Blog Robbi Ramdhani

45 Tempat Wisata di Banten yang Patut Dikunjungi Untuk Mengisi Waktu Libur

45 Tempat Wisata di Banten yang Patut Dikunjungi Untuk Mengisi Waktu Libur – Berdiri sejak tahun 2000 silam, Banten terus berbenah dan mengembangkan sektor pariwisatanya. Provinsi yang merupakan pemekaran dari Jawa Barat ini menawarkan ragam destinasi wisata yang menarik kepada wisatawan.

Banten memiliki banyak pantai karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan Selat Sunda. Selain itu, provinsi ini juga masih memiliki kawasan pegunungan yang alami. Tidak hanya wisata alam, Banten juga memiliki banyak taman hiburan.

Untuk mengenal lebih jauh kekayaan potensi wisata di Banten, simak ulasannya di bawah ini.

1. Pantai Anyer

Salah satu destinasi unggulan yang dimiliki oleh Banten dan selalu menjadi favorit banyak masyarakat adalah Pantai Anyer. Terletak di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, pantai ini membentang dengan pasir putih yang lembut dan air laut yang biru. Wisatawan yang datang ke sini bisa bermain pasir,berenang, hingga melakukan olahraga pantai.

Ombak di pantai ini cukup tinggi di beberapa sisi, wisatawan yang menyukai olahraga berseluncur bisa membawa papan surfing-nya. Aktivitas penyelaman dan snorkeling juga bisa dilakukan di pantai ini meski pemandangan yang didapatkan tidak sebagus kawasan Kepulauan Seribu.

Tarif masuk ke Pantai Anyer Sekitar Rp15.000-Rp20.000 per kendaraan roda dua. Kalau wisatawan menggunakan mobil, tarifnya bisa mencapai Rp50.000. Tiket masuk berlaku selama jam operasional atau dihitung 24 jam. Oh ya, infrastruktur di kawasan Anyer cukup mendukung. Kalau wisatawan ingin menginap dan menghabiskan malam, deretan akomodasi menarik sudah berjajar untuk disewa.

2. Pantai Ciputih

Pantai Ciputih sedikit susah untuk diakses, perjalanan dari Jakarta akan memakan waktu sekitar 7 jam. Wisatawan yang hendak datang ke sini harus melalui Serang, lalu berlanjut ke Pandeglang, Panimbang, Cibaliung, dan Sumur yang menjadi lokasi Pantai Ciputih.

Di pantai yang dikenal masih perawan ini, wisatawan bisa melakukan beberapa kegiatan seperti berenang di air laut yang cukup berombak, berselancar kalau ombak besar tiba, menjelajah di kawasan pantai yang masih hijau, dan berwisata kuliner sampai puas dengan menu tradisional berbahan baku ikan.

Jam operasional dari pantai berpasir putih ini dimulai dari subuh hingga malam hari. Beberapa wisatawan memilih mendirikan tenda di sekat pantai atau menginap di resor dekat pantai. Biaya masuk ke pantai ini sekitar Rp15.000 per orang.

3. Gunung Karang

Ada dua hal yang membuat wisatawan datang jauh-jauh dan mendaki Gunung Karang yang terletak di Pandeglang, Banten. Pertama adalah tingkat kesulitan. Gunung bisa didaki dengan mudah selama 4-8 jam. Para pendaki pemula bisa menjadikan gunung ini sebagai salah satu tempat latihan sebelum mendaki gunung yang lebih menantang lainnya.

Kedua, gunung ini memiliki bentang alam yang memikat. Para pendaki bisa menyaksikan deretan tanaman anggrek liar yang berbunga saat musim panas tiba. Selain itu, terdapat puncak yang memiliki semacam telaga dan oleh para pendaki dinamai Sumur Tujuh.

Tidak ada jam operasional dari pendakian. Namun, para pendaki biasanya berangkat pada pagi atau malam hari agar tidak mendapatkan udara yang terlalu panas. Untuk jalur pendakian, wisatawan bisa memilih jalur Kaduengan dengan waktu tempuh 4-5 jam atau jalur Ciekek dengan waktu tempuh 7-8 jam.

