65 Tempat Wisata yang Seru Bareng Keluarga di Solo

65 Tempat Wisata yang Seru di Solo – Ingin berwisata ke Jawa Tengah? Jangan lewatkan kunjungan ke berbagai tempat wisata di Solo. Sebagai salah satu kota terpopuler di Jawa Tengah, Solo memang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari wisata kota, budaya, sejarah, belanja, hingga kuliner. Lokasi Solo yang strategis serta kondisinya yang ramah pelancong membuatnya populer sebagai tempat wisata.

Berikut 65 rekomendasi tempat wisata yang bisa Anda coba saat berkunjung ke kota ini.

1. Keraton Surakarta

Keraton Surakarta Hadiningrat adalah salah satu tempat paling ikonis di Solo. Kediaman keluarga kerajaan ini dibangun oleh Pakoe Buwono II pada tahun 1745, dan kini dibuka pada waktu-waktu tertentu untuk pengunjung umum. Pengunjung bisa menikmati keindahan arsitektur, benda-benda seni, senjata tradisional, hingga koleksi kereta kencana yang terkenal. Keraton Surakarta juga mengadakan berbagai kegiatan adat dan budaya seperti upacara adat, pertunjukan tarian, hingga musik tradisional.

Keraton Surakarta buka setiap hari untuk umum mulai dari pukul 09.00 hingga 14.00 (tutup hari Jumat). Akan tetapi, pada hari Sabtu dan Minggu, keraton hanya buka untuk umum hingga pukul 13.00. Tarif masuknya hanya Rp6.000 di hari biasa dan Rp7.000 di akhir pekan. Pengunjung bisa naik angkutan umum atau Bus Batik Solo jurusan Jalan Slamet Riyadi, dan terus menyusuri jalan tersebut ke arah timur sampai menemukan keraton.

2. Taman Hiburan Rakyat Sriwedari

Taman Sriwedari adalah area yang masih berhubungan dengan keluarga kerajaan. Tepatnya, ini adalah lokasi peristirahatan kesukaan keluarga kerajaan di zaman dahulu. Taman Sriwedari memiliki desain indah dan asri, serta dilengkapi dengan fasilitas untuk wisatawan seperti gedung wayang, tempat bermain untuk anak-anak, kios jajanan, tempat penjualan oleh-oleh, dan bahkan restoran. Taman ini juga menjadi area tetap untuk penyelenggaraan tradisi yang disebut Malam Slikuran.

Taman Sriwedari buka setiap hari antara pukul 10.00 hingga 22.00. Tarif masuknya hanya Rp10.000 di hari Selasa dan Rp12.000 di hari lainnya. Taman ini bisa dicapai dalam waktu singkat dari stasiun kereta api. Taman Sriwedari berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa dijangkau dengan cara menyusuri jalur pejalan kaki, City Walk.

3. Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran didirikan pada tahun 1757 dan merupakan tempat tinggal Sri Paduka Mangkunegara. Bangunan ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Keraton Surakarta, termasuk koleksi benda-benda seni dan peninggalan tradisionalnya yang menarik. Berbagai koleksi benda seni serta senjata tradisional yang disimpan di sini berasal dari berbagai tempat seperti Jawa Barat, Yogyakarta, bahkan Bali. Keunikan bangunan ini adalah adanya desain bangunan yang memiliki pengaruh Eropa.

Pura Mangkunegaran buka untuk umum dari pukul 09.00 hingga 14.00, kecuali hari Jumat, yang hanya buka hingga pukul 12.00. Tarif masuknya Rp10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp12.000 untuk wisatawan asing. Angkutan umum yang melewati Pura Mangkunegaran adalah angkutan nomor 02 dan Bus Batik Solo.

4. Taman Kota Balekambang

Taman Balekambang dibangun oleh Mangkunegara VII pada tahun 1921 dan dipersembahkan untuk putri beliau, Partini. Tempat ini adalah hutan kota seluas 5 hektar yang menawarkan berbagai kesenangan untuk keluarga, seperti kebun binatang mini, kereta kuda, perahu, dan bahkan koneksi internet gratis. Taman Balekambang juga kerap menjadi lokasi pertunjukan seni seperti tari-tarian dan ketoprak. Berbagai kios penjual makanan ikut meramaikan area taman dan hutan kota ini.

Taman Balekambang memiliki lokasi strategis di dekat Stasiun Balapan, Terminal Tirnotadi, serta Stadion Manahan. Akan tetapi, karena taman ini tidak dilewati angkutan umum, pengunjung hanya bisa mencapainya dengan mobil, sepeda motor, atau becak. Taman ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 17.00. Walau tarif masuknya gratis, pengunjung tetap harus membayar jika ingin naik wahana yang ada di dalam taman. Akan tetapi, kisaran harga tarifnya juga hanya sekitar Rp2.500 hingga Rp6.000.

5. Loji Gandrung

Loji Gandrung adalah sebutan untuk rumah dinas wali kota Solo. Didirikan pada tahun 1890, bangunan ini tidak hanya memiliki arsitektur menarik yang menggabungkan desain lokal dan barat, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah menarik seperti koleksi wayang, keramik, patung, gamelan, dan sebagainya. Loji Gandrung difungsikan sebagai museum mini, dan koleksi serta kondisi bangunannya dipelihara oleh staf khusus.

Loji Gandrung berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari Taman Sriwedari. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Setiap akhir pekan, area di sekitar Loji Gandrung menjadi tempat Car Free Day. Tidak ada biaya khusus untuk masuk ke Loji Gandrung, tetapi pengunjung harus meminta izin kepada penjaga, yang kemudian harus disetujui oleh kepala bagian rumah tangga.

6. Alun-Alun Kidul

Alun-Alun Kidul (“alkid”) adalah salah satu pusat berkumpul warga Solo saat senggang. Area publik ini biasanya ramai di sore dan malam hari serta akhir pekan. Kegiatan favorit di Alun-Alun Kidul antara lain adalah olahraga seperti sepak bola dan lari, bermain layang-layang, hingga wisata kuliner murah. Pedagang kaki lima di Alun-Alun Kidul menawarkan berbagai jajanan seperti bakso bakar, siomay Bandung, mi ayam, es degan, es tebu, jagung bakar, dan es pisang ijo.

Alun-Alun Kidul berlokasi strategis di Jalan Gading, Pasar Kliwon, Gajahan. Selain dilewati berbagai angkutan umum termasuk Bus Batik Solo, area ini juga merupakan patokan yang bagus untuk mencari berbagai hotel dan penginapan strategis di Solo.

7. Museum Keraton Surakarta

Museum Keraton Surakarta berlokasi di dalam area Keraton Surakarta Hadiningrat. Museum ini menyimpan berbagai artefak, benda seni, serta peninggalan sejarah yang menggambarkan identitas budaya serta sejarah Surakarta. Museum ini memiliki 13 ruang yang menyimpan beragam foto, patung, diorama, perkakas upacara adat, benda-benda seni seperti wayang kulit dan topeng, serta perlengkapan dapur tradisional seperti yang digunakan di keraton.

Karena merupakan bagian dari Keraton Surakarta, Museum Keraton Surakarta memiliki jam buka yang mirip, yaitu pukul 09.00 hingga 14.00 pada hari biasa, dan hingga pukul 15.00 pada akhir pekan. Museum ini berada di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa dicapai dengan angkutan umum atau Bus Batik Solo.

8. Museum Manusia Purba Klaster Dayu

Museum Manusia Purba Klaster Dayu, atau disingkat Museum Dayu, adalah museum sejarah purba yang berdekatan dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini bernuansa modern dan menyediakan berbagai bentuk benda pameran, mulai dari diorama kehidupan manusia purba, informasi tentang siklus lapisan tanah di Sangiran yang terjadi selama ratusan ribu tahun, hingga berbagai benda purba yang ditemukan di situs Sangiran. Museum ini juga menawarkan fasilitas permainan anak-anak.

Museum Manusia Purba Klaster Dayu buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Lokasinya ada di Desa Dayu, Kabupaten Karanganyar. Tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau, yaitu Rp5.000. Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan Solo-Purwodadi.

9. Museum Manusia Purba Sangiran

Pecinta sejarah purbakala juga bisa mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran, yang lokasinya juga berdekatan dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini menyimpan berbagai informasi tentang manusia serta budaya purba. Selain fosil, pengunjung juga bisa melihat senjata serta perkakas yang digunakan manusia purba. Museum Manusia Purba Sangiran adalah tempat sempurna untuk mendapat informasi tentang Pithecanthropus erectus, manusia purba yang rahang bawahnya ditemukan di Sangiran.

Museum ini ada di Kabupaten Sragen, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Solo. Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan Solo-Purwodadi. Gapura di pinggir jalan menjadi petunjuk bahwa Museum Sangiran sudah dekat. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin, dari pukul 08.00 hingga 16.30, dengan tiket masuk seharga Rp3.500 dan tarif parkir seharga Rp1.500.

10. Museum Keris.

Sesuai namanya, Museum Keris menyimpan koleksi keris dari berbagai era dan daerah di Pulau Jawa. Keris tertua di museum ini adalah keris peninggalan era Majapahit pada abad ke-15. Selain itu, koleksi keris ini diperkirakan akan bertambah dengan adanya berbagai keris sumbangan dari kolektor pribadi. Walau kondisinya sempat terabaikan, Museum Keris kini baru saja melalui proses pemugaran, sehingga cocok dijadikan salah satu tempat wisata budaya di Solo.

Museum Keris berlokasi di Jalan Bhayangkara, daerah Sriwedari, Laweyan. Angkutan umum nomor 02 serta Bus Batik Solo memiliki rute ke area ini. Tarif masuknya sekitar Rp6.000, dan jam bukanya adalah dari pukul 09.00 hingga 16.00.

65 Tempat Wisata Sejarah di Solo

11. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka adalah museum kedua tertua di Indonesia. Dibangun oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tahun 1890, museum ini menyimpan peninggalan sejarah dan budaya Solo seperti arca, koleksi wayang, alat musik, benda-benda pusaka adat, serta buku kuno. Museum ini juga menyimpan koleksi naskah berharga seperti Serat Rama karya Yasadipura I dan petunjuk tata negara karya Pakubuwono IV yang berjudul Wulang Reh.

Museum Radya Pustaka memiliki lokasi cukup strategis di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan. Ada banyak angkutan kota serta Bus Batik Solo yang memiliki rute ke jalan ini. Museum ini buka dari hari Selasa sampai Minggu, pukul 08.30 hingga 13.00, dan tarifnya adalah Rp2.000 untuk dewasa, Rp1.500 untuk pelajar sekolah, dan Rp5.000 untuk wisatawan asing.

12. Museum Samanhoedi

Tidak seperti Museum Radya Pustaka, Museum Samanhoedi berlokasi di dalam bangunan yang relatif lebih sederhana, dengan penanda berupa kain batik serta nama museum di atasnya. Walau kecil, museum ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah terkait K. H. Samanhoedi, pendiri organisasi Sarekat Dagang Islam yang perannya sangat penting dalam sejarah perdagangan, ekonomi, serta perlawanan masyarakat Solo terhadap penjajah di awal abad ke-20.

Museum ini berlokasi di Jalan K. H. Samanhoedi, Sondakan, Laweyan. Jika menemui kesulitan menemukan bangunannya, pelancong bisa bertanya pada penduduk sekitar, karena museum mini ini cukup terkenal.

13. Monumen Pers Nasional

Jika Anda tertarik pada sejarah pers dan penerbitan di Indonesia, Monumen Pers Nasional adalah tempat yang wajib dikunjungi di Solo. Monumen Pers Nasional adalah sebuah bangunan yang menyimpan berbagai koleksi surat kabar, majalah, dan terbitan cetak dari era sebelum dan sesudah era Revolusi Nasional. Pengunjung juga bisa melihat ragam alat komunikasi dari berbagai era, seperti kentongan, telegraf, mesin ketik kuno, hingga koleksi kamera.

Monumen Pers Nasional dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan memiliki fasilitas seperti perpustakaan serta ruang multimedia. Lokasinya cukup strategis yaitu di Jalan Gadjah Mada, Timuran, Banjarsari, dan dapat diakses dengan angkutan kota nomor 03 serta Bus Batik Solo. Museum ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan akses masuknya tidak dikenakan biaya.

14. Museum Batik Danar Hadi

Pencinta batik tidak boleh melewatkan kunjungan ke Museum Batik Danar Hadi. Koleksi batik dari Rumah Batik Danar Hadi sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara. Selain berbelanja kain dan produk batik berkualitas, pengunjung juga bisa melihat koleksi kain batik tradisional dan antik dari Jawa, Bali, Sumatra, bahkan Tiongkok. Pengunjung juga bisa melihat bengkel kerja tempat para pembatik menghasilkan karya mereka. Museum ini berlokasi di dalam gedung bergaya kolonial dengan interior ala keraton Jawa yang indah.

Museum Batik Danar Hadi berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00. Jalan ini juga dilalui oleh jalur City Walk, yaitu jalur khusus pejalan kaki yang dirancang untuk pelancong yang ingin berwisata kota secara murah. Tarif masuknya Rp35.000 untuk umum dan Rp15.000 untuk murid sekolah.

15. Batik Mahkota Laweyan

Sama seperti Rumah Batik Danar Hadi, Batik Mahkota Laweyan juga merupakan pusat belanja dan edukasi batik. Di sini, pengunjung dapat mengikuti kelas-kelas singkat yang mengajarkan tentang teknik pembuatan batik. Kelas yang ditawarkan mulai dari kelas singkat selama 2 jam hingga kelas intensif selama 3 hari. Kursus membuat batik sederhana ini tersedia baik untuk pengunjung dewasa maupun anak-anak. Selain itu, ada juga berbagai produk batik yang bisa dibeli untuk oleh-oleh.

Batik Mahkota Laweyan berlokasi di Jalan Sayangan Kulon nomor 9, dan bisa dicapai dengan angkutan umum nomor 02 atau Bus Batik Solo. Pengunjung harus masuk melalui jalan kecil untuk mencapai tempat ini.

16. Wedangan Rumah Nenek

Pelancong yang berkunjung ke Batik Mahkota Laweyan sebaiknya tidak melewatkan Wedangan Rumah Nenek, yaitu sebuah kedai bergaya tempo dulu yang menghidangkan berbagai minuman hangat tradisional. Kedai ini memiliki konsep rumah joglo yang serba terbuka, dengan sentuhan desain era kolonial. Perabot serba kayu, ruang-ruang lapang terbuka, serta desain ala Jawa dan Belanda di dalam rumah membuat kedai ini berkesan hangat.

Wedangan Rumah Nenek menyajikan berbagai wedang yang terbuat dari rempah-rempah seperti kayu manis, pala, jahe, cengkih, dan serai. Menu khasnya adalah Wedang JKJS (Jahe, Kencur, Jeruk, serai). Ada juga berbagai hidangan khas angkringan Solo, dan menu andalan berupa sup buntut. Pengunjung yang datang pada jam makan siang bisa menikmati menu “biasa” seperti nasi goreng, pecel lele, bandeng, dan sup daging.

Wedangan Rumah Nenek berlokasi di Kampung Batik Laweyan. Bangunannya yang khas dengan lapangan parkir luas membuatnya mudah ditemukan. Kedai minuman ini buka dari pukul 10.00 hingga 24.00.

17. Batik Gunawan Setiawan

Batik Gunawan Setiawan adalah salah satu tempat wisata unggulan di area Kampung Wisata Batik di Kauman, Solo. Selain berbelanja berbagai produk batik dengan berbagai kisaran harga, pengunjung juga bisa ikut belajar memahami bagaimana batik dibuat. Batik Gunawan Setiawan memiliki bengkel kerja bergaya terbuka, sehingga pengunjung bisa menonton proses pembuatan batik mulai dari tahap awal hingga akhir. Pengunjung juga bisa menikmati suguhan jamu saat berkunjung ke tempat ini.

Batik Gunawan Setiawan berlokasi di Jalan Cakra nomor 21. Walau pengunjung harus melalui jalan kecil sebelum menemukan toko ini, lokasinya cukup mudah ditemukan, terutama karena Batik Gunawan Setiawan sudah cukup terkenal di kalangan pelancong dalam negeri.

18. Dalem Kalitan

Dalem Kalitan adalah rumah peristirahatan milik almarhum Presiden Soeharto dan keluarga, yang mereka tempati setiap kali berkunjung ke Solo. Dalem Kalitan dibangun pada tahun 1789 dan memiliki desain khas rumah joglo, yang terbuka serta penuh dengan elemen kayu di interiornya. Pengunjung bisa melihat berbagai bagian rumah serta kenang-kenangan yang menggambarkan Soeharto dan keluarga, seperti berbagai foto, piagam, penghargaan, dan koleksi buku.

Dalem Kalitan berlokasi di Jalan Kalitan, Timuran, dan berdekatan dengan Loji Gandrung (rumah dinas wali kota Solo). Pengunjung bisa bertanya-tanya soal sejarah rumah tersebut pada staf penjaga dan pengelola Dalem Kalitan.

19. Museum Bank Indonesia Solo

Berlokasi di pusat Kota Solo, Museum Bank Indonesia adalah gedung lama Bank Indonesia yang dipugar menjadi perpustakaan serta museum. Gedung yang aslinya merupakan tempat operasi De Javache Bank pada zaman Belanda itu memang memiliki ciri khas bangunan era kolonial, dengan warna putih, ventilasi berbentuk setengah lingkaran, hingga kolom-kolom pilaster. Lokasinya yang strategis di Jalan Jenderal Sudirman dan berdekatan dengan kantor wali kota membuat gedung ini mudah ditemukan.

Museum Bank Indonesia memajang benda-benda yang menjadi bukti sejarah beroperasinya Bank Indonesia, seperti arsip dan foto. Museum ini juga rencananya akan terus melengkapi koleksi uang lama, sehingga pengunjung bisa melihat jejak-jejak sejarah transaksi finansial di Indonesia. Museum Bank Indonesia buka dari pukul 07.15 hingga 16.15, dan harga tiket masuknya adalah Rp2.000 (anak-anak tidak dikenakan biaya).

20. Taman Cerdas Jebres

Taman Cerdas Jebres merupakan tempat wisata dengan konsep wisata edukasi untuk seluruh keluarga. Berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara, taman ini kerap ramai didatangi keluarga, anak-anak, bahkan mahasiswa. Taman ini menawarkan fasilitas hiburan dan edukasi seperti patung-patung wayang, alat-alat musik tradisional, ukiran dinding (relief) yang menggambarkan peristiwa sejarah, taman bermain anak, hingga koneksi internet. Ada juga berbagai fasilitas serta kelas-kelas singkat, seperti kelas seni dan komputer untuk anak-anak.

Taman Cerdas Jebres juga memiliki ruang terbuka dan panggung umum yang kerap dijadikan arena pertunjukan seni, konser musik tradisional, atau pameran. Pemerintah Kota Solo saat ini juga semakin mengembangkan taman ini dengan menyertakan kegiatan untuk mengembangkan minat anak, misalnya dalam bidang fotografi, seni, hingga siaran radio.

Taman Cerdas Jebres buka dari pukul 07.00 hingga 22.00, dan tarif masuknya gratis. Taman ini berlokasi tidak jauh dari Universitas Sebelas Maret, tepatnya di sebelah utara bangunan kampus. Pengunjung bisa mencapainya dengan naik angkutan kota nomor 03 atau Bus Batik Solo yang menuju ke kampus.

65 Tempat Wisata Murah di Solo

21. Pandawa Waterworld

Pandawa Waterworld adalah wahana air bertema unik yang cocok untuk wisata keluarga. Taman air ini memiliki tema putra-putra Pandawa (Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa), yang diwujudkan dalam bentuk patung, hiasan, serta ukiran di area kolam. Pengunjung bisa menjelajahi berbagai permainan air seperti Water Curtain, Volcanic Pond, Body Slide, Raft Slide, dan masih banyak lagi. Berbagai wahana yang ada juga menggunakan nama-nama para Pandawa, sehingga semakin menambah keunikannya.

Misalnya, ada seluncuran air bernama Bima Slide yang lokasinya dekat dengan patung Bima. Kresna Wave Pool adalah arena kolam ombak yang dinaungi ukiran kepala Kresna berukuran besar. Ada juga Kunti Children & Toddler Pool, yaitu area kolam khusus untuk untuk anak kecil dan balita. Fasilitas lain yang ada di taman air ini antara lain adalah musala, penyewaan ban, kedai makanan, lapangan tenis, lapangan futsal, pusat kebugaran, serta loker.

Pandawa Waterworld berlokasi di Jalan Cemara Raya Solo Baru, dan buka dari pukul 10.00 hingga 18.00. Akan tetapi, taman air ini buka lebih pagi setiap akhir pekan dan hari libur, yaitu pukul 08.00. Pengunjung bisa mencapainya dengan angkutan kota nomor 02, 06, atau 09, terutama jika datang dari area seperti Stadion Manahan dan Taman Sriwedari. Tarifnya Rp50.000 di hari biasa, dan Rp100.000 di hari Sabtu dan Minggu.

22. Taman Satwa Taru Jurug

Taman Satwa Taru Jurug adalah kebun binatang ikonis di Solo. Kebun binatang ini telah ada sejak tahun 1870, dan dipugar pada tahun 1986 setelah lama terbengkalai dan tidak terawat. Kebun binatang ini memiliki berbagai koleksi hewan seperti gajah, orang utan, beruang, komodo, unta, rusa, buaya, ular, serta berbagai jenis burung. Di kebun binatang ini juga ada seekor gajah yang diawetkan, yaitu Kyai Rebo. Sebelum mati, gajah ini adalah hewan tertua yang ada di Jurug, sehingga tubuhnya pun diabadikan.

Taman Satwa Taru Jurug juga menawarkan fasilitas bermain untuk keluarga, seperti kesempatan untuk menunggang unta, gajah, dan kuda. Ada juga musala, kedai makanan, toko oleh-oleh, dan taman bermain anak-anak. Pihak pengelola kebun binatang juga menanam pepohonan seperti akasia, trembesi, dan cemara, sehingga suasana kebun binatang menjadi asri. Jurug juga memiliki monumen untuk mengenang tokoh musik keroncong legendaris, Gesang.

Taman Satwa Taru Jurug buka dari pukul 07.00 hingga 17.00. Tarifnya sekitar Rp10.000 untuk hari biasa dan Rp12.000 untuk hari libur. Lokasinya strategis yaitu di Jalan Ir. Sutami, dan berdekatan dengan gedung Universitas Sebelas Maret. Pengunjung bisa naik angkutan kota atau Bus Batik Solo dengan jurusan kampus.

23. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg adalah salah satu bangunan bersejarah paling ikonis di Solo. Benteng ini berdiri sejak tahun 1745, dan dulunya berfungsi sebagai pusat garnisun Belanda di Solo. Benteng ini berlokasi strategis karena letaknya tepat di seberang kantor balai kota. Benteng Vastenburg memiliki arsitektur yang mengesankan, dengan parit yang mengelilingi tembok benteng, serta area terbuka di tengahnya yang pernah menjadi tempat pelatihan prajurit.

Benteng Vastenburg berlokasi di Jalan Jenderal Soedirman, area Pasar Kliwon. Benteng ini buka selama 24 jam, dan harga tiket masuknya cukup murah, yaitu Rp2.000. Lokasinya tidak jauh dari Pusat Grosir Solo serta bundaran Gladag. Pengunjung bisa menaiki Bus Batik Solo, karena rute ke Jalan Jenderal Soedirman cukup populer di kalangan wisatawan.

24. Pasar Klewer

Pasar Klewer adalah pasar terbesar di Solo yang menjadi pusat oleh-oleh murah dan menawarkan berbagai jenis kain batik, pakaian, sepatu, tas, hingga makanan khas yang murah. Pasar ini memiliki berbagai produk batik dari Madura, Banyumas, Betawi, dan sebagainya, tidak hanya dari Solo. Pasar Klewer berlokasi di dekat Alun-Alun Lor (Utara), dan bisa menjadi patokan untuk menemukan berbagai tempat wisata lainnya, seperti Keraton Surakarta, Rumah Batik Danar Hadi, dan Masjid Agung Surakarta.

Pengunjung bisa naik angkutan kota nomor 06 atau 09 untuk ke pasar ini, atau Bus Batik Solo dengan rute ke Alun-Alun Lor. Pasar ini buka dari pukul 09.00 hingga 16.00.

25. Pasar Triwindu

Pelancong yang tertarik dengan benda-benda hasil kerajinan tradisional sebaiknya tidak melewatkan Pasar Triwindu. Sebagian besar benda yang dijual di pasar ini adalah barang-barang kerajinan seperti ukiran, barang pecah-belah, pajangan, topeng, patung, lukisan, wayang kulit, hiasan dinding, dan sebagainya. Pasar ini juga merupakan surga barang antik, dan menjual berbagai macam barang mulai dari lampu gantung, meja, kursi, mesin ketik, hingga sepeda antik dan bahkan becak kuno.

Keunikan lain pasar ini adalah adanya alternatif barang antik yang murah. Karena mahalnya harga barang antik serta adanya kekurangan persediaan barang antik asli, banyak pedagang menawarkan barang yang terlihat “antik” dengan harga murah. Barang ini biasanya ditawarkan kepada pengunjung yang tidak punya anggaran besar, tetapi ingin memiliki sesuatu yang berkesan antik.

Pasar ini berlokasi di Jalan Diponegoro, Banjarsari, tepat di pinggir jalan raya, sehingga mudah ditemukan. Pengunjung bisa naik angkutan kota nomor 06 atau Bus Batik Solo. Pasar ini buka dari pukul 09.00 hingga 16.00.

26. Pasar Malam Ngarsopuro

Sesuai namanya, Pasar Malam Ngarsopuro adalah pasar yang beroperasi di malam hari. Berlokasi di Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Pasar Malam Ngarsopuro hanya buka di malam Minggu, mulai dari pukul 19.00 hingga 21.00. Ketika mendatangi pasar ini, pengunjung akan disambut dengan deretan kios yang dinaungi tenda-tenda berwarna putih, serta jalur pejalan kaki yang memanjang melewati tenda-tenda tersebut.

Pasar Malam Ngarsopuro menyajikan berbagai barang dagangan, mulai dari pakaian, sepatu, tas, barang oleh-oleh, hingga jajanan dan kuliner murah. Para penjual di pasar ini kebanyakan adalah pedagang lokal. Pasar ini juga menjadi tempat pertunjukan musik modern dan etnik, ketoprak, atau tari tradisional.

27. Pasar Burung Depok

Pasar Burung Depok adalah pusat penjualan hewan peliharaan berupa burung dan ikan hias. Burung kicau seperti jalak suren, jalak Bali, kutilang, dan love bird merupakan hewan yang paling laris di pasar ini. Akan tetapi, pengunjung juga bisa melihat hewan-hewan peliharaan lain seperti kelinci, marmot, dan hamster. Pasar ini sering menjadi tujuan wisata edukasi bagi siswa-siswa sekolah, terutama untuk menambah pengetahuan tentang hewan. Ada sekitar 64 kios dan los yang menampung lebih dari 200 penjual.

Pasar Burung Depok merupakan salah satu wajah khas Kota Solo, dan sudah ada sejak tahun 1984. Pasar ini berlokasi di Jalan Depok, dekat dengan Taman Balekambang dan Stadion Manahan. Pasar ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan juga memiliki fasilitas kedai makanan serta musala.

28. Pasar Gede

Bagi penggemar wisata kuliner, Pasar Gede adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Solo. Pasar ini menawarkan berbagai jenis makanan dan jajanan khas Solo dengan harga terjangkau. Pengunjung bisa menemukan jajanan tradisional yang mungkin sudah sulit ditemukan di tempat-tempat lain, seperti gethuk, cenil, gempol pleret, serta hidangan ketupat Solo bernama cabuk rambak.

Penggemar kopi bisa menikmati berbagai minuman kopi di Toko Podjok, kedai kopi yang telah beroperasi sejak tahun 1945. Toko Podjok terkenal karena menjual kopi legendaris bermerek Tjap Angring, yang sering menjadi sajian di warung serta kedai tradisional di Solo. Karena biji kopi di kedai ini baru digiling ketika ada pesanan, pengunjung yang cukup ahli tentang kopi bisa meminta tingkat kekasaran hasil gilingan kopi yang berbeda-beda.

Pasar Gede berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jebres, dan buka mulai pukul 06.00 hingga 19.00. Lokasi pasar ini cukup strategis sehingga bisa dijadikan patokan untuk menemukan tempat-tempat wisata kuliner serta penginapan. Pengunjung bisa naik angkutan kota nomor 08 atau 09, atau Bus Batik Solo.

29. Orion Mandarijn

Bicara soal toko bercita rasa lawas, Orion Mandarijn adalah toko kue yang bisa dibilang legendaris di Solo. Toko ini telah ada sejak tahun 1932, dan tetap mempertahankan ciri khasnya walau sudah menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Ciri khas toko ini adalah roti mandarijn beraneka rasa, tetapi ada juga berbagai kue zaman dulu, sirop buatan sendiri, dan bahkan jajanan yang kini sudah sulit ditemukan di toko biasa.

Orion Mandarijn buka dari pukul 07.30 hingga 20.00. Toko ini berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, tidak jauh dari Pasar Gede, dan bisa dicapai dengan angkutan umum nomor 08 atau 09, atau Bus Batik. Gedungnya berciri khas bangunan era kolonial Belanda, lengkap dengan kanopi kuning.

30. Candi Sukuh

Candi Sukuh berlokasi di Desa Sukuh, Karanganyar, dan merupakan candi yang terkenal di Solo karena alasan khusus: candi ini memiliki ukiran yang menggambarkan hubungan badan, serta bentuk-bentuk lingga dan yoni yang melambangkan alat kelamin pria dan wanita. Akan tetapi, ukiran tersebut dianggap sebagai bagian dari unsur spiritual dalam kepercayaan masyarakat zaman dulu. Candi tersebut juga dikelilingi oleh pemandangan hijau dan asri, sehingga suasananya sangat menenangkan.

Candi Sukuh buka dari pukul 07.00 hingga 17.00. Candi ini cukup mudah dicapai oleh wisatawan dari Kota Solo. Setelah menaiki bus jurusan Tawangmangu, wisatawan bisa turun di Terminal Karang Pandan, naik angkutan kota ke pertigaan Nglorog, dan naik ojek ke area candi, karena tidak ada angkutan kota yang menuju ke arah candi. Tarif masuknya adalah Rp7.500.

31. Candi Cetho

Bagi yang gemar berwisata ke situs bersejarah di pegunungan, Candi Cetho juga bisa menjadi pilihan. Candi Cetho adalah candi bercorak Hindu yang berlokasi di Dusun Cetho, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Candi ini memiliki 13 punden (teras), area terbuka, berbagai patung dan arca, serta ukiran yang menggambarkan hikayat Sudamala, sebuah kisah dari epos Mahabharata yang menggambarkan kembalinya Dewi Dhurga menjadi Dewi Uma, berkat bantuan Raden Sahadewa.

Candi Cetho menawarkan pemandangan indah ke arah kebun teh serta udara sejuk pegunungan. Karena merupakan tempat beribadah, pengunjung wajib berpakaian sopan serta mengenakan kain poleng di sekitar pinggang (kain disediakan oleh pihak pengelola candi). Dengan lokasinya yang strategis, Candi Cetho bisa dimasukkan ke dalam rute wisata jalur Solo-Tawangmangu, yang juga termasuk Candi Sukuh dan Kebun Teh Kemuning.

Candi Cetho buka dari pukul 09.00 hingga 17.00, dan tarif masuknya sekitar Rp7.500. Pengunjung bisa naik bus jurusan Solo-Tawangmangu dari Stasiun Tirtonadi ke Stasiun Karang Pandan. Dari sana, lanjutkan naik angkutan umum ke Nglorog, lalu naik ojek atau jalan kaki ke area candi.

32. Kebun Teh Kemuning.

Kebun Teh Kemuning berlokasi di lereng Gunung Lawu, tidak jauh dari Candi Cetho. Selain menawarkan udara sejuk dan pemandangan indah, kebun teh ini juga memiliki fasilitas untuk wisatawan, terutama penggemar teh. Rumah Teh Ndoro Ndonker adalah kedai teh yang berlokasi di area perkebunan, tidak jauh dari akses masuk. Pengunjung bisa memesan berbagai jenis teh serta makanan seperti iga bakar, sup iga, singkong goreng, dan berbagai kue. Jenis teh yang ditawarkan di Rumah Teh Ndoro Ndonker cukup beragam, misalnya teh Earl Gray, teh hijau, teh melati, teh hitam, teh merah, dan lain sebagainya.

Kebun Teh Kemuning buka dari pukul 06.00 hingga 18.00, dan hanya berjarak 25 kilometer dari pusat Kota Solo. Pengunjung bisa naik bus jurusan Tawangmangu dari Stasiun Tirtonadi ke Stasiun Karang Pandan, lalu disambung naik angkutan umum ke Nglorog dan ojek ke perkebunan. Kebun teh ini tidak memungut biaya masuk.

