40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan – Gudangnya tempat wisata indah bukan hanya Pulau Bali. Lombok yang lokasinya bersebelahan dengan Bali memiliki tempat-tempat yang tidak kalah menarik untuk ditelusuri. Tidak heran, kalau saat ini popularitas Lombok di mata para wisatawan meningkat drastis.

Pulau Lombok yang masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat terbagi menjadi lima wilayah pemerintahan, yakni:

  • Pemerintah Kota Mataram
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Utara
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Timur

Masing-masing wilayah tersebut memiliki tempat-tempat yang menarik dan punya keunikan tersendiri. Sangat wajar kalau seorang wisatawan tidak pernah bosan saat berkunjung ke Lombok. Nah, berikut ini adalah daftar 40 tempat wisata di Lombok berdasarkan wilayahnya:

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Kota Mataram kerap menjadi persinggahan utama kala di Pulau Lombok. Berikut ini adalah deretan tempat wisata yang bisa dikunjungi di wilayah Kota Mataram:

1. Kota Tua Ampenan

Saat berada di Lombok, Anda berkesempatan untuk menyaksikan keberadaan gedung-gedung tua yang memiliki arsitektur klasik. Lokasinya di Kota Tua Ampenan yang dulu sempat dikenal sebagai kota paling ramai dan merupakan kota pelabuhan utama di Lombok. Buktinya pun terpampang jelas, dengan keberadaan gedung-gedung tua yang hingga kini masih berdiri di tempat wisata ini.

Kalau ingin menyaksikan suasana Kota Tua Ampenan, tidak terlalu sulit. Tempat wisata Kota Tua Ampenan yang merupakan bagian dari wilayah Kota Mataram bisa dijangkau dari Pelabuhan Lembar pelabuhan yang menghubungkan Padangbai Bali dengan Lombok. Perjalanan dari Lembar menuju ke sini tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu perjalanan selama 1 jam.

Sebagai tambahan, Kota Tua Ampenan juga kerap menjadi persinggahan bagi para wisatawan. Alasannya, karena di sini tersedia beragam pilihan hotel murah. Selain itu, akses transportasi dari Ampenan menuju berbagai tempat wisata di Lombok juga bisa dijumpai dengan mudah.

2. Pura Taman Mayura

Suasana yang klasik tidak hanya bisa dijumpai di Kota Tua Ampenan. Variasi lainnya, Anda bisa pula memilih berkunjung ke tempat wisata Pura Taman Mayura yang berada di Cakranegara. Kawasan ini memang dikenal sebagai area bersejarah di Kota Mataram. Utamanya, karena tempat ini adalah koloni dari Kerajaan Karangasem Bali.

Pura Taman Mayura pun merupakan salah satu peninggalan dari Raja Anak Agung Made Karangasem dari Kerajaan Karangasem Bali. Bangunan yang didirikan pada tahun 1744 ini memiliki desain arsitektur yang indah. Tidak heran kalau banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata seluas 3 hektare ini.

Anda bisa berangkat ke tempat wisata ini dari pusat Kota Mataram menggunakan angkutan umum atau taksi. Untuk masuk ke area taman, para pengunjung dikenakan tarif masuk yang murah, yakni Rp5.000,00 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk jasa pemandu wisata yang disediakan oleh pihak pengelola Pura Taman Mayura.

3. Pura Meru

Sempat menjadi wilayah dari Kerajaan Karangasem Bali, penganut agama Hindu di Lombok cukup tinggi. Hal itu terlihat dari keberadaan tempat wisata Pura Meru yang ada di Cakranegara yang merupakan pura terbesar yang ada di Lombok. Usianya pun sudah tua, dibangun pada abad ke 18.

Para wisatawan yang datang ke tempat wisata ini bisa menyaksikan keunikan desain arsitektur pura. Pada saat melintasi jalanan, Anda akan dihadapkan dengan keberadaan tiga meru bertingkat yang dibuat dengan menggunakan atap dari bahan ijuk.

4. Mataram Mall

Kalau ingin mencari lokasi belanja yang nyaman di Lombok, lokasi yang bisa dituju adalah Mataram Mall. Pusat perbelanjaan yang satu ini terletak di Jl. Pejanggik, Cakranegara, Kota Mataram. Di tempat wisata ini, Anda akan menemukan keberadaan dua bangunan, yakni Mataram Mall 1 dan Mataram Mall 2 yang bisa menjadi lokasi belanja berbagai jenis barang.

Daftar Tempat wisata di Kabupaten Lombok Barat

Kabupaten Lombok Barat juga memiliki tempat-tempat wisata menarik di Lombok. Berikut ini adalah deretan destinasi wisata populer di Lombok Barat:

5. Pantai Senggigi

Sejak dulu, Pantai Senggigi dikenal sebagai tempat wisata paling populer di seantero Lombok. Pantai ini berjarak sekitar 50 Km dari Pelabuhan Lembar. Sebagai sebuah kawasan wisata yang dikenal luas, fasilitas penunjang bisa dijumpai dengan mudah di sini. Mulai dari keberadaan hotel murah, sarana transportasi, jasa pemandu wisata, penyewaan alat-alat snorkeling , dan lain-lain.

Tempat wisata ini pun selalu ramai oleh para pengunjung, baik siang ataupun malam hari. Terlebih, ada deretan hotel-hotel mewah sepanjang pantai. Mereka yang berkunjung ke tempat ini tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga para turis mancanegara. Maklum saja, tempat ini memang kerap disebut sebagai pelopor yang mengenalkan wisata Indonesia di dunia internasional.

6. Pura Batu Bolong

Kalau berada di kawasan Senggigi, Anda tidak hanya bisa menyaksikan keindahan Pantai Senggigi. Tempat wisata Pura Batu Bolong juga sayang untuk dilewatkan. Pura ini memiliki suasana yang mirip dengan Tanah Lot di Bali, terutama karena lokasinya yang ada di tepi pantai. Sebagai tambahan, pura ini memiliki ciri khas pada keberadaan batu berlubang yang ada di area pura.

Untuk masuk ke tempat wisata ini, para pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp20.000,00 per orang. Momen terbaik yang bisa dirasakan ketika datang ke tempat ini adalah pada sore hari menjelang matahari terbenam. Pada saat itu, kesan eksotis akan Anda dapatkan—pemandangan pura dengan latar belakang langit berwarna jingga.

7. Pantai Sekotong

Pantai Sekotong bisa menjadi pilihan tempat wisata menarik berikutnya di Pulau Lombok. Pantai yang berjarak 60 Km dari pusat Kota Mataram ini memiliki keindahan yang membuat siapa pun terpukau. Terlebih, pantai ini merupakan pantai yang dikeliling oleh area perbukitan, membuatnya jadi lokasi yang bersih dan jarang terjamah tangan manusia.

Beragam aktivitas bisa dilakukan di tempat wisata ini. Airnya yang jernih, bakal mengundang Anda untuk menyelami keindahan alam bawah lautnya. Selain itu, Anda bisa pula mengajak anggota keluarga atau teman rombongan untuk berkeliling belasan pulau kecil yang lokasinya berdekatan dengan Pantai Sekotong. Mulai dari Gili Asahan, Gili Layar, Gili Tangkong, Gili Gede, Gili Sudak, Gili Nanggu, dan lain-lain.

8. Gili Sudak

Pulau indah di Lombok bukan hanya Gili Trawangan, Gili Meno, ataupun Gili Air. Gili Sudak dan Gili Kedis kini telah menjelma menjadi tempat wisata yang banyak dilirik oleh wisatawan. Terutama karena kedua tempat yang berlokasi di Sekotong Tengah, Lombok Barat ini menyuguhkan suasana seperti sebuah pulau pribadi.

Di tempat wisata Gili Sudak, Anda akan menyaksikan hamparan pasir putih yang menyelimuti seisi pulau. Pemandangan itu akan dihiasi oleh keberadaan deretan pohon cemara. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menyaksikan keindahan alam bawah laut yang penuh dengan keragaman hayati.

Perjalanan ke tempat wisata ini juga tidak terlalu sulit. Anda hanya butuh menempuh jarak antara Mataram dan Sekotong Tengah yang bisa dilalui selama 1 jam perjalanan. Setelah itu, perjalanan diteruskan dengan naik perahu motor yang berkapasitas untuk enam orang. Sampailah Anda di Gili Sudak.

9. Gili Kedis

Gili Kedis menyuguhkan suasana yang jauh lebih menarik dibandingkan Gili Sudak. Terutama, karena tempat wisata ini merupakan sebuah pulau yang berukuran lebih kecil dibandingkan dengan Gili Sudak. Bahkan, untuk berkeliling pulau bisa dilakukan dalam waktu yang singkat, hanya 7 menit.

Karena ukurannya yang kecil, tentu Anda tidak akan bisa menemukan fasilitas apa pun di pulau ini. Oleh karena itu, kalau ingin berlama-lama di tempat wisata ini, Anda harus menyiapkan perbekalan terlebih dulu. Sebagai sarana menginap, Anda bisa menemukannya di Gili Sudak.

10. Hutan Wisata Sesaot

Kalau Anda adalah tipe orang yang lebih suka dengan suasana alami di tengah hutan, Lombok Barat memiliki pilihannya. Tempat wisata tersebut adalah Hutan Wisata Sesaot yang terletak di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Tempat wisata ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berlibur bersama keluarga. Anda bisa mengajak anak untuk berkemah di tengah hutan. Jangan khawatir, Anda tidak akan sendiri. Pada musim liburan, Hutan Wisata Sesaot kerap menjadi lokasi aktivitas outbond.

Tidak hanya itu, tempat wisata ini juga memberikan tempat yang menarik bagi anak untuk melihat keindahan alam secara langsung. Terlebih, terdapat mata air segar yang bersumber dari Gunung Rinjani di tempat ini. Tidak hanya itu, anak-anak juga bisa belajar secara langsung dari masyarakat Suku Sasak yang tinggal di Desa Sesaot.

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Lombok Utara kerap menjadi persinggahan utama para wisatawan. Alasan utamanya, karena di sini merupakan lokasi dari Gili Trawangan. Namun, apakah hanya ada tempat wisata Gili Trawangan di sini? Berikut ini adalah daftar lokasi wisata populer di Lombok Utara:

11. Gili Trawangan

Tempat wisata pertama yang kerap menjadi lokasi liburan di Lombok adalah Gili Trawangan. Pulau yang satu ini menawarkan beragam aktivitas wisata. Anda bisa menyaksikan keindahan alam bawah laut yang memukau, hamparan pasir putih yang luas, ataupun pemandangan matahari terbenam yang mengagumkan.

Kalau mau, Anda juga bisa mencoba untuk berkunjung ke dua pulau kecil lain yang lokasinya berdekatan dengan Gili Trawangan, yakni Gili Air dan Gili Meno. Kalau Gili Trawangan menjadi lokasi yang ramai dan kerap dilaksanakan pesta tepi pantai, Gili Meno dan Gili Air punya suasana yang lebih tenang.

Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk bisa berlibur di tempat wisata ini. Akses transportasi bisa dilakukan dengan mudah dari Pelabuhan Bangsal atau bisa pula dari Padang Bai di Bali. Untuk tempat menginap, Anda bisa menemukan keberadaan hotel-hotel murah di sini. Dengan kisaran harga mulai dari Rp200 ribuan per malam.

12. Gili Air

Gili Air merupakan sebuah pulau kecil yang berada satu gugus dengan Gili Trawangan dan Gili Meno. Karena ukurannya yang kecil, Anda pun bisa mengelilingi tempat wisata ini dengan berjalan kaki hanya dalam waktu 90 menit. Anda juga tidak perlu khawatir tersesat, karena jalan setapak yang ada di pulau ini semuanya mengarah ke tepi pantai.

Akses menuju ke tempat wisata ini bisa dilakukan dari berbagai tempat. Mulai dari Gili Trawangan, Pelabuhan Bangsal, Pantai Senggigi, ataupun Pantai Padang Bai di Bali. Hanya saja, durasi keberangkatan kapal menuju ke Gili Air lebih rendah dibandingkan dengan jadwal kapal ke Gili Trawangan.

13. Gili Meno

Pulau ketiga yang masuk dalam gugusan Kepulauan Gili di Lombok adalah Gili Meno. Dibandingkan dengan Gili Air dan Gili Trawangan, Gili Meno merupakan pulau yang paling sepi. Terutama, ukuran tempat wisata ini juga lebih kecil dibandingkan dengan kedua gili lain dengan jumlah penduduk kurang lebih hanya 400 orang.

Meski begitu, Anda tetap bisa menemukan keberadaan penginapan di tempat wisata ini. Tarif menginapnya juga tidak terlalu mahal, mulai dari Rp100 ribu per malam. Mengenai sarana transportasi, Anda bisa menuju ke Gili Meno dari berbagai tempat. Mulai dari Gili Air, Gili Trawangan, Pelabuhan Bangsal, Pantai Senggigi, ataupun dari Pantai Amed di Bali.

14. Pelabuhan Bangsal

Pelabuhan yang satu ini merupakan pintu gerbang utama menuju ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air dan bisa ditempuh sekitar 40 menit perjalanan dari Pantai Senggigi. Dari sini, para wisatawan bisa menemukan kapal feri yang berangkat secara rutin menuju ketiga tempat wisata tersebut. Tarif menyeberang dari Bangsal menuju ketiga gili tersebut pun cukup murah, tidak sampai Rp20 ribu per orang.

Namun, jadwal keberangkatan kapal untuk masing-masing gili memiliki perbedaan. Kapal menuju Gili Trawangan bisa dijumpai mulai dari pukul 8.00 hingga 17.00 WITA. Sementara untuk ke Gili Meno, tersedia pada pukul 09.00 – 14.00 WITA. Terakhir kalau ingin merasakan ketenangan di Gili Air, kapalnya berangkat pada rentang 08.00 – 11.00 WITA.

15. Air Terjun Tiu Teja

Air Terjun Tiu Teja merupakan tempat wisata baru yang ada di Lombok Utara. Keberadaannya memang cukup tersembunyi, tertutup oleh hutan belantara di lereng Gunung Rinjani. Tidak heran kalau wisatawan kurang begitu mengetahui tempat ini. Keunikan utama dari wisata alam terbaru ini adalah pada bentuknya yang berupa air terjun kembar.

Tidak terlalu sulit kalau ingin menyaksikan keindahan tempat wisata ini. Lokasinya berada di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Jika ingin ke tempat ini, Anda perlu menempuh perjalanan sekitar 60 km dari Kota Mataram, dengan waktu tempuh mencapai 2 jam. Namun, lamanya perjalanan itu akan terobati oleh keindahan air terjun berjuluk air terjun pelangi ini.

16. Pantai Tebing

Di Lombok Utara, Anda juga akan menemukan keberadaan pantai yang unik di Pantai Tebing. Pantai ini merupakan tempat wisata yang baru-baru ini populer di kalangan wisatawan lokal. Keberadaan tebing sepanjang 50 meter menjadi ciri khas dari pantai ini. Para wisatawan yang datang pun kerap berfoto dengan latar belakang tebing tersebut.

Lokasi tempat wisata ini berada di Dusun Luk, Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga. Masyarakat sekitar, lebih mengenal pantai ini dengan nama Pantai Luk. Akses menuju ke tempat ini tidak terlalu sulit. Bisa dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum.

Kalau naik kendaraan pribadi, Anda perlu menempuh perjalanan sejauh 42 Km dari Kota Mataram. Sementara itu, kalau ingin naik kendaraan umum ke tempat wisata ini, bisa menuju ke Terminal Mandalika. Di sana, akan tersedia angkutan umum menuju ke Pantai Tebing dengan tarif Rp25.000,00 per orang.

17. Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Sendang Gile di Senaru

Berkunjung ke Desa Senaru yang ada di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Anda akan bisa menyaksikan dua air terjun indah, yakni Air Terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile. Kedua tempat wisata alam ini sama-sama memiliki pemandangan yang indah dan menyegarkan mata.

