banjarnegara, jarak lintasan antara 14 km dan 28 km dengan biaya Rp210.000-Rp360.000 per orang.

Dengan pengaturan sebelumnya, penyedia jasa arung jeram dapat menyediakan termasuk transportasi lokal, minuman, kelapa muda pada saat arung jeram, makanan, dan sertifikat rafting.

11. Pantai Menganti

“Surga di pantai Selatan Jawa”, itulah sebutan yang banyak diberikan orang kepada Pantai Menganti di Kabupaten Kebumen. Sebutan yang tidak berlebihan untuk pemandangan alam yang luar biasa; pantai berpasir putih, air laut yang hijau dengan deburan ombak tinggi, dan perbukitan hijau di sepanjang pantai. Kombinasi ketiganya menghadirkan pemandangan menakjubkan.

Di perbukitan sepanjang pantai, terdapat gubuk-gubuk tempat pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai dan semilir air laut. Sayangnya, lokasinya di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah sulit dijangkau. Anda harus naik motor sehingga transportasi ojek adalah pilihan tepat. Namun, perjuangan selama perjalanan akan terbayar lunas dengan panorama menakjubkan satu-satunya pantai berpasir putih di Jawa Tengah ini.

Harga tiket masuk ke Pantai Menganti adalah Rp10.000 per orang. Pantai ini buka setiap hari. Anda dapat berkemah di sana sembari menunggu matahari terbit.

12. Gua Jatijajar

Gua terbaik dan terindah di Kabupaten Kebumen ini tidak hanya menyajikan pemandangan gua kapur dengan stalaktit dan stalakmit besar, tetapi juga memiliki mitosnya sendiri. Menurut masyarakat, gua ini merupakan tempat bertapa putra mahkota Kerajaan Pajajaran, Raden Kamandaka. Kisah pertapaannya kemudian dikisahkan melalui 32 patung di dalam gua.

Gua dengan panjang 250 m; lebar 15 m; tinggi 12 m memiliki tujuh sungai mengalir di dalamnya. Anda tidak diperbolehkan mandi di dalam gua, tetapi Anda dapat mandi di kolam air alami yang ada di luar gua, tempat terdapat patung dinosaurus yang bagian mulutnya mengeluarkan air.

Gua Jatijajar terletak di Jalan Jatijajar, Kecamatan Ayah. Untuk menuju lokasi, Anda dapat naik angkutan kota dari pusat Kabupaten Kebumen ke Terminal Gombong, lalu pindah angkutan ke Kecamatan Ayah, dan dilanjutkan dengan ojek ke lokasi. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 09.00-18.00 WIB dengan biaya masuk Rp7.000 per orang.

13. LIPI Geologi Karangsambung

Dasar samudra ada di bawah kaki Anda, itulah sensasi yang akan Anda rasakan ketika berlibur di LIPI Geologi Karangsambung. Terletak di Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, cagar alam geologi ini merupakan dasar lautan 120 juta tahun silam, dibuktikan dengan kekayaan fosil dan batuan dasar laut berusia tua yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Aneka batuan—beku, sedimen, metamorf—ada di situs geologi ini, tidak terkecuali jenis-jenis batu mulia. Anda dapat menyaksikan sendiri batuan tersebut, dengan banyak di antaranya masih ada di alam aslinya. Pengunjung ke tempat wisata edukasi ini biasanya datang dalam rombongan.

Untuk sampai ke lokasi, dari Terminal Kebumen atau Stasiun Kebumen, Anda dapat naik angkutan kota ke terminal dalam kota Kebumen, dilanjutkan dengan angkutan kota ke Karangsambung. Turun di Terminal Karangsambung, Anda harus berjalan kaki kurang lebih 500 m untuk sampai lokasi. Tempat ini tutup pada hari libur dan tiket masuknya adalah Rp10.000.

14. Pantai Ketawang Purworejo

Pantai Ketawang masih cukup sepi dibandingkan pantai terkenal lain di Purworejo, Pantai Jatimalang. Pantai ini memiliki ciri khas dengan bangunan mercusuarnya yang besar dan tinggi. Mercusuar ini dikelilingi rawa dan sawah yang digunakan warga untuk beternak ikan dan bercocok tanam. Selain bermain di pantai, di tempat wisata ini Anda juga dapat melihat pemandangan alam Pegunungan Sewu dan Perbukitan Menoreh yang hijau.

Pantai ini terletak di perbatasan Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Purworejo. Anda dapat naik angkutan umum dari pusat Kabupaten Purworejo sampai ke Kecamatan Grabag, kemudian melanjutkan perjalanan ke pantai menggunakan ojek. Pantai ini buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp5.000.

15. Gua Seplawan Purworejo

Gua Seplawan adalah gua kapur sepanjang 700 m. Anda harus menuruni tangga untuk masuk ke dalam gua, di dalamnya terdapat kolam, stalaktit, dan stalakmit. Selain memiliki arca emas Dewa Syiwa dan Parwati, Gua Seplawan memiliki 34 lorong yang belum sepenuhnya terungkap. Salah satu lorong tersebut, menurut mitos, adalah jalan khusus Nyi Roro Kidul.

Keindahan Gua Seplawan tidak hanya ada di dalam gua, melainkan juga alam sekitarnya. Di luar gua ada sebuah bukit hijau tempat Anda dapat melihat Waduk Sermo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan lima gunung sekaligus, yaitu: Merbabu, Merapi, Slamet, Sindoro, dan Sumbing.

Terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, letak gua ini berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Cara termudah untuk menuju tempat ini adalah menggunakan ojek atau kendaraan pribadi. Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp3.000.

16. Candi Borobudur

Sering dimasukkan dalam paket wisata Yogyakarta, Candi Borobudur sebenarnya terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi Buddha terbesar di Asia Tenggara ini merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Indonesia.