33. Taman Pancasila Karanganyar

Kabupaten Karanganyar memiliki taman umum bernama Taman Pancasila, yang memiliki desain unik serta suasana yang cocok untuk bersantai. Taman ini memiliki 2 fungsi: sebagai taman umum di siang hari, serta lokasi pasar malam setelah petang. Taman ini memiliki desain bertema Pancasila, dan ada area luas yang sering digunakan untuk berbagai macam kegiatan atau permainan.

Taman Pancasila Karanganyar cocok untuk pelancong yang menyukai wisata kuliner murah di tempat berkumpul populer penduduk setempat. Berbagai pedagang makanan seperti penjual mi ayam, bakso, siomay, soto dan minuman wedang merajai taman ini. Ada juga fasilitas permainan anak-anak seperti kereta mini dan mobil-mobilan.

Taman Pancasila berlokasi di Jalan Lawu, Kecamatan Karanganyar, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Solo. Taman ini berlokasi di rute menuju Tawangmangu, sehingga pengunjung bisa naik bus rute Solo-Tawangmangu untuk mencapainya.

34. Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta memiliki desain yang mirip dengan pendapa terbuka khas bangunan tradisional Jawa, sehingga suasana di dalamnya terasa sejuk dan leluasa. Desain masjid ini sedikit mengingatkan pada Masjid Kauman Yogya, terutama dengan desain berundak serta elemen kayu di interiornya. Masjid ini juga memiliki halaman sekitar yang rindang dan bersih serta jam matahari tua yang unik.

Masjid Agung Surakarta berada di Jalan Alun-Alun Utara, tidak jauh dari Keraton Surakarta dan Patung Slamet Riyadi. Masjid ini juga tidak jauh dari Pasar Klewer, sehingga bisa menjadi tempat untuk beribadah ketika pelancong sedang berada di tengah perjalanan menyusuri Solo.

35. Masjid Al-Wustho Mangkunegaran

Masjid Al-Wustho Mangkunegaran adalah masjid bersejarah yang lokasinya tidak jauh dari Pura Mangkunegaran. Masjid ini dibangun pada tahun 1926 atas perintah KGPAA Mangkunegara I. Setelah sempat berpindah lokasi dari Pasar Legi ke dekat Pura Mangkunegaran, masjid ini dipugar oleh arsitek Belanda bernama Herman Thomas Karsten. Ciri khas masjid ini adalah ukurannya yang tidak terlalu besar, desain masjid yang terbuka dan ditopang banyak pilar, gerbang berukir, serta bangunan bundar bernama Maligen yang biasa dijadikan tempat acara khitanan oleh masyarakat.

Masjid ini berlokasi di Jalan R.A. Kartini, sekitar 60 meter dari pertigaan di dekat Pura Mangkunegaran. Pengunjung bisa beristirahat sambil beribadah dan menikmati keindahan arsitektur unik masjid ini.

36. Masjid Laweyan

Masjid Laweyan adalah masjid bersejarah yang menandai persimpangan jalan antara Hindu dan Islam di Solo. Masjid ini dulunya adalah sebuah pura, tetapi setelah menjadi masjid, bangunannya mengalami beberapa kali proses pemugaran sehingga sulit menemukan jejak-jejak pura di arsitekturnya. Keunikan masjid ini adalah arsitekturnya yang seperti perpaduan antara rumah joglo dan kelenteng, terutama dari bentuk atap serta gerbang depannya.

Masjid ini berlokasi di Jalan Liris, di belakang area Kampung Batik Laweyan. Lokasinya berada di dekat sungai, dan cukup mudah ditemukan karena arsitekturnya yang khas.

37. Gereja Santa Perawan Maria Regina

Gereja Maria Regina merupakan salah satu tempat ziarah terbaik bagi pelancong Kristiani. Tempat ziarah ini tidak terlalu besar, tetapi terkenal indah dan terawat dengan baik. Gereja Santa Perawan Maria Regina juga memiliki sudut-sudut tenang untuk melakukan devosi. Gereja ini memiliki interior indah dengan kapel, patung, serta Gua Maria yang cocok untuk kegiatan ibadah yang tenang.

Gereja ini berlokasi di Jalan Mojosongo, tidak jauh dari area Universitas Sebelas Maret. Sebagai tujuan wisata ibadah yang cukup terkenal, pengunjung dari luar Solo sering menyempatkan diri mengikuti ibadah yang dijadwalkan.

38. Gereja St. Anthonius Purbayan

Gereja St. Anthonius Purbayan adalah gereja Katolik tertua dan paling populer di Solo. Gereja ini telah ada sejak era kolonial Belanda, terlihat dari arsitekturnya yang bergaya klasik. Gereja St. Anthonius Purbayan terkenal selalu ramai saat kegiatan ibadah akhir pekan, dan banyak pengunjung dari luar Solo menyempatkan mampir untuk ikut ibadah jika jadwal memungkinkan.

Gereja ikonis ini terletak di Jrebes, cukup dekat dengan tempat-tempat terkenal seperti gedung balai kota dan kantor pos. Ada banyak tukang becak di area sekitar gereja, sehingga pengunjung bisa melanjutkan perjalanan wisata keliling kota dengan naik becak setelah mengunjungi gereja.

39. Kelenteng Tri Dharma Avalokitesvara

Kelenteng Tri Dharma Avalokitesvara adalah kelenteng bersejarah yang telah berusia lebih dari 200 tahun. Selain masih digunakan sebagai tempat beribadah, keindahan kelenteng ini juga menarik cukup banyak pengunjung dari luar Solo. Kelenteng ini memiliki berbagai elemen desain yang khas, seperti pilar berukir, ukiran kayu yang mendetail, lampion, hingga berbagai patung aneka warna. Kelenteng ini juga dirawat dengan baik sehingga kondisinya masih terjaga.

Kelenteng Tri Dharma Avalokitesvara berlokasi di area Pecinan di pusat Kota Solo, tepat di depan pintu masuk menuju Pasar Gede. Pengunjung bisa menggunakan angkutan kota atau Bus Batik Solo untuk menuju ke area ini. Pengunjung yang tidak beribadah diharapkan berpakaian sopan serta menjaga ketertiban saat masuk ke area kelenteng.

65 Tempat Wisata Budaya di Solo

40. Vihara Dharma Sundara

Vihara Dharma Sundara adalah wihara yang unik, karena tempat ibadah ini juga memiliki semacam candi kecil di areanya. Bangunan wiharanya berbentuk limas berundak, sedangkan candinya berwarna putih, lengkap dengan formasi stupa serta patung-patung gajah putih di sudut-sudut pekarangannya. Wihara ini sangat indah dan biasanya sangat tenang, dan pengunjung tidak perlu membayar untuk bisa melihat dan memotret di area ini. Akan tetapi, pengunjung diharapkan bersikap serta berpakaian sopan.

Vihara Dharma Sundara berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda di area Pucangsawit. Jalan ini bisa dicapai dengan menggunakan Bus Batik Solo.

41. Astana Giribangun

Astana Giribangun terkenal sebagai tempat pemakaman Soeharto, mantan presiden kedua Indonesia. Komplek pemakaman ini luas dan berada di dalam bangunan terbuka dengan pilar-pilar tebal. Selain area pemakaman utama, Astana Giribangun juga memiliki fasilitas cukup lengkap, seperti toilet, tempat istirahat, serta halaman parkir yang cukup luas. Tempat pemakaman ini berlokasi di area pegunungan yang sejuk dan berpemandangan indah.

Astana Giribangun berlokasi di Desa Matesih, Karanganyar. Perjalanan ke tempat ini memakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam dari Solo, tergantung kondisi lalu lintas. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00. Pengunjung tidak dipungut biaya, tetapi wajib berpakaian sopan dan mengenakan selendang atau kerudung yang disediakan oleh pihak pengelola makam.

42. Beteng Trade Center Solo

Beteng Trade Center (BTC) dikenal sebagai pusat belanja kain dan pakaian di Solo, dan menawarkan berbagai produk. Walau dikenal sebagai pusat grosir kain dan pakaian, Beteng Trade Center juga sering didatangi wisatawan dan pembeli eceran yang mengincar pakaian serta kain murah meriah dengan kualitas cukup bagus. Karena lokasinya yang ada di jantung kota, BTC bisa menjadi patokan untuk menemukan berbagai tempat wisata lain seperti Keraton Surakarta dan Pasar Klewer.

Beteng Trade Center buka dari pukul 09.00 hingga 17.00, dan berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, dan dilewati oleh rute Bus Batik Solo Koridor 1. Ada juga beberapa angkutan umum yang melalui tempat ini, seperti angkutan nomor 01A, 01B, dan 04.

43. Solo Square

Solo Square adalah salah satu pusat perbelanjaan yang cukup populer, walau ukurannya tidak terlalu besar. Pusat perbelanjaan ini memiliki berbagai toko dan gerai, mulai dari toko pakaian, mainan, sepatu, tas, optik, gerai makanan cepat saji, dan sebagainya. Ada juga tempat bermain anak-anak, restoran, serta kios jajanan dan minuman. Solo Square juga memiliki bioskop, salon, Matahari, serta supermarket, sehingga pengunjung bisa menemukan berbagai barang kebutuhan di satu tempat.

Solo Square buka dari pukul 09.00 hingga 21.00, dan memiliki lokasi yang cukup strategis di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa diakses lewat City Walk atau Bus Batik. Pusat perbelanjaan ini berdekatan dengan pangkalan taksi serta terminal bus kota, sehingga cukup strategis bagi wisatawan.

44. Solo Paragon Mall

Jika Solo Square terkenal sebagai pusat perbelanjaan kelas menengah, Solo Paragon Mall memiliki atmosfer yang jauh lebih mewah. Pusat perbelanjaan ini memang termasuk yang paling megah di Solo, dengan ratusan toko, restoran, dan gerai terkenal. Pusat perbelanjaan ini menjadi satu dengan Solo Paragon Hotel & Residences, sehingga cocok bagi wisatawan berkantong tebal yang memilih penginapan serta tempat belanja mewah saat berkunjung ke Solo.

Solo Paragon Mall buka dari pukul 10.00 hingga 22.00, dan berlokasi di Jalan Yosodipuro, tidak jauh dari Jalan Slamet Riyadi. Berbagai rute angkutan umum serta Bus Batik Solo melewati pusat perbelanjaan ini karena lokasinya yang cukup strategis.

45. Solo Grand Mall

Bicara soal pusat perbelanjaan, Solo Grand Mall bisa dibilang bersejarah karena merupakan yang pertama di Solo. Berdiri sejak tahun 2004, pusat perbelanjaan ini populer di kalangan pengunjung kelas menengah ke bawah. Ada berbagai gerai, restoran, dan toko luar negeri di dalamnya, tetapi kisaran harga barang yang ada di sini rata-rata cukup murah. Solo Grand Mall juga dikenal sebagai salah satu pusat belanja barang elektronik dan gawai.

Solo Grand Mall berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan kerap menjadi patokan arah untuk menemukan hotel serta tempat wisata lain. Pusat perbelanjaan ini bisa diakses menggunakan Bus Batik Solo serta angkutan kota nomor 02. Solo Grand Mall buka dari pukul 09.00 hingga 21.00.

46. The Park Mall

The Park adalah pusat perbelanjaan yang masih relatif baru di Solo. Pusat perbelanjaan ini sangat modern dan memiliki berbagai gerai lokal serta impor, seperti Starbucks, Baskin Robbins, Asia Waffle, The Body Shop, Batik Keris, Cinema XXI, Tong Tji, Johnny Andrean, hingga Legoland. Ada juga supermarket, apotek, optik, berbagai butik, toko perlengkapan fotografi profesional, tempat terapi refleksologi, hingga kantor layanan terpadu.

The Park buka dari pukul 10.00 hingga 22.00, berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, dan mudah dicapai dengan angkot nomor 02. Pusat perbelanjaan ini juga bisa menjadi patokan untuk menemukan hotel, pusat wisata kuliner, serta tempat wisata kota strategis lainnya di Solo.

47. Agrowisata Sondokoro

Agrowisata Sondokoro adalah Tempat Wisata di Solo keluarga dan sejarah yang menawarkan banyak kegiatan menyenangkan di tengah alam yang indah. Tempat wisata ini berlokasi di Kabupaten Karanganyar, dan aslinya merupakan lokasi pengolahan gula tebu terbesar di kabupaten tersebut. Tempat wisata ini memiliki berbagai fasilitas seperti kolam renang, kolam terapi ikan, arena flying fox dan dan panjat dinding, arena futsal, kolam mandi bola, jaring laba-laba, akuarium ikan air tawar, hingga pusat pijat refleksi.

Ciri khas Agrowisata Sondokoro adalah aktivitas yang memperkenalkan proses pengolahan tebu menjadi gula kepada pengunjung. Karena area pabrik gula di tempat ini masih beroperasi, pengunjung berkesempatan melihat langsung proses pengolahan tebu serta pembuatan gula. Jika sudah lelah, pengunjung bisa makan di kedai yang ada di lokasi, beribadah di musala, atau beristirahat di area santai yang ada.

Agrowisata Sondokoro dapat dicapai dengan berkendara selama sekitar 45 menit dari pusat Kota Solo. Tiket masuknya Rp5.000, tetapi pengunjung harus membayar lagi untuk menaiki setiap wahana di dalamnya, dengan rentang harga tiket antara Rp6.000 hingga Rp8.000. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00.

48. Taman Hutan Raya Mangkunegoro

Taman Hutan Raya Mangkunogero menawarkan wisata alam, edukasi, dan petualangan di lereng Gunung Lawu. Area seluas 213 hektar ini adalah habitat dari berbagai jenis pohon dan hewan, misalnya monyet dan burung seperti elang Jawa yang sudah langka. Taman Hutan Raya Mangkunegoro juga memiliki area perkemahan serta jalan setapak dan jalur petualangan melintasi hutan. Pihak pengelola area ini juga menyediakan fasilitas seperti toilet dan peralatan berkemah untuk disewa.

Taman Hutan Raya Mangkunegoro berlokasi di Kabupaten Karanganyar, tidak jauh dari area Candi Cetho, Kebun Teh Kemuning, dan Candi Sukuh. Tiket masuk ke area hanya Rp3.500, sehingga cocok dijadikan lokasi wisata dan petualangan untuk semua kalangan.

49. Air Terjun Jumog

Berlokasi di Desa Berjo di Karanganyar, Air Terjun Jumog menawarkan pemandangan indah dan udara sejuk. Jika datang pada saat yang tepat, pengunjung bisa melihat pelangi terbentuk di tirai air terjun setinggi sekitar tiga puluh meter ini. Air Terjun Jumog telah dijadikan rekomendasi tempat wisata alam oleh pemerintah setempat, sehingga fasilitasnya lumayan lengkap. Pengunjung bisa memanfaatkan gazebo, taman bermain anak, kolam renang, serta rumah makan yang tersedia.

Air terjun ini berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Solo. Pengunjung yang naik angkutan umum bisa naik rute jurusan Terminal Karangpandang, lalu naik ke ojek ke area air terjun tersebut. Pengunjung masih harus berjalan sejauh 400 meter sebelum mencapai air terjun, tetapi aksesnya sudah dikelola dengan cukup baik.

50. Grojogan Sewu

Tawangmangu adalah salah satu area wisata terkemuka di Kabupaten Karanganyar, dan Air Terjun Grojogan Sewu merupakan daya tarik utamanya. Air terjun ini terkenal karena memiliki debit air cukup besar, serta ketinggian yang cukup lumayan yaitu 81 meter, membuat air terjun ini terlihat cukup spektakuler secara visual. Karena ketinggiannya, Grojogan Sewu memiliki 2 akses masuk, yaitu yang berada di puncak serta dasar air terjun. Selain pemandangan indah dan udara sejuk, pengunjung juga bisa melihat monyet-monyet yang berkeliaran, terutama jika masuk dari pintu atas.

Grojogan Sewu menawarkan fasilitas yang cukup lengkap bagi wisatawan, seperti taman air, taman bermain, tempat beristirahat, hingga rumah makan dengan hidangan istimewa. Ada juga sebuah jembatan yang cocok untuk melihat-lihat pemandangan serta berfoto. Pengunjung harus berjalan kaki sejauh 200 meter serta menempuh anak-anak tangga yang cukup panjang sebelum bisa melihat air terjun ini.

Grojogan Sewu bisa dicapai dengan menggunakan bus maupun mobil. Pelancong yang naik kendaraan umum bisa menggunakan bus dari Solo dengan jurusan Terminal Tawangmangu, lalu disambung naik angkutan kota yang menuju ke akses masuk menuju air terjun.

51. Air Terjun Parang Ijo

Air Terjun Parang Ijo berlokasi di lereng Gunung Lawu, Girimulyo, Kabupaten Karanganyar, tidak jauh dari Solo. Walau tidak seterkenal Grojogan Sewu, air terjun ini sudah dikelola dengan cukup baik. Selain memandang air terjun yang indah, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas seperti kolam renang dangkal, jalur permainan flying fox, dan bahkan penginapan murah.

Lokasi air terjun ini tidak jauh dari Candi Cetho. Pengunjung bisa naik bus jurusan Solo-Tawangmangu dan turun di Terminal Karang Pandan, lalu naik angkutan umum menuju pertigaan di area Nglorok. Dari sana, pengunjung masih harus naik ojek menempuh jarak sekitar 2 kilometer sebelum menemukan pos tempat membeli tiket masuk.

52. Pemandian Umbul Pengging

Pemandian Umbul Pengging berlokasi di Jalan Pengging, Desa Dukuh, Boyolali, dan merupakan tempat wisata yang unik. Pemandian ini dulu kerap digunakan oleh keluarga raja Surakarta, Pakubuwono X untuk bersantai, dan tidak bisa digunakan oleh masyarakat umum. Akan tetapi, sekarang pemandian ini terbuka untuk umum, dan sesekali bahkan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk melakukan ritual tertentu. Umbul Pengging menggabungkan keindahan alam, keunikan peninggalan sejarah, serta wisata pemandian yang dikelola dengan baik.

Pemandian Umbul Pengging memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi, dan memiliki 3 jenis kolam. Selain 2 kolam untuk pengunjung dewasa, ada kolam khusus untuk anak-anak yang dilengkapi dengan berbagai mainan seperti bola dan ban apung. Pepohonan rindang serta gazebo mengelilingi area pemandian ini, sehingga menawarkan suasana sejuk dan menenangkan. Ada juga kedai makanan serta tempat pemancingan di dekat area pemandian tersebut. Tarif masuknya cukup murah: sekitar Rp2.500 untuk pintu masuk utama, dan Rp2.000 untuk setiap kolam.

Pemandian Umbul Pengging lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Solo, yaitu sekitar 15 kilometer ke arah barat. Pengunjung bisa naik mobil atau kendaraan umum yang menuju ke Boyolali, dan turun di dekat Pasar Banyudono. Pemandian tersebut lokasinya tidak jauh dari pasar, dan penduduk sekitar bisa menunjukkan arah dengan mudah.

53. Kebun Strawberry Karanganyar

Kebun Strawberry Karanganyar menawarkan keindahan kebun stroberi serta kesempatan untuk memetik stroberi segar di daerah pegunungan. Kebun stroberi ini berada di jalur Tawangmangu, dan berlokasi sedikit lebih tinggi daripada area Air Terjun Grojogan Sewu (sekitar 1 kilometer). Pengunjung bisa memetik buah stroberi dengan membayar Rp30.000 untuk setiap kilogram buah. Pengunjung juga boleh mencicipi buah sebelum memetiknya.

Kebin Strawberry Karanganyar berlokasi di jalur Solo-Tawangmangu, dan bisa dicapai dengan mobil atau bus selama kurang lebih 90 menit hingga 2 jam. Pengunjung disarankan berangkat pagi-pagi, serta menggunakan kendaraan yang kondisinya baik karena jalur perjalanan yang curam. Kebun ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00, dan tidak mengenakan biaya masuk.

54. Bumi Perkemahan Sekipan

Kabupaten Karanganyar memiliki banyak tempat bagus untuk menikmati keindahan alam, termasuk lewat kegiatan berkemah. Bumi Perkemahan Sekipan adalah salah satu tempat berkemah yang ada di sebelah utara Karanganyar. Area perkemahan ini memiliki pemandangan indah dan udara sejuk, namun ada juga fasilitas yang bisa digunakan peserta perkemahan, seperti kakus, musala, tempat untuk membuat api unggun, dan sumber air.

Bumi Perkemahan Sekipan berjarak sekitar 40 kilometer dari Tawangmangu, serta dapat dicapai dengan berkendara lewat jalur Solo-Tawangmangu. Pengunjung yang tidak membawa kendaraan sendiri bisa naik bus dari Terminal Tirtonadi dengan jurusan Tawangmangu, turun di Terminal Tawangmangu, dan naik angkutan kota menuju Sekipan.

65 Tempat Wisata Alam di Solo

55. Taman Air Tlatar

Taman Air Tlatar berlokasi di Boyolali dan menawarkan paduan wisata alam, lingkungan, serta petualangan. Taman air ini diresmikan pada tahun 1997 sebagai tempat pelestarian sumber air alami serta lokasi kegiatan edukasi tentang lingkungan, terutama terkait pentingnya sumber air serta ekosistem di sekitarnya. Pengunjung bisa menikmati keindahan sumber air, melihat tempat budi daya ikan, bermain di kolam renang, bahkan belajar menanam sayur dan buah seperti kubis dan melon.

Taman Air Tlatar berlokasi di area Gombol, Boyolali, sekitar 25 kilometer dari Solo. Pengunjung bisa menggunakan bus yang menuju ke arah Semarang, kemudian turun di Boyolali, dan naik angkutan kota menuju Jalan Tentara Pelajar nomor 2. Taman air ini buka dari pukul 08.00 hingga 20.30. Tiket masuknya adalah Rp7.000, dengan tambahan Rp4.000 untuk parkir sepeda motor, dan Rp6.000 untuk parkir mobil.

56. Obyek Wisata Mata Air Cokro

Obyek Wisata Mata Air Cokro sekilas mirip seperti wahana kolam air pada umumnya, tetapi mata air ini memiliki peran penting, karena Keraton Mankunegara dulu mendapat pasokan air dari mata air ini. Mata Air Cokro dikelilingi oleh pepohonan sehingga terasa sejuk, namun fasilitasnya dikelola dengan cukup modern, sehingga tampak seperti wahana kolam mandi modern. Pengunjung bisa mandi, duduk-duduk sambil menikmati pemandangan, atau menikmati hidangan lokal di warung yang tersedia.

Obyek Wisata Mata Air Cokro berlokasi di Desa Cokro, 17 kilometer dari Klaten. Pengunjung dari Solo bisa naik bus menempuh jalur Solo-Klaten sepanjang sekitar 40 kilometer. Rute yang bisa dilalui ada 2 macam, yaitu Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Raya Solo, serta Jalan Raya Solo dan Jalan Mlese-Cawas. Tiket masuknya adalah Rp10.000 per orang. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00.

57. Gladag Langen Bogan

Gladag Langen Bogan (Galabo) adalah pusat kuliner malam favorit di Solo. Diresmikan pada tahun 2008, Galabo berlokasi tepat di depan Beteng Trade Center, tidak jauh dari keraton. Pada malam hari, area Galabo ramai dengan deretan meja, kursi, payung dan tenda yang tertata rapi. Pengunjung pun bisa memilih berbagai jenis makanan seperti sate, nasi liwet, wedang, mi, nasi pecel, dan sebagainya. Galabo juga dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi gratis, dan sesekali menjadi tempat pertunjukan musik.

Galebo berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, dan dilewati oleh rute Bus Batik Solo Koridor 1. Selain itu, ada juga beberapa angkutan umum yang melalui tempat ini, seperti angkutan nomor 01A, 01B, dan 04. Akan tetapi, jika malam tiba, lebih baik jika pelancong memanfaatkan jasa taksi atau menggunakan mobil. Galabo buka dari pukul 17.00 hingga 24.00.

58. Café Tiga Tjeret

Café Tiga Tjeret adalah salah satu tempat berkumpul favorit kawula muda Solo, karena lokasinya yang strategis dan harga menu-menunya yang murah. Kedai ini sebenarnya adalah warung berkonsep angkringan modern, dengan kursi-kursi kayu, meja bundar, dan payung. Kedai ini menyajikan berbagai hidangan khas angkringan, termasuk minuman wedang, teh, dan kopi. Café Tiga Tjeret buka dari pukul 11.00 hingga 01.00 dini hari, sehingga cocok sebagai tempat bersantai di sore maupun malam hari.

Café Tiga Tjeret memiliki lokasi cukup strategis, yaitu di Jalan Ronggo Warsito, tepat di depan Pura Mangkunegaran, yang bisa dicapai dengan Bus Batik Solo.

59. Soto Gading Solo

Warung Soto Gading yang berlokasi di pusat Kota Solo memiliki keterikatan dengan Presiden Joko Widodo, kerap menjadi langganan beliau di Solo sejak masih menjabat sebagai gubernur. Warung soto ini menghidangkan soto ayam berkuah bening kekuningan dengan sun, perkedel, dan suwiran daging ayam. Lauk pendampingnya berupa jeroan sapi, bakwan, telur puyuh, tempe goreng, dan sebagainya.

Warung soto ini berlokasi di pusat kota, dekat dengan Keraton Mangkunegara serta Alun-Alun Kidul (Alkid). Warung Soto Gading buka dari pukul 05.30 hingga 15.30.

60. Sate Kere Yu Rebi

Sate kere adalah sebutan untuk sate yang terbuat dari tempe gembus dan berbagai bumbu, serta dihidangkan dengan bumbu kacang. Sate ini banyak terdapat di Solo, tetapi salah satu tempat yang terkenal untuk menikmatinya adalah Sate Kere Yu Rebi. Kedai sate ini telah ada sejak tahun 1986, dan kini menjadi salah satu ikon kuliner Solo. Selain sate kere, pengunjung juga bisa menikmati sate ayam, sate babat, sate kikil, gado-gado, sate ginjal, dan berbagai hidangan lainnya. Harganya cukup terjangkau sehingga cocok untuk wisata kuliner bagi semua kalangan.

Sate Kere Yu Rebi buka dari pukul 10.00 hingga pukul 17.00. Berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional, Laweyan, kedai sate ini berlokasi tidak jauh dari area Kampung Batik, tepat di belakang Stadion Sriwedari. Akan tetapi, pelancong juga bisa menemukan sate ini di area kuliner malam Galabo.

65 Tempat Wisata yang Seru di Solo

61. Serabi Notosuman

Serabi Notosuman adalah julukan untuk area terkenal yang menjadi tempat pembuatan dan penjualan serabi Solo. Ada dua kedai serabi yang cukup terkenal di daerah ini, yaitu Serabi Ny. Lydia dan Srabi Notosuman Nyonya Handayani. Kedua toko serabi tersebut cukup mudah ditemukan karena lokasi mereka berdekatan. Ketika mengunjungi toko-toko ini, pengunjung bukan hanya bisa menikmati dan membeli serabi, namun juga melihat proses pembuatannya.

Ciri khas serabi Solo adalah bentuknya yang tipis dan cenderung lebih halus, dengan adonan sederhana dari santan dan tepung beras. Serabi ini juga tidak dihidangkan dengan gula merah. Akan tetapi, serabi Nyonya Handayani cenderung lebih manis. Pengunjung harus datang pagi-pagi ke toko-toko ini jika tidak ingin kehabisan, karena kedua toko tersebut buka pada pukul 05.00. Tempat ini bisa dicapai dengan angkutan kota 03 dan 09, atau Bus Batik Solo.

62. Warung Selat Mbak Lies

Selat Solo adalah hidangan khas dengan ciri barat dan timur. Hidangan ini terdiri dari campuran daging giling, kentang, buncis, wortel, bawang merah, telur, kuah cair berwarna cokelat, serta saus mustard. Dari berbagai tempat makan selat Solo, yang paling terkenal adalah Warung Selat Mbak Lies. Interior warung ini sangat unik dengan berbagai hiasan pecah-belah di dinding serta bangku-bangku keramik. Selain itu, warung ini juga sering didatangi oleh tokoh terkenal, mulai dari pejabat hingga tokoh dunia hiburan.

Warung Selat Mbak Lies buka dari pukul 10.00 hingga 17.00. Warung ini berlokasi di Gang Serengan, Kelurahan Serengan. Walau lokasinya ada di dalam gang, pengunjung biasanya bisa menemukan warung ini dengan mudah, karena akan ada deretan mobil dan sepeda motor yang cukup ramai (apalagi saat jam makan siang).

63. Kedai Susu Shi Jack

Kedai Susu Shi Jack adalah salah satu tempat nongkrong murah paling terkenal di Solo. Walau sederhana, kedai susu ini menjadi favorit warga sekitar karena menawarkan berbagai kreasi menu susu segar. Kedai Shi Jack, yang mulai beroperasi sejak tahun 1990, juga merupakan pelopor dari kedai-kedai susu yang kini menjamur di Solo. Keunikan lain kedai susu ini adalah nama-nama minuman yang unik, serta atraksi yang dilakukan si peracik minuman dengan melempar-lempar gelas selama proses pembuatan minuman.

Kedai Shi Jack buka dari pukul 17.00 hingga 01.00 dini hari. Kedai ini berlokasi di dekat Benteng Vastenburg, namun ada juga berbagai cabang lain seperti di pusat kuliner malam Galabo, di Jalan Adisucipto dekat Batik Semar, di Alun-Alun Sukoharjo, serta di Jalan RayaSolo Baru.

64. Wedangan Pendopo

Wedangan Pendopo adalah kedai minuman yang bercita rasa budaya tradisional Jawa. Mengambil konsep warung terbuka ala Jawa, Wedangan Pendopo memiliki interior yang dihiasi wayang kulit, radio kuno, foto-foto lama, lukisan, hiasan dinding tradisional, hingga hiasan logo produk-produk lawas. Lokasinya yang berada di jalan kecil di tengah perkampungan membuat kedai ini semakin memancarkan suasana tempo dulu.

Wedangan Pendopo bukan hanya terkenal di kalangan wisatawan dan penduduk lokal, namun juga kerap menjadi langganan pemerintah kota jika ada acara khusus yang membutuhkan sajian khas Solo. Wedangan Pendopo berlokasi di Jalan Srigading di Mangkubumi, tidak jauh dari pusat perbelanjaan Solo Paragon. Karena berkonsep kedai wedang, Wedangan Pendopo buka dari pukul 17.00 hingga 24.00.

65. Es Krim Tentrem

Es Krim Tentrem adalah salah satu kedai lawas di Solo yang menjadi incaran pencinta wisata kuliner. Kedai es krim ini telah ada sejak tahun 1952, dan masih mempertahankan resep ala Belanda dalam pembuatan es krimnya. Selain cita rasa menunya yang unik dan berbeda dari es krim pada umumnya, kedai ini juga memiliki nuansa lawas yang unik baik di bagian luar maupun di dalam bangunannya. Menu andalan kedai ini adalah es krim pelangi yang memiliki cita rasa manis, segar, dan sedikit asam.

Es Krim Tentrem lokasinya sedikit tersembunyi, namun masih mudah ditemukan, karena lokasinya tidak jauh dari Rumah Makan Timlo Solo dan beberapa tempat wisata di Solo lainnya. Cukup naik Bus Batik Solo ke area Jalan Urip Sumoharjo, dan turun di halte dekat RM Timlo Solo. Pengunjung harus menyeberang jalan sebelum bisa menemukan kedai tersebut. Kedai ini buka dari pukul 10.00 hingga 21.00.

Baca Juga Artikel Lainnya : 45 Tempat Wisata di Tangerang yang Wajib Dikunjungi

45 Tempat Wisata di Tangerang yang Wajib Dikunjungi

45 Tempat Wisata di Tangerang yang Wajib Dikunjungi – Di balik kepadatan dan kesibukan kotanya, Tangerang menyimpan begitu banyak destinasi wisata dan aktivitas beragam yang patut dicoba bersama keluarga maupun teman-teman. Destinasi dan aktivitas apa sajakah itu?

1. Taman Potret

Taman Potret berlokasi di Jl. Sudirman, Babakan, Kota Tangerang atau terletak di sebelah barat Tangerang City Mall, dan bisa dicapai menggunakan motor. Taman ini terbuka setiap saat, tetapi umumnya ramai sejak pukul 06.00-23.00.

Penamaan taman ini cocok dengan banyaknya titik foto di Taman Potret. Titik favorit adalah kapal layar klasik, huruf LOVE, 3 patung kuda nil berendam, pendopo khas betawi, dan jembatan merah yang cocok dijadikan tempat berswafoto. Area bermain anak-anak juga tersedia.