4. Gunung Krakatau

Gunung Krakatau terkenal ke seluruh penjuru dunia karena memiliki letusan yang dahsyat di masa lalu. Saat ini, gunung karang yang masih aktif itu dijadikan destinasi wisata unggulan oleh Banten dan dikunjungi oleh ratusan wisatawan setiap harinya.

Ada dua aktivitas yang bisa dilakukan di Gunung Krakatau. Pertama adalah pendakian. Dengan pantauan dari ranger setempat, wisatawan bisa mendaki ke gunung ini dengan batas tertentu. Kalau gunung mulai aktif atau aktivitasnya meningkat, wisatawan akan diminta pulang dan kawasan ini ditutup sementara.

Aktivitas kedua yang bisa dilakukan di kawasan gugusan gunung karang ini adalah penyelaman. Di sekitar pulau terdapat titik penyelaman yang indah dengan terumbu karang yang masih sangat alami. Wisatawan bisa menjelajahi kawasan ini dengan mengambil beberapa paket tur yang ditawarkan oleh agen travel. Biasanya waktu tur 1-4 hari, tergantung bujet dan banyaknya lokasi penjelajahan.

5. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon juga menjadi destinasi paling menarik di Banten karena menyediakan wisata yang lengkap. Memiliki luas 49.700 hektare, kawasan ini menawarkan hutan alami dengan satwa endemik seperti banteng. Tercatat sebagai salah satu Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, Taman Nasional Ujung Kulon juga memiliki kawasan perairan yang luas dan indah.

Taman nasional ini buka dari pagi hingga malam. Biasanya setiap kegiatan memiliki jam operasional sendiri. Misal, wisatawan yang hanya ingin menjelajahi hutan atau melakukan tur ke kawasan laut, pantai, dan pulau yang aksesnya lebih lama dan biayanya lebih mahal.

Tiket masuk ke taman nasional ini sekitar Rp5.000 saat hari biasa dan Rp7.500 saat hari libur. Harga tiket ini semakin murah kalau datang dengan rombongan minimal 10 orang. Turis asing akan dikenai tiket masuk Rp150.000-225.000. Selain tiket masuk, kegiatan wisata umum seperti berkemah, menyelam, snorkeling, kano, hingga berselancar akan dikenai tarif khusus sekitar Rp5.000-25.000.

6. Sungai Ciberang

Terletak di kawasan Kabupaten Lebak, Banten, Sungai Ciberang yang memiliki banyak jeram menawarkan sensasi arung jeram yang memikat. Wisatawan yang datang ke sini bisa mengikuti kegiatan outbound, termasuk menjelajahi aliran sungai yang cukup menantang dan kerap membuat peserta terbalik dari perahu.

Yang menarik dari arung jeram di Ciberang adalah pemandangan sekitarnya yang masih alami. Wisatawan bisa menikmati persawahan, perbukitan, dan kadang satwa liar yang muncul di sekitar sungai.

Jam operasional dari arung jeram ini mulai pukul 08.00 hingga petang. Saat malam hari, tidak ada lagi aktivitas penjelajahan sungai. Tarif arung jeram di Sungai Ciberang bervariasi dan bergantung dengan jarak penjelajahan dan operator arung jeram. Biasanya satu peserta dikenai tarif paket sekitar Rp200.000.

7. Pantai Tanjung Lesung

Pantai Tanjung Lesung memiliki jarak sekitar 108 km dari pusat Jakarta. Untuk bisa datang ke sini, wisatawan membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam menuju Kabupaten Pandeglang. Setelah tiba di sana, perjalanan bisa dilanjutkan ke Labuan hingga akhirnya sampai di lokasi.

Tiket masuk Pantai Tanjung Lesung sekitar Rp15.000. Setelah membayar tiket, wisatawan bisa melakukan penjelajahan di sepanjang garis pantai yang memiliki panjang 15 km. Wisatawan bisa melakukan aktivitas pantai seperti berenang, menyelam, snorkeling, voli pantai, atau sekadar menikmati angin sepoi-sepoi yang mengusir udara panas.

Selain melakukan aktivitas pantai, para pencinta fotografi bisa melakukan perburuan gambar di sana. Ada cukup banyak titik yang bisa diabadikan, seperti ayunan di tengah pantai, perbukitan, hingga karang-karang yang memiliki bentuk unik.

