60 Tempat Wisata di Korea Yang Seru dan Tidak Akan Terlupakan

60 Tempat Wisata di Korea Yang Seru dan Tidak Akan Terlupakan – Anda ingin mengunjungi negeri Korea Selatan dan berencana jalan-jalan namun masih awam, tempat wisata yang seru di negeri ini? Kalau begitu, inilah tempat wisata yang perlu Anda kunjungi saat berada di negeri matahari terbenam ini.

Nah, agar jalan-jalan Anda lengkap saat berwisata, kita akan menelusuri semua jenis tempat wisata di Korea meliputi wisata budaya, kuliner, religi, bersejarah, hingga wisata belanja dan wisata kota yang tersebar di seluruh propinsi. Yuk, kita telusuri setiap sudut negeri ini!

1. Myeong-dong

Myeong-dong adalah distrik pusat belanja utama di Kota Seoul. Banyak nama toko branded dan departemen store berderet di tepi jalan ini. Barang yang dijual seperti pakaian, sepatu, dan aksesori. Tidak seperti Pasar Namdaemun atau Dongdaemun, banyak merek dari desainer dijual di sini.

Di sini terdapat Departemen Store yang membuka cabang, seperti Myeong-dong Migliorre, Noon Square, dan M Plaza. Produk yang dijual adalah merek premium serta barang fesyen lain dengan harga yang terjangkau.

Di Myeon-dong juga terdapat banyak pilihan restoran untuk keluarga, makanan cepat saji, makanan Korea, Barat, serta Jepang.Banyak restoran di sini spesialis sup mie dan daging babi.

Tempat wisata ini berlokasi di Myeongdong-gil, Jung-gu, Seoul.Jam Buka: tergantung toko masing-masing. Transportasi: Euljiro 1(il)-ga Station (Seoul Subway Jalur 2), Exits 5, 6, 7. Myeong-dong Station (Seoul Subway Jalur 4), Exits 5, 6, 7, 8.

2. Bukhansan National Park (Seoul)

Taman nasional Bukhansan ini terdiri dari Gunung Bukhansan dan Dobongsan dengan total area 80.699 km Di puncak gunung Bukhansan terdapat terasering Baegundae (836.5m), Puncak Insubong (810.5m) dan terasering Mangyeongdae (799.5m), yang membuat gunung ini disebut “Samgaksan” atau “gunung dengan 3 tanduk” .

Terdapat benteng Bukhansanseong Fortress di Taman Nasional Gunung Bukhansan ini, tinggi 7 m dan panjang 8km. Ada 15 pintu gerbang di benteng ini dan 120 kamar, dahulu berfungsi sebagai istana darurat di pegunungan.

Arsitektur tradisionalnya berpadu dengan keindahan pemandangan Bukhansan, dikenal memiliki bentuk batu granit yang indah. Anda bisa berjalan-jalan santai sepanjang dinding beteng ini. Saat musim gugur, daun di pegunungan berubah warna sehingga membuat benteng ini terlihat indah.

Tempat wisata ini berlokasi di Eunpyeong-gu,Seoul, Jongno-gu, Gangbuk-gu, Seongbuk-gu, Goyang-si.Buka sepanjang tahun. Tiket masuk gratis. Transportasi: Gireum Station (Seoul Subway Jalur 4), Exit 3. Bus 110B atau 143, turun di halte terakhir.

3. Bukchon Hanok Village

Bukchon Hanok Village dikelilingi oleh Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace, dan Kuil Jongmyo. Di sini terdapat ratusan rumah tradisional yang disebut hanok masa dinasti Joseon.

Saat ini banyak hanok dilestarikan menjadi pusat budaya, penginapan, restoran dan tea house, untuk membuat para turis bisa merasakan pengalaman dan mempelajari budaya tradisional Korea secara langsung.

Tempat wisata ini berlokasi di : 37, Gyedong-gil, Jongno-gu, Seoul; Buka sepanjang tahun. Tiket masuk gratis.Transportasi: Anguk Station → Bukchon Culture Center → Gahoe-dong 11beonji → Hansangsu Embroidery Workshop → Gahoe Folk Drawing Shop → Bukchon Museum ‘Old Fragrance’ → Anguk-dong house of Yun Boseonga → Anguk Station

4. Lotte World

Berlokasi di jantung kota, Lotte World menjadi tempat hiburan dan jalan-jalan menarik. Sebuah taman hiburan yang terdapat wahana mainan, ice skating dan berbagai parade, museum rakyat, danau, dan banyak lagi.

Lotte World terbagi menjadi dua yaitu hiburan petualangan indoor dan hiburan outdoor Magic Island, tak jauh dari Danau Seokchonhose. Wilayah Lotte World ini memang mewakili berbagai negara dengan didukung berbagai fasilitas dan toko suvenir.

Anda bisa menyaksikan parade, berbagai film, pertunjukan laser, dan mencicipi masakan dengan rasa internasional bahkan selama liburan.

Tempat wisata ini berlokasi di 240, Olympic-ro, Songpa-gu, Seoul. Buka sepanjang tahun, pukul 09.30-22.00.Tiket seharian dewasa 52.000 won / remaja 45.000 won / Anak 41.000 won / bayi 13.000 won. Transportasi: Jamsil Station (Seoul Subway jalur 2, 8), Exit 4. – Lotte World langsung terkoneksi dengan stasiun subway.

5. Gyeongbokgung Palace

Gyeongbokgung Palace memang paling indah dan paling besar dibandingkan 5 istana lain. Gyeongbokgung Palace terletak paling utara dibandingkan istana sebelahnya yaitu Changdeokgung (Istana Timur) dan Gyeonghuigung (Istana Barat).
Di Gyeongbukgung Palace juga terdapat pintu gerbang Gwanghwamun yang akan menyambut para pengunjung.Sementara di dalam Gwanghwamun Square terdapat tempat wisata yaitu Haechi Madang, alun-alun utama, Admiral Yi Sun-shin Fountain, dan patung King Sejong.

Tempat wisata ini terletak di 161, Sajik-ro, Jongno-gu, Seoul.Jam buka: November-Februari 09.00-17.00, Maret-Mei 09.00-18.00, Juni-Agustus 09.00-18.30, September-Oktober 09.00-18.00.Transportasi menggunakan subway di Gyeongbokgung Station (Seoul Subway jalur 3) dan Exit 5.Anguk Station (Seoul Subway jalur 3) dan Exit 1.

6. Changdeokgung Palace dan Huwon

Changdeokgung Palace merupakan vila kedua kerajaan yang dibangun setelah
Gyeongbukgung Palace di tahun 1405 dari masa Dinasti Joseon. Istana ini sangat terawat di antara istana kerajaan Joseon lainnya.

Halaman istana terdiri area umum istana, bangunan tempat tinggal keluarga kerajaan, dan taman belakang. Taman belakang ini dikenal sebagai tempat istirahat raja, terdapat pohon raksasa berusia lebih dari 300 tahun, kolam kecil, dan sebuah paviliun.
Taman ini dijaga senatural mungkin dan hanya disentuh dengan tangan jika benar diperlukan. Waktu paling cocok bagi Anda mengunjungi taman ini adalah musim gugur, saat daun-daun mulai berjatuhan.

Tempat wisata ini berlokasi di 99, Yulgok-ro, Jongno-gu, Seoul. Tutup di hari Senin, Jam buka: Februari – Mei, September – Oktober pukul 09.00-18.00. Juni-Agustus pukul 09.00-18.30, dan November-Januari 09.00-17.30. Tiket masuk untuk dewasa
3.000 won, Anak-anak dan remaja (di bawah 24) gratis. Transportasi: Subway Anguk Station (Seoul Subway jalur 3), Exit 3.

7. Changgyeonggung Palace

Berlokasi di jantung kota Seoul, Changgyeonggung Palace dibangun pertama kali oleh Dinasti Joseon. Di pintu masuk istana ini yaitu Honghwa Gate, Anda akan mendapati jembatan Okcheongyo. Di seberangnya, melewati Myeongjeongmun Gate, Anda akan melihat Myeonjeongjeon. Ada batu dengan patung para petinggi terukir di halaman.

Di samping Myeongjeongjeon terdapat gedung Sungmundang yang menggunakan slop gunung. Jika Anda melihat keduanya yaitu Myeongjeongjeon dan Munjeongjeon, terlihat sebuah kombinasi atap yang tinggi dan rendah, sebuah pemandangan yang sangat indah.

Tempat wisata ini beralamat di 185 Changgyeonggung-ro, Jongno-gu, Seoul.

Jam buka Februari-Mei, September-Oktober 09.00-18.00, Juni-Agustus 09.00-18.30, November-Januari 09.00-17.30. Tiket masuk: Dewasa Individual 1.000 won / Grup 800 won. Transportasi:Anguk Station (Seoul Subway jalur 3), Exit 3.

8. Hongdae (Hongik University Street)

Hongdae dikenal sebagai kawasan anak muda dengan suasana romantis dan kebebasan mengekspresikan diri. Di sini terdapat kafe unik, galeri yang santai, toko aksesori, fesyen, club dan live cafe, pasar seni, dan makanan lezat yang membuat tempat ini terkenal sebagai tempat nongkrong anak muda tempat jalan-jalan yang asyik.

Tempat unik dengan event kultural, pertunjukan di tepi jalan, dan festival dilangsungkan di sini sehingga Hongdae menjadi area yang menarik banyak orang. Atelier’s Street, Picasso’s Street dan Club Street wajib Anda kunjungi.Jadi tempat turis utama adalah di depan Hongik University.

Tempat wisata ini berlokasi di Eoulmadang-ro, Mapo-gu, Seoul. Buka sepanjang tahun.Transportasi Anguk Station (Seoul Subway Line 3), Exit 3.

9. Dongdaemun Shopping Complex·Dongdaemun Shopping Town

Komplek perbelanjaan Dongdaemun Shopping adalah salah satu pasar terkenal di Korea. Berdiri sejak tahun 1970 ini dianggap sebagai pasar terbesar di Asia. Jika Anda menjelajah pertokoan di sini, Anda bisa menemukan baju dan kain semua jenis fesyen global terkini.

Inilah surganya belanja, berbagai aksesori mulai dari tas, sepatu, kosmetik semua dijajakan di sini. Komplek perbelanjaan Dongdaemon saat ini juga dikenal sebagai pusat desain internasional.

Tempat wisata belanja ini berlokasi di 266, Jong-ro, Jongno-gu, Seoul. Tutup setiap hari Minggu. Jam buka kain/garmen 08.00-18.00; Aksesori 09.30-19.00; Perlengkapan pernikahan dan interior rumah 08.00-19.00.Restauran (Singwan building) 07.00-18.00; Food Court 07.00-19.00.

10. Insa-dong

Insa-dong, berlokasi di jantung kota Seoul, tempat penting bagi barang-barang tradisional dan antik yang berharga dipajang. Ada satu jalan utama di Insa-dong dengan gang dan lorong di kanan kiri. Di lorong ini banyak terdapat galeri dan restoran tradisional, teahouse, dan kafe tentunya.

Galeri ini menjadi tempat wisata belanja yang merupakan napas Insa-dong. Ada sekitar 100 galeri di area ini dan Anda dapat melihat contoh seni Korea tradisional dari lukisan hingga pahatan. Galeri Hakgojae adalah yang paling terkenal, sebagai pusat seni rakyat, Galeri Seni Gana yang mempromosikan seniman dan pusat seni Gana.Toko-toko di Insa-dong ini untuk semua usia, karena memiliki keunikan masing-masing.

Tempat wisata belanja ini berlokasi di 62, Insadong-gil, Jongno-gu, Seoul. Transportasi Anguk Station (Seoul Subway Jalur 3), Exit 6 atau Jonggak Station (Seoul Subway jalur 1), Exit 3.

11. Itaewon Special Tourist Zone

Itaewon, tempat wisata di Korea yang menjadi zona khusus turis pertama didesain sejak 1997 di antara lima zona khusus turis lainnya di kota Seoul. Di sini merupakan kawasan multikultural tempat lebih dari 20.000 orang asing tinggal dan dikenal oleh wisatawan internasional.

Itaewon menjadi destinasi tempat wisata yang populer. Baju dan aksesori dengan desain unik, serta produk kulit sangat terkenal di kawasan ini. Jalan yang terbentang khusus untuk belanja dan hiburan. Jalan ini penuh dengan mal dan pusat perbelanjaan, menjual baju dan tas, termasuk hotel, restoran, fasilitas hiburan dan agen travel.

Anda bisa mendapati lebih dari 2200 toko berjejer di setiap jalan, serta merasakan atmosfer multikultur di sini. Jalan khusus furnitur antik terkenal juga bisa Anda lihat di sini. Di malam hari Itaewon menjadi pusat kehidupan malam yang ramai bagi pendatang. Mereka bisa mencicipi aneka masakan dan budaya dari seluruh dunia di World Food Street, tempat terdapat 40 restoran milik orang asing.

Tempat wisata belanja dan kuliner ini berlokasi di Hannam-dong and Itaewon-dong in Seoul. Anda bisa naik dari taewon Station / Noksapyeong Station / Hangangjin Station (Seoul Subway Jalur 6). Buka sepanjang tahun.

12. Namsan Seoul Tower

Namsan Seoul Tower merupakan tempat wisata jenis tower yang pertama di Korea. Puncak menara hampir setinggi 480 m di atas permukaan laut, termasuk Namsan Mountain 243 m dan ketinggian menara 236.7 m, sehingga menjadi tower tertinggi di benua Asia ini.

Seoul Tower ini terdiri dari Seoul Tower Plaza, dibuka untuk akses umum setelah 40 tahun. N Seoul Tower, dioperasikan sejak tahun 2005. Saat ini menjadi simbol yang mewakili Seoul dan multikultural.

Lokasi: 105, Namsangongwon-gil, Yongsan-gu, Seoul

-Observatory: Dewasa 10.000 won / Anak 8.000 won
– Sentoy Museum dan Show room: Dewasa 10.000 won / Anak 8.000 won
– Hello Kitty Island: Dewasa 8.000 won / Anak 7.000 won

Jam operasional [Observatory]
Minggu – Jumat: 10.00-23.00; Sabtu: 10.00-24.00

Transportasi: Namsan Circular Shuttle Bus No. 02 : Chungmuro Station , Exit 2. Dongguk University Station Exit 6.

13. Gwangjang Market

Gwangjang Market adalah pasar nasional pertama dan berlanjut menjadi tempat wisata populer hingga saat ini. Lantai dua di pasar ini terdapat toko yang menyediakan semua kebutuhan sprei kain satin, silk, dan kain linen terbesar dan terkenal di Seoul.

Banyak toko di area tersebut memiliki pabrik mereka sendiri yang menyuplai kain ke Namdaemun Market, Pyoung Hwa Market, dan bahkan ke beberapa departemen store. Meskipun barang-barang tersebut bukan merek terkenal, pilihan beragam barang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau menjadikan pengalaman belanja Anda lebih mengasyikan.

Lokasi: 88, Changgyeonggung-ro, Jongno-gu, Seoul
Jam Operasioanal Toko: 08.0-18.00; Restoran 08.30-23.00;Toko Baju: 21.00-10.00

Transportasi: Jongno 5-ga Station (Seoul Subway Line 1), Exit 8.
Euljiro 4-ga Station (Seoul Subway Line 2 dan 5), Exit 4

14. Incheon Chinatown

Chinatown di Incheon mulai muncul sejak dibukanya pelabuhan Incheon di tahun 1883. Dahulu kawasan Incheon terdapat banyak toko perdagangan barang yang diimpor dari China, namun saat ini bisnis Cina lebih banyak di restoran.

Saat ini, penduduk Cina di Chinatown sebagian besar adalah generasi ke-2 dan ke-3, sementara budaya tradisional generasi pertama masih dijaga, kawasan ini masih menjadi pelabuhan banyak produk Cina.

Lokasi: Seollin-dong / Bukseong-dong, Jung-gu, Incheon-si,

Tiket masuk gratis. Transportasi: Incheon Station (Seoul Subway jalur 1).

15. Songwol-dong Fairy Tale Village

Pembukaan pelabuhan Incheon di tahun 1993 telah membuat banyak orang asing datang ke kawasan ini untuk tinggal. Segera saja, kawasan ini menjadi wilayah yang kaya dan banyak orang meninggalkan desa yang dalam kondisi stagnan. Proyek renovasi dilakukan untuk mengembangkan daerah ini, menjadi tempat wisata dengan lukisan dan dekorasi dongeng klasik di seluruh area. Nah, jangan lewatkan untuk menyaksikannya!

Lokasi: 38, Donghwamaeul-gil, Jung-gu, Incheon

Tiket masuk gratis.

Transportasi: Incheon Station (Seoul Subway Jalur 1) and Exit 2.

16. Songdo Central Park

Central Park merupakan taman tempat wisata di tepi pantai yang dibangun di kota internasional Songdo, surga hijau di antara gedung pencakar langit di kota ini. Anda bisa menikmati wahana taksi air di jalur air buatan, berjalan-jalan di jalan setapak atau berbagai padang rumput sekitar.

Lokasi: 196, Techno park-ro, Yeonsu-gu, Incheon.

Tiket Masuk Gratis.

Transportasi: Central Park Station (Incheon 1 Subway Line)

17. Everland

Tempat wisata Everland Resort menghibur Anda sepanjang tahun dengan berbagai permainan, festival seperti Global Fair, taman hiburan seperti Magic Land, European Adventure dan Zootopia, sangat sempurna sebagai taman hiburan. Berbagai atraksi bisa dinikmati segala usia, festival beragam tema seperti Tulip Festival, Rose Festival, Summer Splash, Halloween Festival, Romantic Illumination, dan lain-lain.

Permainan paling populer adalah T-Express, roller coaster dari kayu pertama di Zootopia seluas of 15.000 meter persegi ini. Tempat yangmemamerkan 2.000 hewan dari 201 species ini wajib Anda kunjungi. Sementara Lost Valley memiliki fitur dunia safari, ekologi terbesar, serta menawarkan tur mobil amphibi untuk menyaksikan 150 hewan dari 20 spesies, termasuk sepasang Panda dari Cina.

Lokasi: 199, Everland-ro, Pogok-eup, Cheoin-gu, Yongin-si,

Jam Operasional: 10.00-22.00

One-day Ticket: Dewasa 52.000 won / Remaja 44.000 won / Anak 41.000 won
Transportasi: Gyeonggi-doJeondae-Everland Station (Yongin EverLine), Exit 3.

18. The Garden of Morning Calm

The Garden of Morning Calm, adalah taman seluas 30.000 m, sebagai hiburan bagi keluarga, pasangan, dan pencinta fotografi. Taman ini merupakan taman pribadi tertua di Korea, sebuah ruang artistik dengan keindahan antara konsep alam kurva Korea dengan tanaman sintetis dan asimetris. Jalan setapak yang indah dengan rumput yang dipercantik, serta taman bunga menghubungkan 20 taman yang berbeda.

The Sukgeun Garden dibentuk seperti semenanjung Korean dan diberi alas karpet bunga cantik di sepanjang sisinya, mewakili harapan Korea Selatan dan Korea Utara untuk bersatu.

Taman tempat wisata ini terdiri dari 5000 jenis tanaman, termasuk 300 varitas dari Baekdusan Mountain, gunung spiritual bagi orang Korea. Di samping taman, ada berbagai festival dan pameran diselenggarakan sepanjang tahun.

Lokasi: 432, Sumogwon-ro, Sang-myeon, Gapyeong-gun, Gyeonggi-do

Jam Operasional: 08.30- Maghrib

Tiket masuk:
Dewasa Weekend · hari Libur 9.000 won / Diskon hari biasa 8.000 won
Anak: Weekend · hari Libur 6.500 won / Diskon hari biasa 6.000 won
Anak: Weekend · hari Libur 5.500 won / DiskonhHari biasa 5.000 won
Transportasi: Cheongpyeong Station (Gyeonchun Line), Exit 1.

19. Korean Folk Village

Korean Folk Village memperkenalkan budaya tradisional dari periode Joseon, bagi pengunjung lokal maupun mancanegara melalui pengajaran di kelas, pakaian musiman, dan lain-lain.

Desa tempat wisata ini juga menunjukkan berbagai fitur tempat unik seperti desa pertanian, rumah pribadi, dan distrik resmi. Sekolah aliran konfusionisme, sekolah desa atau Seodang, dan penggambaran jalan desa, juga workshop dan rumah bangsawan tradisional.

Pertunjukan musik petani atau nongak, upacara pernikahan tradisional, dan event spesial lain bisa disaksikan setiap musim. Pengunjung bisa menikmati kue beras tradisional seperti jeungpyeon, injeolmi, bukeo-gui, pajeon dengan dongdongju.

Lokasi: 90 Minsokchon-ro, Giheung-gu, Yongin-si, Gyeonggi-do.

Jam operasional bervariasi tergantung musim.

Tiket masuk: Individu Dewasa 15.000 won / Remaja: 12.000 won / Anak 10.000 won. Grup: Dewasa 12.000 won / Remaja 10.000 won / Anak 8.000 won

20. Hantangang River Resort

Tempat wisata Kawasan Hantanging River dipenuhi dengan sampah batu volkanik dari aktivitas gunung berapi. Batu karang ini sering disebut gombo karena permukaannya memiliki lobang kecil, yang terbentuk dari gelembung udara saat lava gunung berapi menjadi dingin dengan cepat. Lingkungan sekitar kawasan Hantangang River benar-benar menakjubkan dan berfungsi sebagai taman hiburan yang terkenal.

Lokasi: 76, Seonsa-ro, Jeongok-eup, Yeoncheon-gun, Gyeonggi-do

Transportasi: Naik Jalur Gyeongwon di Dongducheon station jalur 1

21. Seoulland

Seoulland adalah tempat wisata di Korea berupa taman hiburan Korea pertama, dengan pemandangan indah dikelilingi Gunung Cheonggyesan. Seoulland memiliki area yang disebut “ Taman Dunia” tempat Anda bisa melihat arsitektur tradisional dan barang-barang berbagai bangsa dari seluruh dunia.

Anda bisa melihat Korea tradisional di Samcheonri Hill, distrik barat di Model Land, dan Fantasy Land. Terdapat lima jenis area berdasar hiburan di sini. Seoulland memiliki lebih dari 40 rollercoaster seperti Space Cruise, Black Hole 2000, Galaxy Train, Rapid Current Ride, Magic Carpet, juga Adventure Theater, Movie Theater, Story Land, dan banyak lagi.

Selain itu juga banyak festival musiman digelar di Seoul Grand Park antara lain Tulip Festival musim semi, Starlight Rose Festival di musim panas, Chrysanthemum Festival musim gugur, dan Snow Light Festival di musim salju.

Lokasi: 181, Gwangmyeong-ro, Gwacheon-si, Gyeonggi-do

Jam Operasional: Bervariasi tergantung musim

Tiket masuk:

Siang hari: Dewasa 20.000 won / Anak Muda 17.000 won / Anak-anak 15.000 won
Malam hari: Dewasa 18.000 won / Anak Muda 15.000 won / Anak-anak 13.000 won

Transportasi: Seoul Grand Park Station (Seoul Subway Jalur 4), Exit 2

22. Seoraksan National Park

Seorak berarti gunung besar dengan saljunya yang abadi membentuk batu karang putih yang permanen. Taman ini menyebar dalam 4 kota dan daerah, Sokcho, Inje, Goseong, dan Yangyang.

Puncak tertinggi yaitu Daecheongbong. Di tempat wisata Gunung Seorak ini ada sungai, lembah, kuil, dan air terjun yang membentuk keindahan yang luar biasa. Pemandangan matahari pagi dari sini terlihat spektakuler dan tidak boleh Anda lewatkan.
Lokasi: Buk-myeon, Inje-gun, Gangwon-do

Tiket masuk gratis

Transportasi: Dari Dong Seoul Bus Terminal, naik bus ke Baekdamsa Temple.

23. Namiseom Island

Namiseom Island merupakan pulau berbentuk bulan separuh, berjarak 63 km dari Kota Seoul. Pulau tempat wisata ini terkenal karena keindahan pohon yang berjejer di tepi jalan. Jarak dari Chuncheon sekitar setengah jam, dan satu jam dari luar kota Seoul. Oleh karenanya banyak orang mengunjungi pulau tempat wisata, yang banyak tumbuh pohon kenari ini.

Di tengah pulau, terdapat lapangan rumput sebagai fasilitas pelatihan dan pendidikan serta lokasi perkemahan. Pulau tempat wisata ini juga terdapat fasilitas kolam renang dan olah raga air seperti perahu motor dan ski air.

Tempat wisata ini sekaligus berfungsi sebagai taman bermain, tempat shooting, dan gelanggang es skating. Terdapat fasilitas penginapan seperti vila dan bungalow, bagi pengunjung yang ingin menginap di pulau ini.

Lokasi: 1, Namisum-gil, Namsan-myeon, Chuncheon-si, Gangwon-do
Jam Buka: [Jadwal Ferry ]

07.30-09.00 (setiap 30 menit); 09.00-18.00 (setiap 30 menit)

Tiket Masuk:

Umum: Dewasa 10.000 won; Diskon: 8.000 won; Harga Khusus: 4.000 won
Transportasi: Naik shuttle bus dari Gapyeong Station.

24. Sokcho Beach

Anda bisa melihat tempat wisata Sokcho Beach setelah berjalan 500 m dari Terminal Bus Express Sokcho. Pemandangan indah yang terhampar yaitu air jernih, pasir putih, dan hutan pinus serta lokasinya yang tidak jauh dari terminal bus membuat Anda lebih nyaman.

Lokasinya tak jauh dari Seorak Mountain, dan banyak pendaki datang menyambangi tempat ini. Sokcho beach ini memainkan peran penting di Sokcho-si sebagai tempat wisata selain Seorak Mountain, Cheoksan Hot Springs, Cheongchoho, dan Yeongrangho. Di sisi kiri pantai, banyak penjual hwaleo hoe (sashimi segar). Anda juga bisa memancing dengan naik perahu ke Jo Island dari pantai.

Lokasi: 190, Haeoreum-ro, Sokcho-si, Gangwon-do

Tiket masuk gratis.

Jam Operasional: 06.00-24.00

Transportasi: Gangnam Express Bus Terminal (subway jalur 3 atau 7, Express Bus Terminal Station), naik bus ke Sokcho

25. Jangtaesan Recreational Forest

Berlokasi di Jangan-dong, Seo-gu, Daejeon, Hutan Rekreasi Jangtaesan terdiri dari hutan pohon Ginkgo dan cemara. Lembah yang subur di sampingnya, membuat tempat ini menjadi pintu gerbang selama musim liburan.

Tempat wisata Waduk Yongtaeul yang berlokasi di jalan masuk, menambah keindahan pemandangan. Di dalam hutan rekreasi alam ini, banyak fasilitas antara lain jalan setapak, fasilitas aktivitas fisik, taman botani, yang tersedia bagi pengunjung.

Lokasi: 461, Jangan-ro, Seo-gu, Daejeon

Transportasi: Dari Seoul Nambu Terminal, naik bus ke Yuseong Intercity Bus Terminal.

26. Anmyondo Island

Berlokasi 30 km dari Taean, pulau ini adalah pulau keenam terbesar di Korea. Di sini terdapat jembatan 200 meter, yang digabungkan dengan sebuah pulau dengan Taean-gun. Semenanjung ini dihubungkan ke Nammyeon yang sebelumnya terisolasi di masa dinasti Joseon, dengan memangkas habis akses antara Changgi-ri di Anmyeon-eup dan Shinon-ri in Nammyeon

Pulau ini memiliki 14 pantai dan pohon pinus, merupakan simbol Anmyeon-eup. Di pulau ini juga terdapat Anmyeondo Natural Forest, selain Hutan Mogamju Forest.

Lokasi: 149, Jangteo-ro, Taean-gun, Chungcheongnam-do

Transportasi: Dari Seoul Central City Terminal, naik bus ke Anmyeondo Island

27. Imsil Cheese Village

Imsil, Jeollabuk-do, adalah kota terkenal sebagai tempat wisata pembuat keju pertama di Korea. Tempat wisata kuliner ini menawarkan program pengalaman tinggal di wilayah pertanian yang tidak terpolusi dan bersih. Desa ini sangat menarik perhatian pengunjung dari mancanegara, yang berminat membuat dan merasakan keju Korea.

Hanok Village, yaitu desa rumah tradisional Korea hanya 30 menit jauhnya dari sini, sehingga banyak turis memilih tinggal di hanok tradisional dan mengunjungi desa keju ini dari sana. Program ini dilaksanakan sepanjang tahun kecuali hari Senin. Anda bisa memesan lewat telepon, setidaknya tiga hari sebelum waktu kunjungan.

Lokasi: 4, Cheese maeul 1-gil, Imsil-eup, Imsil-gun, Jeollabuk-do
Tiket masuk gratis.

Transportasi: Dari Seoul Nambu Bus Terminal, naik bus ke Imsil.
Dari Imsil Bus Terminal, naik bus Imsil (Gwanchon).

28. Juknokwon

Juknokwon di Damyang merupakan tempat wisata hutan bambu yang dikembangkan oleh kota Damyang. Seonginsan Mountain di samping Damyang Hyanggyo (Sekolah konfusian) diubah menjadi Juknokwon Bamboo Garden, menawarkan air terjun buatan, paviliun, jalan setapak, dan pusat pameran ekologi, sebuah destinasi wisata populer bagi turis.

Anda butuh waktu satu jam untuk berjalan-jalan di seluruh taman. Bila menyeberangi jembatan Hyanggyo dari arah Juknokwon, hutan ini bisa terlihat dari jauh. Lampu-lampu dinyalakan di malam hari di hutan bambu, agar pengunjung bisa berjalan-jalan saat malam tiba.

Lokasi: 119, Jungnogwon-ro, Damyang-eup, Damyang-gun, Jeollanam-do

Tiket Masuk:
Dewasa 3.000 won / Grup 2.400 won; Remaja 1.500 won / Grup 1.000 won
Anak 1.000 won / Grup 600 won;

Transportasi:
Dari Yongsan Station (Seoul),naik kereta ke Gwangju.
Dari Gwangju Station, naik Bus No. 311 dan turun di Juknokwon Bus Stop.

29. Cheongsando Island

Cheongsando Island memiliki pemandangan indah seperti pegunungan, laut, dan langit, semuanya berpadu dalam bayangan nuansa biru dan hijau. Pulau tempat wisata ini berlokasi hanya 19,2 km dari Wando Island, bisa dicapai dalam waktu 50 menit dengan kapal ferry.

Pulau ini sering dikunjungi oleh para traveler yang hobi treking, selain para fotografer yang mencari pemandangan yang “eye-catching” di sebelah selatan pulau. Saat ini siapapun bisa mengunjungi pulau ini dalam sehari, berkat adanya perjalanan kapal ferry yang lebih banyak antara Wnado dan Cheongsando Passenger Terminals. Cheongsando Island termasuk 50 tempat tercantik yang wajib dikunjungi.

Lokasi: Cheongsan-myeon, Wando-gun, Jeollanam-do

Transportasi : Naik ferry dari Wando Passenger Terminal ke Cheongsando Passenger Terminal.

30. Expo Ocean Park

Expo Ocean Park adalah tempat wisata untuk berjalan-jalan, tak jauh dari taman di tepi laut. Selain itu juga ada program sport di laut yang dinamis, serta menyediakan tempat isitirahat di guesthouse yang nyaman. Tempat ini menawarkan fasilitas untuk pertemuan internasional dan rapat skala kecil, ruang pameran, seminar, dan berbagai acara.

Lokasi: 1, Bangnamhoe-gil, Yeosu-si, Jeollanam-do

Jam Operasional: EXPO Ocean Park: 09.00-21.00
Tiket masuk gratis dan selanjutnya tergantung aktivitas

Transportasi: Naik kereta dari Yongsan Station ke Yeosu-Expo Station

31. Daehan Dawon Tourist Plantation

Kawasan tempat wisata Daehan Dawon Tourist Plantation, merupakan wilayah yang berlokasi di Boseong. Teh hijau ini adalah keistimewaan yang dimiliki, berasal dari lembah pegunungan di selatan Boseong.

Wilayah Boseong ini menjadi area penanaman teh sejak jaman pendudukan Jepang, dan oleh karenanya tradisi dan keahlian para pekerjanya sangat mumpuni. Daehan Dawon Plantation adalah perkebunan teh yang paling terkenal di daerah ini. Lokasi ini menjadi terkenal setelah masuk dalam pembuatan film destinasi wisata. Di sini juga diselenggarakan “‘Dahyangje Tea Festival” setiap bulan Mei.

Lokasi: 763-67, Nokcha-ro, Boseong-gun, Jeollanam-do

jam Operasional:

Musim Panas 09.00-19.00

Musim Dingin 09.00-18.00

Transportasi:

Dari Seoul Central City Bus Terminal, naik bus ekspres ke Boseong Intercity Bus Terminal. Dari Boseong Terminal, naik bus loal ke Yulpo dan turun di Daehan Dawon.

32. Gukje Market

Akibat Perang Korea, para pengungsi yang mengungsi ke Busan mendirikan warung atau kios untuk bisa bertahan hidup. Inilah cikal bakal berdirinya Gukje Market. (Gukje berarti internasional). Gukje Market menjadi salah satu pasar tempat wisata belanja terbesar di Korea.

Tempat wisata belanja ini di setiap lorongnya dipenuhi dengan kios-kios dan terkoneksi dengan Bupyeong Market, Kkangtong Market, dan pasar kecil lainnya. Variasi stok bahan di pasar ini sangat banyak, Anda hampir bisa menemukan segala macam barang di sini.

Lokasi: 36, Junggu-ro, Jung-gu, Busan

Jam buka: 09:00-20:00

Transportasi: Jagalchi Station (Busan Subway Jalur 1), Exit 7

33. Bupyeong (Kkangtong) Market

Busan Bupyeong Market dikenal juga sebagai Kkangtong Market atau ‘Dottegi Market’. Semua produk luar dijual di seluruh negeri dipasok dari pasar tempat wisata belanja ini. Ini karena pasar ini sangat luas dan hampir memiliki segala sesuatu termasuk produk luar negeri yang sangat jarang pada masa itu.

Oleh karenanya pasar ini juga dianggap sebagai tempat wisata Gukje Market (Pasar Internasional). Saat ini pasar ini sudah mengurangi produk luarnya yang bebas diimpor, namun reputasi dan potensi masih ada. Beberapa barang impor seperti pakaian, ornamen, aksesori, fesyen, dan barang elektronik masih dijual di sini.

Pasar malam buka mulai pukul 19.30-24.00 di parkiran pasar. Terdapat kios yang menjual makanan Korea serta makanan mancanegara seperti Jepang dan Philipina. serta penjual baju dan aksesori. Di pintu masuk pasar terdapat lampu LED dan pertunjukkan menarik. Di tempat wisata belanja ini pertunjukan sulap dan gitar dilaksanakan dua kali sehari.

Lokasi: 32, Junggu-ro 33beon-gil, Jung-gu, Busan

Jam buka: Bervariasi tergantung toko

Transportasi:

Bus Express, dari Seoul Express Bus Terminal/Dong Seoul Bus Terminal, naik bus jurusan Busan Central Bus Terminal. Kereta, dari From Seoul/Yeongdeungpo Station, naik kereta tujuan Busan Station.

34. Gamcheon Culture Villiage

Desa budaya tempat wisata ini terdiri dari rumah-rumah tingkat di kaki bukit pegunungan di pesisir pantai. Oleh karenanya desa ini disebut dengan “ Machu Picchu Kota Busan.” Banyak lembah yang melewati wilayah ini bertambah keindahannya dengan pahatan dan seni yang dibuat oleh penduduk setempat.

Anda bisa menemukan banyak fasilitas di sini antara lain Gamcheon Cultural Village Information Center, Museum kecil, Mini market, galeri, kafe, dan restoran.

Lokasi di 203, Gamnae 2-ro, Saha-gu, Busan

Buka sepanjang tahun
Jam Buka: Maret-November 09.00-18.00; Desember-Februari 09.00-17.00
Transportasi: Goejeong Station, naik bus lokal Sakha 1 atau Sakha 1-1 ke halte bus Gamcheon Elementary School.

35. Taman Rekreasi Taejongdae

Dirancang sebagai monumen Kota Busan, bersama dengan Oryukdo Island, Taejongdae mewakili Kota Busan, terutama pantai karangnya yang terkenal. Di puncaknya setinggi 250 m, terdapat hutan pinus dan 200 jenis pohon lainnya.

Tempat wisata berupa batu karang di bawah mercusur disebut Sinseon Rock, karena adanya mitos bahwa Tuhan telah turun di kawasan ini untuk beristirahat. Di batu karang ini ada yang disebut dengan Mangbuseok. Diambil dari kisah seorang wanita yang menunggu suaminya yang telah ditahan tentara Jepang.

Taejongdae juga dikenal dengan ritual meminta hujan, yang dilakukan bila mengalami kekeringan. Saat langit cerah, anda bisa melihat Pulau Tsushima Jepang dari observatori.

Lokasi: 24, Jeonmang-ro, Yeongdo-gu, Busan

Jam operasional: Maret – Oktober 04.00-24.00; November – Februari 05.00-24.00

Transportasi: Dari Busan Station, naik Bus 88 atau 101 dan turun di halte bus Taejongdae. Bus lain ke Taejongdae: Nomor 8, 13, 30, 88, atau 101.