Anda tidak dipungut biaya masuk Taman Potret, tetapi harus menjaga kebersihan. Tempat sampah B3, organik, dan non-organik sudah bertengger di beberapa sudut taman. Jika lapar, tinggal bergegas saja ke pasar jajanan yang berada di kawasan Taman Potret.

2. Taman Bambu

Setelah puas berjalan-jalan di Taman Potret, Anda tinggal menyeberang ke Taman Bambu. Taman Bambu ini baru dibangun tahun 2016 oleh Dinas Pertamanan Tangerang bekerja sama dengan Komunitas Bambu Nusantara.

Keunikan Taman Bambu adalah semua ornamen di taman terbuat dari berbagai jenis bambu dengan tujuan memperkenalkan kepada masyarakat tentang kegunaan bambu. Baik anak kecil maupun dewasa pasti sangat senang memanjat rumah bambu, berjalan di atas jembatan gantung bambu, maupun foto di depan patung wanita menari dan perahu bambu.

Taman Bambu dibuka dari pukul 07.00-22.00 dan tidak dipungut biaya untuk masuk ke sana. Pada malam hari, taman ini tidak kalah indah dibandingkan siang hari. Sebab, jalan setapaknya sudah dilengkapi dengan lampion-lampion yang terbuat dari bambu. Romantis!

3. Citra Raya World of Wonders

Citra Raya World of Wonders (WoW) adalah salah satu destinasi wisata unik di Tangerang karena memiliki miniatur 7 keajaiban dunia dan ikon bersejarah negara di dunia. Di sini terdapat planetarium, diorama insectarium, juga menonton aksi memburu dinosaurus di layar 360o.

World of Wonders beroperasi dari Selasa-Jumat pukul 10.00-18.00 sedangkan untuk Sabtu-Minggu buka 1 jam lebih awal. Dengan total 30 wahana yang masing-masing dapat dicoba 2 kali, harga tiket masuk World of Wonders hari Selasa-Jumat adalah Rp60.000 sedangkan Sabtu-Minggu-libur nasional Rp70.000.

World of Wonders berada di dalam Perumahan Citra Raya Cikupa Tangerang. Jika menggunakan mobil pribadi dari luar Tangerang, Anda bisa keluar dari pintu tol Bitung kemudian melintasi Jl. Raya Tangerang-Serang sekitar 15 menit.

4. Taman Buaya

Keunikan Taman Buaya adalah Anda bisa melihat langsung ratusan buaya berbagai jenis berusia. Semua kandang dapat ditelusuri tepiannya dengan aman karena dibatasi kerangkeng. Bahkan, Anda juga bisa membeli satu ember ikan seharga Rp75.000/ember untuk memberi makan buaya. Selain itu, tersedia pula kuliner sate buaya dan suvenir produk kulit buaya di seberang pos masuk.

Harga tiket masuk Taman Buaya hanya Rp10.000 dan dapat dibeli di tempat. Waktu operasional Taman Buaya adalah setiap hari pukul 08.00-18.00.

Satu-satunya cara ke Taman Buaya adalah menggunakan kendaraan pribadi. Jika menggunakan jalur tol, Anda tinggal keluar dari Tol Pintu Air kemudian memutar arah ke Teluk Naga dan ambil arah kanan ke lokasi Taman Buaya di Desa Teluk Naga Jl. Raya Tanjung Pasir KM 29 Kabupaten Tangerang. Begitu belok, Anda akan menemukan patung buaya berukuran besar di depan kompleks penangkaran.

5. Taman Kota 1 BSD

Taman Kota 1 BSD berada di Jl. Letnan Sutopo, Serpong, Tangerang, atau di depan Al-Azhar. Cara ke Hutan Kota 1 BSD sangat mudah. Kalau menggunakan tol, Anda tinggal keluar di Bintaro/Pondok Indah dan akan langsung menemukan Hutan Kota 1 BSD di sisi kanan jalan.

Perbedaan Taman Kota 1 dan Hutan Kota 2 adalah Taman Kota 1 BSD memiliki area yang lebih kecil. Di sini, ada lintasan jogging, alat kebugaran outdoor, skatepark dan jalur akupunktur yang bisa digunakan bebas. Meskipun terbuka selama 24 jam, umumnya taman kota ini ramai mulai pukul 05.30-18.00. Hutan kota 1 BSD bisa dikunjungi setiap hari secara gratis.

6. Hutan Kota 2 BSD

Di Hutan Kota 2 BSD Anda bisa melihat berbagai jenis tanaman hias seperti mawar, anggrek serta bonsai. Ada juga jembatan merah dan pemandangan danau buatan saat di tengah-tengahnya, menjadikan Hutan Kota 2 BSD tidak hanya cocok untuk relaksasi tetapi juga sebagai tempat bagus untuk berfoto.

Anda bisa menikmati sejuknya area hutan pada jam operasionalnya, dari pukul 06.00-18.00. Tidak ada tiket masuk yang harus Anda beli, tetapi jika akan melakukan kegiatan seperti prewedding, rombongan wisata, dan kegiatan komersial harus melapor pada pengelola.

Cara ke Hutan Kota 2 BSD dari Taman Kota 1 adalah belok kiri ke Jl. Pahlawan Seribu dan lurus terus hingga ujung Jl. Kapten Soebijanto Djojohadikusumo. Dari situ, lurus lagi hingga masuk daerah Buaran sampai menemui Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan kemudian belok kanan. Lokasi Hutan Kota BSD 2 berada di Jl. Tekno Widya, Serpong.

7. Taman Bintaro Exchange

Kalau mau menikmati jalan-jalan di taman yang luasnya hampir sama dengan luas malnya, datanglah ke Taman Bintaro Exchange. Taman ini dibagi menjadi beberapa area. Area pertama yang menempel ke mal sering digunakan aktivitas olahraga di akhir pekan. Area taman kedua yang lebih jauh dari mal memiliki fasilitas jogging track, terapi kaki, area skateboarding, dan area parkour. Pengunjung juga bisa melihat ikan, dan melihat-lihat nursery.

Tidak ada tiket masuk untuk beraktivitas di kawasan Taman Bintaro Exchange. Anda cukup membayar parkir. Waktu operasional Taman Bintaro Exchange sama dengan waktu operasional mal pukul 10.00-22.00. Cara ke Taman Bintaro Exchange dari Jakarta yaitu keluar melalui tol Jakarta-Serpong menuju Ciputat kemudian belok kiri ke Jl. Tegal Rotan Raya. Lokasi Taman Bintaro Exchange berada di Sektor VII kawasan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang.

8. Taman Wisata Pulau Situ Gintung

Taman Wisata Pulau Situ Gintung berada di Jl. Kerta Mukti No. 20 Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan. Area wisata ini terbagi menjadi area kolam renang, area outbond, dan area camping. Harga tiket masuk kolam renang di Taman Wisata Pulau Situ Gintung untuk weekday sebesar Rp20.000 dan weekend sebesar 30.000. Wisata Situ Gintung buka setiap hari dari pukul 10.00-18.00.

Jika ingin menginap, Taman Wisata Situ Gintung menyediakan tempat kamping dengan biaya per orang sebesar Rp20.000/malam. Ada juga wisma Situ Gintung yang dapat disewa seharga Rp350.000/malam. Harga paket outbond anak-anak adalah Rp55.000 dan dewasa Rp60.000 termasuk snack dan asuransi.

Dari UIN Syarif Hidayatullah, cara ke Taman Wisata Pulau Situ Gintung yaitu menyusuri Jl. Kertamukti kemudian belok kanan ke Jl. Pisangan Raya. Setelah Masjid Al-Mughiroh, belok kiri dan di sanalah Taman Wisata Pulau Situ Gintung berada.

9. Tanah Tingal

Tanah Tingal adalah sebuah hutan kota yang berlokasi di Jl. Merpati Raya No. 32, Jombang, Kota Tangerang Selatan. Dari Pasar Jombang Ciputat, cara ke Tanah Tingal yaitu mengikuti Jl. Raya Jombang, kemudian belok kiri setelah Sekolah Tanah Tingal Ciputat. Dari Jakarta, Anda bisa mengambil tol Jakarta-Serpong keluar di Pondok Aren/Bintaro.

Sayangnya, jika datang dengan keluarga kecil, Anda hanya bisa menikmati arena kolam dan playground saja. Aktivitas menyusuri hutan, renang, outbond, wall climbing, melihat aktivitas burung, bermain kayak, melihat area sawah, kebun sayur, kebun anggrek, bahkan camping, bermain futsal, dan lain-lain hanya bisa dinikmati apabila datang dengan rombongan 50 orang.

Tanah Tingal beroperasi setiap hari dari pukul 08.00-16.00. Harga tiket masuk Tanah Tinggal per orang untuk weekday Rp10.000/weekend Rp15.000 ditambah parkir mobil Rp2.000 atau motor Rp1.000.

10. Scientia Square Park

Scientia Square Park menawarkan aktivitas menyenangkan sambil menikmati angin dan sinar matahari karena tempatnya outdoor. Aktivitas di sini yaitu berjalan di tengah sawah, melihat berbagai kupu-kupu cantik beterbangan, basah-basahan di water feature, main sepeda, olahraga, memberi makan ikan koi, dan inline skate. Remaja bisa mencoba skateboard dan bike trail. Inline skate bisa disewa dengan membayar Rp20.000 mulai pukul 15.00, sepeda Rp20.000/jam, dan peralatan wall climbing Rp35.000.

Jam operasional Scientia Square Park adalah Senin-Jumat dengan harga tiket masuk Rp30.000 dan Sabtu-Minggu dengan harga tiket masuk Rp50.000 dari pukul 05.00-21.00.

Cara ke Scientia Square Park bisa menggunakan mobil pribadi. Dengan patokan dari bundaran Summarecon Mall Serpong, Anda hanya tinggal lurus ke Jl. Gading Serpong Boulevard. Lokasi Scientia Square Park berada di Jl. Scientia Boulevard, Gading Serpong, Tangerang. Anda bisa juga ikut shuttle bus gratis dari/ke Mall Summarecon Serpong.

11. Situ Cihuni

Situ Cihuni buka 24 jam dan bisa dikunjungi tanpa tiket masuk (gratis). Keunikan alam situ Cihuni ialah jajaran pohon pinus di pinggir danau dengan jalur sepeda yang menantang. Di kawasan Situ Cihuni terdapat agrowisata seluas 32 ha. Di sana wisatawan bisa mencoba bertani. Ada pula saung-saung bambu yang bisa digunakan untuk menyantap hidangan tradisional dari rumah makan yang berada di tempat tersebut.

Situ Cihuni berada di Cihuni, Pagedangan, Tangerang. Untuk mencapainya, gunakan patokan Universitas Prasetya Mulya. Anda hanya tinggal melaju lurus mengikuti Jl. BSD Raya Utama hingga melewati BSD City Mall. Lalu belok kanan saat menemui Cluster Scarlet Summarecon Serpong di sebelah kanan. Letaknya berada di depan danau The Springs-Grisea.

12. Situ Bulakan

Situ Bulakan berada tidak jauh dari I Amsterdam Waterpark. Lokasi Situ Bulakan tepatnya berada di Jl. Mutiara Pluit Utama Kota Tangerang. Untuk mencapainya, Anda bisa menuju Jl. Villa Tomang Baru hingga menemukan bundaran pertama. Setelah menempuh perjalanan sekitar 600 m, Anda akan menemukan Situ Bulakan di kanan jalan.

Keunikan Situ Bulakan atau yang dikenal dengan Danau Mutiara Tomang adalah menyediakan berbagai wahana permainan air dan darat sekaligus wisata kuliner yang harganya sangat terjangkau. Wahana permainan air yang terdapat di Situ Bulakan yaitu sepeda air, perahu, jetski, flyingfox, memancing, dan sepeda air. Ada juga playground yang bisa digunakan anak-anak untuk bebas bermain.

Situ Bulakan tidak memiliki waktu operasional atau terbuka 24 jam. Harga tiket masuk Situ Bulakan gratis, tetapi Anda perlu membayar biaya parkir sebesar Rp2.500.

13. Bale Situ Cipondoh

Situ Cipondoh berlokasi di Jl. K.H. Hasim Ashari Cipondoh, Kota Tangerang, dan beroperasi pukul 08.00-20.00. Cara ke Situ Cipondoh cukup mudah. Dari luar Tangerang, Anda perlu mengarahkan mobil keluar dari tol Tangerang-Merak kemudian menyusuri Jl. Nean Saba. Di persimpangan pertama, belok kiri ke Jl. Sultan Ageng Tirtayasa, kemudian belok kiri terakhir ke Jl. Kampung Haji Jali hingga bertemu Situ Cipondoh.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Situ Cipondoh yaitu flying fox, sepeda air, dan perahu bebek, yang semuanya bisa dicoba dengan harga Rp5.000-25.000/permainan. Balenya cukup banyak untuk sekadar duduk santai melihat pemandangan. Kalau lapar dan tidak membawa bekal, Anda dan keluarga bisa membeli makanan di kantin terdekat seperti jagung bakar dan es kelapa sambil duduk di pinggir Situ.

Untuk menikmati keunikan Situ Cipondoh, Anda perlu membayar harga tiket masuk Situ Cipondoh sebesar Rp3.000.

14. Telaga Biru Cisoka

Telaga Biru Cisoka atau yang dikenal dengan Danau Biru Cigaru menjadi primadona Instagram beberapa waktu ini karena warna danaunya yang unik, kadang biru kadang kuning, tergantung tingkat pH, alga, serta cuaca pada saat berkunjung. Ketidakpastian inilah yang menjadi daya tarik Telaga Biru Cisoka. Anda juga bisa menyewa perahu kayu seharga Rp20.000 untuk mengelilingi danau.

Telaga Biru dibuka dari pukul 07.00-18.00. Harga tiket masuk Telaga Biru Cisoka gratis jika datang berjalan kaki. Jika membawa kendaraan, Anda perlu membayar biaya parkir motor sebesar Rp2.000 atau mobil sebesar Rp10.000.

Untuk mencapai Telaga Biru dari luar Tangerang dengan angkutan umum, Anda bisa menggunakan kereta dan turun di Stasiun Tigaraksa kemudian naik angkot jurusan Adiyasa-Balaraja hingga ke pertigaan SMAN 8 Cisoka. Kemudian, lanjutkan perjalanan dengan ojek/berjalan kaki hingga ke gerbang Telaga Biru. Lokasi Telaga Biru Cisoka ada di Jl. Tiga Raksa, Cisoka, Tangerang.

15. Bendungan Pintu Air Sepuluh

Kalau Anda berniat ke Masjid Pintu Seribu, jangan lupa mampir ke Bendungan Pintu Air Sepuluh yang berlokasi di Mekarsari, Kota Tangerang. Di sini, Anda akan melihat 10 pintu air di tengah-tengah aliran Sungai Cisadane yang telah berdiri kokoh sejak zaman Belanda. Istimewanya, air sungai ini mengaliri sekitar 500 ha sawah di Kota dan Kabupaten Tangerang.

Di waktu-waktu tertentu, pintu air yang tertutup mungkin hanya 3-4 tergantung debit air dan kebutuhan. Jika sedang surut, Anda bisa melihat anak-anak bermain di tengah-tengah sungai dan penduduk yang membawa jala/bubu untuk menangkap ikan.

Pengunjung Bendungan Pintu Air Sepuluh tidak dikenakan tiket masuk dan bisa mengunjunginya kapan saja. Untuk ke sana, Anda bisa mengarahkan kendaraan keluar dari tol Tangerang menuju ke Jl. Dr. Sitanala hingga Jembatan Baru kemudian masuk ke Jl. Sangego Raya.

16. Tandon Ciater

Tandon Ciater adalah kawasan wisata danau buatan di Tangerang Selatan. Anda bisa menikmati matahari sore sambil bercengkerama dengan teman atau keluarga di sini. Fasilitas yang tersedia di antaranya jogging track, rumah adat betawi, serta yang sedang dibangun yaitu area perkemahan.

Waktu operasional Tandon Ciater adalah pukul 06.00-18.00. Tidak ada tiket masuk untuk mengunjungi Tandon Ciater. Anda bisa membawa makanan dan minuman sendiri, tetapi jangan lupa membuang sampahnya pada tempat yang disediakan.

Tandon Ciater berada di Jl. Haji Buaran, hanya 9 menit dari Hutan Kota 2 BSD. Untuk mencapai Tandon Ciater dari Taman Kota 2, Anda bisa putar balik dari Jl. Tekno Widya ke Jl. Buaran kemudian belok kanan ke Jl. H. Saran. Dari situ, belok kanan lagi ke Jl. Widya Kencana kemudian lurus terus hingga menemukan Tandon Ciater.

17. Pantai Tanjung Pasir

Pantai Tanjung Pasir berada di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Anda bisa mencapainya dari Jakarta dengan keluar dari tol JORR menuju Jl. Kapuk Kamal Raya kemudian belok kiri ke Jl. Raya Dadap. Setelah melewati Rumah Sakit Bersalin, 600 m kemudian belok ke Jl. Kp. Melayu Barat, dan belok kanan ke Pantai Tanjung Pasir.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Pantai Tanjung Pasir sangat banyak, mulai dari banana boat, memancing, hingga kapal motor. Anda bisa puas bermain pasir seharian tanpa takut kelaparan, kesulitan menemukan tempat salat, atau ruang bilas karena semua fasilitas tersebut ada di sana.

Anda bisa mencoba kapal motor untuk menyerang ke Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu dengan biaya Rp50.000 pergi-pulang. Harga tiket masuk Pantai Tanjung Pasir hanya Rp5.000 per orang belum termasuk parkir. Waktu operasional Pantai Tanjung Pasir 24 jam, tetapi ramai dari 11.00-18.00 saja. Bagi yang membawa kendaraan, akan dikenakan retribusi Rp20.000 untuk kendaraan roda 4 dan Rp10.000 untuk kendaraan roda 2.

18. Pantai Tanjung Kait

Pintu masuk Pantai Tanjung Kait berlokasi di depan Kelenteng Tjo Soe Kong. Pantai Tanjung Kait memang bukan diperuntukkan untuk wisata bermain pasir karena bibir pantainya curam. Meski demikian, banyak orang yang suka memancing di sini karena ikan yang didapatkan beragam, dari ikan kuro hingga kerapu.

Anda harus membayar sewa titik pemancingan kepada pemilik mulai dari harga Rp20.000-50.000. Selain memancing, Anda bisa menikmati hidangan laut di rumah-rumah panggung sambil melihat nelayan beraktivitas di dermaga-dermaga yang terbuat dari bambu.

Seluruh keunikan pantai ini bisa dinikmati tanpa perlu membeli tiket masuk alias gratis. Anda pun bisa datang kapan saja karena pantai ini buka selama 24 jam. Untuk menuju ke sana, Anda bisa keluar dari gerbang tol Balaraja Timur. Anda tinggal menyusuri Jl. Raya Serang dan belok kanan ke Jl. Kampung Cayur. Sekitar 3-4 km, belok kiri ke Jl. Raya Pasar Mauk kemudian belok kanan ke Jl. Insinyur Sutami.

19. Museum Benteng Heritage

Museum Benteng Heritage terletak di Jl. Cilame No. 20, Sukasari, Kota Tangerang, tepatnya di kawasan Pasar Lama. Untuk mencapainya dari Stasiun Tangerang, Anda bisa menuju ke arah Jl. Kiasnawi kemudian belok kiri ke Jl. Kisamaun hingga bertemu Jl. Kali Pasir sampai ke Jl. Cilame.

Di museum ini, Anda akan menyelami kebudayaan Tionghoa di Tangerang melalui cerita di balik artefak-artefak Tionghoa yang ada. Interior khas Tionghoa begitu kental dan tertata apik di museum berlantai 2 ini.

Waktu kunjungan Museum Benteng Heritage setiap Selasa-Minggu pukul 10.00-17.00. Harga tiket masuk Museum Benteng hanya Rp20.000, sudah termasuk pemandu tur yang akan menceritakan sejarah peranakan Tionghoa-Indonesia. Durasinya 45 menit dan dibatasi 20 orang saja setiap turnya.

20. Kramat Solear

Mulanya, Kramat Solear adalah tempat ziarah ke makam pengikut para wali, salah satunya seorang Panglima Syekh Mas’ad bin Hawa yang dulu dipercaya Sultan Banten untuk menyebarkan agama Islam di daerah Tigaraksa. Letaknya berdekatan dengan hutan lindung sehingga sering didatangi ratusan kera, mirip dengan Sangeh di Bali. Keunikannya, Anda bisa memberi makan kera-kera ini dengan buah atau kacang-kacangan.

Keramat Solerat berada di Dusun Solear, Cidahu, Kabupaten Tangerang. Harga tiket masuk ke kawasan Keramat Solear adalah Rp5.000 belum termasuk parkir. Pada musim ziarah, umumnya pengunjung mulai memadati kawasan ini dari pagi hingga sore. Untuk mencapai Kramat Solear dari Jakarta, Anda bisa menyusuri tol Jakarta-Tangerang-Merak kemudian masuk ke Jl. Raya Serang hingga menemui pertigaan. Dengan belok kiri dari pertigaan ini, Anda akan memasuki Kecamatan Solear.

21. Masjid Pintu Seribu

Masjid ini dinamakan pintu seribu karena konstruksi bangunannya memiliki pintu yang sangat banyak. Padahal, nama asli masjid ini adalah Masjid Nurul Yaqin. Selain keunikan eksteriornya, masjid ini juga sangat luas (sekitar 1 ha). Sebagian besar bangunan Masjid Pintu Seribu berbentuk lorong sangat sempit, dengan suasana temaram hingga gelap total, sehingga Anda harus menundukkan kepala dan membawa senter sendiri.

Lokasi Masjid Pintu Seribu berada di Bayur Periuk Jaya, Periuk, Kota Tangerang. Letaknya yang berada di tengah pemukiman warga dan sawah-sawah menyebabkan masjid ini kurang dapat dijangkau oleh pengunjung, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Untuk mencapai Masjid Pintu Seribu dari luar Tangerang, Anda bisa keluar dari tol Jakarta-Merak. Tidak ada tiket masuk yang harus dibeli maupun jam operasional Masjid Pintu Seribu karena ini merupakan tempat ibadah umat muslim. Namun, Anda bisa memberikan infak jika berkenan.

22. Masjid Raya Al-A’zhom

Kubah utama Masjid Al-A’zhom merupakan kubah masjid terbesar di Indonesia. Diameternya 96 meter dan berfungsi menjaga suhu di dalam masjid agar tetap sejuk. Selain ukurannya yang besar, kubah ini juga indah. Bagian dalam kubah dihiasi kaligrafi 7 surat pertama dalam Alquran.

Di malam hari, lampu yang berpendar dari 4 menara membuat masjid ini tampak biru, seperti Blue Mosque di Turki. Anda bisa menikmati keindahannya kapan saja, dari luar maupun dari dalam masjid.

Lokasi Masjid Raya Al-A’zhom berada di depan Kantor Walikota Tangerang, kawasan Pusat Pemerintahan. Cara ke Masjid Raya Al-A’zhom dari Jakarta adalah keluar dari pintu tol Tangerang-Merak. Dari arah Museum Benteng/Stasiun Tangerang di Jl. Kisamaun, lanjutkan menyusuri Jl. Daan Mogot kemudian belok kanan ke Masjid Raya Al-A’zhom di Jl. Satria-Sudirman.

23. Pulau Cangkir

Pulau Cangkir sebetulnya merupakan tempat disemayamkannya seorang ulama bernama Syekh Waliyuddin. Pengunjung umumnya datang kesini untuk melakukan ziarah, tetapi tak jarang pula untuk sekedar berwisata karena pemandangannya yang indah. Di sini Anda bisa melihat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pemandangan hutan bakau sejauh mata memandang.

Cara ke Pulau Cangkir dari Jakarta yaitu naik bis jurusan Kali Deres-Kronjo. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa keluar dari tol Jakarta-Merak hingga sampai di Jl. Pasar Kemis Kabupaten Tangerang dan lanjutkan hingga bertemu Jl. Raya Cadas-Daon. Selanjutnya, belok kiri di tikungan pertama, lalu saat ada persimpangan belok kanan. Lokasi Pulau Cangkir ini termasuk daerah Kabupaten Tangerang.

Meskipun pulau ini terbuka 24 jam, waktu operasional pengelola dan TPI adalah pukul 10.00-18.00. Harga tiket masuk Pulau Cangkir hanya Rp6.000 termasuk ke TPI. Harga yang sangat terjangkau dan sangat cocok untuk wisata bersama keluarga.

24. Kelenteng Tertua di Tangerang: Boen Tek Bio

Kelenteng Boen Tek Bio berlokasi di Jl. Bhakti No. 14, sangat dekat dengan Museum Benteng dan kawasan kuliner Pasar Lama. Anda bisa ke Boen Tek Bio menggunakan angkutan umum dari luar Tangerang, yaitu dengan menggunakan commuter dan turun di Stasiun Tangerang kemudian berjalan ±100 m. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, Anda harus parkir 100 m di ujung Jl. Ki Samaun.

Kelenteng Boen Tek Bio istimewa sebab telah berusia 300 tahun dan dinobatkan sebagai kelenteng tertua di Kota Tangerang. Ornamen yang terdapat pada kelenteng ini sungguh indah. Di antaranya yang menyita perhatian adalah lonceng emas besar di depan kelenteng dan singa batu yang dibuat sejak tahun 1872. Tidak ada tiket masuk ke Kelenteng Boen Tek Bio dan bisa dikunjungi selama 24 jam.

25. Kelenteng Terujung Tangerang: Tjo Soe Kong

Kelenteng Tjo Soe Kong terletak di Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang. Jika dari Jakarta, cara ke Kelenteng Tjo Soe Kong adalah keluar dari tol Jakarta-Merak kemudian menyusuri Jl. Pasar Kemis hingga bertemu Jl. Raya Cadas-Daon. Di tikungan pertama belok kanan kemudian belok kiri di tikungan terakhir hingga sampai di Kelenteng Tjo Soe Kong.

Dibandingkan kelenteng lain yang ada di pulau Jawa, Kelenteng Tjo Soe Kong tidak memiliki patung naga atau patung burung. Bangunannya bermaterial batu bata sehingga sekilas kelenteng ini terlihat sangat sederhana. Letaknya berdekatan dengan Pantai Tanjung Kait dan memiliki ciri dua pagoda di depannya. Konon, pagoda ini masih tidak berubah dari bentuk asli sejak awal pembuatannya.

Anda bisa mengunjungi kelenteng ini kapan saja, sebab kelenteng ini terbuka selama 24 jam. Anda juga tidak akan dipungut biaya untuk masuk ke Kelenteng Tjo Soe Kong.

26. Kelenteng Boen Hay Bio

Kelenteng Boen Hay Bio merupakan kelenteng tertua di Serpong, Kota Tangerang. Usianya sama dengan Kelenteng Boen Tek Bio, yaitu 3 abad. Ciri khas kelenteng ini adalah sebuah kepiting raksasa yang akan menyambut Anda di gerbang masuk kelenteng.

Ornamen khas Tiongkok berwarna merah mendominasi interior dan eksterior kelenteng. Di antaranya tambur berukuran besar dengan ornamen indah. Di ruang utama terdapat lilin yang selalu menyala sebagai simbol bahwa kehidupan yang selalu berjalan. Di dekat altar ibadah utama, terdapat naga besar yang melilit pilar.

Anda bisa menyaksikan keindahan Kelenteng Boen Hay Bio kapan saja karena tempat ini buka 24 jam, dan tanpa dipungut biaya. Lokasi Boen Hay Bio berada di Jl. Pasar Lama Serpong, Cilenggang, Tangerang Selatan. Anda bisa mencapainya dari arah Stasiun Serpong dengan menelusuri Jl. Raya Serpong kemudian belok kiri setelah 60 m.

27. Kelenteng Boen San Bio

Tempat Wisata di Tangerang Kelenteng Boen San Bio (Vihara Nimmala) unik karena menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa dan Islam. Di bagian belakang kelenteng, terdapat petilasan penyebar Islam di Cikarang sekaligus putra mahkota kerajaan Cianjur yaitu Raden Surya Kencana. Dari segi arsitektur, bangunan Kelenteng Boen San Bio sangat megah. Pintu masuknya dijaga oleh singa betina dan atapnya dijaga oleh sepasang burung phoenix.

Masuk ke kelenteng ini tidak dikenakan biaya dan bisa dikunjungi untuk beribadah setiap saat. Kelenteng Boen San Bio berada di Jl. KS Tubun No. 43 Kota Tangerang, hanya 7 menit dari Kelenteng Boen Tek Bio. Untuk menuju ke Kelenteng Boen San Bio dari Boen Tek Bio, Anda bisa menyetir ke arah kanan menuju Jl. Kali Pasir Indah, kemudian belok kiri ke Jl. Merdeka, dan terakhir ambil jalur ke Jl. Otista Raya.

28. Taman Jajan CBD Bintaro

Taman Jajan CBD Bintaro terkenal karena pilihan makanannya sangat banyak dan unik. Di sini, Anda bisa mencoba jajanan kaki lima hingga jajanan bintang lima seperti sandwich, steamboat, sushi, steak, Indian cuisine, Chinese food, Japanese food, seafood, pisang ijo, iga, pasta, swike, dan banyak lagi.

Harga makanan di Taman Jajan CBD berkisar antara Rp25.000-100.000 tergantung tenant. Taman Jajan CBD buka dari pukul 11 pagi hingga tengah malam.

Dari arah Bintaro Exchange Mall atau Stasiun Jurangmangu, cara ke Taman Jajan Bintaro adalah belok ke Jl. Boulevard Bintaro Jaya kemudian memutar balik ke arah Bintaro Sektor 7. Lokasi taman jajan Bintaro berada di Jl. Moh. Husni Thamrin, bersebelahan dengan Bank Permata dan Swalayan Hari.

29. Salsa Food City

Hampir sama dengan beberapa supermal di kawasan Tangerang, Salsa Food City juga mengusung konsep outdoor foodcourt. Di sini ada 50 tenant yang menyediakan makanan halal dan non-halal bagi umat muslim. Salah satu makanan yang terkenal adalah beragam hidangan babi. Pilihan makanan lainnya adalah hidangan laut, steak, cakue, duren, hidangan betawi, masakan Cina, mi ayam, dan jus. Kisaran harga makanan di Salsa Food City adalah Rp50.000-100.000.

Salsa Food City berada di Garden Walk Summarecon Mall Serpong (SMS) Jl. Kelapa Gading Selatan, Tangerang, tidak jauh dari pintu keluar tol. Waktu operasionalnya yaitu pukul 11.00-22.00. Untuk ke sana, dari arah Plaza Summarecon Serpong, Anda tinggal mengitari bundaran ke Jl. Gading Serpong Boulevard kemudian masuk ke kawasan SMS. Jika menggunakan angkutan, turun langsung di halte BSD City.

30. The Flavor Bliss

Makan di The Flavor Bliss cukup istimewa sebab ada lebih dari 20 outlet yang menyediakan masakan tradisional dan internasional, belum termasuk factory outlet dan modern grocery store. Anda bisa menemukan seafood, masakan Korea, masakan Tionghoa, masakan Jepang, serta snack, dan street food. Harga makanan rata-rata di The Flavor Bliss berkisar antara Rp50.000- Rp150.000.

Uniknya, di sini Anda bisa merasakan konsep alfresco dining and shopping, yaitu makan dan hangout sambil menikmati matahari sore atau outdoor window shopping. Pengelola juga rajin mengadakan live music untuk menghibur para pengunjung.

The Flavor Bliss buka dari pukul 09.00-22.00 dan berlokasi di Jl. Alam Sutera Boulevard, Serpong Utara, Kota Tangerang. Untuk ke The Flavor Bliss dari daerah Tangerang, cukup menggunakan angkot jurusan Serpong-Kali Deres dan turun di bundaran Alam Sutera. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, tempat ini bisa ditemukan dengan menempuh perjalanan 5 menit saja dari Jl. Raya Serpong. Jika dari Jakarta, Anda bisa keluar dari tol Jakarta-Serpong. Anda juga bisa menggunakan shuttle bus Trans BSD City, serta commuter line sampai Stasiun Rawa Buntu.

31. Kuliner Malam ke Pasar Lama

Pasar Lama adalah kawasan pecinan di Kota Tangerang yang terkenal dengan bangunan tua bersejarah seperti kelenteng dan Museum Benteng.

Sekilas, makanan yang dijajakan biasa saja, tetapi Anda harus mencobanya dulu agar tahu kelezatannya. Yang patut dicoba adalah sate ayam, roti cane, es putri salju, asinan, sate babi, emping jengkol, bakso, bubur dan bakmi kepiting, dan mi ayam.

Jika Anda ingin berwisata kuliner ke kawasan Pasar Lama, Anda bisa datang dari jam 07.00-12.00 malam. Namun, umumnya kuliner Pasar Lama ramai di malam hari. Kisaran harga makanan di kawasan kuliner Pasar Lama yaitu Rp10.000-50.000.