Berkunjung ke kedua air terjun ini, Anda akan merasakan suasana yang sejuk. Terutama, karena tempat wisata ini berada di pada ketinggian 600 mdpl. Menariknya, air yang ada di kedua air terjun ini dipercaya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit, lo. Meski, untuk kebenarannya belum ada pembuktian secara ilmiah.

Desa Senaru yang menjadi lokasi dari kedua tempat wisata alam ini berjarak sekitar 60 Km dari Kota Mataram. Perlu diketahui, tidak ada kendaraan umum yang melayani jalur transportasi menuju ke sini. Jadi, solusinya hanya menggunakan kendaraan pribadi. Sesampainya di Desa Senaru, Anda masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih selama 30 menit.

18. Pantai Nipah

Berada tidak jauh dari Pantai Senggigi, Pantai Nipah bisa menjadi tempat wisata yang masuk dalam daftar kunjungan Anda di Lombok. Dari Senggigi, Anda hanya butuh waktu perjalanan selama 20 menit. Perjalanan pun akan terasa menyenangkan, karena ditemani oleh pemandangan area bukit yang hijau.

Di tempat wisata ini, Anda juga akan merasakan suasana yang jauh berbeda dengan Pantai Senggigi. Kalau di Senggigi suasananya sangat ramai, Pantai Nipah merupakan pantai yang sepi pengunjung. Pemandangan yang ada di tempat ini juga tidak kalah indahnya.

Seperti halnya di Pantai Senggigi, Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan di Pantai Nipah. Menariknya lagi, Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk tiket masuk ke tempat wisata ini. Cukup bayar tarif parkir kendaraan, maka Anda bisa bebas beraktivitas di area pantai.

19. Air Terjun Kerta Gangga

Satu lagi tempat wisata air terjun yang indah di Pulau Lombok, yakni Air Terjun Kerta Gangga. Air terjun ini berlokasi di Dusun Kerta yang masuk dalam wilayah Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara . Menariknya, Anda tidak hanya bisa menyaksikan keindahan satu air terjun, tapi tiga air terjun sekaligus.

Di tempat wisata ini, memang terdapat tiga air terjun. Ketiganya masing-masing disebut dengan nama Air Terjun Kerta Gangga 1, 2, dan 3. Anda pun bisa berkesempatan untuk mandi di ketiga air terjun tersebut. Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena kolam di air terjun ini cukup dalam, mencapai 2 m.

Tiket masuk ke area tempat wisata ini cukup murah. Anda hanya dikenakan biaya sebesar Rp5.000,00 per orang. Tarif tersebut sudah termasuk biaya parkir kendaraan.

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Kabupaten Lombok Tengah menjadi wilayah yang penuh dengan tempat wisata menarik. Berikut ini adalah beberapa daftar lokasi wisata populer yang ada di Lombok Tengah:

20. Pantai Kuta Lombok

Pantai Kuta Lombok yang terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut berjarak kurang lebih 50 Km dari Kota Mataram, bisa menjadi pilihan tempat menghabiskan waktu liburan berikutnya. Pantai ini berada di pesisir selatan Pulau Lombok dan lokasinya berdekatan dengan tempat-tempat wisata, di antaranya adalah Pantai Tanjung Aan, Desa Sade, Pantai Seger, Pantai Selong Belanak, ataupun Pantai Putri Nyale.

Tempat wisata yang satu ini memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Pantai Kuta Bali. Anda akan menemukan pantai dengan hamparan pasir putih yang bersih dan luas di sini. Bayangkan saja, Pantai Kuta Lombok ini punya garis pantai yang sangat panjang, mencapai 7,2 Km. Selain itu, air laut di tempat ini juga bersih, seolah mengundang siapa pun untuk menceburkan diri ke dalamnya.

21. Pantai Seger

Kalau masih belum puas dengan keindahan Pantai Kuta Lombok, Anda juga bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Seger. Tempat wisata yang satu ini lokasinya berdekatan dengan Pantai Kuta Lombok. Anda hanya perlu melanjutkan perjalanan ke arah timur sejauh 4 Km. Di sini, Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang mengagumkan dari atas bukit.

Selain memiliki pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan, pantai ini kerap menjadi lokasi olahraga selancar favorit. Dengan ombaknya yang tinggi, para peselancar bisa merasakan keseruan tersendiri di tempat wisata ini. Untuk masuk ke area pantai, Anda juga tidak perlu membayar mahal, hanya dikenakan biaya parkir kendaraan sebesar Rp10 ribu.

22. Pantai Putri Nyale

Tidak jauh dari Pantai Seger, Anda juga bisa menyempatkan datang ke Pantai Putri Nyale. Jarak tempat wisata ini hanya selemparan batu dari Pantai Seger. Selain itu, pantai ini juga memiliki hamparan pasir yang indah. Dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Lombok, suasana di pantai ini relatif lebih sepi. Cocok bagi Anda yang tidak suka dengan keramaian.

Satu hal yang menjadi ciri khas dari tempat wisata Pantai Putri Nyale ini adalah cerita legenda Putri Mandalika. Bahkan, untuk menggambarkan legenda tersebut, terdapat Monumen Putri Nyale yang berada di pinggir pantai. Selain itu, di sini juga terdapat tradisi unik yang disebut dengan Bau Nyale.

Dalam tradisi ini, masyarakat akan berlomba-lomba mencari binatang laut yang bentuknya mirip cacing—oleh masyarakat disebut dengan nyale. Konon, cacing nyale tersebut merupakan jelmaan Putri Mandalika yang memilih terjun ke tengah laut daripada harus dipersunting oleh pangeran.

23. Desa Sade

Tempat wisata berikutnya yang berada tidak jauh dari Desa Kuta adalah Desa Sade. Di sini, Anda akan bisa menyaksikan secara langsung kehidupan Suku Sasak yang dikenal sebagai penduduk asli Pulau Lombok. Masyarakat yang tinggal di Desa Sade pun masih terus berusaha untuk melestarikan budaya yang diturunkan secara turun temurun.

Di desa yang berjarak sekitar 6 Km dari Desa Kuta ini, Anda bisa menyaksikan keberadaan rumah-rumah tradisional milik penduduk. Mereka masih menggunakan bahan-bahan tradisional untuk pembangunan rumah, mulai dari tiang kayu, atap dari alang-lang kering, hingga dinding dari bambu.

Ada hal menarik lain yang bisa dijumpai di tempat ini, terutama terkait kebiasaan warga Desa Sasak dalam memanfaatkan kotoran kerbau. Kotoran tersebut mereka gunakan sehari-hari untuk membersihkan rumah. Dalam kepercayaan masyarakat di tempat wisata ini, kotoran kerbau berguna untuk mengusir serangga dan serangan magis.

24. Pantai Tanjung Aan

Perjalanan menyusuri pantai-pantai indah di sekitar Desa Kuta masih belum usai. Anda bisa pula menyaksikan keindahan Pantai Tanjung Aan yang dikelilingi oleh area perbukitan. Salah satunya adalah Bukit Merese yang merupakan tempat wisata terkenal lainnya di Pulau Lombok. Untuk menjangkau pantai ini, Anda hanya butuh melanjutkan perjalanan selama 12 menit dari Pantai Seger.

Pantai Tanjung Aan merupakan pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Keunikan utama yang dipunyai Tanjung Aan adalah pada struktur pasirnya. Berbeda dengan pantai lain, pasir Pantai Tanjung Aan memiliki ukuran yang cukup besar, seperti merica. Selain itu, Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas di tempat wisata ini, mulai dari berenang, snorkeling, selancar, ataupun sekadar menyaksikan pemandangan dari tepi pantai.

25. Bukit Merese

Berkunjung ke Kuta Lombok, Anda juga tidak boleh melewatkan keberadaan Bukit Merese. Tempat wisata ini berdekatan dengan Pantai Tanjung Aan dan akses masuknya bisa dilewati baik oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat. Sesampainya di atas bukit, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan yang memukau siapa saja. Bahkan, tidak sedikit yang menyebut pemandangan di sini bak pemandangan di negeri lain.

Dari padang rumput atas bukit ini, Anda akan bisa menjumpai keberadaan kerbau yang tengah mencari makan. Selain itu, Anda dapat pula menyaksikan pemandangan Pantai Tanjung Aan dari ketinggian. Namun, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Anda hanya bisa bersantai sembari berburu foto instagrammable atau menunggu kedatangan waktu matahari terbenam.

26. Pantai Selong Belanak

Tempat wisata yang mengagumkan berikutnya di Lombok adalah Pantai Selong Belanak. Pantai yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Lombok Tengah ini berada 19 Km ke arah barat dari Pantai Kuta Lombok dan berada pada satu jalur perjalanan. Akses menuju ke tempat ini cukup mudah. Bisa ditempuh dalam waktu 30 menit perjalanan dari Bandara Internasional Lombok.

Tempat wisata ini ibarat sebuah pantai yang tersembunyi, diapit oleh dua bukit. Pantai Selong Belanak memiliki garis pantai yang cukup panjang, mencapai 1 Km. Pasir pantai lembut serta ombak yang tidak terlalu besar menjadi pemandangan yang menyegarkan di sini. Mereka yang datang ke sini pun biasanya tidak melewatkan kesempatan untuk belajar selancar. Terlebih, ada fasilitas penyewaan papan sekaligus kursus selancar.

27. Air Terjun Benang Kelambu

Air Terjun Benang Kelambu di kaki Gunung Rinjani juga menjadi pilihan tempat wisata alam yang menarik untuk didatangi. Terutama bagi yang suka foto narsis untuk diunggah ke Instagram. Foto dengan latar belakang air terjun yang memiliki bentuk seperti tirai ini akan sangat menarik.

Air terjun yang berlokasi di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah ini memang punya pemandangan indah. Sejatinya, air terjun pada tempat wisata ini berasal dari beberapa mata air. Namun, karena keberadaan mata air tersebut tertutup oleh tumbuhan yang rimbun, terlihat seperti kelambu.

Selain itu, ada keunikan lain yang bisa dijumpai di tempat wisata ini. Air Terjun Benang Kelambu ini merupakan air terjun yang punya tiga tingkat. Tingkat pertama memiliki ketinggian 30 meter. Sementara air terjun tingkat kedua dan ketiga masing-masing 10 meter dan 5 meter.

28. Pantai Semeti

Pantai Semeti menjadi pantai tersembunyi yang menarik untuk dijelajahi di Lombok Tengah. Karena lokasinya yang memang susah dijangkau tersebut, tidak heran kalau tempat wisata ini masih berupa sebuah pantai yang perawan dan masih sepi pengunjung.

Di tempat wisata Pantai Semeti ini, Anda benar-benar bisa menyaksikan keindahan alam yang mengagumkan. Tidak perlu berenang ke dalam laut untuk bisa menyaksikan keragaman biota laut di sini. Anda cukup berjalan di tepi pantai dan menyaksikan suguhan pemandangan di akuarium alami yang ada di sana.

Keberadaan batu-batu karang di tepi pantai memang membentuk beberapa akuarium alami yang bisa disaksikan secara langsung. Di situ, Anda akan menyaksikan keberadaan hewan-hewan laut yang berenang bebas.

Tempat wisata Pantai Semeti ini berlokasi di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Berjarak kurang lebih 60 Km yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Kota Mataram. Selain itu, pantai ini juga berdekatan dengan Pantai Selong Belanak, kurang lebih 5 Km.

29. Batu Payung

Satu lagi tempat wisata pantai yang menjadi lokasi foto favorit para wisatawan, yaitu Pantai Batu Payung. Di tempat ini, Anda akan bisa menjumpai batu karang besar yang bentuknya seperti payung sehingga oleh masyarakat setempat disebut dengan nama Pantai Batu Payung.

Hanya saja, selain keberadaan batu besar tersebut, tempat wisata ini tidak memiliki daya tarik lain. Anda tidak akan mendapati hamparan pasir putih yang lembut di sini. Pantai ini merupakan pantai yang memiliki struktur batu karang. Mayoritas wisatawan yang datang ke tempat ini, menghabiskan waktunya untuk foto bersama dengan latar belakang batu berbentuk payung.

Tidak begitu sulit untuk menjangkau tempat wisata ini. Pantai Batu Payung lokasinya berdekatan dengan Pantai Tanjung Aan. Dari Tanjung Aan, Anda hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 30 menit untuk bisa sampai ke tempat ini.

Daftar Tempat wisata di Kabupaten Lombok Timur

Berada di ujung timur Pulau Lombok, tidak menjadikan Kabupaten Lombok Timur sebagai wilayah yang minim tempat wisata . Bahkan, di sini para wisatawan bisa menjumpai keberadaan destinasi wisata yang beragam. Berikut ini adalah deretan lokasi wisata terkenal di Lombok Timur:

30. Taman Nasional Gunung Rinjani

Bagi yang doyan bertualang, Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi tempat wisata yang cocok. Di sini terdapat Gunung Rinjani yang merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia—setelah Gunung Kerinci. Tidak lupa, Anda juga bisa menyaksikan keindahan Segara Anak yang berada di kaldera Gunung Rinjani.

Kalau Anda ingin mendaki Gunung Rinjani, terlebih dulu harus melakukan pemesanan kepada pihak pengelola tempat wisata ini. Bisa secara langsung menuju kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di alamat Jl. Arya Banjar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram. Terdapat dua pintu masuk jalur pendakian, yakni Pintu Masuk Sembalun dan Pintu Masuk Senaru.

31. Desa Sembalun

Desa Sembalun yang berjarak 90 Km dari Kota Mataram tidak hanya menjadi lokasi pintu masuk jalur pendakian Gunung Rinjani. Desa Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani ini juga menjadi pilihan tempat wisata menarik. Karena berada di dataran tinggi, Anda akan merasakan suasana yang sejuk.

Di sini, Anda juga akan memperoleh suguhan pemandangan yang alami. Pemandangan hijau bisa disaksikan ke mana pun mata memandang. Tidak heran kalau para pendaki kerap menghabiskan waktu cukup lama di tempat wisata ini. Meski, hanya untuk sekadar melepas lelah sembari berfoto narsis.

32. Puncak Pergasingan

Kalau Anda memiliki waktu yang singkat dan tidak sempat mendaki ke Gunung Rinjani, Puncak Pergasingan bisa menjadi alternatif. Tempat wisata ini merupakan sebuah bukit yang berada di Desa Sembalun dengan ketinggian mencapai 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dari atas bukit, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan yang unik. Pemandangan tersebut adalah, petak-petak sawah milik masyarakat Desa Sembalun yang terlihat berwarna-warni. Kalau ingin menyaksikan keindahan di tempat wisata Puncak Pergasingan, tiket masuknya murah, hanya Rp15.000,00 per orang.

33. Hutan Bambu Sembalun

Hutan Bambu Sembalun menjadi tempat wisata lain yang bisa dikunjungi di Desa Sembalun. Di sini, Anda akan menyaksikan keberadaan hutan bambu yang telah ditata secara teratur oleh masyarakat setempat. Penataan ini merupakan upaya masyarakat setempat untuk menjadikan Sembalun sebagai desa wisata.

Di tempat wisata ini, Anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang indah. Terlebih bagi para pencinta foto selfie yang sering mengunggah fotonya ke Instagram. Foto selfie dengan latar belakang hutan bambu bisa menjadi foto yang menarik, lo!

34. Air Terjun Mangku Sakti

Di Kabupaten Lombok Timur, Anda juga bisa menyaksikan keberadaan tempat wisata air terjun yang indah. Tempat tersebut adalah Air Terjun Mangku Sakti yang berada di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Tempat ini berjarak kurang lebih 60 Km dari Kota Mataram. Selanjutnya, untuk menuju ke lokasi air terjun, Anda bisa naik ojek dengan tarif Rp50 ribu pulang – pergi.