Diperkirakan selesai dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Syailendra, candi ini memiliki 1 stupa utama di puncak, 72 stupa yang mengelilinginya, dan 504 arca. Candi dengan luas bangunan 15.129 m2 ini bukan hanya wisata sejarah, tetapi juga menunjukkan kemegahan arsitektur Indonesia zaman dulu. Candi ini juga merupakan tempat penting bagi penganut Buddha.

Alat transportasi umum menuju Borobudur adalah bus dari Terminal Jombor Yogyakarta atau angkutan kota dari Kota atau Kabupaten Magelang, turun di Terminal Borobudur. Dari terminal ini, Anda dapat berjalan kaki ke pintu masuk candi yang buka setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk per orang adalah Rp40.000.

17. Taman Kiai Langgeng

Ingin berjalan-jalan santai dan melihat koleksi tanaman langka?

Datanglah ke Taman Kiai Langgeng, taman di Magelang yang ditumbuhi tanaman langka, memiliki koleksi hewan, dan ada area khusus untuk taman lalu-lintas. Tempat wisata ini cocok untuk keluarga dengan anak-anak karena di tempat ini mereka dapat belajar banyak hal. Selain melihat apa yang ada di taman, pengunjung juga dapat melihat ikan-ikan di akuarium, berenang di kolam, menonton film di bioskop 6D, dan naik go-kart.

Taman Kiai Langgeng buka setiap hari pukul 08.00-16.30, berlokasi di Jalan Cemp. 6 Kemirirejo, Kota Magelang. Cara terbaik menuju ke sana dari Terminal Magelang adalah menggunakan ojek. Harga tiket masuknya Rp20.000 tiap Senin sampai Jumat; Rp25.000 setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional; Rp35.000 setiap hari lebaran.

18. Monumen Meteorit Wonotirto Temanggung

Monumen Wonotirto adalah monumen tidak biasa, merupakan monumen yang menandai titik jatuhnya meteorit pada 11 Mei 2001. Meteorit memang sering jatuh ke bumi, tetapi yang benar-benar sampai ke permukaan tanah adalah hal yang cukup langka. Meteorit yang jatuh di Wonotirto sendiri berukuran satu kepalan tangan orang dewasa ketika mendarat di tanah.

Sebuah monumen dibangun untuk memperingati peristiwa tersebut. Lokasinya berada di Wunut-Wonotirto, Kecamatan Bulu, Temanggung. Anda dapat naik angkutan kota atau ojek dari tiga terminal di Temanggung menuju lokasi. Tidak ada biaya masuk dan jam buka karena merupakan area terbuka.

19. Wisata Alam Lembah Sindoro Posong

Temanggung memang memiliki dua gunung cantik, Sindoro dan Sumbing. Saat Anda berada di sini, jangan lupa singgah ke tempat wisata alam Lembah Sindoro Posong. Panorama pegunungan yang menakjubkan akan menyambut Anda sepanjang perjalanan. Sesampainya di tempat wisata, Anda dapat duduk di gubuk, menikmati udara segar, mengambil foto pemandangan alam, dan melihat matahari terbit jika Anda datang saat masih gelap.

Terletak di Posong, Kledung, Temanggung, Anda sebaiknya menuju ke sana menggunakan motor karena jalannya yang cukup sempit dan menanjak. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 04.00-17.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp4.000 per orang.

20. Waduk Malahayu

Setelah sejak tadi membahas tempat wisata di jalur pantai selatan Jawa Tengah, saatnya membahas pariwisata di jalur pantai utara yang tidak kalah indahnya. Dimulai dari Kabupaten Brebes di ujung barat Jawa Tengah, terdapat Waduk Malahayu. Bendungan seluas 944 ha ini memiliki pemandangan indah dan dikelilingi oleh perbukitan. Sepanjang jalan ke sana, pengunjung juga akan melalui hutan jati yang rimbun di wilayah Tanjung.

Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Anda dapat naik angkutan umum dari Terminal Tanjung ke Pasar Banjarharjo, dilanjutkan dengan ojek atau sewa kendaraan pribadi menuju lokasi. Tiket masuk untuk pengunjung bermobil Rp5.000 dan pengunjung bermotor Rp2.000. Waduk ini buka setiap hari ketika siang.

21. Desa Wisata Cisereuh

Tempat wisata satu ini termasuk ke dalam wisata budaya. Di sinilah Anda dapat melihat kebudayaan masyarakat tradisional Dusun Jalawastu. Pada setiap hari Selasa Kliwon, Anda dapat menyaksikan Upacara Ngasa, yaitu upacara adat sebagai wujud syukur terhadap Tuhan atas semua rezeki yang telah diberikan kepada masyarakat setempat.

Desa Cisereuh terletak di Kecamatan Ketangguhan, Kabupaten Brebes. Anda dapat naik angkutan umum dari pusat Kabupaten Brebes menuju Kecamatan Ketangguhan, dilanjutkan dengan ojek atau sewa kendaraan menuju lokasi. Untuk melihat Upacara Ngasa, datanglah pada hari Selasa Kliwon pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB.

22. Pemandian Air Panas Guci

Lelah menempuh perjalanan darat untuk berlibur di Jawa Tengah?

Berhentilah sejenak di Tegal untuk memanjakan diri di Pemandian Air Panas Guci. Pemandian air panas alami ini berada di kaki Gunung Slamet dan memiliki luas 210 ha. Anda dapat berenang di kolam air panas atau relaksasi otot di sepuluh pancuran yang ada di sana. Menurut mitos, air pancuran ini dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit.

Selain untuk mandi, Anda dapat menikmati panorama kaki Gunung Slamet, bermain tenis atau sepak bola, atau berkemah. Anda dapat berkeliling tempat wisata ini dengan naik kuda. Untuk menginap, tersedia hotel di tempat wisata ini.

Tempat wisata ini terletak di Jalan Objek Wisata Guci, Cigedong, Bumijawa. Gunakan alat transportasi bus menuju Terminal Tegal, lanjutkan dengan angkutan kota menuju Desa Tuwel, kemudian naik ke Guci dengan kendaraan bak terbuka. Harga tiket masuk Rp4.500 (anak-anak) dan Rp5.000 (dewasa) pada hari biasa dan lebih mahal Rp2.000 pada hari libur.