Pantai ini beroperasi dari pagi hingga petang. Setelah matahari terbenam, wisatawan diperkenankan pulang atau menyewa penginapan yang ada di sekitar pantai.

8. Air Terjun Gendang

Tempat Wisata di Banten Air Terjun Gendang atau oleh warga sekitar dinamai Curug Gendang, memiliki ketinggian sekitar 7 meter. Dinamai “gendang” karena saat air jatuh ke bawah terdengar bunyi nyaring mirip gendang. Bunyi ini akan terdengar jelas jika debit air terjun meningkat akibat hujan atau banjir.

Wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan beberapa aktivitas. Pertama adalah menikmati air terjun dari bawah atau naik ke atas tebing. Selanjutnya, wisatawan juga bisa bermain air atau berenang di kubangan yang terletak di bawah air terjun. Saat berenang, disarankan untuk tidak terlalu ke tengah karena kedalaman airnya bisa lebih dari 1 meter.

Akses ke kawasan Air Terjun Gendang cukup mudah. Wisatawan cukup mengambil jalan ke arah Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Saat akan ke sini, wisatawan disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi karena lokasinya tidak dilalui angkutan umum.

Jam operasional dari air terjun ini tidak ada, tapi wisatawan biasanya datang dari pagi buta hingga hari gelap. Tarif masuknya sekitar Rp15.000 per orang dan parkir Rp2.000 untuk sepeda motor.

9. Pantai Sawarna

Tempat Wisata di Banten Pantai Sawarna masih terbilang baru dan belum seterkenal Pantai Anyer. Meski demikian, pesona yang ditawarkan oleh pantai yang memiliki tebing dan batu karang besar ini tidak bisa ditolak. Pertama, air laut di sini berwarna biru muda dan semakin ke tengah warnanya menjadi pekat.

Selanjutnya batu karang di sepanjang pantai juga unik untuk dijadikan objek fotografi. Saat matahari terbenam tiba, kawasan ini akan akan berubah menjadi menakjubkan sehingga pencinta fotografi akan betah berlama-lama.

Pasir pantai di kawasan ini tidak begitu luas, meski demikian wisatawan masih bisa melakukan penjelajahan di bibir pantai. Mereka pun bisa melakukan kegiatan menarik, seperti berseluncur di ombak yang cukup tinggi dan menantang.

Tiket masuk ke pantai ini cukup murah, satu orang hanya diwajibkan membayar Rp5.000. Dengan tiket ini, wisatawan bebas melakukan penjelajahan dari pagi hingga petang. Saat malam tiba, pelancong bisa pulang atau tetap berada di sini untuk menginap dan menikmati suasana pantai yang nyaman di malam hari.

10. Pulau Umang

Terletak tidak begitu jauh dari Pantai Tanjung Lesung atau masih di kawasan Kecamatan Sumur, wisatawan bisa menjelajahi Pulau Umang. Pulau ini memiliki luas sekitar 5 hektare dan dikelola secara profesional oleh pihak swasta. Di pulau ini wisatawan bisa menikmati fasilitas lengkap mulai dari resor, restoran, hingga tempat karaoke yang dibangun untuk sarana hiburan.

Wisatawan yang lebih menyukai wisata pantai dan laut bisa melakukan penyelaman atau snorkeling. Kebetulan arus laut di kawasan Pulau Umang tidak terlalu tinggi sehingga aman untuk siapa saja termasuk pemula. Asal masih memakai pelampung atau perlengkapan menyelam yang lengkap, aktivitas bawah laut di kawasan ini tidak akan berbahaya.

Tiket masuk ke Pulau Umang sekitar Rp100.000 per orang. Dengan tiket ini, wisatawan akan mendapatkan tumpangan perahu hingga ke pulau untuk pulang dan pergi. Wisatawan yang ingin menginap atau menggunakan fasilitas premium lainnya akan dikenakan biaya tambahan.

Jam operasional dari Pulau Umang berjalan dari pagi hingga sore. Setelah itu ,tidak ada penyeberangan meski aktivitas di pulau masih ada dari malam hingga pagi berikutnya.