Tarif ojek tersebut memang terkesan cukup mahal. Namun, jalur yang harus dilalui memang sulit, berupa area hutan. Selain itu, akses menuju ke lokasi tempat wisata Air Terjun Mangku Sakti juga cukup jauh, mencapai 3 Km. Terlebih, tukang ojek tersebut juga berperan sebagai seorang pemandu dan portir.

Sesampainya di lokasi tempat wisata Air Terjun Mangku Sakti, Anda akan dihadapkan dengan aliran air yang berwarna biru kehijauan. Selain itu, Anda juga bisa menyusuri aliran air dari Air Terjun Mangku Sakti untuk bisa menemukan keberadaan air terjun kedua, yaitu Air Terjun Mangku Kodek.

35. Wisata Pohon Purba Lian

Saat berada di Lombok, Anda dapat pula menjumpai tempat wisata yang memberikan suasana ala film The Hobbit. Tempat tersebut adalah Wisata Pohon Purba Lian yang ada di Dusun Menanggabaris, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Butuh waktu perjalanan selama 2,5 jam untuk bisa menjangkau tempat ini.

Keunikan utama dari tempat ini adalah pada keberadaan pohon-pohon berusia ratusan tahun yang menjulang tinggi. Konon, pohon-pohon ini telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Pohon-pohon tersebut berjenis pohon lian dan memiliki diameter batang mencapai 5m dan tinggi 50m. Berdiri di samping pohon, Anda akan merasa seperti Bilbo Baggins, tokoh utama dalam film The Hobbit.

36. Pantai Pink

Pantai unik di Lombok bukan hanya Pantai Tanjung Aan yang memiliki pasir seperti butiran merica. Di Lombok, ada pula tempat wisata lain yang tidak kalah unik, yakni Pantai Pink. Sesuai dengan namanya, pantai yang berlokasi di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur ini memiliki pasir berwarna kemerahan.

Warna kemerahan pada pasir di tempat wisata ini muncul karena tercampur dengan serpihan terumbu karang berwarna merah. Warna kemerahan tersebut akan terlihat sangat mencolok pada saat pasir terkena air laut. Terlebih, kalau Anda datang ke tempat ini pada suasana yang cerah.

Kalau Anda tertarik menuju ke tempat wisata ini, perjalanan yang harus dilalui cukup jauh. Jarak antara Kota Mataram dengan Pantai Pink mencapai 90 Km. Butuh waktu perjalanan selama 2 jam untuk bisa menuju ke sini.

Jangan khawatir, ada beberapa tempat menarik lain yang bisa dijumpai ketika datang ke sini. Di antaranya adalah Tanjung Ringgit, Gua Jepang, ataupun Pantai Tanjung Beloam.

37. Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit bisa menjadi tempat persinggahan saat datang ke Pantai Pink. Keduanya sama-sama masuk dalam wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Bahkan, jarak antara kedua tempat ini bisa dijangkau dengan cara berjalan kaki. Maklum saja, keduanya hanya terpisah sejauh 1 Km.

Di tempat wisata ini, Anda akan bisa menyaksikan keberadaan pemandangan tebing karang yang indah. Para pencinta fotografi akan terpuaskan ketika datang ke tempat ini. Pemandangannya akan terlihat semakin menarik saat diabadikan dalam sebuah foto. Ditambah lagi, tempat ini sepi pengunjung. Jadi, Anda bisa puas berfoto-foto di tempat ini.

38. Gua Jepang

Tempat wisata Gua Jepang ini terletak di Tanjung Ringgit. Di tempat ini, Anda akan menjumpai keberadaan bekas-bekas markas perang Jepang. Salah satunya yang menarik perhatian setiap pengunjung adalah sebuah meriam.

Keberadaan Gua Jepang ini memperlihatkan bagaimana pentingnya peran Tanjung Ringgit bagi tentara Jepang. Terutama, dalam menahan serangan dari pasukan sekutu. Meriam yang ada di tempat wisata ini pun memiliki kondisi yang cukup terawat, dengan panjang 5 m dan diameter 27 cm.

39. Pantai Tanjung Beloam

Tempat wisata berikutnya yang bisa disinggahi ketika datang ke Pantai Pink adalah Pantai Tanjung Beloam. Lokasinya memang berdekatan dengan Pantai Pink ataupun Tanjung Ringgit, masih berada di wilayah Kecamatan Jerowaru. Di sini, terdapat hotel yang bisa dijadikan alternatif tempat menginap, yakni Hotel Jeeva Beloam.

Sesampainya di tempat wisata Pantai Tanjung Beloam, pemandangannya akan membuat Anda terkagum-kagum. Pantai ini dikelilingi oleh tebing-tebing karang berukuran besar dan terdapat hamparan pasir putih yang tidak terlalu luas. Anda pun bisa terjun dan berenang di area pantai.

40. Pantai Cemara

Tidak banyak yang mengetahui keberadaan Pantai Cemara yang ada di Lombok Timur ini. Tempat wisata ini memang kerap disebut sebagai salah satu pantai tersembunyi. Terlebih, lokasinya jauh. Di ujung timur Lombok, berdekatan dengan Tanjung Ringgit dan masuk dalam wilayah Desa Pemokong, Kecamatan Jerowaru.

Perlu menjadi catatan, terdapat dua tempat wisata bernama Pantai Cemara. Pantai Cemara lainnya berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat, tidak jauh dari lokasi Pelabuhan Lembar.

Sebagai sebuah pantai tersembunyi, Anda bisa bersantai tanpa gangguan di tempat wisata ini. Pemandangannya pun indah. Dengan keberadaan hamparan pasir putih yang diselingi oleh keberadaan rerumputan dan pohon cemara.

Mereka yang datang ke tempat wisata ini kebanyakan adalah warga lokal. Aktivitas yang biasa dilakukan di sini cukup beragam. Mulai dari sekadar piknik, memancing, berenang, atau bahkan ada pula yang angon sapi.

Tentu saja 40 tempat wisata tersebut hanya sebagian kecil lokasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Masih banyak lokasi lain yang bisa Anda jelajahi selama berkunjung ke Pulau Lombok. Terlebih, saat ini akses transportasi menuju ke Lombok bisa lebih mudah. Tersedia akses dari udara, laut, ataupun darat.

Dengan berbagai kemudahan seperti itu, tentu akan disayangkan kalau keindahan tempat wisata di Lombok tidak bisa dinikmati oleh warga Indonesia sendiri. Ditambah lagi, keindahan alam Pulau Lombok sudah diakui oleh dunia internasional. Tidak sedikit yang menyebut Lombok punya keindahan yang menyamai Hawaii. Yuk, berlibur ke Pulau Lombok!

Baca Juga Artikel Lainnya : 65 Tempat Wisata yang Seru di Solo

40 Tempat Wisata di Banyuwangi Untuk Mengisi Waktu Liburan

40 Tempat Wisata di Banyuwangi Untuk Mengisi Waktu Liburan – Sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi saat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang populer. Tahukah Anda bahwa kota yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini ternyata menyimpan sejuta pesona yang luar biasa indahnya?

Berbatasan langsung dengan selat Bali, kebanyakan pengunjung yang datang hanya sekadar lewat sebelum menyeberang ke Pulau Dewata. Jika sempat, cobalah untuk singgah sejenak dan mengeksplorasi kota kecil berjuluk The Sunrise of Java ini. Kawasannya cukup beragam, dari mulai dataran rendah sampai dataran tinggi, area pegunungan dan pantai, serta lokasi-lokasi bersejarah dan situs peninggalan zaman kuno lainnya.

Bagi Anda yang ingin menjelajahi kota Banyuwangi, berikut adalah daftar tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

1. Kawah Ijen Banyuwangi

Sejak ditetapkan sebagai kawasan cagar biosfer oleh UNESCO di tahun 2016, Kawah Ijen Banyuwangi semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Masih termasuk ke dalam area Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, objek wisata ini terletak di puncak Gunung Ijen di Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Salah satu objek wisata paling berbahaya di dunia tersebut menempati sebuah kaldera terbesar di Pulau Jawa yang terbentuk akibat letusan Gunung Ijen dengan lebar 6 m. Kawah berair itu sendiri memiliki kedalaman 200 meter. Disebut objek wisata berbahaya karena air kawah ijen yang berwarna biru pirus memiliki kadar keasaman mendekati nol, yakni salah satu yang terbesar di dunia.

Meski demikian, pemandangan alam di Kawah Ijen menjadi daya tarik utama para pengunjung yang datang. Terdapat fenomena api biru (blue fire) yang muncul di lokasi penambangan sulfur hanya saat pukul 05.00 WIB. Anda bisa menyaksikan keindahan matahari terbit yang cahayanya memantul di permukaan air sehingga menimbulkan warna-warni yang cantik. Selain itu, panorama kemegahan Gunung Merapi, Gunung Raung, Gunung Rante, dan lainnya bisa terlihat jelas dari Kawah Ijen. Untuk bisa ke sana, Anda harus melakukan pendakian selama kurang lebih 2-3 jam dari Paltuding.

2. Taman Blambangan

Taman Blambangan Banyuwangi awalnya merupakan alun-alun kota yang kemudian dikembangkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh pemerintah setempat. Diapit oleh 4 jalan utama di Banyuwangi, yakni Jl. Wahidin Sudiro Husodo, Jl. Veteran, Jl. RA Kartini, dan Jl. Diponegoro, Taman Blambangan juga kerap disebut dengan nama Taman Gesibu Blambangan.

Objek wisata murah ini bisa diakses secara gratis oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana kota Banyuwangi. Taman Blambangan memiliki luas 32.000 m2 dengan pepohonan yang tertata rapi. Bisa dibilang, objek wisata ini adalah tempat rekreasi bagi warga lokal. Di sini, pengunjung akan menemukan berbagai fasilitas olahraga seperti lintasan lari, lapangan basket, dan area skateboard.

Saat akhir pekan, Anda akan menjumpai banyak warga lokal berkumpul dan berinteraksi di Taman Blambangan. Setiap Sabtu malam, pengunjung akan disuguhi pertunjukan kesenian tari khas Banyuwangi. Ada juga berbagai makanan yang dijual untuk menemani waktu santai.

3. Pura Agung Blambangan

Ditilik dari sejarahnya, Pura Agung Blambangan merupakan sebuah situs bersejarah peninggalan Kerajaan Blambangan yang ada di kawasan Alas Purwo, Banyuwangi Selatan. Pura ini memiliki corak Hindu yang menjadi magnet wisata religi bagi wisatawan tertentu. Terletak di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Muncar, Pura Agung Blambangan juga menjadi salah satu tempat suci utama bagi umat Hindu di Indonesia. Tak hanya dari Jawa, pengunjung juga banyak berdatangan dari Pulau Bali saat hari raya Kuningan tiba.

Wisatawan mancanegara juga kerap mengunjungi Pura Agung Blambangan karena tertarik akan struktur bangunannya. Pura ini adalah yang terbesar kedua setelah Pura Gunung Salak, dan merupakan yang terbesar di antara 92 pura lainnya di Banyuwangi. Saat mengunjungi pura, Anda harus memakai selendang untuk menghormati adat dan budaya setempat.

4. Waduk Sidodadi Glenmore

Salah satu tempat wisata teranyar di Banyuwangi adalah Waduk Sidodadi Glenmore. Baru dibuka untuk umum pada tahun 2015 dan diresmikan di tahun 2016, waduk ini dulunya dibangun sebagai sarana pengairan perkebunan tebu. Namun, potensi keindahan alam di sekitarnya tak disia-siakan oleh pemerintah setempat yang kemudian menyulap waduk ini menjadi lokasi wisata murah.

Terletak di Karangharjo, Glenmore, Waduk Sidodadi memiliki luas lebih dari 6 hektare, dan akan terus dikembangkan menjadi 10 hektare. Akses menuju lokasi juga tidak begitu sulit, dengan kondisi jalan yang bagus dan dekat dengan jalur utama Banyuwangi-Pacitan.

Di sini, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas menarik, seperti kegiatan luncur gantung sepanjang 160 meter menyeberangi waduk, menyewa ATV, berperahu, atau olahraga menantang di sirkuit motor.

Tak hanya itu, tempat wisata Waduk Sidodadi Glenmore juga memiliki taman bunga yang cantik, kebun buah, kolam pemancingan, dan area perkemahan. Pengunjung yang datang hanya cukup membayar tiket parkir sebesar Rp2.000 sampai Rp5.000. Jika ingin menjajal berbagai wahana yang ada, tarif yang dipatok beragam, dari mulai Rp10.000 sampai Rp25.000 per wahana.

5. Desa Wisata Osing Banyuwangi

Masyarakat lokal lebih mengenalnya dengan nama Desa Kemiren, namun desa ini lebih dikenal wisatawan dengan nama Desa Osing atau Using. Terletak hanya sekitar 15 menit dari pusat kota Banyuwangi, Desa Osing menjadi destinasi wisata yang patut dikunjungi karena nuansa budayanya yang kental.

Suku Osing dulunya adalah abdi Kerajaan Majapahit. Namun saat kerajaan tersebut diserang, sebagian dari mereka melarikan diri ke Tengger, Banyuwangi, dan Bali. Di Banyuwangi, mereka membentuk Kerajaan Blambangan. Di kawasan Desa Osing, daya tarik utama adalah Sanggar Genjah Arum dengan tatanan rumah-rumah kuno khas Osing yang berusia lebih dari 100 tahun.

Pengunjung juga bisa mempelajari sejarah suku tersebut dari bentuk rumahnya. Budaya tersebut meliputi empat buah rumah adat dengan bentuk berbeda yang menandakan status sosial penghuninya, yakni Crocogan, Tikelbalung, Tikel, dan Serangan.

Di Sanggar Genjah Arum pula, Anda bisa melihat langsung budaya dan adat istiadat asli suku Osing. Ada angklung paglak yang kerap dimainkan petani sembari menjaga sawah-sawah mereka. Ada juga tarian Barong Kemireng dan tari Gandrung yang ditampilkan saat menyambut tamu. Yang lebih menarik lagi, pengunjung bisa mendengarkan Othek atau musik lesung yang dimainkan oleh wanita-wanita paruh baya suku Osing. Musik ini dimainkan dengan cara memainkan alu dan lesung yang diiringi musik dari angklung paglak dan gendang.

6. Candi Agung Gumuk Kancil

Menurut cerita, pembangunan Candi Agung Gumuk Kancil ditujukan sebagai penghormatan kepada Rsi Markandeya, seorang tokoh spiritual agama Hindu di abad ke-7 Masehi. Tak hanya masyarakat yang beragama Hindu, tapi wisatawan pada umumnya juga kerap mengunjungi tempat wisata di Banyuwangi yang satu ini.

Terletak di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Candi Agung Gumuk Kancil berdiri tepat di pinggir hutan dan berstatus sebagai cagar budaya. Tak jauh dari kompleks candi, terdapat mata air Sumber Beji yang dipercaya oleh masyarakat sekitar bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Objek wisata yang satu ini bisa diakses dengan mudah dan pengunjung tak harus membayar tiket masuk.

7. Umbul Pule dan Umbul Bening

Tempat wisata Umbul Pule adalah salah satu wahana rekreasi murah bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Konon, airnya berasal dari sumber yang tak pernah kering meski musim kemarau melanda. Terletak di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Umbul Pule adalah wahana kolam renang dengan seluncur air yang dikelilingi udara lereng Gunung Raung yang sejuk.

Tak jauh dari Umbul Pule, terdapat wisata kolam renang lainnya yakni Umbul Bening. Namun tak seperti tetangganya, Umbul Bening memiliki 4 jenis kolam renang yang ditujukan untuk wisatawan dewasa dan anak-anak. Di masing-masing kolam juga terdapat luncuran air untuk menambah keseruan bermain.

Objek wisata umbul di Banyuwangi menyajikan air kolam yang jernih dan bersih. Di sekeliling kolam juga terdapat gazebo yang difungsikan pengunjung untuk istirahat. Saat mulai lapar, Anda bisa membeli makanan di kios-kios pedagang yang ada di dalam kompleks pemandian. Untuk mengakses tempat rekreasi ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp5.000.