23. Situs Purbakala Semedo

Situs Purbakala Semedo adalah tempat wisata baru yang diperkirakan akan segera mendunia. Sejak ditemukan pada tahun 2003, dari situs ini telah ditemukan berbagai fosil hewan purba seperti gajah, kerbau, rusa, babi, kuda nil, dan penyu. Tentu, semuanya merupakan ‘versi’ purba, tidak sama seperti binatang tersebut yang hidup saat ini. Selain itu, dari situs ini juga ditemukan benda-benda kuno seperti beragam kapak, batu berfaset, dan batu pukul.

Situs ini terletak di Desa Semedo, Kecamatan Kedung Banteng, Tegal dan buka setiap hari pukul 10.00-16.00 WIB. Situs ini masih dalam tahap akhir pembangunan lebih jauh agar dapat menampung wisatawan dunia. Untuk saat ini, cara termudah menuju ke sana adalah memakai kendaraan pribadi atau sewa.

24. Pantai Alam Indah Tegal

Pantai Alam Indah atau sering disingkat PAI adalah pantai di pesisir utara Jawa Tengah. Seperti umumnya pantai utara, PAI memiliki ombak yang tidak setinggi rata-rata pantai selatan sehingga cukup aman bagi penguntung untuk berenang di sini.

Panorama pantai ini cukup indah, apalagi sejak diadakan pembersihan dan penataan ulang pantai pada akhir tahun 2016.Pantai ini juga tampak unik dengan adanya anjungan sepanjang 100 m yang menjorok ke laut.

Harga tiket masuk ke PAI adalah Rp10.000; waktu operasionalnya setiap hari pukul 05.00-21.00 (pada Sabtu malam, masuk terakhir pukul 20.00 WIB). Lokasinya di Jalan Bali, Martoloyo, Mintaragen tidak jauh dari pusat Kota Tegal dan dapat dicapai menggunakan kendaraan umum jalur wisata.

25. Curug Sibedil

Ingin berkunjung ke air terjun yang belum tersentuh oleh pembangunan manusia?

Curug Sibedil di Kabupaten Pemalang adalah jawabannya. Air terjun setinggi 10 m ini berada di daerah yang masih asri dengan perbukitan rendah yang belum dibangun oleh manusia. Air terjun ini dinamai “sibedil” yang berarti “senapan”, karena di air terjun ini terdapat batu berbentuk seperti moncong senapan.

Air terjun ini terletak di Jalan Kyai Abdurrosyid, Karangbulu, Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Dari Terminal Pemalang, Anda dapat naik angkutan kota ke Terminal Moga, kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkutan desa ke Mandiraja. Turun di SDN 5 Sima, kemudian berjalan kaki 300 m ke lokasi. Tempat ini buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB dengan tiket masuk gratis.

26. Museum Batik Pekalongan

Batik pekalongan merupakan salah satu motif batik paling terkenal di Indonesia. Ada sejumlah 1.149 koleksi batik yang dapat Anda lihat di Museum Batik Pekalongan. Selain itu, Anda juga dapat melihat proses pembuatan batik tulis dan belajar membatik.

Museum Batik Pekalongan menggunakan gedung tua peninggalan Belanda yang terletak di Jalan Jatayu 3, Panjang Wetan, Pekalongan. Museum ini buka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp5.000 (dewasa); Rp2.000 (anak SMA ke bawah); Rp10.000 (turis mancanegara). Untuk mencapai lokasi, dari Stasiun Pekalongan naiklah angkutan kota berwarna oranye, lalu turun di depan museum.

27. Poros Pulau Jawa

Tidak hanya terkenal dengan batiknya, Pekalongan juga merupakan poros Pulau Jawa. Titik tengah ini tidak jauh dari Museum Batik Pekalongan; sama-sama berada di Jalan Jatayu, Panjang Wetan. Jadi, kalau Anda datang ke museum, mampirlah ke titik tengah Pulau Jawa yang berupa tugu kecil bernama MYPAAL, berasal dari Bahasa Belanda yang berarti tugu nol kilometer.

Meskipun hanya berupa tugu kecil, poros ini memiliki sejarah panjang. Ketika dimulai pembangunan jalan Daendels sepanjang 1.100 km dari Anyer sampai Panarukan pada tahun 1808, titik inilah yang menjadi tonggak awal pembangunannya. Berada di area terbuka, Anda tidak perlu membayar untuk melihat dan berfoto di tugu ini.

28. Pasar Batik Setono

Ingin berbelanja batik pekalongan?

Datang ke Pasar Batik Setono saja. Di sini terdapat batik cap dan tulis dalam bermacam motif batik pekalongan. Anda dapat memilih mulai dari batik berkualitas tinggi yang mahal—misalnya batik tulis berbahan sutra—sampai batik cap murah untuk oleh-oleh teman atau keluarga. Batik dapat dibeli dalam bentuk kain maupun baju dalam berbagai ukuran.

Pasar batik ini terletak di tepi Jalur Pantura Tegal-Semarang, tepatnya di daerah Karangmalang, Pekalongan Timur. Jika Anda naik bus antarkota atau antarprovinsi, Anda dapat langsung turun di depan pasar ini. Pasar ini buka pukul 09.00-17.00 WIB dan tidak ada biaya masuk.

29. Pantai Sigandu

Dari Kabupaten Pekalongan ke timur, ada Kabupaten Batang dengan wisata pantainya yang menawan hati. Pantai Sigandu namanya, merupakan pantai yang banyak ditumbuhi pohon cemara dan dilengkapi fasilitas umum untuk membuat pengunjung nyaman. Di pantai ini juga terdapat Dolphins Center Batang, tempat Anda dapat berenang dengan lumba-lumba atau melakukan terapi.