11. Danau Tasikardi

Danau Tasikardi merupakan danau buatan yang digunakan sebagai penampung air Sungai Cibanten. Dahulu kala, kawasan yang memiliki luas hingga 5 hektare ini dimanfaatkan sebagai objek wisata oleh Kesultanan Banten. Raja dan keluarga menjadikannya tempat relaksasi dan bermain, sebagai hiburan di kala jenuh dengan kegiatan kerajaan.

Danau Tasikardi yang lokasinya hanya 6 km dari sebelah barat Kota Serang ini pun menjadi tempat wisata umum. Setiap hari libur, ratusan orang akan datang untuk menikmati udara danau yang sejuk, atau mengendarai perahu bebek untuk mengelilingi kawasan danau yang luas.

Danau Tasikardi buka setiap hari mulai pagi hingga sore. Pemerintah Serang mengelola danau ini dengan dengan membangun beberapa infrastruktur pendukung, seperti tempat ibadah dan toilet. Tiket masuk ke kawasan wisata tengah kota ini hanya Rp2.500 per orang dan parkir Rp2.000 per kendaraan.

12. Curug Putri

Curug Putri menawarkan pesona air terjun yang masih alami, serta kolam di bawahnya yang jernih dan cocok untuk berendam. Selain menawarkan kesegaran, kawasan ini juga memiliki pemandangan yang indah, sehingga cocok untuk tempat berburu foto atau sekadar melakukan swafoto sendirian maupun bersama banyak orang.

Lokasi Curug Putri berada di kawasan pegunungan. Untuk bisa ke lokasi, wisatawan harus melakukan pendakian selama beberapa jam sebelum tiba di curug. Sebelum datang ke sini, wisatawan harus menyiapkan fisiknya dengan baik karena perjalanan akan menguras energi.

Air terjun ini buka setiap hari dan tidak memiliki jam operasional. Namun saat hari sudah gelap, biasanya tidak ada lagi wisatawan yang datang. Tiket masuknya nyaris tidak ada alias gratis. Wisatawan yang tertarik bisa datang ke Kota Pandeglang lalu berlanjut ke Mengger melalui Mandalawangi, Cilentung, lalu berakhir di Curug Putri.

13. Perkampungan Tradisional Baduy

Selain wisata pantai dan pegunungan, Banten juga memiliki wisata budaya di kawasan Perkampungan Tradisional Baduy. Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan aktivitas penduduk asli Banten saat melakukan kegiatan sehari-harinya. Kalau sedang beruntung, wisatawan juga bisa menyaksikan beberapa ritual adat yang masih kuno karena mempertahankan tradisi nenek moyang.

Lokasi perkampungan Baduy terletak di Kabupaten Lebak. Di tempat yang memiliki 8.000 penduduk ini berdiri dua perkampungan yang cukup unik. Pertama, perkampungan Baduy Luar yang masih menerima dunia luar dan tidak menolak kemajuan zaman. Kedua, perkampungan Baduy Dalam yang menolak modernisasi, memegang teguh adat dan istiadat yang sudah diwariskan nenek moyang sejak ratusan tahun silam.

Untuk bisa masuk ke kawasan ini, wisatawan tidak dikenakan biaya. Semua bebas menikmati kehidupan para suku Baduy yang menarik. Mengenai jam kunjungan, disarankan untuk datang pagi dan pulang sore agar tidak mengganggu kehidupan asli penduduk saat beristirahat.

14. Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten dibangun pertama kali pada abad ke-16 oleh Sultan Banten. Sebagai pusat penyebaran Islam di ujung barat Pulau Jawa, masjid ini difungsikan dengan maksimal dan terus dirawat hingga sekarang. Saat ini, masjid yang telah berusia 400 tahun lebih itu difungsikan sebagai tempat ibadah dan lokasi wisata budaya dan religi.

Masjid Agung Banten terletak di Jalan Banten Lama, Kaseman, Serang. Kalau ingin mengunjungi masjid ini disarankan untuk datang ke pusat Kota Serang yang jaraknya 2-3 jam dari Jakarta. Setelah tiba di sini, wisatawan bisa menikmati arsitektur masjid yang memasukkan unsur Hindu, Jawa, Tiongkok, dan Eropa.