8. Bukit Mondoleko

Salah satu tempat wisata teranyar dan kekinian di Banyuwangi adalah Bukit Mondoleko, sebuah bukit yang terletak di Desa Sragi, Kecamatan Sronggon. Wisatawan banyak yang memanfaatkan lokasi wisata ini untuk berswafoto atau sekadar menikmati pemandangan yang sejuk dari ketinggian.

Daya tarik utama dari Bukit Mondoleko adalah sebuah jembatan bambu yang terletak di atas bukit, di kawasan pegunungan Raung. Panorama yang ditawarkan tempat ini adalah pepohonan rindang dan sawah-sawah masyarakat setempat yang menghijau. Di puncak bukit terdapat sebuah pohon beringin yang di bawahnya ada sebuah makam yang dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Untuk mencapai lokasi, Anda harus menempuh perjalanan yang cukup berat. Ada persawahan yang harus dilalui, dan sungai yang harus diseberangi. Selanjutnya, pengunjung masih harus menapaki anak tangga untuk bisa sampai ke puncak bukit. Soal biaya, wisata Bukit Mondoleko ini masih gratis. Anda cukup membayar biaya parkir kendaraan dengan tarif sukarela.

9. Kampung Warna-Warni Kalilo

Sama seperti kota Malang, Banyuwangi juga memiliki sebuah kampung bercat warna-warni. Terletak di bantaran sungai Kalilo, sebuah perkampungan disulap oleh pemerintah setempat menjadi objek wisata kekinian yang banyak menarik pengunjung lokal dan luar kota.

Sungai Kalilo yang terletak di tengah kota Banyuwangi memiliki sejarah panjang dan air yang bersih. Upaya ini juga dimaksudkan oleh pemerintah setempat untuk memberi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya peran sebuah sungai dan untuk menjaganya agar tetap bersih.

Salah satu daya tarik utama kampung ini adalah sebuah jembatan yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto. Untuk mengakses lokasi ini, Anda hanya cukup membayar tiket parkir seharga Rp2.000 yang dikelola oleh warga setempat.

10. Air Terjun Kampung Anyar

Banyuwangi memiliki tempat wisata alam yang menakjubkan. Salah satunya adalah Air Terjun Kampung Anyar. Tak tanggung-tanggung, wisatawan yang datang ke tempat ini akan disuguhi pemandangan tiga air terjun sekaligus dalam satu kompleks lokasi. Warga lokal kerap menyebutnya dengan panggilan berbeda, yakni air terjun bersaudara, air terjun jagir, air terjun kembar, dan sebagainya.

Berlokasi di Desa Taman Suruh, Air Terjun Kampung Anyar memiliki keindahan panorama yang menakjubkan. Bahkan ketiga air terjun yang ada di sini berasal dari 3 sumber mata air, yaitu sumber Jagir, sumber Pawon, dan sumber Buyut Ijah.

Air terjun Pawon adalah salah satu yang paling menarik perhatian, karena bentuk alirannya yang melebar dengan batuan bertingkat. Sekitar 10 meter dari air terjun Pawon, terdapat air terjun kedua yang memiliki taman pemandian yang dibangun oleh warga sekitar. Berjarak 300 meter, terdapat air terjun ketiga yakni Air Terjun Ketegan. Berbeda dengan dua air terjun sebelumnya, air terjun yang satu ini memiliki ketinggian lebih dari 50 meter dan arusnya cukup deras. Dengan dikelilingi oleh pepohonan hijau yang asri, menghabiskan waktu di Air Terjun Kampung Anyar akan membuat suasana hati menjadi lebih sejuk.

11. Air Terjun Kalibendo

Satu lagi air terjun yang berada di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, adalah Air Terjun Kalibendo. Objek wisata yang satu ini berjarak sekitar 15 Km dari kota Banyuwangi, dan termasuk dalam kawasan Argo Wisata Kalibendo.

Pengunjung yang ingin menikmati pemandangan air terjun ini harus melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh perkebunan cengkeh dan pohon bendo. Perjalanan yang cukup jauh dan jalur yang menanjak membutuhkan stamina ekstra. Sesampainya di sebuah jembatan kayu, Anda akan menemui hamparan tanaman heterogen dan perbukitan yang indah sebelum akhirnya menyusuri sungai dan sampai di lokasi Air Terjun Kalibendo.

Air terjun yang satu ini tidak terlalu tinggi, namun memiliki air yang jernih. Dikelilingi oleh tebing dan pepohonan hijau, perjalanan Anda yang melelahkan akan terbayar lunas.

12. Air Terjun Tlepak

Objek wisata air terjun banyak terdapat di kota Banyuwangi. Setelah Kampung Anyar, ada lagi sebuah kampung bernama Kampung Tlepak, Kecamatan Songgon yang memiliki air terjun yang indah. Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan Air Terjun Tlepak atau Air Terjun Pelangi. Disebut demikian karena pengunjung bisa menikmati pemandangan pelangi yang kerap muncul di air terjun ini pada sore hari.

Untuk mengakses air terjun ini dibutuhkan upaya yang cukup melelahkan karena Anda harus melewati jalur trekking yang menanjak. Selain itu. Lokasinya yang masih ada di kawasan perkebunan membuat pengunjung harus mendapatkan izin terlebih dulu untuk bisa ke sana.

13. Air Terjun Lider

Berlokasi di lereng Gunung Raung, Air Terjun Lider adalah air terjun tertinggi yang ada di kota Banyuwangi. Mengunjungi objek wisata yang satu ini dijamin tidak akan membuat Anda kecewa. Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah dedaunan adalah pemandangan yang jarang Anda temui di perkotaan.

Dengan ketinggian pancuran air sekitar 60 meter, Air Terjun Lider terletak di ketinggian 1.300 mdpl, tepatnya di kawasan hutan lindung. Tak hanya itu, di sekitar air terjun utama tersebut terdapat empat air terjun kecil. Dengan dikelilingi oleh tebing berbatu yang tinggi, lokasi Air Terjun Lider bisa dibilang cukup tersembunyi.

Pengunjung harus melewati medan yang cukup sulit, yakni menyeberangi sungai sebanyak 7 kali, menembus rimbunnya hutan lindung, dan melalui jalur yang melelahkan. Jika beruntung, sepanjang perjalanan Anda akan bertemu dengan kupu-kupu warna-warni serta kera saat melewati kawasan hutan lindung.

14. Air Terjun Antogan

Air Terjun Antogan adalah surga lainnya yang patut Anda kunjungi saat berada di Banyuwangi. Terletak di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, air terjun yang satu ini menawarkan keindahan alam Banyuwangi yang asri dan sejuk. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Raung semakin menambah kesejukan suasana di sekitarnya.

Jika dibandingkan dengan air terjun lainnya di Banyuwangi, Air Terjun Antogan tidak begitu tinggi, yakni 7 meter saja. Di sekitar air terjun terdapat lorong-lorong tersembunyi di bebatuan yang konon sering digunakan sebagai tempat persembunyian dari penjajah pada zaman dahulu. Ada juga sebuah gua yang disebut-sebut sebagai jalur menuju pantai selatan.

15. Air Terjun Telunjuk Dewa Raung

Karena bentuknya yang unik yakni menyerupai jari telunjuk, dan lokasinya yang berada di kaki Gunung Raung, masyarakat setempat menjuluki tempat wisata yang satu ini Air Terjun Telunjuk Dewa Raung. Tepatnya berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter.

Untuk menuju lokasi, pengunjung yang memiliki jiwa petualang tinggi dijamin sangat terkesan. Jalurnya melalui hutan belantara Gunung Raung dan jalan setapak sempit yang tidak mudah dilalui. Di sekitar air terjun terdapat sebuah pohon beringin yang usianya diperkirakan telah mencapai ratusan tahun. Ada juga sebuah gua yang memancarkan sumber mata air yang bersih dan jernih.

16. Air Terjun Tirto Kemanten

Terletak di Dusun Wonoerjo, Kecamatan Kalibaru, Air Terjun Tirto Kemanten adalah salah satu air terjun dengan pemandangan yang indah di lereng Gunung Raung yang ada di Banyuwangi. Jalan menuju lokasi air terjun cenderung mulus, namun pengunjung harus menapaki jalan sejauh 1 Km dan menaiki tangga sebelum akhirnya sampai di sana.

Masyarakat sekitar juga mengenal objek wisata ini sebagai Air Terjun kembar, karena terdapat dua pancuran yang berasal dari satu sumber mata air. Nama kemanten (pengantin) juga disematkan karena air terjun tersebut letaknya berdampingan.

Air Terjun Kemanten memiliki ketinggian sekitar 10 meter, dan dikelilingi oleh tebing serta pepohonan yang hijau. Suasana yang asri dan sejuk menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang datang. Usai bermain air, Anda bisa duduk-duduk di gazebo tanpa dinding yang ada di dekat air terjun.

17. Air Terjun Kedung Angin

Wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan disuguhi objek wisata air terjun yang seakan tidak ada habisnya. Satu lagi keindahan alam di kota ini bisa dijumpai di Air Terjun Kedung Angin yang terletak di Desa Pekel, Kecamatan Licin. Anda bisa mengakses lokasi ini setelah berkendara kurang lebih 20 Km dari pusta kota Banyuwangi. Panorama sawah dan hutan pinus menjadi teman sepanjang jalan.

Sesampainya di desa, jalan setapak sejauh 1 Km masih harus dilalui untuk bisa sampai di Air Terjun Kedung Angin. Kolam yang terbentuk akibat air terjun memiliki air yang jernih berwarna kehijauan. Pengunjung kerap memanfaatkannya untuk berenang atau sekadar bermain air. Terdapat sebuah kubangan dengan kedalaman sekitar 2 meter dengan lebar sekitar 700 meter.

18. Air Terjun Selendang Arum

Air Terjun Selendang Arum tidak hanya menjadi tempat favorit warga lokal, tapi juga wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Berlokasi di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, air terjun ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga. Di sini, pengunjung bisa melakukan kegiatan petualangan seru, menikmati dinginnya air, dan suasana di sekitar lokasi yang masih sejuk dan asri.

Untuk bisa mencapai lokasi, Anda harus memiliki stamina yang kuat. Meski dekat dengan pemukiman, wisatawan yang datang harus berjalan melalui jalur yang menanjak melalui kawasan perbukitan dan area persawahan. Tak hanya itu, tebing-tebing yang curam di sepanjang jalan juga harus membuat Anda ekstra berhati-hati melaluinya.

Setelah perjalanan yang melelahkan, pengunjung akan disambut dengan suara gemercik air yang menenteramkan. Air terjun setinggi kurang lebih 20 meter ini dinamai Selendang Arum karena bentuknya yang menyerupai selendang. Kebanyakan wisatawan yang datang akan menghabiskan waktu mereka untuk memanjat bebatuan di sekitar air terjun atau bermain air.

19. Air Terjun Temcor

Kawasan pegunungan di Banyuwangi membuat kota ini memiliki puluhan objek wisata air terjun. Salah satu yang menarik banyak wisatawan adalah Air Terjun Temcor. Masih berada di desa yang sama dengan Air Terjun Selendang Arum, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, Air Terjun Temcor juga dikenal warga sekitar dengan nama Kembang Arum.

Perjalanan menuju Air Terjun Temcor cukup seru. Pengunjung harus melewati jalur trekking di antara pematang sawah warga. Air terjun ini sebetulnya berasal dari sungai sumber irigasi sawah yang jatuh di bibir jurang. Untuk menuruni jurang tersebut, Anda harus berhati-hati karena permukaan jalannya yang licin.

Dengan ketinggian air terjun sekitar 10 meter, pancurannya membentuk sebuah kolam yang cukup lebar. Penduduk lokal dan wisatawan biasanya memanfaatkan keindahan alam tersebut untuk berenang dan menikmati keindahan panorama di sekitarnya.

20. Air Terjun Watu Kurung

Para pencinta kegiatan adrenalin yang hobi mendaki pasti tidak asing lagi dengan Air Terjun Watu Kurung. Air terjun ini terletak di Gunung Raung, yang kerap dimanfaatkan oleh para pendaki untuk menyegarkan diri sebelum menuju ke puncak gunung.

Air Terjun Watu Kurung terletak di Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Medan menuju lokasi wisata air terjun membutuhkan kekuatan fisik yang prima, karena Anda harus berjalan sejauh 2,5 Km melalui jalan setapak yang menembus hutan dan semak belukar dengan kontur jalanan yang turun naik.

Disebut Watu Kurung karena air terjun ini dikelilingi oleh batuan tebing yang tinggi. Perjalanan menuju Air Terjun Watu Kurung menyuguhkan suasana dan panorama yang asri khas pegunungan dengan berbagai jenis tanaman.

21. Pantai Boom

Turun dari area pegunungan, Banyuwangi memiliki objek wisata pantai yang memesona. Salah satu tempat wisata pantai yang paling populer di kalangan wisatawan domestik adalah Pantai Boom yang terletak di dekat pusat kota Banyuwangi.

Pantai ini sering menjadi tempat berkumpul anak muda, utamanya di sore hari. Terletak di Kampung Mandar, Pantai Boom terkenal sebagai pelabuhan penting sejak dulu. Meski dulunya tampak kumuh, tapi sekarang pemandangan di sekitar pantai mulai tertata rapi. Pengunjung bisa menikmati kuliner di pinggir pantai atau bersantai di kursi yang disediakan dan menikmati pemandangan matahari terbenam.

Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian wisatawan adalah diadakannya festival Gandrung Sewu. Agenda ini dilakukan rutin setiap tahun dengan menampilkan seribu penari yang menari di atas pasir pantai.

22. Pantai Plengkung

Menyambangi Pantai Plengkung di Banyuwangi akan memberikan pengalaman liburan yang luar biasa. Pantai ini sering disebut sebagai G-Land-nya Banyuwangi. Tak hanya wisatawan dalam negeri, turis asing pun banyak yang menjadikan Pantai Plengkung sebagai destinasi wisata mereka. Disebut Plengkung karena bentuk pantainya yang melengkung, atau menyerupai huruf G.

Masih berada di kawasan Taman nasional Alas Purwo, Pantai Plengkung memiliki satu dari 7 ombak terbaik di dunia menyerupai pantai di Hawaii dan Afrika Selatan. Wisatawan banyak datang ke sini untuk berselancar, terutama di bulan April sampai Agustus, waktu datangnya ombak yang ketinggiannya bisa mencapai 8 meter.

Jika tidak suka berselancar, tidak perlu khawatir. Di pantai ini, Anda bisa menikmati panorama Taman Alas Purwo atau bermain pasir di pinggir pantai.

23. Pantai Pulau Merah

Pulau Merah atau Red Island menawarkan keindahan pantai yang tiada duanya. Berlokasi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, pulau kecil ini menarik banyak wisatawan karena letaknya yang unik, yakni seperti sebuah bukit di tengah laut.

Pantai Pulau Merah memiliki pasir putih yang bersih dengan air laut yang jernih. Pohon-pohon kelapa dan pisang di sekitar lokasi menambah variasi vegetasi.

Tidak seperti Pantai Plengkung, ombak di Pantai Pulau Merah tidak begitu besar, namun cukup menantang. Banyak peselancar yang menjadikan pantai ini sebagai lokasi latihan mereka. Saat ombak sedang surut, Anda bisa berjalan-jalan menuju Pulau Merah yang ada di tengah pantai tersebut. Di sebelah selatan pantai terdapat lokasi yang sangat tepat untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam.

24. Pantai Lampon

Tak jauh dari Pantai Pulau Merah terdapat Pantai Lampon. Terletak di Kecamatan Pesanggaran, pantai yang satu ini memiliki pemandangan laut biru yang luas dengan pohon kelapa yang berjejer di tepinya.