Kuliner Pasar Lama berada di Jl. Kisamaun, Sukasari, Kota Tangerang dan tidak bisa dicapai menggunakan kendaraan. Anda harus parkir di ujung Jl. Ki Samaun kemudian jalan kaki untuk menjelajah Pasar Lama.

32. Kuliner Pasar Modern BSD

Setelah selesai belanja Tempat Wisata di Tangerang, Anda bisa mampir ke kawasan kuliner Pasar Modern BSD lantai 2. Yang unik, Anda bisa mencicipi soto dan bakmi medan, pisang goreng srikaya, pastel, nasi bogana, kopi Indonesia dan Vietnam, ketupat sayur Padang, serabi, pempek, shabu-shabu, hingga bubur salmon!

Di malam hari, kawasan kuliner kaki lima mengambil tempat di area parkir ruko Pasar Modern BSD dari mulai pukul 17.00-23.00 dengan kisaran harga Rp50.000-75.000. Tidak ada retribusi masuk Pasar Modern kecuali Anda harus membayar parkir jika membawa kendaraan pribadi.

Pasar Modern terletak berada di BSD City Sektor 1 Jl. Letnan Soetopo Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Dari exit tol BSD City, Anda bisa mengikuti Jl. Pelayangan kemudian memutar arah ke Jl. Griya Loka Raya. Sekitar 1 km, belok kanan ke Jl. Kalimantan, kemudian belok kiri ke Pasar Modern.

33. Mal Tanpa Sekat: The Breeze

Mal The Breeze didesain tanpa sekat dan dikelilingi ruang terbuka nan hijau dengan pemandangan sungai Cisadane. Beberapa tenant menyuguhkan makanan tradisional khas Indonesia, seperti makanan khas dari Makassar, Manado, Betawi, Bandung, Padang, Bogor, Yogyakarta, serta hidangan internasional dari Jerman, Thailand, Chinese, dan Jepang.

Gerai kopi juga berjejer, tinggal memilih saja yang menjadi favorit Anda. Harga makanan di The Breeze sekitar Rp50.000-150.000 tergantung tenant-nya. Kalaupun tidak belanja atau berwisata kuliner, Anda bisa jalan-jalan santai di jalur pejalan kaki outdoor yang dilengkapi kanopi di seluruh area atau bersepeda.

Lokasi The Breeze ada di Jl. BSD Green Office Park, Cisauk, Tangerang. Untuk ke sana, Anda bisa mengikuti Jl. Edutown hingga bertemu Jl. BSD Raya Barat. Ambil U-turn ke Jl. BSD Green Office Park hingga bertemu The Breeze.

34. Alfresco Dining ala Benton Junction

Kalau Anda mencari tempat foto sekaligus kuliner mantap dalam satu tempat, maka datanglah ke Benton Junction. Di sini, Anda akan menikmati suasana outdoor (alfresco dining) sambil makan camilan atau makanan berat yang berasal dari berbagai negara. Harga makanan di Benton Junction rata-rata Rp50.000-100.000.

Benton Junction buka pukul 10.00-23.00 dan berada di kawasan Lippo Karawaci Jl. Boulevard Palem Raya No. 38 Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang. Letaknya berseberangan dengan Universitas Pelita Harapan. Anda bisa ke sana dengan keluar dari gerbang tol Karawaci 1 kemudian belok kiri ke Jl. Boulevard Palem Raya.

35. Marcopolo Water Adventure

Marcopolo Water Adventure menawarkan pengalaman berenang dengan pemandangan jalanan dan kota dari lantai 5. Waktu operasional Marcopolo Water Adventure adalah pukul 09.00-19.00. Harga tiket masuknya Rp30.000 untuk weekday dan Rp50.000 untuk weekend ditambah sewa loker Rp5.000.

Kolam renang Marcopolo cukup unik karena punya berbagai tipe kolam renang. Marcopolo menyediakan kolam 20-50 cm yang dilengkapi dengan bola warna-warni, kolam kanal yang memiliki gua panjang yang dialiri air deras, seluncur besar, pancuran jamur, serta whirlpool untuk dewasa. Anda bisa menyewa ban seharga Rp20.000 untuk menyusuri kolam arus sepanjang 200 m.

Marcopolo Water Adventure berada di Serpong Town Square (Best Western Serpong) dan bisa dicapai dari Jakarta melalui pintu tol Jakarta-Merak. Di persimpangan, belok kiri hingga sampai di Serpong Town Square. Marcopolo terletak di tower paling depan kawasan tersebut.

36. Ocean Park

Sesuai namanya, Ocean Park menawarkan wahana bertema samudera di lahan seluas 8,5 ha. Ocean Park bisa dijelajahi seharian sebab waktu operasional Ocean Park dari pukul 11.00-19.00 untuk Senin-Jumat dan 08.00-19.00 untuk Sabtu-Minggu.

Ocean Park memiliki berbagai tipe kolam, seluncuran, trampolin, dan flying fox untuk anak-anak dan dewasa. Bayi dan balita bisa bersenang-senang di kolam sedalam 20 cm dan 40 cm yang dilengkapi Giant Mushroom, Steam Boat, Jelly Fish, Splash Town, Shell Slide, dan Atlantis Castle.

Yang patut dicoba adalah Slide Tower Spiral (10x60m), Race Slide (10x40m), kolam ombak (15 menit setiap 1 jam), dan mengikuti arus sepanjang 500 m menggunakan ban sewa. Harga sewa ban Ocean Park untuk double adalah Rp25.000 dan yang single Rp15.000.

Cara menuju Ocean Park bila keluar dari tol Tangerang yaitu mengikuti Jl. Pelayangan kemudian belok kanan ke Jl. Pahlawan Seribu. Anda telah sampai di lokasi Ocean Park.

Harga tiket masuk Ocean Park per orang untuk weekday Rp55.000 dan weekend/libur Rp95.000 ditambah sewa loker kecil Rp10.000 atau loker besar Rp20.000. Harganya bisa lebih murah karena ada banyak sekali promo setiap harinya.

37. I Amsterdam Waterpark

I Amsterdam Waterpark terletak di Kutabumi Pasar Kamis. Anda bisa ke sana menggunakan angkot ke arah Kotabumi lalu melanjutkan berjalan kaki/naik ojek dari depan Perumahan Villa Tomang Baru sekitar 10 menit. Jika berasal dari luar Tangerang, Anda bisa keluar dari pintu tol Cikokol Tangerang.

Keunikan I Amsterdam waterpark ini adalah semua kolam dan tamannya bertema Belanda. Ada kolam yang memiliki kincir angin, jembatan seperti Magere Brug, giant water bucket, dan jejeran rumah-rumah persis seperti di Belanda. Flying fox melintang di atas kolam utama dan tidak dikenakan biaya tambahan jika ingin mencobanya.

Harga tiket masuk I Amsterdam Waterpark cukup terjangkau yaitu Rp35.000 per orang untuk weekday dan Rp45.000 per orang untuk weekend. Anda bisa datang bersama keluarga setiap hari di jam operasional I Amsterdam Waterpark dari pukul 08.00-18.00.

38. Teluk Naga Mas

Lokasi Teluk Naga Mas berada di Jl. Raya Kyai H. Mushonif, Teluk Naga, Tangerang. Anda bisa mencapainya dari tol Prof. Sedyatmo, melalui gerbang tol menuju Jl. Kapuk Kamal Raya, belok kiri ke Jl. Raya Dadap hingga menemui Jl. Raya Kosambi. Setelah melewati RS Bersalin, belok kanan ke Jl. Kp. Melayu Barat kemudian belok kanan hingga bertemu Jl. Raya Kyai H. Mushonif.

Di Teluk Naga Mas, wisatawan bisa melihat sejarah dan peninggalan awal mula datangnya penduduk Tionghoa ke Teluk Naga. Anda juga bisa mencoba wahana lain seperti flying fox, berenang, dan naik kereta keliling dengan harga tiket Rp5.000/orang. Di sini juga disediakan gazebo untuk acara keluarga/kantor dengan pemandangan danau dengan harga sewa Rp100.000/2 jam.

Harga tiket masuk Teluk Naga Mas adalah Rp15.000 dan beroperasi setiap hari kecuali Jumat dari pukul 08.00-17.00.

39. Saiji Waterpark

Tempat Wisata di Tangerang Saiji Waterpark berada di Perumahan Serpong Garden Tangerang. Untuk ke sana, keluar dari tol Jakarta-Serpong menuju Jl. Pelayangan kemudian belok kiri ke Jl. Boulevard BSD Timur hingga menemukan Jl. Raya Serpong Rumpin. Dari sini, ikuti Jl. Raya Cisauk-Lapan hingga ke Perumahan Serpong Garden.

Selain menyediakan kolam renang, Saiji Waterpark juga dilengkapi dengan lapangan tenis, sepeda layang, kolam pemancingan, bioskop 4D, dan wisata danau dengan perahu bebek. Jika ingin memancing di kolam ikan kiloan, Anda cukup membayar sesuai berat ikan yang telah dipancing dengan harga Rp35.000/kg.

Saiji Waterpark buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 dengan harga tiket masuk Rp35.000/orang untuk weekday dan Rp40.000/orang saat weekend. Harga tiket sudah termasuk tiket bioskop 4D pada low season.

40. Playground Raksasa di Paradise Dreamland

Keunikan Paradise Dreamland adalah arena bermainnya sangat luas. Anak-anak bisa bermain seharian di Giant Playground dan berenang di Paradise Pool. Bahkan, mainan di Giant Playground bukan hanya tersedia bagi balita dan anak-anak saja, tetapi juga terdapat alat-alat fitness outdoor bagi orang tua sambil menunggu anak selesai bermain.

Paradise Pool buka setiap hari dari pukul 07.00-18.00 dan playground-nya tutup hingga pukul 19.00. Harga tiket masuk bundling Paradise Dreamland saat weekday hanya Rp17.000 dan weekend Rp24.000. Anda bisa membeli tiket non-bundling untuk weekday, harga tiket masuk pool saja Rp15.000 dan playground saja Rp5.000 sedangkan untuk weekend masuk pool saja Rp21.000 dan playground saja Rp6.000.

Dari Jakarta, cara ke Paradise Dreamland dengan keluar dari tol Serpong belok ke Jl. Rawa Buntu, Jl. Kelurahan Buaran, dan Jl. Kodiklat TNI . Terakhir, belok kiri ke Jl. Puspitek Raya Serpong. Lokasi Paradise Dreamland ada di Paradise Serpong City Jl. Paradise Serpong City, Kota Tangerang Selatan.

41. Bioskop anak-anak di Cinemaxx Junior

Cinemaxx Junior ada di kawasan Maxxbox Lippo Village Tangerang. Berbeda dengan bioskop orang dewasa, dari mulai kursi penonton, ruang teater, ruang tunggu, hingga menu makanannya khusus untuk anak-anak usia 3-10 tahun. Tak heran, ruang tunggunya saja berisi flying fox, trampolin raksasa, tube slides, spinners, sliding pole, spinning balls, drawing wall, dan playground.

Film khusus anak-anak di sini hanya tayang 2-3 kali per hari. Jadwalnya bisa dilihat di website Cinemaxx Theatre. Harga tiket Cinemaxx Junior tergantung pilihan kursi yaitu Sofabed Rp200.000/2 orang serta lounger/cinemaseat/beanbag seharga Rp100.000. Anak-anak di bawah 8 tahun wajib didampingi orang dewasa dengan membayar harga tiket yang sama.

Pintu tol terdekat dengan Cinemaxx Junior adalah gerbang tol Karawaci. Dari sini, Anda bisa belok kiri ke Jl. Boulevard Palem Raya hingga menemukan Supermal Lippo Village. Cinemaxx Junior ada di lantai 2.

42. Rumah Sains ILMA

Di Rumah Sains ILMA, anak-anak akan diajak melakukan berbagai percobaan dari bahan-bahan yang mudah ditemukan sehari-hari dan menyimpulkan gejala yang terjadi. Anda bisa memilih tema sains yang masing-masing terdiri dari 3-4 eksperimen. Ada tema roket, bertema musik/bebunyian, bertema magnet, dan slime.

Harga setiap program di Rumah Sains ILMA sekitar Rp30.000-40.000. Namun, Anda perlu melakukan reservasi 1 hari sebelumnya melalui telepon jika ingin datang. Rumah Sains ILMA buka setiap Sabtu-Minggu dan mengadakan lebih banyak program ketika liburan anak. Ada pula perlengkapan eksperimen yang bisa dibeli dan dicoba di rumah.

Rumah Sains ILMA berada di Jl. TPU Parakan No. 148, Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan. Cara ke Rumah Sains ILMA dari Balaikota Tangerang Selatan adalah menyusuri Jl. Benda Raya kemudian belok kanan di Jl. Benda Timur XI, belok kiri di Jl. Pendidikan I, kemudian masuk ke Jl. Cendana Residence. Sekitar 200 m belok kanan ke Jl. Al Hidayah dan masuk ke Rumah Sains ILMA.

43. Little Jungle

Little Jungle adalah sebuah playground yang lokasinya berada di kawasan kuliner The Flavor Bliss. Keunikan Little Jungle adalah permainannya bukan hanya menyenangkan tetapi juga edukatif. Arena permainannya terbagi 2 yaitu arena toddler usia 1-5 tahun dengan fasilitas trampolin mini, giant lego, slide soft, serta arena flying fox untuk usia 3-15 tahun dengan fasilitas inflatable climb & slide, cannon ball, bungee trampolin, dan lain-lain.

The Little Jungle buka setiap Senin-Kamis pukul 11.00-19.00, Jumat 10.00-20.00, Sabtu 09.00-21.00, dan Minggu 09.00-20.00. Harga tiket masuk Little Jungle hari Senin-Jumat untuk anak-anak adalah Rp40.000 (reguler) atau Rp60.000 (VIP), sedangkan hari Sabtu-Minggu untuk anak-anak adalah Rp60.000 (reguler) atau Rp90.000 (VIP). Untuk orang tua yang mendampingi cukup membayar Rp10.000/orang.

Setelah keluar dari gerbang tol Serpong, cara ke Little Jungle adalah belok kiri ke Jl. Bhayangkara kemudian belok kanan ke Jl. Alam Utama. Setelah 600 m Anda akan menemukan lokasi Little Jungle.

44. Upside Down World

Tempat Wisata di Tangerang – Upside Down World berbeda dari museum 3D eye-trick lainnya karena mengusung tema terbalik. Studio pemotretannya ada 3 lantai. Agar hasilnya maksimal, jangan lupa mengikuti arahan petugas untuk mengambil gambar dari angle yang tepat.

Di hari kerja, Upside Down World buka dari pukul 11.00-21.00 sedangkan hari libur pukul 10.00-20.00. Harga tiket masuk Upside Down World untuk dewasa sebesar Rp100.000 dan anak-anak dengan tinggi badan kurang dari 120 cm sebesar Rp50.000.

Letak Upside Down World berada di seberang kawasan kuliner The Flavor Bliss, tepatnya di Jl. Alam Sutera Boulevard Serpong Utara Kota Tangerang Selatan. Untuk mencapainya, Anda bisa menyusuri Jl. H. Thamrin hingga menemui bundaran Alam Sutra dan sampai di Jl. Alam Sutera Boulevard.

45. Froggy Floating Castle

Froggy Floating Castle yang berada di BSD Grand Bulevard Cluster Commercial Park Barat No. 1 bisa dengan mudah dicapai. Dari AEON Mall BSD City, tinggal lurus dari Jl. BSD Raya Utama dan memutar arah ke Jl. BSD Grand Boulevard.

Keunikan Froggy Floating Castle terdapat pada bangunan serta konsep edutography-nya. Bangunannya mirip kastel di awan pada cerita Jack dan Kacang Ajaib. Edutography adalah program pengembangan intelegensi anak-anak usia 7-12 tahun untuk bercita-cita dan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mewujudkannya. Di setiap lantai, anak-anak akan memerankan berbagai macam profesi sambil diobservasi oleh fasilitator. Di lantai teratas mereka mendeklarasikan cita-citanya di hadapan orang tua.

Sekolah atau komunitas bisa bekerja sama dengan Froggy Floating Castle untuk fieldtrip 1 hari. Harga tiket masuk per anak untuk rombongan sekolah swasta Rp125.000 dan sekolah negeri Rp60.000.

Orang tua dan anak bisa datang untuk mengikuti program 13 kali selama 3 bulan. Waktu operasional Froggy Floating Castle adalah pukul 08.00-17.00 dengan durasi masing-masing trip 4 jam.

Baca Juga : Tempat Wisata Yang Harus Di Kunjungi

60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya

60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya – Dari 29 kabupaten dan 9 kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, boleh dibilang Surabaya adalah yang paling menonjol dan dikenal masyarakat luas. Hal yang sangat wajar, mengingat kota ini sangat bersejarah sekaligus menjadi ibu kota provinsi. Ditambah lagi berbagai macam prestasi yang disabet sejak kepemimpinan wali kota perempuan pertamanya, membuat Surabaya semakin tenar.

Sebagai kota metropolitan, Surabaya juga identik dengan kehidupan masyarakat modern. Maka dari itu, tidak sedikit wisatawan yang datang khususnya dari daerah kecil menjadikan pusat perbelanjaan mewah di Surabaya sebagai destinasi wisata. Padahal selain mal, Surabaya juga memiliki banyak objek wisata menarik lainnya yang patut dikunjungi.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Surabaya, cobalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Sebagai referensi, berikut ini tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk disinggahi.

1. Museum Sepuluh November

Jika seluruh bangsa Indonesia saja senantiasa memperingati peristiwa 10 November 1945, tentu Surabaya juga selalu mengenangnya. Salah satu caranya adalah dengan membangun sebuah museum yang merekam jejak peninggalan perjuangan arek-arek Suroboyo. Menggandeng nama peristiwa heroik dalam memperjuangkan kemerdekaan, Monumen Sepuluh November menjadi tempat wisata di Surabaya yang cukup lengkap dalam memaparkan sejarah.

Bangunan dua lantai ini cukup luas. Lantai pertama dan kedua dipenuhi dengan beragam barang peninggalan Bung Tomo dan beberapa pejuang lainnya. Menariknya, di sini Anda tidak hanya memperhatikan gambar atau barang yang cenderung monoton. Ada cukup banyak diorama statis yang menggambarkan kondisi kala itu, lengkap degan audionya yang jelas. Bahkan melalui diorama dan radio ini, Anda juga dapat mendengar pidato asli Bung Tomo. Di samping itu, ada pula bioskop mini di lantai satu yang memutar film perjuangan 10 November secara terjadwal.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : Rp5.000,00

2. Museum House of Sampoerna

Anda mungkin akan bertanya-tanya, apa kaitannya antara museum yang satu ini dengan merek rokok yang sangat terkenal di Indonesia itu. Kenyataannya, House of Sampoerna memang merupakan museum keluarga Sampoerna.

Museum yang dulunya merupakan panti asuhan ini memiliki arsitektur khas kolonial dengan pilar-pilar yang tinggi besar. Bangunan museumnya sendiri tidak luas dan hanya terdiri dari dua lantai. Namun, informasi yang Anda dapatkan di sini cukup memuaskan—mulai dari silsilah penerus hingga jajaran pimpinan Sampoerna. Berbagai macam lukisan yang menggambarkan suasana di pabrik dan kebiasaan merokok masyarakat pribumi sejak dulu juga terpajang lengkap. Tak hanya itu, koleksi bungkus korek dari masa ke masa hingga beberapa koleksi pribadi juga ada di sini.

Lokasi : Taman Sampoerna 6 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

3. Museum W.R Soepratman

Siapa tak kenal Wage Rudolf Soepratman? Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu memiliki andil yang sangat besar bagi bangsa ini. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, sebuah museum dibuatkan untuknya.

Sebenarnya, museum ini pun merupakan rumah dari kakak W. R. Soepratman yang juga menjadi tempat persembunyiannya saat dikejar pemerintah kolonial Belanda. Ukurannya sangat kecil, hanya 5 x 10 meter. Di bagian depan rumah terdapat patung W. R. Soperatman setinggi ukuran asli. Di dalam, Anda bisa menemukan replika biola dan teks lagu kebangsaan yang dibuat oleh beliau.

Lokasi : Jalan Mangga no. 21 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

4. Museum Bank Indonesia

Dari luar, Anda sudah bisa menebak bahwa gedung yang satu ini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Gedung ini didirikan pada tanggal 14 September 1829, setahun setelah Pemerintah Hindia Belanda mendirikan De Javasche Bank pusat di Batavia. Setelah beragam polemik yang terjadi kala itu, baru pada 1 Juli 1953 De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia.

Karena alasan kapasitas yang tidak memadai, kantor Bank Indonesia kemudian dipindah ke Jalan Pahlawan pada tahun 1973. Setelah dilakukan konservasi pada tahun 2012 yang lalu, gedung yang berusia nyaris dua abad ini praktis menjadi gedung cagar budaya Bank Indonesia. Dari tiga lantai yang ada, Anda hanya bisa mengunjungi lantai satu dan dua saja. Lantai satu merupakan tempat koleksi uang kuno dan koleksi pusaka, sementara lantai dua hanya ruang kosong yang kini dijadikan sebagai tempat untuk pertemuan dan sebagainya.

Lokasi : Jalan Garuda no. 1 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : –

5. Museum Surabaya

Museum yang satu ini terbilang cukup baru. Sesuai namanya, Museum Surabaya adalah museum yang menampilkan jejak sejarah Kota Surabaya.

Berada di lantai dasar gedung SIOLA yang legendaris, Museum Surabaya cenderung terbuka. Dibandingkan museum lainnya, koleksi di museum ini masih belum terlalu banyak. Anda dapat mengenali jajaran pemimpin yang pernah menjadi orang nomor satu di Surabaya, melalui lukisan yang terpajang dan buku yang memuat biografi mereka. Selain itu, beberapa potret Surabaya di masa lampau juga ditata di sisi kanan pintu masuk. Adapun koleksi lainnya seperti pakaian adat Surabaya yang dikenakan oleh manekin, kursi dan bangku sekolah pada zaman lampau, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Tunjungan Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

6. Monumen Tugu Pahlawan

Kurang afdol rasanya jika Anda mengunjungi Surabaya tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Lokasinya juga berada di kompleks yang sama dengan Museum Sepuluh November. Dengan demikian, dalam satu lokasi yang sama, Anda bisa menemukan dua objek wisata sekaligus.

Monumen ini berwarna putih dan menjulang setinggi 41,1 meter, berbentuk paku terbalik. Sekelilingnya merupakan lapangan luas berwarna hijau . Di bagian depan—pintu masuk—Anda akan disambut oleh patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan. Di belakangnya, ada pilar-pilar berwarna putih dengan patung burung garuda di bagian atasnya.

Lokasi :Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : –

7. Monumen Bambu Runcing

Di jantung kota, Anda bisa menemukan Monumen Bambu Runcing yang berada di tengah-tengah perempatan kota yang senantiasa padat. Monumen ini terdiri atas lima buah bambu yang sengaja dibuat asimetris tingginya. Sekeliling bambu runcing replika ini ditanami beragam tanaman dan bunga sehingga membuat tampilan monumen jadi semakin cantik.

Anda tentu tak perlu lagi bertanya apa maksud dari bambu runcing ini dijadikan sebagai monumen. Tanpa sedikit pun gentar melawan pasukan sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah merdeka, arek-arek Suroboyo berjuang dengan kondisi seadanya. Ketika sekutu dibekali persenjataan lengkap dengan teknologi cangih dan modern, rakyat pribumi hanya bermodalkan bambu runcing. Namun atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, kemenangan berpihak pada bangsa Indonesia

Lokasi : Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

8. Monumen Surabaya

Boleh-boleh saja Anda mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tetapi perjalanan tidak akan lengkap tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Menjadi ikon kota, patung sura (ikan hiu) dan baya (buaya) yang sedang bertarung dibuat tidak hanya satu.

Konon, nama Surabaya diambil dari sejarah pertarungan sura dan baya. Kedua hewan ini merupakan hewan yang sama-sama kuat dan berteman dengan baik. Sampai pada suatu ketika, tiba-tiba salah satu melanggar kesepakatan degan melakukan perluasan wilayah. Tidak terima, pertarugan dua hewan air ini pun tidak dapat dihindari untuk mempertahankan kekuasaan.

Lokasi : Jalan Setail, Surabaya (depan Kebun Binatang Surabaya)

Jalan Moh. Natsir, Surabaya (Kawasan Perak)

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

9. Monumen Jalasveva Jayamahe

New York boleh punya Patung Liberty yang tinggi menjulang dan ikonik. Namun Surabaya juga tak kalah, memiliki Monumen Jalasveva Jayamahe yang tegak berdiri menghadap lautan. Warnanya hijau kebiruan dengan tinggi sekitar 30 meter berdiri di atas gedung—yang tak lain juga merupakan museum—setinggi sekitar 30 meter juga.

Patung ini merupakan simbol perwira Angkatan Laut. Adapun nama Jalasveva Jayamahe sebenarnya merupakan moto AL Indonesia yang berarti di “laut kita berjaya”. Hal ini untuk menegaskan bahwa Indonesia berjaya bahkan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dahulu.

Lokasi : Ujung, Surabaya

Jam operasional : Senin-Minggu pukul 08.00-17.00 (harus melalui izin petugas)

Harga tiket : –

10. Monumen Kapal Selam

Untuk mempersingkat sebutan tempat wisata di Surabaya yang satu ini, orang lebih senang menyingkatnya menjadi Monkasel. Lokasinya berada di tepi Kalimas dan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya pengunjung dewasa, pengunjung yang datang bersama anak-anak mereka pun cukup banyak. Di sini, Anda bisa melhat bagaimana kondisi kendaraan perang ini, termasuk mesin-mesinnya. Di samping itu, Anda juga bisa membayangkan bagaimana para pejung berjuang mempertahankan NKRI di dalam ruangan sesempit itu—bahkan untuk sekadar berbagi oksigen bersama 63 orang.

Monumen ini memang merupakan kapal selam asli. Tidak tanggung-tanggung, kapal selam ini adalah KRI Pasopati 410 yang ikut bertempur pada peristiwa Laut Aru. Peristiwaini adalah pertempuran antara Indonesia dan Belanda yang terjadi di Laut Aru, Maluku, pada tanggal 5 Januari 1962.

Lokasi : Jalan Pemuda no. 39 Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

11. Taman Bungkul

Boleh jadi, Anda tidak lagi asing dengan nama taman yang satu ini meski belum pernah menginjakkan kaki ke sini. Taman ini memang sangat termashyur dan menjadi salah satu fasilitas umum favorit warga Surabaya. Pemuda-pemudi dan keluarga tumpah ruah di sini untuk sekadar melakukan relaksasi atau berkumpul dengan komunitas.

Selain menjadi taman bagi publik yang dilengkapi koneksi internet nirkabel gratis dan air minum langsung dari kran, Taman Bungkul rupanya juga temasuk salah satu destinasi wisata ziarah. Di kawasan ini terdapat makam Sunan Bungkul, seorang ulama besar pada masa Kerajaan Majaphit.

Lokasi : Jalan Taman Bungkul, Darmo, Wonokoromo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

12. Taman Korea

Tidak lama sebelum wabah Korea menyerang muda-mudi Indonesia sedemikian hebat, Walikota Tri Rismahaini sudah lebih dulu meresmikan taman ini. Dibangun pada tahun 2010 yang lalu, Taman Korea merupakan perwujudan persahabatan antara Surabaya dan Korea. Kerja sama yang dilakukan mencakup banyak bidang, terutama pendidikan, perdagangan, infastruktur, dan kebudayaan. Bahkan, desain dan seluruh pengerjaan taman ini pun dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan.

Taman Korea didirikan di kawasan Soetomo di atas lahan seluas 1.848m2. Alasan dipilihnya lokasi ini karena banyaknya warga negara asing yang berada di sana, termasuk dari Korea Seatan sendiri. Beragam jenis tanaman cantik dan pepohonan rindang memenuhi tempat ini. Di bagian tengah taman terdapat prasasti yang memberikan deskripsi Taman Korea, sementara di bagian sampingnya dibuat jogging track untuk pengunjung yang ingin berolahraga.

Lokasi : Jalan dr. Soetomo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

13. Taman Persahabatan

Meski gedung-gedung pencakar langit memenuhi permukaan ibu kota Provinsi Jawa Timur ini, lahan-lahan di tengah kota yang ada dimanfaatkan sebagai penyeimbang. Selain sebagai pemanis kota, taman-taman ini juga bisa menjadi alternatif tempat wisata di Surabaya sekaligus paru-paru kota.

Taman Persahabatan adalah fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau lainnya yang ada di Surabaya. Disebut sebagai Taman Persahabatan sebab sama seperti Taman Korea, taman ini juga merupakan simbol kerja sama antara Surabaya dengan tujuh kota dan kabupaten lainnya. Di taman ini ada pohon-pohon yang ditanam sebagai simbolisasi persahabatan oleh pemerintah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Batam, Bandung, Banjarmasin, dan Kochi (Jepang).

Lokasi : Jalan Sulawesi no. 67, Ngagel, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

14. Taman Mayangkara

Untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara kala bertempur melawan Belanda, taman ini dibangun. Taman Mayangkara cukup luas dan asri dengan dedaunan hijau yang segar dipadu cantiknya warna-warni kembang. Anda yang ingin singgah sejenak dari kepenatan bisa coba mengunjungi taman ini.

Masih di area Taman Mayangkara, di sisi yang menghadap Rumah Sakit Islam, ada sebuah monumen. Monumen ini merupakan visualisasi Mayor Djarot Soebyantoro yang menaiki kuda putih Mayangkara. Mayor Djarot Soebyantoro sendiri adalah pimpinan pasukan Batalyon 503 Mayangkara.

Lokasi : Jalan Taman Mayangkara, Darmo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

15. Taman Gantung

Taman Gantung Surabaya juga sering disebut Jembatan Tunjungan. Kata ‘Tunjungan’ memang diambil dari nama kawasan objek wisata yang satu ini, yakni Tunjungan. Namun Anda mungkin berpikir, bagaimana kata taman bisa digantikan kata jembatan?

Sebenarnya, tahun 2016 lalu, walikota menyulap dan menghidupkan kembali jembatan penyeberangan yang ada di kawasan Tunjungan. Jembatan tersebut diperbaiki dengan dekorasi beragam tanaman dan kini telah dikeramik. Asrinya jembatan ini menyerupai taman. Tak hanya itu, di jembatan ini juga ada kursi untuk bersantai. Di malam hari, Anda bisa menyaksikan cantiknya perpaduan gelapnya langit dengan kombinasi lampu dari kawasan Tunjungan yang selalu ramai.

Lokasi : Jalan Tunjungan no. 12 Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

16. Taman Mundu

Gelapnya langit malam Surabaya tidak akan terlalu terasa ketika Anda berada di Taman Mundu. Pasalnya, salah satu ruang terbuka hijau di Surabaya ini menampilkan atraksi air mancur yang berpadu sangat apik dengan sorotan lampu berwarna-warni. Air mancur yang semestinya berwarna bening pun menjadi lebih semarak karena permainan lampu LED.

Taman Mundu diresmikan pada tahun 2010 yang lalu. Sama seperti taman pada umumnya, Taman Mundu juga dipenuhi dengan tanaman yang beraneka macam. Taman ini dilengkapi dengan jogging track, arena bermain untuk anak, lampu-lampu hias, kolam air, sampai dua buah pohon Mundu yang menjadi ikon taman ini. Pemerintah bahkan menyediakan fasilitas air minum gratis langsung dari keran yang bisa dinikmati oleh siapapun.

Lokasi : Jalan Tambaksari Surabaya (seberang Stadion Gelora Sepuluh November)

Jam operasional : 24 jam

Haraga tiket : –

17. Taman Apsari

Taman yang satu ini merupakan satu dari tiga taman peninggalan Belanda. Meski ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan taman-taman lainnya yang ada di Surabaya, taman ini sejuk dan tenang. Padahal, lokasi Taman Apsari berada di tengah kota—berhadapan dengan Gedung Grahadi.

Luas Taman Apsari sekitar 5300m2. Ada sekitar 20 jenis bunga dan tanaman yang ditata dengan sangat apik di taman ini. Di sela-sela cantiknya jejeran tanaman ini, pemerinah membuat jogging track yang bisa digunakan pengunjung untuk berlari, berjalan-jalan, atau bahkan bermain skateboard. Tak lupa, patung Gubernur Suryo juga berdiri tegak di tengah-tengah taman, lengkap dengan petikan pidato gubenur Jawa Timur pertama itu di bagian bawah monuman.

Lokasi : Jalan Taman Apsari, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

18. Taman Flora

Tanpa dihitung jumlah polusi akibat kendaraan bermotor yang senantiasa memenuhi ruas jalan, Surabaya sendiri sudah cukup panas. Berada di kawasan dekat laut membuat kota ini memiliki suhu yang cukup tinggi. Untuk itulah, kehadiran taman-taman kota cukup membantu untuk menurunkan suhu, memperbanyak oksigen, sekaligus mempercantik rupa kota.