Pantai ini terletak hanya 4 km dari pusat Kota Batang, tepatnya di Desa Klidang Lor. Anda dapat menuju lokasi menggunakan ojek atau kendaraan pribadi. Pantai ini buka setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp5.000 (pantai) dan Rp25.000 (Dolphins Center).

30. Pantai Ujung Negoro

Pantai Ujung Negoro memiliki panorama eksotis dengan pohon ketapang yang berjajar di sepanjang bibir pantai. Pada salah satu sisi pantai, terdapat bukit berbatu yang bisa jadi tempat Anda mengamati panorama pantai sampai puas.

Ada juga dermaga kecil yang menjorok ke laut, tempat pengunjung berfoto dengan Laut Jawa sebagai latarnya. Ombaknya tidak terlalu tinggi, menjadikan pantai ini aman untuk dipakai berenang oleh pengunjung.

Biaya masuk ke pantai ini hanya Rp3.000 per orang, buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB. Sayangnya, pantai yang terletak di Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang—sekitar 7 km dari Jalur Pantura—ini hanya dapat dicapai dengan ojek atau kendaraan pribadi.

31. Curug Klenting Kuning

Diberi nama Klenting Kuning—nama gadis cantik dalam cerita rakyat Ande-Ande Lumut—air terjun ini memiliki tebing berwarna kuning. Tingginya memang hanya 8 m, tetapi letaknya di lereng Gunung Ungaran sehingga masih sangat asri. Inilah tempat wisata untuk Anda yang ingin menjauh sebentar dari keramaian kota dan menikmati pemandangan air terjun di tengah hutan.

Jangan salah, air terjun ini terletak di Kabupaten Semarang, bukan Kota Semarang—ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Lokasi tepatnya di Sumawono, Gondang, Limbangan, dan sebaiknya dituju menggunakan sepeda motor. Tempat wisata ini buka setiap hari dengan tiket masuk Rp3.000 (hari biasa) dan Rp5.000 (hari libur).

32. Kebun Teh Medini

Tempat wisata di Jawa Tengah ini belum banyak dikenal, tetapi bisa menjawab rasa penasaran pengunjung yang ingin tahu seperti apa kebun teh di provinsi satu ini. Letaknya ada di Kabupaten Kendal dengan ketinggian 1.500 mdpl sehingga sangat sejuk dan cocok untuk dijadikan tujuan hiking.

Kebun teh ini buka setiap hari, tetapi sebaiknya dituju pada siang hari agar pemandangan indahnya terlihat jelas. Transportasi yang digunakan sebaiknya motor atau SUV. Rute dari Semarang adalah melalui Pasar Jrakah, Boja, Mijen, Cangkiran, dan Taman Rejo. Rute dari Ungaran adalah Pasar Ungaran, Gunung Pati, dan Cangkiran. Harga tiket masuknya Rp2.500 per orang.

33. Kota Lama Semarang

Begitu sampai di ibu kota Jawa Tengah, Kota Semarang, tidak perlu bingung harus melakukan apa. Anda dapat memulai liburan dengan berkeliling di Kota Lama Semarang.

Di area yang berada di Semarang Utara ini, Anda dapat melihat arsitektur tempo dulu misalnya Pabrik Rokok Praoe Lajar, Stasiun Tawang, persimpangan tengah Kota Lama, dan Polder Air Tawang. Uniknya, Kota Lama juga memiliki bangunan modern yang cukup populer, misalnya 3D Trick and Art Museum dan Semarang Contemporary Art Gallery. Di area ini, Anda juga dapat menikmati kuliner di kafe berdesain klasik.

Area Kota Lama dapat dicapai dengan berjalan kaki 600 m dari Stasiun Tawang Semarang atau menggunakan bus Trans Semarang dari Terminal Terboyo, turun di shelter Stasiun Tawang. Kota Lama buka setiap hari selama 24 jam dan gratis untuk dimasuki, tetapi beberapa gedung di area tersebut buka pada jam tertentu dan berbayar.

34. Gereja Blenduk Semarang

Gereja Blenduk atau yang bernama resmi GPIB Immanuel berada di area Kota Lama Semarang. Gereja Protestan ini dibangun pada tahun 1753 dan merupakan gereja tertua di Jawa Tengah. Di dalam gereja, masih tersimpan alat musik orgel yang telah berusia ratusan tahun.

Gereja ini memiliki arsitektur unik berbentuk oktagonal—segi delapan. Sebutan “blenduk” sendiri berasal dari kata bahasa Jawa “mblenduk” yang berarti “menggelembung”. Sebutan ini merujuk pada bentuk kubah gereja yang memang menggelembung.

Gereja ini terletak hanya 500 m dari Stasiun Tawang dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Waktu operasional bagi wisatawan adalah pukul 09.00-16.00 WIB (Senin-Sabtu); 13.00-16.00 WIB (Minggu); tutup ketika berlangsung pemberkatan. Harga tiket masuk adalah Rp10.000.

35. Lawang Sewu

Gedung tua peninggalan Belanda ini disebut Lawang Sewu yang berarti “pintu seribu” karena memang memiliki banyak pintu. Gedung yang dibangun tahun 1904 ini menjadi saksi sejarah pertempuran Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang.

Tempat wisata di Jawa Tengah Lawang Sewu menjadi tujuan wajib wisatawan di Semarang dan sering digunakan untuk foto pranikah. Uniknya, gedung ini juga dipercaya banyak dihuni makhluk halus karena ada banyak orang yang meninggal di sana semasa penjajahan.

Terletak di Jalan Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Anda dapat mencapai lokasi menggunakan bus Trans Semarang dari Kota Lama. Waktu operasionalnya setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB dan harga tiket masuknya Rp10.000 (Lawang Sewu) dan Rp30.000 (ruang bawah tanahnya).

36. Masjid Agung Jawa Tengah

Dibangun di atas lahan seluas 10 ha pada tahun 2001, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) memiliki perpaduan gaya arsitektur Jawa, Arab, dan Yunani. Masjid megah ini merupakan masjid provinsi yang tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga menjadi tempat wisata yang disukai turis.