Pemandangan Pantai Lampon tidak seperti pantai kebanyakan, karena di sekelilingnya terdapat batu-batuan karang. Di sebelah selatan karang tersebut ada muara sungai yang sering dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat memancing.

Tak hanya itu, Pantai Lampon juga memiliki sebuah bukit yang bisa dipanjat dengan aman. Wisatawan yang datang ke sini kebanyakan menghabiskan waktu mereka dengan bermain air, memancing, atau mendaki bukit.

25. Pantai Wedi Ireng

Nama wedi ireng dalam bahasa Jawa berarti pasir hitam. Pantai yang satu ini memiliki keunikan, yakni terdapat pasir hitam yang tersembunyi di balik pasir putihnya di permukaan. Dibandingkan dengan pantai lain di Banyuwangi, Pantai Wedi Ireng cenderung sepi pengunjung.

Hal tersebut bukan karena pantai ini tidak cantik, melainkan karena lokasinya yang cenderung sulit dijangkau. Terletak di Desa Sumber Agung, Pantai Wedi Ireng masih berada dalam satu jalur dengan Pantai Pulau Merah.

Sisi timur pantai ini memiliki ombak yang lebih besar dari pada sisi barat yang cenderung berombak landai. Bebatuan karang di pinggir pantai, pasir putih, ombak yang tenang dan air laut yang jernih membuat wisatawan betah berlama-lama menghabiskan waktu di Pantai Wedi Ireng.

26. Pantai Rajegwesi

Pantai Rajegwesi terletak dekat dengan Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan, Kecamatan Pesaggaran. Pemandangan pantai yang indah dengan hamparan pasir putih serta air laut yang biru menjadi daya tarik pantai ini.

Pantai Rajegwesi berlokasi di tengah kampung nelayan. Anda akan melihat banyak kapal-kapal nelayan tertambat di pinggir pantai. Dinamakan Rajegwesi karena di sana terdapat “pagar besi”, yakni batuan karang yang mengandung besi.

Pengunjung yang datang tidak akan menemukan hamparan pasir pantai yang putih, melainkan pasir yang berwarna cokelat. Warna ini diperoleh dari endapan lumpur sungai-sungai yang bermuara di Pantai Rajegwesi. Selain itu, pantai ini juga merupakan penghubung antara Pantai Sukamade dan Teluk Hijau.

Wisatawan yang datang sering kali menghabiskan waktu mereka untuk bermain air atau mengunjungi wisata agro yang disediakan oleh pemerintah setempat.

27. Pantai Batu

Jika pantai pada umumnya memiliki pasir putih, Anda tidak akan menemukan hal tersebut di Pantai Batu. Sesuai namanya, pantai yang satu ini tidak dikelilingi dengan hamparan pasir, melainkan batuan-batuan kecil. Suasana di sekitar pantai masih terlihat alami dengan panorama indah yang menakjubkan. Perpaduan antara pepohonan hijau dengan air laut yang biru adalah kombinasi cantik yang akan membius wisatawan yang datang.

Berlokasi di Desa Sarongan, Kecamatan Pasanggaran, Pantai Batu masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Aktivitas yang sering dilakukan oleh wisatawan yang datang adalah bermain air atau bersantai di pinggir pantai sembari menikmati pemandangan yang tampak di depan mata.

28. Pantai Teluk Hijau

Pantai Teluk Hijau di Banyuwangi juga dikenal dengan nama Green Bay. Untuk menuju pantai ini dibutuhkan perjuangan ekstra. Dari Pantai Batu, Anda harus menyusuri hutan dan sungai kecil melewati bukit karang dengan pepohonan yang rimbun. Di balik tebing berbatu tersebut, tampak keindahan Pantai Teluk Hijau dengan pasir putih menghampar dan air laut yang sangat jernih.

Dinamakan Pantai teluk Hijau karena air laut di sini sangat jernih dan berwarna biru kehijauan. Pantai ini tak hanya cocok untuk bersantai, tapi juga surganya pencinta keindahan alam. Di sekitar pantai, tepatnya 20 meter ke sebelah timur, pengunjung bisa menemukan air terjun dengan ketinggian 8 meter.

Terletak di Desa Sarongan, Pantai Teluk Hijau termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Di tempat ini juga tumbuh bunga langka yang dilindungi, bunga Raflesia. Selain menikmati pemandangan, Anda juga bisa berenang di pantai, berfoto, atau bermain pasir. Pengunjung yang datang hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

29. Pantai Sukamade

Jika berkunjung ke Banyuwangi, kurang afdal rasanya jika tidak mampir ke Pantai Sukamade. Pantai ini adalah salah satu andalan pariwisata di kota Banyuwangi. Masih termasuk ke dalam kawasan Taman nasional Meru Betiri, Pantai Sukamade adalah rumah bagi ribuan telur penyu. Selama ratusan tahun, pantai ini dikenal sebagai lokasi penyu bertelur di Banyuwangi.

Daya tarik utama objek wisata Pantai Sukamade adalah melihat proses penyu bertelur serta pelepasan tukik ke laut. Pengunjung akan dibawa menaiki perahu untuk melihat penyu-penyu tersebut muncul dari laut kemudian bertelur.

Karena proses ini berlangsung di malam hari, maka Anda harus bersiap mencari penginapan yang ada di sekitar Pantai Sukamade. Jika melihat dan melepas penyu bukanlah hal yang ingin dilakukan, Anda bisa bersantai di pinggir pantai atau berjalan-jalan menikmati panorama.

30. Pantai Parang Ireng

Terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Parang Ireng menawarkan keindahan pantai yang tidak biasa. Jika berkesempatan mengunjungi pantai ini, Anda akan merasa seperti di pantai pribadi karena tidak banyak turis lokal maupun asing yang datang ke Pantai Parang Ireng. Meski demikian, Anda akan dibuat terpukau dengan daya tariknya.

Keunikan Pantai Parang Ireng terletak pada warna pasirnya. Pantai ini memiliki pasir dengan tiga warna berbeda, yakni hijau, hitam, dan putih. Struktur batuan hitam menyerupai lava yang membeku memberi warna pada pasir, begitu pula dengan tumbuhan lumut yang berada di sisi kanan pantai. Warna hitam dan hijau tersebut terlihat sangat kontras dengan hamparan pasir putih yang ada di sisi kiri pantai.

Wisatawan yang datang biasanya mengabadikan foto pasir hitam dan hijau tersebut, lalu menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan di atas pasir yang putih. Pantai Parang Ireng lokasinya tersembunyi di balik semak belukar. Pengunjung harus memarkir kendaraannya lalu berjalan menembus tanaman liar tersebut untuk bisa sampai di lokasi.

31. Pantai Parang Kursi

Letaknya yang tersembunyi membuat sedikit wisatawan yang tahu akan kebaradaan Pantai Parang Kursi. Objek wisata pantai ini berlokasi di Kecamatan Pesanggaran, dan berada di antara Pantai Pulau Merah dan Pantai Lampon. Suasananya yang sepi dan damai memberikan nuansa relaksasi yang maksimal bagi wisatawan yang datang.

Untuk menuju pantai ini, Anda bisa mengambil jalan ke selatan dari Pantai Lampon. Namun demikian, perjalanan menggunakan kendaraan harus terhenti di Pelabuhan Lampon, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Pengunjung harus melewati jalur pendakian pegunungan Tumpang Pitu, menyeberangi sebuah muara, dan mendaki bukit. Tempat Wisata Banyuwangi Pantai Parang Kursi tambah indah di balik bukit tersebut.

Dinamakan parang kursi karena di sekitar pantai terdapat batuan karang yang bentuknya seperti sebuah kursi. Daya tarik utama pantai ini ada pada suasananya yang masih sangat alami. Pengunjung bisa menghabiskan waktu berjalan-jalan di pantai sambil berfoto atau bermain pasir.

32. Pantai Pancur

Pantai Pancur terletak di kawasan Taman nasional Alas Purwo, dan kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dari Banyuwangi maupun kota lainnya. Objek wisata yang satu ini cukup populer, terbukti dengan lengkapnya fasilitas yang dibangun di sekitar pantai seperti musala, kamar mandi, dan kios penjual makanan.

Pengunjung yang datang bisa menikmati suara debur ombak yang tidak terlalu besar, sehingga kerap dimanfaatkan oleh anak-anak untuk berenang atau bermain air. Di satu sisi, tepi pantai dihiasi oleh batu-batuan yang berlumut sedangkan di sisi lain terdapat hamparan pasir putih yang indah.

Yang menarik, di sekitar Pantai Pancur akan dijumpai sebuah aliran sungai kecil menyerupai air terjun mini. Air tawar tersebut kemudian mengalir dan langsung menyatu dengan air laut di bawahnya. Penamaan Pantai Pancur (pancuran) juga didasari oleh fenomena alam yang unik tersebut.

Kebanyakan pengunjung Tempat Wisata Banyuwangi yang datang akan menghabiskan waktu dengan berenang atau berkemah di sekitar pantai.

33. Pantai Ngagelan

Satu lagi pantai di Banyuwangi yang juga menjadi rumah konservasi bagi penyu-penyu adalah Pantai Ngagelan. Sama seperti Pantai Sukamade, Pantai Ngagelan menjadi lokasi penangkaran penyu yang terletak di kawasan Alas Purwo. Lokasinya juga tak jauh dari hutan bakau Bedul, dan berjarak sekitar 70 Km berkendara dari pusat kota Banyuwangi.

Hamparan pasir pantai yang luas dan sangat bersih menambah daya tarik pantai yang satu ini. Jika ingin melihat penyu-penyu datang dari laut, Anda sebaiknya datang di bulan April-Juni. Sedangkan bagi yang penasaran melihat penyu-penyu tersebut bertelur bisa datang ke Pantai Ngagelan pada bulan Juni-Agustus. Selanjutnya, telur penyu tersebut akan menetas dalam kurun waktu sekitar 8 minggu.

Ombak di Pantai Ngagelan cukup besar sehingga kurang cocok jika digunakan untuk berenang. Kebanyakan pengunjung yang datang ingin menikmati keindahan pantai sekaligus mempelajari tentang kehidupan penyu.

34. Pantai Trianggulasi

Meski hanya berjarak sekitar 2 Km dari Pantai Plengkung, tak banyak wisatawan yang mengenal nama Pantai Trianggulasi. Penduduk setempat juga sering menyebut pantai ini dengan nama Tanggul Asri. Masih berlokasi di kawasan taman Nasional Alas Purwo, tepatnya di Desa Tegaldlimo dan berjarak sekitar 76 Km dari pusat kota Banyuwangi.

Bagi penggemar olahraga air, objek wisata ini bukanlah tempat yang tepat untuk menyalurkan hobi Anda. Pasalnya, meski memiliki ombak yang cukup menawan, pengelola setempat melarang pengunjung untuk berselancar atau berenang di pantai.

Namun, jangan khawatir karena Pantai Trianggulasi memiliki panorama yang indah. Garis pantainya yang landai dan topografinya yang memanjang menyuguhkan keindahan pantai yang seakan tidak terbatas. Di sekitar lokasi, Anda akan menemukan monyet-monyet liar dan rusa yang terkadang berjalan di pinggir pantai.

Pengunjung yang datang bisa menghabiskan waktu dengan berkemah sembari menanti pemandangan matahari terbenam yang memesona.

35. Pantai Waru Doyong

Dibandingkan dengan pantai lainnya di Banyuwangi, objek wisata Pantai Waru Doyong tergolong masih baru. Terletak di Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, pantai yang satu ini memiliki daya tarik unik yang banyak dikenal sebagai Dermaga Cinta. Dinamakan dermaga cinta karena kebanyakan pengunjung yang datang ke sini adalah pasangan yang menikmati keindahan pantai di dermaga tersebut.

Dermaga atau yang bentuknya menyerupai jembatan ini adalah tempat favorit warga sekitar dan wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam. Tak jarang pula pengunjung yang memanfaatkan dermaga cinta sebagai lokasi pemotretan foto pranikah.

Selain pemandangan matahari terbit dan terbenam, Pantai Waru Doyong juga memiliki panorama lain yang tak kalah indah. Dengan duduk-duduk di sekitar pantai, pengunjung akan disuguhi pemandangan bukit-bukit yang ada di seberang pantai dan kapal-kapal nelayan yang melintas menembus angin.

Pasirnya berwarna hitam dan ombaknya yang landai memberi ruang bagi Anda untuk bermain air atau berenang di pantai. Untuk bisa mengakses keindahan alam ini, wisatawan tidak harus membayar tiket masuk alias gratis.

36. Pantai Bangsring

Saat berkunjung ke kota Banyuwangi, sempatkanlah untuk mampir ke Pantai Bangsring. Jika di Pantai Plengkung pengunjung disuguhi dengan ombak-ombak besar yang berbahaya sekaligus menakjubkan, Pantai Bangsring menawarkan pesona keindahan alam yang berbeda. Terletak di Desa Bangsring, pantai ini adalah surganya biota bawah laut yang menawan.

Anda yang hobi menyelam atau snorkeling tak perlu jauh-jauh pergi ke Bali, Raja Ampat, atau Wakatobi. Pantai Bangsring memberikan kemudahan untuk melakukan berbagai olahraga air yang nyaman. Sejak dibuka pada tahun 2014, pantai yang satu ini tak pernah sepi pengunjung.

Kegiatan pertama yang bisa dilakukan di Pantai Bangsring adalah berkano atau menaiki banana boat. Anda bisa mengakses fasilitas tersebut dengan mengunjungi Rumah Apung yang berada sekitar 20 meter dari bibir pantai.

Pengunjung juga bisa menyewa peralatan menyelam dan mulai mengeksplorasi keindahan dunia bawah lautnya. Pantai dengan luas 15 hektare ini memiliki berbagai ikan hias yang berenang seliweran bahkan di dekat pantai sekalipun. Selain itu, Anda juga bisa menjajal kegiatan yang memicu adrenalin dengan berenang bersama hiu sirip hitam yang ada di kolam keramba seluas 3×3 meter.

Kegiatan menyelam dan snorkeling adalah pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan bawah laut Pantai Bangsring. Di sana, terdapat berbagai jenis terumbu karang dan ikan hias. Jika ingin berkontribusi bagi pelestarian alam, Anda juga bisa ikut serta dalam kegiatan menanam terumbu karang yang menjadi bagian dari Marine Education.

Selain kegiatan di atas, pengunjung juga bisa menikmati panorama pantai dari tepian sambil berenang atau bermain pasir. Bisa dibilang, Pantai Bangsring adalah salah satu Tempat Wisata Banyuwangi terpopuler.

37. Pantai Cemara

Anda yang datang ke Banyuwangi mungkin dibuat sedikit heran dengan Pantai Cemara. Jika umumnya pantai dikelilingi oleh hutan bakau atau pohon kelapa, objek wisata yang satu ini ditumbuhi banyak pohon cemara di sekitar pantainya. Terletak di Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Anda akan menemukan lebih dari 16.000 pohon cemara yang tumbuh dengan cantik.

Sebelum terkenal dengan nama Pantai Cemara, pantai ini dulunya bernama Pantai Rejo. Para nelayan sepakat untuk menanami cemara di sekitarnya demi mendapat tempat berteduh dari teriknya matahari. Ternyata, pohon-pohon tersebut tak hanya menyediakan tempat berteduh tapi juga berfungsi untuk mencegah abrasi.

Makin lama, pohon yang tumbuh makin banyak dan ranting-rantingnya membentuk lengkungan yang membuat jalan setapak di pantai hampir menyerupai gua. Pantai Cemara juga berhadapan langsung dengan Selat Bali.

Kebanyakan pengunjung yang datang akan membawa tikar dan makanan untuk berpiknik di tepi pantai. Beberapa juga melakukan kegiatan seperti berenang dan bersantai untuk menikmati panorama matahari terbit.