36. Kim Gwangseok-gil Street

Jalanan dengan dinding lukisan yang saat ini menjadi tempat wisata ini, lokasinya tak jauh dari Bangcheon Market tempat almarhum Kim Gwangseok dulu tinggal. Dinding sepanjang 350 m ini memiliki patung-patung dan lukisan dinding menggambarkan musik dan kehidupannya. Setiap musim gugur, kawasan Bangcheon Market dan Dongseongno diselenggarakan Kontes Menyanyi “Kim Gwangseok’s Singing Contest.”

Lokasi: 2238, Dalgubeol-daero, Jung-gu, Daegu

Tiket masuk gratis.

Jam buka 00.00-24.00

Transportasi dengan bus dari Seoul Express Bus Terminal atau Dong Seoul Bus Terminal, naik bus ekspres ke Seo Daegu Express Bus Terminal. Atau naik bus 990, 991, 309, 403, 609, 649, 840, 939 dan turun di Bangcheon Market.

37. Ganjeolgot Cape

Matahari terbit di sepanjang Pantai Timur dapat dilihat lebih awal di Ganjeolgot Point di Daesong-ri, Seosaeng-myun, Uljin-gun. Pemandangan matahari terbit yang menakjubkan dapat dilihat semenit lebih awal di Homigot Point, pantai Yeongilman dan 5 menit lebih awal daripada di Jeongdongjin di Gangneung.

Ganjeolgot Point sebagai tempat wisata turis baru, demikian juga dengan pantai Jinha dan benteng Seosaengpo. Pohon Akasia berderet sepanjang pantai dari Ulsan ke Pantai Haeundae Busan,serta jalanan dipenuhi dengan aroma tersamar.

Jalan ini sangat cocok untuk Anda mengendarai mobil, melihat kombinasi yang indah antara akasia di bukit dan penampakan laut. Anda bisa menikmati pemandangan yang luar biasa eksotis dari laut dan perbukitan ini.

Lokasi: 39-2, Ganjeolgot 1-gil, Seosaeng-myeon, Ulju-gun, Ulsan

Tiket masuk gratis.

Jam Operasional: Outdoor: 09.00-18.00
Transportasi: Dari Seoul Express Bus Terminal keo Ulsan Express Bus Terminal

38. Taehwagang River

Sungai Taehwagang membelah Kota Ulsan dari timur ke barat dan bermuara di lembah antara Gijisan Mountain dan Baekunsan Mountain. Sungai sepanjang 47.54 km ini melewati pusat Kota Ulsan menuju Ulsan Bay, yang terhubung ke Laut Timur.

Sungai yang menjadi tempat wisata ini tidak saja menjadi simbol masyarakat Ulsan, namun dianggap sebagai komoditas berharga yang memainkan peran penting di budaya kota Ulsan dan sejarahnya.

Terdapat banyak fasilitas tak jauh dari sungai yaitu taman hutan bambu, lapangan rumput, jalan setapak, dan fasilitas olah raga. Kawasan tepi sungai ini menjadi rumah bagi burung yang bermigrasi dan tempat hiburan bagi warga kota ULsan.

Lokasi: Sinjeong1-dong, Nam-gu, Ulsan-si, Naik City Bus 317, 402, 421, 422, 426, 442, 802, 807, atau 817 ke Taehwagang River. Buka sepanjang tahun.

Transportasi: Naik City Bus 317, 402, 421, 422, 426, 442, 802, 807 atau 817 ke Taehwagang River.

39. Daewangam Park

Taman ini berlokasi di tepi pantai timur. Lintasan sepanjang 1 km bisa Anda lalui menuju tepi laut melewati hutan pinus, pohon cherry, magnolia, camelia, aprikot, dan forsythia. Tepi pantai penuh dengan batu karang yang dibentuk dengan indah oleh angin dan lautan. Jalan setapak lain menuju pemandangan mercusuar Ulgi.
Taman tempat wisata ini juga terdapat Daewangam Island, pulau karang besar yang terlihat seperti naga terbang ke langit. Tempat ini dihubungkan dengan daratan utama dengan jembatan besi dan menara observasi

Lokasi: 140, Deungdae-ro, Dong-gu.

Tiket masuk gratis.

Transprotasi : Dari Ulsan Intercity Bus Terminal atau Express Bus Terminal, jalan kaki 400 m ke halte bus depan Lotte Hotel Ulsan. Naik Bus 108, 133 atau 401 dan turun di pintu masuk Ilsan Beach.

40. Bulguksa Temple

Tempat wisata di Korea yaitu Bulguksa Temple ini merupakan peninggalan yang mewakili kota Gyeongju dan dirancang sebagai Aset Budaya Dunia oleh UNESCO. Kecantikan kuil dan sentuhan artistik peninggalan bebatuan terkenal di seluruh dunia.

Bahkan saat ini di Bulguksa Temple terdapat peninggalan budaya penting antara lain Dabotap Pagoda, Seokgatap Pagoda, Jembatan Yeonhwa-gyo dan Chilbo-gyo, Jembatan Cheongun-gyo dan- Baegun-gyo, Seokguram Grotto, Saritap Pagoda.

Lokasi: 385, Bulguk-ro, Gyeongju-si, Gyeongsangbuk-do

Tiket masuk:

Dewasa: 5.000 won
Remaja: 3.500 won / Grup: 3.000 won
Anak-anak: 2.500 won / Grup: 2.000 won

Transportasi: Dari Gyeongju Train Station, ikuti Jalan Hwarang-ro, naik Bus No. 10 atau 11. Turun di Bulguksa Temple.

41.Andong Hahoe Folk Village

Hahoe Village bermakna rumah yang terendam air, disebut demikian karena Sungai Nakdong, yang mengalir sekeliling wilayah ini. Desa ini berlokasi di kaki bukit Gunung Hwasan. Pusat desa ini dipenuhi dengan rumah beratap genting milik klan Ryu, menambah kecantikan unik seputar atap rumah di desa tempat wisata budaya ini.

Hahoe Village, tempat wisata yang memiliki keindahan yaitu Sungai Nakdong yang mengalir seputar desa, serta tebing Buyongdae yang luar biasa, menuju pantai berpasir dan pohon pinus tua. Anda bisa naik kapal menuju tebing Buyongdae untuk melihat keindahan panorama desa ini.

Lokasi: 40, Jongga-gil, Pungcheon-myeon, Andong-si, Gyeongsangbuk-do
Jam operasional:
Musim Panas: 09.00-19.00
Musim Dingin: 09.00-18.00

Tiket masuk: Dewasa 3.000 won/Remaja 1.500 won/Anak 1.000 won

Transportasi: Dari Terminal Bus Andong, naik bus 46 ke Hahoe Village

42. Pohang Jukdo Market

Pohang Jukdo Market tercipta dari kumpul-kumpul penjual lokal yang menjual barang di lapangan rumput di Pelabuhan Pohang. Saat ini setelah lima dekade, pasar yang menjadi tempat wisata ini telah berkembang menjadi pasar tradisional terbesar di area pantai timur atau Gyeongsangbuk-do.

Selain itu, Anda juga bisa mendapati Pasar Ikan Jukdo, hanya 500 m dari Ogeori atau jantung Kota Pohang. Pasar terbuka yang terbesar di kawasan timur, pasar seafood borongan yang terdiri dari 200 toko ikan. Tak jauh dari sini Anda bisa mendapati restoran yang menjual sashimi berkualitas dengan harga yang sangat murah dan di saat musim dingin pengunjung bisa mencicipi Gwamegi, menu spesial daerah Pohang.

Lokasi: 13-1, Jukdosijang 13-gil, Buk-gu, Pohang-si, Gyeongsangbuk-do.

Jam Operasional: 08.00-22.00
Transportasi: Dari Pohang Station lurus ke Yongdang-ro 91 Beon-gil

43. Kastil Jinjuseong

Kastil Jinjuseong, berdinding tembok ini memiliki luas 1.760 m, dan tinggi, 5 m – 8 m dan memiliki tiga sumur dan sumber mata air. Di luar kastil, terdapat sungai Cheongcheon yang mengalir di barat dan sungai Namgang di selatan. Terdapat kolam terbentang di antara kastil ini dan galian parit selama masa perang melawan Jepang.

Di dalam tempat wisata kuil terdapat tugu peringatan Kim Shi-min, kelenteng Uigisa, kelenteng Seojangdae, Bukjangdae, Changyeolsa, Museum Nasional Jinju, kuil Hoguksa, dan panggung terbuka.

Lokasi: 626, Namgang-ro, Jinju-si, Gyeongsangnam-do

Jam operasional: 09.00-18.00
Tiket masuk:

Dewasa: 2.000 won / Grup: 1.400 won
Anak Muda: 1.000 won / Grup: 600 won
Anak-anak: 600 won / Grup: 400 won

Transportasi: Dari Jinju Bus Terminal dalam kota jalan kaki 10 – 15 menit ke kastil Jinjuseong

44. Haeinsa Temple

Tempat wisata berupa Kuil Haeinsa ini, ditemukan selama tahun ke-3 masa King Ae-Jang. Iljumun, Daejeokgwangjeon, dan Tripitaka Koreana dikenal sebagai kekayaan paling diagungkan. Iljumun Gate merupakan pintu gerbang pertama mewakili arsitektur kuno. Sedangkan Daejeokgwangjeon, suaka besar, dan pagoda batu tiga tingkat di halaman memiliki tampilan megah kuil yang berusia ribuan tahun.
Tripitaka Koreana, harta karun berharga dari Kuil Haeinsa, dibangun sebagai harapan mengatasi krisis nasional akibat invasi Mongolia. Cetakan blok berukuran lebar 68 cm dan 24,5 cm panjangnya, tebal 3 cm dengan kayu di ujungnya agar seimbang.
Pohon Silver magnolia tumbuh tak jauh dari Laut Selatan dan area Geojae, dipotong, direndam dalam air laut selama beberapa tahun lalu dikeringkan menjadi blok cetakan ini.

Lokasi: 122, Haeinsa-gil, Gaya-myeon, Hapcheon-gun, Gyeongsangnam

Jam Operasional:

Musim panas: 08.30-18.00

Musim Dingin: 08.30-17.00

Dewasa (di atas 19): 3.000 won / Grup: 2.500 won

Anak muda (13-18): 1.500 won / Grup: 1.000 won

Anak-anak ( 7-12): 700 won / Grup: 500 won

Transportasi: Dari Deagu Seobu Terminal, naik bus dalam kota ke Haeinsa Temple.

45. Changnyeong Upo Wetland

Ada empat rawa di sekitar Yibang-myeon, Daehap-myeon, dan Daeji-myeon kawasan Changnyeong-gun, yang disebut ‘Upo Wetland’. Tempat wisata tersebut merupakan rawa alami terbesar di Korea Selatan, dengan total luas 5.550 km2. Bagian bawah rawa menyempit lebih dari 1 m dan ada lebih 1000 spesies hidup di airnya yang keruh. Rawa dengan atmosfer primitif dengan 100 jenis tanaman berisikan berbagai jenis tumbuhan air.

Upo Wetland terbentuk dari sedimen gunung yang lalu terbawa oleh sungai. Saat ini ada 8 tempat terkenal seperti kunang-kunang dan kebun pohon willow. Yang paling menarik adalah fenomena alam kabut hujan, yang terlihat jelas jika cuaca cerah dan tidak berangin Di musim dingin burung berimigrasi di sini termasuk angsa dan beberk liar. Anda lebih baik berkunjung saat malam hari di bawah sinar bintang.

Lokasi: 220, Uponeup-gil, Yueo-myeon, Changryeung-gun,

Jam operasional: 09.00 – 18.00

Tiket masuk:

* Dewasa individu 2.000 won / grup 1.500 won

* Anak Muda – individu 1.500 won / grup 1.000 won
* Anak-anak individu 1.000 won/ grup 800 won

Transportasi:

Dari Changryeong Intercity Bus Terminal, naik bus lokal Yibang-myeon dan turun Somoak Jangjae village.

46. Dongpirang Village

Kata “Dongpirang” terbuat dari dua kata. “Dong”, berarti timur dan “Birang”, berarti bukit dalam dialek Tongyeong. Tongyeong Agenda 21 merupakan asosiasi yang mengumpulkan masyarakat nasional untuk melukis dinding di jalan Dongpirang-gil di tahun 2007. Saat ini desa berbukit tepi laut ini menjadi tempat wisata baru, yang diolah oleh seni. Pemandangan ke arah laut dari pelabuhan Gangguan sangat fantastik.

Lokasi: Dongho-dong, Tongyeong-si, Gyeongsangnam-do

Jam Operasional: 24 jam
Tiket masuk gratis

Transportasi: Dari Seoul Express Bus Terminal,naik bus ekspres tujuan Tongyeong Bus Terminal. Transfer ke Bus 101 depan Bus Terminal dan turun di Halte Toseonggogae.

47. Windy Hill

Saat menuju ke arah tempat wisata Desa Haegeumgang, Anda akan menemui desa pemancingan Dojangpo. Di sebelah kiri desa adalah dermaga Dojangpo, tempat Anda bisa naik kapal ferry menuju Oedo Island dan Sungai Haegeumgang. Anda tengok ke atas dari tempat ini, terlihat sebuah bukit tertutup rumput hijau dan menghadap laut. Inilah Windy Hill.

Setelah digunakan sebagai tempat shooting flim drama Korea seperti “Eve’s Garden” dan “Merry- Go-Round”nama “Windy Hill” diberikan oleh para pengunjung pulau ini dan menjadi fansnya. Berjalan-jalan menuju bukit sepanjang jalan kayu dari dermaga, Anda bisa melihat pulau Hakdong dari kejauhan.

Lokasi: Nambu-myeon, Geoje-si, Gyeongsangnam-do

Buka sepanjang tahun dan tiket masuk gratis

Transportasi: Dari Terminal Bus Ekpres di Seoul, naik bus ekpres tujuan Gohyeon Bus Terminal.

48. German Village

German Village dibangun oleh warga Korea yang kembali pulang setelah tinggal di Jerman. Banyak warga Korea tinggal di Jerman, setelah mendapatkan mata uang asing selama modernisasi Korea tahun 1960. Area ini sekarang menjadi tempat wisata budaya Jerman.

Warga Korea eks Jerman ini secara langsung, mengimpor material dari Jerman untuk membangun rumah bergaya Jerman. Rumah ini tidak dijadikan tempat tinggal melainkan sebagai rumah turis. Windbreak Forest tak jauh dari sana, menjadi salah satu pesisir pantai yang memiliki pemandangan paling indah di Korea yaitu Mulmi Coastal Road.

Lokasi: 64-7, Dogil-ro, Samdong-myeon, Namhae-gun, Gyeongsangnam-do

Tiket masuk gratis

Transportasi:

Dari terminal Seoul Nambu Terminal atau Dong Seoul Terminal, naik bus antarkota tujuan Terminal Bus Dalam Kota Namhae. Lalu naik bus lokal ke Namhae-Mijo di halte bus Bus Terminal Namhae dan turun di halte Naedongcheon.

49. Somaemuldo island

Salah satu pemandangan indah di tempat wisata ini adalah batu karang aneh dan mercusuar pulau serta pulau Somaemuldo. Anda bisa berjalan dari satu pulau ke pulau lain jika air sedang surut.

Yong Bawi (Batu Dragon), Buchudae Bawi (Batu karang Buddha), Geobuk Bawi (Batu karang kura-kura), Chotdae Bawi (batu karang tempat lilin) dan goa Geulssingi benar-benar terbentuk secara alami. Anda juga harus melihat Pulau Somaemuldo dari Pulau Deungdaeseom, dari sini formasi batu karang terlihat seperti dinosaurus duduk.

Turis semakin banyak mengunjungi pulau tempat wisata ini setiap tahun, untuk menikmati pemandangan menakjubkan dari pulau ini.

Lokasi: 65, Somaemuldo-gil, Tongyeong-si, Gyeongsangnam-do

Transportasi:

Dari Express Bus Terminal, naik bus ekspres ke Gohyeon Bus Terminal.
Berjalan ke Geoje Children Hospital, naik Bus 53-1 dan turun di Maemuldo Passenger Terminal Bus Stop. Naik ferry ke pulau 60 menit.

50. Geoje Haegeumgang Island

Sebagai salah satu tempat wisata dengan pemandangan terbaik di Pulau Geojedo, Sungai Geoje Haegeumgang disebut Geumgang River (Laut Diamon) Korea Selatan. Pemandangan paling menakjubkan dari sungai Haegeumgang River adalah matahari terbenam dan matahari terbit dan terlihat paling baik dari Lion Rock. Terdapat goa Shipjagul di tengah Haegeumgang River.

Jika Anda berkeliling pulau tempat wisata di Korea ini, Anda akan terpesona dengan ketinggian dinding batu karang dan dalam goa. Jika Anda naik kapal mengelilingi pulau, Anda akan terkesima sekali lagi oleh Maitreya Rock, Candlestick Rock, dan pohon pinus tua berusia 1.300 tahun.

Lokasi: San 1, Galgot-ri, Nambu-myeon, Geoje-si, Gyeongsangnam-do

Transportasi:

Dari Terminal Bus Seoul Nambu, naik bus antarkota ke Tongyeong.
Dari Terminal Bus Antarkota Tongyeong, naik bus ke Haegeumgang.

51. Hallasan National Park

Hallasan Mountain muncul dari tengah Jeju Island dan menjadi tonggak paling bersejarah di pulau ini. Hallasan Mountain dikenal luas oleh para ahli karena nilai geologisnya. Dibangun sebagai taman nasional dengan 368 parasit volkano yang disebut Oreum di sekitar gunung utama.

Hallasan Mountain terkenal sebagai tempat wisata dengan ekosistem tanaman akibat temperatur yang bervariasi di dekat gunung. Lebih dari 1800 tanaman dan 4000 spesies binatang (3300 serangga) telah teridentifikasi.

Untuk mengeksplorasi kekayaan gunung ini, Anda tinggal menapak jalan mendaki gunung yang sudah diperluas.

Lokasi: 2070-61, 1100-ro, Jeju-si, Jeju-do
Tiket masuk gratis.

Buka sepanjang tahun.

Transportasi:

Naik Bus No. 740 di Terminal Bus Antarkota Jeju – Eorimok
Terminal Bus Antarkota Jeju – Seongpanak -naik Bus No. 781 atau 781-1

52. Puncak Seongsan Ilchulbong

Puncak Seongsan Ilchulbong ini muncul dari dalam laut saat letusan gunung berapi lebih dari 100.000 tahun yang lalu. Berlokasi di timur Pulau Jejudo, terdapat kawah besar di puncak Seongsan Ilchulbong Peak. Kawah ini berdiameter 600 m dan ketinggian 90 m.

Dengan 99 batu karang tajam di kawah, terlihat seperti mahkota raksasa. Sementara di bagian tenggara dan utara adalah tebing, di bagian barat daya adalah bukit berumput hijau yang terhubung dengan Seongsan Village. Jembatan menyajikan sebuah tempat wisata dengan pemandangan yang ideal untuk jalan-jalan dan naik kuda.

Matahari terbit dari kawah sangat luar biasa indah. Juga Puncak Seongsan Ilchulbong dikelilingi sinar kuning dari bunga canola di musim semi ini begitu mengesankan.

Lokasi: 284-12, Ilchul-ro, Seongsan-eup, Seogwipo-si, Jeju-do
Jam Operasional: 1 jam sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam
Tiket masuk :

Individu: Dewasa 2.000 won / Remaja dan Anak 1.000 won
Grup: Dewasa 1.600 won / Remaja dan Anak 800 won
Transportasi :

Dari Terminal Busa Antarkota Jeju, naik Bus langsung (Bus Dongilju tujuan Seongsan) dan turun di Halte Bus Seongsalliipgu.

53. Jeju Jeolmul Recreational Forest

Tempat wisata berupa hutan rekreasi alam Jeju Jeolmul atau Jeju Jeolmul Natural Recreation Forest terletak di utara Gunung Hallasan di Pulau Jeju. Jeolmul Oreum, taman utama di gunung ini, terkenal keindahan hutan pohon Cedar Jepangnya.

Jeolmul Oreum ini ketinggiannya mencapai 697 m dan terbentuk oleh aktivitas gunung merapi. Puncak ini memiliki keindahan yang menakjubkan. Bila cuaca cerah, memungkinkan untuk melihat Seongsan Ilchubong di bibir pantai timur pulau.

Hutan rekreasi ini adalah tempat wisata untuk berjalan-jalan, lalu ada kolam, observatori, dan halaman rumput. Terdapat pondok untuk menginap. Pemesanan bisa dilakukan online.

Lokasi: 584, Myeongnim-ro, Jeju-si, Jeju-do

Pembelian Tiket: 07.00-19.00
Tiket Masuk: Dewasa : 1.000 won / Grup: 800 won
Anak Muda: 600 won / Grup: 500 won
Anak-anak (umur 7-12): 300 won / Grup: 200 won

Transportasi: Dari Bandara Internasional jeju, naik Bus 300 atau 38 ke Dongmun Transfer ke Bus 1 dan turun di Jeolmul Recreation Forest.

54. Udo Maritime Park (Udo Island)

Tempat wisata ini terletak di pantai timur Jeju Island, Udo Island disebut demikian karena menyerupai sapi yang telentang. Tanahnya subur, berlimpah ikan dan panorama indah; warisan lokal (penyelam wanita, dinding batu, dan pusara batu) demikian juga dengan atraksi alam yang melimpah di pulau ini, membuanya sebagai miniatur Pulau Jeju. Pulau ini menjadi tempat turis : memancing, bersepeda, pijat pasir, tur bawah laut, dan berpesiar.

Seobin Baeksa, pantai putih yang sering muncul di televisi ini , laut seputar pantainya memiliki warna yang berbeda tergantung tingkat airnya. Ini membuat Seobin Baeksa menjadi salah satu tempat wisata populer di Jeju-do., selain gunung Hallasan. Terdapat juga mercusuar di tempat tertinggi pulau ini, dikelilingi taman yang luas.

Lokasi: Gosumul-gil, Udo-myeon, Jeju-do

Tiket masuk: Dewasa 1.000 won / Pelajar (usia 14-19) 500 won

Buka sepanjang tahun.

Transportasi:
Dari Terminal Bus Antarkota naik Bus No. 701 atau 710 ke Halte Bus Seongsanhang Port. Berjalan menuju Seongsanhang Port Passenger Ferry Terminal. Naik ferry tujuan Udo Island.

55. Muara Soesokkak

Tempat wisata ini berlokasi di area Seogwipo Jeju Island. Saat air bertemu laut, melebar dalam sungai yang mengalir pelan. Muara Soesokkak ini dibatasi dengan tebing formasi lava dan menyelimuti pohon pinus. Air masuk ke laut biru dan pemandangan di sini sangat indah.

Soesokkak juga dikenal karena perahu kayu kecilnya yang disebut “Teu”, digunakan ratusan tahun untuk mengangkut penmpang menyeberangi muara. Menaiki perahu ini menyeberangi air jernih di muara ini menjadi cara luar biasa untuk menikmati pemandangan yang memesona di sini.

Lokasi: 128, Soesokkak-ro, Seogwipo-si, Jeju-do.

Tiket masuk gratis.

Transportasi: Dari Jeju International Airport, naik Bus Limousine 600 ke KAL hotel. Dari halte bus, naik taksi ke muara Soesokkak.

56. Seopjikoji

Seopjikoji, tempat wisata ini terletak di ujung pantai timur Jeju Island. Sebuah bukit yang muncul tiba-tiba di permukaan tanah. Di bukit Koji yang luas dan datar ini, berdiri sebuah batu Bongsudae yang disebut “Hyeopjayeondae” dengan tinggi alami 4 m dan lebar 9 m.

Seopjikoji menjadi latar film “Gingko Bed,” “The Uprising,” “One Thousand and One Nights” dan drama TV Korea. Atraksi terdekat lain adalah Jeju Folk Village dan Udo Island.
Lokasi: 107, Seopjikoji-ro, Seogwipo-si, Jeju-do.

Tiket masuk gratis.

Transportasi :

Dari Terminal Busa Antarkota Seogwipo, naik Bus No. 910 dan turun di Halte Bus Sinyangri. Dari sini, naik taksi 5 menit ke pintu masuk Seopjikoji.

57. Seogwipo Maeil Olle Market

Seogwipo Maeil Olle Market adalah tempat wisata belanja terbesar di Seogwipo. Pasar tradisional yang dibentuk awal tahun 60-an dan menjadi andalan ekonomi Seogwipo. Mulai tahun 2000, pusat perbelanjaannya diperluas dan sekarang membentang lebih dari 620 m.

Bagian dalam pasar dirancang sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa dengan mudah menavigasi toko dan penjual. Untuk memudahkan pelanggan pasar ini menawarkan layanan antaran gratis, serta memberikan pengalaman budaya berupa panggung terbuka yang dipasang di tempat ini.

Lokasi: 22, Jungjeong-ro73beon-gil, Seogwipo-si, Jeju-do

Jam operasioanal: 07.00-21.00
Transportasi:

5 menit dari Terminal Bus Antarkota Seogwipo menggunakan Bus Limousine airport dari Jeju International Airport.

58. Bijarim Forest

Di tempat wisata alam Hutan Bijarim tumbuh sekitar 2800 pohon pala berusia 500 dan 800 tahun. Dengan tinggi 7-14 m dan diameter 50-110 cm, membuat hutan ini menjadi hutan pala terbesar di dunia. Di tengah hutan terdapat pohon berusia 800 tahun, disebut Pohon Leluhur Pohon Pala.’ Pohon tertua di Jeju-do dengan tinggi 25 meter dan lebar 6 meter.

Terdapat juga anggrek yang jarang ditemukan serta tanaman yang tumbuh di hutan. Jalan setapak di hutan sudah dipasang bagi para pengunjung tempat wisata ini untuk dapat menikmati keindahan hutan ini.

Lokasi: 55, Bijasup-gil, Gujwa-eup, Jeju-si, Jeju-do

Jam Operasional: 09.00-18.00

Tiket masuk: Individu – Dewasa 1.500 won / Remaja dan Anak 800 won.

Transportasi:
Dari Terminal Bus Jeju antarkota naik bus dalam kota Donghae line. Turun di Pyeongdae-ri atau Sehwa-ri. Ganti shuttle bus dan turun di Bijarim Forest.

59. Jeju Stone Park

Berlokasi di Jocheon-eup, Jeju-si, Taman BatuJeju Stone Park terinspirasi mitos sejarah sejarah Jeju, batu, dan semangatnya. Temanya berisi legenda tentang Seolmundae Halmang (nenek Seolmundae) yang menciptakan pulau Jeju dan ornamen batu Obaek Janggun (500 jendral). Taman ini menyajikan ruang sejarah dan budaya serta koleksi batu yang menjadi ciri budaya Pulau Jeju.

Lokasi: 2023 Namjo-ro, Jocheon-eup, Jeju-si, Jeju-do

Jam Operasional : 09.00-18.00

Tiket masuk: Individu Dewasa 5.000 won / Remaja 3.500 won

Grup: Dewasa 4.000 won / Remaja 2.800 won

Transportasi: Dari Jeju International Airport, naik bus 100 ke Jeju Terminal Bus dalam kota. Dari sini naik bus jurusan Namjo-ro dan turun di Jeju Stone Park.

60. Eco Land Theme Park

Tempat wisata di Korea berupa Taman hiburan Eco Land atau Eco Land Theme Park dibangun di kawasan hutan purba Gotjawal seluas 1km². Pengunjung dapat mengeksplorasi dengan naik kereta uap, yang dioperasikan di taman yang khusus didatangkan dari UK.

Di hutan Gotjawal yang luas ini, dengan jalan rel kereta, pengunjung bisa melihat variasi tumbuhan, binatang, dan serangga yang hidup di hutan yang misterius ini. Terdapat danau juga untuk mereka bisa belajar tentang ekosistem, berjalan-jalan, dan menikmati piknik.

Lokasi: 1278-169, Beonyeong-ro, Jocheon-eup, Jeju-si, Jeju-do

Jam operasional :

Musim panas kereta pertama 08.30 / terakhir 18.00

Musim dingin kereta pertama 08.40 / terakhir 17.00

Tiket masuk:
Dewasa individu 12.000 won / Grup 10.000 won
Anak Muda (usia 13-18): Individu 10.000 won / Grup 9.000 won

Transportasi:
Dari Terminal Bus Antarkota Jeju, naik Bus No. 730 di halte bus terminal tujuan Jeju Hannamri. Seogwipo dan turun di Lee Gipung Missionary Memorial Hall.

Baca Juga : 50 Tempat Wisata Thailand yang Wajib Anda Kunjungi

60 Tempat Wisata di Bali yang Pas Untuk Menghabiskan Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Bali yang Pas Untuk Menghabiskan Waktu Liburan – Bali memang merupakan destinasi favorit untuk berlibur, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ada begitu banyak objek wisata yang ditawarkan pulau eksotis ini, mulai dari panorama alam hingga tempat wisata buatan. Nah, berikut ini adalah daftar referensi tempat wisata di Bali yang sayang untuk dilewatkan.

Pantai

Pesona pantai Bali adalah alasan utama mengapa sebagian besar orang mengunjungi Pulau Dewata ini. Menemukan pantai di Bali bisa jadi semudah menemukan pusat perbelanjaan di kota metropolis seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Jika Anda pencinta pantai dan berencana mengunjungi pantai-pantai cantik di Bali, berikut ini adalah daftar pantai yang bisa Anda jadikan referensi.

1. Tanah Lot

Destinasi pantai di Bali yang pertama adalah Tanah Lot. Tempat wisata ini terletak di Desa Beraban, Tabanan dan hanya terpisah sekitar 24 km dari Pantai Kuta. Untuk rute tercepat yang bisa menghindari macet, Anda bisa berkendara melalui Jalan By Pass Tanah Lot. Keunikan tempat wisata yang satu ini adalah adanya pura yang berada di atas batu karang yang menjorok ke tengah laut. Selain itu, di dalam gua yang terletak di bawah tebing terdapat ular yang dikeramatkan. Legenda yang diyakini masyarakat lokal adalah bahwa ular tersebut merupakan jelmaan selendang Dang Hyang Niratha, keturunan Brahmana pada abad XVI.

Untuk menikmati suasana dan pemandangan di Tanah Lot, wisatawan lokal usia dewasa dikenakan biaya sebesar Rp30.000,00 per orang dan Rp15.000,00 untuk wisatawan lokal usia anak-anak. Sementara itu, wisatawan asing dikenakan biaya dua kali lipat lebih tinggi, yakni Rp30.000,00 untuk anak-anak dan Rp60.000,00 untuk dewasa. Anda dapat mengunjungi Tanah Lot mulai pukul 07.00 sampai 19.00 WITA. Selain menyaksikan langsung pura Tanah Lot yang terkenal dan ular suci di dalam gua, wisatawan juga banyak yang mendatangi pantai ini untuk menikmati matahari terbenam. Tidak sedikit wisatawan yang sudah mempersiapkan kamera untuk mengabadikan detik-detik tergelincirnya matahari di ufuk barat dari tebing. Bahkan tidak sedikit pula pasangan yang menjadikan lokasi ini sebagai latar foto prewedding.

2. Pantai Kuta

Kemahsyuran tempat wisata bali yang satu ini tidak perlu diragukan. Tidak hanya turis domestik, turis internasional pun tidak asing dengan Pantai Kuta. Letaknya hanya berjarak 4,5 km dari Bandara Ngurah Rai dan 9 km dari Denpasar. Karena kawasan ini ramai, jadi jika Anda tidak bersama rombongan besar, sebaiknya Anda menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki jika memungkinkan untuk mencapai tempat ini. Pantai ini terbuka untuk umum dan tidak ada biaya tiket masuk. Anda pun bebas mendatangi Pantai Kuta pukul berapa saja. Anda dapat berselancar, berjemur, bermain voli atau sepak bola pantai, atau melakukan kegiatan lainnya di sini.

3. Pantai Sanur

Selain Tanah Lot dan Kuta, pantai di Pulau Seribu Pura lainnya yang terkenal adalah Pantai Sanur. Lokasinya berada di sebelah timur Denpasar, sehingga banyak orang yang mengejar momen matahari terbit di pantai ini. Namun karena pantai ini terbuka selama 24 jam, Anda tidak harus datang saat subuh atau pagi hari saja. Sekadar bersantai di bibir pantai pada sore hari dengan lumpia kuah kacang yang lezat pun, bukan ide buruk. Anda tidak akan dikenakan biaya apa pun untuk masuk ke Pantai Sanur selain biaya parkir. Untuk sepeda motor dan mobil masing-masing Rp5.000,00 dan Rp10.000,00. Jarak Pantai Sanur ke Bandara Ngurah Rai tidak terlalu jauh, hanya sekitar 16 km. Dari bandara, Anda dapat melalui jalan tol dengan arah ke Benoa, dilanjutkan Jalan By Pass Ngurah Rai. Setelah itu masuk ke Jalan Bet Ngadang, lalu Jalan Danau Tamblingan.

4. Pantai Padang-Padang

Letak pantai yang satu ini memang agak jauh dari Denpasar, namun keindahannya sebanding dengan perjalanan yang ditempuh. Selain tiga pantai yang disebutkan sebelumnya, umumnya pantai-pantai di Bali lainnya lebih banyak dikunjungi wisatawan asing. Pun demikian dengan Pantai Padang-Padang yang disebut-sebut sebagai surga bagi para peselancar. Ombaknya yang cukup tinggi untuk berselancar membuat pantai yang menjadi lokasi film Eat, Pray, Love ini dipenuhi turis berbekal papan selancar.

Pantai ini dikelola oleh masyarakat sekitar. Tiket masuknya pun sangat murah, yakni Rp5.000,00 untuk wisatawan domestik dan Rp10.000,00 untuk wisatawan asing. Biaya parkirnya sama murahnya, yakni Rp2.000,00 untuk motor dan Rp3.000,00 untuk mobil. Kendati pantai ini terbuka selama 24 jam, Anda sebaiknya tidak mengunjungi Padang-Padang selepas pukul 19.00 WITA. Alasannya tidak lain karena penerangan yang minim dari pantai menuju lokasi parkir, sehingga cukup berisiko.

Dari tempat parkir, Anda harus menuruni anak tangga yang cukup membuat kewalahan saat dinaiki ketika pulang nanti. Lebar jalan menuju pantai pun tidak lebar, sehingga Anda harus sabar mengantre di belakang orang lain. Untuk mendapatkan lokasi terbaik, Anda harus melewati celah tebing karang.

Lokasi pantai ini sejalur dengan Pantai Dreamland. Dari Denpasar, cari saja jalan menuju arah Garuda Wisnu Kencana. Setelah melewati GWK dan pintu masuk Dreamland, Anda akan menemukan persimpangan. Dari situ, ikuti saja jalan yang mengarah ke Labuhan Sait. Anda akan menemukan papan petunjuk dengan tulisan ‘Padang-Padang Beach-Labuhan Sait Pecatu’.

5. Pantai Pasir Putih

Memang tidak sedikit pantai berpasir putih yang ada di Bali. Sebut saja Kuta, Legian, Seminyak, dan berbagai pantai lainnya yang berada di garis pantai yang sama. Namun sayangnya, pantai-pantai tersebut terasa begitu penuh dengan orang.

Anda dapat mencoba pergi ke Pantai Karma. Tidak banyak wisatawan yang berlalu-lalang di sini. Pantai dengan pasir putih dan air laut biru jernih ini berada di dasar tebing dan hanya dapat diakses menggunakan eskalator. Pantai eksklusif ini memang sebanding dengan harga yang harus dibayarkan, yakni Rp350.000,00. Pantai ini dapat dikunjungi mulai pukul 09.30-18.00 WITA. Letaknya sekitar 27 km dari Denpasar, namun hanya terpaut 1 km dari Pantai Dreamland.

6. Pantai Lovina

Pantai ini cocok sebagai tempat untuk menikmati matahari terbit dengan latar pegunungan. Anda dapat menyewa kapal dengan kapasitas empat orang dan menyaksikan lumba-lumba liar yang berenang bebas di lautan. Akan tetapi, kemunculan lumba-lumba ini juga dipengaruhi oleh faktor alam. Tempat wisata ini berada di bagian utara Bali, sekitar 78 km dari Pelabuhan Gilimanuk. Tidak ada biaya yang dikenakan selain parkir dan menyewa kapal, seharga kurang lebih Rp500.000,00. Selain menikmati pemandangan lumba-lumba di pantai berpasir hitam ini, Anda juga bisa melakukan aktivitas menyelam.

7. Pantai Balangan

Pantai eksotis dengan pasir berwarna putih ini terletak sekitar 8 km dari tempat wisata Bali wisata Garuda Wisnu Kencana dan 12 km dari Pura Uluwatu. Dari GWK, terus saja naik lurus hingga bertemu perempatan. Ambil jalan ke kanan (Jalan Pantai Balangan I), ikuti jalan hingga ujung dan petunjuk yang menyertainya.