Masjid ini dapat memuat 16.000 jemaah, memiliki 1 kubah berdiameter 20 m, 5 menara setinggi 66 m dan 99 m, dan 6 payung raksasa seperti di Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini juga memiliki Alquran besar berukuran 145 cm x 95 cm dan beduk berdiameter 220 cm.

MAJT yang beralamat di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang ini buka setiap hari selama 24 jam dan tidak memiliki biaya masuk apa pun. Anda dapat naik taksi atau bus Trans Semarang dari Lawang Sewu menuju MAJT.

37. Rawa Pening

Dikelilingi oleh tiga gunung—Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran—Rawa Pening adalah danau alami dengan panorama menakjubkan. Dulunya merupakan danau air dalam, tetapi mengalami pendangkalan karena menjadi hulu dari Sungai Tuntang. Kini, danau ini banyak ditumbuhi eceng gondok dan tampak semakin indah ketika musim berbunga.

Selain panoramanya, Rawa Pening terkenal dengan Legenda Baru Klinting-nya. Menurut legenda ini, Rawa Pening terbentuk dari air yang muncul melalui cabutan lidi. Adapun tempat wisata ini memiliki harga tiket masuk Rp7.500 dan buka pada pukul 08.30-21.00 WIB.

Terletak di Kabupaten Semarang, Rawa Pening berbatasan dengan empat kecamatan. Untuk menuju lokasi, Anda dapat naik bus jurusan Yogyakarta atau Solo dari Terminal Terboyo dan turun di Ambarawa, dilanjutkan dengan angkot menuju lokasi.

38. Museum Kereta Api Ambarawa

Ingin merasakan pengalaman naik kereta tua?

Datanglah ke Museum Kereta Api Ambarawa, rasakan sensasi naik kereta diesel dan uap berusia ratusan tahun dengan rute Ambarawa-Tuntang dan Ambarawa-Bedono. Rute pertama akan membawa Anda melewati pemandangan Rawa Pening, sedangkan rute kedua akan menanjak melewati perbukitan, Gunung Ungaran, dan Gunung Merbabu. Jika tidak naik kereta, Anda dapat melihat-lihat koleksi museum yang dulunya stasiun kereta api ini.

Tiket masuk museum Rp5.000, sedangkan tiket naik kereta untuk lama perjalanan sekitar satu jam adalah Rp50.000 per orang. Museum ini buka pukul 08.00-17.00 WIB, sedangkan pemberangkatan kereta setiap pukul 10.00, 12.00, dan 14.00 WIB. Anda dapat naik bus Trans Semarang dari Kota Semarang, turun di Monumen Palagan, dilanjutkan dengan jalan kaki sepuluh menit atau naik angkutan kota ke lokasi.

39. Kuliner Salatiga Jalan Fatmawati

Anda dapat berwisata kuliner di Salatiga, tepatnya di sepanjang Jalan Fatmawati, sekitar 6 km dari Terminal Tamansari. Di sepanjang jalan, terdapat banyak tempat makan yang menjual berbagai menu seperti sate kambing, soto ayam, lotek, dan soto rumput.

Anda dapat menggunakan angkutan kota untuk mencapai jalan ini dari Terminal Tamansari Salatiga. Tidak ada biaya masuk, sedangkan jam bukanya tergantung pada masing-masing restoran dan kafe yang ada di sana.

40. Pusat Grosir Solo

Kota Solo memang terkenal dengan batiknya. Anda dapat berbelanja batik lengkap dan murah di Pusat Grosir Solo (PGS), pasar batik yang bangunannya sudah mirip mal. Anda dapat dengan nyaman berbelanja aneka batik solo dengan berbagai rentang harga. Di belakang PGS ini, terdapat pusat kuliner tempat Anda dapat mencicipi aneka makanan khas Solo.

Anda dapat naik bus Batik Solo Trans dari Terminal Purwosari Solo, turun di halte dekat PGS, kemudian dilanjutkan jalan kaki. Tempat ini buka setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB dan gratis dimasuki.

41. Keraton Surakarta Hadiningrat

Solo adalah salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki keluarga kerajaan. Anda dapat melihat budaya kota satu ini di Keraton Surakarta Hadiningrat, yang memiliki luas 54 ha dari kompleks Alun-Alun Utara ke Alun-Alun Selatan. Bangunan keraton megah dan eksotis, terutama di zamannya yang dibangun pada tahun 1744.

Tidak hanya arsitektur klasik Jawa yang dapat Anda lihat di sini, pada saat tertentu Anda pun dapat menyaksikan warisan budaya Keraton Surakarta. Misalnya, ada acara grebeg, sekaten, kirab, dan pertunjukan tarian sakral.

Tempat wisata di Jawa Tengah Keraton Surakarta beralamat di Jalan Sidikoro, Balurwati, Pasar Kliwon. Dari Pasar Grosir Solo, Anda dapat berjalan kaki atau naik becak sekitar 700 m. Keraton ini tutup setiap hari Jumat dan buka pada Senin sampai Kamis pukul 09.00-14.00 WIB; Sabtu dan Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp15.000 untuk wisatawan asing.

42. Monumen Pers Nasional

Berupa bangunan bersejarah dan museum, Monumen Pers Nasional memasang koleksi teknologi reportase di Indonesia, seperti mesin ketik, pemancar, telepon, dan kentongan. Dalam kompleks monumen ini, terdapat gedung lama yang pernah digunakan untuk pertemuan Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 1918.

Monumen ini terletak di Jalan Gadjah Mada 76, Timuran, Banjarsari, Surakarta dan dapat ditempuh menggunakan bus Batik Solo Trans dari bandara dan beberapa terminal di Surakarta. Buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB, monumen ini dapat dimasuki dengan gratis.