38. Pantai Mustika

Jika sempat menyambangi Pantai Mustika, Anda akan menemukan suasana pantai yang masih sepi. Pengunjung menyebut pantai ini sebagai pantai perawan karena kondisi sekitarnya yang masih asri dan tidak banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Mustika terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, dan posisinya ada di antara Pantai Pulau Merah dan Pantai Pancer. Penamaan nama pantai ini tak lepas dari cerita warga setempat tentang seseorang yang menemukan mustika Ratu Kidul saat mengunjungi pantai tersebut. Orang tersebut kemudian membuang mustika tersebut ke laut dengan maksud mengembalikannya ke Ratu Kidul.

Soal panorama, Pantai Mustika memiliki keindahan pasir putih yang menghampar dengan ombak yang cenderung landai. Banyak pengunjung yang datang memanfaatkannya untuk sekadar bersantai atau berenang. Selain itu, kekayaan bawah laut pantai ini juga terbukti dengan beragamnya terumbu karang yang tumbuh. Anda bisa melakukan kegiatan snorkeling untuk membuktikan keindahan tersebut.

39. Pantai Palukuning

Meski namanya tidak begitu populer, namun Pantai Palukuning tetap menjadi objek wisata yang patut dikunjungi saat liburan ke Banyuwangi. Pantai yang satu ini terletak di Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Pantai Palukuning dikelilingi oleh kolam tambak milik warga sekitar, dan kerap dijadikan lokasi penambatan perahu bagi nelayan. Panorama pantai yang indah didominasi oleh batu-batuan hitam yang sering digunakan oleh pengunjung sebagai tempat untuk berswafoto. Ombaknya juga tidak terlalu besar sehingga bisa digunakan untuk bermain air. Angin yang sepoi-sepoi di pinggir pantai dijamin akan membuat suasana hati Anda semakin relaks dan damai.

40. Pantai Perpat

Pantai terakhir yang ada di dalam daftar tempat wisata di Banyuwangi yang wajib Anda kunjungi adalah Pantai Perpat. Pantai ini berlokasi sekitar 5-10 menit berkendara dari Payaman, atau sekitar 2 jam perjalanan laut dari Muncar.

Pengunjung yang datang akan disuguhi pemandangan hutan bakau yang indah, dengan pasir putih dan air laut yang tenang. Biasanya, kapal-kapal yang menuju Pelabuhan Muncar akan singgah di sini bila cuaca tidak bersahabat.

Air lautnya yang tenang bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai olahraga air. Biasanya, wisatawan akan menyelam atau snorkeling untuk melihat keindahan alam bawah laut pantai ini. Jika beruntung, Anda akan menyaksikan sekelompok lumba-lumba yang berputar-putar di perairan pantai untuk mencari makan.

Nah, lengkap sudah daftar 40 tempat wisata seru yang bisa Anda kunjungi di Banyuwangi. Bagaimana? Sudah tahu Tempat Wisata Banyuwangi yang akan Ands kunjungi? Liburan di kota Banyuwangi dijamin seru dan menyenangkan.

Baca juga : 35 Tempat Wisata di Kediri Untuk Dikunjungi Pada Waktu Liburan

40 Tempat Wisata di Kuningan untuk Dikunjungi Saat Liburan

40 Tempat Wisata di Kuningan untuk Dikunjungi Saat Liburan – Hari libur adalah saat yang tepat untuk menghilangkan penat. Jika Anda memiliki waktu libur yang cukup panjang dan menginginkan wisata yang menenangkan, kenapa tidak menghabiskan waktu di kota wisata Kuningan?

Terletak di sisi timur Jawa Barat, tepatnya di sebelah selatan Cirebon, Kuningan menawarkan berbagai lokasi wisata menarik untuk mengisi liburan Anda. Suasana kota yang tenang, masyarakat yang ramah, serta alam yang indah, menjadikan kota ini mulai dilirik banyak wisatawan. Saat berkunjung ke kota ini, Anda tentu akan merasakan kedamaian yang mungkin tidak bisa Anda dapatkan saat berada di kota besar.

Sebagian besar wisata di Kuningan merupakan objek wisata alam. Meskipun demikian, ada banyak pula beragam destinasi wisata pilihan lain, seperti wisata edukasi, sejarah, religi, dan juga kuliner. Berikut ini 40 destinasi wisata terpopuler yang bisa Anda singgahi saat berlibur di Kuningan.

1. Telaga Remis

Telaga Remis merupakan sebuah lokasi wisata di tengah hutan yang memiliki pemandangan memukau dengan air yang cukup jernih serta suasana sejuk khas pegunungan. Danau cantik ini berada di Desa Kaduela, Pasawahan, sekitar 30 km arah barat laut pusat kota Kuningan atau 20 km arah barat daya Cirebon. Untuk menuju ke sana, Anda bisa menggunakan bus umum Jakarta-Cirebon. Turun di Pasar Cilimus, lalu lanjutkan perjalanan dengan angkutan umum menuju Pasawahan.

Di lokasi wisata tersebut, Anda bisa berjalan-jalan melalui jalan setapak yang mengelilingi danau, atau sekadar bersantai menikmati rimbunnya pepohonan sekitar di saung dan rumah makan tepi danau. Namun, jika ingin menjelajahi danau, di sana juga sudah tersedia sepeda air yang bisa Anda sewa. Untuk memasuki area danau, Anda hanya akan dikenai biaya tiket sebesar Rp5.000 saja.

2. Taman Purbakala Cipari

Saat mengunjungi sebuah taman, Anda tentu akan melihat aneka jenis bunga. Namun, di taman ini, Anda akan mendapati pemandangan unik yang berupa bebatuan dari zaman purbakala. Batu-batu tersebut berada di sebuah taman hijau, dengan susunan yang rapi, yakni melingkar, berundak, dan berjajar. Tidak hanya taman. Di sana juga terdapat sebuah museum yang bisa menambah pengetahuan Anda mengenai kehidupan manusia di zaman prasejarah.

Taman Purbakala Cipari terletak tidak jauh dari pusat kota Kuningan. Untuk mencapai lokasi tersebut, Anda bisa berkendara dengan kendaraan pribadi ke arah barat sejauh 5 km atau sekitar 15 menit perjalanan. Taman ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00. Sementara itu, untuk mengunjungi taman ini, Anda tidak akan dikenai biaya tiket masuk.

3. Taman Nasional Gunung Ciremai

Kawasan pegunungan memang selalu mampu menyuguhkan panorama yang menakjubkan. Tentu saja, itulah yang akan Anda dapati saat menjelajahi area Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Berjarak sekitar 10 km di sebelah utara kota Kuningan, TNGC merupakan tempat wisata yang cocok bagi Anda para pencinta alam. Untuk mencapai kawasan puncak dan kawahnya, Anda perlu melakukan pendakian yang cukup panjang melalui jalur-jalur yang sudah disediakan. Meskipun cukup melelahkan, perjalanan Anda akan terbayar oleh indahnya panorama alam sekitar serta megahnya kawah dari gunung tertinggi di Jawa Barat ini.

Harga tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai adalah Rp50.000, dan bisa diakses kapan saja oleh para pendaki kecuali ada pemberitahuan jalur ditutup karena alasan tertentu.

4. Gedung Perundingan Linggarjati

Pasca-proklamasi, Indonesia masih harus berjuang untuk mendapatkan pengakuan merdeka dari dunia internasional. Salah satu lokasi bersejarah yang menjadi saksi perjuangan memperoleh pengakuan kemerdekaan tersebut adalah Gedung Perundingan Linggarjati yang berada di Desa Linggarjati, Cilimus, tidak jauh dari TNGC. Untuk mencapai lokasi wisata ini, Anda harus menempuh jarak sejauh 15 km ke arah utara melalui Jalan Siliwangi, lalu belok ke barat melalui Jalan Bojong-Linggarjati.

Di Gedung Perundingan Linggarjati, Anda dapat menyaksikan bangunan serta furnitur asli yang dahulu digunakan para delegasi dari Indonesia dan Belanda saat melakukan perundingan. Selain itu, ada juga foto-foto pelaksanaan Perundingan Linggarjati, yang terpampang di sepanjang dinding ruangan gedung. Saat memasuki gedung bersejarah tersebut, Anda hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp2.000.

5. Pemandian Cibulan dan Ikan Dewa

Berenang di kawasan pegunungan bisa menjadi solusi pelepas lelah usai mengelilingi tempat-tempat wisata. Namun, pernahkah Anda merasakan sensasi berenang dengan ikan-ikan yang dianggap keramat? Jika belum, ada baiknya Anda berkunjung ke Pemandian Cibulan.

Lokasi wisata tersebut berada di kaki Gunung Ciremai. Di sana, terdapat dua kolam besar yang berisi ikan-ikan keramat, yang biasa disebut ikan dewa. Konon, ikan-ikan tersebut merupakan jelmaan para prajurit Prabu Siliwangi sehingga tidak ada seorang pun yang diperbolehkan menangkapnya. Jika ingin berkunjung ke pemandian tersebut, Anda harus membayar tiket masuk seharga Rp15 ribu.

Tidak jauh dari lokasi kolam, terdapat buah mata air keramat. Air pada ketujuh sumber tersebut dipercaya memiliki khasiat tertentu bagi orang-orang yang mencuci muka atau meminumnya. Sementara di dekat mata air, Anda juga dapat menemukan lokasi bersejarah, yakni petilasan Prabu Siliwangi.

6. Bukit Panembongan

Tempat Wisata di Kuningan yang instagrammable memang menjadi tempat yang paling banyak diburu saat ini. Latar foto dengan pemandangan yang cantik tentu bisa membuat tampilan Instagram jadi lebih menarik. Saat berlibur ke Kuningan, Anda akan menemukannya di Bukit Panembongan.

Bukit dengan hamparan pemandangan cantik ini berlokasi di Desa Tembong, Garawangi. Untuk mencapainya, Anda perlu berkendara sejauh 7 km ke arah tenggara dari pusat kota Kuningan atau sekitar 18 menit perjalanan. Rute yang bisa Anda tempuh adalah melalui Jalan Garawangi. Sesampainya di pertigaan, ambil belokan ke selatan menyusuri Jalan Pagerbatu.

Untuk memasuki area bukit, Anda diwajibkan membayar tiket masuk Rp5.000. Jika ingin berfoto-foto di gardu pandang, Anda hanya perlu membayar tiket lagi dengan harga Rp2.000 saja. Sementara itu, waktu kunjungan ke bukit ini dibuka mulai pukul 7 pagi-5 sore.

7. Kebun Raya Kuningan

Tempat Wisata di Kuningan yang terletak di areal hutan ini berada sekitar 38 km dari pusat kota Kuningan, tepatnya di sisi utara Gunung Ciremai. Objek wisata ini awalnya sempat ditutup karena masih dalam tahap pembangunan. Namun, kini Anda sudah bisa menikmati indahnya hamparan hutan hijau, taman-taman cantik, dan berbagai fasilitas yang tersedia, hanya dengan membayar tiket sebesar Rp10.000 per orang.

Destinasi wisata ini berada di perbatasan wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon. Bahkan, lokasinya pun lebih dekat jika ditempuh dari Cirebon. Untuk mencapai Kebun Raya Kuningan, Anda bisa lewat Paliaman. Setelah itu, ambil jalur ke arah selatan dan ikuti jalan sejauh 10 km. Tempat wisata ini bisa Anda kunjungi dari pukul 08.00-16.30.

8. Open Space Gallery

Sebuah taman yang berada di Kawasan Linggarjati ini adalah tempat wisata yang bisa Anda kunjungi tanpa harus mengeluarkan biaya. Di lokasi tersebut, Anda bisa berolahraga atau sekadar bersantai merasakan terapi ikan dari kolam taman secara gratis. Lokasinya hanya berjarak sekitar 1,5 km dari Gedung Perundingan Linggarjati. Jadi, setelah melakukan wisata sejarah, Anda bisa singgah di lokasi ini untuk melepas lelah.

Di saat liburan atau hari besar, di area ini juga kerap digelar acara pertunjukan seni atau pameran. Sementara pada akhir pekan, Anda bisa turut serta mengikuti acara senam yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat. Jadi, tubuh Anda bisa kembali bugar dan siap melanjutkan perjalanan wisata ke tempat-tempat menarik lain di Kuningan.

9. Pemandian Sangkanhurip

Tempat Wisata di Kuningan ini merupakan sebuah pemandian air panas yang mana airnya berasal dari Gunung Ciremai. Di Pemandian Sangkanhurip, Anda bisa merelaksasi tubuh sekaligus menghaluskan kulit. Sebab, air panas yang mengandung belerang di pemandian tersebut dipercaya mampu membunuh kuman dan penyakit yang bersarang di kulit sehingga menjadikannya kembali mulus.

Pemandian ini terletak di Desa Sangkanhurip, 14 km di sebelah utara pusat kota Kuningan. Rute yang bisa Anda tempuh untuk menuju ke lokasi tersebut adalah melalui Jalan Siliwangi. Setelah Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Anda akan menemukan pertigaan. Dari pertigaan tersebut, ambillah jalur ke timur (kanan) dan ikuti rute menuju lokasi pemandian.

Jika ingin berendam di Pemandian Sangkanhurip, Anda diwajibkan membayar Rp9.000 untuk kolam renang terbuka atau Rp30.000 untuk ruang eksekutif yang tertutup. Sementara itu, kolam dibuka untuk umum mulai pukul 7 pagi-8 malam.

10. The Mountain Recreation Park

Salah satu pilihan destinasi wisata keluarga di Kuningan yang menawarkan aneka wahana permainan yang atraktif adalah The Mountain Recreation Park. Berlokasi di Jalan Raya Cirendang-Cigugur, Cipari, tempat wisata ini memiliki kolam-kolam renang besar dengan berbagai fasilitas yang cukup lengkap serta terintegrasi dengan alam.

Di sana, Anda dan keluarga bisa berenang, berseluncur, bermain ATV, komedi putar, kora-kora, belajar mengenai pesawat terbang, serta memancing di kolam renang yang tersedia di area taman. Sementara itu, pemandangan yang menakjubkan juga bisa Anda saksikan selama berlibur di The Mountain Recreation Park. Pasalnya, taman wisata keluarga ini dikelilingi oleh deretan perbukitan dengan pepohonan hijau yang rimbun. Tidak mengherankan, meskipun berada di lokasi terbuka, Anda tetap bisa merasakan hawa sejuk dan segar khas daerah pegunungan.

The Mountain Recreation Park dibuka setiap hari mulai pukul 9 pagi-5 sore. Untuk masuk ke sana, Anda akan dikenai tiket dengan biaya Rp25.000 per orang. Sementara untuk bisa masuk ke dalam pesawat, Anda harus membayar tiket sebesar Rp7.500.

11. Balong Keramat Darmaloka

Kawasan Kuningan sudah sejak lama dikenal memiliki masyarakat yang mampu mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal budaya setempat. Salah buktinya dapat Anda saksikan melalui keberadaan balong keramat Darmaloka ini.

Balong keramat Darmaloka terletak di Desa Darma, Kecamatan Darma. Jaraknya dari pusat kota Kuningan adalah sekitar 15 km ke arah tenggara. Jika ingin ke sana, Anda bisa berkendara melalui Jalan Veteran dan Nanggeleng-Cirahayu.

Tempat Wisata di Kuningan balong keramat Darmaloka menjadi lokasi yang menawarkan ketenangan sekaligus sambil berwisata sejarah. Banyaknya pepohonan besar yang menjulang tinggi serta keberadaan makam Syekh Rama Haji Irengan juga menjadikan lokasi ini dianggap keramat oleh warga sekitar. Namun, bagi kalangan wisatawan, kepercayaan tersebut tentu bisa menjadi nilai positif sebagai usaha pelestarian alam.

Telaga ini terbuka selama 24 jam. Meskipun demikian, sebaiknya Anda datang pada pagi, siang, atau sore, sebelum matahari tenggelam. Sebab, pada malam hari, telaga tampak gelap dan begitu sepi. Untuk berkunjung ke objek wisata ini, Anda hanya perlu membayar tiket masuk Rp5.000 per orang.