Warna air laut Pantai Balangan biru bersih dan ombaknya digemari oleh para peselancar. Jika ingin menyatu dengan air laut, Anda dapat berselancar atau berenang. Namun jika Anda hanya ingin menikmati dari bibir pantai pun, tak masalah. Dari kejauhan, aktivitas Bandara Ngurah Rai akan terlihat. Atau jika Anda berdiri di tebing, Anda juga bisa menyaksikan keindahan Pantai Dreamland. Selain itu, aktivitas masyarakat lokal saat membongkar hasil tangkapan ikan di pagi hari juga akan memberikan nuansa tersendiri.

Lagi-lagi untuk menikmati keeksotisan alam di Bali, Anda hanya dikenakan biaya parkir kendaraan. Anda hanya perlu merogoh kocek Rp2.000,00 jika berkendara dengan roda dua dan Rp5.000,00 jika berkendara dengan roda empat.

8. Pantai Dreamland

Sesuai namanya yang cukup persuasif, pantai ini memang bagaikan pantai impian. Hamparan laut biru yang luas dan bersih dengan tebing-tebing yang menjulang di sekelilingnya akan memanjakan kedua mata Anda. Ditambah lagi dengan suasana yang tidak terlalu ramai, Anda akan dibuat serasa nyaris di pantai privat. Hal tersebut tidaklah salah. Pantai Dreamland memang terletak di dalam kawasan resort Pecatu yang eksklusif dan dijaga ketat. Anda dapat berkunjung ke sini mulai pukul 07.00 sampai 20.00 WITA tanpa membayar biaya masuk ke pantai. Biaya parkir yang dikenakan sebesar Rp15.000,00 untuk mobil dan Rp3.000,00 untuk motor.

9. Pantai Nusa Dua

Pantai ini memang berada di wilayah Nusa Dua yang terkenal sebagai kawasan elite. Namun Anda tidak perlu mengkhawatirkan biaya yang harus dikeluarkan. Tanpa batasan waktu, Anda dapat menikmati suasana pantai dan tidak dipungut biaya apa pun. Ombak di Pantai Nusa Dua cenderung tenang, jadi jika Anda mengunjungi pantai ini bersama anak-anak, Anda tidak perlu khawatir. Anda dapat bersantai, berjemur, atau berenang dengan tenang. Tidak ada pedagang atau tukang pijat yang berseliweran, sehingga Anda yang menginginkan ketenangan tidak akan merasa terganggu. Tempat wisata ini memiliki akses yang mudah untuk dijangkau. Dari Kuta, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, sementara dari Jimbaran, waktu yang diperlukan lebih singkat, yakni sekitar 15 menit. Jika Anda dari bandara dan ingin langsung menuju Pantai Nusa Dua pun, waktu tempuhnya hanya sekitar 20 hingga 30 menit.

10. Pantai Seminyak

Karena kondisi geografisnya yang berada di satu garis pantai dengan Pantai Kuta dan Pantai Legian, karakter yang dimiliki Pantai Seminyak pun hampir sama. Ombak cukup besar yang cocok untuk berolahraga selancar, pasirnya yang putih dan landai, serta sama-sama menyuguhkan keindahan ketika matahari terbenam. Pantai Seminyak memiliki cakupan wilayah yang luas dan berada di antara Pantai Petitenget dan Pantai Legian. Dibandingkan Kuta, kawasan Seminyak memang cenderung ditawarkan untuk golongan atas. Berbagai fasilitas penunjang liburan ada di sini: hotel, bungalow, Seminyak Square, dan lain-lain. Bahkan tidak sedikit ekspatriat yang memilih tinggal di kawasan ini. Anda tidak dikenai tiket masuk dan tidak ada batasan waktu untuk mengunjungi Pantai Seminyak. Anda hanya perlu merogoh kocek untuk retribusi parkir sekitar Rp2.000,00-Rp5.000,00.

11. Pantai Tuban

Jika Anda baru datang dari Bandara Ngurah Rai dan ingin segera melihat pantai, Pantai Tuban bisa jadi solusinya. Keadaan di Pantai Tuban tidak seramai di Pantai Kuta. Setelah membayar Rp2.000,00 Anda bisa sepuasnya menghabiskan waktu di pantai yang juga dikenal dengan sebutan Pantai Jerman ini. Menuju lokasi ini pun tidak susah, hanya sepuluh menit dari bandara. Setelah keluar dari bandara, pergilah ke arah utara. Anda akan menemukan sebuah pertigaan, belok kanan menuju Jalan Dewi Sartika. Setelah itu Anda akan mendapati pertigaan dengan patung Holiday Inn Resort yang tidak lain merupakan Jalan Wana Segara, tempat Pantai Tuban berada.

12. Pantai Uluwatu

Urusan pantai, nama Kuta memang sangat mendominasi di kalangan wisatawan. Jika bukan penggemar traveling, jejeran nama pantai yang bahkan lebih indah dari Kuta pun tidak akan terdengar. Padahal, ada banyak pantai eksotis yang juga harus Anda kunjungi. Seperti pantai yang bersembunyi di kawasan Bali selatan ini, Pantai Uluwatu. Pantai ini juga dikenal dengan sebutan Blue Point, yang tak lain merupakan julukan dari turis Australia. Untuk mencapai pantai, Anda harus menuruni anak tangga yang sempit. Namun percayalah, pemandangan laut yang disajikan tidak akan mengecewakan. Anda hanya dikenakan biaya parkir sekitar Rp2.000,00-Rp5.000,00. Di pantai ini, Anda tidak akan menemukan banyak wisatawan domestik. Sebagian besar wisatawan yang datang akan berselancar atau berjemur.

13. Pantai Suluban

Sebenarnya Pantai Suluban hanyalah nama lain untuk Pantai Uluwatu. Nama Suluban sendiri berasal dari bahasa Bali ‘mesulub’ yang berarti berjalan melewati sesuatu di atas kepala manusia. Hal tersebut dirasa pas untuk merepresentasikan anak tangga menuju pantai yang menjadi semacam terowongan alami karena letaknya berada di tengah-tengah dua bukit karang.

14. Pantai Double Six

Nama pantai ini diambil dari sebuah nama diskotek bernama serupa yang lokasinya berada di seberang pantai. Kegiatan yang dapat dilakukan di pantai ini sama seperti kegiatan di pantai lainnya. Hanya saja yang menarik dan menjadikan Pantai Double Six menjadi sedikit berbeda dari lainnya adalah sofa warna-warni di bawah payung yang sama warna-warninya. Tidak sedikit anak muda yang menghabiskan waktu mereka di sini untuk sekadar menikmati matahari tenggelam.

15. Pantai Amed

Anda hobi menyelam dan sedang berada di Bali? Berkunjunglah ke Pantai Amed untuk menyaksian keindahan pantai Bali utara. Pantai di wilayah Karangasem ini selain menawarkan kecantikan pantai ketika matahari terbit dan biota laut yang beragam, juga memiliki danau yang dapat digunakan bagi pemula yang ingin belajar menyelam. Anda hanya perlu membayar jasa parkir saat berkunjung ke pantai ini. Di Desa Jemeluk, dekat dari Pantai Amed, peyelam dapat melihat terumbu karang yang sangat indah, berikut penyu, pari, hingga hiu karang. Di samping itu, sekitar sepuluh meter dari bibir pantai ada kerangka kapal patroli Jepang yang karam saat Perang Dunia II. Menarik, bukan?

16. Pantai Geger

Pantai ini disebut-sebut sebagai pantai paling nyaman di Nusa Dua. Pantai Geger berada di kawasan perhotelan elite dan mewah di Nusa Dua. Karena itulah, wajar jika penjagaannya cukup ketat. Hanya biaya parkir yang perlu Anda keluarkan. Pasir pantainya halus tanpa adanya karang-karang kecil. Garis pantainya cukup panjang, airnya jernih dan sangat tenang. Namun karena pantai ini tidak menghadap ke barat atau timur, jadi Anda tidak bisa mendapatkan momen matahai terbenam maupun terbit di sini.

17. Pantai Legian

Kawasan Legian tidak jauh dari Kuta, bahkan berdampingan. Selain wilayahnya yang tidak terlalu ramai seperti di Kuta, sajian alam yang disajikan juga sama cantiknya dengan Pantai Kuta. Pantainya berpasir putih, ombaknya juga bagus untuk aktvitias berselancar. Di pagi atau sore hari, Anda bisa berolahraga, seperti joging. Suasana di sekitar pantai ini pun tidak jauh berbeda seperti Kuta. Ada banyak hotel dan penginapan yang dekat dengan lokasi pantai, mulai dari bintang satu sampai bintang lima. Selain itu, sepanjang Jalan Melasti hingga Jalan Arjuna juga dipenuhi art shop, pusat perbelanjaan, pub, dan sebagainya. Tidak ada batasan waktu maupun tiket masuk yang dikenakan bagi Anda yang ingin mengunjungi tempat wisata di Bali yang satu ini. Akses menuju pantai ini pun mudah dan dapat ditempuh sekitar 10-20 menit dari bandara, tergantung kondisi jalan. Dari Bandara Ngurah Rai, Anda tinggal menuju ke Jalan Dewi Sartika, masuk ke Jalan Bakung Sari, lalu Jalan Pantai Kuta.

18. Pantai Canggu

Nama Canggu tentu sudah tidak asing lagi di telinga para peselancar lokal maupun internasional. Pantai berpasir hitam ini juga pernah menjadi tempat diadakannya ajang ISC (Indonesia Sufing Championship) yang bertaraf internasional. Peserta kegiatannya pun tidak hanya diikuti peselancar lokal, tetapi juga mancanegara. Namun Canggu tidak hanya untuk mereka sang penantang ombak. Anda yang tidak berencana untuk melatih keseimbangan di atas papan selancar juga boleh menikmati Pantai Canggu. Berlari di bibir pantai atau bergeming di atas pasir pun tidak ada yang melarang. Selain pantai, Anda dapat menikmati daya tarik lain yang diberikan pantai ini. Di seberang pesisir pantai terdapat hamparan sawah segar, lengkap dengan kehadiran burung-burung yang beterbangan di atasnya. Tentu pemandangan seperti ini tidak bisa sembarangan Anda dapatkan di pantai di Bali atau daerah lainnya.

Pusat Perbelanjaan

Bali juga memiliki banyak tempat wisata belanja yang diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. Baik pasar tradisional ataupun pusat perbelanjaan dengan konsep modern seperti mal, keduanya sama-sama memiliki keunikan masing-masing. Berikut ini adalah beberapa destinasi belanja di Bali yang menjadi favorit pelancong.

19. Pasar Badung

Sebagai pasar tradisional terbesar di Bali, nyaris dikatakan pasar ini tidak pernah tutup. Sejak dini hari hingga malam, ada saja transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli. Suasana sibuk khas pasar tradisional dapat Anda jumpai di tengah semakin banyaknya pusat perbelanjaan modern yang ada di Bali. Segala macam kebutuhan sehari-hari dapat Anda temukan di sini. Mulai dari bahan pangan, perlengkapan upacara, kebutuhan domestik, pakaian, aksesori, hingga barang-barang seni khas Bali. Selayaknya pasar tradisional, Anda bisa melakukan proses tawar-menawar terhadap barang yang akan dibeli.

20. Pasar Sukawati

Jika Anda secara spesifik ingin membeli barang-barang kesenian khas Bali, maka Pasar Sukawati adalah tempat yang pas. Lokasinya berada di Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Jika Anda berangkat dari bandara, Anda bisa sampai di Pasar Sukawati dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Atau jika Anda berada di Ubud, waktu perjalanan yang dibutuhkan semakin sedikit. Jaraknya hanya sekitar 8 km saja dari Ubud.

Berbagai barang bisa Anda temukan di Pasar Sukawati. Menariknya lagi, Anda bisa menawar harganya untuk mendapatkan barang yang Anda inginkan. Sebagai saran, semakin pagi Anda datang, semakin murah kemungkinan harga yang bisa Anda dapatkan. Hal ini karena masyarakat lokal (penjual) percaya, jika dagangan mereka berhasil terjual pada waktu pagi, maka pada waktu-waktu selanjutnya dagangan akan laris.

Tempat wisata belanja ini beroperasi mulai pukul 08.00-18.00 WITA dan buka setiap hari kecuali saat Nyepi dan Galungan. Datanglah di kisaran pukul 08.00-10.00 WITA saat mereka selesai sembahyang. Selain itu, harga pas dari barang yang dijual biasanya adalah sepertiga harga yang ditawarkan.

21. Mal Bali Galeria

Mal ini terletak di lokasi strategis dan mudah untuk ditemukan, Pusat perbelanjaan dengan tagline “Enjoy, Play, Eat, Shop” ini ada di Jalan By Pass Ngurah Rai, persis di sebelah patung Dewa Ruci yang menjulang tinggi. Kendati mengusung konsep modern, atmosfer Bali yang khas tetap akan dirasakan pengunjung di dalam area Mal Bali Galeria. Selain itu, penataan ruangnya didesain dengan sentuhan tropis dan eksotis. Anda akan menemukan taman-taman asri yang cantik di sepanjang area outdoor dan indoor mal. Mal one stop shopping ini beroperasi mulai pukul 11.00-23.00 WITA. Selayaknya mal pada umumnya, Anda hanya akan dikenakan biaya parkir ketika masuk. Tempat ini juga sering dijadikan lokasi untuk berbagai acara, seperti bazar makanan, pameran mobil, pameran pershiasan, dan lain-lain.

22. Lippo Mall Bali

Kawasan Kuta memang terkenal dengan aktivitas perekonomiannya yang cukup tinggi dan padat. Lippo Mal pun menjadi bagian dalam perputaran bisnis dan ekonomi di wilayah Pantai Kuta. Anda dapat berbelanja barang-barang berkualitas, menonton bioskop, makan, atau sekadar berjalan-jalan. Jam operasional Lippo Mall Bali adalah pukul 10.00-22.00 WITA, mulai Senin sampai Minggu. Dibandingkan biaya parkir di mal lainnya, biaya parkir di mal yang beralamat di Jalan Kartika Plaza ini terhitung lebih murah. Biaya per jamnya tidak pernah lebih dari Rp3.000,00 untuk mobil.

23. Discovery Shopping Mall

Masih di kawasan Kuta dan Jalan Kartika Plaza, sebuah mal besar juga berada di sini. Letak Discovery Shopping Mall tidak jauh dari Pantai Kuta yang selalu ramai dan padat pengunjung. Menariknya, di bagian belakang mal, Anda dapat terhubung langsung dengan pantai. Anda dapat mengabiskan waktu—bahkan seharian—untuk benar-benar mengelilingi bahkan mengunjungi setiap gerai yang ada di Discovery Shopping Mall. Mal ini beroperasi selama dua belas jam, mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WITA.

24. Centro Bali

Centro merupakan bagian dari Discovery Shopping Mall, sehingga Anda tidak perlu bingung jika ada yang menyebut mal besar ini dengan sebutan DSM atau Centro.

25. Beachwalk

Tidak selamanya setiap wisatawan yang datang mengunjungi Bali terpuaskan hanya dengan kemolekan panorama alamnya. Terutama bagi wisatawan yang gemar berbelanja, Anda tentu akan menyempatkan diri mengunjungi pusat perbelanjaan yang ada di kawasan wisata tujuan.

Di Bali, Beachwalk adalah tempat berbelanja yang dapat memanjakan dan memuaskan kesenangan Anda. Mal dengan standar internasional ini memiliki desain yang benar-benar indah. Sekalipun Anda tidak berniat untuk berbelanja, maka sekadar berjalan-jalan di mal ini pun tidak akan mengecewakan. Anda juga bisa menikmati suasana di kafe atau restoran yang menghadap langsung ke jalan dan Pantai Kuta.

Mulai pukul 10.00-00.00 WITA, Anda dapat menjelajahi mal ini. Sebagian besar barang yang dipasarkan pun merupakan barang bermerek mahal. Namun tenang, Anda tentu tidak harus mengeluarkan uang di pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Pantai Kuta ini. Tidak sedikit juga pengunjung yang datang hanya untuk sekadar window shopping dan berfoto di sini.

26. Kuta Square

Pusat perbelanjaan ini terletak di Kuta dan termasuk daerah yang padat dan rawan macet. Jika Anda menginap di penginapan di sekitar Kuta, sebaiknya Anda berjalan kaki saja. Bahkan di jalur pejalan kaki pun sudah sama ramainya dengan jalan untuk kendaraan. Toko-toko yang berjejer adalah toko dengan merek luar negeri. Jam buka setiap toko pun berbeda antara yang satu dan yang lainnya. Namun jika Anda tidak berniat untuk berbelanja dan hanya ingin menghabiskan sepanjang sore untuk window shopping, itu tidak masalah.

27. Seminyak Square

Dari namanya saja tentu Anda sudah bisa menebak di mana lokasi tempat wisata belanja yang satu ini. Meski tidak sebesar mal-mal yang disebutkan sebelumnya, kompleks pertokoan di Jalan Kayu Aya, Seminyak, ini modern dan elegan. Seminyak Square hanya terdiri dari dua lantai, namun didesain khusus untuk menarik pengunjung dari kalangan atas. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan di Seminyak Square. Berbelanja pakaian dan perhiasan mewah, suvenir dan hiasan dari Indonesia, berburu buku-buku berbahasa Inggris, menikmati anggur dan makan malam yang nyaman, dan lain-lain. Manjakan diri Anda untuk merasakan spa mewah di sini, mengingat Seminyak juga dikenal sebagai pusat spa di Bali. Jam operasioal toko-toko di pusat perbelanjaan ini tidaklah sama, namun Seminyak Square sendiri buka mulai pukul 10.00-22.00 WITA.

Museum dan Monumen

Museum dan monumen dibuat dengan tujuan menyimpan benda-benda yang layak mendapatkan perhatian umum serta mengenang peristiwa tertentu. Destinasi bagi Anda penyuka sejarah dan seni pun terfasilitasi di Bali, seperti melalui beberapa museum dan monumen di bawah ini.

28. Museum Pasifika

Museum ini terletak di kawasan elite Nusa Dua, tepatnya di kawasan BTDC Blok P. Jika Anda menginap di penginapan dalam lingkup Nusa Dua, Anda bisa mencapai tujuan hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki. Namun jika Anda berangkat dari bandara, ambil rute melalui tol Bali Mandara dan keluar pintu tol Nusa Dua. Dalam waktu sekitar 15-20 menit Anda akan sampai di museum.

Pada tahun 2004, tempat wisata edukasi ini belum termasuk kategori museum, dan masih bernama Asia Pacific Centre. Baru pada tahun 2006 tempat ini resmi termasuk dalam kategori museum dan berganti nama menjadi Museum Pasifika. Sesuai namanya, museum ini memajang berbagai karya seni dari kawasan Asia Pasifik, dengan Indonesia (melalui Bali) sebagai pusatnya. Seniman yang turut meramaikan museum ini melalui karyanya antara lain Le Mayeur, Antonio Blanco, Theo Meier, Nyoman Gunarsa, Affandi, dan masih banyak lainnya.

Museum ini terbuka untuk umum mulai pukul 10.00-18.00 WIITA. Tiket masuk yang tertera adalah Rp75.000,00 per orang, namun harga tersebut berlaku untuk turis asing. Turis lokal hanya dikenakan biaya Rp50.000,00 per orang. Sebagai tambahan, pengunjung dilarang mengambil foto kecuali di dalam ruangan Temporary Exhibition dan Premier Art of Vanuatu and Pacific Island, Paintings of Aloi Pilioko dan Nikolai Michoutouchkine.

29. Museum Bali

Museum yang terletak di Denpasar ini berupa bangunan gedung tua, tepatnya bersebelahan dengan Pura Agung Jagat Natha. Dari bandara, Anda ikuti saja jalan menuju pusat kota dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Karena memasuki wilayah yang cukup padat kendaraan, kendaraan roda dua adalah pilihan terbaik. Museum hanya buka hari Minggu sampai Jumat. Untuk hari Minggu-Kamis, Anda dapat berkunjung pada pukul 08.00-15.00 WITA, dan untuk hari Jumat pada pukul 08.00-12.30 WITA. Museum tidak buka pada hari Sabtu dan tanggal merah. Harga tiket masuknya pun sangat murah, yakni Rp5.000,00. Namun jika Anda ingin menggunakan tempat ini sebagai lokasi prewedding, Anda harus membayar Rp150.000,00.

Museum ini bukan museum seni, melainan museum sejarah. Koleksi Museum Bali terdiri atas peralatan saat zaman prasejarah, peralatan upacara keagamaan dan adat, dan perkembangan seni dan budaa masyarakat Bali dari zaman ke zaman. Melalui museum ini, Anda akan dapat lebih mengenal budaya Bali pada setiap zaman.

30. Museum Puri Lukisan

Nah, jika Anda pencinta seni, maka museum yang satu ini cocok untuk Anda jadikan destinasi wisata. Museum Puri Lukisan berada di Ubud, daerah di Bali yang memang sudah terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia sebagai pusat seni di Bali. Museum tertua di Bali ini memiliki koleksi karya seni lukis Bali tadisional dan modern dan seni ukiran kayu.

Museum Puri Lukisan berada di Jalan Raya Ubud, hanya berjarak sekitar 300 meter ke arah barat dari Pasar Seni Ubud. Estimasi waktu yang diperlukan dari Denpasar ke museum sekitar satu jam. Selain saat Nyepi, museum ini buka mulai pukul 09.00-18.00 WITA. Anda hanya dikenakan biaya sebesar Rp75.000,00 untuk menikmati koleksi lukisan dengan gaya lukis Batuan, Sanur, Ubud, dan lain-lain. Anak-anak di bawah 15 tahun yang didampingi orang tuanya tidak akan dikenakan biaya tiket masuk.

31. Monumen Bom Bali

Pada tahun 2002 yang lalu, sebuah peristiwa besar terjadi di Bali dan mendapat perhatian, simpati, serta kecaman dari berbagai penjuru dunia. Tidak kurang dari 202 nyawa melayang akibat peristiwa pengeboman yang dilakukan Amrozi dan kawan-kawannya.

Untuk mengenang tragedi tersebut, monumen ini dibangun oleh pemerintah daerah Bali. Lokasinya berada di Jalan Legian, Kuta, di depan Paddy’s Pub dan Sari Club. Di monumen peringatan ini Anda dapat menemukan nama dan negara asal korban tragedi Bom Bali. Tentu saja, Anda bebas mengunjungi monumen ini tanpa dikenakan biaya apa pun.

32. Monumen Bajra Sandhi

Jika monumen Bali didirikan untuk mengenang korban tragedi, maka Monumen Bajra Sandhi dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Monumen ini berada di depan Kantor Gubenur Bali dan Gedung DPRD Provinsi Bali, tepatnya di Lapangan Niti Mandala Renon. Di tempat inilah Perang Puputan terjadi.

Museum yang menceritakan perjuangan rakyat Bali sejak masa prasejarah hingga merebut kemerdekaan ada di lantai dua monumen. Dalam menceritakan kisah perjuangan rakyat Bali, pengelola menggunakan konsep diorama sejumlah 33. Sementara itu di lantai tiga, Anda dapat menikmati pemandangan Denpasar dan sekitarnya melalui kaca, seperti di Monas.

Tempat wisata Monumen Bajra Sandhi buka pada hari Senin-Jumat, pukul 08.00-17.00 WITA. Anda cukup membayar Rp5.000,00 untuk mengunjungi monumen ini. Selain museum, monumen ini juga memiliki fasilitas lain seperti perpustakaan, kolam ikan, dan pameran kerajinan tangan.

Pura
Dengan penduduk mayoritas pemeluk agama Hindu, wajar jika Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura. Anda bisa dengan mudah menemukan tempat sembahyang ini di sudut-sudut Bali. Di bawah ini adalah beberapa rekomendasi pura cantik yang dapat Anda kunjungi.

33. Pura Besakih

Pura Besakih merupakan pura terbesar umat Hindu yang ada di Bali. Pura ini merupakan sebuah kompleks pura, terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Kompleks ini terdiri atas satu pura pusat, yakni Pura Penataran Agung Besakih, dan 18 pura pendamping yang terdiri atas satu Pura Basukian dan 17 pura lainnya. Secara umum, Pura Besakih menjadi pusat kegiatan seluruh pura yang ada di tanah Bali.

Berdiri megah di kaki Gunung Agung, keberadaan Pura Besakih sendiri tidak lepas dari keterkaitannya dengan gunung tertinggi di Bali ini. Gunung Agung dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat bersemayamnya arwah para leluhur dan para dewa utusan Sang Hyang Widhi. Untuk itulah, masyarakat mendirikan sebuah bangunan suci tepat di kaki Gunung Agung sebagai tempat memuja para dewa. Pura ini telah ada sejak tahun 1007 Masehi dan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO pada tahun 1995.

Pastikan Anda berpakaian sopan saat mengunjungi tempat suci ini. Perempuan yang sedang haid tidak diperkenankan untuk masuk. Pura ini terbuka untuk umum setiap hari pukul 09.00-17.00 WITA. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp15.000,00 untuk tiket masuk dan Rp2.000,00-Rp3.000,00 untuk parkir.

34. Pura Tirta Empul

Yang menjadi daya tarik Pura Tirta Empul adalah adanya pemandian yang dianggap suci bagi umat Hindu. Kolam persegi panjang dengan 30 pancuran yang berjejer dari timur ke barat inilah yang banyak menarik wisatawan. Anda boleh turut masuk ke dalam kolam dan ikut menyucikan diri di sini, namun dengan syarat Anda harus mengenakan kamen. Kamen adalah sebutan untuk kain yang diikatkan di pinggang.

Pura ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WITA. Pengunjung dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp15.000,00 untuk dewasa dan Rp7.500,00 untuk anak-anak. Selain kolam dengan mata air yang dianggap suci tersebut, daya tarik lainnya dari pura ini adalah adanya Istana Tampak Siring yang tak lain adalah istana Presiden Indonesia.

Pura ini terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Perjalanan dari Denpasar menuju lokasi ini kurang lebih memakan waktu satu jam. Anda tidak perlu takut tersesat karena ada banyak papan penunjuk jalan yang mengarahkan Anda menuju ke sana.

35. Pura Uluwatu

Terletak di Desa Pecatu, bagian selatan Bali, pura ini tidak pernah sepi pengunjung. Pura Uluwatu berdiri megah di ketinggian 97 meter dan menyuguhkan pemandangan menakjubkan. Eksotisme tempat sembahyang di atas tebing yang menyuguhkan hamparan laut lepas Samudra Hindia terlalu sayang untuk dilewatkan.

Pura Uluwatu buka mulai pukul 09.00-19.00 WITA, namun waktu terbaik untuk menyaksikan kesempurnaan panorama adalah ketika matahari terbenam. Harga tiket masuknya pun tidak mahal. Wisatawan lokal dewasa dikenai harga Rp15.000,00 dan asing sebesar Rp20.000,00. Untuk anak-anak, harganya setengah dari biaya tiket orang dewasa (Rp7.500,00 untuk lokal dan Rp10.000,00 untuk asing). Jika Anda juga ingin menikmati pertunjukan tari kecak yang terkenal, Anda cukup membayar sebesar Rp85.000,00 untuk durasi dua jam (mulai pukul 17.00-19.00 WITA).

36. Pura Taman Ayun

Salah satu daya tarik pura yang berada di Mengwi ini adalah kolam besar yang mengelilingi area candi. Dengan lebar sekitar 15-20 meter dan kedalaman 4 meter, kolam ini membuat candi seakan-akan terapung di atas air. Pemandangan di sekitar pura ini pun sangat menyejukkan mata, dengan halaman rumput yang luas dan pohon-pohon yang mengelilingi area candi.

Pura yang menjadi temat wisata ini merupakan warisan Kerajaan Mengwi. Pura ini dibangun oleh I Gusti Agung Ngurah Made Agung, raja Kerajaan Mengwi. Area ini dulu hanya didirikan sebagai tempat peristirahatan para raja. Saat akan memasuki kompleks pura, Anda akan melalui jembatan kecil yang berada di atas telaga dan disambut oleh Candi Bentar sebagai pintu utama pelataran pura. Wisatawan lokal hanya dikenai tiket masuk sebesar Rp10.000,00 dan parkir sekitar Rp2.000,00 untuk motor. Anda dapat mengunjungi Pura Taman Ayun setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WITA.

37. Pura Gunung Kawi

Tempat wisata di Bali yang satu ini merupakan situs purbakala yang dilindungi dan berada di Kabupaten Gianyar. Yang menarik dari candi ini adalah bebatuan yang dibuat sebagai bahan dasar candi. Jika lazimnya candi dibuat menggunakan batuan utuh, maka tidak demikian dengan Pura Gunung Kawi. Pura ini terbuat dari pahatan di dinding tebing Sungai Pakerisan.

Pura ini merupakan tempat pemujaan bagi raja Bali yang bernama Anak Wungsu, putra Raja Udayana. Di samping itu, Pura Gunung Kawi juga digunakan sebagai pusat pelatihan spiritual dan keagamaan. Masyarakat Hindu juga menjadikan tempat ini sebagai tempat penyucian diri karena di sebelah selatan candi ada pertemuan aliran Sungai Bulan dan Sungai Pakerisan.

Anda bisa mengunjungi tempat wisata Pura Gunung Kawi ini setiap hari dengan tiket seharga Rp10.000,00. Dari arah Denpasar, carilah rute menuju Gianyar melalui daerah Batubulan. Ikuti jalan sampai Anda menemukan jalan menuju Desa Mas. Anda bisa melihat penunjuk jalan atau bertanya pada masyarakat sekitar (atau manfaatkan saja teknologi GPS). Dari desa Mas, belok hingga bertemu persimpangan Desa Bedulu, lalu belok kiri. Ikuti jalan tersebut hingga kira-kira 5 km hingga menemukan Pasar Tampaksiring. Sekitar seratus meter di kanan jalan, Anda akan tiba di Pura Gunung Kawi.

38. Pura Ulun Danu

Pura ini adalah pura yang paling sering orang lihat dan menjadi ikon Bali. Sekalipun Anda belum pernah mendengar namanya, Anda pasti sudah pernah melihat gambar Pura Ulun Danu di bagian belakang uang kertas Rp50.000,00, di balik gambar pahlawan I Gusti Ngurah Rai.

Benar, Pura Ulun Danu terletak di Bedugul, wilayah dataran tinggi di Pulau Bali. Dengan pemandangan danau yang tenang dan iklim yang sejuk, pura ini memiliki daya tarik yang berbeda dari yang lainnya. Pura Ulun Danu sendiri merupakan kompleks yang terdiri atas lima pura dan sebuah stupa Buddha. Pura yang sering kita lihat dalam pecahan lima puluh ribu itu adalah Pura Lingga Petak.

Normalnya Anda dapat mengunjungi Pura Ulun Danu pada pukul 08.00-18.00 WITA dengan harga tiket hanya Rp10.000,00 untuk domestik dan Rp30.000,00 untuk mancangera. Namun apabila suasana sedang berkabut, pengelola akan menutup lebih cepat. Untuk tiba di lokasi ini dari Kuta, Anda membutuhkan waktu kurang lebih sekitar dua jam.

39. Pura Dalem Agung Padangtegal

Jika Anda sedang berada di Ubud, jangan lewatkan untuk mengunjungi Pura Dalem Agung Padangtegal. Lokasinya berada di sebelah barat daya kawasan wisata Monkey Forest. Pura ini difungsikan sebagai tempat pemujaan bagi Dewa Siwa dan kerap dikenal dengan sebutan “Temple of the Dead”.

Tiket masuk ke kawasan Monkey Forest sekaligus pura ini adalah Rp30.000,00. Anda bisa puas berjalan-jalan dan mengambil foto atau video di sini mulai pukul 08.00-18.00 WITA. Namun berhati-hatilah terhadap barang bawaan, sebab ada banyak sekali monyet jail di kawasan ini./p>

40. Pura Pulaki

Pura ini adalah kawasan suci yang terletak di atas tebing berbatu dan menghadap langsung ke laut. Kesempurnaan panoramanya semakin terpancar dengan latar belakang bukit terjal berbatu, yang hanya akan sesekali terlihat hijau kala musim hujan. Memasuki area Pura Pulaku, Anda akan disambut dengan perpaduan eksotis alam dan aura religius yang sangat kental. Tidak hanya pemandangan laut yang disajikan dan menjadi daya tarik pura ini, gugusan bukit kecil di bagian barat yang berbentuk tanjung pun tak kalah menarik. Keberadaan kera liar yang hidup di kawasan pura pun semakin menambah keunikan suasananya. Secara keseluruhan, pura ini terlihat teguh, agung, dan berwibawa. Pura ini mudah dijangkau, terutama jika Anda bertolak dari Gilimanuk. Lokasinya persis berada di pinggir jalan raya Gilimanuk-Singaraja.

41. Pura Taman Saraswati

Lagi-lagi, Ubud menawarkan tempat wisata yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Pura Taman Saraswati adalah tempat pemujaan Dewi Saraswati yang tak lain adalah Dewi Pengetahuan. Yang menarik dari pura ini adalah adanya kolam di bagian tengah area pura yang penuh dengan bunga teratai. Selain itu, nyaris di setiap detail bangunan pura terdapat ukiran khas dari para seniman Ubud.

Di tempat wisata ini Anda juga dapat menikmati pertunjukan tari kecak. Tari kecak diadakan di panggung yang dikelilingi oleh kolam teratai tersebut. Untuk dapat menyaksikan seni tari khas Bali ini, Anda perlu menyiapkan uang sebesar Rp75.000,00 per orang. Namun pertunjukan ini tidak diadakan setiap hari, tetapi hanya pada hari Selasa dan Kamis mulai pukul 19.30 WITA.

Kawasan Ubud memang sangat cocok jika dilejajahi dengan berjalan kaki atau bersepeda. Dari wisata Monkey Forest, Anda membutuhkan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki menuju Pura Taman Saraswati melalui Jalan Bisma. Setelah sekitar 1,4 km, belok kiri ke Jalan Raya Ubud sejauh 110 meter, lalu belok kanan ke Jalan Kajeng. Berjalanlah sejauh 90 meter dan di sebelah kiri jalan, Pura Taman Saraswati telah menanti Anda.

42. Pura Luhur Batukaru

Pura di lereng Gunung Batukaru yang satu ini digunakan sebagai tempat untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Mega Dewa. Nama Batukaru sendiri kemungkinan besar diambil dari nama Gunung Batukaru. Selain sebagai tempat suci untuk sembahyang, Pura Luhur Batukaru juga dibuka sebagai tempat wisata umum mulai pagi sampai sore dengan tiket Rp10.000,00.

Tidak sedikit wisatawan asing dan dalam negeri yang mengunjungi Pura Luhur Batukaru. Tempat ini menawarkan suasana yang tenang, damai, dan kesejukan serta kesegaran udara pegunungan di sekitar pura. Tidak ada toko suvenir, art shop, warung, dan semacamnya di sini.

Pura Batukaru terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Dari objek wisata, ikuti jalan menuju Jalan Pantai Kedungu. Setelah itu, ambil arah ke Jalan Kalanganyar Sudimara ke Jalan Rajawali, Tabanan. Ikuti jalan menuju Jalan Batukaru, lanjutkan dengan Jalan Batukaru Cepag di Jegu dan Jalan Penatahan. Dari sana, tujuan Anda hanya tinggal berjarak 10 km.

Wisata Alam Lainnya

Bali memang terlalu luas untuk dijelajahi seluruh penjurunya dalam sekali waktu. Wisata alamnya terlalu banyak untuk dijelajahi satu per satu, membuat wisatawan harus datang berkali-kali atau tinggal cukup lama untuk mengunjungi semuanya. Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati keseluruhan pesona Bali, setidaknya empat wisata alam selain pantai ini patut Anda datangi.

43. Gunung Agung

Puncak tertinggi Bali ada di puncak Gunung Agung, gunung yang sangat disucikan umat Hindu Bali. Menurut kepercayaan masyarakat, Gunung Agung merupakan tempat para dewa yang senantiasa mengawasi manusia. Dan di lereng gunung inilah pura terbesar di Bali, Pura Besakih, berada.

Anda tidak dapat mendaki gunung ini tanpa pemandu. Alasannya tidak lain adalah untuk menekan angka kecelakaan dan menjaga kesucian Gunung Agung. Biaya jasa untuk seorang pemandu sekitar Rp300.000,00.

Ada tiga jalur pendakian yang dapat Anda pilih dan masing-masing jalur menyuguhkan suasana dan pemandangan yang berbeda. Pertama melalui jalur selatan, melewati Pura Pasar Agung, Karangasem. Kedua melalui kawasan tenggara, Kecamatan Bebandem. Ketiga, melalui jalur yang cukup populer, yakni Pura Besakih di wilayah barat daya.

44. Gunung Batur

Salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit adalah di puncak Gunung Batur, Kintamani. Untuk mencapai puncak, normalnya dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Meski dengan estimasi waktu yang singkat, sebaiknya Anda tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa pendakiannya akan mudah. Terutama apabila Anda tidak pernah melakukan trekking sebelumnya, sebab jalur pendakian Gunung Batur berupa batu besar dan pasir yang sangat licin serta menanjak.

Karena matahari terbit pada pukul 06.00 WITA, biasanya pendakian dilakukan pukul 03.00 WITA. Peta menuju lokasi ini dapat dengan mudah Anda temukan melalui bantuan GPS. Anda tidak harus menyewa pemandu seperti di Gunung Agung, tetapi cukup membayar retribusi sebesar Rp10.000,00 per orang.