43. Candi Plaosan dan Candi Sewu

Candi Plaosan dan Candi Sewu merupakan Candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Penangkaran dan Rakai Pikatan. Keduanya merupakan pemimpin beragama Hindu, tetapi Mataram pada saat abad ke-8 dan ke-9 mendapat pengaruh kuat dari Dinasti Syailendra yang beragama Buddha.

Candi Sewu letaknya sangat dekat dengan Candi Prambanan dekat perbatasan Yogyakarta-Klaten, sedangkan Candi Plaosan berada 1,5 km di sebelah timur Candi Sewu. Alamat lengkap kedua candi ada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Untuk menuju ke kedua candi dari Yogyakarta, Anda dapat naik Trans Jogja, turun di Candi Prambanan, dilanjutkan dengan kereta mini. Jika dari arah Klaten, Anda dapat naik bus jurusan Solo-Jogja, dan dilanjutkan dengan ojek menuju candi. Waktu operasional candi adalah setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp5.000 (Candi Plaosan) dan sudah termasuk dalam tiket Prambanan (Candi Sewu).

44. Umbul Ponggok

Ada yang unik dari snorkeling di Umbul Ponggok ini. Bukannya di laut, Anda akan melakukan snorkeling di sumber air alami dengan ukuran 50 x 25 m. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, Tempat wisata di Jawa Tengah Umbul Ponggok bukanlah kolam renang buatan. Lantainya berupa pasir alami, airnya jernih, dan ada ribuan ikan berwarna-warni. Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin berfoto di bawah air atau sekadar latihan sebelum snorkeling di lautan lepas.

Umbul Ponggok terletak di Jalan Delanggu-Polanharjo, Ponggok, Kabupaten Klaten dan buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB (sampai tengah malam mulai Juli 2017). Tiket masuknya Rp8.000, tetapi ada biaya masing-masing untuk paket snorkeling atau foto bawah air. Sayangnya, belum ada transportasi umum ke lokasi selain ojek.

45. Grojogan Sewu

Grojogan Sewu adalah salah satu air terjun yang ada di area Hutan Wisata Grojogan Sewu, di lereng Gunung Lawu bagian Kabupaten Karanganyar. Air terjun ini memiliki ketinggian 81 m dan berada di area sejuk dan asri. Dekat air terjun ini terdapat taman binatang, fasilitas mini rafting, flying fox, kios buah, dan penjual cendera mata. Anda juga dapat mencicipi sate kelinci di tempat wisata ini.

Lokasi air terjun ini di Tawangmangu, dapat dicapai menggunakan bus dari Solo ke Tawangmangu, dilanjutkan dengan ojek ke lokasi. Waktu operasional adalah pukul 06.00-17.00 WIB dan harga tiket masuknya Rp6.000 per orang.

46. Taman Pancasila Karanganyar

Taman Pancasila di Kabupaten Karanganyar adalah taman kota pada siang hari dan pasar malam pada malam hari. Di sinilah Anda dapat mencicipi aneka jajanan khas Karanganyar dan membeli pernak-pernik untuk oleh-oleh. Tempat ini pun cocok untuk wisata keluarga atau bersama pasangan.

Taman Pancasila terletak di Jalan Lawu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Anda dapat naik ojek atau angkutan kota sepanjang 2,5 km dari Terminal Tegalgede Karanganyar untuk menuju lokasi. Taman ini buka setiap hari selama 24 jam dan gratis untuk umum.

47. Museum Purbakala Sangiran

Sejak tahun 1995, UNESCO telah menetapkan Sangiran sebagai warisan dunia; salah satu situs arkeologi terpenting di dunia. Di situs inilah pertama kali ditemukan rahang bawah Pithecanthropus erectus, salah satu jenis Homo erectus. Nah, kalau Anda ingin melihat fosil-fosil manusia purba apa saja yang ditemukan di situs tersebut, Anda dapat berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran.

Museum ini memiliki hampir 14.000 fosil manusia purba dan merupakan koleksi yang terlengkap di Asia. Banyaknya fosil yang ditemukan mendorong adanya perluasan museum menjadi 750 m2 pada tahun 1980. Penemuan ini juga mendorong banyak pengunjung datang, termasuk dari luar negeri, sehingga area museum diperluas menjadi 16.675 m2 dengan fasilitas umum dan ruang terbuka.

Alat transportasi menuju lokasi Museum Purbakala Sangiran di Jalan Sangiran km 4, Kalijambe, Krikilan, Kabupaten Sragen adalah naik bus (dari luar kota), turun di Kalijambe. Lanjutkan perjalanan dengan angkutan kota nomor 07, turun di dekat museum yang buka setiap hari pukul 08.00-16.30 WIB ini. Harga tiket masuk ke lokasi adalah Rp5.000 untuk tiap pengunjung.

48. Museum Manusia Purba Klaster Bukuran

Kalau sudah ke Museum Purbakala Sangiran, jangan berpikir wisata arkeologi Anda selesai. Situs Sangiran seluas 56 km2 memang memiliki lima museum untuk menjaga, meneliti, dan menampilkan fosil, salah satunya adalah Museum Manusia Purba Klaster Bukuran.

Tidak seperti Museum Purbakala Sangiran yang sudah dikenal luas dan selalu ramai, museum satu ini lebih sepi dan koleksinya lebih sedikit. Namun, tempatnya nyaman dan koleksinya akan melengkapi apa yang sudah Anda lihat di Museum Purbakala Sangiran. Selain itu, museum ini memiliki diorama kehidupan manusia purba dan tantangan-tantangannya.

Museum ini terletak sekitar 3 km dari Museum Purbakala Sangiran dan dapat Anda tempuh dengan kendaraan pribadi. Harga tiket museum yang buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB ini adalah gratis.

49. Umbul Tirtomulyo

Berenang di kolam renang sudah biasa; bagaimana kalau berenang di pemandian bernuansa kerajaan?