Taman Flora memiliki lahan seluas 2,4 hektare. Awalnya tempat ini merupakan tempat pembibitan seluruh tanaman yang akan ditanam di seluruh penjuru kota. Namun sejak di kawasan Rungkut berdiri Kebun Bibit Wonorejo, seluruh bibit dipindahkan ke sana. Kini sembari menikmati sejuknya udara, Anda bisa menikmati beragam fasilitas Taman Flora seperti kandang rusa, sangkar burung raksasa, perpustakaan, hingga pendopo serbaguna.

Lokasi : Jalan Raya Manyar no. 80A Baratajaya, Gubeng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

19. Taman Pelangi

Taman Pelangi berada pada lokasi yang sangat strategis. Berada di jalur masuk menuju Kota Surabaya, Anda seakan merasa disambut dengan keramahan kota ini.

Seperti namanya, Taman Pelangi memberikan warna-warni yang cantik. Warna-warni ini didapatkan dari permainan lampu yang dinyalakan saat malam hari. Dengan monumen yang tersusun atas 31 buah ruas batang didesain dengan pola melengkung seperti daun, pemandangan taman ini sangat menarik. Ditambah dengan air yang mengalir pada monumen, suasana menjadi lebih menenangkan.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 138, Gayung, Surabaya

Jam operasional : 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : –

20. Hutan Mangrove

Wisata alam nan hijau di Surabaya tidak hanya terbatas pada taman saja. Tempat wisata di Surabaya lainnya yang menawarkan konsep alam hijau bisa Anda temui di daerah Wonorejo, Rungkut. Di sini, Anda bisa menemukan hutan mangrove alias hutan bakau yang juga sudah mulai banyak hadir di beberapa kota lainnya.

Setelah melalui pintu masuk, Anda tidak akan langsung menemukan kawasan hutan bakau. Untuk menyaksikan segarnya pemandangan hutan bakau yang hijau, Anda harus berjalan dulu menuju dermaga. Dari dermaga ini, Anda perlu menaiki perahu menuju hutan. Atau jika ingin merasakan sensasi menaiki speedboat, Anda juga bisa menyewanya untuk kapasitas enam orang seharga Rp300.000,00.

Lokasi : Jalan Raya Wonorejo no. 1 Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : Rp25.000,00 untuk dewasa, Rp15.0000,00 untuk anak-anak

21. Hutan Bambu

Semakin lama mengeksplorasi Indonesia, Anda akan semakin menemukan banyak objek wisata yang mirip dengan objek wisata di negara-negara lain. Di Surabaya sendiri, ada sangat banyak tempat wisata yang akan membuat Anda serasa di negara lain. Salah satunya adalah hutan bambu di kawasan Keputih. Meski tidak terlalu mirip dengan hutan bambu di Arashiyama, Jepang, setidaknya Hutan Bambu Keputih cukup apik untuk mengobati rindu atau keinginan menjejakkan kaki di Negeri Sakura.

Dulunya kawasan ini merupakan Tempat Pembuangan Akhir. Setelah tidak digunakan selama beberapa lama, pemerintah kemudian berinisiatif membuatnya menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Kini, Anda yang ingin sekadar berjalan-jalan di lingkungan yang sejuk atau menambah koleksi di feed Instagram bisa mengunjungi tempat wisata di Surabaya ini.

Lokasi : Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 06.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

22. Pantai Kenjeran

Satu lagi tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam adalah Pantai Kenjeran. Di sini, Anda bisa menikmati indahnya senja sembari duduk di atas pasir atau dermaga. Namun yang disayangkan, Pantai Kenjeran kurang bisa dinikmati untuk melakukan aktivitas renang seperti pantai lain pada umumnya. Ini karena kondisinya yang berlumpur. Kendati demikian, pantai ini merupakan salah satu altenatif tempat wisata pantai yang layak dikunjungi.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini. Selain hanya duduk menikmati pemandangan dan suasana, Anda bisa melakukan aktivitas lainnya seperti naik perahu. Untuk anak-anak, pengelola menyediakan fasilitas flying fox untuk si kecil. Beragam makanan yang dijajakan penjual di sekitar pantai juga opsi yang menarik untuk menikmati waktu bersantai Anda.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama no. 12 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

23. Surabaya North Quay

Sejak Februari 2016 Surabaya memilki sebuah tempat wisata baru yang sangat apik. Surabaya North Quay kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi—baik warga lokal maupun turis luar daerah—terutama mulai sore hingga malam. Pasalnya, dari sini, pengunjung dapat menikmati suasana pinggir pantai—apalagi saat matahari terbenam—dengan cara yang berbeda.

SNQ berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di lantai tiga gedung Gapura Surya Nusantara—pelabuhan penumpang terbaik di Indonesia. Dengan kosep outdoor, Anda bisa bersantai menikmati semilir angin di atas rumput hijau sekaligus bersantai di kursi berpayung atau bersandar pada pagar pembatas. Dari sini, Anda bisa menyaksikan sibuknya aktivitas pelabuhan. Jika ingin menyaksikan kapal pesiar yang sedang bersandar, Anda bisa mengunjungi SNQ setiap hari Senin.

Lokasi : Terminal Gapura Surya Nusantara Lantai 3, Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Perak Timur, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 11.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp7.500,00 untuk mobil dan Rp5.000,00 untuk motor

24. Artama Harbour Cruise

Seperti namanya, Artama Harbor Cruise sebenarnya bukan merupakan tempat wisata di Surabaya, melainkan kegiatan wisata. Dikelola oleh PT. Pelindo Marine Service, pelayaran ini dapat Anda nikmati bersama keluarga, kolega, atau bahkan cukup sendiri.

Selama dua jam, Anda akan dibawa berkeliling Selat Madura. Dari sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan maritim Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dan yang pasti, Anda juga bisa melihat betapa gagahnya monumen Jalasveva Jayamahe dari laut.

Lokasi : Jalan Prapat Kurung Utarano. 58 Surabaya

Jam operasional : Hari Minggu pukul 09.00 WIB

Harga tiket :Rp120.000,00

25. Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang juga termasuk peninggalan zaman kolonial Belanda. KBS didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 no. 40. Pada tahun 1922, KBS sempat akan dibubarkan lantaran biaya operasional yang tinggi, tetapi beberapa anggota pengurus keberatan dan dicegah oleh pemerintah kotamadya.

Tempat rekreasi keluarga ini pernah menjadi yang terbesar untuk level Asia Tenggara. Kini ada lebih dari 2.000 hewan dari 351 spesies yang berada di KBS. Fauna yang dipelihara di sini pun tidak hanya asal Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain.

Lokasi : Jalan Setail no. 1 Darmo, Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

26. Ciputra Waterpark

Dari namanya, Anda tentu sudah bisa membayangkan apa dan bagaimana Ciputra Waterpark ini. Berdiri di atas lahan seluas lima hektare di kawasan barat Surabaya, Ciputra Waterpark praktis menjadi wahana wisata air terbesar di Surabaya. Bila merencanakan mengunjungi kota ini bersama keluarga terutama dengan si kecil, Ciputra Waterpark adalah opsi destinasi yang tepat.

Ada banyak wahana menarik yang patut Anda coba selagi berada di Ciputra Waterpark. Salah satunya adalah Sycaruse Beach, yakni kolam ombak yang akan membuat Anda merasakan sensasi terombang-ambing seolah-olah berada di tengah laut sungguhan. Selain itu, ada lagi Roc Tower, Sirens River, dan Racer Slide yang memacu adrenalin. Tak hanya wahana air yang sangat beragam, Anda juga bisa menikmati serunya flying fox, bermain trampolin, atau menonton sinema 5D.

Lokasi : Kawasan Waterpark Boulevard Citraland, Sambikerep, Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 13.00-19.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 10.00-19.00 WIB

Harga tiket : Rp110.000,00 (hari biasa) – Rp130.000,00 (akhir pekan dan hari libur nasional)

27. Suroboyo Carnival Night (SCN)

Jika biasanya Batu selalu dijadikan destinasi rekreasi dengan berbagai wahana seru, kini Surabaya bisa jadi alternatif. Sejak 2014 yang lalu, Surabaya telah memiliki sebuah tempat rekreasi satu lagi yang menyerupai Jatim Park dan Batu Night Spectacular (BNS). Anda dan keluarga atau teman kini dapat menikmati hiburan dengan berbagai wahana menarik pada malam hari di SCN.

Apabila Anda berada di kawasan Ahmad Yani yang menuju tol Juanda, Anda bisa menyaksikan dari kejauhan menariknya oase hiburan satu ini. Selain wahana bianglala yang cukup tinggi untuk menikmati apiknya pemandangan kerlip cahaya dari ketinggian, Anda bisa merasakan pengalaman beragam wahana lainnya. Sepanjang malam, Anda dapat menjajal serunya Art And Wax House, Bumper Car, Omah Mumet, Gondal-Gandul, dan masih banyak wahana lainnya.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 333, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : Rp60.000,00 – Rp150.000,00 (tergantung wahana yang ingin dinaiki)

28. Jembatan Merah

Jembatan merah bukanlah sekadar jembatan yang dilapisi cat berwarna merah. Ada nilai historis yang tersimpan di sini.

Sejarah mencatat, jembatan merah merupakan penghubung utama kawasan Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Praktis, wiliayah ini menjadi kawasan komersil. Selain itu, di jembatan ini pula pertempuran antara arek-arek Suroboyo melawan Belanda yang menewaskan Brigdair A.W.S. Mallaby terjadi.

Lokasi : Jalan Rajawali, Krembengan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

29. Jembatan Suramadu

Jembatan terpanjang di Indonesia berada di sini. Dengan panjang lebih dari lima kilometer, kini perjalanan dari Surabaya ke Madura atau sebaliknya menjadi lebih efisien dan nyaman. Hanya dalam hitungan menit, Anda sudah resmi berpindah pulau.

Meski fungsi utamanya sebagai penghubung, tidak sedikit masyarakat yang hanya ingin mencoba sensasi di jembatan ini. Kebanyakan, setelah melakukan penyeberangan ke Madura, mereka akan berputar balik di wilayah Bangkalan dan kembali ke Surabaya. Apalagi ketika malam hari saat lampu-lampu di jembatan menyala dan kerlip dari daratan berpendar, semakin banyak orang yang ingin mengabadikan keindahannya.

Lokasi :Jalan Tol Suramadu, Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : Rp15.000,00

30. Jembatan Baru Kenjeran

Jembatan Baru Kenjeran juga baru berusia setahun setelah diresmikan tahun 2016 lalu. Jembatan sepanjang 800 meter ini menghubungkan kawasan pesisir di Jalan Pantai Ria Kenjeran Baru dan Pantai Kenjeran Lama.

Ditopang oleh 150 tiang pancang, jembatan ini dibentuk melengkung menyerupai busur. Adapun daya tarik lainnya dari jembatan ini adalah pertunjukan air mancurnya. Akan tetapi, pertunjukan ini tidak berlaku setiap hari. Jika sengaja ingin menyaksikan atraksi yang hanya berdurasi satu jam (mulai pukul 20.00-21.00 WIB), Anda bisa datang pada Sabtu malam.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

31. Patung Buddha Empat Wajah

Tidak perlu jauh-jauh ke Bangkok, Thailand, untuk menyaksikan patung Buddha Empat Wajah yang termahsyur itu. Di daerah Kenjeran, Surabaya, ada patung serupa yang bisa Anda kunjungi dengan lebih mudah. Dibuat dari emas yang membuatnya terlihat begitu mengilap—terutama saat malam hari—patung ini juga dinobatkan sebagai patung tertinggi di Indonesia.

Empat wajah Budha ini bukan dibuat tanpa arti. Empat wajah melambangkan empat sifat baik Sang Buddha, yakni pengasih, murah hati, adil, dan meditasi. Selain patung Buddha, Anda juga akan menemukan empat patung gajah putih di setiap sudut. Selain itu jika diperhatikan, delapan tangan Buddha memegang objek yang berbeda, yakni tongkat kebesaran, cakram, kitab suci, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Pantai Ria Kenjeran, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

32. Citra Raya

Jika ingin berwisata ke Singapura tetapi belum kesampaian, Anda mungkin bisa menjejakkan kaki ke replika Singapura yang ada di Surabaya. Lahan yang dulunya tandus kini telah disulap menjadi kawasan yang bersih, hijau, dan modern. Bahkan untuk menambah kesan Singapura agar lebih nyata, ada repilka patung Merlion di sini.

Kawasan ini sebenarnya merupakan sebuah kota mandiri yang digarap oleh Ciputra Group. Selain sebagai tempat wisata, Citra Raya Surabaya juga memiliki beragam fasilitas lainnya, seperti taman air, sekolah dengan standar internasional, universitas, hingga lapangan golf dengan 27 holes.

Lokasi : Jalan Citra Raya, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

33. Masjid Akbar

Tempat wisata di Surabaya ini adalah salah satu yang favorit bagi kaum muslim. Masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Adapun keunikan masjid ini adalah desain kubah berwarna biru-hijau dengan struktur daun yang memberikan kesan sejuk dan damai. Selain itu, desain interiornya pun tak kalah menarik dan mewah.

Pengunjung yang datang tidak hanya untuk melakukan ibadah. Anda juga dapat menikmati pemandangan Kota Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan (Madura) melalui menara setingi 99 meter.

Lokasi : Jalan Masjid Al-Akbar Timur no. 1 Pagesangan, Jambangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah (kecuali menara)

Harga tiket : – (untuk naik menara membayar Rp3.000,00)

34. Masjid Muhammad Cheng Ho

Anda mungkin pernah mendengar Masjid Cheng Ho di kota lain. Di Surabaya pun, Anda bisa menemukan masjid bernuansa muslim Tionghoa ini. Bangunan yang menyerupai kelenteng ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning dengan ornamen yang kental nuansa Tiongkok.

Ada beberapa keunikan pada masjid ini. Pertama, ukurannya yang kecil hanya seluas 11 x 11 (meter) ini diambil dari ukuran Kakbah saat pertama didirikan Nabi Ibrahim. Kedua, atap masjid dibuat berbentuk segi delapan menyerupai sarang laba-laba. Dalam kepercaayaan Tionghoa, angka delapan dianggap keberuntungan, dan sarang laba-laba adalah hal yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran Quraisy. Selain itu, jumlah anak tangga di pintu kanan dan kiri berjumlah lima dan enam. Angka ini merupakan simbol rukun Islam dan rukun ima.

Lokasi : Jalan Gading no. 2 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

35. Masjid Ampel

Satu lagi objek wisata yang menjadi destinasi wisata religi bagi umat muslim di Surabaya adalah Masjid Ampel. Masjid kuno ini berada di dekat kompleks pemakaman salah satu Walisongo termahsyur bernama sama, Sunan Ampel. Lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk Ampel dan dikelilingi oleh bangunan berasitektur Arab dan Tiongkok. Berada di sini juga akan mengingatkan Anda pada suasana kampung Arab dengan banyak pedagang yang menjajakan barangnya persis seperti di kawasan Arab.

Selain arsitkektur dan suasananya, ada banyak lagi keunikan Masjid Ampel. Untuk memasuki masjid, Anda akan melalui gerbang terlebih dahulu. Ada lima gerbang yang menjadi penyambut Anda—setiap gerbang melambangkan rukun Islam. Selain itu, di sisi kiri masjid juga terdapat sebuah sumur. Sumur ini diyakini bertuah dan kerap digunakan sebagai penguat janji atau sumpah.

Lokasi : Pegirian, Semampir, Ampel, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

36. Gereja Perawan Maria

Tempat ibadah yang satu ini juga sering disebut dengan nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Arsitektur kuno gereja ini menjadi daya tarik utamanya dengan eksterior bata klasik Eropa beserta pilar-pilar khas yang menjulang tinggi. Tak hanya secara penampilan, faktanya Gereja Kepanjen juga memang sudah cukup kuno mengingat usia didirikannya adalah pada 18 April 1899.

Bangunan Neo Gotik ini didesain oleh seorang asritek berkebangsaan Belanda bernama W. Westmaas, dan arsitek asal Indonesia bernama Muljono Widjosastro yang berperan dalam membuat rancangan kaca mozaik. Meski terlihat megah, gereja ini rupanya pernah hancur akibat terbakar saat pertempuran pada tahun 1945 yang lalu. Oleh tentara Inggris, gereja ini dihancurkan habis-habisan. Baru pada tahun 1950, gereja ini direnovasi secara besar-besaran dengan tidak mengubah struktur bangunan.

Lokasi : Jalan Kepanjen no. 4-6, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

37. Kelenteng Hong Tiek Hian

Kelenteng ini menjadi landmark daerah Pecinan Surabaya. Ada banyak altar tempat pemujaan dengan ornamen khas Cina yang menarik di sini. Di lantai dasar terdapat altar Mak Co dan Kong Co, sementara di lantai kedua merupakan altar Dewi Kwan Im, Buddha, dan dewa serta dewi lainnya.

Usia kelenteng ini telah mencapai tujuh abad dan otomatis menjadi kelenteng tertua di Surabaya. Ketika malam hari, suasana kelenteng akan terlihat begitu syahdu. Dengan wangi hio yang memenuhi ruangan dan lilin yang menyala di tengah kegelapan, prosesi sembahyang menjadi lebih khusyuk. Pemandangan saat ini pula yang kerap menjadi favorit para fotografer. Tak heran, tidak sedikit pemburu foto yang mengunjungi lokasi ini untuk mendapat potret yang apik.

Lokasi : Jalan Dukuh no. 23 RT002/RW005, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

38. Kelenteng Sanggar Agung

Selain adanya patung Dewi Kwan Im setinggi 18 meter yang menghadap laut, keunikan lain Kelenteng Sanggar Agung adalah lokasinya. Berada tepat di atas laut menyebabkan kelenteng berbentuk seperti teluk kecil dan dikelilingi oleh tanaman bakau yang mempercantik sekitar. Arsitekturnya yang multikultur juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada perpaduan unsur Cina, Jawa, dan Bali di sini.

Di depan patung Dewi Kwan Im, ada dua buah patung naga tinggi yang sangat ikonik. Banyak orang mengabadikan momen keberadaan mereka di kelenteng yang juga disebut Kelenteng Hong Sang Tan ini di sini. Dengan latar belakang laut, patung naga yang mengapit Dewi Kwan Im beserta para penjaganya, suasana yang terlihat akan terasa seolah-olah berada di Taiwan.

Lokasi : Jalan Sukolilo no, 100, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

39. Temple of Heaven

Lagi-lagi, di sebuah sudut, ada satu tempat wisata di Surabaya yang akan membawa Anda seakan-akan berada di negara lain. Kali ini masih di Kenjeran, tepatnya di Kenjeran Park, ada kloning Kuil Surga Beijing. Bahkan, ukuranya lebih besar dibandingkan Temple of Heaven yang asli. Terdiri atas tiga lantai, bangunan ini memiliki diameter sepanjang 60 meter dengan tinggi 58 meter.

Perbedaan lainnya, Temple of Heaven Kenjeran sengaja dibuka untuk umum, tidak seperti di Cina yang hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja. Bagian ini pun memang sengaja dirancang kosong tanpa diisi pernak-pernik tertentu. Alasannya? Karena bangunan ini memang tidak diperuntukkan bagi tempat keagamaan golongan tertentu dan justru dibuat sebagai gedung serbaguna. Inilah penjelasan mengapa seluruh masyarakat umum bisa masuk ke sini.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

40. Delta Plaza

Bila Anda berkunjung ke Surabaya menggunakan kereta api dan berhenti di Stasiun Gubeng, Delta Plaza adalah pusat perbelanjaan terdekat yang bisa Anda kunjungi. Jaraknya bahkan hanya sekitar 500 meter, sehingga Anda cukup menyeberang dan berjalan kaki menuju mal ini.

Dulunya, pusat perbelanjaan ini merupakan rumah sakit. Sejak sekitar akhir tahun 1980-an, bangunan kemudian dialihfungsikan menjadi pusat perbelanjaan setelah sebelumnya operasional rumah sakit dinonaktifkan. Kini, meski tak semegah Tunjungan Plaza, bangunan enam lantai ini cukup ramai dan diminati oleh pengunjung, termasuk warga Surabaya sendiri.

Lokasi : Jalan Pemuda 33-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket

: –

41. Tunjungan Plaza

Setelah menjelajahi sudut-sudut kota yang tidak terlalu menonjolkan kesan metropolisnya, kini saatnya Anda mengenal beragam pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya. Tunjungan Plaza adalah pusat perbelanjaan yang paling ikonik dan terkenal di sini. Berdiri megah di pusat kota, Tunjungan Plaza sekaligus menjadi pusat perbelanjaan terbesar kedua dan tertua yang dimiliki Surabaya.

Sejak pendiriannya pada tahun 1986, mal ini tidak pernah sepi. Kini selain menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan, kawasan ini juga dilengkapi dengan perkantoran, hotel, dan apartemen mewah.

Lokasi : Jalan Basuki Rahmat 16-18 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

42. Pasar Atom

Sejak dulu, nama Pasar Atom telah cukup identik ketika orang mendengar nama Surabaya. Berdiri sejak tahun 1972, pusat perbelanjaan ini merupakan salah satu pasar terbesar yang ada di Indonesia. Tak hanya besar secara bangunan fisik, jumlah pengunjung yang datang setiap harinya juga cukup banyak. Rata-rata, ada sekitar 50.000 pengunjung yang memenuhi Pasar Atom setiap hari. Ketika akhir pekan, jumlah pengunjung bisa lebih membludak dua hingga tiga kali lipat.

Jumlah stan yang ada di Pasar Atom sekitar 2000 dengan beragam jenis barang yang ditawarkan. Untuk emas saja, ada sekitar 150 toko emas yang ada di dalam pasar. Untuk urusan pakaian, ada sekitar 500 stan yang dibuka di Pasar Atom. Cukup banyak, bukan? Maka dari itu, saat berkunjung ke sini, Anda tidak perlu terburu-buru untuk memutuskan membeli sesuatu tanpa membandingkan dengan toko lain. Apalagi di Pasar Atom, Anda bisa melakukan tawar-menawar dengan penjual.

Lokasi : Jalan Bunguran no. 45 Bongkaran, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

43. Grand City Mall

Grand City Mall merupakan salah satu pusat perbelenjaan terbesar di Surabaya sekaligus masuk ke dalam kategori pusat perbelanjaan elite. Dari fisiknya saja, Anda tentu sudah bisa mengira-ngira kelas untuk ukuran mal ini. Berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, bangunan ini tampak begitu mewah dengan kesan modern yang jelas.

Tidak tanggung-tanggug, desain Grand City Mall terinspirasi dari Suntec Singapura. PT. Hardayawidya Graha bermaksud menjadi Gran City sebagai venue yang paling representatif utuk beragam acara yang berskala besar—bahkan internasional. Pusat perbelanjaan ini bahkan tidak hanya difungsikan sebagai salah satu fasilitas manusia modern dengan gaya hidup yang lebih menyukai konsep one stop shopping, tetapi juga sebagai one step MICE.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 1 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

44. Kampung Ilmu

Jika Bandung memiliki Palasari, maka Surabaya memiliki Kampung Ilmu di kawasan Jalan Semarang. Terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, tempat ini tentu tidak lagi asing.

Tidak hanya buku-buku yang berkaitan dengan kuliah atau sekolah saja yang dijual di kios-kios di sini. Anda juga bisa menemukan majalah, komik, buku anak-anak, novel, dan lain-lain. Dengan kondisi bekas yang masih bagus, harga yang Anda keluarkan untuk mendapatkan sebuah bacaan tentu tidak akan mahal.

Lokasi : Jalan Semarang, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

45. Jembatan Merah Plaza

Sebelumnya, bangunan yang kini dikenal sebagai Jembatan Merah Plaza merupakan terminal bus kota dan mikrolet. Pada tahun 1997, terminal tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah pusat perbelanjaan setinggi empat lantai yang dikelola oleh PT. Jasa Mitra.

Barang-barang yang dijual di JMP memiliki kualitas yang baik, dengan harga yang terjangkau. Adapun jenis barang yang tersedia di sini beragam, seperti pakaan, kain, perhiasan, hingga perlengkapan rumah tangga. Selain itu, ada pula beberapa area untuk tempa bermain anak dan restoran siap saji.

Lokasi : Jalan Taman Jayanegrono no. 2-4, Krembangan Selatan, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

46. Plasa Marina

Tidak terlalu luas, megah, dan besar memang pusat perbelanjaan yang satu ini. Hanya setinggi tiga lantai, tetapi Plasa Marina kini menjadi begitu terkenal dan ramai oleh pengunjung. Padahal dulu, pusat perbelanjaan ini termasuk cukup sepi. Namun sekarang, lahan parkir selalu penuh terisi dan tak jarang menjadi penyebab macet.

Plasa Marina adalah pusat perbelanjaan barang-barang elektronik yang identik dengan harga relatif murah. Beberapa merek ponsel ternama membuka gerai dan service center mereka di sini. Karena kelengkapan itulah, masyarakat—bahkan pengunjung dari luar kota—banyak mendatangi tempat ini.

Lokasi : Jalan Margorejo 97-99 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

47. Pakuwon Mall

Seperti Grand City, dari luar pun bangunan ini sudah terlihat kemewahannya. Dan baru-baru ini, pusat perbelanjaan ini telah diklaim sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Terdiri atas enam lantai, Pakuwon Mall menyediakan kebutuhan masyarakat yang beragam dan cukup lengkap, terutama dari merek-merek kelas atas.

Pakuwon Mall menyatu dengan kondominium dan hotel. Mal ini sebenarnya merupakan perluasan dari pusat perbelanjaan Supermall Pakuwon Indah (SPI) dan Pakuwon Trade Center (PTC). Lebih lanjut, Pakuwon Group lantas menyatukan dua mal tersebut dengan Pakuwon Mall. Dengan demikian, luas Pakuwon Mall mencapai 180.000m2.

Lokasi : Jalan Puncak Indah Lontar 2, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket :-

48. Pakuwon Food Festival

Anda tentu sudah bisa menebak apa yang akan ditemui jika berada di tempat ini. Sejak tahun 2008, Pakuwon Food Festival menjadi alternatif lokasi wisata untuk pencinta makanan. Beragam makanan dan minuman mulai dari makanan ringan hingga yang berat, semua ada di sini.

Di akhir pekan, pengunjung Pakuwon Food Festival akan tumpah ruah. Bahkan menurut data, jumlah pengunjung bisa mencapai angka 11 ribu. Hal yang sangat wajar karena selain menjadi satu tempat yang menyediakan beragam kuliner dengan kebersihan yang terjaga, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Oleh karena itu, jika Anda hanya memiliki waktu singkat saat berkunjung ke Surabaya dan ingin mencicipi beragam kuliner khas, datang saja ke tempat ini.

Lokasi : Jalan Kejawan Putih Mutiara X, Mulyorejo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-00.00 WIB

Harga tiket : –

49. Kya-Kya Shio

Masih satu lokasi dengan Kelenteng Sanggar Agung dan Pagoda Tian Ti alias Temple of Heaven Kenjeran, Kya-Kya Shio sebaiknya tidak Anda lewatkan. Tempat ini memiliki perpaduan warna yang cukup ramai. Tak hanya itu, Kya-Kya Shio juga merupakan spot yang menarik untuk berburu foto apik.

Saat memasuki kawasan ini, Anda akan disambut gapura lengkap dengan 12 shio yang ada menurut keyakinan masyarakat Tionghoa. Kya-Kya Shio sendiri merupakan tempat makan alias pujasera. Bahkan banyak informasi yang menyebutkan tempat ini merupakan relokasi Kya-Kya Jepun yang legendaris. Di sini, Anda bisa mengistirahatkan kaki dan badan setelah puas berkeliling sembari mengisi perut dengan pemandangan pantai dan hutan bakau.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

50. Rawon Setan

Nama rawon setan mungkin sekarang sudah banyak dijumpai di berbagai kota lainnya. Akan tetapi, rawon setan yang asli—dan tidak membuka cabang—ada di Surabaya. Sejak tahun 1990, Rawon Setan sudah terkenal dan menjadi salah satu unggulan Surabaya dalam hal kuliner.

Sebagai pelengkap nasi dengan potongan daging yang sangat empuk dan kuah khas, Anda bisa menambahkan lauk lainnya. Cocoknya, rawon dikombinasikan dengan tempe goreng, telur asin, empal daging, dan lain-lain sesuai selera. Yang paling penting, kehadiran sambal tentu tidak sebaiknya dilupakan. Anda bisa meminta kepada penjual jika dirasa kurang.

Lokasi : Jalan Embong Malam no. 78, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Minggu-Selasa pukul 08.00-23.00 WIB

Rabu-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan 18.00-04.00 WIB

Harga : mulai Rp34.000,00

51. Lontong Balap Pak Gendut

Kuliner apa yang paling khas dari Surabaya? Lontong Balap! Dari sekian banyak penjual yang menjajakan lontong balap, , Anda bisa pergi menjajal kelezatan lontong balap Pak Gendut yang melegenda sejak tahun 1956 ini.

Irisan lontong yang sangat nikmat dipadu dengan kuah bening dengan rasa yang istimewa, akan membuat Anda berdecak puas. Belum lagi dengan sambal dan letho-nya yang semakin menggairahkan cita rasa. Dengan resep dan teknik yang merupakan warisan keluarga turun-temurun, pelanggan setia kuliner ini pun kian bertambah.

Lokasi : Jalan Kranggan no. 60 Sawahan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB

Harga : Rp10.000,00

52. Sate Klopo

Sate Klopo Ondomohen Surabaya tidak membuka cabang di kota lainnya. Karena itu, sempatkan untuk menikmati makanan unik di Surabaya saat berlibur ke kota ini.

Ada beberapa pilihan sate yang bisa Anda nikmati: sate usus, sate udang, sate ayam, sate sapi, dan sate usus. Pembuatannya pun sama seperti pembuatan sate-sate lain. Potongan daging yang telah disusun pada tusuk bambu, dibakar, lalu disajikan bersama bumbu kacang lengkap dengan irisan bawang dan cabai. Yang membuatnya berbeda adalah sebelum ditusuk, daging tersebt sudah lebih dulu dicampur dengan bumbu dan kelapa yang telah disangrai.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 36 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 06.30-23.30 WIB

Harga : Rp20.000,00 per porsi

53. Nasi Goreng Jancuk

Anda pun tentu tak lagi asing dengan umpatan yang satu ini. Selain sebagai kata-kata yang mengutuk, kata ‘jancuk’ juga bisa berupa kata sapaan kepada seorang karib. Lantas, bagaimana dengan asal nama makanan yang satu ini?

Rupanya nama ‘nasi goreng Jancuk’ ini juga bukan hal yang disengaja. Kala itu, sang koki membuatkan sajian untuk tema-temannya. Siapa sangka, rupanya dia membuat nasi goreng yang berbeda dari biasanya. Ketika menyendokkan nasi tersebut ke dalam mulutnya, salah seorang teman si koki spontan berkata, “Jancuk, pedes, Cak!” Maka sejak itulah, nasi goreng ini memiliki nama yang cukup unik.

Lokasi : Kartini Restoran Surabaya Plaza Hotel, Plaza Boulevard, Jalan Pemuda 31-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp150.000,00

54. Es Krim Zangrandi

Bisnis kuliner akhir-akhir ini menjadi semakin populer dan banyak dilakukan banyak pihak. Sah-sah saja sebenarnya. Hanya saja memang, beberapa kendala yang biasanya muncul adalah kurang konsistensinya soal rasa.

Namun, es krim yang satu ini dijamin akan membuat lidah ketagihan. Sejak tahun 1930, kedai es krim ini berhasil tetap bertahan meski pesaing semakin banyak. Adapun ciri es krim yang satu ini adalah teksturnya yang sedikit kasar karena tidak terlalu banyak menggunakan susu. Selain itu, arsitekturnya yang masih sangat kental dengan kolonial Belanda tempo dulu, juga membuat kedai es krim ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Lokasi : Jalan Yos Sudarso no.15 Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp20.000,00

55. Rumah Batik

Setiap wilayah di nusantara memiliki corak batik yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Sayangnya, keunikan ini masih belum benar-benar dipahami masyarakat. Hingga hari ini, batik yang masih dianggap familier adalah batik Pekalongan, Yogyakarta, Solo, dan Cirebon.

Ada sebuah tempat wisata di Surabaya yang khusus memamerkan koleksi batik dari beragam kabupaten dan kota, khususnya di kawasan Jawa Timur. Tidak hanya membeli dan melihat koleksi kain batik, Anda juga bisa belajar membatik di sana.