Wisatawan bisa mengelilingi seisi bangunan masjid yang unik atau mengagumi menara masjid yang dicat putih. Pencinta fotografi juga wajib datang ke sini karena banyak sudut menarik yang bisa ditangkap dengan kamera.

15. Pulau Burung

Tempat Wisata di Banten Pulau Burung atau Pulau Dua adalah kawasan di Serang yang menawarkan wisata yang unik. Wisatawan yang datang ke sini bisa melihat puluhan jenis burung yang singgah sejenak sebelum akhirnya pergi kembali. Setiap tahun, kawasan Pulau Burung digunakan sebagai lokasi singgah para burung yang melakukan migrasi.

Oh ya, meski dinamai pulau, daratan utama pulau menyatu dengan Pulau Jawa. Menyatunya dua pulau ini terjadi karena ada pendangkalan kawasan sungai di sekitar lokasi. Dahulu kala, Jawa dan Pulau Burung terpisah 500 meter saat laut pasang dan menyatu kembali saat laut surut.

Saat terbaik untuk menjelajah Pulau Burung bisa dilakukan pada bulan April hingga Agustus. Pada bulan itu akan ada 60 jenis burung yang singgah dan siap difoto atau dilihat dari kejauhan. Kawasan yang buka dari pagi hingga sore ini memiliki menara pengamatan untuk menyaksikan burung tanpa membuat mereka ketakutan.

Tiket masuk ke kawasan Pulau Burung tidak ada, tapi biasanya sudah menjadi satu dengan sewa perahu dan fasilitas lain jika ingin mengelilingi pulau dari sisi yang lain.

16. Rawa Dano

Rawa Dano adalah sebuah kawasan cagar alam yang memiliki luas sekitar 2.500 hektare. Untuk bisa sampai ke sini, wisatawan harus melakukan perjalanan ke Kampung Panenjoan, Luwuk, Gunung Sari, Serang, Banten. Perjalanan dari Jakarta akan memakan waktu sekitar 4 jam.

Kawasan Rawa Dano buka setiap hari dan tidak ada jam operasional. Wisatawan bebas melakukan penjelajahan di kawasan yang memiliki rawa, danau, pegunungan, dan bentang alam yang masih alami dan belum rusak sedikit pun.

Aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini adalah penjelajahan dan fotografi. Karena alamnya masih alami dan luas, Rawa Danau memiliki cukup banyak reptil seperti ular dan kadal. Selain itu, ada puluhan jenis burung yang hidup di sini dan siap untuk diamati dari kejauhan atau diabadikan dengan kamera.

17. Air Terjun Cihear

Air Terjun Cihear atau yang lebih dikenal dengan nama Curug Cihear, bisa dibilang merupakan objek wisata yang tersembunyi. Terletak di Desa Ciladaeun, Lebak, Banten, wisatawan bisa menjangkaunya dari Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Begitu tiba di lokasi,wisatawan harus melakukan perjalanan beberapa menit sebelum tiba di air terjun yang memiliki ketinggian 25 meter ini.

Yang menarik dari air terjun ini adalah airnya yang jatuh ke bawah. Berbeda dengan air terjun lainnya, aliran air di Curug Cihear mengalir dahulu ke batuan tebing. Aliran ini menciptakan pemandangan indah dan juga cipratan segar dari bulir air yang terkena angin.

Air Terjun Cihear terletak di kawasan Gunung Halimun yang masih alami. Kiri dan kanannya adalah hutan sehingga kerap terlihat beberapa satwa liar, seperti burung elang yang terbang atau hinggap di dahan pohon, dan monyet yang kerap muncul dan mendekat ke arah curug.

Wisatawan yang ingin menjelajahi air terjun ini diharapkan datang pagi. Pasalnya, saat sore tiba, penjaga pintu masuk akan melarang penjelajahan.

Biaya masuk ke kawasan ini tidak ada. Namun, biasanya wisatawan memberi donasi kepada penjaga pintu atau pemandu yang mengantarkan wisatawan sampai ke lokasi.

18. Pulau Panaitan

Pulau Panaitan masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Untuk bisa sampai ke pulau ini, wisatawan harus datang ke Ujung Kulon lalu menyeberang menggunakan perahu yang dikelola oleh pihak taman nasional. Tarif penyeberangan berkisar Rp100.000-200.000 tergantung musim dan banyaknya wisatawan.