Itulah pengalaman unik yang akan Anda dapatkan di Umbul Tirtomulyo, pemandian yang dibangun oleh Sultan Paku Buwono X dari Kasunanan Surakarta. Dibandingkan pemandian lain di Boyolali, Umbul Tirtomulyo ini termasuk sangat tenang. Airnya sedalam 1,5 sampai 2 m, mengalir dari sumber air alami.

Umbul Tirtomulyo terletak di Gombang, Sawit, Kabupaten Boyolali dan buka setiap hari pukul 08.00-04.00 WIB. Anda dapat menuju lokasi menggunakan angkutan kota atau ojek dari Terminal Bus Boyolali.

50. Wisata Api Abadi Mrapen

Jawa Tengah memiliki tempat wisata api abadi—api yang berasal dari alam dan tidak akan mati meskipun terkena hujan. Sudah puluhan tahun api abadi Mrapen menjadi sumber api obor kejuaraan atau pesta olahraga, misalnya International Ganefo I tahun 1963 dan PON X tahun 1981. Api untuk kegiatan keagamaan Buddha, Waisak, juga sering diambil dari Mrapen ini.

Terletak di Manggarmas, Godong, Kabupaten Grobogan, wisata api abadi Mrapen buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB. Anda dapat naik bus dari Terminal Purwodadi menuju ke lokasi. Harga tiket masuknya Rp10.000.

Jangan lupa, di dekat tempat wisata ini terdapat batu berbobot peninggalan Sunan Kalijaga, Sendang Duda, dan gelanggang olahraga. Kunjungi sekalian, ya. Terutama batu berbobotnya karena banyak orang coba mengangkat batu ini, tetapi tidak berhasil.

51. Agrowisata Temanjang

Saatnya kembali ke alam dengan berkunjung ke Agrowisata Temanjang di Kabupaten Blora!

Tempat wisata ini mengandalkan hutan, perkebunan, dan pertanian sebagai daya tarik wisatanya. Hutannya ditumbuhi tanaman jati yang berjajar, sedangkan pertaniannya dapat menjadi wisata edukasi pertanian.

Di area ini tumbuh buah-buahan. Terdapat pula warung untuk duduk-duduk melepas lelah setelah berkeliling di area seluas 3 ha ini. Disebut juga Agrowisata Dungmandur, tempat wisata ini berada di Desa Temanjang, Kecamatan Banjarejo. Anda dapat menuju lokasi menggunakan motor atau mobil. Tempatnya buka setiap hari dan sering ramai pada Kamis malam untuk upacara spiritual warga.

52. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua di Indonesia, berdiri pada abad ke-15 pada masa pemerintahan Raden Patah dari Kesultanan Demak. Menurut cerita, masjid ini dibangun oleh Wali Songo hanya dalam waktu semalam.

Memiliki ciri khas arsitektur jawa, masjid ini terdiri dari bangunan induk dan serambi, atap berbentuk limas dan bertumpang, dan disangga oleh empat tiang utama (soko guru). Dalam kompleks masjid ini juga terdapat makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk raja pertamanya, Raden Patah.

Masjid ini buka setiap hari selama 24 jam bagi siapa saja dan gratis untuk dimasuki. Terletak di Bintoro, Demak, masjid ini dekat dengan pusat Kabupaten Demak. Anda dapat naik becak atau berjalan kaki dari Terminal Bus Demak menuju lokasi.

53. Brown Canyon

Tadinya merupakan area bekas galian bukit, siapa sangka kalau Brown Canyon justru menjadi bukit-bukit batu curam yang memiliki kemiripan dengan Grand Canyon di Amerika Serikat. Kini, Anda dapat mengunjungi tempat wisata yang relatif baru ini untuk berfoto atau naik ke atas bukit untuk menikmati pemandangan.

Letak Brown Canyon ada di perbatasan Kabupaten Demak dan Kota Semarang, tepatnya di Desa Rowosari, Tembalang. Untuk menuju lokasi, Anda dapat naik mobil atau motor dari arah Semarang ataupun Demak. Tempat wisata yang dikelola oleh warga setempat ini buka setiap hari dan memiliki harga tiket masuk Rp3.500.

54. Museum Kretek

Klasik dan megah, itulah dua kata yang menggambarkan Museum Kretek di Kabupaten Kudus. Museum yang berdiri di area seluas 2 ha ini memiliki bangunan museum yang besar, dua bangunan terpisah dengan arsitektur tradisional Jawa Tengah, dan patung petani tembakau.

Sesuai namanya, museum ini menunjukkan perkembangan pesat kretek—salah satu jenis rokok; menggunakan tembakau dan cengkih asli yang dikeringkan—di Kudus. Di Museum Kretek, Anda dapat mencari tahu proses pengolahan rokok kretek melalui hampir 1.200 koleksi benda di dalamnya.

Museum Kretek beralamat di Jalan Getas Pejaten 155, Jati, dan buka setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB. Harga tiket masuk ke museum ini adalah Rp1.500 (hari biasa) dan Rp2.000 (hari libur). Untuk menuju ke sana dari Terminal Induk Jati Kudus, Anda dapat naik angkutan kota, ojek, atau becak sejauh 4 km.

55. Makam Sunan Muria dan Sunan Kudus

Di Kabupaten Kudus, Anda juga dapat melakukan ziarah menuju makam dua wali, yaitu: Sunan Muria dan Sunan Kudus. Inilah salah satu alasan Kudus sering didatangi oleh pengunjung yang hendak berwisata religi atau spiritual. Ratusan ribu sampai lebih dari satu juta pengunjung datang berziarah ke makam mereka tiap bulannya.

Makam Sunan Muria terletak di Gunung Muria Colo, dapat ditempuh dari Terminal Induk Jati Kudus menggunakan angkutan kota jurusan Colo. Di sisi lain, Makam Sunan Kudus berada di pusat kota, tepatnya di belakang Masjid Menara Kudus di Kauman, Kota Kudus. Masjid Menara ini juga merupakan tempat wisata yang paling banyak dikunjungi penziarah. Kedua makam buka setiap hari selama 24 jam dengan biaya retribusi Rp2.000 (motor) dan Rp10.000 (mobil).