45. Pulau Penyu

Ingin berwisata alam tanpa perlu ke pantai atau bersusah payah mendaki? Pulau Penyu bisa menjadi alternatif destinasi wisata, terutama jika Anda membawa anak-anak. Untuk sampai ke Pulau Penyu, Anda akan memasuki Tanjung Benoa terlebih dahulu dengan uang donasi sebesar Rp10.000,00 untuk oang dewasa dan Rp5.000,00 untuk anak-anak. Baru setelah itu, dengan menyewa kapal seharga Rp150.000,00 setiap orang, Anda dapat memasuki wilayah konservasi penyu. Tempat wisata di Bali ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WITA. Dari Denpasar, Anda dapat melalui Benoa Toll Road untuk rute tercepat. Tentu saja kendaraan darat hanya akan mengantarkan Anda sampai di Tanjung Benoa. Untuk pergi ke Pulau Penyu, Anda harus menyewa perahu.

46. Air Terjun Gitgit

Air terjun adalah destinasi yang pas bagi Anda yang ingin menikmati perpaduan wisata air dan trekking. Air Terjun Gitgit di Buleleng, Singaraja, adalah destinasi yang tidak akan mengecewakan. Air terjun ini merupakan air tejun yang memiliki tebing tertinggi di kawasan Bali utara.

Retribusi yang harus Anda bayarkan pun sangat murah, yakni Rp5.000,00 untuk dewasa dan Rp3.000,00 untuk anak-anak. Dari lokasi parkir, Anda harus berjalan beberapa ratus meter melalui jalur yang sangat memanjakan mata. Anda akan melalui jalur persawahan, kebun cengkih, dan kopi dengan udara yang sejuk khas dataran tinggi.

Dari Denpasar, jalur tercepat adalah melalui Jalan Raya Bedugul, Singaraja. Anda bisa mengandalkan GPS untuk sampai ke Desa Gitgit, lokasi air terjun tertinggi di Bali ini.

47. Gua Gajah

Gua ini merupakan gua buatan di Tampaksiring, Gianyar, yang ramai dikunjungi wisatawan. Menurut data yang dihimpun, situs Gua Gajah adalah tempat yang disucikan dan dijadikan sebagai pusat kegiatan agama Hindu dan Buddha pada masa pemerintahan Dinasti Warnadewa. Kini oleh masyarakat, situs bersejarah ini dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Dari area parkir, Anda harus menuruni anak tangga untuk sampai ke lokasi. Namun tenang saja, pepohonan yang mengelilingi kawasan Gua Gajah sangat rindang, sehingga membuat suasana menjadi sejuk. Yang lebih unik, pepohonan tersebut usianya sudah mencapai ratusan tahun.

Pintu masuk gua dengan dua patung penjaga di bagian luarnya, hanya cukup untuk dimasuki satu orang. Bagian dalam gua berbentuk huruf T dengan tinggi dan lebar masing-masing beukuran 2 meter. Ada ceruk di sisi kanan dan kiri gua yang diduga sebagai tempat bertapa dulu.

Dengan membayar Rp15.000,00 Anda dapat memasuki tempat wisata ini. Situs Gua Gajah beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WITA. Dari Monkey Forest, Anda bisa menuju arah Jalan Bisma lalu belok ke kanan menuju Jalan Raya Ubud. Setelah itu Anda belok kanan ke arah Jalan Cok Gede Rai, lalu belok kiri ke Jala Raya Teges. Teruskan perjalanan ke Jalan Gua Gajah dan tujuan Anda berada di sisi kanan.

Taman Rekreasi

Anda tidak harus mengunjungi tempat wisata alam atau bangunan bersejarah saja saat berada di Pulau Bali. Pulau ini juga menyediakan banyak alternatif tempat wisata lainnya, seperti taman rekreasi. Mengunjungi tempat ini pun akan terasa lebih pas jika bersama anak dan keluarga.

48. Bali Bird Park

Tempat wisata keluarga ini dibuka pertama kali pada tahun 1995. Taman burung seluas dua hektar ini merupakan salah satu taman burung terbesar di Indonesia. Kini, tidak kurang dari 1.000 satwa unggas dari 250 spesies dirawat dan menjadi koleksi Bali Bird Park. Selain melihat secara langsung aneka satwa unggas di sini, Anda juga dapat merasakan sensai teater 4D.

Jam buka Bali Bird Pak adalah pukul 09.00-17.30 WITA, setiap hari kecuali Nyepi. Untuk pengunjung dewasa akan dikenakan biaya sebesar Rp150.000,00 dan anak-anak dikenakan biaya sebesar Rp75.000,00. Bayi yang berusia di bawah 2 tahun tidak dikenakan biaya masuk.

Lokasi Bali Bird Park berada di Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Batubulan, Gianyar. Dari Denpasar, ambil jalan menuju arah Gianyar. Selama perjalanan Anda akan menemukan banyak papan petunjuk jalan yang mengantarkan ke tujuan.

49. Elephant Safari Park

Di tempat wisata yang dibangun di atas hutan seluas lebih dari dua hektare ini akan memberi Anda pengalaman mengesankan bersama gajah. Di Elephant Safari Park, Anda bisa berkeliling dengan menunggangi gajah, berfoto bersama gajah, memberi makan gajah, juga menyaksikan pertunjukan gajah yang melukis dan bermain bola. Jika Anda mengunjungi Bali bersama anak-anak, Elephant Safari Park di Gianyar ini tentu akan memberi pengalaman menarik bagi si kecil. Taman gajah ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WITA.

50. Taman Kupu-Kupu Bali

Di Tabanan, ada satu lagi Tempat Wisata di Bali cantik yang patut Anda kunjungi. Taman Kupu-Kupu ini merupakan objek edukasi dan penelitian kupu-kupu terbesar se-Asia Tenggara. Ribuan ekor kupu-kupu dari beragam spesies memenuhi taman ini. Waktu berkunjung ke taman yang telah dibuka sejak tahun 1996 ini adalah pukul 08.00-17.00 WITA, setiap hari. Dari tempat wisata Pura Batukaru, Anda cukup menempuh sekitar 25 menit menggunakan kendaraan bermotor untuk mencapai Taman Kupu-Kupu. Melalui Jalan Penatahan, teruslah menuju Jalan Gunung Batukaru di Jegu, lalu terus ke Wanasari. Sekitar 3,7 km kemudian, belok kanan dan Anda akan tiba di Taman Kupu-Kupu yang terletak di sebelah kanan.

51. Taman Nasional Bali Barat

Tidak sembarang orang dapat mengunjung taman nasional yang sangat dilindungi pemerintah ini. Anda memerlukan izin dari pengawas setempat untuk memasuki taman nasional yang terbagi atas tiga zona berbeda. Hal ini karena pemerintah ingin melestarikan ekosistem Taman Nasional Bali Barat yang ada sejak tahun 1911 dan berfungsi sebagai tempat penelitian margasatwa.

Ada dua alternatif bagi Anda yang ingin mengunjungi TNBB. Pertama dari Gilimanuk. Anda dapat langsung mengunjungi Kantor Balai Taman Nasional Bali Barat di Desa Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Kedua dari Denpasar. Jika Anda ingin mengunjungi Pulau Menjangan, Anda bisa melalui Teluk Labuhan Lalang. Anda cukup membayar sebesar Rp2.500,00 untuk menikmati TNBB dan Rp20.000,00 untuk pengunjung mancanegara. Namun jika Anda ingin ke Pulau Menjangan, Anda harus membayar lagi sebesar Rp200.000,00.

52. Kebun Raya Bedugul

Kebun raya botani tropis yang luas dan besar ini ada di daerah Bedugul, Kabupaten Tabanan. Letaknya ada di daerah pegunungan Bedugul dengan ketinggian 1250-1459 dpl. Kebun raya ini dikhususkan untuk mengumpulkan berbagai gymnosperma dari seluruh dunia. Anda yang ingin berwisata dan bersantai di daerah yang menyejukkan mata dan menyatu dengan alam, sebaiknya tidak melewatkan tempat wisata ini.

Kebun Raya Bedugul beroperasi setiap hari kecuali pada saat Nyepi, mulai pukul 08.00-18.00 WITA. Harga tiket untuk pengunjung domestik sebesar Rp9.000,00 dan harga tiket untuk pengunjung asing sebesar Rp17.000,00. Jika Anda berwisata dari Taman Kupu-Kupu, ambillah arah selatan menuju Jalan Batukaru ke Jalan Raya Buruan, lanjut ke Jalan Raya Babahan Senganan dan masuk ke Jalan Raya Candikuning. Kebun Raya Bedugul terletak di Jalan Baturiti, Candikuning, Tabanan.

53. Kebun Binatang Bali

Pergi ke kebun binatang tidak harus bersama anak kecil. Anda dan pasangan juga bisa mengunjungi Kebun Binatang Bali yang terletak di Jalan Raya Singapadu, Desa Batuan, Kecamatan Singapadu, Kabupaten Gianyar. Lokasinya pun strategis dan mudah ditemukan. Waktu kunjungan di kebun binatang ini adalah 09.00-22.00 WITA setiap hari kecuali saat Nyepi. Setiap orang dewasa dikenakan biaya Rp110.000,00 dan anak-anak (di atas 2 tahun sampai 12 tahun) dikenakan biaya Rp85.000,00. Seperti kebun binatang pada umumnya, Anda dapat melihat aneka satwa serta pertunjukan satwa di sini.

54. Ubud Monkey Forest

Selain Tempat Wisata di Bali yang secara spesifik melindungi binatang tertentu seperti gajah, kupu-kupu, dan burung, ada lagi satu tempat yang menjadi penangkaran hewan. Jika Anda berencana pergi ke Ubud, Monkey Forest tentu harus menjadi salah satu destinasi yang ada di dalam daftar perjalanan. Di sini, Anda bisa berjalan di kawasan penangkaran yang sangat sejuk, ditemani kera ekor panjang yang menghuni kawasan ini.

Anda yang menyukai kegiatan berjalan dan nuansa sejuk alam tentu akan menikmati suasana di sini. Sebagai pengingat, jangan membawa barang bawaan yang terlalu mencolok dan mengundang kejailan para kera. Anda bahkan tidak akan menyadari jika ada kera yang mengamati dari semak-semak dan tiba-tiba menjambret barang bawaan. Mereka sangat lincah.

Pengunjung dewasa domestik dikenakan tiket sebesar Rp30.000,00. Kunjungan dapat dimulai sejak pukul 08.30 hingga 18.00 WITA. Sebagai referensi arah, dari Pasar Sukawati Gianyar, Anda hanya perlu pergi lurus ke arah timur menuju Jalan Raya Sukawati. Setelah itu ambil Jalan Raya Sakah dan Jalan Raya Mas dilanjut ke Jalan Monkey Forest di Ubud.

55. Waterbom Bali

Taman air di Bali ini selama tiga tahun berturut-turut berhasil mendapatkan predikat sebagai waterpark terbaik di Asia dan kedua di dunia. Jadi tentu saja, keseruan berbagai wahana air di Waterbom Bali tidak diragukan lagi. Selain wahananya yang menarik, pemandangan di Waterbom Bali juga patut mendapat apresiasi. Taman tropis yang ditata sedemikian apik akan memanjakan mata Anda. Mulai pukul 09.00 sampai 18.00 WITA, pengunjung bisa mencoba seluruh wahana di atas lahan seluas 3,8 hektare ini.

Bagi Anda penyuka permainan yang menguji adrenalin dapat menantang diri sendiri dengan wahana seperti ace track, super bowl, boogie ride, jungle rides, boomerang, climax, dan lain-lain. Untuk pengunjung dewasa lokal, Anda harus membayar sebesar Rp310.000,00 sementara anak-anak Rp265.000,00. Untuk mencapai lokasi ini dari bandara memang cukup mudah. Keluar dari kawasan banndara Ngurah Rai, ambil rute menuju Jalan Dewi Sartika, lalu terus ke Jalan Kartika. Waterbom Bali terletak di Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali.

Lain-Lain

56. Puja Mandala

Puja Mandala adalah salah satu bukti kebersamaan dan nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia. Tempat ini merupakan kompleks rumah ibadah lima agama yang diakui di Indonesia, yang terdiri dari Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Pura Jagatnatha, dan, Vihara Buddha Guna. Di sini, Anda dapat merasakan indahnya keharmonisan dalam perbedaan. Anda bebas mengunjungi Puja Mandala kapan pun dan tanpa sepeser pun uang yang perlu dikeluarkan. Lokasinya berada di Jalan Nusa Dua, di kawasan BTDC.

57. New Kuta Golf

Terletak di kawasan Pecatu Indah Resort, New Kuta Golf merupakan satu dari lima lapangan golf yang ada di Bali. Lokasinya benar-benar menakjubkan, berada di atas bukit dengan tebing-tebing terjal yang berbatasan langsung dengan tepi laut. Selain bermain golf, menikmati pemandangan matahari terbenam juga akan memberi kepuasan pengalaman tersendiri.

Untuk bermain golf di tempat ini, Anda harus merogoh kocek minimal Rp1.1300.000,00. Jika Anda tidak membawa perlengkapan golf pun tidak masalah, Anda bisa menyewanya di sini. Biaya sewa untuk tongkat golf adalah Rp350.000,00 dan sepatu golf adalah Rp80.000,00.

58. Pelabuhan Benoa

Pelabuhan Benoa berada di bawah naungan PT. Pelabuhan Indonesia (PELINDO) III dan terletak di Denpasar. Pelabuhan ini menjadi tempat bersandarnya kapal pesiar internasional. Untuk masuk ke pelabuhan ini Anda tidak dikenakan biaya masuk kecuali parkir. Sayangnya, tidak ada akses untuk melakukan tur ke dalam kapal pesiar yang bersandar, karena pengamanannya yang sangat ketat.

59. Pelabuhan Gilimanuk

Pelabuhan Gilimanuk merupakan pintu masuk bagi para wisatawan yang datang ke Bali melalui kapal feri dari Pulau Jawa. Pelabuhan ini berada di bawah pengelolaan ASDP Indonesia Ferry. Setiap hari, dengan durasi sekitar satu jam penyeberangan, ratusan kapal feri melayani penumpang dari Pulau Bali ke Pulau Jawa dan sebaliknya. Lokasi pelabuhan ini berada di Kabupaten Jembrana dan buka selama 24 jam. Harga tiket yang diberlakukan pun variatif, tergantung jenis kendaraan yang digunakan. Tetapi bagi Anda yang tidak menggunakan kendaraan, penyeberangan orang dewasa dihargai Rp6.000,00 sementara anak-anak Rp4.000,00.

60. Bandara Internasional Ngurah Rai

Bandara bertaraf internasional ini terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Dengan padatnya jadwal penerbangan setiap hari, Bandara Ngurah Rai dinobatkan sebagai bandara tersibuk ketiga di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Jumlah gerbang keberangkatan yang dimiliki bandara ini sebanyak 24, dengan rincian 8 di terminal domestik dan 14 di terminal internsional. Itulah beberapa tempat wisata di Bali yang cukup menarik dan patut Anda singgahi saat berpelesir ke Pulau Dewata. Selamat berlibur!

Baca Juga : Tempat Wisata Yang Harus Di Kunjungi

60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya

60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya – Dari 29 kabupaten dan 9 kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, boleh dibilang Surabaya adalah yang paling menonjol dan dikenal masyarakat luas. Hal yang sangat wajar, mengingat kota ini sangat bersejarah sekaligus menjadi ibu kota provinsi. Ditambah lagi berbagai macam prestasi yang disabet sejak kepemimpinan wali kota perempuan pertamanya, membuat Surabaya semakin tenar.

Sebagai kota metropolitan, Surabaya juga identik dengan kehidupan masyarakat modern. Maka dari itu, tidak sedikit wisatawan yang datang khususnya dari daerah kecil menjadikan pusat perbelanjaan mewah di Surabaya sebagai destinasi wisata. Padahal selain mal, Surabaya juga memiliki banyak objek wisata menarik lainnya yang patut dikunjungi.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Surabaya, cobalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Sebagai referensi, berikut ini tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk disinggahi.

1. Museum Sepuluh November

Jika seluruh bangsa Indonesia saja senantiasa memperingati peristiwa 10 November 1945, tentu Surabaya juga selalu mengenangnya. Salah satu caranya adalah dengan membangun sebuah museum yang merekam jejak peninggalan perjuangan arek-arek Suroboyo. Menggandeng nama peristiwa heroik dalam memperjuangkan kemerdekaan, Monumen Sepuluh November menjadi tempat wisata di Surabaya yang cukup lengkap dalam memaparkan sejarah.

Bangunan dua lantai ini cukup luas. Lantai pertama dan kedua dipenuhi dengan beragam barang peninggalan Bung Tomo dan beberapa pejuang lainnya. Menariknya, di sini Anda tidak hanya memperhatikan gambar atau barang yang cenderung monoton. Ada cukup banyak diorama statis yang menggambarkan kondisi kala itu, lengkap degan audionya yang jelas. Bahkan melalui diorama dan radio ini, Anda juga dapat mendengar pidato asli Bung Tomo. Di samping itu, ada pula bioskop mini di lantai satu yang memutar film perjuangan 10 November secara terjadwal.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : Rp5.000,00

2. Museum House of Sampoerna

Anda mungkin akan bertanya-tanya, apa kaitannya antara museum yang satu ini dengan merek rokok yang sangat terkenal di Indonesia itu. Kenyataannya, House of Sampoerna memang merupakan museum keluarga Sampoerna.

Museum yang dulunya merupakan panti asuhan ini memiliki arsitektur khas kolonial dengan pilar-pilar yang tinggi besar. Bangunan museumnya sendiri tidak luas dan hanya terdiri dari dua lantai. Namun, informasi yang Anda dapatkan di sini cukup memuaskan—mulai dari silsilah penerus hingga jajaran pimpinan Sampoerna. Berbagai macam lukisan yang menggambarkan suasana di pabrik dan kebiasaan merokok masyarakat pribumi sejak dulu juga terpajang lengkap. Tak hanya itu, koleksi bungkus korek dari masa ke masa hingga beberapa koleksi pribadi juga ada di sini.

Lokasi : Taman Sampoerna 6 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

3. Museum W.R Soepratman

Siapa tak kenal Wage Rudolf Soepratman? Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu memiliki andil yang sangat besar bagi bangsa ini. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, sebuah museum dibuatkan untuknya.

Sebenarnya, museum ini pun merupakan rumah dari kakak W. R. Soepratman yang juga menjadi tempat persembunyiannya saat dikejar pemerintah kolonial Belanda. Ukurannya sangat kecil, hanya 5 x 10 meter. Di bagian depan rumah terdapat patung W. R. Soperatman setinggi ukuran asli. Di dalam, Anda bisa menemukan replika biola dan teks lagu kebangsaan yang dibuat oleh beliau.

Lokasi : Jalan Mangga no. 21 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

4. Museum Bank Indonesia

Dari luar, Anda sudah bisa menebak bahwa gedung yang satu ini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Gedung ini didirikan pada tanggal 14 September 1829, setahun setelah Pemerintah Hindia Belanda mendirikan De Javasche Bank pusat di Batavia. Setelah beragam polemik yang terjadi kala itu, baru pada 1 Juli 1953 De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia.

Karena alasan kapasitas yang tidak memadai, kantor Bank Indonesia kemudian dipindah ke Jalan Pahlawan pada tahun 1973. Setelah dilakukan konservasi pada tahun 2012 yang lalu, gedung yang berusia nyaris dua abad ini praktis menjadi gedung cagar budaya Bank Indonesia. Dari tiga lantai yang ada, Anda hanya bisa mengunjungi lantai satu dan dua saja. Lantai satu merupakan tempat koleksi uang kuno dan koleksi pusaka, sementara lantai dua hanya ruang kosong yang kini dijadikan sebagai tempat untuk pertemuan dan sebagainya.

Lokasi : Jalan Garuda no. 1 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : –

5. Museum Surabaya

Museum yang satu ini terbilang cukup baru. Sesuai namanya, Museum Surabaya adalah museum yang menampilkan jejak sejarah Kota Surabaya.

Berada di lantai dasar gedung SIOLA yang legendaris, Museum Surabaya cenderung terbuka. Dibandingkan museum lainnya, koleksi di museum ini masih belum terlalu banyak. Anda dapat mengenali jajaran pemimpin yang pernah menjadi orang nomor satu di Surabaya, melalui lukisan yang terpajang dan buku yang memuat biografi mereka. Selain itu, beberapa potret Surabaya di masa lampau juga ditata di sisi kanan pintu masuk. Adapun koleksi lainnya seperti pakaian adat Surabaya yang dikenakan oleh manekin, kursi dan bangku sekolah pada zaman lampau, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Tunjungan Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

6. Monumen Tugu Pahlawan

Kurang afdol rasanya jika Anda mengunjungi Surabaya tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Lokasinya juga berada di kompleks yang sama dengan Museum Sepuluh November. Dengan demikian, dalam satu lokasi yang sama, Anda bisa menemukan dua objek wisata sekaligus.

Monumen ini berwarna putih dan menjulang setinggi 41,1 meter, berbentuk paku terbalik. Sekelilingnya merupakan lapangan luas berwarna hijau . Di bagian depan—pintu masuk—Anda akan disambut oleh patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan. Di belakangnya, ada pilar-pilar berwarna putih dengan patung burung garuda di bagian atasnya.

Lokasi :Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : –

7. Monumen Bambu Runcing

Di jantung kota, Anda bisa menemukan Monumen Bambu Runcing yang berada di tengah-tengah perempatan kota yang senantiasa padat. Monumen ini terdiri atas lima buah bambu yang sengaja dibuat asimetris tingginya. Sekeliling bambu runcing replika ini ditanami beragam tanaman dan bunga sehingga membuat tampilan monumen jadi semakin cantik.

Anda tentu tak perlu lagi bertanya apa maksud dari bambu runcing ini dijadikan sebagai monumen. Tanpa sedikit pun gentar melawan pasukan sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah merdeka, arek-arek Suroboyo berjuang dengan kondisi seadanya. Ketika sekutu dibekali persenjataan lengkap dengan teknologi cangih dan modern, rakyat pribumi hanya bermodalkan bambu runcing. Namun atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, kemenangan berpihak pada bangsa Indonesia

Lokasi : Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

8. Monumen Surabaya

Boleh-boleh saja Anda mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tetapi perjalanan tidak akan lengkap tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Menjadi ikon kota, patung sura (ikan hiu) dan baya (buaya) yang sedang bertarung dibuat tidak hanya satu.

Konon, nama Surabaya diambil dari sejarah pertarungan sura dan baya. Kedua hewan ini merupakan hewan yang sama-sama kuat dan berteman dengan baik. Sampai pada suatu ketika, tiba-tiba salah satu melanggar kesepakatan degan melakukan perluasan wilayah. Tidak terima, pertarugan dua hewan air ini pun tidak dapat dihindari untuk mempertahankan kekuasaan.

Lokasi : Jalan Setail, Surabaya (depan Kebun Binatang Surabaya)

Jalan Moh. Natsir, Surabaya (Kawasan Perak)

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

9. Monumen Jalasveva Jayamahe

New York boleh punya Patung Liberty yang tinggi menjulang dan ikonik. Namun Surabaya juga tak kalah, memiliki Monumen Jalasveva Jayamahe yang tegak berdiri menghadap lautan. Warnanya hijau kebiruan dengan tinggi sekitar 30 meter berdiri di atas gedung—yang tak lain juga merupakan museum—setinggi sekitar 30 meter juga.

Patung ini merupakan simbol perwira Angkatan Laut. Adapun nama Jalasveva Jayamahe sebenarnya merupakan moto AL Indonesia yang berarti di “laut kita berjaya”. Hal ini untuk menegaskan bahwa Indonesia berjaya bahkan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dahulu.

Lokasi : Ujung, Surabaya

Jam operasional : Senin-Minggu pukul 08.00-17.00 (harus melalui izin petugas)

Harga tiket : –

10. Monumen Kapal Selam

Untuk mempersingkat sebutan tempat wisata di Surabaya yang satu ini, orang lebih senang menyingkatnya menjadi Monkasel. Lokasinya berada di tepi Kalimas dan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya pengunjung dewasa, pengunjung yang datang bersama anak-anak mereka pun cukup banyak. Di sini, Anda bisa melhat bagaimana kondisi kendaraan perang ini, termasuk mesin-mesinnya. Di samping itu, Anda juga bisa membayangkan bagaimana para pejung berjuang mempertahankan NKRI di dalam ruangan sesempit itu—bahkan untuk sekadar berbagi oksigen bersama 63 orang.

Monumen ini memang merupakan kapal selam asli. Tidak tanggung-tanggung, kapal selam ini adalah KRI Pasopati 410 yang ikut bertempur pada peristiwa Laut Aru. Peristiwaini adalah pertempuran antara Indonesia dan Belanda yang terjadi di Laut Aru, Maluku, pada tanggal 5 Januari 1962.

Lokasi : Jalan Pemuda no. 39 Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

11. Taman Bungkul

Boleh jadi, Anda tidak lagi asing dengan nama taman yang satu ini meski belum pernah menginjakkan kaki ke sini. Taman ini memang sangat termashyur dan menjadi salah satu fasilitas umum favorit warga Surabaya. Pemuda-pemudi dan keluarga tumpah ruah di sini untuk sekadar melakukan relaksasi atau berkumpul dengan komunitas.

Selain menjadi taman bagi publik yang dilengkapi koneksi internet nirkabel gratis dan air minum langsung dari kran, Taman Bungkul rupanya juga temasuk salah satu destinasi wisata ziarah. Di kawasan ini terdapat makam Sunan Bungkul, seorang ulama besar pada masa Kerajaan Majaphit.

Lokasi : Jalan Taman Bungkul, Darmo, Wonokoromo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

12. Taman Korea

Tidak lama sebelum wabah Korea menyerang muda-mudi Indonesia sedemikian hebat, Walikota Tri Rismahaini sudah lebih dulu meresmikan taman ini. Dibangun pada tahun 2010 yang lalu, Taman Korea merupakan perwujudan persahabatan antara Surabaya dan Korea. Kerja sama yang dilakukan mencakup banyak bidang, terutama pendidikan, perdagangan, infastruktur, dan kebudayaan. Bahkan, desain dan seluruh pengerjaan taman ini pun dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan.

Taman Korea didirikan di kawasan Soetomo di atas lahan seluas 1.848m2. Alasan dipilihnya lokasi ini karena banyaknya warga negara asing yang berada di sana, termasuk dari Korea Seatan sendiri. Beragam jenis tanaman cantik dan pepohonan rindang memenuhi tempat ini. Di bagian tengah taman terdapat prasasti yang memberikan deskripsi Taman Korea, sementara di bagian sampingnya dibuat jogging track untuk pengunjung yang ingin berolahraga.

Lokasi : Jalan dr. Soetomo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

13. Taman Persahabatan

Meski gedung-gedung pencakar langit memenuhi permukaan ibu kota Provinsi Jawa Timur ini, lahan-lahan di tengah kota yang ada dimanfaatkan sebagai penyeimbang. Selain sebagai pemanis kota, taman-taman ini juga bisa menjadi alternatif tempat wisata di Surabaya sekaligus paru-paru kota.

Taman Persahabatan adalah fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau lainnya yang ada di Surabaya. Disebut sebagai Taman Persahabatan sebab sama seperti Taman Korea, taman ini juga merupakan simbol kerja sama antara Surabaya dengan tujuh kota dan kabupaten lainnya. Di taman ini ada pohon-pohon yang ditanam sebagai simbolisasi persahabatan oleh pemerintah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Batam, Bandung, Banjarmasin, dan Kochi (Jepang).

Lokasi : Jalan Sulawesi no. 67, Ngagel, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

14. Taman Mayangkara

Untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara kala bertempur melawan Belanda, taman ini dibangun. Taman Mayangkara cukup luas dan asri dengan dedaunan hijau yang segar dipadu cantiknya warna-warni kembang. Anda yang ingin singgah sejenak dari kepenatan bisa coba mengunjungi taman ini.

Masih di area Taman Mayangkara, di sisi yang menghadap Rumah Sakit Islam, ada sebuah monumen. Monumen ini merupakan visualisasi Mayor Djarot Soebyantoro yang menaiki kuda putih Mayangkara. Mayor Djarot Soebyantoro sendiri adalah pimpinan pasukan Batalyon 503 Mayangkara.

Lokasi : Jalan Taman Mayangkara, Darmo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

15. Taman Gantung

Taman Gantung Surabaya juga sering disebut Jembatan Tunjungan. Kata ‘Tunjungan’ memang diambil dari nama kawasan objek wisata yang satu ini, yakni Tunjungan. Namun Anda mungkin berpikir, bagaimana kata taman bisa digantikan kata jembatan?

Sebenarnya, tahun 2016 lalu, walikota menyulap dan menghidupkan kembali jembatan penyeberangan yang ada di kawasan Tunjungan. Jembatan tersebut diperbaiki dengan dekorasi beragam tanaman dan kini telah dikeramik. Asrinya jembatan ini menyerupai taman. Tak hanya itu, di jembatan ini juga ada kursi untuk bersantai. Di malam hari, Anda bisa menyaksikan cantiknya perpaduan gelapnya langit dengan kombinasi lampu dari kawasan Tunjungan yang selalu ramai.

Lokasi : Jalan Tunjungan no. 12 Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

16. Taman Mundu

Gelapnya langit malam Surabaya tidak akan terlalu terasa ketika Anda berada di Taman Mundu. Pasalnya, salah satu ruang terbuka hijau di Surabaya ini menampilkan atraksi air mancur yang berpadu sangat apik dengan sorotan lampu berwarna-warni. Air mancur yang semestinya berwarna bening pun menjadi lebih semarak karena permainan lampu LED.

Taman Mundu diresmikan pada tahun 2010 yang lalu. Sama seperti taman pada umumnya, Taman Mundu juga dipenuhi dengan tanaman yang beraneka macam. Taman ini dilengkapi dengan jogging track, arena bermain untuk anak, lampu-lampu hias, kolam air, sampai dua buah pohon Mundu yang menjadi ikon taman ini. Pemerintah bahkan menyediakan fasilitas air minum gratis langsung dari keran yang bisa dinikmati oleh siapapun.

Lokasi : Jalan Tambaksari Surabaya (seberang Stadion Gelora Sepuluh November)

Jam operasional : 24 jam

Haraga tiket : –

17. Taman Apsari

Taman yang satu ini merupakan satu dari tiga taman peninggalan Belanda. Meski ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan taman-taman lainnya yang ada di Surabaya, taman ini sejuk dan tenang. Padahal, lokasi Taman Apsari berada di tengah kota—berhadapan dengan Gedung Grahadi.

Luas Taman Apsari sekitar 5300m2. Ada sekitar 20 jenis bunga dan tanaman yang ditata dengan sangat apik di taman ini. Di sela-sela cantiknya jejeran tanaman ini, pemerinah membuat jogging track yang bisa digunakan pengunjung untuk berlari, berjalan-jalan, atau bahkan bermain skateboard. Tak lupa, patung Gubernur Suryo juga berdiri tegak di tengah-tengah taman, lengkap dengan petikan pidato gubenur Jawa Timur pertama itu di bagian bawah monuman.

Lokasi : Jalan Taman Apsari, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

18. Taman Flora

Tanpa dihitung jumlah polusi akibat kendaraan bermotor yang senantiasa memenuhi ruas jalan, Surabaya sendiri sudah cukup panas. Berada di kawasan dekat laut membuat kota ini memiliki suhu yang cukup tinggi. Untuk itulah, kehadiran taman-taman kota cukup membantu untuk menurunkan suhu, memperbanyak oksigen, sekaligus mempercantik rupa kota.

Taman Flora memiliki lahan seluas 2,4 hektare. Awalnya tempat ini merupakan tempat pembibitan seluruh tanaman yang akan ditanam di seluruh penjuru kota. Namun sejak di kawasan Rungkut berdiri Kebun Bibit Wonorejo, seluruh bibit dipindahkan ke sana. Kini sembari menikmati sejuknya udara, Anda bisa menikmati beragam fasilitas Taman Flora seperti kandang rusa, sangkar burung raksasa, perpustakaan, hingga pendopo serbaguna.

Lokasi : Jalan Raya Manyar no. 80A Baratajaya, Gubeng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

19. Taman Pelangi

Taman Pelangi berada pada lokasi yang sangat strategis. Berada di jalur masuk menuju Kota Surabaya, Anda seakan merasa disambut dengan keramahan kota ini.

Seperti namanya, Taman Pelangi memberikan warna-warni yang cantik. Warna-warni ini didapatkan dari permainan lampu yang dinyalakan saat malam hari. Dengan monumen yang tersusun atas 31 buah ruas batang didesain dengan pola melengkung seperti daun, pemandangan taman ini sangat menarik. Ditambah dengan air yang mengalir pada monumen, suasana menjadi lebih menenangkan.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 138, Gayung, Surabaya

Jam operasional : 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : –

20. Hutan Mangrove

Wisata alam nan hijau di Surabaya tidak hanya terbatas pada taman saja. Tempat wisata di Surabaya lainnya yang menawarkan konsep alam hijau bisa Anda temui di daerah Wonorejo, Rungkut. Di sini, Anda bisa menemukan hutan mangrove alias hutan bakau yang juga sudah mulai banyak hadir di beberapa kota lainnya.

Setelah melalui pintu masuk, Anda tidak akan langsung menemukan kawasan hutan bakau. Untuk menyaksikan segarnya pemandangan hutan bakau yang hijau, Anda harus berjalan dulu menuju dermaga. Dari dermaga ini, Anda perlu menaiki perahu menuju hutan. Atau jika ingin merasakan sensasi menaiki speedboat, Anda juga bisa menyewanya untuk kapasitas enam orang seharga Rp300.000,00.

Lokasi : Jalan Raya Wonorejo no. 1 Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : Rp25.000,00 untuk dewasa, Rp15.0000,00 untuk anak-anak

21. Hutan Bambu

Semakin lama mengeksplorasi Indonesia, Anda akan semakin menemukan banyak objek wisata yang mirip dengan objek wisata di negara-negara lain. Di Surabaya sendiri, ada sangat banyak tempat wisata yang akan membuat Anda serasa di negara lain. Salah satunya adalah hutan bambu di kawasan Keputih. Meski tidak terlalu mirip dengan hutan bambu di Arashiyama, Jepang, setidaknya Hutan Bambu Keputih cukup apik untuk mengobati rindu atau keinginan menjejakkan kaki di Negeri Sakura.

Dulunya kawasan ini merupakan Tempat Pembuangan Akhir. Setelah tidak digunakan selama beberapa lama, pemerintah kemudian berinisiatif membuatnya menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Kini, Anda yang ingin sekadar berjalan-jalan di lingkungan yang sejuk atau menambah koleksi di feed Instagram bisa mengunjungi tempat wisata di Surabaya ini.

Lokasi : Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 06.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

22. Pantai Kenjeran

Satu lagi tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam adalah Pantai Kenjeran. Di sini, Anda bisa menikmati indahnya senja sembari duduk di atas pasir atau dermaga. Namun yang disayangkan, Pantai Kenjeran kurang bisa dinikmati untuk melakukan aktivitas renang seperti pantai lain pada umumnya. Ini karena kondisinya yang berlumpur. Kendati demikian, pantai ini merupakan salah satu altenatif tempat wisata pantai yang layak dikunjungi.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini. Selain hanya duduk menikmati pemandangan dan suasana, Anda bisa melakukan aktivitas lainnya seperti naik perahu. Untuk anak-anak, pengelola menyediakan fasilitas flying fox untuk si kecil. Beragam makanan yang dijajakan penjual di sekitar pantai juga opsi yang menarik untuk menikmati waktu bersantai Anda.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama no. 12 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

23. Surabaya North Quay

Sejak Februari 2016 Surabaya memilki sebuah tempat wisata baru yang sangat apik. Surabaya North Quay kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi—baik warga lokal maupun turis luar daerah—terutama mulai sore hingga malam. Pasalnya, dari sini, pengunjung dapat menikmati suasana pinggir pantai—apalagi saat matahari terbenam—dengan cara yang berbeda.

SNQ berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di lantai tiga gedung Gapura Surya Nusantara—pelabuhan penumpang terbaik di Indonesia. Dengan kosep outdoor, Anda bisa bersantai menikmati semilir angin di atas rumput hijau sekaligus bersantai di kursi berpayung atau bersandar pada pagar pembatas. Dari sini, Anda bisa menyaksikan sibuknya aktivitas pelabuhan. Jika ingin menyaksikan kapal pesiar yang sedang bersandar, Anda bisa mengunjungi SNQ setiap hari Senin.

Lokasi : Terminal Gapura Surya Nusantara Lantai 3, Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Perak Timur, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 11.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp7.500,00 untuk mobil dan Rp5.000,00 untuk motor

24. Artama Harbour Cruise

Seperti namanya, Artama Harbor Cruise sebenarnya bukan merupakan tempat wisata di Surabaya, melainkan kegiatan wisata. Dikelola oleh PT. Pelindo Marine Service, pelayaran ini dapat Anda nikmati bersama keluarga, kolega, atau bahkan cukup sendiri.

Selama dua jam, Anda akan dibawa berkeliling Selat Madura. Dari sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan maritim Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dan yang pasti, Anda juga bisa melihat betapa gagahnya monumen Jalasveva Jayamahe dari laut.