Daya tarik dari Pulau Panaitan adalah ombaknya yang besar. Bagi peselancar dunia, kawasan pulau ini merupakan surga selain Bali, Lombok, atau Kepulauan Mentawai. Setidaknya ada 3-4 ombak andalan yang selalu dicari karena tingkat kesulitan untuk menaklukkannya cukup tinggi.

Selain dikenal dengan ombak, kawasan Pulau Panaitan juga menyimpan pesona flora dan fauna. Wisatawan yang datang ke sini bisa melihat rusa liar yang berkeliaran di sekitar pantai, kera di kawasan hutan, dan aneka burung yang jenisnya ada puluhan. Terakhir, pulau ini juga memiliki resor yang bisa disewa untuk bermalam.

19. Pemandian Air Panas Cisolong

Pemandian Air Panas Cisolong terletak di Desa Sukaman, Kadu Hejo, Pandeglang, Banten. Untuk bisa sampai ke sini, wisatawan bisa melakukan perjalanan selama 2-3 jam dari Jakarta. Di sini, pemandian air panas ditawarkan dalam bentuk kolam terbuka yang bisa digunakan oleh siapa saja.

Saat liburan tiba, puluhan orang akan datang ke sini untuk melakukan relaksasi. Beberapa wisatawan sengaja datang untuk mengobati penyakit kulit dan juga persendian. Pemandian ini buka dari pagi hingga malam dengan tiket masuk sekitar Rp10.000 saja.

20. Pantai Mabak

Pantai Mabak menawarkan dua pesona menarik kepada wisatawan yang datang. Pertama adalah pemandangan pulau kecil yang ada di depannya. Dengan nama Merak Kecil,pulau yang tidak berpenghuni itu bisa didatangi dengan perahu dari ujung pantai. Wisatawan bisa menyewa perahu dengan tarif sekitar Rp50.000-an.

Pesona kedua yang ditawarkan oleh pantai yang berada di kawasan Merak ini adalah matahari terbenam. Saat sore hari tiba, puluhan orang akan berjajar di sepanjang pantai untuk menunggu matahari terbenam. Wisatawan yang hobi fotografi bisa membawa kamera untuk mengabadikan momen menakjubkan ini.

Pantai Mabak beroperasi selama 24 jam, siapa saja bisa datang ke kawasan ini dengan bebas. Tiket masuknya hanya sekitar Rp5.000 per orang dan biaya parkir Rp2.000. Kalau wisatawan ingin menghabiskan malam di sini, deretan akomodasi dan rumah singgah bisa disewa.

21. Water World Citra Raya

Terletak di Jalan Citra Raya Boulevard Blok K, Tangerang, Banten, taman bermain air ini hadir untuk mengakomodasi warga yang malas datang jauh-jauh ke pantai. Cukup datang ke kawasan ini saja, mereka bisa merasakan serunya seluncuran air, kolam yang luas, petualangan air, hingga kolam pasir yang didesain mirip sekali dengan wisata pantai.

Untuk bisa ke kawasan ini, warga Jakarta hanya memerlukan waktu perjalanan sekitar 1-2 jam. Begitu sampai di sini, suasana pantai yang menyenangkan akan langsung terasa. Saat akhir pekan, Water World Citra Raya dipenuhi oleh keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburannya dengan menyenangkan.

Taman bermain yang memperlakukan tiket masuk sekitar Rp85.000 saat akhir pekan ini buka dari pukul 09.00-18.00. Saat hari biasa tiket terusan akan mendapatkan diskon sehingga wisatawan hanya perlu membayar Rp75.000 untuk bisa menikmati semua wahana yang ada di sana.

22. Pantai Karangsongsong

Kalau sebagian besar pantai selalu identik dengan pohon kelapa, Pantai Karangsosong justru dipenuhi dengan pohon jati dan mahoni. Sejauh mata memandang, pohon yang bisa berusia puluhan tahun itu berjajar rapi dan membuat suasana pantai yang terletak di Kecamatan Panggarang, Lebak, Banten ini menjadi rindang dan udaranya segar.