Lokasi : Jalan Tambak Dukuh I no. 4 Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 08.00-20.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 08.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

56. Gedung SIOLA

Gedung bersejarah ini cukup menarik mata dengan lokasinya yang sangat strategis. SIOLA memanjang di Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali sehingga membentuk sudut pada pertemuan dua jalan itu. Desain arsitekturnya yang masih sangat kuno pun cukup menarik perhatian dari kejauhan.

Sejarah gedung ini cukup panjang. Setelah masa kemerdekaan, SIOLA difungsikan sebagai pusat perbelanjaan di Surabaya sampai pada tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 2015, gedung ini dialihfungsikan sebagai kantor pemerintahan. Kini selain dimanfaatkan sebagai Museum Surabaya, SIOLA juga difungsikan untuk kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil, dan kantor Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal.

Lokasi : Jalan Tunjungan, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

57. Jalan Gula

Anda yang menggemari fotografi atau menyukai hal-hal yang berbau antik tidak semestinya melewatkan tempat wisata di Surabaya yang satu ini. Seperti layaknya kota tua lainnya, Anda akan menemukan banyak gedung kuno di Jalan Gula ini. Tidak banyak berubah sejak ratusan tahun lalu, sejak pagi hingga sore, kawasan ini masih ramai dengan lalu-lalang perdagangan.

Jalan yang sebenarnya merupakan gang kecil ini bahkan konon sudah merupakan area perniagaan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Selain gedung-gedung tua ala Belanda, Anda juga akan menemukan bekas tempat ibadah umat Konghucu. Beragam ornamen khas Tiongkok juga ada di sini, seperti patung singa dan naga, pilar-pilar besar yang tinggi menjulang, dan atap rumah khas Cina kuno.

Lokasi : Jalan Gula, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

58. Jalan Pahlawan

Tidak terlalu berbeda dari Jalan Gula, Anda bisa mengeksplorasi daerah ini dengan kamera dan intuisi. Sepanjang Jalan Pahlawan, terdapat sangat banyak gedung peninggalan zaman Belanda yang historikal dan sangat menggoda untuk difoto.

Sejak dulu, wilayah ini memang sudah ramai. Namanya kala itu Alun-Alun Straat. Pada sebuah foto yang diambil pada tahun 1930, terlihat kondisi Alun-Alun Straat yang luas dengan berbagai aktivitas manusia. Di masa itu, dokar masih beroperasi di jalan, beriringan dengan mobil dan juga trem listrik.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

59. Lapis Kukus Pahlawan

Setelah puas mengelilingi dan mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tidak ada salahnya Anda membeli oleh-oleh untuk diri sendiri atau orang lain. Sebagai buah tangan, Anda bisa mengunjungi gerai Lapis Kukus Pahlawan yang terkenal.

Kue lapis kukus ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan dibuat dari tepung singkong. Di atas lapis kukus ada fliing cream yang pas—tidak terlalu manis dan kental yang membuat eneg. Sebagai topping, parutan keju yang tumpah ruah menjadi penyempurna kue lapis kukus Pahlawan.

Lokasi : Jalan Jagir Sidomukti IX no. 107 Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB

Harga : Rp26.000,00 – Rp29.000,00

60. Spikoe Resep Kuno

Sesuai namanya, resep kue ini merupakan warisan keluarga turun temurun sejak tahun 1970-an. Cita rasanya pun tetap terjaga dengan sangat baik, pun teksturnya yang sangat lembut.

Tampilan kue Spikoe Resep Kuno ini sederhana, yakni berwarna cokelat dan kuning dengan sedikit butiran kismis di tengah lapisan. Kendati demikian, kesederhanaan ini terlihat begitu elegan. Ditambah dengan kemasan yang memberikan kesan elite, Spikoe Resep Kuno ini juga sangat bisa Anda jadikan sebagai hadiah atau suvenir.

Lokasi : Jalan Rungkut Madya no. 41 Gununganyar, Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-20.30 WIB

Harga : Mulai Rp75.000,00

Yang perlu menjadi perhatian, cukup banyak tempat wisata di Surabaya yang tidak memerlukan biaya unuk tiket masuk. Akan tetapi biasanya, Anda tetap akan dikenai biaya untuk parkir. Selain di pusat perbelanjaan, besarnya biaya parkir relatif standar untuk kawasan Surabaya. Bila Anda berkendaa dengan motor, umumnya Anda akan dikenai biaya parkir sebesar Rp2.000,00. Sementara bila Anda berkunjung menggunakan mobil, umumnya Anda hanya akan dikenai biaya parkir sebesar Rp5.000,00.

Ada pula beberapa tempat wisata yang tidak mewajibkan Anda untuk membayar biaya apa pun. Akan tetapi, sebagai bentuk apresiasi, tidak ada salahnya Anda memberi sejumlah uang dengan jumlah yang diikhlaskan. Tempat wisata seperti ini biasanya berupa tempat historis dan dijaga oleh orang-orang lokal (seperti contoh museum W. R. Soepratman).

Nah, itulah beberapa referensi tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk Anda kunjungi. Baik datang sendiri atau bersama keluarga atau teman, setiap sudut kota Surabaya terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sebagai kota besar dan saksi bisu perjuangan bangsa, ada banyak cerita yang terekam pada bangunan-bangunan tua, pepohonan ratusan tahun di pinggir jalan, dan lain-lain. Dengan sedikit informasi di atas, Anda bisa mulai berkeliling dan menemukan lebih banyak cerita yang tersimpan. Selamat berwisata!

Baca Juga Artikel Lainnya : 35 Tempat Wisata di Bangkok Yang Unik dan Menarik

45 Tempat Wisata di Semarang yang Seru Saat Liburan

45 Tempat Wisata di Semarang yang Seru Saat Liburan – Semarang mungkin bukan kota pertama yang terlintas dalam pikiran Anda sebagai kota tujuan wisata. Meski begitu, Kota Semarang punya beragam pesona alam dan budaya yang tidak kalah dengan destinasi wisata populer lainnya. Lihat saja sejumlah bangunan tradisional dan gedung bersejarah yang terdapat di kota ini, semuanya mampu menghadirkan daya tarik yang wajib Anda abadikan melalui bidikan lensa kamera.

Selain dihuni beragam bangunan bernuansa etnik dan gedung-gedung bersejarah, Semarang juga memiliki deretan destinasi wisata alam yang dapat menyejukkan mata dan pikiran Anda. Nah, daripada penasaran, langsung saja kita simak beberapa rekomendasi tempat wisata di Semarang yang bisa Anda jadikan referensi untuk libur lebaran mendatang.

1. Lawang Sewu

Siapa yang tidak kenal Lawang Sewu? Gedung tua yang memiliki gaya arsitektur khas kolonial ini memang wajib Anda kunjungi saat berada di Semarang. Meski Lawang Sewu sudah telanjur lekat dengan citra mistisnya, nilai historis yang dimilikinya jauh lebih mengesankan, lo.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Lawang Sewu merupakan kantor administrasi perusahaan kereta api swasta. Bangunan gedung administrasi tersebut dirancang oleh arsitek dari Amsterdam bernama Prof. Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag pada tahun 1904, dan baru selesai tiga tahun kemudian.

Penduduk Semarang menyebutnya Lawang Sewu tidak lain karena jumlah pintu di dalamnya yang hampir tidak terhitung. Banyaknya jumlah pintu tersebut merupakan salah satu usaha para arsitek untuk membangun gedung perkantoran modern yang sesuai dengan iklim Kota Semarang pada masa itu.

Destinasi wisata Lawang Sewu berlokasi di Komplek Tugu Muda, Jalan Pemuda, Sekayu, Semarang. Anda dapat mengunjungi Lawang Sewu pada pukul 07:00-21:00 dan hanya perlu membayar tiket Rp10.000,00 untuk dewasa, dan Rp5.000,00 untuk anak-anak.

2. Tugu Muda

Tidak jauh dari Lawang Sewu, ada sebuah landmark yang dapat mengingatkan Anda akan peristiwa bersejarah yang terjadi pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Namanya Tugu Muda, dan dibuat sebagai bangunan untuk memperingati peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang yang terjadi pada 15 Oktober-20 Oktober 1945.

Tugu Muda terletak di pertemuan antara 4 jalan protokoler, yakni Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Dalan Dr. Soetomo, dan Jalan Pandanaran. Jalan-jalan tersebut merupakan latar terjadinya Pertempuran 5 Hari di Semarang yang merupakan simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang pada masa transisi pemerintahan.

Tugu Muda sendiri dibangun lima tahun setelah peristiwa besar tersebut terjadi, dan hingga saat ini masih eksis sebagai ikon wisata sejarah Kota Semarang. Selain Lawang Sewu, di Komplek Tugu Muda ini juga terdapat sejumlah bangunan penting seperti Museum Mandala Bhakti, Gereja Katedral, dan bangunan Pasar Bulu.

3. Kelenteng Sam Poo Kong

Sam Poo Kong kini menjelma sebagai daya tarik wisata Semarang yang wajib dikunjungi setelah Lawang Sewu. Selain dijadikan sebagai tempat peribadatan, kelenteng yang satu ini juga ramai dikunjungi wisatawan yang datang dari dalam dan luar kota berkat keindahan gaya arsitekturnya.

Jika ditilik dari sisi historisnya, Kelenteng Sam Poo Kong merupakan tempat persinggahan pertama Laksamana Tiongkok Muslim legendaris yang bernama Cheng Ho. Meskipun kelenteng ini merupakan tempat peribadatan umat Konghucu, di sini juga kita dapat melihat jejak peninggalan keislaman Laksamana Cheng Ho dalam sebuah tulisan yang berbunyi: marilah kita mengheningkan cipta dengan membaca Alquran.

Aristektur Kelenteng Sam Poo Kong yang sangat identik dengan kelenteng-kelenteng di Negeri Tiongkok akan membuat Anda seakan-akan berada di negeri tirai bambu tersebut. Jika Anda tertarik untuk menikmati keindahan Kelenteng Sam Poo Kong, langsung saja datang ke Jalan Simongan Nomor 129, Bongsari, Semarang.

4. Pagoda Avalokitesvara

Satu lagi tempat wisata di Semarang yang memiliki nuansa bak landmark terkenal dunia. Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong merupakan bangunan pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki ketinggian mencapai 45 meter ini juga dikenal dengan nama Pagoda Dewi Kwan Im karena terdapat patung Dewi Kwan Im yang menyambut pengunjung di pintu masuknya.

Di dalam bangunan pagoda bertingkat tujuh ini, Anda akan dibuat kagum oleh patung Bodhisattva Avalokitesvara yang berdiri kokoh menghiasi interior pagoda. Di sini, umat Buddha biasanya melakukan ritual Tjiam Shi, atau ritual untuk mengetahui nasib seseorang. Ritual yang satu ini dilakukan dengan menggoyang-goyangkan bambu yang telah diberi tanda hingga salah satu dari bambu tersebut jatuh.

Nah, bagi Anda yang tertarik dengan dunia ramal, Anda bisa mencobanya saat berkunjung ke Pagoda Avalokitesvara. Di mana lokasinya? Pagoda Avalokitesvara terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang.

5. Taman Pandanaran

Semarang juga punya taman kota yang oke punya untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Taman Pandanaran kini sudah menjelma menjadi salah satu ikon wisata Kota Semarang. Ciri khas Taman Pandanaran adalah Patung Warak Ngendog, yang biasa dijadikan sebagai objek bidikan lensa kamera.

Warga Semarang dan sekitarnya biasanya singgah di Taman Pandanaran untuk sekadar bersantai menikmati pagi atau sore. Para warga biasanya joging atau duduk santai sambil menikmati akses internet gratis yang disediakan di komplek taman.

Nah, jika Anda ingin pula merasakan bagaimana serunya bersantai bersama keluarga di Taman Pandanaran, Anda bisa langsung datang ke lokasinya yang terletak di Jalan Pandanaran, Mugasari, Semarang.

6. Taman Budaya Raden Saleh

Jika di Jakarta terdapat Taman Ismail Marzuki sebagai pusat pertunjukkan kebudayaan, Semarang pun punya tempat sejenis, namanya Taman Budaya Raden Saleh. Taman budaya yang terletak di Jalan Sriwijaya Nomor 29 ini lokasinya berada tepat di samping Perpustakaan Daerah Jawa Tengah.

Dulu, Taman Budaya Raden Saleh merupakan lokasi kebun binatang. Setelah kebun binatang tersebut dipindahkan, lahannya dialihfungsikan sebagai tempat pertunjukkan budaya. Di sini Anda dapat menyaksikan berbagai pertunjukkan seni tradisional seperti wayang. Tidak hanya wayang, pertunjukkan lainnya seperti drama, teater, pembacaan puisi, dan lain sebagainya pun kerap diadakan di Taman Budaya Raden Saleh.

Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dibuka setiap hari pada pukul 06:00-21:00 WIB. Untuk masuk ke tempat ini Anda tidak dikenakan biaya, kecuali jika Anda ingin melihat pertunjukkan seni yang digelar di TBRS.

7. Semarang Contemporary Art Gallery

Penikmat seni rupa tampaknya wajib mengunjungi Semarang Contemporary Art Gallery. Di sini tempatnya berbagai karya seni kontemporer seperti lukisan dan patung hasil karya para seniman muda dan kawakan dipamerkan.

Semarang Contemporary Art Gallery pernah mengalami beberapa kali pemugaran. Bangunan ini pernah diruntuhkan dan dibangun kembali pada tahun 1918 yang kemudian digunakan sebagai kantor perusahaan asuransi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Namun, nuansa arsitektur khas kolonial masih terasa kental di setiap sudut bangunannya.

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp10.000,00, Anda sudah dapat menikmati beragam karya seni kontemporer yang memiliki nilai estetika dan filosofi tinggi. Jika penasaran, Anda dapat langsung mengunjungi lokasinya yang berada di Jalan Taman Srigunting Nomor 5-6, Kota Lama Semarang.

8. Old City 3D Trick Art Museum

Old City 3D Trick Art Museum dapat dibilang sebagai destinasi wisata baru di Semarang. Museum seni 3 dimensi yang berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang ini memiliki 108 latar belakang foto 3 dimensi yang memukau. Temanya pun beragam, mulai dari tema Kota Semarang, bangunan terkenal dunia, kartun, serta film. Agar pengunjung tidak bosan, pihak pengelola museum pun setiap empat bulan mengganti gambar-gambar tiga dimensi yang ada di museum.

Untuk dapat menikmati seni ilustrasi 3 dimensi yang ada di sini, Anda harus merogoh kocek Rp40.000,00. Old City 3D Trick Art Museum dibuka pada pukul 10:00-22:00 WIB.

9. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan destinasi wisata religi yang menyimpan keindahan dan nilai filosofi luhur di balik arsitektur dan ornamennya. Masjid yang memiliki luas lahan mencapai 10 hektare ini memiliki perpaduan arsitektur khas Jawa dan Yunani, yang mampu membuat siapa pun yang melihatnya terpikat berkat keindahannya.

Adanya 6 payung raksasa yang dapat dibuka-tutup secara otomatis, mirip seperti yang terdapat di Masjidil Haram, membuat bagian luar masjid dapat digunakan sebagai ruang tambahan bagi para jemaah yang hendak menunaikan salat. Daya tarik lain yang dimiliki Masjid Agung Jawa Tengah, di antaranya terletak pada Menara Asmaul Husna yang memiliki ketinggian 99 meter. Dari atas menara, Anda dapat melihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian melalui teropong pandang.

Cobalah untuk singgah dan menunaikan salat di Masjid Agung Jawa Tengah. Anda akan merasakan nuansa sejuk yang memesona berkat kemegahan aristektur masjid yang menawan. Masjid Agung Jawa Tengah pun sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti perpustakaan, museum, kios cendera mata, kafe, hingga arena bermain anak.

Masjid Agung Jawa Tengah berlokasi di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang.

10. Candi Gedong Songo

Di Semarang juga terdapat bangunan candi yang wajib Anda kunjungi, namanya Candi Gedong Songo. Tempat wisata di Semarang yang satu ini berlokasi di lereng Gunung Ungaran yang sejuk, tepatnya di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Sesuai dengan namanya, Candi Gedong Songo memiliki 9 bangunan candi yang tersebar di kawasan kompleks wisata alam Dusun Darum. Lokasi satu candi dengan candi lainnya tidak berdekatan, sehingga Anda diharuskan untuk menempuh jarak sekitar ratusan meter jika ingin melihat 9 bangunan candi tersebut.

Namun, jangan khawatir, kawasan Candi Gedong Songo memiliki pemandangan alam yang menakjubkan berkat lokasinya yang berada di lereng gunung. Candi Gedong Songo dapat ditempuh dengan jarak sekitar 45 km dari pusat Kota Semarang. Untuk paket wisata lengkap 9 candi, Anda perlu membayar tiket Rp70.000,00.

11. Umbul Sidomukti

Wisata alam yang satu ini juga tidak luput ditawarkan oleh kota yang dijuluki sebagai Kota Lumpia. Di Kabupaten Semarang, tepatnya di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, terdapat kawasan wisata alam yang lengkap bernama Umbul Sidomukti.

Di sini Anda tidak hanya dapat menikmati segarnya berendam di kolam. Fasilitas hiburan pendukung lainnya seperti outbond, Pondok Wisata, Pondok Lesehan, arena kamping, serta berbagai permainan menantang lainnya pun dapat Anda pilih untuk semakin mengakrabkan seluruh anggota keluarga.

Untuk masuk ke area Umbul Sidomukti, Anda diharuskan membayar tiket masuk seharga Rp4.000,00 pada hari biasa dan Rp5.000,00 pada akhir pekan. Jika Anda berminat untuk mencoba permainan yang ditawarkan Umbul Sidomukti, ada biaya tambahan yang jumlahnya bervariasi, misalnya Rp20.000,00 untuk berkendara ATV sebanyak 3 putaran.

12. Kampoeng Wisata Taman Lele

Kampoeng Wisata Taman Lele bisa jadi merupakan sarana rekreasi yang tepat untuk seluruh anggota keluarga. Di tempat wisata seluas 2 hektare ini, Anda dapat bersantai bersama keluarga sembari menikmati keindahan alam sekitar yang menawan.

Lantas, wahana apa saja yang ditawarkan Kampoeng Wisata Taman Lele? Tentunya banyak sekali, ada becak air, kebun binatang mini, kolam renang anak, taman asri untuk bersantai bersama keluarga, dan masih banyak lagi.

Tempat wisata Malang yang satu ini dinamakan Taman Lele karena sebelum disulap menjadi arena rekreasi keluarga, Taman Lele merupakan perkebunan jambu yang memiliki sumber mata air yang dihuni ratusan ikan lele.

Pokoknya, jika Anda berlibur ke Semarang bersama keluarga, jangan lupa untuk berkunjung ke Kampoeng Wisata Taman Lele yang buka setiap hari dari pukul 08:00-18:00. Tiket masuknya pun cukup terjangkau, yakni hanya Rp2.000,00, Rp3.500,00 pada akhir pekan, serta Rp6.000,00 pada libur panjang. Kampoeng Wisata Taman Lele berlokasi di Jalan Walisongo km 10, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

13. Gua Kreo

Masih banyak wisata alam yang dimiliki Kota Semarang, salah satunya adalah Gua Kreo. Kata “kreo” sendiri berasal kata “mangreho” yang artinya memelihara atau menjaga. Gua Kreo konon merupakan tempat petilasan Sunan Kalijaga ketika beliau pergi mencari kayu jati sebagai bahan pembangunan masjid.

Menurut legenda, ketika melintasi gua, Sunan Kalijaga bertemu sekawanan kera yang kemudian beliau suruh untuk menjaga kayu jati. Sejak saat itulah Gua Kreo dijadikan sebagai tempat bermukim kawanan kera. Hingga saat ini, Anda pun masih dapat menjumpai kawanan kera yang menghuni Gua Kreo.

Anda tidak perlu takut dengan kera-kera yang tinggal di dalam gua, sebab kawanan kera tersebut sebenarnya terbilang ramah terhadap manusia selama mereka diperlakukan dengan baik. Selain bermain dengan “penduduk asli” Gua Kreo, Anda pun dapat menikmati segarnya air terjun yang terdapat di sebelah utara Gua Kreo.

Gua Kreo berada di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Gn. Pati, Semarang, dan buka setiap hari pada pukul 05:00-18:00 WIB.

14. Simpang Lima

Belum sah rasanya jika berkunjung ke Semarang tanpa singgah di Simpang Lima. Lapangan Pancasila atau yang lebih populer dengan sebutan Kawasan Simpang Lima ini selalu ramai disambangi para wisatawan pada malam hari. Di sini Anda tidak hanya dapat menikmati beragam jajanan kaki lima khas Semarang, tapi juga bisa menyewa becak yang dihias lampu untuk berkeliling di kawasan Simpang Lima.

Saking semaraknya, orang-orang yang datang ke kawasan Simpang Lima ini juga tidak lupa untuk berfoto ria sambil menikmati angin malam dari atas becak hias. Kalau Anda berminat untuk berkeliling Simpang Lima dengan becak hias, Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp35.000,00 untuk satu kali putaran.

15. Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang merupakan salah satu tempat wisata di Semarang yang punya banyak tempat menarik untuk dijadikan objek fotografi atau sekadar swafoto. Di kawasan ini, Anda akan dibuat terpana oleh keindahan bangunan-bangunan klasik yang akan membuat Anda seolah-olah berada di Eropa.

Kota Lama Semarang punya beberapa bangunan bersejarah, seperti: Pabrik Rokok Praoe Lajar, Gereja Blenduk, Polder Air Tawang, dan masih banyak lagi. Museum-museum seni pun banyak ditemukan di kawasan Kota Lama Semarang, yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Semarang Utara. Jangan lupa untuk membawa kamera ya, jika Anda mau berkunjung ke Kota Lama Semarang.

16. Kawasan Pecinan Semarang

Tidak jauh dari Kota Lama Semarang, Anda bisa singgah sejenak ke Kawasan Pecinan Semarang untuk sekadar duduk-duduk sambil menikmati jajanan khas sekitar. Salah satu kawasan paling sibuk di Semarang ini punya sejumlah kelenteng yang memiliki pesona arsitektur magis.

Untuk Anda penggila kuliner, Anda bisa mampir ke Pasar Semawis yang banyak dijuluki orang sebagai surga kuliner di kawasan pecinan. Datanglah pada malam hariuntuk merasakan suasana semarak khas Pecinan.

17. Hutan Wisata Tinjomoyo

Cari lokasi piknik yang asyik di Semarang? Datang saja ke Hutan Wisata Tinjomoyo yang lokasinya berada di Kelurahan Sukorejo, Banyumanik, Semarang. Hutan Wisata Tinjomoyo tidak hanya asyik untuk digunakan sebagai tempat piknik keluarga. Berbagai aktivitas liburan menarik seperti trekking, kamping, dan outbond pun dapat dilakukan di sini.

Bagi Anda yang hobi memotret, Hutan Tinjomoyo pun punya deretan pepohonan asri dan rindang yang cocok untuk Anda abadikan. Pohon jati dan pinus yang mayoritas mendiami hutan merupakan habitat yang sangat nyaman bagi burung. Itulah sebabnya, Anda jangan sampai melewatkan kunjungan ke Hutan Wisata Tinjomoyo, khususnya Anda yang memang menggilai wisata alam.

Hutan Tinjomoyo dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 07:00-18:00 WIB. Biaya masuknya pun terjangkau, yakni hanya Rp3.000,00 untuk setiap pengunjung.

18. Kebun Binatang Mangkang

Anak-anak pasti tidak akan menolak jika diajak berwisata ke kebun binatang. Di Semarang, Anda bisa melihat aneka satwa bersama si buah hati di Kebun Binatang Mangkang. Kebun binatang yang satu ini memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap, lo. Hingga saat ini, Kebun Binatang Mangkang memiliki setidaknya 40 jenis satwa yang jumlahnya akan terus ditambah oleh pihak pengelola.

Beberapa koleksi satwa yang dapat Anda jumpai di Kebun Binatang Mangkang, di antaranya: kera jawa, beruang madu, lutung, beruk, babi hutan, rusa timor, dan masih banyak lagi.

Kebun Binatang Mangkang berlokasi di Jalan Walisongo km 16, seberang Terminal Mangkang, Semarang atau sekitar 16 km dari kawasan Simpang Lima. Tempat wisata Semarang ini dibuka setiap hari pada pukul 08:00-17:00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp5.000,00 dan Rp7.500,00 pada hari libur.

19. Pantai Maron

Semarang juga punya deretan pantai yang tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai lain yang sudah populer. Salah satu pantai yang dapat Anda kunjungi ketika berada di Semarang adalah Pantai Maron.

Pantai Maron lokasinya tidak jauh dari Bandara Ahmad Yani Semarang dan merupakan destinasi yang cukup menyenangkan untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman. Selain dapat duduk santai sambil menikmati angin pantai, Anda pun bisa menjajal berbagai aktivitas air seperti mendayung, memancing, atau sekadar basah-basahan.

20. Air Terjun Kali Pancur

Kawasan wisata alam Air Terjun Kali Pancur terletak di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Karena tidak ada angkutan umum yang melewati kawasan ini, Anda harus membawa kendaraan pribadi untuk sampai ke kawasan Air Terjun Kali Pancur.

Dengan tiket masuk seharga Rp2.500,00, Anda sudah dapat menikmati pemandangan sekitar kawasan Air Terjun Kali Pancur yang menyejukkan mata. Selain dihias bebatuan dan pepohonan rindang, Anda pun dapat menemukan gua-gua yang dihuni burung walet di kawasan ini.

21. Museum Mandala Bhakti

Satu lagi tempat wisata edukasi di kawasan Tugu Muda Semarang yang sayang untuk dilewatkan. Museum Mandala Bhakti merupakan bukti perjuangan TNI dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di dalam museum ini terdapat koleksi senjata yang digunakan dalam pertempuran dari masa ke masa, seperti bambu runcing, rencong, tombak, busur, hingga senjata modern seperti pistol dan senjata pelontar.

Selain koleksi senjata, Museum Mandala Bhakti juga memiliki seragam yang dikenakan para prajurit perjuangan kemerdekaan, di antaranya: pakaian dari goni, seragam PETA (Pembela Tanah Air), seragam TKR (Tentara Keamanan Rakyat), BKR (Badan Keamanan Rakyat), dan Heiho (pasukan bentukan Jepang yang berisi pemuda Indonesia pada masa Perang Dunia II).

Di Ruang Peristiwa Museum Mandala Bhakti, Anda akan disuguhkan berbagai catatan sejarah dari masa perjuangan memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, masih banyak lagi ruangan dalam museum yang dapat membuka mata dan pikiran kita tentang perjuangan para prajurit yang mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan bangsa. Museum Mandala Bhakti berada di kawasan Tugu Muda, Bangunharjo, Semarang dan dibuka pada Selasa-Jumat pukul 08:00-14:00 WIB.

22. Bukit Gombel

Sebagian dari kita mungkin akan langsung merinding jika mendengar nama Bukit Gombel karena identik dengan nama hantu. Dan benar saja, konon di Bukit Gombel sering ditemukan penampakan makhluk tidak kasat mata. Namun, jangan takut! Bukit Gombel ternyata tidak seseram seperti apa yang diceritakan banyak orang.

Citra Bukit Gombel yang mistis akan langsung hilang dari pikiran Anda ketika suguhan pemandangan alam yang asri terpampang di depan mata. Dari atas Bukit Gombel, Anda bisa melihat pemandangan kota Semarang dari ketinggian yang menakjubkan.

Datanglah pada malam hari agar dapat menyaksikan kelap-kelip lampu yang mampu memuaskan hasrat mata. Jika ingin malam Anda di Bukit Gombel makin romantis, datanglah ke restoran sekitar yang menawarkan sensasi makan malam dengan pemandangan indah ala Bukit Gombel. Penasaran? Langsung saja kunjungi kawasan Semarang atas untuk menikmati angin malam khas Bukit Gombel

23. Bukit Semarang Baru

Kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) memang dikenal sebagai perumahan. Namun, jangan salah, di kawasan tersebut Anda dapat menemukan sejumlah atraksi wisata menarik yang dapat disambangi untuk sekadar bersantai bersama keluarga. Beberapa atraksi wisata tersebut di antaranya Danau BSB, Kolam Renang Lakers Club, Taman Bermain Anak, hingga bangunan di sekitar BSB yang berarsitektur modern dan pastinya cocok untuk dijadikan ajang swafoto.

24. Puri Maerokoco

Kalau Jakarta punya Taman Mini Indonesia Indah, Semarang punya Taman Wisata Puri Maerokoco. Di Puri Maerokoco, Anda dapat melihat berbagai rumah adat atau anjungan dari 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah. Tidak hanya itu, di dalam rumah-rumah adat tersebut, terdapat pula hasil industri dan kerajinan daerah yang unik.

Untuk mendukung aktivitas liburan para pengunjung, berbagai wahana seru pun sudah tersedia di Puri Maerokoco, di antaranya komidi putar, Istana Anak-anak Indonesia, Desa Wisata, Kolam Renang Waterboom, Museum IPTEK, outbond, Pasar Apung, hingga kereta gantung.

Menarik, bukan? Jadi, jangan sampai lupa ya untuk memasukkan Puri Maerokoco ke dalam daftar wisata Anda di Semarang. Puri Maerokoco berlokasi di Jalan Yos Sudarso, atau sekitar 5 km dari kawasan Tugu Muda. Dibuka untuk umum mulai pukul 08:00-18:00.

25. Brown Canyon Semarang

Brown Canyon dikenal sebagai lokasi proyek galian C, yang juga menjadi sumber mata pencaharian warga sekitar yang berprofesi sebagai penggali pasir. Pada awalnya, Brown Canyon tidak pernah ditargetkan untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Namun, seiring dengan kegiatan penambangan pasir yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun, Brown Canyon menjelma menjadi tebing-tebing eksotis yang menarik perhatian para pencinta fotografi.

Hingga kini, banyak para wisatawan yang datang ke Brown Canyon untuk menikmati panorama alam sekitar, sekaligus berfoto ria di antara tebing-tebing yang menjulang.

Brown Canyon berlokasi di daerah Rowosari Meteseh, Tembalang, Semarang. Letaknya yang jauh dari pusat kota Semarang serta medan yang berdebu, merupakan tantangan yang harus dihadapi para wisatawan yang ingin menyaksikan kemegahan tebing-tebing Brown Canyon. Jangan lupa membawa masker, topi, dan kacamata, ya, jika ingin mengunjungi Brown Canyon.

26. New Bandungan Indah Waterpark

New Bandungan Indah Waterpark merupakan tempat wisata di Semarang yang cocok untuk keluarga. Di kawasan yang sering dijuluki sebagai “Puncak”-nya Semarang ini, Anda akan diajak menikmati hawa sejuk kawasan Bandungan sambil berbasah-basahan di kolam renang waterboom.

Tempat wisata Semarang yang dikelola PT. KAI ini juga memiliki kolam pemancingan dan berbagai wahana menarik lainnya seperti taman refleksi, terapi ikan, ATV, jembatan goyang, kapal arus, dan masih banyak lagi. New Bandungan Indah Waterpark berlokasi di Jalan Veteran Nomor 3, Jetis, Bandungan, Semarang. Tarif karcis yang perlu Anda bayar untuk menikmati wahana di waterpark ini cukup terjangkau, yakni hanya berkisar Rp5.000,00-Rp25.000,00.

27. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

Siapa yang tidak kenal dengan MURI? Peristiwa menarik dari seluruh Indonesia yang berhasil memecahkan rekor, semuanya terekam di museum yang satu ini. MURI didirikan pada 27 Januari 1990 dan berlokasi di kawasan industri Jamu Jago, Semarang.

Di dalam ruangan MURI tersimpan dokumentasi berbagai kejadian bersejarah yang berhasil memecahkan rekor dunia (didominasi foto-foto), serta pernak-pernik yang berkaitan dengan jamu. Koleksi fisiknya sendiri sebenarnya tidak banyak. Meski begitu, tempat wisata edukasi yang satu ini tidak ada salahnya untuk dikunjungi, bukan?

MURI berlokasi di Jalan Perinitis Kemerdekaan Nomor 275, Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang. MURI dibuka untuk umum setiap Senin-Jumat pukul 09:00-14:00 WIB dan tidak dikenakan biaya masuk.

28. Danau Tawang

Danau Tawang berada di wilayah Tanjung Mas, Semarang Utara, yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Tawang. Meski tidak banyak hal istimewa yang dimilikinya, tempat yang satu ini mungkin akan cocok sekali untuk dijadikan tempat bersantai di pagi maupun malam hari.

Pengunjung yang datang pun terkadang tidak segan untuk memancing di danau tersebut untuk sekadar mengisi waktu luang saat malam hari. Selain asyik dijadikan tempat bersantai, ada beberapa spot di Danau Tawang yang lumayan bagus untuk dijadikan tempat berfoto. Nah, jika Anda ingin menunggu waktu keberangkatan kereta atau sekadar berjalan-jalan sore, datang saja ke Danau Tawang.