56. Kepulauan Karimunjawa

Ada kepulauan di Laut Jawa yang memiliki panorama menakjubkan. Kepulauan Karimunjawa namanya—secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara dan memiliki luas daratan 1.500 ha. Pulau di Karimunjawa yang banyak dikunjungi pelancong di antaranya Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Cemara Besar, dan Geleang.

Di kepulauan ini, Anda dapat menikmati pemandangan pantai berpasir putih dan Laut Jawa yang tenang. Berbagai aktivitas laut yang menyenangkan seperti berenang, memancing, menyelam, dan snorkeling dapat dilakukan di kepulauan ini. Faktanya, Karimunjawa menjadi salah satu tujuan snorkeling paling disukai pelancong karena airnya yang sangat jernih sehingga pemandangan bawah air semakin jelas.

Untuk aktivitas darat, Anda dapat mencoba treking dalam hutan bakau dan hiking ke atas bukit agar bisa melihat Karimunjawa dari atas. Anda dapat menghabiskan waktu sampai puas dan menginap di kepulauan ini. Terdapat banyak pilihan penginapan, mulai dari hotel mewah yang cocok untuk bulan madu sampai hotel murah untuk para backpacker.

Alat transportasi menuju kepulauan ini adalah kapal feri dari Kendal (Pelabuhan Tanjung), Semarang (Pelabuhan Tanjung Mas), atau Jepara (Pelabuhan Kartini). Anda juga dapat naik pesawat dari Semarang atau Surabaya langsung ke Bandara Dewadaru, Karimunjawa.

57. Museum Kartini

Kabupaten Jepara tidak hanya punya Karimunjawa. Wilayah daratannya juga memiliki tempat wisata menarik, salah satunya adalah Museum Kartini. Sesuai namanya, museum ini memiliki koleksi barang-barang yang terkait dengan R.A. Kartini. Dibangun di atas lahan seluas 5.210 m2, museum ini terdiri dari tiga bangunan yang berbentuk huruf K, T, dan N.

Namun, jangan salah, Museum Kartini juga menyimpan koleksi benda yang lain, misalnya benda bersejarah dan fosil-fosil hewan purba yang ditemukan di Kabupaten Jepara. Misalnya, ada fosil paus gajah, yaitu sejenis paus yang memiliki belalai dan ditemukan di perairan Karimunjawa.

Museum Kartini terletak di Jalan Alun-Alun 1 Panggang, Kecamatan Jepara. Alat transportasi dari Terminal Terboyo Semarang adalah bus jurusan Jepara, dilanjutkan dengan becak menuju lokasi. Buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB, museum ini memiliki harga tiket Rp5.000 per orang.

58. Pulau Seprapat Juwana

Pulaunya disebut Seprapat, berarti “seperempat”, karena merupakan pulau kecil di TPI Juwana dan dibangun pada masa penjajahan. Pulau ini ditumbuhi banyak pepohonan sehingga sangat asri dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. lokasinya di TPI Juwana juga memungkinkan Anda membeli ikan segar langsung dari nelayan, di antaranya ikan bandeng.

Pulau ini terletak di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dapat dituju menggunakan bus dari luar kota sampai Terminal Kembang Joyo Pati, dilanjutkan angkutan kota atau ojek ke Juwana. Anda kemudian perlu menyeberang sungai menggunakan kapal kecil. Tempat wisata ini buka setiap hari dan gratis untuk dimasuki.

59. Pintu Gerbang Majapahit

Sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah nusantara, Majapahit memiliki beberapa peninggalan yang menarik perhatian para pelancong. Salah satunya adalah sebuah pintu kerajaan di Kabupaten Pati. Diperkirakan pintu ini tidak benar-benar dibangun di Pati, melainkan dibawa dari Trowulan (sekarang Mojokerto di Jawa Timur) pada abad ke-15.

Pintu Majapahit merupakan pintu kayu dengan ukiran tradisional. Pintu ini berada di tempat tebuka (pendapa) sehingga pengunjung dapat melihat dan berfoto dengan gratis. Lokasinya ada di Desa Rendole, Muktiharjo, dan dapat ditempuh dari Terminal Kembang Joyo Pati menggunakan angkutan kota atau ojek sejauh 6 km.

60. Pantai Dampo Awang

Pernah disebut Taman Rekreasi Pantai Kartini, tempat wisata di Kabupaten Rembang ini berganti nama menjadi Pantai Dampo Awang. Nama Dampo Awang ini diambil dari cerita rakyat tentang pertempuran antara Sunan Bonang dan musafir dari Tiongkok, Dampo Awang.

Tempat wisata ini merupakan gabungan wisata taman dan pantai. Selain dapat berenang atau sekadar menikmati pemandangan pantai, Anda dan keluarga dapat menikmati fasilitas taman seperti kolam renang, wahana mandi bola untuk anak-anak, kebun binatang kecil, dan outbound.

Pantai ini juga memiliki anjungan yang menjorok ke laut dan olahraga luar ruangan, seperti naik banana boat dan luncur gantung. Tidak ketinggalan, ada kios yang menjual beragam suvenir dan jajanan.

Pantai ini terletak di Tasikagung, Lasem, di sebelah utara Jalur Pantura sehingga mudah dijangkau untuk Anda yang menuju Rembang naik bus. Buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB, pantai ini memiliki harga tiket masuk Rp8.000 per orang.

Nah, itulah enam puluh tempat wisata di Jawa Tengah yang wajib Anda kunjungi ketika liburan di provinsi ini. Tempat wisata tersebut memiliki daya tarik yang berbeda sehingga membuat pengalaman Anda melancong di Jawa Tengah semakin lengkap dan tidak terlupakan.

BACA JUGA : 35 Tempat Wisata Jawa Barat Untuk Rileks Saat Liburan