Aktivitas yang bisa dilakukan oleh wisatawan yang datang ke sini adalah bermain air di pinggir pantai atau bermain pasir. Karena ombak di pantai ini cukup besar, wisatawan disarankan untuk tidak mandi dan lebih memilih menjelajahi kawasan hutan atau berburu foto di dekat batu karang.

Pantai ini belum dikelola dengan baik karena masih tergolong baru. Wisatawan yang ingin menikmati kawasan ini bisa datang dari pagi hingga sore untuk melihat matahari terbenam. Saat hari gelap, kawasan ini akan sepi karena belum ada penginapan atau saran dan prasarana lainnya.

23. Pantai Karang Taraje

Salah satu keunikan Pantai Karang Taraje jika dibandingkan dengan pantai lain di Banten adalah ombaknya. Gelombang air laut menjadi atraksi utama dari pantai ini setelah menerjang batuan karang yang tebal dan menyerupai tembok. Saat air menerjang karang, limpahan air akan mengalir ke bawah sehingga membentuk air terjun mini yang indah.

Setiap hari ada ratusan orang datang ke sini untuk menyaksikan fenomena unik ini. Pun dengan wisatawan yang datang, mayoritas merupakan pencinta fotografi yang tujuannya apa lagi kalau bukan mengabadikan fenomena tersebut dengan kamera.

Akses ke pantai yang masih baru ini terbilang cukup mudah. Wisatawan bisa melakukan perjalanan dari Jakarta atau Bandung menuju Malingping yang terletak di sekitar Desa Sawarna, Bayah, Lebak, Banten. Pantai Karang Taraje buka setiap saat dan belum ada pengelolaan maksimal meski dekat dengan Pantai Sawarna.

24. Pantai Bagedur

Pantai Bagedur juga masih baru dan belum dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Di tempat ini, wisatawan tidak bisa mandi atau berenang karena ombaknya cukup tinggi. Pantai Bagedur bersatu dengan laut selatan sehingga gelombang lautnya cukup besar dan berbahaya kalau didekati.

Meski tidak bisa mandi di pantai dengan bebas, wisatawan masih bisa menikmati hamparan pasir yang luas. Panjang garis pantai yang ada di sini sekitar 15 kilometer dengan lebar 50 meter. Pasir yang ada di sini berwarna cokelat dan terasa lembut sehingga kaki wisatawan tidak akan terluka meski berlari tanpa alas.

Pantai Bagedur terletak di Malingping, Lebak, Banten. Untuk bisa ke sini, wisatawan bisa menggunakan jalan tol Jakarta-Merak dan keluar di gerbang tol Serang Timur. Oh ya, pantai ini gratis untuk umum dan jam operasional tidak ada. Wisatawan bebas menghabiskan hari di sini dari pagi hingga malam.

25. Pulau Sangiang

Pulau Sangiang bisa dijangkau dengan mudah dari Pantai Anyer. Waktu tempuh dari pantai ke pulau yang dikelola oleh pihak swasta ini sekitar 45 menit. Tarif sewa perahunya bervariasi mulai dari Rp100.000 dengan paket pulang-pergi atau satu kali jalan kalau wisatawan ingin menginap di Pulau Sangiang.

Wisatawan yang tiba di Pulau Sangiang bisa melakukan beberapa kegiatan menarik di pulau, seperti berenang, snorkeling, atau menyelam. Memancing juga menjadi kegiatan menarik di sini, karena ikan segar yang didapatkan bisa segera dipanggang.

Selain kegiatan yang berhubungan dengan air, wisatawan yang datang ke sini juga bisa menjelajahi sisa benteng Jepang yang dibangun saat Perang Dunia II. Selanjutnya, pulau yang memiliki luas 700 hektare ini juga memiliki titik pendakian dan lokasi yang lapang untuk kamping.

26. Pantai Carita

Pantai Carita memiliki ombak yang tidak terlalu besar sehingga wisatawan bisa melakukan kegiatan di laut seperti berenang atau snorkeling. Dengan pasir putih yang lembut dan air pantai yang biru jernih, kawasan ini selalu dikunjungi wisatawan yang bosan datang ke Anyer dan ingin mendapatkan suasana baru sambil melihat Gunung Krakatau dari kejauhan.