29. Kebun Teh Medini

Di Semarang, Anda pun dapat menjumpai hawa sejuk dan pemandangan hijau khas perkebunan teh, tepatnya di Kebun Teh Medini yang berada di sekitar Pegunungan Ungaran di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal.

Pesona yang dimiliki Kebun Teh Medini selain hamparan hijau perkebunan tehnya adalah Curug Lawe dan Gua Jepang. Curug Lawe dapat dicapai degan berjalan kaki selama 15-20 menit dari pintu masuk.

Kebun Teh Medini biasanya dijadikan tempat persinggahan para pendaki yang hendak menuju Pegunungan Ungaran. Jika Anda tertarik untuk mengunjungi Kebun Teh Medini, siapkan fisik Anda, sebab medan yang harus ditempuh tidaklah mudah. Ada baiknya Anda melalui jalur pedesaan yang lebih mudah diakses. Orang-orang desa pun ramah terhadap pengunjung, jadi tidak perlu sungkan untuk bertanya.

30. Pemandian Air Panas dan Air Terjun Gonoharjo

Kawasan Nglimut, Gonoharjo bisa jadi merupakan destinasi yang wajib dikunjungi para pencinta wisata alam. Di area yang juga dikenal sebagai lereng Gunung Ungaran ini terdapat beberapa objek wisata alam, contohnya Pemandian Air Panas dan Air Terjun Gonoharjo.

Objek wisata alam Gonoharjo ini akan menawarkan sensasi relaksasi yang berbeda. Bayangkan tubuh Anda tengah berendam di hangatnya kolam air panas ditemani semilir angin dari pepohonan rindang di sekitarnya. Hmm, pastinya akan sangat menyegarkan pikiran, bukan?

Jika Anda lebih menyukai bertualang menyusuri jalan setapak di area Pegunungan Ungaran, kawasan ini juga punya arena trekking menuju air terjun dengan pemandangan yang memesona. Berjarak kurang lebih 2 km dari pintu masuk, di sepanjang jalan Anda akan ditemani rimbunnya pepohonan dan kicauan burung yang mampu membuat perjalanan Anda tidak terasa melelahkan.

Untuk dapat sampai ke kawasan Pemandian Air Panas dan Air Terjun Gonoharjo, Anda dapat melalui rute Kendal, Semarang, maupun Ungaran. Dari Semarang, Anda bisa menggunakan rute Terminal Cangkirang. Tenang saja, tidak perlu takut tersesat sebab di sepanjang perjalanan, Anda akan dibantu oleh banyaknya papan petunjuk untuk sampai ke lokasi wisata. Biaya tiket masuk lokasi wisata hanya Rp8.000,00 dan Rp12.500,00 untuk tiket kolam renang dan pemandian air panas.

31. Kebun Karet BSB

Bukit Semarang Baru alias BSB tidak hanya dikelilingi gedung-gedung dan perumahan mewah. Atraksi wisata pun dapat Anda temukan dengan mudah di sini. Salah satu daya tarik wisata BSB yang tengah digandrungi warga lokal adalah Kebun Karet.

Banyak pula penduduk sekitar yang menjulukinya Alaska, yang merupakan kependekan dari Alas Karet. Pada dasarnya, daya tarik utama yang dimiliki kebun ini tidak jauh dari deretan pohon karet yang rindang. Jika Anda pandai memilih titik menarik dari kebun karet tersebut, foto yang bagus dan Instagramable pun akan Anda dapatkan.

Tidak hanya itu, di Kebun Karet BSB pun Anda dapat turut mencoba proses sadap getah karet dan menyaksikan pengolahan getah karet tersebut menjadi lembaran karet yang siap dijual.

Lelah berjalan kaki? Anda dapat berkeliling Kebun Karet BSB dengan mengendarai Segway. Menarik, bukan? Nah, Kebun karet BSB yang berlokasi di wilayah Jatisari, Semarang ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi. Jika Anda bepergian dengan kendaraan umum pun tidak masalah, setibanya di terminal bus, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi kebun karet dengan mengendarai ojek.

32. Curug Lawe

Banyak orang yang menyebut Curug Lawe sebagai surga tersembunyi yang ada di Semarang. Hal tersebut tidak mengherankan, sebab objek wisata alam tersebut menyimpan pesona alam yang luar biasa, biarpun relatif sulit dijangkau.

Meski namanya sudah banyak dikenal para pencinta alam, masih banyak pula orang yang tidak mengetahui lokasi Curug Lawe. Secara geografis, Curug lawe berada di lereng Gunung Ungaran sebelah barat yang cukup jauh dari pusat Kota Semarang. Untuk dapat menikmati segarnya percikan air dari Curug Lawe, Anda diharuskan untuk berjalan kaki kurang lebih selama satu jam. Jalan yang dilalui pun relatif aman, jadi Anda tidak perlu khawatir.

Sepanjang perjalanan menuju Curug Lawe, Anda akan disuguhi rimbunnya hutan dan suara burung-burung yang beterbangan dari satu dahan pohon ke dahan lainnya. Di perjalanan tersebut, Anda juga akan melintasi sebuah jembatan yang dijuluki Jembatan Romantis. Nah, di jembatan itulah wisatawan berhenti sejenak untuk sekadar berfoto.

Pastikan Anda mengunjungi Curug Lawe pada pagi hari agar dapat menikmati pesonanya lebih lama. Sebab, objek wisata Curug Lawe hanya dibuka untuk umum hingga pukul 15:00 WIB. Curug Lawe berada di di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Kecamatan Ungaran Barat, Semarang, atau sekitar 12 km dari pusat kota.

33. Hutan Penggaron

Hutan Wisata Penggaron banyak disambangi para pelancong untuk melepas penat. Kawasan wisata yang berlokasi di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang itu juga sering dijadikan lokasi kemah bagi para pelajar dan anggota Pramuka.

Lantas, apa yang membuat Hutan Penggaron layak untuk dikunjungi? Selain hutannya yang rimbun serta udaranya yang sejuk, di Hutan Wisata Penggaron Anda akan menemukan spot-spot menarik untuk berfoto. Fasilitas penunjang liburan seperti wahana jungle trekking, outbond, dan camping ground pun tidak lupa untuk ditawarkan kepada para pengunjung.

Biaya tiket masuk ke Hutan Wisata Penggaron pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp6.000,00 per orang. Hutan Wisata Penggaron dibuka pada pukul 07:00-17:00 WIB.

34. Rumah Pohon Kali Kulon

Rumah Pohon Kali Kulon merupakan tempat wisata di Semarang yang tepat untuk Anda yang merindukan suasana pedesaan. Lokasinya yang asri dan dikelilingi pepohonan rindang serta sawah membuat Rumah Pohon Kali Kulon banyak diburu para anak muda yang mengantre untuk sekadar berfoto di atas rumah pohon.

Rumah pohon setinggi 10 meter yang Instagramable ini bisa Anda temukan di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, atau sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota.

Waktu terbaik untuk berwisata di Rumah Pohon Kali Kulon adalah pada pagi dan sore hari, waktu yang tepat untuk mengabadikan pemandangan langit yang dihiasi awan dan matahari.

Akses jalan menuju Kali Kulon dapat dikatakan cukup layak dan jika Anda kesusahan menemukan lokasinya, Anda dapat bertanya pada penduduk sekitar.

35. Bantir Hills

Banyak wisatawan dan warga lokal yang menyematkan predikat tempat paling romantis kepada objek wisata alam Bantir Hills. Tempat wisata di Semarang yang satu ini banyak dibicarakan khalayak dunia maya berkat keindahan panoramanya yang asri dan unik.

Para pengunjung yang datang akan dimanjakan dengan pesona alam yang menawan, mulai dari pegunungan, hutan, area persawahan yang hijau, hingga area permukiman penduduk.

Dari atas bukit dengan ketinggian 1.000 mdpl tersebut, Anda dapat mengagumi pemandangan alam sekitar Bantir Hills dengan lebih khidmat. Jika Anda berminat untuk beriwisata di Bantir Hills, jangan sampai lupa untuk berfoto di gazebo, rumah pohon, jembatan hutan, serta gardu pandang yang menjadi daya tarik tempat wisata tersebut.

Wisata Bantir Hills berlokasi di Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Karena masih terbilang baru, Anda tidak akan dikenakan biaya masuk. Anda hanya perlu membayar parkir Rp2.000,00 untuk sepeda motor dan Rp5.000,00 untuk mobil.

36. Setiya Aji Flower Farm

Kebun bunga nan cantik nyatanya tidak hanya terdapat di Lembang, Bandung, lo. Kini di daerah Bandungan, Semarang, pun terdapat kebun bunga yang setiap hari ramai didatangi para wisatawan yang ingin menyaksikan indahnya warna-warni bunga krisan.

Setiya Aji Flower Farm terletak di Dusun Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Tempat wisata yang satu ini dibuka setiap hari, mulai pukul 07:00-18:00 WIB. Tiket masuknya pun murah, yakni hanya Rp7.500,00 per orang. Anda dijamin akan dibuat takjub dengan hamparan warna-warna cerah dari berbagai jenis bunga krisan yang menghuni Setiya Aji Flower Farm.

Anda dianjurkan untuk datang pada pagi ataupun sore hari saat cuaca sedang tidak terlalu panas. Satu lagi, tetap jadi wisatawan yang bertanggung jawab, ya. Jangan sampai bunga-bunga yang tumbuh di kebun jadi rusak hanya karena kita terlalu asyik berfoto.

37. Desa Nglarangan

Tidak jauh dari Candi Gedong Songo terdapat sebuah atraksi wisata menarik yang banyak diburu para pencinta fotografi, namanya Desa Nglarangan. Di desa wisata ini daya tarik utamanya tidak lain adalah rumah bambu bertingkat.

Di desa ini konon banyak terdapat peninggalan masa kerjaan Hindu. Dengan berkunjung ke desa ini, Anda seolah-olah akan diajak menerobos waktu beberapa tahun silam ketika listrik dan teknologi masih dianggap tabu. Tertarik?

38. Gardu Pandang Lereng Kelir

Gardu Pandang Lereng Kelir mungkin akan menjadi tempat yang cocok bagi Anda yang butuh melepas penat sambil menikmati embusan angin dan pemandangan pedesaan dari ketinggian 715 mdpl.

Berlokasi di Dusun Bongkol, Desa Gertas, Ambarawa, Kabupaten Semarang, objek wisata di kawasan Lereng Kelir ini menawarkan pemandangan khas pegunungan yang dihiasi hamparan hijau pepohonan.

Berhubung gardu pandang berada di wilayah yang cukup tinggi, Anda diharuskan menyiapkan fisik agar mampu melewati tanjakan terjal dan jalanan yang berkelak-kelok. Jangan lupa ambil foto dengan pose paling epik saat berhasil mencapai gardu pandang, ya.

39. Hutan Pinus Kayon

Cobalah untuk sejenak keluar dari penatnya kehidupan perkotaan untuk menikmati pemandangan alam yang menakjubkan di Hutan Pinus Kayon. Objek wisata alam yang satu ini sempat hits di media sosial beberapa waktu lalu. Dari sekian banyak tempat wisata di Semarang yang menawarkan keindahan alam, pastikan Anda tidak melewatkan Hutan Pinus Kayon pada kunjungan Anda ke Semarang nanti.

Hutan Pinus Kayon terletak di Dusun Krangkeng, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Kawasan ini biasanya sering dijadikan area kamping oleh para wisatawan. Tidak hanya nyaman untuk dijadikan arena kamping atau piknik keluarga, tingginya pepohonan pinus yang mendiami hutan ini juga merupakan spot yang tepat untuk berswafoto.

40. Gunung Kendil

Gunung Kendil yang berada di Dusun Gojati, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, sebenarnya lebih tepat disebut bukit, tetapi warga sekitar lebih suka menyebutnya gunung. Meskipun hanya bukit, Gunung Kendil merupakan tempat paling tepat untuk menikmati panorama Rawa Pening dan alam sekitarnya.

Pengunjung hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit untuk mendaki Gunung Kendil. Meskipun tidak terlalu tinggi, medan yang harus dilalui pendaki lumayan menantang akibat banyaknya jurang, tanjakan, dan jalurnya yang cukup sempit.

Banyak orang lebih suka mengunjungi Gunung Kendil pada malam hari atau subuh untuk menanti matahari terbit. Jika Anda hendak mendaki Gunung Kendil, jangan lupa siapkan bekal minuman yang cukup, sebab di kawasan tersebut tidak terdapat banyak sumber air.

41.Waduk Jatibarang

Waduk serbaguna yang berada di Gunungpati, Semarang ini ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan. Pengunjung dapat menjelajahi waduk seluas 189 hektare ini dengan mengendarai perahu motor yang dapat disewa dengan tarif Rp60.000,00 per orang, sedangkan tiket masuknya hanya Rp2.500,00

Area Waduk Jatibarang ini sebenarnya meliputi 4 kelurahan dan 2 kecamatan, yaitu: Kelurahan Kandri dan Kelurahan Jatirejo dari Kecamatan Gunungpati, serta Kelurahan Jatibarang dan Kedungpane dari Kecamatan Mijen.

Di tengah genangan Waduk Jatibarang inilah letak objek wisata Gua Kreo berada. Anda bisa mencapai Gua Kreo dengan melintasi jembatan Waduk Jatibarang. Daya tarik lain yang dimiliki Waduk Jatibarang adalah gardu pandangnya yang berbentuk hati. Saking uniknya, penduduk sekitar menjulukinya sebagai Bukit Cinta Jatibarang. Jangan lupa ajak pasangan Anda ya, saat menikmati pemandangan dari atas gardu pandang Waduk Jatibarang, agar suasana romantisnya semakin terasa.

42. Pantai Marina Semarang

Selain Pantai Maron, pantai lainnya yang tidak boleh luput dari daftar kunjungan Anda adalah Pantai Marina Semarang. Pantai yang satu ini sering dijadikan tujuan wisata penduduk lokal setiap akhir pekan.

Menurut sejarahnya, Pantai Marina merupakan kawasan hutan bakau dan tambak. Seiring berjalannya waktu, pemerintah setempat memutuskan untuk mengubah wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata andalan Semarang. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Semarang, membuat Pantai Marina tidak pernah sepi dari pengunjung yang singgah sekadar untuk melepas penat. Pantai Marina terletak di kawasan PRPP (Pekan Raya Promosi dan Pembangunan), dan cukup dekat dengan perumahan Royal Family.

Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan di Pantai Marina? Selain berjalan-jalan di pinggir pantai, Anda pun dapat bersantai sambil memancing di atas perahu. Di samping itu, di sekitar kawasan pantai juga terdapat kebun buah naga yang dapat menjadi daya tarik wisata Pantai Marina. Area pantainya pun relatif aman untuk anak-anak. Meski demikian, Anda tetap tidak boleh lengah dalam mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar pantai.

Pantai Marina berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat. Anda hanya perlu menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit dari pusat Kota Semarang untuk sampai ke Pantai Marina. Tiket masuknya pun murah, yakni hanya Rp3.000,00 untuk setiap pengunjung.

43. Pantai Tirang

Pantai Tirang berada tidak jauh dari Bandara Ahmad Yani, Semarang. Pantai Tirang sebenarnya memiliki air yang jauh lebih jernih dari Pantai Maron dan Pantai Marina. Namun, karena kurang dikelola dengan baik, Pantai Tirang justru terlihat kumuh, padahal pantai satu ini merupakan salah satu tempat wisata di Semarang yang paling mudah diakses oleh kendaraan.

Pantai Tirang kini lebih sering disambangi oleh wisatawan yang hobi memancing. Selain memancing, Anda pun bisa menyusuri hutan bakau yang terdapat di sekitar pantai. Ombak di Pantai Tirang pun tidak terlalu besar, jadi relatif aman untuk anak-anak dan orang dewasa yang ingin menjajal olahraga air.

Biasanya, pantai ini ramai oleh pengunjung pada sore hari dan akhir pekan. Meski pantai ini tidak banyak memiliki daya tarik, suasananya yang adem bisa menjadi alternatif wisata bagi Anda yang ingin bersantai sejenak sambil menikmati embusan angin pantai.

Jalur akses menuju Pantai Tirang sebenarnya tidak terlalu bagus untuk dilewati kendaraan roda empat. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk mengendarai sepeda motor jika ingin berkunjung ke Pantai Tirang.

Untuk sampai ke Pantai Tirang yang berlokasi di daerah Tugurejo, Anda dapat menggunakan akses jalan dari Graha Padma, dilanjutkan dengan perjalanan melintasi jembatan kayu yang kondisinya agak mengkhawatirkan untuk dilalui kendaraan.

44. Museum Kereta Ambarawa

Mengisi libur panjang atau akhir pekan tidak harus di tempat-tempat hiburan. Jika ada tempat wisata yang edukatif dan menghibur, kenapa tidak? Salah satu tempat wisata di Semarang yang menawarkan dua hal tersebut adalah Museum Kereta Ambarawa.

Museum yang juga stasiun kuno ini memiliki koleksi lokomotif uap dari masa ke masa. Anda pun bisa mencoba menaiki kereta uap di Museum Kereta Ambarawa ini. Anda bisa memilih menggunakan kereta uap yang telah berusia ratusan tahun, atau kereta diesel kuno.

Rute yang dapat dipilih pun beragam, ada rute Ambarawa-Tuntang yang akan menyuguhkan pemandangan pegunungan, serta rute Ambarawa-Bedono yang akan membawa Anda melintasi perbukitan, Gunung Ungaran, dan Gunung Merbabu dengan lintasan yang sedikit menanjak.

Wisatawan dapat memilih waktu perjalanan pukul 10:00, pukul 12:00, atau pukul 14:00. Loket tiket masuk Museum Kereta Api Ambarawa sudah dibuka sejak pukul 08:00. Harga tiket perjalanan wisata reguler yakni hanya Rp50.000,00 per orang.

Jika Anda berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa pada akhir pekan, ada baiknya Anda mulai mengantre sejak pagi hari supaya dapat memilih jadwal perjalanan dengan lebih bebas sebab, pihak pengelola menetapkan kuota pada setiap jadwal perjalanannya.

45. Eling Bening

Objek wisata Eling Bening merupakan salah satu destinasi wisata baru yang ada di Semarang. Konsep yang ditawarkan Eling Bening tidak jauh dari wisata keluarga. Itulah sebabnya, di sini Anda dapat menikmati fasilitas liburan yang relatif lengkap seperti restoran, kolam renang, arena bermain, outbond, area kamping, serta penginapan.

Di lahan seluas 3 hektare ini, Anda dapat menikmati keindahan alam perbukitan Ambarawa sambil duduk santai di gazebo-gazebo yang sudah dirancang untuk menciptakan kenyamanan. Selain dijadikan sebagai destinasi wisata, Eling Bening juga sering disambangi para calon pengantin yang ingin melakukan sesi foto pra-nikah.

Memang tidak heran jika banyak pengunjung yang tertarik mengabadikan momen liburan di Eling Bening, sebab pemandangan alam pegunungan yang tersaji di sini memang begitu menyejukkan mata.

Objek wisata Eling Bening berlokasi di Jalan Sarjono, Bawen, Semarang, dan dapat dijangkau dari pertigaan Terminal Bawen ke arah Ambarawa. Harga tiket masuk Eling Bening pun terbilang murah, yakni hanya Rp15.000,00 per orang. Tiket tersebut juga dapat ditukar minuman.

Jika Anda berminat mengunjungi Eling Bening pada akhir pekan, ada baiknya Anda pergi lebih pagi, sebab kawasan wisata tersebut akan jauh lebih ramai pada siang dan sore hari.

Nah, itulah beberapa referensi tempat wisata di Semarang yang bisa dimasukkan ke dalam daftar wisata Anda. Jangan lupa persiapkan segala keperluan liburan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Pastikan Anda mendapatkan pengalaman liburan yang terbaik dengan pilihan tempat wisata dan penginapan yang terbaik pula.

Baca Juga : 45 Tempat Wisata di Jakarta yang Tepat Untuk Liburan

45 Tempat Wisata di Jakarta yang Tepat Untuk Liburan

45 Tempat Wisata di Jakarta yang Tepat Untuk Liburan – Bagi warga Jakarta, berlibur ke kawasan Puncak Bogor atau Kota Bandung merupakan tradisi setiap musim liburan tiba. Tidak heran jika setiap akhir pekan atau liburan panjang, jalan menuju ke kawasan wisata tersebut cenderung macet dan padat. Alhasil liburan yang seharusnya menyenangkan malah jadi melelahkan karena harus antre di jalan.

Nah! Jika Anda ingin berlibur tetapi enggan terjebak kemacetan, cobalah untuk berwisata di dalam kota saja. Karena ternyata, Jakarta juga memiliki banyak tempat wisata yang tidak kalah menarik dibandingkan objek wisata di Puncak atau Bandung. Apa saja tempat wisata di Jakarta tersebut? Berikut ulasannya,

1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Siapa yang tidak tahu Taman Mini? Taman rekreasi yang didirikan oleh mantan Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto, ini merupakan sebuah arena wisata edukasi, sejarah, hiburan, sekaligus tempat wisata modern yang menarik. Daya tarik utama tempat wisata ini adalah miniatur berbagai budaya dari 33 provinsi di Indonesia.

Selain miniatur, Taman Mini juga memiliki berbagai wahana menarik seperti Teater IMAX Keong Mas, Istana Anak Indonesia, kereta gantung, Anjungan Daerah, SnowBay, Teater 4D, perahu angsa, serta beberapa museum wahana seru lain yang sayang jika dilewatkan.

Untuk masuk ke kawasan Taman Mini, Anda hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp1.000 hingga Rp30.000 tergantung kendaraan yang digunakan. Untuk masuk ke wahana-wahana di dalamnya, Anda harus mengeluarkan dana sekitar Rp10.000 hingga Rp180.000 per wahana.

Taman Mini Indonesia Indah buka setiap hari dari pukul 07.00 sampai 21.00 WIB dengan jam operasional yang berbeda untuk setiap wahana di dalam TMII. TMII bisa dicapai dengan kendaraan pribadi, sewaan, atau kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta, taksi, dan KRL.

2. Dunia Fantasi (Dufan)

Dunia Fantasi merupakan salah satu pelopor theme park di Indonesia yang berdiri di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol sejak tahun 1985. Dengan berbagai wahana menarik dan menantang, Dunia Fantasi atau Dufan menyediakan pusat hiburan paling seru dan lengkap untuk didatangi bersama orang-orang tercinta.

Tempat wisata di Jakarta dengan maskot berupa kera bekantan ini merupakan salah satu tempat berlibur favorit warga Jakarta dan luar kota saat akhir pekan. Dufan buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WIB. Untuk masuk ke Dufan, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp200.000 untuk hari Senin-Jumat, dan Rp295.000 untuk akhir pekan dan liburan.

Serunya, Anda juga bisa membeli tiket tahunan seharga Rp400.000 yang dapat digunakan untuk berwisata ke Dufan selama setahun penuh tanpa biaya tambahan.

Untuk sampai ke tempat ini, dari Stasiun KRL Anda bisa menaiki angkot M15 atau M15A jurusan Tanjung Priok dan berhenti tepan di gerbang kawasan wisata Ancol. Anda juga dapat menggunakan bus Trans Jakarta koridor 1 dan 5, atau bus umum jurusan Ancol.

3. Seaworld Ancol

Masih di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol dan terletak tidak jauh dari Dufan, Anda bisa merasakan sensasi seru berjalan di bawah air dan berinteraksi dengan berbagai ikan-ikan yang memesona di Seaworld Jakarta. Ada ribuan biota laut yang menjadi koleksi tempat wisata unik tersebut.

Selain dapat melihat berbagai macam hewan air dari dekat tanpa harus menyelam, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai pertujukan seru dari para penyelam profesional. Untuk masuk ke Seaworld Ancol, pengunjung hanya perlu menyiapkan dana sekitar Rp80.000 sampai Rp200.000.

Setiap hari Seaworld mulai dibuka untuk pengunjung sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Karena letaknya di kawasan wisata yang terkenal, pengunjung bisa menggunakan berbagai kendaraan untuk sampai ke tempat ini. Hampir semua kendaraan umum seperti angkot, bus kota, bus Trans Jakarta, ataupun taksi dapat menjangkau tempat wisata ini.

4. Atlantis Water Adventure

Pesona kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol memang tiada habisnya. Jika Dufan dan Seaworld sudah terlalu mainstream bagi Anda, Atlantis Water Adventure di Ancol mungkin bisa menjadi salah satu pilihan tempat wisata untuk dikunjungi pada musim liburan kali ini.

Meskipun mengusung konsep yang sama yaitu theme park, berbeda dengan Dufan, Atlantis Water Adventure menawarkan berbagai wahana permainan air seru dan menantang yang sayang sekali untuk dilewatkan. Setidaknya ada 8 kolam renang utama lengkap dengan berbagai permainan menantang di tempat ini.

Harga tiket masuk ke Atlantis Water Adventure cukup terjangkau dan lebih murah dari Dufan, yaitu sekitar Rp95.000 hingga Rp200.000. Tempat ini buka mulai pukul 08.00 sampai 18.00 untuk hari biasa, dan pukul 07.00 sampai 20.00 pada akhir pekan.

Atlantis Water Adventure juga cukup mudah diakses oleh berbagai kendaraan termasuk kendaraan umum seperti KRL, angkot, bus, dan taksi. Jika menggunakan kendaraan umum, pastikan jurusan kendaraan yang dinaiki adalah Ancol atau Tanjung Priok.

5. Ocean Dream Ancol

Ocean Dream atau dikenal juga dengan Gelanggang Samudra merupakan salah satu tempat wisata di kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang terkenal ramai dan selalu dipadati oleh pengunjung. Daya tarik utama tempat wisata di Jakarta ini adalah atraksi lumba-lumba yang lucu dan profesional.

Selain menyaksikan atraksi hewan lucu tersebut, pengunjung juga melihat dari dekat tempat penangkaran, perawatan, dan pelatihan lumba-lumba. Jika ingin menyaksikan hal yang lebih seru lagi, Anda dapat mengunjungi Underwater Theater, Cinema 4D, atau Scorpion Pirates yang menawarkan berbagai pertunjukan menarik.

Tiket masuk ke Gelanggang Samudra Ancol berkisar antara Rp95.000 sampai Rp200.000. Tempat ini mulai buka sejak pukul 09.00 hingga 17.00 untuk weekday dan pukul 09.00 hingga 18.00 untuk weekend. Sebagai tambahan informasi, loket tiket masuk ke tempat biasanya ditutup 1 jam sebelum closing time.

Ocean Dream atau Gelanggang Samudera Ancol bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi, umum, atau sewaan. Dari pusat kota, Anda bisa melewati jalan yang menuju arah Tanjung Priok atau kawasan Ancol.

6. Waterbom Jakarta

Waterbom merupakan wahana wisata permainan air yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Selatan. Salah satu wahana permainan di Waterbom yang terkenal adalah Aquatube. Aquatube adalah permainan berupa seluncur air dengan panjang sekitar 118 m dan tinggi 14,5 m.

Selain Aquatube, pengunjung juga dapat mencoba permainan menantang lainnya, seperti Speedslide, The Hairpin, The Whizzard, dan Twizter. Soal keamanan, Anda tidak perlu khawatir. Pada setiap permainan, pengelola Waterboom menyediakan alat keselamatan, kesehatan, dan beberapa kru terlatih yang profesional.

Tiket masuk ke kawasan ini adalah Rp100.000 untuk anak-anak dan Rp170.000 untuk dewasa pada hari biasa. Sedangkan saat akhir pekan atau musim liburan, tiket yang harus dikeluarkan sekitar Rp200.000 untuk anak-anak dan Rp270.000 untuk dewasa. Waterbom buka sejak pukul 10.00 pada hari biasa dan 08.00 pada akhir pekan hingga pukul 21.00 WIB.

Untuk ke Waterbom Jakarta, Anda bisa menggunakan bus Trans Jakarta koridor 9A dan turun di Pluit Village Mall, lalu dilanjutkan dengan angkot merah nomor B01 jurusan Grogol-Angke dan turun di kawasan Pantai Indah Kapuk. Selain Trans Jakarta, Anda juga bisa menaiki bus umum atau kendaraan pribadi untuk mengunjungi tempat wisata di Jakarta ini.

7. SnowBay Waterpark

SnowBay Waterpark merupakan tempat wisata permainan air yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kurang lebih ada 5 wahana permainan air utama di tempat ini seperti Hurricane, Flush Bowl, Cool Running, SnowBay Beach, dan Typhoon River.

Daya tarik utama tempat wisata ini adalah pantai buatan dengan 7 jenis gelombang seru dan menantang. Meskipun berada di kawasan TMII, tetapi tiket masuk ke kawasan SnowBay terpisah dengan tiket masuk ke TMII. Untuk bermain di SnowBay, pengunjung akan dikenakan HTM sekitar Rp140.000 sampai Rp180.000. Serunya, tempat ini buka setiap hari dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 06.00 malam.

Untuk ke sini Anda bisa menaiki kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Anda bisa menaiki bus Trans Jakarta koridor 9 dan turun di Halte TMII, atau KRL yang dilanjutkan dengan angkot jurusan TMII.

8. Pantai Ancol

Pantai Ancol merupakan salah satu pantai paling ramai dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar Kota Jakarta. Pantai ini terletak di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol yang terkenal dengan berbagai tempat wisata menarik seperti Dufan, Seaworld, dan Gelanggang Samudra.

Tercatat ada 5 pantai yang terletak di sepanjang garis Pantai Ancol yaitu, Pantai Karnaval Ancol, Pantai Festival Ancol, Pantai Ria, Pantai Elok, dan Pantai Indah. Meskipun terletak di kawasan padat penduduk, kebersihan pantai sepanjang 500 m ini sangat terjaga.

Pengelola menyediakan banyak tempat teduh untuk para pengunjung yang ingin menikmati semilir angin Pantai Ancol. Selain itu, pengelola juga menyediakan jogging track, toilet, food court, dan dermaga bagi para pemburu foto dan pemandangan matahari terbenam.

Untuk masuk ke kawasan pantai, pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Serunya, kawasan wisata ini buka selama 24 jam nonstop. Untuk sampai ke Pantai Ancol, pengunjung dapat menaiki bus Trans Jakarta, bus umum, atau angkot jurusan Tanjung Priok atau Ancol.

9. Ocean Ecopark

Ingin berwisata sekaligus turut serta dalam upaya penyelamatan lingkungan? Ocean Ecopark adalah tempat wisata jakarta yang tepat untuk dikunjungi. Taman bermain edukatif ini memiliki beberapa wahana seru yang mengusung 4 konsep yaitu, Eco Energy, Eco Care, Eco Nature, dan Eco Art.

Di sini pengunjung dapat melakukan kegiatan outbond, paint ball, belajar cara merawat hewan ternak, melihat proses pembuatan madu di penangkaran lebah, hingga belajar bercocok tanam di wahana Learning Farm. Untuk masuk ke Ocean Ecopark pengunjung harus membayar sekitar Rp25.000.

Jika ingin menikmati setiap wahana, pengunjung harus mengeluarkan biaya tiket yang berbeda, tergantung wahana mana yang ingin dikunjungi. Tiket masuk permainan di kawasan Ecopark berkisar antara Rp25.000 hingga Rp180.000.

Ocean Ecopark berlokasi di kawasan Taman Impian Jaya Ancol sehingga mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan pribadi maupun umum seperti bus Trans Jakarta, angkot, atau taksi.

10. Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu merupakan gugusan pulau-pulau baik yang berpenghuni maupun tidak dan berlokasi di Selat Sunda, utara Jakarta. Setidaknya ada 5 pulau besar di kawasan kepulauan Seribu yang sering dikunjungi wisatawan dan menjadi spot favorit berlibur turis lokal maupun mancanegara.

Pulau tersebut adalah Pulau Kelor, Cipir, Onrust, Rambut dan Untung Jawa. Setiap pulau memiliki daya tarik dan keunikan masing-masing. Di Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust pengunjung dapat melihat reruntuhan bangunan peninggalan masa kolonial dan museum Pulau Onrust.

Di Pulau Rambut pengunjung dapat melihat berbagai jenis burung yang hidup di habitatnya secara langsung. Pulau Rambut memang dijadikan suaka margasatwa untuk berbagai jenis burung khas Indonesia. Sedangkan di Pulau Untung Jawa, Anda dapat menikmati berbagai wahana permainan air modern seperti speedboat, banana boat, atau snorkeling.

Serunya, untuk mengunjungi 5 pulau tersebut pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp600 sampai Rp1.500. Harga tersebut belum termasuk biaya sewa kapal, pelampung, permainan air, dan biaya tambahan lain.