12. Curug Putri

Berkunjung ke lokasi wisata air terjun umumnya memang bisa memberikan efek yang menenangkan. Hawa pegunungan yang sejuk serta guyuran air yang dingin tentu akan mampu menyegarkan tubuh sehingga segala penat hilang seketika.

Itulah yang mungkin bisa rasakan saat berkunjung ke Curug Putri. Air terjun cantik tersebut terletak di jalur pendakian Gunung Ciremai. Selama perjalanan menuju ke lokasi, Anda akan disuguhi pemandangan yang begitu memukau berupa hamparan hijau pepohonan dan perbukitan. Sementara saat tiba di sana, rasa lelah Anda akan segera terbayar dengan pemandangan air terjun yang begitu cantik dengan tebing tinggi dan bebatuan bertingkat di bawahnya.

Untuk menikmati keindahan Curug Putri, Anda perlu membayar tiket Rp12.500 dan parkir Rp5.000 untuk kendaraan roda empat, atau Rp3.000 untuk kendaraan roda dua.

13. Situ Cicerem

Berada di kawasan wisata yang bersih tentu sangat menyenangkan. Menyaksikan air yang belum tercemar serta pepohonan yang masih rindang bisa membuat mata dan pikiran kembali segar. Di Kuningan, Anda bisa dengan mudah menemukan lokasi yang demikian, salah satunya di Situ Cicerem.

Objek wisata tersebut merupakan sebuah danau yang begitu bersih dan masih asri. Di sana juga hidup berbagai jenis ikan emas yang cukup kontras dengan warna air yang bening kebiruan. Tidak mengherankan, Situ Cicerem kini banyak diincar wisatawan sebagai lokasi favorit untuk berfoto. Danau yang berada di Desa Kaduela ini dibuka setiap hari dengan tiket masuk yang terjangkau, yakni Rp5.000 saja per orang.

Situ Cicerem berada di sebelah utara Gunung Ciremai. Jika berangkat dari Kuningan, Anda akan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam karena jarak yang harus Anda tempuh adalah sejauh 32 km. Namun, jika berangkat dari Cirebon, jarak tempuh Anda akan lebih pendek, yakni sekitar 20 km atau 45 menit perjalanan.

14. Cadas Gantung

Menemukan titik pandang di ketinggian dengan pemandangan alam yang menakjubkan adalah salah satu hal yang paling diincar wisatawan. Untuk mendapatkannya, Anda bisa pergi ke Desa Citundun, Kecamatan Ciwaru, Kuningan. Di sana, ada sebuah surga tersembunyi untuk menyaksikan keindahan alam khas perbukitan Kuningan, yang bernama Cadas Gantung.

Objek wisata ini berada cukup jauh dari pusat kota, yakni sekitar 37 km ke arah tenggara. Untuk menuju ke lokasi, Anda pun harus melalui jalanan yang berkelok dan tanjakan curam. Untuk itu, pastikan kendaraan Anda berada pada kondisi prima sebelum digunakan untuk menuju Cadas Gantung. Meskipun demikian, semua perjuangan Anda mencapai lokasi wisata tersebut tidak akan berarti lagi saat menyaksikan keindahan alam Cadas Gantung yang begitu memukau.

Saat ini, lokasi wisata yang terletak di Desa Citundun Kecamatan Ciwaru tersebut masih terus dikembangkan dengan menambahkan berbagai fasilitas untuk kemudahan para wisatawan. Sementara jika ingin berkunjung ke sana, Anda hanya perlu membayar sebesar Rp5.000 per orang.

15. Hutan Kota Bungkirit

Pada umumnya, hutan terdiri atas pepohonan lebat dengan tanaman-tanaman liar yang tumbuh di dalamnya. Namun, pandangan Anda mengenai hutan mungkin akan berubah saat mendatangi hutan kota Bungkirit, Kuningan.

Hutan yang terletak di pusat kota Kuningan ini merupakan objek wisata yang memadukan areal persawahan, hutan, dan taman. Di sini, Anda akan dimanjakan oleh indahnya bunga-bunga taman, sawah yang hijau, serta panorama alam yang tampak dari ketinggian.

Meskipun berlokasi di alam, Anda tidak perlu khawatir akan terkena becek atau tanah yang kotor. Sebab, untuk menyusuri hutan dan persawahan, sudah tersedia jembatan khusus berwarna hijau yang juga cocok dijadikan sebagai latar foto.

Hutan Kota Bungkirit berada di Jalan Raya Cigugur, 2 km di sebelah barat Kota Kuningan. Untuk pergi ke lokasi wisata ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau ojek melalui Jalan Ahmad Yani. Meskipun berada tidak jauh dari kawasan perkotaan, di Hutan Kota Bungkirit, Anda akan menyaksikan suasana yang begitu tenang khas pedesaan.

16. Sangkan Resort Aqua Park

Destinasi wisata air terbesar di Kuningan ini terletak di Jalan Bandorasa, 11 km di sebelah utara pusat kota. Di lokasi ini, Anda dan keluarga bisa mencoba berbagai wahana permainan seru, seperti: seluncuran, ember tumpah, kolam ombak, dan kolam anak. Ada juga berbagai permainan lain, seperti kora-kora, bumperboat, dan ATV untuk menjelajahi area taman.

Selain arena bermain, taman ini juga menyediakan fasilitas lain yang cukup lengkap, antara lain: musala, tempat makan, toko suvenir, dan klinik. Sementara jika ingin berkunjung ke sini, Anda akan dikenai biaya Rp35.000 pada hari biasa dan Rp45.000 pada hari libur dan akhir pekan.

17. Taman Salsabila

Permainan outbond memang menjadi kegiatan yang seru untuk mengisi liburan. Di Taman Salsabila, Anda bisa menemukan berbagai aktivitas outbond bersama keluarga. Di sana, sudah tersedia aneka permainan, seperti luncur gantung (flying fox), panjat tali, serta jembatan kayu gantung. Ada juga kolam renang dan ember tumpah, ATV, serta rakit bambu.

Jika datang bersama rombongan, Anda dan keluarga juga bisa berkesempatan untuk mengikuti kegiatan panen ubi dan jagung, menanam padi, serta menangkap ikan dan belut di kolam. Setelah itu, Anda pun berhak membawa pulang satu ekor ikan.

Objek wisata yang terletak di Desa Panawuan, Cigandamekar ini dibuka mulai pukul 8 pagi-6 sore dengan tiket masuk sebesar Rp20.000. Namun, jika Anda ingin menghabiskan makan malam di sana, restoran dan Kafe Salsabila buka sampai pukul 10 malam.

18. Curug Luhur

Curug Luhur merupakan Tempat Wisata di Kuningan air terjun yang terletak di Desa Padahurip, Selajambe, 32 km ke arah selatan pusat kota Kuningan. Untuk masuk ke kawasan Curug Luhur, Anda akan dikenakan biaya Rp40.000. Lokasinya pun cukup sulit dijangkau karena berada di kawasan pegunungan.

Saat pergi ke sana, Anda harus melalui jalanan yang berkelok dan cukup curam. Untuk itu, pastikan Anda dalam kondisi prima saat berkendara. Jika belum mengenal wilayahnya, ada baiknya Anda tidak menggunakan jasa sopir atau seseorang yang sudah ahli berkendara di medan terjal. Dengan demikian, keselamatan Anda selama berlibur pun bisa terjamin.

Selama perjalanan, Anda akan disuguhi suasana tenang khas pedesaan yang sepi dan asri. Di sepanjang jalan, sawah-sawah terhampar di kaki perbukitan. Sementara untuk mencapai ke lokasi air terjun, Anda harus berjalan menyusuri area hutan dan melewati sungai berbatu yang airnya begitu jernih dan segar. Begitu sampai di depan air terjun, rasa lelah Anda akan segera hilang mendapati dua tingkat air terjun besar yang menjulang dari tebing yang tinggi.

19. Bukit 1000 Bintang

Mendengar namanya, mungkin yang terbesit di dalam pikiran Anda adalah objek wisata malam di ketinggian dengan pemandangan bintang-bintang. Tepat sekali. Namun, tidak hanya malam hari. Bukit yang terletak di kaki Gunung Ciremai ini ternyata sebenarnya bisa Anda nikmati pada siang hari. Lokasinya yang berada di ketinggian memungkinkan Anda menyaksikan indahnya lanskap kawasan di bawahnya serta Gunung Ciremai yang menjulang di atasnya.

Area bukit yang terletak di Desa Padangbeuhar, Kecamatan Pesawahan ini agak sulit dijangkau. Akan tetapi, pihak pengelola sudah menyediakan mobil khusus offroad untuk mengantar pengunjung sampai ke bukit dengan biaya sekitar Rp50.000-100.000 per orang. Jika ingin menginap, di sana juga sudah tersedia tenda, aula, dan toilet. Jadi, Anda tidak perlu lagi repot-repot membawa ransel besar saat akan berkemah.

20. Warujimun Paralayang

Jika Anda suka tantangan, cobalah wahana paralayang di Bukit Cileuweung, Desa Warujimun, Citangtu, Kuningan. Lokasinya berjarak sekitar 7 km dari pusat kota, dengan waktu tempuh sekitar 17 menit perjalanan. Untuk pergi ke sana, ada dua pilihan rute yang bisa Anda lewati. Pilihan pertama adalah melalui Jalan Eyang Weri dan Jalan Cileuweung. Sementara itu, pilihan rute yang lain adalah melalui Jalan Garawangi dan Jalan Pagerbatu.

Di lokasi wisata tersebut, pihak pengelola sudah menyediakan wahana paralayang. Dari atas bukit, Anda bisa terbang dan menyaksikan keindahan panorama perbukitan hijau yang membentang luas. Soal keamanan, Anda juga tidak perlu khawatir. Sebab, sudah ada instruktur profesional yang akan membimbing Anda terbang dan kembali menginjakkan kaki di tanah dengan selamat.

Selain paralayang, pihak pengelola Bukit Cileuweung juga sudah menyediakan gardu pandang dari kayu, yang menjadi lokasi favorit untuk berfoto. Di sana, Anda bisa bersantai sambil menikmati indahnya alam Kuningan dari ketinggian. Sementara untuk berkunjung ke sana, Anda mesti membayar tiket sebesar Rp5.000 per orang.

21. Taman Cirendang

Lokasi Taman Cirendang hanya berjarak sekitar 5 km ke arah utara dari pusat kota Kuningan. Taman tersebut cukup mudah ditemukan karena berada di dekat jalur utama, Jalan Siliwangi.

Di taman ini, Anda bisa bersantai sambil menikmati air mancur bertingkat yang menarik untuk dijadikan lokasi berfoto. Selain itu, ada juga berbagai tanaman bunga dan pepohonan yang menjadikan taman ini semakin cantik.

Taman Cirendang dibuka untuk umum selama 24 jam. Jadi, mau berolahraga pagi atau bersantai dengan latar lampu-lampu cantik di malam hari, taman ini selalu terbuka untuk Anda kunjungi.

22. Sanggar Angklung Lumbu

Tahukah Anda bagaimana sebuah angklung dibuat hingga menghasilkan irama musik yang harmoni? Jawabannya akan Anda temukan saat berkunjung ke Sanggar Angklung Lumbu yang terletak di desa wisata Cigugur, Kuningan.

Di sana, Anda akan mendapati para pengrajin angklung yang dengan cermat memilih bambu berkualitas, kemudian memotong dan membentuknya menjadi deretan angklung. Selain itu, mereka juga mengetes bunyi yang dihasilkan angklung agar nada yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

Tidak hanya itu, di sana, Anda juga bisa menyaksikan permainan angklung dari penduduk setempat. Jika ingin membelinya sebagai suvenir, Anda tentu akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

23. Curug Payung

Curug Payung berlokasi di kabupaten Kuningan bagian selatan, tepatnya di Dusun Ciraharja, Ciniru. Objek wisata ini berjarak sekitar 27 km dari pusat kota. Untuk menuju ke sana, Anda harus melewati medan yang cukup menantang, yakni tanjakan dan kelokan di area pegunungan. Setelah tiba di Dusun Ciraharja, Anda masih harus berjalan kaki menyusuri kawasan hutan sekitar 30 menit. Sesampainya di lokasi Curug Payung, Anda akan dibuat kagum oleh keindahannya.

Dari atas tebing, air turun begitu deras. Sementara di bagian tengah tebing, terdapat bebatuan besar yang menjadikan kucuran air terbelah sehingga menjadikannya mirip dengan guyuran air pada payung. Air terjun tersebut lantas turun dan tertampung di sebuah kolam besar. Anda bisa berenang dan merasakan kesegaran air kolam langsung di bawah kucuran air terjun.

24. Pemandian Air Panas Subang

Berendam di air panas saat tentu bisa menjadikan tubuh kembali bugar. Otot-otot kembali longgar, pikiran pun kembali segar. Untuk itu, selesai berjalan-jalan di Kuningan, ada baiknya Anda mencoba singgah ke pemandian air panas Subang yang berada di Desa Subang, Kecamatan Subang.

Jarak lokasi wisata ini dengan pusat kota cukup jauh, yakni sekitar 33 km ke arah tenggara. Untuk mencapainya, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi melalui Kecamatan Ciwaru, Cilebak, dan Subang. Selama perjalanan, Anda akan melewati area perbukitan dan jalanan yang berkelok-kelok dengan pemandangan yang begitu memesona hingga tiba di Desa Subang.

Tempat Wisata Kuningan Pemandian Air Panas Subang berasal dari sumber air Cipanas. Kandungan belerang pada air panas di kolam tersebut dipercaya mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Tidak mengherankan, setiap hari libur dan akhir pekan, dua kolam renang yang tersedia selalu dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin berenang atau sekadar berendam. Sementara untuk masuk ke lokasi pemandian, Anda akan dikenai biaya tiket sebesar Rp5.000 saja.

25. Telaga Nilem

Telaga yang berada di Desa Kaduela ini adalah lokasi wisata yang menyuguhkan pemandangan cantik dari air kolam yang jernih serta suasana yang asri. Terletak tidak jauh dari kawasan Gunung Ciremai, telaga ini mampu menghadirkan ketenangan, jauh dari keramaian, serta berhawa sejuk khas dataran tinggi.

Telaga Nilem juga menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berfoto. Tidak hanya bersantai di sekitar telaga, Anda bahkan juga diperbolehkan berenang dan berfoto di dalam air dengan pemandangan bebatuan dan ganggang hijau.

Kedalaman telaga ini pun beragam, yakni mulai mata kaki hingga 4 m. Jadi, baik Anda yang bisa atau tidak bisa berenang, tetap memiliki kesempatan untuk berendam di telaga yang jernih ini. Sementara untuk memasuki kawasan ini, Anda akan dikenai biaya retribusi sebesar Rp10.000.

26. Curug Bangkong

Curug Bangkong terletak di Desa Kertawirama, Nusaherang, sekitar 12 km di sebelah barat daya pusat kota Kuningan. Untuk mencapai lokasi wisata tersebut, Anda bisa melalui Jalan Veteran, Jalan Cigadung, dan Jalan Nanggeleng-Cirahayu sampai tiba di Desa Kertawirama. Jika menggunakan mobil, Anda harus parkir cukup jauh. Namun, jika menggunakan sepeda motor, Anda bisa masuk lebih dalam melalui sebuah jalan sempit di sekitar areal persawahan, di dekat lokasi air terjun.

Curug Bangkong memiliki tinggi 23 meter dengan debit air yang cukup deras. Di bagian bawahnya, terdapat sebuah kolam besar yang bisa Anda gunakan untuk berenang. Sementara di balik air terjun tersebut, terdapat sebuah gua yang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Konon, dahulu ada seorang pertapa yang menjelma menjadi seekor kodok, yang mana dalam bahasa Sunda disebut bangkong. Sejak saat itu, oleh masyarakat sekitar, air terjun tersebut diberi nama Curug Bangkong.