Lokasi : Jalan Prapat Kurung Utarano. 58 Surabaya

Jam operasional : Hari Minggu pukul 09.00 WIB

Harga tiket :Rp120.000,00

25. Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang juga termasuk peninggalan zaman kolonial Belanda. KBS didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 no. 40. Pada tahun 1922, KBS sempat akan dibubarkan lantaran biaya operasional yang tinggi, tetapi beberapa anggota pengurus keberatan dan dicegah oleh pemerintah kotamadya.

Tempat rekreasi keluarga ini pernah menjadi yang terbesar untuk level Asia Tenggara. Kini ada lebih dari 2.000 hewan dari 351 spesies yang berada di KBS. Fauna yang dipelihara di sini pun tidak hanya asal Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain.

Lokasi : Jalan Setail no. 1 Darmo, Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

26. Ciputra Waterpark

Dari namanya, Anda tentu sudah bisa membayangkan apa dan bagaimana Ciputra Waterpark ini. Berdiri di atas lahan seluas lima hektare di kawasan barat Surabaya, Ciputra Waterpark praktis menjadi wahana wisata air terbesar di Surabaya. Bila merencanakan mengunjungi kota ini bersama keluarga terutama dengan si kecil, Ciputra Waterpark adalah opsi destinasi yang tepat.

Ada banyak wahana menarik yang patut Anda coba selagi berada di Ciputra Waterpark. Salah satunya adalah Sycaruse Beach, yakni kolam ombak yang akan membuat Anda merasakan sensasi terombang-ambing seolah-olah berada di tengah laut sungguhan. Selain itu, ada lagi Roc Tower, Sirens River, dan Racer Slide yang memacu adrenalin. Tak hanya wahana air yang sangat beragam, Anda juga bisa menikmati serunya flying fox, bermain trampolin, atau menonton sinema 5D.

Lokasi : Kawasan Waterpark Boulevard Citraland, Sambikerep, Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 13.00-19.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 10.00-19.00 WIB

Harga tiket : Rp110.000,00 (hari biasa) – Rp130.000,00 (akhir pekan dan hari libur nasional)

27. Suroboyo Carnival Night (SCN)

Jika biasanya Batu selalu dijadikan destinasi rekreasi dengan berbagai wahana seru, kini Surabaya bisa jadi alternatif. Sejak 2014 yang lalu, Surabaya telah memiliki sebuah tempat rekreasi satu lagi yang menyerupai Jatim Park dan Batu Night Spectacular (BNS). Anda dan keluarga atau teman kini dapat menikmati hiburan dengan berbagai wahana menarik pada malam hari di SCN.

Apabila Anda berada di kawasan Ahmad Yani yang menuju tol Juanda, Anda bisa menyaksikan dari kejauhan menariknya oase hiburan satu ini. Selain wahana bianglala yang cukup tinggi untuk menikmati apiknya pemandangan kerlip cahaya dari ketinggian, Anda bisa merasakan pengalaman beragam wahana lainnya. Sepanjang malam, Anda dapat menjajal serunya Art And Wax House, Bumper Car, Omah Mumet, Gondal-Gandul, dan masih banyak wahana lainnya.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 333, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : Rp60.000,00 – Rp150.000,00 (tergantung wahana yang ingin dinaiki)

28. Jembatan Merah

Jembatan merah bukanlah sekadar jembatan yang dilapisi cat berwarna merah. Ada nilai historis yang tersimpan di sini.

Sejarah mencatat, jembatan merah merupakan penghubung utama kawasan Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Praktis, wiliayah ini menjadi kawasan komersil. Selain itu, di jembatan ini pula pertempuran antara arek-arek Suroboyo melawan Belanda yang menewaskan Brigdair A.W.S. Mallaby terjadi.

Lokasi : Jalan Rajawali, Krembengan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

29. Jembatan Suramadu

Jembatan terpanjang di Indonesia berada di sini. Dengan panjang lebih dari lima kilometer, kini perjalanan dari Surabaya ke Madura atau sebaliknya menjadi lebih efisien dan nyaman. Hanya dalam hitungan menit, Anda sudah resmi berpindah pulau.

Meski fungsi utamanya sebagai penghubung, tidak sedikit masyarakat yang hanya ingin mencoba sensasi di jembatan ini. Kebanyakan, setelah melakukan penyeberangan ke Madura, mereka akan berputar balik di wilayah Bangkalan dan kembali ke Surabaya. Apalagi ketika malam hari saat lampu-lampu di jembatan menyala dan kerlip dari daratan berpendar, semakin banyak orang yang ingin mengabadikan keindahannya.

Lokasi :Jalan Tol Suramadu, Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : Rp15.000,00

30. Jembatan Baru Kenjeran

Jembatan Baru Kenjeran juga baru berusia setahun setelah diresmikan tahun 2016 lalu. Jembatan sepanjang 800 meter ini menghubungkan kawasan pesisir di Jalan Pantai Ria Kenjeran Baru dan Pantai Kenjeran Lama.

Ditopang oleh 150 tiang pancang, jembatan ini dibentuk melengkung menyerupai busur. Adapun daya tarik lainnya dari jembatan ini adalah pertunjukan air mancurnya. Akan tetapi, pertunjukan ini tidak berlaku setiap hari. Jika sengaja ingin menyaksikan atraksi yang hanya berdurasi satu jam (mulai pukul 20.00-21.00 WIB), Anda bisa datang pada Sabtu malam.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

31. Patung Buddha Empat Wajah

Tidak perlu jauh-jauh ke Bangkok, Thailand, untuk menyaksikan patung Buddha Empat Wajah yang termahsyur itu. Di daerah Kenjeran, Surabaya, ada patung serupa yang bisa Anda kunjungi dengan lebih mudah. Dibuat dari emas yang membuatnya terlihat begitu mengilap—terutama saat malam hari—patung ini juga dinobatkan sebagai patung tertinggi di Indonesia.

Empat wajah Budha ini bukan dibuat tanpa arti. Empat wajah melambangkan empat sifat baik Sang Buddha, yakni pengasih, murah hati, adil, dan meditasi. Selain patung Buddha, Anda juga akan menemukan empat patung gajah putih di setiap sudut. Selain itu jika diperhatikan, delapan tangan Buddha memegang objek yang berbeda, yakni tongkat kebesaran, cakram, kitab suci, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Pantai Ria Kenjeran, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

32. Citra Raya

Jika ingin berwisata ke Singapura tetapi belum kesampaian, Anda mungkin bisa menjejakkan kaki ke replika Singapura yang ada di Surabaya. Lahan yang dulunya tandus kini telah disulap menjadi kawasan yang bersih, hijau, dan modern. Bahkan untuk menambah kesan Singapura agar lebih nyata, ada repilka patung Merlion di sini.

Kawasan ini sebenarnya merupakan sebuah kota mandiri yang digarap oleh Ciputra Group. Selain sebagai tempat wisata, Citra Raya Surabaya juga memiliki beragam fasilitas lainnya, seperti taman air, sekolah dengan standar internasional, universitas, hingga lapangan golf dengan 27 holes.

Lokasi : Jalan Citra Raya, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

33. Masjid Akbar

Tempat wisata di Surabaya ini adalah salah satu yang favorit bagi kaum muslim. Masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Adapun keunikan masjid ini adalah desain kubah berwarna biru-hijau dengan struktur daun yang memberikan kesan sejuk dan damai. Selain itu, desain interiornya pun tak kalah menarik dan mewah.

Pengunjung yang datang tidak hanya untuk melakukan ibadah. Anda juga dapat menikmati pemandangan Kota Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan (Madura) melalui menara setingi 99 meter.

Lokasi : Jalan Masjid Al-Akbar Timur no. 1 Pagesangan, Jambangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah (kecuali menara)

Harga tiket : – (untuk naik menara membayar Rp3.000,00)

34. Masjid Muhammad Cheng Ho

Anda mungkin pernah mendengar Masjid Cheng Ho di kota lain. Di Surabaya pun, Anda bisa menemukan masjid bernuansa muslim Tionghoa ini. Bangunan yang menyerupai kelenteng ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning dengan ornamen yang kental nuansa Tiongkok.

Ada beberapa keunikan pada masjid ini. Pertama, ukurannya yang kecil hanya seluas 11 x 11 (meter) ini diambil dari ukuran Kakbah saat pertama didirikan Nabi Ibrahim. Kedua, atap masjid dibuat berbentuk segi delapan menyerupai sarang laba-laba. Dalam kepercaayaan Tionghoa, angka delapan dianggap keberuntungan, dan sarang laba-laba adalah hal yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran Quraisy. Selain itu, jumlah anak tangga di pintu kanan dan kiri berjumlah lima dan enam. Angka ini merupakan simbol rukun Islam dan rukun ima.

Lokasi : Jalan Gading no. 2 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

35. Masjid Ampel

Satu lagi objek wisata yang menjadi destinasi wisata religi bagi umat muslim di Surabaya adalah Masjid Ampel. Masjid kuno ini berada di dekat kompleks pemakaman salah satu Walisongo termahsyur bernama sama, Sunan Ampel. Lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk Ampel dan dikelilingi oleh bangunan berasitektur Arab dan Tiongkok. Berada di sini juga akan mengingatkan Anda pada suasana kampung Arab dengan banyak pedagang yang menjajakan barangnya persis seperti di kawasan Arab.

Selain arsitkektur dan suasananya, ada banyak lagi keunikan Masjid Ampel. Untuk memasuki masjid, Anda akan melalui gerbang terlebih dahulu. Ada lima gerbang yang menjadi penyambut Anda—setiap gerbang melambangkan rukun Islam. Selain itu, di sisi kiri masjid juga terdapat sebuah sumur. Sumur ini diyakini bertuah dan kerap digunakan sebagai penguat janji atau sumpah.

Lokasi : Pegirian, Semampir, Ampel, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

36. Gereja Perawan Maria

Tempat ibadah yang satu ini juga sering disebut dengan nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Arsitektur kuno gereja ini menjadi daya tarik utamanya dengan eksterior bata klasik Eropa beserta pilar-pilar khas yang menjulang tinggi. Tak hanya secara penampilan, faktanya Gereja Kepanjen juga memang sudah cukup kuno mengingat usia didirikannya adalah pada 18 April 1899.

Bangunan Neo Gotik ini didesain oleh seorang asritek berkebangsaan Belanda bernama W. Westmaas, dan arsitek asal Indonesia bernama Muljono Widjosastro yang berperan dalam membuat rancangan kaca mozaik. Meski terlihat megah, gereja ini rupanya pernah hancur akibat terbakar saat pertempuran pada tahun 1945 yang lalu. Oleh tentara Inggris, gereja ini dihancurkan habis-habisan. Baru pada tahun 1950, gereja ini direnovasi secara besar-besaran dengan tidak mengubah struktur bangunan.

Lokasi : Jalan Kepanjen no. 4-6, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

37. Kelenteng Hong Tiek Hian

Kelenteng ini menjadi landmark daerah Pecinan Surabaya. Ada banyak altar tempat pemujaan dengan ornamen khas Cina yang menarik di sini. Di lantai dasar terdapat altar Mak Co dan Kong Co, sementara di lantai kedua merupakan altar Dewi Kwan Im, Buddha, dan dewa serta dewi lainnya.

Usia kelenteng ini telah mencapai tujuh abad dan otomatis menjadi kelenteng tertua di Surabaya. Ketika malam hari, suasana kelenteng akan terlihat begitu syahdu. Dengan wangi hio yang memenuhi ruangan dan lilin yang menyala di tengah kegelapan, prosesi sembahyang menjadi lebih khusyuk. Pemandangan saat ini pula yang kerap menjadi favorit para fotografer. Tak heran, tidak sedikit pemburu foto yang mengunjungi lokasi ini untuk mendapat potret yang apik.

Lokasi : Jalan Dukuh no. 23 RT002/RW005, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

38. Kelenteng Sanggar Agung

Selain adanya patung Dewi Kwan Im setinggi 18 meter yang menghadap laut, keunikan lain Kelenteng Sanggar Agung adalah lokasinya. Berada tepat di atas laut menyebabkan kelenteng berbentuk seperti teluk kecil dan dikelilingi oleh tanaman bakau yang mempercantik sekitar. Arsitekturnya yang multikultur juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada perpaduan unsur Cina, Jawa, dan Bali di sini.

Di depan patung Dewi Kwan Im, ada dua buah patung naga tinggi yang sangat ikonik. Banyak orang mengabadikan momen keberadaan mereka di kelenteng yang juga disebut Kelenteng Hong Sang Tan ini di sini. Dengan latar belakang laut, patung naga yang mengapit Dewi Kwan Im beserta para penjaganya, suasana yang terlihat akan terasa seolah-olah berada di Taiwan.

Lokasi : Jalan Sukolilo no, 100, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

39. Temple of Heaven

Lagi-lagi, di sebuah sudut, ada satu tempat wisata di Surabaya yang akan membawa Anda seakan-akan berada di negara lain. Kali ini masih di Kenjeran, tepatnya di Kenjeran Park, ada kloning Kuil Surga Beijing. Bahkan, ukuranya lebih besar dibandingkan Temple of Heaven yang asli. Terdiri atas tiga lantai, bangunan ini memiliki diameter sepanjang 60 meter dengan tinggi 58 meter.

Perbedaan lainnya, Temple of Heaven Kenjeran sengaja dibuka untuk umum, tidak seperti di Cina yang hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja. Bagian ini pun memang sengaja dirancang kosong tanpa diisi pernak-pernik tertentu. Alasannya? Karena bangunan ini memang tidak diperuntukkan bagi tempat keagamaan golongan tertentu dan justru dibuat sebagai gedung serbaguna. Inilah penjelasan mengapa seluruh masyarakat umum bisa masuk ke sini.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

40. Delta Plaza

Bila Anda berkunjung ke Surabaya menggunakan kereta api dan berhenti di Stasiun Gubeng, Delta Plaza adalah pusat perbelanjaan terdekat yang bisa Anda kunjungi. Jaraknya bahkan hanya sekitar 500 meter, sehingga Anda cukup menyeberang dan berjalan kaki menuju mal ini.

Dulunya, pusat perbelanjaan ini merupakan rumah sakit. Sejak sekitar akhir tahun 1980-an, bangunan kemudian dialihfungsikan menjadi pusat perbelanjaan setelah sebelumnya operasional rumah sakit dinonaktifkan. Kini, meski tak semegah Tunjungan Plaza, bangunan enam lantai ini cukup ramai dan diminati oleh pengunjung, termasuk warga Surabaya sendiri.

Lokasi : Jalan Pemuda 33-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket

: –

41. Tunjungan Plaza

Setelah menjelajahi sudut-sudut kota yang tidak terlalu menonjolkan kesan metropolisnya, kini saatnya Anda mengenal beragam pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya. Tunjungan Plaza adalah pusat perbelanjaan yang paling ikonik dan terkenal di sini. Berdiri megah di pusat kota, Tunjungan Plaza sekaligus menjadi pusat perbelanjaan terbesar kedua dan tertua yang dimiliki Surabaya.

Sejak pendiriannya pada tahun 1986, mal ini tidak pernah sepi. Kini selain menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan, kawasan ini juga dilengkapi dengan perkantoran, hotel, dan apartemen mewah.

Lokasi : Jalan Basuki Rahmat 16-18 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

42. Pasar Atom

Sejak dulu, nama Pasar Atom telah cukup identik ketika orang mendengar nama Surabaya. Berdiri sejak tahun 1972, pusat perbelanjaan ini merupakan salah satu pasar terbesar yang ada di Indonesia. Tak hanya besar secara bangunan fisik, jumlah pengunjung yang datang setiap harinya juga cukup banyak. Rata-rata, ada sekitar 50.000 pengunjung yang memenuhi Pasar Atom setiap hari. Ketika akhir pekan, jumlah pengunjung bisa lebih membludak dua hingga tiga kali lipat.

Jumlah stan yang ada di Pasar Atom sekitar 2000 dengan beragam jenis barang yang ditawarkan. Untuk emas saja, ada sekitar 150 toko emas yang ada di dalam pasar. Untuk urusan pakaian, ada sekitar 500 stan yang dibuka di Pasar Atom. Cukup banyak, bukan? Maka dari itu, saat berkunjung ke sini, Anda tidak perlu terburu-buru untuk memutuskan membeli sesuatu tanpa membandingkan dengan toko lain. Apalagi di Pasar Atom, Anda bisa melakukan tawar-menawar dengan penjual.

Lokasi : Jalan Bunguran no. 45 Bongkaran, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

43. Grand City Mall

Grand City Mall merupakan salah satu pusat perbelenjaan terbesar di Surabaya sekaligus masuk ke dalam kategori pusat perbelanjaan elite. Dari fisiknya saja, Anda tentu sudah bisa mengira-ngira kelas untuk ukuran mal ini. Berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, bangunan ini tampak begitu mewah dengan kesan modern yang jelas.

Tidak tanggung-tanggug, desain Grand City Mall terinspirasi dari Suntec Singapura. PT. Hardayawidya Graha bermaksud menjadi Gran City sebagai venue yang paling representatif utuk beragam acara yang berskala besar—bahkan internasional. Pusat perbelanjaan ini bahkan tidak hanya difungsikan sebagai salah satu fasilitas manusia modern dengan gaya hidup yang lebih menyukai konsep one stop shopping, tetapi juga sebagai one step MICE.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 1 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

44. Kampung Ilmu

Jika Bandung memiliki Palasari, maka Surabaya memiliki Kampung Ilmu di kawasan Jalan Semarang. Terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, tempat ini tentu tidak lagi asing.

Tidak hanya buku-buku yang berkaitan dengan kuliah atau sekolah saja yang dijual di kios-kios di sini. Anda juga bisa menemukan majalah, komik, buku anak-anak, novel, dan lain-lain. Dengan kondisi bekas yang masih bagus, harga yang Anda keluarkan untuk mendapatkan sebuah bacaan tentu tidak akan mahal.

Lokasi : Jalan Semarang, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

45. Jembatan Merah Plaza

Sebelumnya, bangunan yang kini dikenal sebagai Jembatan Merah Plaza merupakan terminal bus kota dan mikrolet. Pada tahun 1997, terminal tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah pusat perbelanjaan setinggi empat lantai yang dikelola oleh PT. Jasa Mitra.

Barang-barang yang dijual di JMP memiliki kualitas yang baik, dengan harga yang terjangkau. Adapun jenis barang yang tersedia di sini beragam, seperti pakaan, kain, perhiasan, hingga perlengkapan rumah tangga. Selain itu, ada pula beberapa area untuk tempa bermain anak dan restoran siap saji.

Lokasi : Jalan Taman Jayanegrono no. 2-4, Krembangan Selatan, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

46. Plasa Marina

Tidak terlalu luas, megah, dan besar memang pusat perbelanjaan yang satu ini. Hanya setinggi tiga lantai, tetapi Plasa Marina kini menjadi begitu terkenal dan ramai oleh pengunjung. Padahal dulu, pusat perbelanjaan ini termasuk cukup sepi. Namun sekarang, lahan parkir selalu penuh terisi dan tak jarang menjadi penyebab macet.

Plasa Marina adalah pusat perbelanjaan barang-barang elektronik yang identik dengan harga relatif murah. Beberapa merek ponsel ternama membuka gerai dan service center mereka di sini. Karena kelengkapan itulah, masyarakat—bahkan pengunjung dari luar kota—banyak mendatangi tempat ini.

Lokasi : Jalan Margorejo 97-99 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

47. Pakuwon Mall

Seperti Grand City, dari luar pun bangunan ini sudah terlihat kemewahannya. Dan baru-baru ini, pusat perbelanjaan ini telah diklaim sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Terdiri atas enam lantai, Pakuwon Mall menyediakan kebutuhan masyarakat yang beragam dan cukup lengkap, terutama dari merek-merek kelas atas.

Pakuwon Mall menyatu dengan kondominium dan hotel. Mal ini sebenarnya merupakan perluasan dari pusat perbelanjaan Supermall Pakuwon Indah (SPI) dan Pakuwon Trade Center (PTC). Lebih lanjut, Pakuwon Group lantas menyatukan dua mal tersebut dengan Pakuwon Mall. Dengan demikian, luas Pakuwon Mall mencapai 180.000m2.

Lokasi : Jalan Puncak Indah Lontar 2, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket :-

48. Pakuwon Food Festival

Anda tentu sudah bisa menebak apa yang akan ditemui jika berada di tempat ini. Sejak tahun 2008, Pakuwon Food Festival menjadi alternatif lokasi wisata untuk pencinta makanan. Beragam makanan dan minuman mulai dari makanan ringan hingga yang berat, semua ada di sini.

Di akhir pekan, pengunjung Pakuwon Food Festival akan tumpah ruah. Bahkan menurut data, jumlah pengunjung bisa mencapai angka 11 ribu. Hal yang sangat wajar karena selain menjadi satu tempat yang menyediakan beragam kuliner dengan kebersihan yang terjaga, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Oleh karena itu, jika Anda hanya memiliki waktu singkat saat berkunjung ke Surabaya dan ingin mencicipi beragam kuliner khas, datang saja ke tempat ini.

Lokasi : Jalan Kejawan Putih Mutiara X, Mulyorejo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-00.00 WIB

Harga tiket : –

49. Kya-Kya Shio

Masih satu lokasi dengan Kelenteng Sanggar Agung dan Pagoda Tian Ti alias Temple of Heaven Kenjeran, Kya-Kya Shio sebaiknya tidak Anda lewatkan. Tempat ini memiliki perpaduan warna yang cukup ramai. Tak hanya itu, Kya-Kya Shio juga merupakan spot yang menarik untuk berburu foto apik.

Saat memasuki kawasan ini, Anda akan disambut gapura lengkap dengan 12 shio yang ada menurut keyakinan masyarakat Tionghoa. Kya-Kya Shio sendiri merupakan tempat makan alias pujasera. Bahkan banyak informasi yang menyebutkan tempat ini merupakan relokasi Kya-Kya Jepun yang legendaris. Di sini, Anda bisa mengistirahatkan kaki dan badan setelah puas berkeliling sembari mengisi perut dengan pemandangan pantai dan hutan bakau.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

50. Rawon Setan

Nama rawon setan mungkin sekarang sudah banyak dijumpai di berbagai kota lainnya. Akan tetapi, rawon setan yang asli—dan tidak membuka cabang—ada di Surabaya. Sejak tahun 1990, Rawon Setan sudah terkenal dan menjadi salah satu unggulan Surabaya dalam hal kuliner.

Sebagai pelengkap nasi dengan potongan daging yang sangat empuk dan kuah khas, Anda bisa menambahkan lauk lainnya. Cocoknya, rawon dikombinasikan dengan tempe goreng, telur asin, empal daging, dan lain-lain sesuai selera. Yang paling penting, kehadiran sambal tentu tidak sebaiknya dilupakan. Anda bisa meminta kepada penjual jika dirasa kurang.

Lokasi : Jalan Embong Malam no. 78, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Minggu-Selasa pukul 08.00-23.00 WIB

Rabu-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan 18.00-04.00 WIB

Harga : mulai Rp34.000,00

51. Lontong Balap Pak Gendut

Kuliner apa yang paling khas dari Surabaya? Lontong Balap! Dari sekian banyak penjual yang menjajakan lontong balap, , Anda bisa pergi menjajal kelezatan lontong balap Pak Gendut yang melegenda sejak tahun 1956 ini.

Irisan lontong yang sangat nikmat dipadu dengan kuah bening dengan rasa yang istimewa, akan membuat Anda berdecak puas. Belum lagi dengan sambal dan letho-nya yang semakin menggairahkan cita rasa. Dengan resep dan teknik yang merupakan warisan keluarga turun-temurun, pelanggan setia kuliner ini pun kian bertambah.

Lokasi : Jalan Kranggan no. 60 Sawahan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB

Harga : Rp10.000,00

52. Sate Klopo

Sate Klopo Ondomohen Surabaya tidak membuka cabang di kota lainnya. Karena itu, sempatkan untuk menikmati makanan unik di Surabaya saat berlibur ke kota ini.

Ada beberapa pilihan sate yang bisa Anda nikmati: sate usus, sate udang, sate ayam, sate sapi, dan sate usus. Pembuatannya pun sama seperti pembuatan sate-sate lain. Potongan daging yang telah disusun pada tusuk bambu, dibakar, lalu disajikan bersama bumbu kacang lengkap dengan irisan bawang dan cabai. Yang membuatnya berbeda adalah sebelum ditusuk, daging tersebt sudah lebih dulu dicampur dengan bumbu dan kelapa yang telah disangrai.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 36 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 06.30-23.30 WIB

Harga : Rp20.000,00 per porsi

53. Nasi Goreng Jancuk

Anda pun tentu tak lagi asing dengan umpatan yang satu ini. Selain sebagai kata-kata yang mengutuk, kata ‘jancuk’ juga bisa berupa kata sapaan kepada seorang karib. Lantas, bagaimana dengan asal nama makanan yang satu ini?

Rupanya nama ‘nasi goreng Jancuk’ ini juga bukan hal yang disengaja. Kala itu, sang koki membuatkan sajian untuk tema-temannya. Siapa sangka, rupanya dia membuat nasi goreng yang berbeda dari biasanya. Ketika menyendokkan nasi tersebut ke dalam mulutnya, salah seorang teman si koki spontan berkata, “Jancuk, pedes, Cak!” Maka sejak itulah, nasi goreng ini memiliki nama yang cukup unik.

Lokasi : Kartini Restoran Surabaya Plaza Hotel, Plaza Boulevard, Jalan Pemuda 31-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp150.000,00

54. Es Krim Zangrandi

Bisnis kuliner akhir-akhir ini menjadi semakin populer dan banyak dilakukan banyak pihak. Sah-sah saja sebenarnya. Hanya saja memang, beberapa kendala yang biasanya muncul adalah kurang konsistensinya soal rasa.

Namun, es krim yang satu ini dijamin akan membuat lidah ketagihan. Sejak tahun 1930, kedai es krim ini berhasil tetap bertahan meski pesaing semakin banyak. Adapun ciri es krim yang satu ini adalah teksturnya yang sedikit kasar karena tidak terlalu banyak menggunakan susu. Selain itu, arsitekturnya yang masih sangat kental dengan kolonial Belanda tempo dulu, juga membuat kedai es krim ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Lokasi : Jalan Yos Sudarso no.15 Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp20.000,00

55. Rumah Batik

Setiap wilayah di nusantara memiliki corak batik yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Sayangnya, keunikan ini masih belum benar-benar dipahami masyarakat. Hingga hari ini, batik yang masih dianggap familier adalah batik Pekalongan, Yogyakarta, Solo, dan Cirebon.

Ada sebuah tempat wisata di Surabaya yang khusus memamerkan koleksi batik dari beragam kabupaten dan kota, khususnya di kawasan Jawa Timur. Tidak hanya membeli dan melihat koleksi kain batik, Anda juga bisa belajar membatik di sana.

Lokasi : Jalan Tambak Dukuh I no. 4 Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 08.00-20.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 08.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

56. Gedung SIOLA

Gedung bersejarah ini cukup menarik mata dengan lokasinya yang sangat strategis. SIOLA memanjang di Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali sehingga membentuk sudut pada pertemuan dua jalan itu. Desain arsitekturnya yang masih sangat kuno pun cukup menarik perhatian dari kejauhan.

Sejarah gedung ini cukup panjang. Setelah masa kemerdekaan, SIOLA difungsikan sebagai pusat perbelanjaan di Surabaya sampai pada tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 2015, gedung ini dialihfungsikan sebagai kantor pemerintahan. Kini selain dimanfaatkan sebagai Museum Surabaya, SIOLA juga difungsikan untuk kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil, dan kantor Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal.

Lokasi : Jalan Tunjungan, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

57. Jalan Gula

Anda yang menggemari fotografi atau menyukai hal-hal yang berbau antik tidak semestinya melewatkan tempat wisata di Surabaya yang satu ini. Seperti layaknya kota tua lainnya, Anda akan menemukan banyak gedung kuno di Jalan Gula ini. Tidak banyak berubah sejak ratusan tahun lalu, sejak pagi hingga sore, kawasan ini masih ramai dengan lalu-lalang perdagangan.

Jalan yang sebenarnya merupakan gang kecil ini bahkan konon sudah merupakan area perniagaan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Selain gedung-gedung tua ala Belanda, Anda juga akan menemukan bekas tempat ibadah umat Konghucu. Beragam ornamen khas Tiongkok juga ada di sini, seperti patung singa dan naga, pilar-pilar besar yang tinggi menjulang, dan atap rumah khas Cina kuno.

Lokasi : Jalan Gula, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

58. Jalan Pahlawan

Tidak terlalu berbeda dari Jalan Gula, Anda bisa mengeksplorasi daerah ini dengan kamera dan intuisi. Sepanjang Jalan Pahlawan, terdapat sangat banyak gedung peninggalan zaman Belanda yang historikal dan sangat menggoda untuk difoto.

Sejak dulu, wilayah ini memang sudah ramai. Namanya kala itu Alun-Alun Straat. Pada sebuah foto yang diambil pada tahun 1930, terlihat kondisi Alun-Alun Straat yang luas dengan berbagai aktivitas manusia. Di masa itu, dokar masih beroperasi di jalan, beriringan dengan mobil dan juga trem listrik.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

59. Lapis Kukus Pahlawan

Setelah puas mengelilingi dan mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tidak ada salahnya Anda membeli oleh-oleh untuk diri sendiri atau orang lain. Sebagai buah tangan, Anda bisa mengunjungi gerai Lapis Kukus Pahlawan yang terkenal.

Kue lapis kukus ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan dibuat dari tepung singkong. Di atas lapis kukus ada fliing cream yang pas—tidak terlalu manis dan kental yang membuat eneg. Sebagai topping, parutan keju yang tumpah ruah menjadi penyempurna kue lapis kukus Pahlawan.

Lokasi : Jalan Jagir Sidomukti IX no. 107 Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB

Harga : Rp26.000,00 – Rp29.000,00

60. Spikoe Resep Kuno

Sesuai namanya, resep kue ini merupakan warisan keluarga turun temurun sejak tahun 1970-an. Cita rasanya pun tetap terjaga dengan sangat baik, pun teksturnya yang sangat lembut.

Tampilan kue Spikoe Resep Kuno ini sederhana, yakni berwarna cokelat dan kuning dengan sedikit butiran kismis di tengah lapisan. Kendati demikian, kesederhanaan ini terlihat begitu elegan. Ditambah dengan kemasan yang memberikan kesan elite, Spikoe Resep Kuno ini juga sangat bisa Anda jadikan sebagai hadiah atau suvenir.

Lokasi : Jalan Rungkut Madya no. 41 Gununganyar, Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-20.30 WIB

Harga : Mulai Rp75.000,00

Yang perlu menjadi perhatian, cukup banyak tempat wisata di Surabaya yang tidak memerlukan biaya unuk tiket masuk. Akan tetapi biasanya, Anda tetap akan dikenai biaya untuk parkir. Selain di pusat perbelanjaan, besarnya biaya parkir relatif standar untuk kawasan Surabaya. Bila Anda berkendaa dengan motor, umumnya Anda akan dikenai biaya parkir sebesar Rp2.000,00. Sementara bila Anda berkunjung menggunakan mobil, umumnya Anda hanya akan dikenai biaya parkir sebesar Rp5.000,00.

Ada pula beberapa tempat wisata yang tidak mewajibkan Anda untuk membayar biaya apa pun. Akan tetapi, sebagai bentuk apresiasi, tidak ada salahnya Anda memberi sejumlah uang dengan jumlah yang diikhlaskan. Tempat wisata seperti ini biasanya berupa tempat historis dan dijaga oleh orang-orang lokal (seperti contoh museum W. R. Soepratman).

Nah, itulah beberapa referensi tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk Anda kunjungi. Baik datang sendiri atau bersama keluarga atau teman, setiap sudut kota Surabaya terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sebagai kota besar dan saksi bisu perjuangan bangsa, ada banyak cerita yang terekam pada bangunan-bangunan tua, pepohonan ratusan tahun di pinggir jalan, dan lain-lain. Dengan sedikit informasi di atas, Anda bisa mulai berkeliling dan menemukan lebih banyak cerita yang tersimpan. Selamat berwisata!

Baca Juga Artikel Lainnya : 35 Tempat Wisata di Bangkok Yang Unik dan Menarik

60 Tempat Wisata di Malang yang Tepat Untuk Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Malang yang Tepat Untuk Mengisi Waktu Liburan – Malang memiliki cukup banyak destinasi wisata menarik dari kawasan utara, tengah, hingga selatan. Di kawasan utara atau Kota Batu terdapat wisata air terjun, pemandian, dan taman bermain. Selanjutnya di kawasan tengah atau Kota Malang terdapat beberapa wisata budaya dan sejarah. Terakhir, kawasan selatan memiliki banyak wisata alam khususnya pantai yang masih terjaga alamnya.

Selain tiga kawasan utama yang telah disebutkan sebelumnya, Malang bagian timur juga memiliki kebun teh, pemandian alam, dan candi yang menyimpan sejarah dari masa Kerajaan Singasari. Untuk lebih mengenal tempat wisata di Malang mulai dari lokasi, tiket masuk, dan jam operasionalnya, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

1. Pantai Balekambang

Pantai yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ini khas dengan adanya pulau kecil yang menjorok ke lautan. Pulau yang diberi nama Ismoyo dan mirip sekali dengan Tanah Lot ini memiliki jembatan yang ujungnya berada di daratan.

Keunikan pantai yang tiket masuknya Rp15.000 dan bisa diakses dari Kota Malang dengan mobil atau motor ini tidak berhenti di sana saja. Di dalam pulau kecil yang dihubungkan jembatan juga terdapat pura kecil untuk pemujaan. Biasanya saat bulan Muharam tiba, akan ada banyak orang berziarah ke sini sembari menikmati keindahan pantai berpasir putih dengan gelombang air laut yang cukup besar.

Selain menikmati pantai dan juga keindahan pulau, Pantai Balekambang masih memiliki permainan luncur gantung atau flying fox. Wisatawan yang punya nyali besar bisa mencoba wahana ini dengan meluncur dari pulau kecil dan mendarat di pantai di daratan seberang. Wahana ini buka dari pagi hingga sore sementara pantai buka selama 24 jam.

2. Mata Air Sumber Sirah

Akses menuju kawasan Mata Air Sumber Sirah tidaklah sulit. Wisatawan bisa mengambil rute menuju Desa Jawa, kecamatan Godanglengi, Kabupaten Malang. Waktu tempuhnya dari Kota Malang sekitar 1-1,5 jam dan bisa dijangkau dengan sepeda motor dengan jalan yang tidak terlalu sulit.

Begitu tiba di lokasi, wisatawan bisa menikmati keindahan mata air yang jernih dan segar. Pengunjung pun bisa terjun langsung ke dalam kolam untuk berenang maupun melakukan snorkeling. Ya, tempat ini merupakan kolam air tawar yang menawarkan keindahan bawah air yang memikat. Tumbuhan air hijau dan juga ikan yang ada di sini akan membuat wisatawan merasa berada di tengah laut.

Tidak ada biaya masuk kalau ingin menikmati keindahan bawah air di Sumber Sirah. Pengunjung hanya perlu membayar Rp3.000 untuk menyewa ban besar dan Rp2.000 untuk ban anak-anak. Jam operasional Mata Air Sumber Sirah dimulai pada pukul 07.00 dan tutup menjelang petang.

3. Air Terjun Coban Rondo

Terletak di Jalan Coban Rondo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujun, Kabupaten Malang, Air Terjun Coban Rondo menghadirkan pemandangan yang menakjubkan. Wisatawan yang datang ke sini bisa menikmati keindahan air terjun dengan latar belakang pemandangan alam hijau yang memikat.

Selain menghadirkan air terjun, kawasan taman wisata ini juga memberikan beberapa fasilitas pendukung. Wisatawan yang ingin menikmati alam bisa melakukan kegiatan mancakrida, kamping, bermain kano, paralayang, hingga arung jeram dengan mengikuti aliran air yang sangat deras.

Untuk bisa mengakses kawasan ini, pengunjung bisa mengambil rute dari Kota Malang menuju Kota Batu. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju kawasan kaki gunung melalui jalan berkelok.

Tiket masuk ke kawasan Coban Rondo sekitar Rp15.000 saat hari biasa dan Rp18.000 saat akhir pekan atau hari libur untuk wisatawan lokal. Wisatawan asing akan dikenai tarif sekitar Rp25.000 saat hari biasa dan Rp30.000 saat akhir pekan atau hari libur. Jam operasional dimulai dari pukul 07.00-17.00 WIB.

4. Jatim Park 1

Jatim Park 1 adalah wahana bermain yang cocok dikunjungi saat liburan. Yang menjadi daya tarik utama taman bermain ini adalah adanya kolam renang raksasa dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Empu Gandring. Selebihnya, taman hiburan yang buka dari pukul 08.30-17.00 ini juga memiliki 50 wahana bermain yang bisa dicoba sampai puas.

Tiket masuk untuk Jatim Park 1 sekitar Rp100.000 saat akhir pekan, hari libur nasional, dan liburan sekolah. Selain hari libur, tiket akan mendapatkan diskon 30% menjadi Rp70.000 saja. Dengan tiket ini, wisatawan bisa mencoba aneka wahana yang ada hingga saatnya tutup di sore hari. Jatim Park 1 berlokasi di Jalan Kartika No. 2, Sisir, Kota Batu. Dari Kota Malang, dibutuhkan 45-60 menit untuk sampai ke lokasi.