Untuk ke Kepulauan Seribu Anda bisa menaiki kapal Pelni dari kawasan Pantai Marina Ancol dan dilanjutkan dengan kapal kecil yang bisa disewa dari tempat penyewaan setempat. Sebagai informasi, kapal feri tujuan Kepulauan Seribu biasanya hanya melayani pelayaran hingga pukul 17.00.

11. Pulau Semak Daun

Bagi para pencinta alam yang ingin merasakan sensasi berkemah di tengah hutan atau pinggir pantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam, berkunjung ke Pulau Semak Daun di kawasan Kepulauan Seribu adalah pilihan yang tepat.

Daya tarik utama pulau ini adalah garis pantai yang panjang, dangkal, dan memiliki air biru yang bening. Pengunjung juga bisa menemukan banyak spot foto menarik dan instagramable di pulau ini. Jangan lupa untuk menikmati alam bawah laut Pulau Semak Daun dengan menyelam atau snorkeling.

Pengunjung biasanya harus mengeluarkan uang sekitar Rp385.000 per orang untuk transportasi, jelajah pulau, mengunjungi tempat penangkaran hiu dan penyu, serta snorkeling. Biaya tersebut belum termasuk makan siang, sewa tenda, listrik, dan membeli air tawar atau minuman.

Untuk sampai ke pulau alami ini Anda dapat menaiki kapal Pelni dari Pantai Marina ke Pulau Pramuka. Dari Pulau Pramuka, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan kapal kecil ke Pulau Semak Daun.

12. Pulau Tidung

Pulau Tidung merupakan salah satu tempat wisata favorit di kawasan Kepulauan Seribu. Ada banyak hal yang bisa dilakukan wisatawan di sini, mulai dari snorkeling, menikmati pemandangan matahari terbit, berkeliling pulau menggunakan sepeda, atau ber-selfie ria di atas Jembatan Cinta yang legendaris.

Jembatan Cinta adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil. Jika di Tidung Besar kita masih menemukan banyak rumah warga, di Tidung Kecil Anda hanya akan melihat kawasan konservasi hutan bakau. Kapal yang menyeberang ke Pulau Tidung biasanya berangkat dari Dermaga Muara Angke dengan biaya sekitar Rp40.000 sampai Rp45.000 per orang.

Jika ingin menginap di pulau cantik ini, Anda tidak perlu repot-repot mendirikan tenda. Karena di Pulau Tidung terdapat banyak homestay dan penginapan murah.

13. Pulau Bidadari

Siapa yang tidak tahu Pulau Bidadari? Salah satu pulau yang berlokasi di Kepulauan Seribu ini merupakan tempat wisata favorit turis dari dalam maupun luar negeri. Daya tarik pulau ini adalah reruntuhan bangunan bersejarah pada masa kolonial yang bisa kita lihat di tengah pulau.

Selain itu, Pulau Bidadari merupakan area konservasi berbagai hewan dan tanaman langka seperti tanaman bakau, Pohon Kepuh, Pohon Sentigi, lumba-lumba, Elang Bondol, dan Rusa Totol India. Anda dapat berwisata sekaligus belajar melestarikan alam di sini.

Pulau Bidadari dapat diakses menggunakan kapal yang berlayar dari Pantai Marina Ancol atau Dermaga Muara Angke. Pengunjung biasanya akan dikenakan biaya tiket kapal sekitar Rp40.000-Rp45.000. Jangan lupa untuk membawa kamera terbaik Anda jika mengunjungi Pulau Bidadari, karena selain hal-hal yang sudah di sebut di atas, di sini Anda dapat melihat berbagai pesona dan keindahan alam Kepulauan Seribu yang sayang sekali untuk dilewatkan.

14. Pantai Pasir Perawan

Virgin Beach atau Pantai Pasir Perawan merupakan tempat wisata alam yang berlokasi di Pulau Pari kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta. Daya tarik utama pantai adalah hamparan pasir putih dan bersih, air laut yang jernih, serta kawasan hutan bakau yang memesona.

Pengunjung dapat memancing, menyelusuri hutan bakau menggunakan sampan sewaan, dan snorkeling di sini. Pantai Pasir Perawan bisa diakses dengan kapal Pelni yang berangkat dari Pantai Marina Ancol. Perjalanan dari Pantai Marina menuju Pulau Pari biasanya memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Biaya sewa kapal biasanya dipatok mulai dari Rp40.000 per orang termasuk premi asuransi kecelakaan. Sedangkan HTM ke Pantai Pasir Perawan cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp2.000 per orang. Harga tersebut belum termasuk biaya-biaya lain seperti sewa kapal, sepeda, atau peralatan selam dan snokeling.

15. Pantai Marunda

Bagi yang biasa berlibur ke Jakarta, nama Pantai Marunda mungkin tidak terlalu populer dibanding pantai di Kepulauan Seribu. Tapi bagi warga Jakarta Utara terutama daerah Cilincing, nama pantai tersebut sangat akrab di telinga.

Terletak tidak jauh dari dua bangunan tertua di Jakarta, yaitu Masjid Al Alam dan rumah Si Pitung, Pantai Marunda menawarkan pengalaman seru berlibur di pantai yang sederhana tetapi menarik.

Untuk masuk ke kawasan pantai, Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar uang parkir. Jika ingin menyusuri garis pantai dengan perahu nelayan setempat, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp3.000 per orang.

Jika ingin menaiki angkutan umum, pengunjung bisa menaiki metromini jurusan Tanjung Priok-Cilincing. Setelah sampai di Cilincing perjalanan dilanjutkan dengan menaiki angkot merah KWK U05 dan berhenti di depan STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran). Dari STIP pengunjung dapat berjalan kaki menuju Pantai Marunda.

16. Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Kawasan Pantai Indah Kapuk tidak hanya memiliki perumahan mewah saja, tempat ini juga memiliki beberapa wisata alam yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Di sini Anda dapat menyusuri hutan bakau sambil sesekali melihat beberapa fauna yang hidup di habitat aslinya. Salah satu fauna yang bisa ditemukan di sini adalah biawak. Jika menyewa kapal, pengemudi kapal biasanya hafal betuk di mana letak setiap biawak yang hidup di kawasan hutan bakau.

Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen seru di sini, karena keindahan alam Angke Kapuk patut diabadikan dan dipajang di halaman Instagram Anda. Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp25.000 per orang. Biaya tersebut belum termasuk sewa kapal atau sampan untuk menelusuri danau.

Jika ingin berkunjung ke tempat wisata di Jakarta ini, Anda dapat menaiki bus Trans Jakarta koridor 9A atau bus kota jurusan Grogol lalu dilanjutkan dengan menaiki angkot warna merah nomor B01 jurusan Grogol-Angke. Taman Wisata Alam Angke Kapuk dibuka mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WIB.

17. Taman Situ Lembang

Situ Lembang merupakan sebuah danau buatan yang berlokasi di tengah Kota Jakarta dan terletak di dekat Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Di sini, pengunjung bebas memancing berbagai ikan yang ada di danau, seperti ikan mujair, gurami, dan mas.

Danau ini dikelilingi oleh jogging track dan taman dengan berbagai bunga yang indah. Selain memancing pengunjung juga dapat duduk-duduk santai atau bercengkerama dengan keluarga tercinta. Karena terletak di pusat kota, Taman Situ Lembang bisa diakses dengan berbagai kendaraan umum seperti angkot, taksi, dan bus Trans Jakarta.

Untuk masuk ke taman, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun. Taman ini buka 24 jam untuk Anda yang ingin menikmati udara sejuk dan pemandangan hijau di tengah Kota Jakarta yang padat dan panas.

18. Taman Cattleya

Taman Cattleya atau dikenal juga sebagai Taman Tomang merupakan sebuah objek wisata alam di tengah kawasan Jakarta Barat yang padat. Taman seluas 3 hektare ini memiliki berbagai macam tanaman teduh dan indah.

Jogging track, arena bermain anak, danau buatan, dan taman bunga merupakan beberapa hal yang dapat kita temukan di Taman Cattleya. Berbeda dengan beberapa taman lain di Jakarta, di sini Anda akan jarang menemui pedagang makanan dan kaki lima. Serunya, untuk berwisata di taman ini Anda tidak akan dikenakan biaya.

Taman ini buka selama 24 jam. Jika Anda tertarik untuk berwisata ke Taman Cattleya, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Pengunjung dapat menggunakan bus umum jurusan Grogol atau Semanggi dan turun tepat di perempatan Taman Tomang.

19. Taman Ayodya

Taman yang hanya berjarak sekitar 500 m dari Terminal Blok M ini merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang ramai dikunjungi warga lokal saat akhir pekan. Daya tarik taman ini terletak pada danau buatan seluas 1.500 meter persegi dengan hiasan lampu berbentuk gurita dan air mancur di bagian tengah danau.

Bagi yang hobi berolahraga, jangan khawatir. Di taman ini memiliki sebuah lintasan lari seluas 1.700 meter persegi. Taman Ayodya juga dilengkapi dengan gazebo, kursi taman, toilet, dan akses internet nirkabel. Untuk memasuki taman, pengunjung tidak akan dikenakan biaya alias gratis.

Taman yang dibuka selama 24 jam ini bisa dijangkau dengan bus atau metromini dari Terminal Blok M dan turun di Jalan Mahakam.

20. Taman Hutan Tebet

Ingin tetap bugar saat liburan tetapi memiliki dana yang terbatas? Taman Hutan Tebet adalah tempat wisata Jakarta yang mungkin cocok untuk Anda. Taman ini memiliki berbagai fasilitas menarik seperti lintasan lari dan bersepeda, active zone lengkap dengan berbagai alat olahraga sederhana, lapangan sepak bola, taman refleksi dengan batuan alam, serta area bersantai yang nyaman.

Jika ingin berlama-lama di sini pengunjung juga tidak perlu khawatir, karena pengelola telah menyiapkan toilet dan musala yang bersih dan nyaman. Taman yang buka selama 24 jam ini bisa diakses dengan berbagai kendaraan karena lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau.

21. Hutan Kota Srengseng

Jika berlibur ke Jakarta Barat, ada sebuah tempat wisata alam menarik yang dapat Anda kunjungi. Tempat itu adalah Hutan Kota Srengseng. Hutan kota yang dibangun sejak tahun 1995 ini memiliki setidaknya 4.800 pohon dari 63 varietas berbeda. Selain itu hutan Srengseng juga memiliki sebuah danau, area bermain anak, dan lintasan lari.

Jika ingin bersantai dan menikmati pepohonan, pengelola juga menyediakan beberapa tempat duduk atau pendopo untuk para pengunjung. Pengunjung yang berlibur ke sini biasanya akan dipungut biaya sekitar Rp2.000 per orang. Hutan Kota Srengseng buka mulai jam 07.00 sampai 17.00 WIB.

Jika ingin berlibur ke tempat ini, Anda dapat menaiki Kopaja 609 jurusan Blok M-Meruya atau angkot nomor 24 jurusan Kemanggisan-Srengseng lalu turun di Jalan Haji Kelik. Setelah sampai di Haji Kelik perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 600m.

Meskipun terletak di tengah kota, sayangnya memang belum ada kendaraan umum yang dapat mengakses Hutan Kota Srengseng agar pengunjung tidak terlalu jauh berjalan kaki ketika berlibur ke sini.

22. Taman Suropati

Taman Suropati merupakan salah satu taman tertua di Jakarta dan dibangun sejak tahun 1920. Dilengkapi dengan lintasan lari, area duduk dan bersantai, serta berbagai tanaman hijau yang sejuk dan teduh, taman ini merupakan salah satu tempat wisata alternatif warga Jakarta yang ingin menghabiskan akhir pekan di Ibukota.

Setiap akhir pekan, semakin malam Taman Suropati semakin ramai dengan pengunjung yang ingin melihat aksi para seniman jalanan. Apalagi di sekitar taman akan banyak kita temukan para pedagang yang menjual makanan dan minuman. Ditambah akses internet nirkabel gratis, tidak heran jika selama 24 jam tempat ini masih ramai dikunjungi warga Jakarta yang ingin bersantai.

Untuk masuk ke area taman, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya sedikit pun. Karena letaknya sangat strategis, Taman Suropati bisa diakses menggunakan berbagai kendaraan pribadi atau umum. Salah satunya adalah bus Trans Jakarta koridor 6 jurusan Dukuh Atas-Pulo Gadung atau koridor 9 jurusan Dukuh Atas-Ragunan.

23. Taman Menteng

Tidak jauh dari Taman Suropati, terdapat taman menarik lainnya yaitu Taman Menteng. Taman nyaman ini disebut juga sebagai Central Park-nya Jakarta karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan area wisata yang cukup lengkap serta beragam.

Mulai dari jogging track, lapangan basket, area olahraga lengkap dengan berbagai alat kebugaran sederhana, area bermain, kolam ikan dengan air mancur yang menarik, lapangan futsal, hingga area bersantai dapat Anda temukan di Taman Menteng.

Saat akhir pekan, tempat ini juga diramaikan dengan adanya berbagai komunitas olahraga ekstrem yang memamerkan kepiawaian mereka dalam memainkan alat-alat olahraga seru. Taman Menteng buka selama 24 jam dan tidak memungut biaya sepeser pun.

Tempat ini dapat dijangkau dengan bus Trans Jakarta, bus kota, atau kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil.

24. Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan sebuah pusat kesenian, keilmuan dan kebudayaan, yang berlokasi di Cikini, Jakarta Pusat. Taman yang namanya diambil dari nama pencipta lagu legendaris di Indonesia ini dibuka pada tahun 1968 dan telah menjadi salah satu tempat wisata Jakarta favorit para pencinta seni dan budaya.

Sebagai informasi, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Planetarium merupakan bagian dari Taman Ismail Marzuki. Hampir setiap hari pengunjung dapat melihat berbagai pertunjukan seni, pembacaan puisi, pagelaran musik dan tari, hingga pameran lukisan dan kerajinan tangan yang indah.

TIM dibuka setiap hari selama 24 jam. Untuk masuk ke TIM, pengunjung tidak akan dikenai biaya kecuali jika ingin menyaksikan teater atau pertunjukan. Pengunjung juga akan dikenakan biaya jika masuk ke Planetarium dengan HTM Rp3.000 untuk anak-anak dan Rp7.500 untuk dewasa.

Jika ingin berkunjung ke TIM, pengunjung dapat menaiki bus Kopaja 20 jurusan Terminal Senen-Terminal Lebak Bulus, atau metromini P17 dan turun di Jalan Cikini Raya.

25. Taman Spathodea

Satu-satunya taman yang dapat kita temukan di daerah Kebagusan Jakarta Selatan ini merupakan sebuah taman seluas 1,5 hektar dengan berbagai fasilitas dan pemandangan yang menarik.

Taman Spathodea dilengkapi dengan lintasan lari sepanjang 100 m, arena bermaina anak, dan sebuah danau buatan. Nama lain taman ini adalah taman miring karena lokasinya yang berundak-undak dan landai. Karena dibuka selama 24 jam, saat malam hari tempat ini banyak dikunjungi oleh para remaja yang ingin menikmati suasana malam Jakarta.

Untuk masuk ke area taman, pengunjung tidak akan dikenakan biaya sedikit pun. Taman Spathodea dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti angkot M17 jurusan Ragunan.

26. Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan merupakan rumah bagi berbagai satwa yang terdiri dari 295 spesies. Di Ragunan pengelola juga tidak hanya memamerkan berbagai koleksi hewan mereka tetapi juga menyediakan wahana edukatif untuk para pengunjung terutama anak usia sekolah.

Setidaknya ada 3 wahana yang ditawarkan yaitu Pusat Primata Schmutzer yang merupakan museum primata terlengkap, Dunia Orang Utan dengan koleksi berbagai jenis orang utan, dan Children Zoo tempat anak-anak berinteraksi langsung dengan hewan-hewan jinak.

Selain beberapa wahana edukatif, Kebun Binatang Ragunan juga dilengkapi dengan arena bermain dengan berbagai wahana permainan beragam, toilet, dan musala. Tiket masuk ke Ragunan cukup murah yaitu sekitar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

Jika ingin masuk wahana edukatif atau menaiki berbagai wahana permainan, pengunjung harus membeli tiket lagi. Kebun Binatang Ragunan buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00. Tempat ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta koridor 6, bus Kopaja, metromini, atau mikrolet dan turun di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta.

27. Setu Babakan

Pada awal pendiriannya, Setu Babakan merupakan danau yang difungsikan sebagai tempat resapan air di Jakarta Selatan. Tetapi lama kelamaan, tempat wisata di Jakarta ini juga difungsikan sebagai cagar budaya untuk melestarikan kebudayaan asli Betawi. Saat ini, di sekeliling Setu Babakan juga terdapat perkampungan asli Betawi.

Untuk masuk ke Setu Babakan, pengunjung tidak akan dikenakan biaya sepeser pun. tempat ini dibuka mulai jam 6 pagi hingga 6 sore. Jika ingin berkunjung ke sini, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki Kopaja dari Terminal Pasar Minggu.

28. Pasar Tanah Abang Blok A

Tanah Abang Blok A merupakan salah satu pusat grosir pakaian terbesar di Asia Tenggara. Bersama Pasar Baru di Bandung, Tanah Abang menjadi salah satu tempat belanja favorit wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Soal harga dan kualitas, barang-barang yang dijual di Tanah Abang tidak kalah dengan yang dijual di pusat perbelanjaan luar negeri seperti di Orchad Singapura atau Central Market Malaysia. Tidak heran jika banyak barang dari pasar ini yang diekspor dan dijual lagi di luar negeri.

Tanah Abang buka mulai jam 09.00 hingga 22.00 WIB. Saat mengunjungi pasar yang terdiri dari 12 lantai ini, pastikan Anda menggunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki KRL jika ingin berkunjung ke pusat grosir termurah ini.

29. Pasar Glodok

Jika Tanah Abang merupakan pusat grosir pakaian termurah, maka Glodok di daerah Pecinan adalah tempat wisata belanja elektronik termurah dan terlengkap di Ibu kota. Selain pasar yang menjual berbagai macam peralatan elektronik, di Glodok kita juga bisa melihat berbagai bangunan bersejarah peninggalan masa penjajahan.

Bangunan tersebut sampai sekarang masih berdiri seperti aslinya dan berfungsi sebagai toko atau rumah makanan yang sudah berpuluh-puluh tahun beroperasi. Jadi selain belanja, pengunjung juga dapat berwisata dan berjalan-jalan sambil menikmati suasana khas pecinan di Glodok.

Untuk berwisata ke Pasar Glodok, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki kendaraan umum keperti kereta Komuter Jabodetabek, bus Trans Jakarta koridor 1, bus Mayasari, atau mikrolet.

30. Plaza Indonesia

Ingin berbelanja barang branded asli tetapi tidak memiliki cukup uang untuk terbang ke luar negeri? Anda bisa berkunjung ke Plaza Indonesia yang terletak di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Terdiri dari 3 lantai dan basement, Plaza Indonesia menawarkan pengalaman belanja mewah dengan berbagai barang mahal berkualitas. Selain berbelanja, pengunjung dapat menikmati hidangan lezat dari restoran-restoran ternama atau menginap di hotel bintang lima Grand Hyatt yang juga merupakan bagian dari Plaza Indonesia.

Karena terletak di ruas jalan ternama di pusat Ibukota, Plaza Indonesia mudah dijangkau oleh berbagai kendaraan terutama kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta, KRL, atau taksi. Plaza yang diresmikan pada tahun 1990 ini buka dari pukul 10.00 sampai 22.00 WIB.

31. Thamrin City

Terletak sekitar 150 m dari Bundaran Hotel Indonesia, Mal Thamrin City menjadi salah satu tempat wisata belanja murah di pusat Kota Jakarta. Selain menjadi pusat perbelanjaan, di Mal ini juga terdapat kompleks apartemen, town house, hotel berbintang, segung perkantoran, dan hall pameran.

Mal besar yang berdiri di belakang Plaza Indonesia ini memiliki 10 lantai dan terdiri dari Celluler Zone, Stationary Zone, HandyCraft Center, Sport Center, Electronic Store, Food Center, dan Office Center. Meskipun terletak di antara mal dan gedung-gedung mewah, harga barang yang dijual di sini lebih beragam dan terjangkau.

Mal Thamrin City mulai beroperasi sejak pukul 09.00 sampai 22.00. Pusat perbelanjaan ini bisa dijangkau oleh berbagai kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta, bus umum, atau taksi.

32. Pasar Seni Ancol

Pasar Seni merupakan tempat wisata belanja sekaligus hiburan yang terletak di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Pasar Seni dilengkapi dengan panggung musik untuk menampilkan karya-karya komunitas seni dan musisi.

Selain bisa menonton pagelaran musik atau seni secara langsung, Anda juga dapat mengunjungi kios-kios barang seni untuk belanja atau bahkan belajar membuat kerajinan tangan langsung dari pemiliknya.

Untuk masuk ke kawasan pasar, pengunjung tidak akan dikenai biaya sepeser pun kecuali biaya masuk gerbang Taman Impian Jaya Ancol sebesar Rp25.000 per orang. Pasar Seni mulai beroperasi sejak jam 09.00 hingga 22.00 malam.

Tempat ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti mikrolet dan bus Trans Jakarta koridor Ancol.

33. Wisata Kuliner Pecenongan

Selama berpuluh-puluh tahun, Jalan Pecenongan di Jakarta Pusat terkenal sebagai pusat wisata kuliner malam. Kawasan ini mulai ramai sejak pukul 6 sore hingga jam 2 malam.

Hidangan terkenal di kawasan Pecenongan adalah olahan seafood, daging babi, dan martabak. Meskipun begitu, hidangan lain yang dijual di sini juga tidak kalah enak dan lezat. Selain masakan kaki lima, di sini juga terdapat berbagai restoran dan warung makan yang telah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun. Jadi soal cita rasa, Anda tidak perlu khawatir.

Wisata kuliner ini terbentang sepanjang 600 m dan terletak di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pengunjung dapat berwisata ke tempat ini menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki transportasi umum seperti KRL, bus Trans Jakarta, dan mikrolet.

34. Museum Taman Prasasti

Meskipun disebut museum, tempat ini sebenarnya merupakan area pemakaman Belanda yang telah berdiri di Jalan Tanah Abang Jakarta selama berabad-abad. Uniknya, di sini Anda dapat melihat berbagai karya seni pahat dalam bentuk batu nisan di atas makam yang konon hingga kini masih dihuni oleh para jenazah yang rata-rata merupakan orang Belanda atau pejabat pada masa kolonial.

Selain batu nisan, pengunjung juga dapat melihat kereta jenazah dan peti mati asli yang dulu sering digunakan para Nyonya dan Meneer Belanda. Di sini juga terdapat peti mati yang sempat digunakan proklamator kemerdekaan, Bapak Soekarno dan Moh. Hatta.

Untuk masuk ke museum, pengunjung biasanya akan dikenakan biaya sekitar Rp5.000 untuk dewasa, Rp3.000 untuk mahasiswa, dan Rp2.000 untuk anak-anak. Tempat ini mulai beroperasi sejak jam 09.00 sampai 15.00 WIB. Untuk mengunjungi museum ini, Anda dapat menggunakan KRL dan turun di Stasiun Tanah Abang, atau menggunakan bus Trans Jakarta koridor Tanah Abang.

35. Museum Satria Mandala

Salah satu tempat wisata di Jakarta yang bersejarah dan edukatif adalah Museum Satria Mandala. Museum Satria Mandala merupakan museum yang memamerkan sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak masa penjajahan, kemerdekaan, reformasi, hingga saat ini.

Saat memasuki museum, pengunjung akan disambut dengan roket dan helikopter yang dulunya sempat digunakan untuk berperang. Harga tiket untuk masuk ke museum ini cukup murah, yaitu Rp2.500 untuk dewasa dan Rp1.500 untuk anak-anak.

Karena terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, museum ini mudah diakses oleh berbagai kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta dan KRL. Museum Satria Mandala buka setiap hari Selasa-Jumat dari pukul 09.00 sampai 14.30 WIB.

36. Museum Fatahillah

Tempat wisata bersejarah lainnya yang bisa kita temukan di Jakarta adalah Museum Fatahillah. Bangunan Museum Fatahillah sendiri dulunya merupakan kantor Gubernur Jenderal Batavia. Selain memamerkan berbagai benda peninggalan masa kolonial, museum ini juga mengoleksi replika prasasti dan benda seni dari zaman kerajaan hingga masa kini.

Museum Fatahillah berlokasi di Jalan Pinangsia, Jakarta Barat dan buka setiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 9 pagi hingga 3 sore. Tiket masuk ke museum cukup murah yaitu sekitar Rp2.000 per orang. Untuk mengunjungi Museum Fatahillah, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti mikrolet M12, M08, M15, bus Patas AC, taksi, atau bus Trans Jakarta koridor 1 rute Blok M-Kota.

37. Museum Tekstil

Meskipun letaknya tidak jauh dari pusat grosir terbesar Jakarta, Tanah Abang, tetapi keberadaan museum unik ini jarang disadari orang-orang yang melewatinya. Jika pantai dan taman bermain sudah terlalu mainstream, berkunjung ke Museum Tekstil mungkin bisa menjadi pengalaman wisata baru bagi Anda dan orang terkasih.

Museum tekstil mengoleksi berbagai jenis kain tradisional khas dari berbagai daerah di Indonesia seperti batik, songket, dan tenun. Selain dapat melihat kain, pengunjung juga bisa melihat berbagai alat pembuat kain dan tanaman yang bisa digunakan untuk mewarnai kain. Seru bukan?

Untuk masuk ke tempat ini, pengunjung hanya dipungut biaya sebesar Rp2.000. Tempat yang buka setiap Selasa-Minggu dari pukul 9 pagi sampai 3 sore ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum, seperti KRL dan bus Trans Jakarta koridor Tanah Abang.

38. Museum Bahari

Museum Bahari merupakan sebuah museum yang menyimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan kelautan. Bangunan yang digunakan Museum Bahari dulunya adalah gudang yang sempat digunakan pemerintah Belanda. Karena menempati bangunan lama, berkunjung ke museum ini akan membuat mata Anda dimanjakan dengan arsitektur dan bentuk bangunan khas era kolonial.

Museum Bahari terletak di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Penjaringan, Jakarta Utara. Tempat ini buka setiap hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Untuk berkunjung ke sini, Anda dapat menaiki bus Trans Jakarta jurusan Blok M-Kota lalu dilanjutkan dengan menaiki mikrolet no 15 atau ojek.

Untuk harga tiket masuk, pengelola museum hanya mematok sekitar Rp2.000 per orang. Cukup murah bukan?

39. Museum Wayang

Wayang merupakan salah satu kesenian asli Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan wayang adalah dengan membangun sebuah museum khusus untuk mengoleksi berbagai jenis wayang di Jakarta. Tempat wisata yang menyimpan berbagai bentuk wayang dan topeng ini terletak di kawasan Kota Tua tidak jauh dari Museum Fatahillah.

Untuk masuk ke Museum Wayang, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp2.000 per orang. Selain dapat melihat berbagai bentuk wayang, pengunjung juga dapat berfoto di depan museum yang menempati bangunan kuno dari masa penjajahan Belanda.

Tempat wisata di Jakarta tersebut buka setiap hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 9 pagi sampai 3 sore. Sama seperti Museum Fatahillah, pengunjung dapat menaiki bus Trans Jakarta koridor 1 atau mikrolet jurusan Blok M-Kota dan turun di kawasan wisata Kota Tua.

40. Museum Gajah (Museum Nasional Indonesia)

Museum Gajah merupakan museum dengan jumlah koleksi prasasti, benda seni, kerajinan keramik, tembikar, pakaian, perabot perhiasan, senjata, dan seni pahat terbesar di Indonesia. Disebut Museum Gajah karena pada bagian depan bangunan terdapat patung gajah berukuran besar.

Semua koleksi museum ini berasal dari zaman prasejarah hingga kini. Menariknya, museum ini juga menyimpah mahkota asli yang dulunya pernah digunakan raja-raja Indonesia pada zaman kerajaan. Museum Gajah berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat.

Karena lokasinya cukup strategis, museum ini bisa diakses menggunakan kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta jurusan Kota atau kereta Komuter Jabodetabek dan turun di Stasiun Gambir. Untuk masuk ke area museum, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp5.000 per orang.

Sedangkan jam operasional Museum Gajah adalah, Selasa–Kamis jam 08.30–16.00 WIB, Jumat pukul 08.30–11.30 WIB, dan Sabtu–Minggu pukul 08.30–17.00 WIB.

41. Alive Museum Ancol

Alive Museum merupakan museum 4 dimensi pertama di Jakarta. Terletak di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, museum unik ini memamerkan berbagai lukisan, grafis, dan mural yang tampak “hidup.” Hampir setiap sudut museum ini memiliki spot yang instagramable dan lucu.

Untuk masuk ke kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp25.000 per orang. Sedangkan untuk masuk ke museum, pengelola mematok harga sekitar Rp100.000 per orang. Letak Alive Museum cukup jauh dari gerbang utama dan merupakan bagian dari Ancol Beach Mall.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa mengambil jalur Kota-Tanjung Priok atau melewati jalan tol arah Tanjung Priok. Jika menggunakan bus Trans Jakarta, pilih koridor yang melewati Ancol atau Tanjung Priok.

42. Monumen Nasional

Ketika mendengar nama Jakarta, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah monumen tinggi dengan pahatan berbentuk bara api di atasnya. Inilah keunikan Monumen Nasional atau biasa kita kenal sebagai Monas. Selain menjadi ikon Ibukota, monumen setinggi 132 meter ini merupakan museum sekaligus tempat wisata menarik bagi warga lokal maupun luar Jakarta.

Selain dapat melihat diorama sejarah Indonesia, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Kota Jakarta dari puncak Monas. Untuk masuk ke bangunan monumen, pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp2.500. Monas beroperasi mulai jam 8 pagi sampai pukul 3 sore.

Karena terletak tidak jauh dari Stasiun Gambir, Monas bisa diakses oleh KRL, kereta Komuter Jabodetabek, atau bus Trans Jakarta koridor 1 jurusan Blok M-Kota.

43. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal merupakan masjid nasional Republik Indonesia. Bangunan masjid berdiri di pusat kota dan dekat dengan berbagai tempat menarik lainnya seperti Monas dan Istana Presiden. Selain Monas, masjid besar ini terletak di samping Gereja Katedral.

Letak masjid dan gereja yang berdampingan merupakan simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. Masjid Istiqlal dibangun dengan konsep arsitektur modern dan disesuaikan dengan iklim Indonesia yang tropis. Selain beribadah, pengunjung juga dapat melihat berbagai koleksi keagamaan di Museum Istiqlal yang terletak di dalam kompleks bangunan masjid.

Masjid Istiqlal buka setiap hari selama 24 jam bagi umat Islam yang ingin beribadah. Tempat wisata ini bisa dijangkau oleh berbagai kendaraan umum seperti KRL, bus Trans Jakarta, metromini, atau taksi.

44. Gereja Katedral

Gereja Katedral merupakan salah satu bangunan peninggalam masa penjajahan Belanda yang sampai saat ini masih dilestarikan dan berdiri dengan anggunnya di kawasan padat Jakarta Pusat. Daya tarik utama Gereja Katedral adalah desain eksterior dan interiornya yang berkonsep klasik seperti gereja-gereja di daerah Eropa.

Karena memiliki bentuk bangunan yang indah dan mewah, Gereja Katedral sering menjadi tempat foto pre-wedding. Selain terbuka untuk umat Katolik, Gereja Katedral juga dibuka untuk umum, terutama wisatawan yang ingin melihat dari dekat bangunan kuno peninggalan masa penjajahan ini.

Untuk masuk ke area gereja, pengunjung tidak akan dikenakan biaya. Tempat ibadah umat Katolik ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau umum seperti bus Trans Jakarta atau metromini.

45. Kelenteng Jin De Yuan

Jin De Yuan merupakan Kelenteng tertua di Jakarta dan terletak di Kawasan Pecinan Lama, Glodok. Kelenteng ini didirikan pada tahun 1650 oleh Letnan Kwee Hoen. Selain menjadi tempat beribadah umat Konghuchu, kelenteng ini merupakan saksi bisu dari berbagai peristiwa bersejarah di Indonesia.

Bangunan kelenteng yang kental dengan budaya Cina daratan membuat tempat ini menjadi objek wisata menarik untuk dikunjungi. Jika berkunjung ke sini, pengunjung tidak akan dipungut biaya. Tetapi akan lebih baik jika Anda menyisihkan sedikit uang untuk berderma atau beramal.

Jin De yuan bisa dijangkau dengan berbagai kendaraan, termasuk kendaraan umum seperti bus Trans Jakarta koridor 1, bus Mayasari, atau kereta Komuter Jabodetabek.

Itulah 45 tempat wisata di Jakarta yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Semoga informasi di atas bisa menjadi referensi, selamat berlibur.

Baca Juga : 60 Tempat Wisata di Malang yang Tepat Untuk Mengisi Waktu Liburan