27. Taman Wisata Alam Linggarjati

Taman Linggarjati Indah yang terletak di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus menawarkan berbagai wahana permainan di lokasi yang berbatasan langsung dengan alam. Di sini, Anda keluarga bisa berenang, bermain outbound, atau sekadar bersantai di restoran taman. Selain itu, tersedia juga sepeda air dan kolam besar, kereta api mini, tempat bermain anak, serta komedi putar yang akan menjadikan liburan keluarga Anda semakin seru.

Taman wisata ini berjarak sekitar 17 km dari pusat kota Kuningan. Untuk menuju ke sana, Anda bisa melalui Jalan Siliwangi ke arah utara. Sesampainya di perempatan Jalan Cilimus, ambil belokan ke barat dan ikuti jalan sampai Objek Wisata Linggarjati Indah. Anda dapat mengunjungi taman ini setiap hari pada pukul 08.00-18.00 dengan tiket masuk seharga Rp10.000.

28. Bukit Cariang

Jika sudah puas berkeliling kawasan utara dan selatan Kuningan, ada baiknya Anda mencoba berkunjung ke sisi timur Kuningan, yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Di sana, ada sebuah kecamatan bernama Cibingbin yang memiliki kontur wilayah perbukitan dengan panorama yang begitu menakjubkan. Salah satu bukit yang menjadi favorit para wisatawan adalah Bukit Cariang.

Dari atas bukit, Anda dapat menyaksikan hamparan perbukitan hijau cantik yang penuh pepohonan serta areal persawahan bertingkat. Tidak mengherankan, banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut demi untuk memperoleh hasil foto terbaik.

Jarak Bukit Cariang dengan pusat kota adalah sekitar 36 km. Untuk menuju ke sana, Anda bisa berkendara ke arah timur melalui Jalan RE Martadinata dan Jalan Luragung-Cibingbin dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

29. Paseban Tri Panca Tunggal

Bangunan kuno yang terletak di Desa Cigugur ini merupakan sebuah cagar budaya yang sudah berdiri sejak tahun 1840. Bangunan dengan desain arsitektur tersebut dibangun oleh Kyai Madrais, salah satu pewaris takhta Kerajaan Gebang Cirebon. Jika ingin mengunjunginya, Anda bisa naik kendaraan umum dari pusat kota dengan jurusan Pramuka-Cigugur. Namun, jika ingin menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa melalui rute Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Raya Cigugur sejauh 5 km dengan waktu tempuh selama 13 menit.

Di dalam bangunan, Anda akan mendapati beberapa ruangan yang menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah. Ada ragam koleksi batik, gamelan, serta benda-benda pusaka yang masih terawat dengan baik. Mengingat bahwa cagar budaya tersebut merupakan milik pribadi, jadi saat ke sana, Anda harus meminta izin kepada pengelola bangunan.

30. Gua Maria Sawer Rahmat

Bagi Anda yang gemar berwisata rohani, Gua Maria Sawer Rahmat merupakan lokasi yang wajib Anda kunjungi saat berada di Kuningan. Objek wisata religi ini terletak di Desa Cisantana, Cigugur. Dari pusat kota, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 10 km ke arah tenggara melalui Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Cigugur.

Setibanya di area gua, Anda akan disambut hawa sejuk khas pegunungan serta pepohonan sekitar yang begitu asri. Setelah itu, Anda harus berjalan kaki menapaki jalan bertingkat di Bukit Totombok dan melewati 14 tempat pemberhentian untuk berdoa hingga sampai ke Gua Maria.

31. Situ Wulukut

Menurut banyak wisatawan, Situ Wulukut adalah Ranu Kumbolonya Kuningan. Tentu saja, hal itu karena Situ Wulukut memiliki pemandangan berupa dua bukit yang berjajar, sebagaimana yang bisa Anda saksikan di Ranu Kumbolo yang terletak di kawasan wisata Semeru. Namun, tampaknya kawasan Situ Wulukut tampak lebih hijau karena dikelilingi pepohonan hijau yang lebat.

Situ Wulukut berada sekitar 12 km ke arah selatan dari Kota Kuningan. Untuk menuju ke sana, Anda bisa berkendara dengan kendaraan pribadi melalui rute Jalan Veteran dan Jalan Nanggeleng-Cirahayu. Sesampainya di pintu masuk objek wisata, yakni di Desa Kertayuda, Kecamatan Nusaherang, Anda harus berjalan kaki sejauh 500 meter. Perjalanan Anda akan berakhir dengan sebuah panorama alam yang indah dan menyejukkan mata.

32. Taman Hutan Kota Mayasih

Taman cantik dan unik ini terletak di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur. Berbeda dari taman yang umumnya penuh bunga, di sini, Anda akan mendapati sebuah taman dengan beragam bentuk bebatuan besar. Hal itu karena pada zaman dahulu area tersebut merupakan kawasan penambangan batu. Namun, kini pemerintah setempat sudah mengubahnya menjadi sebuah objek wisata cantik yang unik dan menarik sehingga layak untuk Anda kunjungi.

Objek wisata yang memiliki luas sekitar 3 hektar tersebut menyediakan beberapa gazebo untuk bersantai. Selain itu, ada pula jalan setapak yang dibuat khusus sebagai jalur untuk berkeliling taman. Sementara itu, lokasi favorit untuk berfoto para pengunjung terdapat di tebing batu dan air mancur. Apabila ingin berjalan-jalan ke area taman ini, terlebih dahulu Anda harus membayar tiket masuk seharga Rp5.000.

33. Curug Parakan Panjang

Desa Subang yang terletak di Kecamatan Subang, Kuningan, seakan tidak pernah berhenti menyembunyikan beragam potensi wisatanya. Tidak jauh dari lokasi pemandian air panas, Anda akan menemukan sebuah air terjun yang begitu indah bernama Curug Parakan Panjang.

Berbeda dari air terjun pada umumnya yang langsung mengucur ke bawah, air di Curug Parakan Panjang harus mengucur melewati sebuah tebing batu yang tinggi dan lebar. Alhasil, Anda dapat menyaksikan sebuah air terjun besar yang terhampar di dinding batuan bertingkat dengan guyuran air yang tidak terlalu deras. Dengan demikian, Anda bisa memanjat tebing dan merasakan guyuran air terjun yang segar langsung di bawah pancuran. Bahkan, kegiatan tersebut juga bisa Anda lakukan beramai-ramai sambil berjajar di bawah tebing yang memanjang ke samping.

34. Curug Sidomba

Saat akan mengunjungi sebuah objek wisata air terjun, hal yang terbayang di benak Anda tentu adalah sebuah gerojokan di suatu tebing pegunungan. Akan tetapi, pandangan tersebut mungkin akan sirna saat Anda melihat Curug Sidomba.

Air terjun yang berada Desa Peusing, Jalaksana ini hanya memiliki tinggi sekitar 3 meter. Air yang dikucurkan pun tidak terlalu deras. Sementara di bagian bawahnya, terdapat sebuah kolam dengan aneka ikan hias berwarna-warni.

Satu hal yang cukup istimewa dari lokasi wisata ini terletak pada keberadaan tangga-tangganya. Untuk menuju ke area air terjun, Anda harus melewati tangga-tangga bertingkat dengan desain yang indah sehingga cocok untuk dijadikan sebagai lokasi berfoto. Sementara untuk bersantai, pihak mengelola juga menyediakan gazebo yang cukup luas.

Di dekat area air terjun, terdapat beberapa wahana permainan yang cukup seru. Di sana, sudah tersedia arena bermain anak, luncur gantung (flying fox), kolam renang, kolam pemancingan, mobil domba, dan kereta mini. Sementara untuk singgah ke lokasi wisata ini, Anda hanya perlu membayar biaya Rp5.000 per orang.

35. Curug Gongseng

Curug Gongseng adalah objek wisata air terjun yang berada di Desa Cibuntu, Pasawahan. Air terjun ini memiliki tebing batu tinggi yang begitu cantik dengan sebuah kolam bundar di bawahnya. Lokasinya yang cukup tinggi juga menjadikan kawasan wisata ini sejuk dan asri.

Jarak Curug Gongseng dengan Kota Kuningan adalah sekitar 17 km. Untuk menuju ke sana, Anda bisa pergi ke arah utara melewati Jalan Siliwangi dan Jalan Cilimus. Di perempatan Pasar Cilimus, silakan berbelok ke timur dan ikuti jalan menuju Desa Cibuntu.

Sesampainya di Tempat Wisata di Kuningan, Anda masih harus berjalan kaki melewati area hutan bambu. Setelah itu, Anda masih harus menapaki tangga yang cukup tinggi sampai tiba di lokasi air terjun. Meskipun cukup melelahkan, Anda akan terhibur dengan pemandangan alam yang membentang sejauh mata memandang. Anda akan dimanjakan oleh indahnya perbukitan, areal persawahan, dan pepohonan hijau yang juga cantik untuk dijadikan latar berfoto.

Untuk memasuki area curug, Anda akan dikenakan tarif Rp2.000/orang, belum termasuk parkir.

36. Situ Kabuyutan

Objek wisata Situ Kabuyutan berada di ujung tenggara Kabupaten Kuningan dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Jaraknya pun cukup jauh dari pusat kota, yakni 45 km atau sekitar 1 jam 45 menit perjalanan. Selain jauh, medan yang harus Anda lalui pun cukup menantang, yakni jalanan terjal dan penuh kelokan. Namun, tentu saja, perjalanan tersebut akan memberikan pengalaman berharga bagi wisata Anda di Kuningan.

Telaga yang terletak di Desa Legokherang, Cilebak ini berada di kawasan yang begitu asri dan masih alami. Di sekitar telaga, Anda akan mendapati pepohonan besar yang rimbun sehingga menghasilkan udara yang sejuk. Sementara itu, air telaga tampak biru kehijauan. Anda pun dapat mengunjungi Situ Kabuyutan kapan saja tanpa ada pungutan biaya.

37. Curug Nyandung

Kuningan memiliki cukup banyak air terjun dengan karakteristik yang beragam. Salah satu air terjun yang cukup unik berikutnya adalah Curug Nyandung yang berada di bagian selatan Kabupaten Kuningan. Air terjun tersebut memiliki tiga aliran air yang turun melalui tebing yang tinggi kemudian menyatu di bagian bawahnya dan jatuh ke sebuah kolam besar di bawahnya.

Di dalam bahasa Sunda, nyandung yang berarti selingkuh. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik Curug Nyandung yang memiliki tiga aliran. Aliran air di bagian tengah dianggap sebagai seorang laki-laki, sementara dua di sampingnya diibaratkan sebagai wanita.

Untuk mengunjungi air terjun cantik ini, Anda harus berkendara sejauh 27 km dari pusat kota Kuningan. Anda dapat memilih rute barat, yang melalui Jalan Veteran, Jalan Cigugur, Jalan Cipasung-Cantilan, atau melalui rute timur, yakni Jalan Kadu Gede Sindangjawa dan Jalan Ciniru-Jageur sampai ke Desa Cimenga. Di pintu masuk Tempat Wisata Kuningan, yakni di Dusun Ciatiwali, Anda juga masih harus berjalan sekitar 500 meter hingga ke Curug Nyandung.

38. Desa Wisata Sitonjul

Kehidupan perkotaan umumnya diwarnai dengan kemacetan dan keramaian yang tidak jarang menjadikan tubuh dan pikiran lelah berkepanjangan. Salah satu solusi untuk menyeimbangkan kehidupan adalah dengan memilih lokasi wisata di kawasan pedesaan yang tenang dan asri. Jika itu yang Anda inginkan, maka jangan lupa untuk memasukkan Desa Wisata Sitonjul ke dalam daftar lokasi wisata yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Kuningan.

Desa Sitonjul sesungguhnya merupakan nama gabungan dua desa, yakni Simenyan Tonjong dan Munjul. Desa tersebut berlokasi di kawasan Sangkanhurip, Cilimus. Desa Wisata Sitonjul berjarak 13 km dari pusat kota dan bisa Anda tempuh selama 26 menit perjalanan melalui Jalan Siliwangi.

Mayoritas penduduk Desa Sitonjul bekerja sebagai petani. Tidak mengherankan, sejauh mata memandang, terdapat panorama cantik berupa sawah yang membentang serta kebun-kebun yang subur.

Di desa tersebut, Anda juga menyaksikan kehidupan masyarakat yang tenang dengan nilai-nilai kearifan lokal yang masih kental. Mereka terbiasa bergotong royong dalam mengolah sawah pertanian dengan menanam padi dan memanennya bersama-sama. Selain itu, ada juga pertunjukan tari yang digelar saat ada rombongan wisata datang berkunjung ke desa tersebut.

39. Curug Walet

Curug Walet merupakan sebuah objek wisata air terjun yang terletak di Dusun Cirahayu, Desa Citundun, Ciwaru. Lokasi air terjun ini berada di sisi tenggara Kabupaten Kuningan. Untuk menuju ke Curug Walet, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 37 km atau sekitar 1 jam 15 menit melalui Jalan Ki Gedeng Luragung.

Air terjun ini terletak di sebuah tebing yang cukup tinggi. Akan tetapi, air yang jatuh tertampung ke kolam yang berukuran kecil dan dangkal sehingga memungkinkan pengunjung untuk bisa bermain di bawah pancurannya. Debit air pada Curug Walet juga tidak terlalu besar. Jadi, siapa pun bisa mendekati gerojokan dan menikmati kesegaran air yang bersih dan dingin ini.

40. Lembah Cilengkrang

Jika Anda menginginkan beberapa objek wisata dalam satu lokasi yang sama, maka jawabannya bisa Anda temukan di Lembah Cilengkrang. Lokasi wisata ini berada sekitar 10 km ke arah tenggara Kota Kuningan. Untuk pergi ke sana, ada 3 pilihan rute yang bisa Anda lalui, yakni Jalan Ir. Soekarno, Jalan Jenderal Sudirman, atau Jalan Ir. H. Juanda. Selanjutnya, ikuti jalur ke arah utara hingga mencapai Lembah Cilengkrang di Desa Pajambon, Kramatmulya.

Di lokasi wisata tersebut, Anda akan mendapati 3 jenis objek wisata sekaligus, yakni air terjun, pemandian air panas, dan hutan wisata. Dua air terjun yang terdapat di kawasan Lembah Cilengkrang adalah Curug Sabuk dan Curug Sawer. Curug Sabuk berada di tebing berbatu dengan ketinggian sekitar 30 meter, sementara Curug Sawer memiliki ketinggian mencapai 75 meter.

Selain air terjun, Anda juga bisa mendapati pemandian air panas dengan sebuah kolam sedalam 1 meter. Air kolam tersebut terus dialiri air yang berasal dari air terjun kecil yang terletak tidak jauh dari kolam. Sambil berendam dan merelaksasi tubuh, Anda bisa menikmati pepohonan rimbun yang berdiri kokoh di sekitar lokasi pemandian.

Sau lagi objek wisata yang bisa Anda nikmati saat berada di Lembah Cilengkrang adalah hutan wisata yang bernama Kopi Gede. Di lokasi tersebut, Anda bisa bersantai bersama keluarga sambil menikmati makanan di warung yang tersedia. Untuk mengunjungi kawasan wisata Lembah Cilengkrang, Anda akan dikenai biaya masuk sebesar Rp10.000.

Itulah 40 pilihan destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi saat berlibur di Kuningan. Sebagian besar Tempat Wisata Kuningan tersebut merupakan objek wisata alam dengan suasana yang tenang dan asri. Namun, pastikan kondisi fisik dan kendaraan yang Anda gunakan berada pada kondisi prima karena medan yang Anda lalui umumnya cukup berat. Selamat berwisata.

Baca Juga : 45 Tempat Wisata di Singapura yang Wajib Dikunjungi