5. Jatim Park 2

Jatim Park 2 masih satu manajemen dengan tempat wisata di Malang yang dibahas sebelumnya. Kalau di Jatim Park 1 banyak wahana bermain, di tempat ini terdapat kebun binatang dan juga museum satwa. Pengunjung yang datang bisa menyaksikan aneka binatang dari berbagai belahan dunia dan juga museum yang memajang koleksi satwa lengkap. Tentu saja destinasi wisata ini cocok untuk liburan keluarga sekaligus tempat belajar bagi anak-anak.

Jatim Park 2 berada di Jalan Oro-oro Ombo No. 9, Temas, Kota Batu. Akses dari Kota Malang sekitar 60 menit perjalanan dengan mobil. Harga tiket masuk ke lokasi ini sekitar Rp120.000 saat akhir pekan dan diskon 30% saat hari biasa. Tiket yang dibeli hanya bisa digunakan untuk 1 hari saja mulai dari pukul 10.00-16.00.

6. Omah Kayu

Omah Kayu menjadi tempat wisata di Malang yang paling digemari oleh anak muda, khususnya di kawasan Malang. Berlokasi di kawasan Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, tempat ini menyajikan tempat berfoto yang indah. Rumah pohon yang dibangun di ujung jurang dijadikan destinasi berfoto yang unik dengan pemandangan kota di bawah dan pohon pinus di sekelilingnya.

Saat akhir pekan, Omah Kayu yang buka dari pukul 09.00-17.00 ini selalu dibanjiri pengunjung. Rata-rata pengunjung yang datang ke sini ingin berfoto atau sekadar menikmati pemandangan. Dengan tarif masuk Rp5.000 saja, pengunjung sudah bisa berfoto ria. Bagi pengunjung yang ingin bermalam di Omah Kayu, tarifnya sekitar Rp300.000-an per malam.

7. Museum Angkut

Keindahan kawasan Kota Batu yang berada di utara Malang tidak berhenti pada wisata alam saja. Di Museum yang menampilkan aneka kendaraan dari berbagai zaman dan negara ini, wisatawan bisa menikmati sejarah sembari berburu foto di berbagai sudut museum yang menarik.

Museum Angkut memiliki beberapa konsep lokasi di dalamnya. Ada zona Eropa, Hollywood, Pecinan, dan masih banyak lagi. Pada akhir pekan akan ada karnaval seru yang menampilkan beberapa atraksi menarik. Tarif masuk Museum Angkut sekitar Rp100.000 saat akhir pekan atau hari libur, di luar itu akan mendapatkan diskon sekitar 30%.

Museum Angkut bisa diakses dari Kota Malang dengan lama perjalanan 45-60 menit, tergantung keadaan lalu lintas. Jam operasionalnya dimulai pada pukul 12.00 dan tutup pada pukul 20.00 setiap hari. Lokasinya berada di Jalan Terusan Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Batu.

8. Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep menjadi tujuan banyak wisatawan saat akhir pekan atau hari libur tiba. Terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pantai ini menawarkan keindahan pasir putih dengan air laut yang jernih. Agak menjorok ke tengah terdapat karang-karang yang ditumbuhi semak hijau rimbun.

Pantai Ngliyep buka dari pukul 07.00 hingga malam hari, tiket masuknya sekitar Rp15.000 dan biaya parkir Rp5.000. Di pantai ini, wisatawan bisa menikmati keindahan alam, bersantai, bermain air, hingga berburu foto. Fasilitas di pantai ini juga cukup banyak mulai dari warung, kamar mandi, hingga akomodasi. Akses ke Pantai Ngliyep cukup mudah dijangkau dari Kota Malang, dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam melewati jalur yang cukup berkelok hingga akhirnya sampai di Kecamatan Donomulyo.

9. Museum Brawijaya

Museum Brawijaya menyimpan cukup banyak koleksi kendaraan tempur dari masa lalu seperti tank dan pelontar bom. Pengunjung yang datang ke sini akan langsung disuguhi dengan kendaraan tempur di depan bangunan yang dikelola sendiri oleh TNI AD. Sementara di dalam bangunan ada aneka senjata dan juga gerbong maut yang dahulu digunakan untuk mengangkut tawanan perang.

Berada di tengah-tengah Jalan Besar Ijen atau 10 menit perjalanan dari Alun-Alun Kota Malang, Museum Brawijaya buka setiap hari pada pukul 08.00-14.00, dan pada hari Minggu, museum buka satu jam lebih lama. Untuk menyaksikan semua koleksi yang ada di sini, wisatawan akan dikenai biaya masuk sekitar Rp3.000 saja.

10. Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna sedikit berbeda dengan pantai kebanyakan di kawasan selatan Malang. Untuk bisa menikmati pantai ini, wisatawan harus menghubungi pihak pengelola dan melakukan pemesanan terlebih dahulu. Pengunjung yang menjelajahi kawasan ini dibatasi 10 orang saja. Selain itu, mereka juga harus menyewa jasa pemandu dengan membayar Rp100.000 karena pantai ini berada di tengah cagar alam.

Untuk bisa sampai ke kawasan pantai yang memiliki tiga lapis warna ini dibutuhkan perjuangan yang cukup ekstra. Wisatawan harus datang ke kawasan Desa Tambakrejo, Subermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang jalannya cukup berliku. Akan lebih mudah apabila perjalanan ditempuh menggunakan kendaraan roda dua saja.

Pantai Tiga Warna yang buka dari pukul 07.00-18.00 ini menawarkan keindahan alam berupa tebing hijau, hutan yang masih alami dan laut yang masih jernih. Wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan aktivitas air seperti berenang, snorkeling, dan menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut.

11. Pantai Goa Cina

Berkat adanya tebing di pinggiran pantai yang memiliki gua, pantai indah ini kemudian diberi nama Pantai Goa Cina. Dahulu kala, gua ini digunakan untuk tempat bertapa seorang keturunan Cina hingga akhirnya wafat di tempat. Sejak saat itu, pantai ini jadi terkenal dan dijadikan tempat wisata yang menyenangkan dengan akses mudah dari Kota Malang. Jalan ke kawasan ini sudah aspal meski cukup berkelok pada beberapa bagian.

Pantai yang terletak di Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini menawarkan ombak yang sangat besar. Namun, begitu sore menjelang, ombaknya akan mereda sehingga wisatawan bisa berenang hingga ke tengah. Sekitar 300-an meter dari daratan terdapat pulau karang besar yang bisa dijangkau dengan berenang atau berjalan kaki.

Tidak begitu jauh dari lautan terdapat muara sungai yang mirip danau. Tempat ini biasanya digunakan untuk memancing oleh warga lokal. Selanjutnya, pantai yang tarif masuknya sekitar Rp5.000 per orang ini juga buka 24 jam. Saat malam menjelang, banyak orang mendirikan tenda untuk kamping di pinggir pantai.

12. Pantai Bajul Mati

Pantai Baju Mati masih satu garis dengan Pantai Goa Cina. Untuk sampai ke tempat ini, wisatawan harus terus melakukan perjalanan hingga mendapati jalur lintas selatan. Sebelum sampai ke pantai ini, pengunjung akan menemukan jembatan panjang yang merupakan muara sungai.

Lokasi Pantai Bajul Mati berada di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati indahnya pantai berpasir hitam dengan ombak yang sangat besar. Saat pagi hari, pantai ini akan berkabut sehingga cocok untuk tempat berburu foto dengan pemandangan yang magis.

Fasilitas di pantai ini masih sedikit, berbeda dengan pantai sebelumnya yang lebih lengkap dengan banyak pedagang, kamar ganti, dan toilet. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang dan Rp5.000 juga untuk parkir motor atau mobil. Normalnya pantai ini buka dari pagi hingga sore, tetapi ada banyak pengunjung yang bermalam di sini hingga pagi tiba.

13. Eco Green Park

Eco Green Park adalah taman wisata edukasi yang masih jadi satu dengan Jatim Park Group. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp60.000 saat akhir pekan atau hari libur dan Rp40.000 saat hari biasa. Dengan tiket itu, pengunjung bisa menikmati cukup banyak wahana menarik termasuk patung gajah raksasa yang terbuat dari televisi bekas.

Taman bermain dan belajar ini memiliki wahana menarik berupa Geology Science Center, Walking Bird, Animal Farm, Duck Kingdom, World Parrots, Dome Multimedia, hingga sawah yang digunakan untuk belajar menanam aneka tumbuhan seperti padi dan sayuran.

Eco Green Park berada di Jalan Oro-Oro Ombol No. 9A, Kota Baru dan beroperasi pada pukul 08.30-16.30 setiap harinya. Pengunjung yang ingin mendapatkan harga khusus yang lebih murah bisa mengambil paket dengan Jatim Park 1 sebesar Rp70.000-100.000 dan Jatim Park 2 sebesar Rp85.000-125.000.

14. Masjid Tiban Turen

Salah satu keistimewaan dari masjid yang berada di kawasan Turen, Kabupaten Malang ini adalah pembangunannya. Warga sekitar tidak ada yang tahu bagaimana masjid ini dibangun karena tiba-tiba sudah jadi masjid dengan ukuran besar, desain unik, dan lantainya cukup banyak, yaitu 9 lantai.

Untuk menikmati keindahan masjid unik ini, pengunjung tidak dikenai biaya masuk. Namun, tetap membayar biaya parkir serta sumbangan seikhlasnya. Begitu masuk ke dalam masjid ini, wisatawan atau peziarah bisa menyaksikan masjid yang megah dan desainnya unik. Pengunjung yang datang biasanya mengambil foto di sini karena latar belakangnya indah.

Di beberapa lantai masjid terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh. Selain itu, mereka yang tidak membawa kamera bisa menyewa jasa studio foto yang ada di sana. Biasanya foto bisa langsung jadi dalam beberapa menit saja.

15. Alun-Alun Kota Malang

Tempat wisata di Malang selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah alun-alunnya. Di jantung dari Kota Bunga ini, wisatawan bisa menikmati keindahan taman yang dilengkapi tempat duduk dan juga spot untuk berfoto.

Saat sore hari biasanya air mancur di tengah alun-alun akan dinyalakan dengan lampu indah di dalamnya. Selebihnya, tersedia pula taman bermain untuk anak-anak. Burung-burung merpati pun semakin menambah suasana asri di taman.

Tidak jauh dari kawasan alun-alun terdapat Masjid Jami Malang, Gereja, dan mal yang menjual banyak aneka kebutuhan rumah tangga. Setelah puas berkeliling alun-alun, wisatawan bisa berjalan ke arah pecinan untuk berburu kuliner khas Malang yang nikmat, murah, dan porsinya banyak seperti bakso, rujak, dan cui mi.

16. Predator Fun Park

Seperti namanya, tempat wisata yang terletak di Jalan Tlengkung No. 315, Junrejo, Kota Batu ini menyimpan banyak predator. Taman bermain dengan konsep ngeri, tetapi edukatif dan menarik ini memiliki cukup banyak koleksi buaya serta ikan predator yang bisa dilihat oleh pengunjung dari dekat.

Selain para predator yang tampak mengerikan, taman bermain juga memiliki kereta buaya, labirin, waterpark, dan lokasi mancakrida. Semua wahana bisa dinikmati dengan membayar tiket masuk sebesar Rp30.000 saat hari biasa dan Rp50.000 saat akhir pekan serta hari libur. Predator Fun Park buka dari pukul 08.30-16.30 setiap hari.

17. Wisata Paralayang

Lokasi wisata paralayang tidak begitu jauh dari Omah Kayu yang telah dibahas sebelumnya. Destinasi menarik yang menampilkan pemandangan Kota Batu dan Malang dari atas ini terletak di kawasan Gunung Banyak atau tepatnya Jalan Songgokerto, Kota Batu. Tidak ada jam operasional resmi untuk kawasan ini, sehingga wisatawan masih bisa ke sini pada malam hari. Wisatawan yang ingin berkunjung bisa meluncur dari Kota Malang menuju arah Gunung Banyak dengan waktu tempuh 60 menit.

Tiket masuk ke wisata paralayang hanya Rp5.000 per orang. Mereka yang ingin menikmati sensasi seru menggunakan paralayang bisa membayar lagi biaya sewa sebesar Rp350.000. Namun, persewaan peralatan paralayang tidak buka setiap hari karena bergantung pada keadaan cuaca.

18. Waduk Selorejo

Kawasan Kabupaten Malang sebelah utara memiliki waduk dengan pemandangan indah. Selain digunakan sebagai pembangkit listrik dan irigasi, Waduk Selorejo juga menyimpan banyak titik menarik untuk berburu foto. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati wisata kuliner olahan ikan waduk yang rasanya gurih.

Waduk Selorejo yang terletak di Desa Pandansari, Ngantang, Kabupaten Malang ini juga menawarkan aktivitas seru dengan adanya fasilitas mancakrida. Wisatawan yang datang bisa menikmati serunya flying fox (luncur gantung) hingga memancing ikan maupun berenang. Tempat wisata ini buka dari pukul 07.00 dan tutup pada pukul 17.00. Tiket masuknya sekitar Rp15.000 per orang. Bagi pengunjung dari luar kota yang ingin menginap, tersedia pula akomodasi dengan harga mulai Rp300.000 per malam.

Kawasan Waduk Selorejo bisa dijangkau dari Malang atau dari Kediri dan Blitar. Akses jalannya cukup berkelok meski semua jalannya sudah diaspal. Disarankan datang ke sini dengan motor saja ketimbang mobil.

19. Kebun Teh Wonosari

Terletak di kaki Gunung Arjuno atau tepatnya Desa Toyomarto, Singasari, Kabupaten Malang, kebun teh ini tidak hanya menghadirkan hamparan pohon teh saja. Wisatawan yang datang ke sini juga bisa menikmati berbagai aktivitas menarik seperti flying fox, paint ball, berkuda, hingga berburu foto dengan mengelilingi kebun yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl. ini.

Kebun Teh Wonosari mudah diakses dari Kota Malang dengan waktu tempuh 45 menit melalui Pasar Singasari menuju Desa Toyomarto. Tiket masuknya sekitar Rp8.000 saat hari biasa dan Rp12.000 saat akhir pekan. Wisatawan bisa menikmati keindahan kebun teh yang hijau ini dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00.

20. Sengkaling

Sengkaling menawarkan wisata air berupa aneka permainan di kolam renang serta pemandangan alam yang menakjubkan. Wisatawan bisa berenang di air yang jernih dan dingin atau berkeliling di sekitar kawasan kolam untuk berburu tempat-tempat menarik untuk swafoto.

Akses ke kawasan Sengkaling cukup mudah karena berada di Jalan Raya Malang-Batu. Wisatawan yang ingin bersantai sembari menikmati kesegaran udara pegunungan bisa datang ke Jalan Raya Sengkaling, Dau, Kabupaten Malang. Tiket masuknya hanya sekitar Rp15.000 dan beroperasi dari pukul 06.00-17.00.

21. Hawai Waterpark

Selain Sengkaling, wisatawan yang ingin bermain air dengan seru bisa datang ke Hawai Waterpark yang terletak di Jalan Graha Kencana Raya, Singosari, Kabupaten Malang. Di tempat ini, tersedia aneka permainan air seperti seluncuran yang memiliki tinggi hingga 3 meter lebih, kolam ombak, hingga sungai buatan yang mengalir mengelilingi kawasan kolam.

Tiket masuk ke kawasan Hawai Waterpark sekitar Rp75.000 saat hari biasa dan Rp100.000 saat akhir pekan. Taman air yang kerap melakukan pertunjukan langsung para artis dunia DJ ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 16.00 setiap harinya.

Wisatawan yang ingin datang ke kawasan Hawai Waterpark bisa meluncur ke jalan Malang-Surabaya. Dari pusat Kota Malang hanya 15 menit saja masuk ke kawasan perumahan Graha Kencana.

22. Batu Night Spectacular (BNS)

Kalau sebagian besar taman bermain di kawasan Batu tutup saat sore hari, BNS justru buka mulai sore hingga tengah malam. Jam operasionalnya dimulai dari pukul 15.00-23.00 dan saat akhir pekan hingga pukul 24.00. tiket masuknya sekitar Rp20.000 saat hari biasa dan Rp30.000 saat akhir pekan. Tiket ini hanya untuk masuk saja, beberapa wahana lain mewajibkan wisatawan untuk membayar kembali.

BNS dikunjungi oleh banyak orang karena memiliki taman lampion yang megah dan indah. Di tempat ini wisatawan bisa berfoto-foto atau sekadar menikmati keindahan lampion beraneka bentuk. Selain taman lampion, BNS juga masih menawarkan komedi putar, Gravitron, hingga Avatar.

Taman lampion nan memukau ini bisa ditemukan di Jalan Oro-oro Ombo, Kota Batu.

23. Taman Selecta

Selain Sengkaling, tempat wisata yang berada di jalur Malang-Batu adalah Taman Selecta. Taman yang memiliki puluhan bunga ini cocok untuk piknik atau sekadar relaksasi untuk menikmati udara gunung yang segar, dan menyaksikan aneka bunga bermekaran yang ditata dengan rapi.

Tiket masuk ke kawasan taman ini sekitar Rp25.000 setiap hari. Kalau wisatawan datang rombongan dengan banyak orang, tiket masuknya bisa dipotong Rp5.000 per orang. Taman Selecta yang buka dari pukul 07.00-17.00 ini berada di Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu.

24. Pemandian Air Panas Cangar

Pemandian air panas yang terletak di kawasan Cangar, Bumiaji, Kota Batu ini memiliki sumber air panas yang berasal dari Gunung Welirang. Wisatawan yang datang ke sini bisa berenang di kolam-kolam air panas yang telah disediakan atau kolam air dingin yang ada di sebelahnya.

Air panas yang keluar dari gunung suhunya cukup tinggi dan baik untuk kesehatan kulit. Wisatawan bisa berendam selama beberapa jam di sini dengan biaya masuk hanya Rp10.500 saja dan biaya parkir sekitar Rp3.000-5.000. Selain berendam, pengunjung juga bisa menyantap kuliner tapai ketan yang cocok untuk menghangatkan badan.

Pemandian air panas Cangar buka setiap hari dari pagi hingga malam. Untuk bisa menikmati air panas tanpa banyak gangguan, disarankan datang saat pagi hari atau menghindari hari libur.

25. Coban Talun

Coban Talun sedikit berbeda dengan Coban Rondo yang sudah dikenal banyak orang. Lokasi air terjun ini cukup tersembunyi dan pemandangan alamnya sangat asri. Untuk ke sana, pengunjung bisa datang ke Dusun Wonorejo, Bumiaji, Kota Batu. Lokasinya berada pada lereng Gunung Arjuna yang sangat sejuk dan dikelilingi pemandangan yang menakjubkan.

Selain air terjun, kawasan Coban Talun juga memiliki bumi perkemahan. Setiap hari selalu ada banyak orang yang kamping untuk menikmati suasana alam Gunung Arjuna. Kawasan ini juga memiliki Apache Camp yang berisi bangunan-bangunan ala Indian, dan Pagupon Camp yang berisi bangunan ala rumah burung dara.

Kawasan Coban Talun buka selama 24 jam penuh karena merupakan lokasi kamping. Tiket masuknya sekitar Rp7.500 per hari. Wisatawan yang menginap tetapi tidak membawa tenda bisa menyewa beberapa bangunan ala Indian dengan tarif sewa per malam sekitar Rp400.000-an.

26. Kampung Warna-warni Jodipan

Kampung Jodipan awalnya hanya kawasan perumahan yang cukup kumuh dan berada di dekat Sungai Brantas. Namun, setelah ada program pengecatan warna-warni, kampung ini berubah menjadi tempat wisata baru di Kota Malang yang hit dan selalu dicari oleh wisatawan.

Berlokasi 300 meter dari Stasiun Malang, Kampung Jodipan menawarkan keindahan warna-warni bangunan. Tempat ini indah jika dilihat dari atas dan bagus untuk berfoto. Maka, disediakan cukup banyak tempat untuk swafoto dengan latar belakang yang cantik.

Berseberangan dengan kampung warna-warni terdapat kampung Tridi yang temboknya banyak dihias lukisan 3D dan juga cocok untuk tempat berfoto. Tiket masuk ke kawasan Jodipan hanya Rp3.000 saja. Kampung ini bisa dikunjungi dari pukul 06.00-17.00.

27. Coban Nirwana

Coban Nirwana adalah air terjun yang baru ditemukan di kawasan Kabupaten Malang. Untuk sampai ke sini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan mengambil arah Gedangan, tidak jauh dari Sumbermanjing Wetan yang memiliki banyak sekali wisata pantai. Dari Kota Malang diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Kawasan Coban Nirwana memiliki air terjun yang berlapis. Perbukitan di sekitarnya juga tidak terlalu tinggi sehingga bisa dicapai dengan mudah. Di bawah air terjun terdapat aliran sungai yang bisa digunakan untuk mandi dan relaksasi. Namun, karena masih objek wisata baru tidak ada tiket masuk dan belum diberlakukan jam operasional.

28. Teluk Bidadari

Teluk Bidadari memiliki cekungan kolam alami dengan warna hijau kebiruan. Wisatawan Tempat Wisata di Malang bisa berendam di kolam alami ini sembari menikmati deburan ombak laut selatan yang cukup besar. Selain itu, kawasan perbukitan karang di sekitar teluk juga merupakan lokasi yang cantik untuk berburu foto.

Untuk mencapai kawasan Teluk Bidadari, wisatawan harus datang ke Desa Sumberbening, Bantur, Kabupaten Malang. Tempat pertama yang harus dijangkau adalah Pantai Mbehi lalu mendaki selama 30 menit sebelum sampai ke lokasi. Warga lokal mengelola kawasan ini dengan menyewakan jasa pemandu. Satu orang akan dikenai Rp10.000 untuk pemandu.

Dengan jasa pemandu, wisatawan bisa sampai ke lokasi Teluk Bidadari dengan mudah. Adanya pemandu juga meminimalisasi adanya kecelakaan dan juga perusakan alam di sekitar kawasan teluk yang indah ini.

Teluk Bidadari dibuka dari pagi hingga petang, ketika jalur tidak bisa dilewati karena gelap.

29. Banyu Anjlok

Yang membedakan Banyu Anjlok dibandingkan air terjun lainnya adalah lokasinya yang dekat dengan pantai. Dengan adanya pasir pantai di bawah air terjun menandakan bahwa kawasan ini adalah tempat bertemunya air tawar dan juga air asin. Tidak jauh dari air terjun juga terdapat gua yang unik dan tidak terlalu dalam.

Untuk bisa sampai ke kawasan Banyu Anjlok yang unik ini, wisatawan bisa datang ke Desa Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dari desa ini, wisatawan masih harus melakukan perjalanan melalui perkebunan kopi selama 30 menit. Selain itu, ada juga jalur lainnya, yaitu menggunakan kapal dengan melintasi beberapa pantai yang cocok untuk snorkeling. Jalur mana pun yang dipilih, pemandangan memukau siap memanjakan mata sepanjang perjalanan.

Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp5.000 saja. Wisatawan yang ingin menyewa perahu akan dikenai tarif tambahan. Pengelola perahu juga menyewakan peralatan snorkeling dengan tarif Rp50.000 sekali pakai. Banyu Anjlok beroperasi dari pagi hingga sore saat tidak ada kapal beroperasi lagi.

30. Tubing di Wringinanom

Selain memiliki wisata pantai dan taman hiburan, Malang juga memiliki wisata ekstrem lain yang wajib untuk dicoba. Wisatawan yang ingin menguras adrenalinnya bisa mencoba melakukan tubing dengan mengikuti aliran air sungai di Lereng Semeru yang berkelok-kelok dan deras.

Terletak di kawasan Wringinanom, Poncokusumo, Kabupaten Malang, wisatawan bisa menyewa ban untuk tubing. Harga sewanya bervariasi mulai dari Rp15.000. Wisatawan yang mengikuti kegiatan ini bisa merasakan keseruan perjalanan menyusur bukit sepanjang aliran air sembari menikmati pemandangan hijau di sekitarnya. Tubing Wringinanom mulai beroperasi pada pukul 08.00 dan tutup saat menjelang sore.

31. Sumber Krabayakan

Sumber Krabayakan adalah mata air yang masih alami dan dikelola oleh warga sekitar menjadi tempat wisata. Di tempat ini, wisatawan akan disambut kolam yang jernih lengkap dengan bebatuan alam beragam ukuran. Dikelilingi kawasan pegunungan dan persawahan yang masih hijau, Sumber Krabayakan memang cocok untuk relaksasi. Tempat wisata ini terletak di Ngepoh, Lawang, Kabupaten Malang dan bisa ditempuh dalam jangka waktu 45 menit dari Kota Malang melalui gang kecil dekat Pasar Lawang.

Di tempat ini, wisatawan bisa mandi di dalam kolam atau menikmati terapi ikan. Dalam terapi ini, pengunjung akan merasakan sensasi ketika banyak ikan kecil menggigiti kaki yang tercelup ke dalam air.

Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00. Tiket masuknya sekitar Rp5.000. Pengunjung yang ingin menikmati terapi ikan atau berenang harus membayar lagi Rp3.000 per tempat.

32. Pantai Kedung Celeng

Pantai Kedung Celeng terletak di Jalan Raya Banjarejo, Sumberceleng, Donomulyo, Kabupaten Malang. Dari pusat kota, lokasi ini bisa dijangkau selama 2 jam dengan mengambil jalur ke arah selatan. Jalan menuju ke pantai cukup terjal dan berkelok sehingga disarankan untuk lebih berhati-hati saat berkendara.

Di pantai yang masih tersembunyi dan alam ini, wisatawan bisa melakukan aktivitas menyenangkan seperti berendam atau berenang. Kubangan air di pantai ini cukup banyak dan airnya sangat jernih. Di sekeliling pantai terdapat banyak batuan karang yang cocok untuk lokasi berburu foto.

Pantai Kedung Celeng memasang tiket masuk sekitar Rp3.000 per orang dan Rp5.000 per kendaraan untuk parkir. Kawasan ini belum dikelola dengan baik sehingga belum memiliki jam buka resmi. Biasanya wisatawan datang dari pagi dan pulang jelang matahari terbenam.

33. Pemandian Wendit

Pemandian Wendit adalah taman air tertua di Malang yang masih laris manis dikunjungi wisatawan lokal dari kawasan selatan. Pemandian ini menawarkan banyak kolam renang lengkap dengan beberapa permainan seperti seluncuran yang panjang, tinggi, dan berkelok sehingga bisa memacu adrenalin.

Terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pemandian ini juga menawarkan hiburan lain yang menarik. Ada perahu dayung, ATV, flying fox, tempat memancing, dan lokasi mancakrida untuk dewasa dan anak-anak. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp15.000 dan buka dari pukul 08.00-17.00.

34. Candi Singasari

Salah satu bangunan candi paling ikonis di Malang adalah Candi Singasari yang merupakan peninggalan Raja Kertanegara. Candi yang berdiri megah di Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang ini sebenarnya belum jadi. Selain itu, bangunannya tidak lengkap karena ada tiga arca yang dibawa ke Belanda saat negeri ini masih dijajah.

Yang unik dari Candi Singasari adalah kepala kala yang berada di pintu masuk. Kepala kala ini menampilkan dua jari sebagai tanda kalau kerajaan ini memiliki dua agama yaitu Siwa Buddha (campuran agama Hindu dan Buddha). Selain itu, candi ini juga menjadi tanda bahwa kawasan Singasari masih menyimpan sisa peradaban di masa lalu yang belum ditemukan hingga sekarang.

Candi ini buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00. Tidak ada biaya masuk ke lokasi wisata, tetapi pengunjung bisa memberikan donasi untuk perawatan taman dan juga fasilitas yang telah disediakan pengelola.

35. Arung Jeram Kaliwatu

Selain melakukan tubing menggunakan ban, wisatawan yang datang ke kawasan Batu tepatnya di Pandan Rejo, Bumi Aji bisa mencoba sensasi arung jeram. Dengan biaya Rp180.000 per orang, wisatawan bisa mendapatkan pelatihan arung jeram, pemandu, dan juga peralatan keamanan. Perjalanan mengarungi sungai pun tidak hanya seru dan menyenangkan, tetapi juga lebih aman.

Satu kali perjalanan arung jeram biasanya menempuh jarak 7 kilometer. Wisatawan yang ikut dalam perjalanan ini bisa mendapatkan pengalaman menguras adrenalin dengan melewati berbagai jeram. Setelah mengarungi sungai yang dikelilingi pemandangan indah, wisatawan bisa beristirahat dan menikmati makanan dan minuman yang sudah termasuk dalam paket wisata.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan bisa datang ke kawasan Bumi Aji tempat base camp pengelola rafting. Sebelum datang, diharapkan untuk melakukan reservasi agar berbagai peralatan bisa segera disiapkan.

36. Coban Jahe

Malang masih menyimpan banyak keindahan air yang tersembunyi dan masih alami. Kali ini ada Coban Jahe yang terletak di kawasan Pandansari Lor, Jabung, Kabupaten Malang. Untuk sampai ke sini dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Malang dengan jalur yang cukup mulus karena nyaris semuanya sudah beraspal.

Coban Jahe menawarkan pemandangan air terjun yang tampak putih dari kejauhan. Salin itu, kawasan kiri kanan air terjun juga masih alami dan tebingnya indah untuk diabadikan dalam kamera. Di bawah air terjun terdapat sungai yang jernih dan cocok untuk mandi ataupun berendam.

Tiket masuk ke kawasan ini hanya Rp5.000 saja per orang dan parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Jam operasional dari pagi hingga sore saat akses ke lokasi sudah gelap sehingga pengelola melarang pengunjung untuk masuk.

37. Pasar Apung Nusantara

Pasar Apung Nusantara memiliki konsep yang sama dengan Floating Market di Lembang, Bandung. Bedanya, pengunjung yang datang ke sini tidak dipungut biaya meski masih satu lokasi dengan Museum Angkut. Wisatawan pun bisa menikmati keseruan berbelanja dengan menaiki perahu dan mengelilingi sungai buatan.

Untuk menaiki perahu, pengunjung diwajibkan membayar sekitar Rp10.000 saja. Selebihnya, mereka diperkenankan untuk berbelanja aneka masakan dari berbagai daerah di Indonesia. Kawasan ini juga memiliki lokasi oleh-oleh yang menjual aneka makanan, baju, hingga benda kerajinan. Pasar Apung Nusantara buka dari siang hingga malam atau jam operasional sama dengan Museum Angkut dari pukul 12.00-20.00.

38. Pantai Lenggoksono

Pantai Lenggoksono memiliki dua pesona yang membuat banyak wisatawan selalu datang untuk berkunjung. Pertama adalah jalur batu dan pasir yang menghubungkan pantai ke kawasan Banyu Anjlok. Kedua adalah jalur laut terutama di kawasan Bolu-Bolu yang memiliki pemandangan bawah laut memikat.

Untuk menikmati kawasan Pantai Lenggoksono ini, wisatawan bisa datang ke kawasan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Tarif masuknya sekitar Rp5.000 dan tarif sewa perahu motor sekitar Rp50.000 per orang. Pemilik perahu siap mengantarkan penumpangnya untuk berwisata dari ujung ke ujung sampai puas.

Pantai Lenggoksono cocok untuk melakukan snorkeling. Wisatawan bisa menyewa peralatan dengan membayar Rp50.000 atau membawa peralatan sendiri. Arus air di kawasan ini cukup besar sehingga saat melakukan snorkeling diwajibkan untuk berhati-hati.

39. Museum Topeng (D’Topeng)

Tidak jauh dari kawasan Museum Angkut atau di Jalan Terusan Sultan Agung berdiri Museum Topeng. Di tempat ini ada 2.000 topeng dari berbagai daerah di Indonesia yang sangat unik dan memiliki sejarah tersendiri. Semua koleksi yang ada di sini berasal dari kolektor dan donatur yang ingin menampilkan benda bersejarah kepada banyak orang.

Selain topeng yang menjadi atraksi utama, museum ini juga menyimpan koleksi patung, keris, Alquran yang berusia ratusan tahun, dan aneka barang antik lainnya. Wisatawan bisa mengetahui asal-usul barang-barang tersebut sembari mempelajari sejarah dari masa lalu. Museum ini buka pukul 12.00 dan tutup pada pukul 20.00. Tiket masuknya Rp25.000 per orang saat hari biasa dan Rp30.000 per orang saat akhir pekan.

40. Pemandian Kalireco

Pemandian Kalirejo sejatinya merupakan sumber air yang dikelola oleh warga lokal menjadi tempat wisata. Aliran air yang deras dan jernih membuat banyak orang senang mandi di sini. Terlebih, kawasan di sekeliling pemandian masih sangat alami dan udara di sekitarnya masih segar.

Untuk mencapai kawasan pemandian ini, wisatawan bisa menuju ke Jalan Sumber Waras 2 No. 97, Kalirejo, Lawang, Kabupaten Malang. Dari pusat kota hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu jam. Pemandian Kalirejo beroperasi dari pagi hingga sore hari. Biaya masuknya sekitar Rp5.000 dan biaya parkir Rp2.000.

Saat terbaik untuk mengunjungi Kalirejo adalah pagi hari. Biasanya air di sini masih jernih dan belum keruh karena banyak yang memakai. Selain itu, disarankan untuk membawa makanan atau minuman sendiri karena belum ada rumah makan di dekat pemandian.

41. Coban Pelangi

Coban Pelangi digandrungi oleh banyak orang karena adanya warna-warni pelangi dari titik air yang mengenai berkas cahaya. Pelangi ini akan muncul pada pukul 10.00 hingga 14.00. Lebih dari jam itu atau ketika cuaca mendung, kawasan ini akan dipenuhi kabut yang berasal dari cipratan air yang mengenai batuan dan memantul ke udara.

Untuk mencapai kawasan Coban Pelangi dibutuhkan perjalanan selama kurang lebih 2 jam ke Poncokusumo, Kabupaten Malang. Setelah tiba di lokasi, wisatawan harus melakukan perjalanan cukup jauh melalui jalan darat yang cukup menantang. Maka saat memutuskan untuk berwisata ke Coban Pelangi, sebaiknya persiapkan stamina yang baik

Tiket masuk ke kawasan air terjun yang unik ini sekitar Rp6.000 per orang. Biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Jam operasionalnya dari pagi hingga sore dan kemungkinan akan ditutup jika terjadi hujan deras dan cuaca buruk lainnya.

42. Pantai Selok

Terletak di Sumberbening, Kecamatan Bantu, Kabupaten Malang, Pantai Selok menawarkan pemandangan yang masih alami. Deretan batu karang yang berjajar di sepanjang garis pantai juga terlihat indah sehingga cocok untuk lokasi perburuan foto. Selanjutnya, air laut di pantai ini juga jernih dan berwarna biru muda.

Pantai Selok memiliki ombak yang cukup besar sehingga kurang cocok untuk berenang. Namun, pengunjung yang ingin tetap bermain air bisa berjalan ke kawasan Pantai Banyu Anteng yang masih satu kawasan. Di pantai ini, air lautnya cukup tenang dan cocok untuk lokasi berenang dan melakukan olahraga air lainnya.

Tiket masuk Pantai Selok sekitar Rp5.000 per orang. Selebihnya, pengunjung akan dikenai biaya parkir sebesar Rp5.000. Pantai Selok beroperasi dari pagi hingga tukang parkir pulang sehingga wisatawan harus segera mengambil kendaraan yang mereka tinggalkan.

43. Coban Sewu

Berbeda dengan coban atau air terjun lain yang ada di Malang, Coban Sewu berada di bukit yang mengitari sebuah lembah. Untuk menikmati keindahannya, wisatawan bisa datang ke kawasan Sidomulyo, Pronojiwo, Kabupaten Malang. Begitu tiba di lokasi, pengunjung harus turun menuju lembah dengan menggunakan tangga dari bambu dengan kemiringan nyaris 90 derajat.

Begitu tiba di bawah, pengunjung akan dibuat takjub dengan keindahan puluhan air terjun yang menuruni tebing. Terlebih, udara di dalam lembah sangat dingin dan lembap sehingga banyak ditumbuhi lumut dan tanaman hijau. Di lembah juga ada sungai dan beberapa tempat untuk swafoto dengan pemandangan menarik.

Coban Sewu buka dari pagi hingga sore hari. Biasanya saat hujan deras tiba tempat ini tutup karena akses ke lembah sangat berbahaya. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp2.000 per orang ditambah biaya parkir yang menyesuaikan dengan kendaraan yang dibawa.

44. Pantai Batu Bekung

Pantai Batu Bekung tidak memiliki garis pantai yang lebar, tetapi keindahan alam dan keunikan tempatnya mengundang banyak wisatawan untuk datang berlibur. Pantai ini memiliki dua tebing yang mengapit daratan. Saat surut tiba, pasir pantai akan melimpah dan cocok untuk lokasi bermain.

Di dekat dua tebing terdapat celah lebar yang arusnya cukup deras. Pengunjung bisa mendekat tetapi tidak diperkenankan untuk mencebur agar tidak terseret ombak. Maka dari itu, pengunjung disarankan untuk mengeksplorasi bagian tebing dan juga semak-semak yang ada di atasnya, selain menikmati keindahan pantai tentunya.

Untuk mencapai pantai unik yang sedang hit ini, wisatawan bisa datang ke Gedangan, Kabupaten Malang. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang dan tidak ada jam operasional resmi meski banyak orang datang dari pagi buta hingga jelang petang.

45. Taman Kelinci

Kawasan utara Malang kembali menarik perhatian banyak orang dengan menghadirkan Taman Kelinci yang sangat menarik. Terletak di kawasan Pujon, Kabupaten Malang, sebuah taman dibangun dengan konsep edukasi dan mengusung kelinci sebagai daya tarik utamanya. Pengelola membangun taman lengkap dengan kelinci-kelinci yang unik. Bahkan, ada bangunan yang mirip rumah para Hobbit.

Wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan beberapa kegiatan menarik seperti berburu foto, berswafoto dengan latar belakang taman yang dimodel bukit, bermain dengan kelinci-kelinci yang lucu, dan menikmati keindahan alam sembari relaksasi untuk membuang penat.

Taman Kelici buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00. Tiket masuknya hanya Rp5.000 per orang. Saat ini kawasan Taman Kelinci sedang dalam tahap pengembangan sehingga di masa depan akan ada wahana untuk bermain.

46. Coban Gintung

Coban Gintung tidak begitu besar seperti Coban Rondo yang ada di Batu. Meski demikian, air terjun yang terletak di Desa Sidorejo, Ampelgading, Kabupaten Malang ini memiliki keunikan berupa air yang mengucur berwarna putih. Selain itu butiran air yang menguar di udara juga membuat kawasan ini menjadi lembap.

Untuk mencapai kawasan Coban Gintung, wisatawan bisa meluncur dengan kendaraan pribadi ke arah Ampelgading dengan lama perjalanan 1,5-2 jam. Begitu tiba di lokasi, wisatawan bisa menikmati keindahan air terjun dengan naik ke gardu pandang yang dibangun menempel pada pohon.

Di atas pohon, wisatawan bisa berfoto-foto atau turun ke bawah untuk mandi ke air sungainya yang jernih dan segar. Coban Gintung memasang tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang dan buka dari pagi hingga sore hari. Tarif parkirnya bervariasi, mulai Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

47. Coban Tundo

Coban Tundo merupakan tempat yang cocok untuk uji nyali. Karena memiliki kolam air yang cukup lebar dan dalam, air terjun ini kerap dijadikan ajang loncat tebing. Para wisatawan bisa terjun dari tebing lalu berenang di air yang sangat dingin. Bagi yang tidak berani terjun, bisa mengeksplorasi kolam yang memiliki kedalaman bervariasi.

Coban Tundo terletak di kawasan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Untuk sampai ke sini dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam melewati jalanan yang cukup berkelok. Begitu tiba di lokasi coban, pemandangan alam serba hijau dan air yang biru seperti laut akan menyambut sehingga rasa capai saat perjalanan akan hilang seketika.

Biaya masuk ke kawasan air terjun yang belum begitu ramai dikunjungi wisatawan ini sekitar Rp5.000 per orang. Wisatawan yang datang disarankan membawa air minum sendiri karena cukup sulit mencari warung di sekitar air terjun yang buka dari pagi hingga petang ini.

48. Wisata Petik Apel

Tidak lengkap rasanya kalau jauh-jauh ke Batu lalu pulang tanpa membawa oleh-oleh apel malang. Di kota ini, wisatawan bisa merasakan serunya memetik buah apel langsung dari pohon dan membawa hasil petiknya itu untuk oleh-oleh dengan harga yang cukup murah, sekitar Rp15.000 per kilogram.

Tiket masuk ke kawasan wisata petik apel bervariasi mulai dari Rp20.000 per orang. Saat musim panen tiba, kawasan kebun apel akan ramai dikunjungi wisatawan yang ingin memanen oleh-olehnya sendiri atau sekadar memuaskan diri dengan mengelilingi pohon apel yang luasnya hingga berhektare-hektare. Kebun apel itu sendiri terdapat di hampir semua wilayah Batu atau datang saja ke kawasan Bumi Aji yang bisa ditempuh 1 jam dari Kota Malang.

49. Coban Rais

Coban Rais tidak hanya menawarkan keindahan alam air terjun yang masih alami meski telah dikelola dengan baik. Wisatawan juga bisa menikmati keindahan kawasan perbukitan yang ditata menjadi kawasan Batu Flower Garden dan Bukit Bulu. Tempat ini cocok untuk lokasi fotografi karena memiliki pemandangan yang indah.

Untuk mengunjungi kawasan Coban Rais, wisatawan disarankan menggunakan kendaraan Pribadi menuju kawasan Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Perjalanan dari Kota Malang membutuhkan waktu sekitar 60-75 menit. Dari kawasan parkir menuju lokasi wisata tidak jauh sehingga bisa dijangkau dengan jalan kaki saja.

Tiket masuk ke kawasan Coban Rais sekitar Rp7.500 per orang. Namun, ada lagi biaya sebesar Rp10.000 jika wisatawan ingin berfoto di kawasan Batu Flower Garden. Selanjutnya, kalau wisatawan ini berfoto di lokasi strategis yang disediakan oleh pengelola retribusi, Rp10.000 akan dikenakan lagi.

Coban Rais buka dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap hari.

50. Sumber Maron

Buka dari pukul 07.00-18.00 setiap hari, Sumber Maron menawarkan pemandian alami yang airnya bersumber dari mata air. Pengelola membendung air itu menjadi sebuah kolam yang bisa digunakan untuk berenang atau berendam. Air yang ada Sumber Maron sangat jernih, sejuk, dan bersih sehingga diminum mentah pun tidak masalah.

Selain menawarkan pemandian yang sejuk, tempat wisata di Malang ini juga menghadirkan fasilitas lain berupa perahu boat, flying fox, terapi ikan, dan fasilitas mancakrida lainnya. Tiket masuk ke pemandian yang terletak di Pagelaran, Kabupaten Malang ini sekitar Rp3.000 per orang dan parkir Rp2.000 untuk motor serta Rp5.000 untuk mobil.

51. Museum Malang Tempo Doeloe

Museum Malang Tempo Doeloe dibuka pertama kali pada tahun 2012 silam. Dengan konsep modern, museum ini menghadirkan sejarah Kota Malang sejak zaman kerajaan hingga modern. Di museum ini ada peninggalan dari masa lalu, batu kuno, prasasti, dan benda bersejarah lain yang erat hubungannya dengan Malang.

Museum Tempo Doeloe terletak di belakang Balai Kota Malang atau tepatnya di Jalan Gajahmada, Kiduldalem, Koljen, Kota Malang. Tiket masuknya Rp10.000 untuk pelajar, Rp15.000 untuk mahasiswa, dan Rp25.000 untuk umum.

Museum ini dekat sekali dengan Alun-Alun Tugu Malang yang menjadi ikon khas. Dari museum, wisatawan bisa datang ke sini untuk berfoto-foto atau menikmati keindahan bunga teratai yang ditanam di bagian tengah alun-alun.

52. Pasar Burung dan Bunga

Pasar burung dan bunga Tempat Wisata di Malang merupakan pasar tradisional yang menjadi ciri khas dan daya tarik sendiri bagi wisatawan. Di pasar burung, wisatawan bisa menyaksikan aneka burung dijual dengan harga bervariasi. Selain burung, pasar ini juga menjual aneka anjing, kucing, ikan, hingga berbagai reptil mulai dari yang kecil hingga besar.

Pasar bunga terletak tidak jauh dari pasar burung. Di lahan yang tidak begitu luas ini, wisatawan bisa membeli aneka bunga yang ada atau membeli aneka pot dan alat berkebun lainnya. Segala hal terkait dengan tanaman dijual dengan harga yang cukup murah.

Lokasi dua pasar ini berada di kawasan Splendid, Jalan Majapahit, Malang. kedua tempat ini bisa ditempuh hanya dalam 5-10 menit perjalanan dari Balai Kota atau Alun-Alun Kota Malang. Pasar ini buka dari pukul 05.00 dan tutup menjelang pukul 17.00 setiap hari.

53. Museum Tubuh

Museum tubuh merupakan kawasan museum anatomi terbesar di Asia yang berdiri di lahan seluas 1 hektare. Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan aneka zona menakjubkan mulai dari Zona Paru-Paru, Gigi, Hati, Tulang, Hidung, Telinga, dan masih banyak yang lain. Masing-masing zona dilengkapi dengan fasilitas multimedia yang canggih sehingga pengunjung bisa belajar banyak hal.

Museum Tubuh berada tidak jauh dari Jatim Park 1 atau berlokasi di Jalan Kartika No. 1 Sisir, Kota Batu. Dari Malang, wisatawan bisa datang ke sini dengan waktu tempuh 45-60 menit jika lalu lintas lancar.

Tiket masuk Museum Tubuh atau The Bagong Adventure ini sekitar Rp70.000 saat akhir pekan. Pada hari biasa, tiket akan didiskon sebesar 30%. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.30-16.30.

54. Alun-Alun Batu

Sedikit berbeda dengan Alun-Alun Kota Malang, alun-alun yang ada di pusat Kota Batu ini lebih semarak dan menjadi tujuan wisata kuliner saat malam hari. Di sisi kiri dan kanan alun-alun terdapat cukup banyak pujasera yang menjadi buruan banyak wisatawan setiap malam. Salah satu tempat nongkrong yang asyik di kawasan ini adalah Pos Ketan Legenda yang menyajikan olahan ketan dengan aneka topping.

Alun-alun Kota Batu bebas untuk umum dan tidak dikenai biaya masuk. Meski demikian, pengunjung yang ingin naik wahana seperti bianglala akan dikenai tarif sebesar Rp3.000 sekali jalan. Setiap malam, ada ratusan orang mengantre untuk naik wahana ini agar bisa menyaksikan kota dari ketinggian.

Destinasi wisata ini buka setiap hari tanpa ada jam tutup. Untuk bianglala, biasanya tutup menjelang pukul 22.00 setiap harinya. Dari Kota Malang, hanya dibutuhkan 45 menit untuk tiba di alun-alun yang menjadi surga kuliner Batu saat malam hari.

55. Air Terjun Sumber Pitu

Air Terjun Sumber Pitu terletak di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Lokasinya berada di jalur jalan raya yang menghubungkan Malang dengan Kediri. Dengan menggunakan sepeda motor, tempat wisata di Malang ini bisa ditempuh dalam jangka waktu 1 jam dan dilanjutkan dengan jalan kaki selama 1,5-2 jam.

Jalan menuju Sumber Pitu cukup sulit dan menantang. Wisatawan harus menembus hutan dan sungai hingga akhirnya sampai ke lokasi. Karena perjalanan pergi-pulang memakan waktu 5-6 jam, disarankan untuk datang di pagi hari agar tidak terlalu siang saat tiba di lokasi dan terlalu malam saat kembali.

Kawasan ini buka dari pagi pukul 08.00 dan tutup menjelang petang. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang dan ada biaya untuk parkir. Saat berkunjung ke air terjun ini disarankan datang dengan banyak orang agar bisa saling menolong saat mengalami kejadian yang tidak diinginkan.

56. Taman Rekreasi Tlogomas

Taman Rekreasi Tlogomas sangat cocok untuk wisata keluarga dan anak-anak. Dengan tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang, wisatawan bisa menikmati keindahan alam pegunungan, danau buatan yang luas, sepeda air, kolam renang, dan tempat menarik untuk berburu foto.

Taman bermain yang buka dari pukul 09.00-17.00 ini berada di Jalan Baiduri Padan No. 17, Tlogomas, Kota Malang. Untuk sampai di sini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi karena lokasinya tidak dilewati oleh angkutan umum.

57. Batu Wonderland

Batu Wonderland adalah tempat bermain sekaligus berbelanja yang dibangun menyerupai taman air mini. Wisatawan bisa menikmati serunya bermain air di seluncuran dan menjajal wahana lain di sekitar kolam renang.

Tempat wisata ini buka dari pukul 09.00-17.00 setiap hari. Tiket masuknya Rp10.000 dari Senin sampai Sabtu dan Rp20.000 saat hari Minggu. Taman bermain ini berada di Jalan Imam Bonjol Bawah No.9 atau tidak begitu jauh dari Alun-Alun Batu. Batu Wonderland bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Malang dengan waktu tempuh satu jam.

58. Pantai Sendiki

Pantai Sendiki adalah tempat wisata di Malang yang tergolong baru dan wajib untuk dikunjungi. Pertama, pantai ini masih sepi sehingga cocok untuk tempat relaksasi. Kedua, pasir pantai di sini sangat luas dan cocok untuk olahraga seperti voli. Terakhir, air laut di sini sangat biru dan ombaknya tidak terlalu besar.

Untuk bisa sampai ke kawasan Pantai Sendiki, wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi menuju kawasan Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang waktu tempuhnya sekitar 2 jam perjalanan dengan jalanan yang cukup berliku.

Tiket masuk ke pantai ini sekitar Rp5.000 per orang belum termasuk parkir. Jarak dari lokasi parkir ke pantai tidak jauh sehingga wisatawan bisa berjalan kaki dengan santai. Pantai Sendiki buka setiap hari dari pagi hingga malam. Tidak ada jam operasional resmi karena pantai ini belum dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah.

59. Candi Kidal dan Jago

Candi Kidal dan Jogo berada tidak terlalu jauh dari Kota Malang, tepatnya di kawasan Tumpang, Kabupaten Malang. Dua candi ini memiliki desain bangunan yang unik dan sarat dengan nilai sejarah dari Kerajaan Singasari. Candi Kidal adalah tempat peraduan terakhir Ken Dedes yang melahirkan Raja-Raja dari Jawa, mulai dari Kerajaan Singasari hingga Majapahit.

Candi Kidal memiliki relief yang menceritakan perjuangan Garuda dalam memperjuangkan keadilan. Candi ini merupakan perwujudan rasa sayang seorang anak kepada ibunya yang telah meninggal. Candi Jago juga merupakan peninggalan Kerajaan Singasari dan lokasi singgah Hayam Wuruk saat blusukan ke kawasan Jawa Timur.

Dua candi yang berlokasi di kawasan Tumpang ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00. Tidak ada tiket masuk yang dipatok oleh pengelola, tetapi pengunjung bisa memberikan donasi seikhlasnya kepada penjaga untuk perawatan candi dan fasilitas yang ada di dalamnya.

60. Kampung Keramik Dinoyo

Kampung keramik Dinoyo merupakan kawasan industri rumahan yang terus bertahan hingga sekarang. Di sana, wisatawan bisa mendapatkan aneka oleh-oleh yang terbuat dari keramik mulai pot bunga, vas, patung, gelas, asbak, piring, dan barang pecah belah lain yang cocok untuk oleh-oleh.

Pengrajin yang beroperasi di kawasan ini telah menjalankan usahanya sejak tahun 1957. Selama puluhan tahun, mereka menghasilkan aneka keramik yang sudah dipesan oleh para pembeli. Biasanya ada pembeli yang memborong dalam jumlah banyak lalu dijual lagi karena produk keramik dari Malang bermutu tinggi dan memiliki ciri khas.

Kawasan kampung keramik Dinoyo buka setiap saat dan selalu ramai saat akhir pekan. Alamatnya berada di Jalan MT. Haryono XIII No. 450, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang. Dari pusat kota, diperlukan waktu tempuh 15 menit memakai kendaraan pribadi atau 30 menit dengan angkutan umum yang berkode AL, LG, LDG, dan CKL.

Demikianlah uraian lengkap tentang 60 tempat wisata di Malang yang tersebar dari kawasan pegunungan utara hingga pesisir selatan. Semoga daftar di atas bisa dijadikan rekomendasi saat liburan.

Baca Juga : 60 Tempat Wisata di Jawa Tengah yang Bisa Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Jawa Tengah yang Bisa Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata di Jawa Tengah yang Bisa Mengisi Waktu Liburan – Provinsi Jawa Tengah berada di tengah-tengah pulau Jawa, berbatasan dengan Jawa Barat di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah utara, Jawa Timur di sebelah timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Samudera Hindia di sebelah selatan. Provinsi ini terdiri dari 35 kabupaten dan kota dengan luas total 32.548 km².

Dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis berupa gunung, pegunungan, dataran rendah, dan wilayah pantai, ada banyak tempat wisata di Jawa Tengah yang bisa Anda kunjungi. Tidak hanya wisata alam, Jawa Tengah juga memiliki beragam tempat wisata sejarah, edukasi, geologi, budaya, arsitektur, kuliner, dan belanja.

Tertarik ke Jawa Tengah? Inilah enam puluh tempat wisata di provinsi ini yang tidak boleh Anda lewatkan!

1. Pantai Teluk Penyu

Berada di salah satu kabupaten paling barat di Jawa Tengah, Pantai Teluk Penyu terkenal dengan panoramanya yang menawan dan ombaknya yang tinggi. Aktivitas di pantai ini biasanya adalah bermain bola, berenang, atau melakukan watersport. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan upacara sedekah laut yang dilakukan oleh warga setempat.

Pantai ini memiliki fasilitas lengkap untuk membuat pengunjungnya nyaman, di antaranya gazebo, toilet, tempat ibadah, kolam pemancingan, dan perahu untuk menyeberang ke Pulau Nusakambangan.

Berlokasi di Cilacap Selatan 53211, hanya sekitar 2 km dari pusat Kota Cilacap, pantai ini dapat dijangkau mengunakan ojek atau taksi dari terminal dan stasiun di kota tersebut. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB dengan biaya masuk Rp5.000 per orang.

2. Benteng Pendem Cilacap

Di dalam area wisata Pantai Teluk Penyu, terdapat Benteng Pendem Cilacap, sebuah bangunan peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1861. Benteng ini berdiri di atas lahan seluas 6,5 ha dan pernah tertutup pasir pantai karena tidak terurus. Karena itulah, benteng ini diberi nama Pendem, dari kata bahasa Jawa “pendhem” berarti “tertimbun”.

Pada tahun 1986, pemerintah lokal menggali benteng ini kembali dan kini telah dibuka untuk dijadikan tempat wisata sejarah. Benteng ini dulunya digunakan sebagai benteng pertahanan Belanda dan dikelilingi oleh parit berisi air—dulunya dengan kedalaman sepuluh meter. Beberapa ruangan merupakan gudang senjata dan ruang rawat tentara yang terluka.

Lokasi benteng ini berada di Jalan Benteng, termasuk di dalam area tempat wisata Pantai Teluk Penyu. Anda dapat masuk ke benteng ini setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB. Tidak ada tiket masuk khusus, Anda hanya perlu membayar tiket masuk menuju Pantai Teluk Penyu.

3. Baturaden

Terletak di salah satu sisi lereng Gunung Slamet, Baturaden merupakan area wisata alam dengan suasana sangat sejuk dan asri. Di tempat ini, Anda tidak hanya dapat menyegarkan pikiran dan berjalan kaki melewati area hijau, tetapi juga mengunjungi beberapa tempat wisata. Ya, ada beberapa tempat menarik di dalam Baturaden, di antaranya sebagai berikut:

− Pancuran Pitu dan Pancuran Telu—merupakan dua pemandian air panas dengan kandungan belerang dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit.

− Telaga Sunyi—berada di pusat area wisata Baturaden dan merupakan mata air alami yang jernih. Untuk menjaga kelestariannya, pengunjung dilarang mandi dan berenang di telaga ini.

− Bumi Perkemahan—alternatif menginap Anda selama di Banyumas. Bumi perkemahan ini pernah dipakai untuk menyelenggarakan Jambore Nasional Pramuka pada tahun 2001.

− Kaloka Widya Mandala—merupakan kebun binatang yang diresmikan sejak tahun 1995.

− Teater Alam Baturaden—sebuah bioskop di dalam pesawat bekas Foxer 28 milik Garuda Indonesia. Film yang diputar adalah film tentang alam seperti tsunami dan erupsi Merapi.

Lokasi kompleks wisata satu ini ada di Karangmangu, Baturraden, sekitar 15 km dari pusat Kota Purwokerto. Untuk sampai ke sana, dari Stasiun Purwokerto naik angkot ke Kebondalem, dilanjutkan dengan angkot ke Baturaden. Kalau dari Terminal Purwokerto, langsung naik angkot jurusan Baturaden. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Baturaden Rp14.000; Pancuran Telu Rp10.000; Teater Alam Rp5000 per orang

4. Gua Maria Kaliori Banyumas

Gua Maria adalah tempat wisata alam dan religi di Banyumas, khususnya bagi umat Katolik. Sebagai tempat wisata alam untuk masyarakat umum, tempat wisata ini menawarkan pemandangan gua yang sering dikunjungi keluarga dan anak-anak.

Sebagai tempat ziarah umat Katolik, Gua Maria Kaliori diberkati oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II dalam Misa Agung di Yogyakarta pada 10 Oktober 1989. Dua bulan kemudian, gua ini pun diresmikan penggunaannya untuk ziarah umat Katolik.

Gua ini memiliki fasilitas pendukung untuk membuat pengunjung nyaman, di antaranya: aula, pemakaman imam dan uskup, toilet dan kamar mandi, gereja, Taman Rosario Hidup, pendapa, ruang pengakuan dosa, kapel, dan rumah retret. Ada juga toko cendera mata tempat Anda dapat membeli aneka suvenir bertema Katolik.

Gua yang ramai dikunjungi para penziarah setiap bulan Desember ini terletak di Jalan Gua Maria Kaliori, Kalibagor, Banyumas, atau sekitar 20 km dari Purwokerto. Untuk sampai ke sini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau ojek.Tempat ini buka setiap hari selama 24 jam, tetapi pemesanan tempat hanya dapat dilakukan pukul 08.00-16.00 WIB. Tidak ada biaya masuk, hanya ada beberapa sumbangan sukarela dan biaya menyewa beberapa fasilitas.

5. Dream Land Water Park

Dream Land Water Park adalah taman rekreasi air seluas delapan hektare di Kabupaten Banyumas. Wahana yang ada di taman ini merupakan salah satu yang terlengkap di Jawa Tengah. Tempat wisata ini memiliki mata air alami yang menjadi sumber airnya, sehingga Anda dapat menikmati rasanya bermain di air yang segar dan bersih karena mengalir setiap hari.

Terletak di Pancasan, Ajibarang, Banyumas 53163, taman rekreasi air satu ini lebih mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi, ojek, atau taksi. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp20.000 per orang.

6. Owabong Waterpark Purbalingga

Owabong merupakan sebuah taman rekreasi air dengan luas 4,8 ha di Purbalingga. Area ini merupakan kolam renang pribadi warga Belanda pada zaman penjajahan, kemudian dibeli oleh seorang keturunan Tiongkok, sebelum akhirnya dibeli oleh pemerintah daerah setempat. Pemerintahlah yang kemudian membangun tempat tersebut menjadi tempat wisata untuk umum.

Di taman rekreasi air ini, terdapat lima belas wahana yang bisa Anda nikmati, di antaranya kolam arus, ember tumpah, kolam pesta air, kolam permainan, rafting adventure, dan terapi ikan. Ada juga wahana yang berada di darat seperti bioskop 4D dan sirkuit go-kart.

Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB dengan biaya masuk Rp23.000 pada akhir pekan atau liburan dan Rp18.000 setiap Senin sampai Jumat. Untuk sampai ke sini, dari Terminal Purbalingga Anda dapat naik angkutan kota atau bus jurusan Purbalingga-Bobotsari atau Purbalingga-Pemalang.

7. Waduk Mrica Banjarnegara

Pemandangan menakjubkan Waduk Mrica sudah menunggu Anda di Banjarnegara. Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang membuat pengunjung merasa puas, di antaranya perahu motor, perahu dayung, pemancingan, padang golf, dan area permainan anak. Anda juga dapat berjalan-jalan di area tepi waduk yang asri, lalu berhenti untuk menikmati kuliner khas Banjarnegara seperti dawet dan serabi.

Dengan panjang 6,5 km dan luas 1.250 ha, Waduk Mrica merupakan bendungan terpanjang di Asia Tenggara dan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 184,5 megawatt, daya listrik yang cukup besar untuk dialirkan di Pulau Jawa dan Bali.

Letaknya sekitar 9 km dari pusat Kabupaten Banjarnegara. Anda dapat menuju ke sini menggunakan angkutan kota atau ojek dari Terminal Banjarnegara. Tempat ini buka setiap hari dengan biaya masuk hanya Rp2.000 per orang.

8. Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas

Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas terletak di Jalan Selamanik 33, Kutabanjar, Kabupaten Banjarnegara. Dibangun di atas lahan seluas 10 ha, taman rekreasi ini merupakan kebun binatang terbesar di bekas wilayah karesidenan Banyumas. Selain melihat berbagai hewan yang tinggal di tempat wisata keluarga ini, Anda dapat menyaksikan pemandangan indah Lembah Sungai Serayu dari tempat ini.

Untuk menuju ke sana, Anda dapat naik ojek, angkutan kota, atau menggunakan bendi karena memang jaraknya dari pusat Kabupaten Banjarnegara cukup dekat. Begitu pula dari Terminal Banjarnegara, jaraknya hanya sekitar 2 km. Waktu operasional tempat ini adalah setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB, dengan biaya masuk Rp15.000 per orang.

9. Dataran Tinggi Dieng

Dataran tinggi Dieng termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dataran tinggi ini adalah tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika Anda berniat berkeliling di Jawa Tengah. Selain bisa menikmati suasana alam yang masih sangat asri dan segar, Anda dapat menikmati daya tarik wisata berikut ini.

● Telaga Warna—mendapat sebutan ini karena warna airnya sering berubah. Terletak pada ketinggian 2.000 mdpl, telaga ini memiliki pemandangan menawan hati. Selain itu, di Dieng terdapat juga Telaga Merdada dan Telaga Pengilon.

● Bukit Sikunir—tempat Anda dapat melihat matahari terbit di Dieng. Pemandangannya sangat menakjubkan karena Anda akan merasakan sensasi berada di atas awan.

● Kawah Sikidang—merupakan kawah dengan aktivitas vulkanik yang masih aktif. Kawah seluas 200 m2 berbentuk cukup datar sehingga pengunjung dapat melihat gumpalan asap kawah yang mengandung belerang.

● Kompleks Candi Dieng—merupakan kompleks candi Hindu Syiwa yang mulai dibangun pada awal abad ke-8. Luas keseluruhan kompleks candi ini adalah 1.8 km x 0.8 km.

● Dieng Plateu Theater—tempat Anda dapat menyaksikan film tentang Dieng, seperti kondisi geografis, sejarah, dan budaya.

● Wisata kuliner—Anda dapat mencicipi makanan khas Dieng seperti mi ongklok, olahan buah carica, dendeng gepuk, kacang babi, dan opak kucai.

Nah, untuk bisa menikmati seluruh daya tarik di atas, Anda bisa datang setiap hari atau bahkan menginap di area Dieng. Ada banyak penginapan berharga terjangkau yang bisa Anda pilih. Selain itu, Anda juga perlu membayar Rp10.000 untuk masuk ke kawasan Dieng melalui Tol Garung; Rp7.200 untuk ke Candi Arjuna; Rp8.500 ke Telaga Warna; Rp7.500 ke Kawah Sikidang; Rp4.000 ke Dieng Plateu Theater. Harga tersebut hanya berlaku untuk wisatawan domestik.

Untuk menuju tempat ini, Anda sebaiknya menggunakan mobil atau bus sewa dengan sopir yang telah berpengalaman menyetir di dataran tinggi yang jalannya berkelok-kelok.

10. Arung Jeram Sungai Serayu

Sungai Serayu sepanjang 181 km mengalir melalui empat kabupaten di Jawa Tengah, yaitu: Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas. Hulu sungainya berada di lereng Gunung Prau di Dieng, Wonosobo. Anda dapat berkunjung ke sungai ini kalau ingin merasakan aktivitas menantang, arung jeram Sungai Serayu.

Arung jeram dapat dilakukan di Wonosobo dan Banjarnegara, kedua lintasan sama-sama menantang. Untuk jalur Wonosobo, Anda dapat memilih panjang lintasan dan titik mulai berbeda, tetapi rata-rata adalah sepanjang 20 km. Arung jeram dilakukan pada pagi hari dan diliburkan ketika cuaca dan arus sungai dinilai tidak aman. Biaya yang dikeluarkan antara Rp200.000-Rp300.000 per orang. Kalau Anda ingin melakukannya di jalur Banjarnegara, jarak lintasan antara 14 km dan 28 km dengan biaya Rp210.000-Rp360.000 per orang.

Dengan pengaturan sebelumnya, penyedia jasa arung jeram dapat menyediakan termasuk transportasi lokal, minuman, kelapa muda pada saat arung jeram, makanan, dan sertifikat rafting.

11. Pantai Menganti

“Surga di pantai Selatan Jawa”, itulah sebutan yang banyak diberikan orang kepada Pantai Menganti di Kabupaten Kebumen. Sebutan yang tidak berlebihan untuk pemandangan alam yang luar biasa; pantai berpasir putih, air laut yang hijau dengan deburan ombak tinggi, dan perbukitan hijau di sepanjang pantai. Kombinasi ketiganya menghadirkan pemandangan menakjubkan.

Di perbukitan sepanjang pantai, terdapat gubuk-gubuk tempat pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai dan semilir air laut. Sayangnya, lokasinya di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah sulit dijangkau. Anda harus naik motor sehingga transportasi ojek adalah pilihan tepat. Namun, perjuangan selama perjalanan akan terbayar lunas dengan panorama menakjubkan satu-satunya pantai berpasir putih di Jawa Tengah ini.

Harga tiket masuk ke Pantai Menganti adalah Rp10.000 per orang. Pantai ini buka setiap hari. Anda dapat berkemah di sana sembari menunggu matahari terbit.

12. Gua Jatijajar

Gua terbaik dan terindah di Kabupaten Kebumen ini tidak hanya menyajikan pemandangan gua kapur dengan stalaktit dan stalakmit besar, tetapi juga memiliki mitosnya sendiri. Menurut masyarakat, gua ini merupakan tempat bertapa putra mahkota Kerajaan Pajajaran, Raden Kamandaka. Kisah pertapaannya kemudian dikisahkan melalui 32 patung di dalam gua.

Gua dengan panjang 250 m; lebar 15 m; tinggi 12 m memiliki tujuh sungai mengalir di dalamnya. Anda tidak diperbolehkan mandi di dalam gua, tetapi Anda dapat mandi di kolam air alami yang ada di luar gua, tempat terdapat patung dinosaurus yang bagian mulutnya mengeluarkan air.

Gua Jatijajar terletak di Jalan Jatijajar, Kecamatan Ayah. Untuk menuju lokasi, Anda dapat naik angkutan kota dari pusat Kabupaten Kebumen ke Terminal Gombong, lalu pindah angkutan ke Kecamatan Ayah, dan dilanjutkan dengan ojek ke lokasi. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 09.00-18.00 WIB dengan biaya masuk Rp7.000 per orang.

13. LIPI Geologi Karangsambung

Dasar samudra ada di bawah kaki Anda, itulah sensasi yang akan Anda rasakan ketika berlibur di LIPI Geologi Karangsambung. Terletak di Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, cagar alam geologi ini merupakan dasar lautan 120 juta tahun silam, dibuktikan dengan kekayaan fosil dan batuan dasar laut berusia tua yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Aneka batuan—beku, sedimen, metamorf—ada di situs geologi ini, tidak terkecuali jenis-jenis batu mulia. Anda dapat menyaksikan sendiri batuan tersebut, dengan banyak di antaranya masih ada di alam aslinya. Pengunjung ke tempat wisata edukasi ini biasanya datang dalam rombongan.

Untuk sampai ke lokasi, dari Terminal Kebumen atau Stasiun Kebumen, Anda dapat naik angkutan kota ke terminal dalam kota Kebumen, dilanjutkan dengan angkutan kota ke Karangsambung. Turun di Terminal Karangsambung, Anda harus berjalan kaki kurang lebih 500 m untuk sampai lokasi. Tempat ini tutup pada hari libur dan tiket masuknya adalah Rp10.000.

14. Pantai Ketawang Purworejo

Pantai Ketawang masih cukup sepi dibandingkan pantai terkenal lain di Purworejo, Pantai Jatimalang. Pantai ini memiliki ciri khas dengan bangunan mercusuarnya yang besar dan tinggi. Mercusuar ini dikelilingi rawa dan sawah yang digunakan warga untuk beternak ikan dan bercocok tanam. Selain bermain di pantai, di tempat wisata ini Anda juga dapat melihat pemandangan alam Pegunungan Sewu dan Perbukitan Menoreh yang hijau.

Pantai ini terletak di perbatasan Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Purworejo. Anda dapat naik angkutan umum dari pusat Kabupaten Purworejo sampai ke Kecamatan Grabag, kemudian melanjutkan perjalanan ke pantai menggunakan ojek. Pantai ini buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp5.000.

15. Gua Seplawan Purworejo

Gua Seplawan adalah gua kapur sepanjang 700 m. Anda harus menuruni tangga untuk masuk ke dalam gua, di dalamnya terdapat kolam, stalaktit, dan stalakmit. Selain memiliki arca emas Dewa Syiwa dan Parwati, Gua Seplawan memiliki 34 lorong yang belum sepenuhnya terungkap. Salah satu lorong tersebut, menurut mitos, adalah jalan khusus Nyi Roro Kidul.

Keindahan Gua Seplawan tidak hanya ada di dalam gua, melainkan juga alam sekitarnya. Di luar gua ada sebuah bukit hijau tempat Anda dapat melihat Waduk Sermo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan lima gunung sekaligus, yaitu: Merbabu, Merapi, Slamet, Sindoro, dan Sumbing.

Terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, letak gua ini berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Cara termudah untuk menuju tempat ini adalah menggunakan ojek atau kendaraan pribadi. Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp3.000.

16. Candi Borobudur

Sering dimasukkan dalam paket wisata Yogyakarta, Candi Borobudur sebenarnya terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi Buddha terbesar di Asia Tenggara ini merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Indonesia.

Diperkirakan selesai dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Syailendra, candi ini memiliki 1 stupa utama di puncak, 72 stupa yang mengelilinginya, dan 504 arca. Candi dengan luas bangunan 15.129 m2 ini bukan hanya wisata sejarah, tetapi juga menunjukkan kemegahan arsitektur Indonesia zaman dulu. Candi ini juga merupakan tempat penting bagi penganut Buddha.

Alat transportasi umum menuju Borobudur adalah bus dari Terminal Jombor Yogyakarta atau angkutan kota dari Kota atau Kabupaten Magelang, turun di Terminal Borobudur. Dari terminal ini, Anda dapat berjalan kaki ke pintu masuk candi yang buka setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk per orang adalah Rp40.000.

17. Taman Kiai Langgeng

Ingin berjalan-jalan santai dan melihat koleksi tanaman langka?

Datanglah ke Taman Kiai Langgeng, taman di Magelang yang ditumbuhi tanaman langka, memiliki koleksi hewan, dan ada area khusus untuk taman lalu-lintas. Tempat wisata ini cocok untuk keluarga dengan anak-anak karena di tempat ini mereka dapat belajar banyak hal. Selain melihat apa yang ada di taman, pengunjung juga dapat melihat ikan-ikan di akuarium, berenang di kolam, menonton film di bioskop 6D, dan naik go-kart.

Taman Kiai Langgeng buka setiap hari pukul 08.00-16.30, berlokasi di Jalan Cemp. 6 Kemirirejo, Kota Magelang. Cara terbaik menuju ke sana dari Terminal Magelang adalah menggunakan ojek. Harga tiket masuknya Rp20.000 tiap Senin sampai Jumat; Rp25.000 setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional; Rp35.000 setiap hari lebaran.

18. Monumen Meteorit Wonotirto Temanggung

Monumen Wonotirto adalah monumen tidak biasa, merupakan monumen yang menandai titik jatuhnya meteorit pada 11 Mei 2001. Meteorit memang sering jatuh ke bumi, tetapi yang benar-benar sampai ke permukaan tanah adalah hal yang cukup langka. Meteorit yang jatuh di Wonotirto sendiri berukuran satu kepalan tangan orang dewasa ketika mendarat di tanah.

Sebuah monumen dibangun untuk memperingati peristiwa tersebut. Lokasinya berada di Wunut-Wonotirto, Kecamatan Bulu, Temanggung. Anda dapat naik angkutan kota atau ojek dari tiga terminal di Temanggung menuju lokasi. Tidak ada biaya masuk dan jam buka karena merupakan area terbuka.

19. Wisata Alam Lembah Sindoro Posong

Temanggung memang memiliki dua gunung cantik, Sindoro dan Sumbing. Saat Anda berada di sini, jangan lupa singgah ke tempat wisata alam Lembah Sindoro Posong. Panorama pegunungan yang menakjubkan akan menyambut Anda sepanjang perjalanan. Sesampainya di tempat wisata, Anda dapat duduk di gubuk, menikmati udara segar, mengambil foto pemandangan alam, dan melihat matahari terbit jika Anda datang saat masih gelap.

Terletak di Posong, Kledung, Temanggung, Anda sebaiknya menuju ke sana menggunakan motor karena jalannya yang cukup sempit dan menanjak. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 04.00-17.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp4.000 per orang.

20. Waduk Malahayu

Setelah sejak tadi membahas tempat wisata di jalur pantai selatan Jawa Tengah, saatnya membahas pariwisata di jalur pantai utara yang tidak kalah indahnya. Dimulai dari Kabupaten Brebes di ujung barat Jawa Tengah, terdapat Waduk Malahayu. Bendungan seluas 944 ha ini memiliki pemandangan indah dan dikelilingi oleh perbukitan. Sepanjang jalan ke sana, pengunjung juga akan melalui hutan jati yang rimbun di wilayah Tanjung.

Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Anda dapat naik angkutan umum dari Terminal Tanjung ke Pasar Banjarharjo, dilanjutkan dengan ojek atau sewa kendaraan pribadi menuju lokasi. Tiket masuk untuk pengunjung bermobil Rp5.000 dan pengunjung bermotor Rp2.000. Waduk ini buka setiap hari ketika siang.

21. Desa Wisata Cisereuh

Tempat wisata satu ini termasuk ke dalam wisata budaya. Di sinilah Anda dapat melihat kebudayaan masyarakat tradisional Dusun Jalawastu. Pada setiap hari Selasa Kliwon, Anda dapat menyaksikan Upacara Ngasa, yaitu upacara adat sebagai wujud syukur terhadap Tuhan atas semua rezeki yang telah diberikan kepada masyarakat setempat.

Desa Cisereuh terletak di Kecamatan Ketangguhan, Kabupaten Brebes. Anda dapat naik angkutan umum dari pusat Kabupaten Brebes menuju Kecamatan Ketangguhan, dilanjutkan dengan ojek atau sewa kendaraan menuju lokasi. Untuk melihat Upacara Ngasa, datanglah pada hari Selasa Kliwon pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB.

22. Pemandian Air Panas Guci

Lelah menempuh perjalanan darat untuk berlibur di Jawa Tengah?

Berhentilah sejenak di Tegal untuk memanjakan diri di Pemandian Air Panas Guci. Pemandian air panas alami ini berada di kaki Gunung Slamet dan memiliki luas 210 ha. Anda dapat berenang di kolam air panas atau relaksasi otot di sepuluh pancuran yang ada di sana. Menurut mitos, air pancuran ini dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit.

Selain untuk mandi, Anda dapat menikmati panorama kaki Gunung Slamet, bermain tenis atau sepak bola, atau berkemah. Anda dapat berkeliling tempat wisata ini dengan naik kuda. Untuk menginap, tersedia hotel di tempat wisata ini.

Tempat wisata ini terletak di Jalan Objek Wisata Guci, Cigedong, Bumijawa. Gunakan alat transportasi bus menuju Terminal Tegal, lanjutkan dengan angkutan kota menuju Desa Tuwel, kemudian naik ke Guci dengan kendaraan bak terbuka. Harga tiket masuk Rp4.500 (anak-anak) dan Rp5.000 (dewasa) pada hari biasa dan lebih mahal Rp2.000 pada hari libur.

23. Situs Purbakala Semedo

Situs Purbakala Semedo adalah tempat wisata baru yang diperkirakan akan segera mendunia. Sejak ditemukan pada tahun 2003, dari situs ini telah ditemukan berbagai fosil hewan purba seperti gajah, kerbau, rusa, babi, kuda nil, dan penyu. Tentu, semuanya merupakan ‘versi’ purba, tidak sama seperti binatang tersebut yang hidup saat ini. Selain itu, dari situs ini juga ditemukan benda-benda kuno seperti beragam kapak, batu berfaset, dan batu pukul.

Situs ini terletak di Desa Semedo, Kecamatan Kedung Banteng, Tegal dan buka setiap hari pukul 10.00-16.00 WIB. Situs ini masih dalam tahap akhir pembangunan lebih jauh agar dapat menampung wisatawan dunia. Untuk saat ini, cara termudah menuju ke sana adalah memakai kendaraan pribadi atau sewa.

24. Pantai Alam Indah Tegal

Pantai Alam Indah atau sering disingkat PAI adalah pantai di pesisir utara Jawa Tengah. Seperti umumnya pantai utara, PAI memiliki ombak yang tidak setinggi rata-rata pantai selatan sehingga cukup aman bagi penguntung untuk berenang di sini.

Panorama pantai ini cukup indah, apalagi sejak diadakan pembersihan dan penataan ulang pantai pada akhir tahun 2016.Pantai ini juga tampak unik dengan adanya anjungan sepanjang 100 m yang menjorok ke laut.

Harga tiket masuk ke PAI adalah Rp10.000; waktu operasionalnya setiap hari pukul 05.00-21.00 (pada Sabtu malam, masuk terakhir pukul 20.00 WIB). Lokasinya di Jalan Bali, Martoloyo, Mintaragen tidak jauh dari pusat Kota Tegal dan dapat dicapai menggunakan kendaraan umum jalur wisata.

25. Curug Sibedil

Ingin berkunjung ke air terjun yang belum tersentuh oleh pembangunan manusia?

Curug Sibedil di Kabupaten Pemalang adalah jawabannya. Air terjun setinggi 10 m ini berada di daerah yang masih asri dengan perbukitan rendah yang belum dibangun oleh manusia. Air terjun ini dinamai “sibedil” yang berarti “senapan”, karena di air terjun ini terdapat batu berbentuk seperti moncong senapan.

Air terjun ini terletak di Jalan Kyai Abdurrosyid, Karangbulu, Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Dari Terminal Pemalang, Anda dapat naik angkutan kota ke Terminal Moga, kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkutan desa ke Mandiraja. Turun di SDN 5 Sima, kemudian berjalan kaki 300 m ke lokasi. Tempat ini buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB dengan tiket masuk gratis.

26. Museum Batik Pekalongan

Batik pekalongan merupakan salah satu motif batik paling terkenal di Indonesia. Ada sejumlah 1.149 koleksi batik yang dapat Anda lihat di Museum Batik Pekalongan. Selain itu, Anda juga dapat melihat proses pembuatan batik tulis dan belajar membatik.

Museum Batik Pekalongan menggunakan gedung tua peninggalan Belanda yang terletak di Jalan Jatayu 3, Panjang Wetan, Pekalongan. Museum ini buka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp5.000 (dewasa); Rp2.000 (anak SMA ke bawah); Rp10.000 (turis mancanegara). Untuk mencapai lokasi, dari Stasiun Pekalongan naiklah angkutan kota berwarna oranye, lalu turun di depan museum.

27. Poros Pulau Jawa

Tidak hanya terkenal dengan batiknya, Pekalongan juga merupakan poros Pulau Jawa. Titik tengah ini tidak jauh dari Museum Batik Pekalongan; sama-sama berada di Jalan Jatayu, Panjang Wetan. Jadi, kalau Anda datang ke museum, mampirlah ke titik tengah Pulau Jawa yang berupa tugu kecil bernama MYPAAL, berasal dari Bahasa Belanda yang berarti tugu nol kilometer.

Meskipun hanya berupa tugu kecil, poros ini memiliki sejarah panjang. Ketika dimulai pembangunan jalan Daendels sepanjang 1.100 km dari Anyer sampai Panarukan pada tahun 1808, titik inilah yang menjadi tonggak awal pembangunannya. Berada di area terbuka, Anda tidak perlu membayar untuk melihat dan berfoto di tugu ini.

28. Pasar Batik Setono

Ingin berbelanja batik pekalongan?

Datang ke Pasar Batik Setono saja. Di sini terdapat batik cap dan tulis dalam bermacam motif batik pekalongan. Anda dapat memilih mulai dari batik berkualitas tinggi yang mahal—misalnya batik tulis berbahan sutra—sampai batik cap murah untuk oleh-oleh teman atau keluarga. Batik dapat dibeli dalam bentuk kain maupun baju dalam berbagai ukuran.

Pasar batik ini terletak di tepi Jalur Pantura Tegal-Semarang, tepatnya di daerah Karangmalang, Pekalongan Timur. Jika Anda naik bus antarkota atau antarprovinsi, Anda dapat langsung turun di depan pasar ini. Pasar ini buka pukul 09.00-17.00 WIB dan tidak ada biaya masuk.

29. Pantai Sigandu

Dari Kabupaten Pekalongan ke timur, ada Kabupaten Batang dengan wisata pantainya yang menawan hati. Pantai Sigandu namanya, merupakan pantai yang banyak ditumbuhi pohon cemara dan dilengkapi fasilitas umum untuk membuat pengunjung nyaman. Di pantai ini juga terdapat Dolphins Center Batang, tempat Anda dapat berenang dengan lumba-lumba atau melakukan terapi.

Pantai ini terletak hanya 4 km dari pusat Kota Batang, tepatnya di Desa Klidang Lor. Anda dapat menuju lokasi menggunakan ojek atau kendaraan pribadi. Pantai ini buka setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB dan memiliki harga tiket masuk Rp5.000 (pantai) dan Rp25.000 (Dolphins Center).

30. Pantai Ujung Negoro

Pantai Ujung Negoro memiliki panorama eksotis dengan pohon ketapang yang berjajar di sepanjang bibir pantai. Pada salah satu sisi pantai, terdapat bukit berbatu yang bisa jadi tempat Anda mengamati panorama pantai sampai puas.

Ada juga dermaga kecil yang menjorok ke laut, tempat pengunjung berfoto dengan Laut Jawa sebagai latarnya. Ombaknya tidak terlalu tinggi, menjadikan pantai ini aman untuk dipakai berenang oleh pengunjung.

Biaya masuk ke pantai ini hanya Rp3.000 per orang, buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB. Sayangnya, pantai yang terletak di Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang—sekitar 7 km dari Jalur Pantura—ini hanya dapat dicapai dengan ojek atau kendaraan pribadi.

31. Curug Klenting Kuning

Diberi nama Klenting Kuning—nama gadis cantik dalam cerita rakyat Ande-Ande Lumut—air terjun ini memiliki tebing berwarna kuning. Tingginya memang hanya 8 m, tetapi letaknya di lereng Gunung Ungaran sehingga masih sangat asri. Inilah tempat wisata untuk Anda yang ingin menjauh sebentar dari keramaian kota dan menikmati pemandangan air terjun di tengah hutan.

Jangan salah, air terjun ini terletak di Kabupaten Semarang, bukan Kota Semarang—ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Lokasi tepatnya di Sumawono, Gondang, Limbangan, dan sebaiknya dituju menggunakan sepeda motor. Tempat wisata ini buka setiap hari dengan tiket masuk Rp3.000 (hari biasa) dan Rp5.000 (hari libur).

32. Kebun Teh Medini

Tempat wisata di Jawa Tengah ini belum banyak dikenal, tetapi bisa menjawab rasa penasaran pengunjung yang ingin tahu seperti apa kebun teh di provinsi satu ini. Letaknya ada di Kabupaten Kendal dengan ketinggian 1.500 mdpl sehingga sangat sejuk dan cocok untuk dijadikan tujuan hiking.

Kebun teh ini buka setiap hari, tetapi sebaiknya dituju pada siang hari agar pemandangan indahnya terlihat jelas. Transportasi yang digunakan sebaiknya motor atau SUV. Rute dari Semarang adalah melalui Pasar Jrakah, Boja, Mijen, Cangkiran, dan Taman Rejo. Rute dari Ungaran adalah Pasar Ungaran, Gunung Pati, dan Cangkiran. Harga tiket masuknya Rp2.500 per orang.

33. Kota Lama Semarang

Begitu sampai di ibu kota Jawa Tengah, Kota Semarang, tidak perlu bingung harus melakukan apa. Anda dapat memulai liburan dengan berkeliling di Kota Lama Semarang.

Di area yang berada di Semarang Utara ini, Anda dapat melihat arsitektur tempo dulu misalnya Pabrik Rokok Praoe Lajar, Stasiun Tawang, persimpangan tengah Kota Lama, dan Polder Air Tawang. Uniknya, Kota Lama juga memiliki bangunan modern yang cukup populer, misalnya 3D Trick and Art Museum dan Semarang Contemporary Art Gallery. Di area ini, Anda juga dapat menikmati kuliner di kafe berdesain klasik.

Area Kota Lama dapat dicapai dengan berjalan kaki 600 m dari Stasiun Tawang Semarang atau menggunakan bus Trans Semarang dari Terminal Terboyo, turun di shelter Stasiun Tawang. Kota Lama buka setiap hari selama 24 jam dan gratis untuk dimasuki, tetapi beberapa gedung di area tersebut buka pada jam tertentu dan berbayar.

34. Gereja Blenduk Semarang

Gereja Blenduk atau yang bernama resmi GPIB Immanuel berada di area Kota Lama Semarang. Gereja Protestan ini dibangun pada tahun 1753 dan merupakan gereja tertua di Jawa Tengah. Di dalam gereja, masih tersimpan alat musik orgel yang telah berusia ratusan tahun.

Gereja ini memiliki arsitektur unik berbentuk oktagonal—segi delapan. Sebutan “blenduk” sendiri berasal dari kata bahasa Jawa “mblenduk” yang berarti “menggelembung”. Sebutan ini merujuk pada bentuk kubah gereja yang memang menggelembung.

Gereja ini terletak hanya 500 m dari Stasiun Tawang dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Waktu operasional bagi wisatawan adalah pukul 09.00-16.00 WIB (Senin-Sabtu); 13.00-16.00 WIB (Minggu); tutup ketika berlangsung pemberkatan. Harga tiket masuk adalah Rp10.000.

35. Lawang Sewu

Gedung tua peninggalan Belanda ini disebut Lawang Sewu yang berarti “pintu seribu” karena memang memiliki banyak pintu. Gedung yang dibangun tahun 1904 ini menjadi saksi sejarah pertempuran Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang.

Tempat wisata di Jawa Tengah Lawang Sewu menjadi tujuan wajib wisatawan di Semarang dan sering digunakan untuk foto pranikah. Uniknya, gedung ini juga dipercaya banyak dihuni makhluk halus karena ada banyak orang yang meninggal di sana semasa penjajahan.

Terletak di Jalan Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Anda dapat mencapai lokasi menggunakan bus Trans Semarang dari Kota Lama. Waktu operasionalnya setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB dan harga tiket masuknya Rp10.000 (Lawang Sewu) dan Rp30.000 (ruang bawah tanahnya).

36. Masjid Agung Jawa Tengah

Dibangun di atas lahan seluas 10 ha pada tahun 2001, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) memiliki perpaduan gaya arsitektur Jawa, Arab, dan Yunani. Masjid megah ini merupakan masjid provinsi yang tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga menjadi tempat wisata yang disukai turis.

Masjid ini dapat memuat 16.000 jemaah, memiliki 1 kubah berdiameter 20 m, 5 menara setinggi 66 m dan 99 m, dan 6 payung raksasa seperti di Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini juga memiliki Alquran besar berukuran 145 cm x 95 cm dan beduk berdiameter 220 cm.

MAJT yang beralamat di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang ini buka setiap hari selama 24 jam dan tidak memiliki biaya masuk apa pun. Anda dapat naik taksi atau bus Trans Semarang dari Lawang Sewu menuju MAJT.

37. Rawa Pening

Dikelilingi oleh tiga gunung—Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran—Rawa Pening adalah danau alami dengan panorama menakjubkan. Dulunya merupakan danau air dalam, tetapi mengalami pendangkalan karena menjadi hulu dari Sungai Tuntang. Kini, danau ini banyak ditumbuhi eceng gondok dan tampak semakin indah ketika musim berbunga.

Selain panoramanya, Rawa Pening terkenal dengan Legenda Baru Klinting-nya. Menurut legenda ini, Rawa Pening terbentuk dari air yang muncul melalui cabutan lidi. Adapun tempat wisata ini memiliki harga tiket masuk Rp7.500 dan buka pada pukul 08.30-21.00 WIB.

Terletak di Kabupaten Semarang, Rawa Pening berbatasan dengan empat kecamatan. Untuk menuju lokasi, Anda dapat naik bus jurusan Yogyakarta atau Solo dari Terminal Terboyo dan turun di Ambarawa, dilanjutkan dengan angkot menuju lokasi.

38. Museum Kereta Api Ambarawa

Ingin merasakan pengalaman naik kereta tua?

Datanglah ke Museum Kereta Api Ambarawa, rasakan sensasi naik kereta diesel dan uap berusia ratusan tahun dengan rute Ambarawa-Tuntang dan Ambarawa-Bedono. Rute pertama akan membawa Anda melewati pemandangan Rawa Pening, sedangkan rute kedua akan menanjak melewati perbukitan, Gunung Ungaran, dan Gunung Merbabu. Jika tidak naik kereta, Anda dapat melihat-lihat koleksi museum yang dulunya stasiun kereta api ini.

Tiket masuk museum Rp5.000, sedangkan tiket naik kereta untuk lama perjalanan sekitar satu jam adalah Rp50.000 per orang. Museum ini buka pukul 08.00-17.00 WIB, sedangkan pemberangkatan kereta setiap pukul 10.00, 12.00, dan 14.00 WIB. Anda dapat naik bus Trans Semarang dari Kota Semarang, turun di Monumen Palagan, dilanjutkan dengan jalan kaki sepuluh menit atau naik angkutan kota ke lokasi.

39. Kuliner Salatiga Jalan Fatmawati

Anda dapat berwisata kuliner di Salatiga, tepatnya di sepanjang Jalan Fatmawati, sekitar 6 km dari Terminal Tamansari. Di sepanjang jalan, terdapat banyak tempat makan yang menjual berbagai menu seperti sate kambing, soto ayam, lotek, dan soto rumput.

Anda dapat menggunakan angkutan kota untuk mencapai jalan ini dari Terminal Tamansari Salatiga. Tidak ada biaya masuk, sedangkan jam bukanya tergantung pada masing-masing restoran dan kafe yang ada di sana.

40. Pusat Grosir Solo

Kota Solo memang terkenal dengan batiknya. Anda dapat berbelanja batik lengkap dan murah di Pusat Grosir Solo (PGS), pasar batik yang bangunannya sudah mirip mal. Anda dapat dengan nyaman berbelanja aneka batik solo dengan berbagai rentang harga. Di belakang PGS ini, terdapat pusat kuliner tempat Anda dapat mencicipi aneka makanan khas Solo.

Anda dapat naik bus Batik Solo Trans dari Terminal Purwosari Solo, turun di halte dekat PGS, kemudian dilanjutkan jalan kaki. Tempat ini buka setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB dan gratis dimasuki.

41. Keraton Surakarta Hadiningrat

Solo adalah salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki keluarga kerajaan. Anda dapat melihat budaya kota satu ini di Keraton Surakarta Hadiningrat, yang memiliki luas 54 ha dari kompleks Alun-Alun Utara ke Alun-Alun Selatan. Bangunan keraton megah dan eksotis, terutama di zamannya yang dibangun pada tahun 1744.

Tidak hanya arsitektur klasik Jawa yang dapat Anda lihat di sini, pada saat tertentu Anda pun dapat menyaksikan warisan budaya Keraton Surakarta. Misalnya, ada acara grebeg, sekaten, kirab, dan pertunjukan tarian sakral.

Tempat wisata di Jawa Tengah Keraton Surakarta beralamat di Jalan Sidikoro, Balurwati, Pasar Kliwon. Dari Pasar Grosir Solo, Anda dapat berjalan kaki atau naik becak sekitar 700 m. Keraton ini tutup setiap hari Jumat dan buka pada Senin sampai Kamis pukul 09.00-14.00 WIB; Sabtu dan Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp15.000 untuk wisatawan asing.

42. Monumen Pers Nasional

Berupa bangunan bersejarah dan museum, Monumen Pers Nasional memasang koleksi teknologi reportase di Indonesia, seperti mesin ketik, pemancar, telepon, dan kentongan. Dalam kompleks monumen ini, terdapat gedung lama yang pernah digunakan untuk pertemuan Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 1918.

Monumen ini terletak di Jalan Gadjah Mada 76, Timuran, Banjarsari, Surakarta dan dapat ditempuh menggunakan bus Batik Solo Trans dari bandara dan beberapa terminal di Surakarta. Buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB, monumen ini dapat dimasuki dengan gratis.

43. Candi Plaosan dan Candi Sewu

Candi Plaosan dan Candi Sewu merupakan Candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Penangkaran dan Rakai Pikatan. Keduanya merupakan pemimpin beragama Hindu, tetapi Mataram pada saat abad ke-8 dan ke-9 mendapat pengaruh kuat dari Dinasti Syailendra yang beragama Buddha.

Candi Sewu letaknya sangat dekat dengan Candi Prambanan dekat perbatasan Yogyakarta-Klaten, sedangkan Candi Plaosan berada 1,5 km di sebelah timur Candi Sewu. Alamat lengkap kedua candi ada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Untuk menuju ke kedua candi dari Yogyakarta, Anda dapat naik Trans Jogja, turun di Candi Prambanan, dilanjutkan dengan kereta mini. Jika dari arah Klaten, Anda dapat naik bus jurusan Solo-Jogja, dan dilanjutkan dengan ojek menuju candi. Waktu operasional candi adalah setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp5.000 (Candi Plaosan) dan sudah termasuk dalam tiket Prambanan (Candi Sewu).

44. Umbul Ponggok

Ada yang unik dari snorkeling di Umbul Ponggok ini. Bukannya di laut, Anda akan melakukan snorkeling di sumber air alami dengan ukuran 50 x 25 m. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, Tempat wisata di Jawa Tengah Umbul Ponggok bukanlah kolam renang buatan. Lantainya berupa pasir alami, airnya jernih, dan ada ribuan ikan berwarna-warni. Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin berfoto di bawah air atau sekadar latihan sebelum snorkeling di lautan lepas.

Umbul Ponggok terletak di Jalan Delanggu-Polanharjo, Ponggok, Kabupaten Klaten dan buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB (sampai tengah malam mulai Juli 2017). Tiket masuknya Rp8.000, tetapi ada biaya masing-masing untuk paket snorkeling atau foto bawah air. Sayangnya, belum ada transportasi umum ke lokasi selain ojek.

45. Grojogan Sewu

Grojogan Sewu adalah salah satu air terjun yang ada di area Hutan Wisata Grojogan Sewu, di lereng Gunung Lawu bagian Kabupaten Karanganyar. Air terjun ini memiliki ketinggian 81 m dan berada di area sejuk dan asri. Dekat air terjun ini terdapat taman binatang, fasilitas mini rafting, flying fox, kios buah, dan penjual cendera mata. Anda juga dapat mencicipi sate kelinci di tempat wisata ini.

Lokasi air terjun ini di Tawangmangu, dapat dicapai menggunakan bus dari Solo ke Tawangmangu, dilanjutkan dengan ojek ke lokasi. Waktu operasional adalah pukul 06.00-17.00 WIB dan harga tiket masuknya Rp6.000 per orang.

46. Taman Pancasila Karanganyar

Taman Pancasila di Kabupaten Karanganyar adalah taman kota pada siang hari dan pasar malam pada malam hari. Di sinilah Anda dapat mencicipi aneka jajanan khas Karanganyar dan membeli pernak-pernik untuk oleh-oleh. Tempat ini pun cocok untuk wisata keluarga atau bersama pasangan.

Taman Pancasila terletak di Jalan Lawu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Anda dapat naik ojek atau angkutan kota sepanjang 2,5 km dari Terminal Tegalgede Karanganyar untuk menuju lokasi. Taman ini buka setiap hari selama 24 jam dan gratis untuk umum.

47. Museum Purbakala Sangiran

Sejak tahun 1995, UNESCO telah menetapkan Sangiran sebagai warisan dunia; salah satu situs arkeologi terpenting di dunia. Di situs inilah pertama kali ditemukan rahang bawah Pithecanthropus erectus, salah satu jenis Homo erectus. Nah, kalau Anda ingin melihat fosil-fosil manusia purba apa saja yang ditemukan di situs tersebut, Anda dapat berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran.

Museum ini memiliki hampir 14.000 fosil manusia purba dan merupakan koleksi yang terlengkap di Asia. Banyaknya fosil yang ditemukan mendorong adanya perluasan museum menjadi 750 m2 pada tahun 1980. Penemuan ini juga mendorong banyak pengunjung datang, termasuk dari luar negeri, sehingga area museum diperluas menjadi 16.675 m2 dengan fasilitas umum dan ruang terbuka.

Alat transportasi menuju lokasi Museum Purbakala Sangiran di Jalan Sangiran km 4, Kalijambe, Krikilan, Kabupaten Sragen adalah naik bus (dari luar kota), turun di Kalijambe. Lanjutkan perjalanan dengan angkutan kota nomor 07, turun di dekat museum yang buka setiap hari pukul 08.00-16.30 WIB ini. Harga tiket masuk ke lokasi adalah Rp5.000 untuk tiap pengunjung.

48. Museum Manusia Purba Klaster Bukuran

Kalau sudah ke Museum Purbakala Sangiran, jangan berpikir wisata arkeologi Anda selesai. Situs Sangiran seluas 56 km2 memang memiliki lima museum untuk menjaga, meneliti, dan menampilkan fosil, salah satunya adalah Museum Manusia Purba Klaster Bukuran.

Tidak seperti Museum Purbakala Sangiran yang sudah dikenal luas dan selalu ramai, museum satu ini lebih sepi dan koleksinya lebih sedikit. Namun, tempatnya nyaman dan koleksinya akan melengkapi apa yang sudah Anda lihat di Museum Purbakala Sangiran. Selain itu, museum ini memiliki diorama kehidupan manusia purba dan tantangan-tantangannya.

Museum ini terletak sekitar 3 km dari Museum Purbakala Sangiran dan dapat Anda tempuh dengan kendaraan pribadi. Harga tiket museum yang buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB ini adalah gratis.

49. Umbul Tirtomulyo

Berenang di kolam renang sudah biasa; bagaimana kalau berenang di pemandian bernuansa kerajaan?

Itulah pengalaman unik yang akan Anda dapatkan di Umbul Tirtomulyo, pemandian yang dibangun oleh Sultan Paku Buwono X dari Kasunanan Surakarta. Dibandingkan pemandian lain di Boyolali, Umbul Tirtomulyo ini termasuk sangat tenang. Airnya sedalam 1,5 sampai 2 m, mengalir dari sumber air alami.

Umbul Tirtomulyo terletak di Gombang, Sawit, Kabupaten Boyolali dan buka setiap hari pukul 08.00-04.00 WIB. Anda dapat menuju lokasi menggunakan angkutan kota atau ojek dari Terminal Bus Boyolali.

50. Wisata Api Abadi Mrapen

Jawa Tengah memiliki tempat wisata api abadi—api yang berasal dari alam dan tidak akan mati meskipun terkena hujan. Sudah puluhan tahun api abadi Mrapen menjadi sumber api obor kejuaraan atau pesta olahraga, misalnya International Ganefo I tahun 1963 dan PON X tahun 1981. Api untuk kegiatan keagamaan Buddha, Waisak, juga sering diambil dari Mrapen ini.

Terletak di Manggarmas, Godong, Kabupaten Grobogan, wisata api abadi Mrapen buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB. Anda dapat naik bus dari Terminal Purwodadi menuju ke lokasi. Harga tiket masuknya Rp10.000.

Jangan lupa, di dekat tempat wisata ini terdapat batu berbobot peninggalan Sunan Kalijaga, Sendang Duda, dan gelanggang olahraga. Kunjungi sekalian, ya. Terutama batu berbobotnya karena banyak orang coba mengangkat batu ini, tetapi tidak berhasil.

51. Agrowisata Temanjang

Saatnya kembali ke alam dengan berkunjung ke Agrowisata Temanjang di Kabupaten Blora!

Tempat wisata ini mengandalkan hutan, perkebunan, dan pertanian sebagai daya tarik wisatanya. Hutannya ditumbuhi tanaman jati yang berjajar, sedangkan pertaniannya dapat menjadi wisata edukasi pertanian.

Di area ini tumbuh buah-buahan. Terdapat pula warung untuk duduk-duduk melepas lelah setelah berkeliling di area seluas 3 ha ini. Disebut juga Agrowisata Dungmandur, tempat wisata ini berada di Desa Temanjang, Kecamatan Banjarejo. Anda dapat menuju lokasi menggunakan motor atau mobil. Tempatnya buka setiap hari dan sering ramai pada Kamis malam untuk upacara spiritual warga.

52. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua di Indonesia, berdiri pada abad ke-15 pada masa pemerintahan Raden Patah dari Kesultanan Demak. Menurut cerita, masjid ini dibangun oleh Wali Songo hanya dalam waktu semalam.

Memiliki ciri khas arsitektur jawa, masjid ini terdiri dari bangunan induk dan serambi, atap berbentuk limas dan bertumpang, dan disangga oleh empat tiang utama (soko guru). Dalam kompleks masjid ini juga terdapat makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk raja pertamanya, Raden Patah.

Masjid ini buka setiap hari selama 24 jam bagi siapa saja dan gratis untuk dimasuki. Terletak di Bintoro, Demak, masjid ini dekat dengan pusat Kabupaten Demak. Anda dapat naik becak atau berjalan kaki dari Terminal Bus Demak menuju lokasi.

53. Brown Canyon

Tadinya merupakan area bekas galian bukit, siapa sangka kalau Brown Canyon justru menjadi bukit-bukit batu curam yang memiliki kemiripan dengan Grand Canyon di Amerika Serikat. Kini, Anda dapat mengunjungi tempat wisata yang relatif baru ini untuk berfoto atau naik ke atas bukit untuk menikmati pemandangan.

Letak Brown Canyon ada di perbatasan Kabupaten Demak dan Kota Semarang, tepatnya di Desa Rowosari, Tembalang. Untuk menuju lokasi, Anda dapat naik mobil atau motor dari arah Semarang ataupun Demak. Tempat wisata yang dikelola oleh warga setempat ini buka setiap hari dan memiliki harga tiket masuk Rp3.500.

54. Museum Kretek

Klasik dan megah, itulah dua kata yang menggambarkan Museum Kretek di Kabupaten Kudus. Museum yang berdiri di area seluas 2 ha ini memiliki bangunan museum yang besar, dua bangunan terpisah dengan arsitektur tradisional Jawa Tengah, dan patung petani tembakau.

Sesuai namanya, museum ini menunjukkan perkembangan pesat kretek—salah satu jenis rokok; menggunakan tembakau dan cengkih asli yang dikeringkan—di Kudus. Di Museum Kretek, Anda dapat mencari tahu proses pengolahan rokok kretek melalui hampir 1.200 koleksi benda di dalamnya.

Museum Kretek beralamat di Jalan Getas Pejaten 155, Jati, dan buka setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB. Harga tiket masuk ke museum ini adalah Rp1.500 (hari biasa) dan Rp2.000 (hari libur). Untuk menuju ke sana dari Terminal Induk Jati Kudus, Anda dapat naik angkutan kota, ojek, atau becak sejauh 4 km.

55. Makam Sunan Muria dan Sunan Kudus

Di Kabupaten Kudus, Anda juga dapat melakukan ziarah menuju makam dua wali, yaitu: Sunan Muria dan Sunan Kudus. Inilah salah satu alasan Kudus sering didatangi oleh pengunjung yang hendak berwisata religi atau spiritual. Ratusan ribu sampai lebih dari satu juta pengunjung datang berziarah ke makam mereka tiap bulannya.

Makam Sunan Muria terletak di Gunung Muria Colo, dapat ditempuh dari Terminal Induk Jati Kudus menggunakan angkutan kota jurusan Colo. Di sisi lain, Makam Sunan Kudus berada di pusat kota, tepatnya di belakang Masjid Menara Kudus di Kauman, Kota Kudus. Masjid Menara ini juga merupakan tempat wisata yang paling banyak dikunjungi penziarah. Kedua makam buka setiap hari selama 24 jam dengan biaya retribusi Rp2.000 (motor) dan Rp10.000 (mobil).

56. Kepulauan Karimunjawa

Ada kepulauan di Laut Jawa yang memiliki panorama menakjubkan. Kepulauan Karimunjawa namanya—secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara dan memiliki luas daratan 1.500 ha. Pulau di Karimunjawa yang banyak dikunjungi pelancong di antaranya Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Cemara Besar, dan Geleang.

Di kepulauan ini, Anda dapat menikmati pemandangan pantai berpasir putih dan Laut Jawa yang tenang. Berbagai aktivitas laut yang menyenangkan seperti berenang, memancing, menyelam, dan snorkeling dapat dilakukan di kepulauan ini. Faktanya, Karimunjawa menjadi salah satu tujuan snorkeling paling disukai pelancong karena airnya yang sangat jernih sehingga pemandangan bawah air semakin jelas.

Untuk aktivitas darat, Anda dapat mencoba treking dalam hutan bakau dan hiking ke atas bukit agar bisa melihat Karimunjawa dari atas. Anda dapat menghabiskan waktu sampai puas dan menginap di kepulauan ini. Terdapat banyak pilihan penginapan, mulai dari hotel mewah yang cocok untuk bulan madu sampai hotel murah untuk para backpacker.

Alat transportasi menuju kepulauan ini adalah kapal feri dari Kendal (Pelabuhan Tanjung), Semarang (Pelabuhan Tanjung Mas), atau Jepara (Pelabuhan Kartini). Anda juga dapat naik pesawat dari Semarang atau Surabaya langsung ke Bandara Dewadaru, Karimunjawa.

57. Museum Kartini

Kabupaten Jepara tidak hanya punya Karimunjawa. Wilayah daratannya juga memiliki tempat wisata menarik, salah satunya adalah Museum Kartini. Sesuai namanya, museum ini memiliki koleksi barang-barang yang terkait dengan R.A. Kartini. Dibangun di atas lahan seluas 5.210 m2, museum ini terdiri dari tiga bangunan yang berbentuk huruf K, T, dan N.

Namun, jangan salah, Museum Kartini juga menyimpan koleksi benda yang lain, misalnya benda bersejarah dan fosil-fosil hewan purba yang ditemukan di Kabupaten Jepara. Misalnya, ada fosil paus gajah, yaitu sejenis paus yang memiliki belalai dan ditemukan di perairan Karimunjawa.

Museum Kartini terletak di Jalan Alun-Alun 1 Panggang, Kecamatan Jepara. Alat transportasi dari Terminal Terboyo Semarang adalah bus jurusan Jepara, dilanjutkan dengan becak menuju lokasi. Buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB, museum ini memiliki harga tiket Rp5.000 per orang.

58. Pulau Seprapat Juwana

Pulaunya disebut Seprapat, berarti “seperempat”, karena merupakan pulau kecil di TPI Juwana dan dibangun pada masa penjajahan. Pulau ini ditumbuhi banyak pepohonan sehingga sangat asri dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. lokasinya di TPI Juwana juga memungkinkan Anda membeli ikan segar langsung dari nelayan, di antaranya ikan bandeng.

Pulau ini terletak di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dapat dituju menggunakan bus dari luar kota sampai Terminal Kembang Joyo Pati, dilanjutkan angkutan kota atau ojek ke Juwana. Anda kemudian perlu menyeberang sungai menggunakan kapal kecil. Tempat wisata ini buka setiap hari dan gratis untuk dimasuki.

59. Pintu Gerbang Majapahit

Sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah nusantara, Majapahit memiliki beberapa peninggalan yang menarik perhatian para pelancong. Salah satunya adalah sebuah pintu kerajaan di Kabupaten Pati. Diperkirakan pintu ini tidak benar-benar dibangun di Pati, melainkan dibawa dari Trowulan (sekarang Mojokerto di Jawa Timur) pada abad ke-15.

Pintu Majapahit merupakan pintu kayu dengan ukiran tradisional. Pintu ini berada di tempat tebuka (pendapa) sehingga pengunjung dapat melihat dan berfoto dengan gratis. Lokasinya ada di Desa Rendole, Muktiharjo, dan dapat ditempuh dari Terminal Kembang Joyo Pati menggunakan angkutan kota atau ojek sejauh 6 km.

60. Pantai Dampo Awang

Pernah disebut Taman Rekreasi Pantai Kartini, tempat wisata di Kabupaten Rembang ini berganti nama menjadi Pantai Dampo Awang. Nama Dampo Awang ini diambil dari cerita rakyat tentang pertempuran antara Sunan Bonang dan musafir dari Tiongkok, Dampo Awang.

Tempat wisata ini merupakan gabungan wisata taman dan pantai. Selain dapat berenang atau sekadar menikmati pemandangan pantai, Anda dan keluarga dapat menikmati fasilitas taman seperti kolam renang, wahana mandi bola untuk anak-anak, kebun binatang kecil, dan outbound.

Pantai ini juga memiliki anjungan yang menjorok ke laut dan olahraga luar ruangan, seperti naik banana boat dan luncur gantung. Tidak ketinggalan, ada kios yang menjual beragam suvenir dan jajanan.

Pantai ini terletak di Tasikagung, Lasem, di sebelah utara Jalur Pantura sehingga mudah dijangkau untuk Anda yang menuju Rembang naik bus. Buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB, pantai ini memiliki harga tiket masuk Rp8.000 per orang.

Nah, itulah enam puluh tempat wisata di Jawa Tengah yang wajib Anda kunjungi ketika liburan di provinsi ini. Tempat wisata tersebut memiliki daya tarik yang berbeda sehingga membuat pengalaman Anda melancong di Jawa Tengah semakin lengkap dan tidak terlupakan.

BACA JUGA : 35 Tempat Wisata Jawa Barat Untuk Rileks Saat Liburan

  • 1
  • 2