Fasilitas di Tempat Wisata di Banten Pantai Carita tergolong lengkap. Di bibir pantai sudah banyak bangunan berdiri, mulai dari gazebo hingga resor yang menawarkan akomodasi nyaman. Selanjutnya, deretan restoran juga bermunculan sehingga wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan petualangan rasa hingga puas.

Pantai Carita terletak 160 km dari Jakarta atau 3-4 jam perjalanan darat menuju Kabupaten Pandeglang. Tiket masuk ke sini cukup terjangkau atau sekitar Rp10.000 per orang, biaya parkir untuk motor Rp10.000 dan mobil Rp20.000. Pantai ini buka selama 24 jam meski wisatawan banyak yang pulang setelah senja tiba.

27. Pantai Karang Bolong

Pantai Karang Bolong memiliki karang yang berlubang di bagian tengahnya. Warga sekitar percaya kalau lubang ini muncul setelah erupsi Gunung Krakatau puluhan tahun silam. Saat ini, lubang yang cukup besar ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin berburu foto dengan objek yang unik berlatar belakang pantai.

Untuk bisa sampai ke pantai ini diperlukan perjalanan selama kurang lebih 1 jam dari Serang, Banten. Lokasi Pantai Karang Bolong tidak begitu jauh dari Pantai Anyer, sehingga bisa didatangi saat wisatawan ingin menginap di kawasan Anyer yang dekat dengan banyak resor.

Selain menawarkan keunikan karang yang berlubang. juga bisa menjelajahi lokasi sekitar pantai yang masih alami. Oh ya, pantai ini memiliki banyak karang tajam sehingga tidak disarankan untuk berenang agar tidak terluka. Pantai Karang Bolong buka setiap hari mulai pagi hingga petang dengan tiket masuk sekitar Rp10.000.

28. Pantai Cihara

Pantai Cihara terletak di kawasan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Perjalanan dari Jakarta membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam, sebelum tiba di pantai yang memiliki hamparan karang yang luas ini. Begitu tiba di lokasi, wisatawan bisa menyaksikan pasir putih yang membentang dan tebing-tebing yang dipenuhi semak hijau.

Karakteristik ombak di kawasan ini cukup besar dan tidak cocok untuk tempat berenang. Wisatawan yang datang disarankan untuk menjelajahi sekitar pantai untuk berburu foto atau melakukan pendakian kecil. Pantai ini dibuka setiap hari dengan tidak ada batasan waktu. Tidak ada tiket masuk yang ditetapkan sebagai retribusi meski wisatawan tetap harus membayar uang parkir sekitar Rp2.000 per kendaraan.

29. Pantai Pelabuhan Merak

Kalau di beberapa pantai, wisatawan akan ditawari keindahan karang dan ombak, di Pantai Pelabuhan Merak lalu-lalang kapal lautlah yang menjadi daya tarik. Wisatawan yang datang bisa menyaksikan puluhan kapal laut besar datang dan pergi untuk mengangkut atau menurunkan muatan di pelabuhan.

Pantai pelabuhan ini memiliki pasir yang lembut dan berwarna sedikit cokelat. Wisatawan yang datang ke sini bisa memotret kapal-kapal yang melintas, atau sekadar relaksasi untuk menikmati udara pantai yang sedikit panas tapi anginnya cukup besar.

Pantai Pelabuhan merak buka setiap hari tanpa memiliki jam operasional. Tiket masuknya gratis karena kawasan ini bukan destinasi wisata resmi, meski cukup menarik untuk disinggahi.

30. Pemandian Cikoromoy

Pemandian Cikomoroy merupakan pemandian tradisional yang dikelola oleh warga setempat. Sumber air yang melimpah dibendung oleh warga menjadi pemandian alami yang berada di kawasan pedesaan yang asri. Wisatawan bisa datang ke sini untuk bermain air atau menikmati kawasan pedesaan yang damai dan cukup merelakskan pikiran.

Untuk bisa datang ke pemandian ini, wisatawan bisa datang ke kawasan Labuan, Pandeglang, Banten. Akses ke lokasi cukup mudah dan bisa dilalui dengan kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil.

Selain menikmati pemandian yang alami, wisatawan yang datang ke sini juga bisa melakukan wisata kuliner. Warga sekitar pemandian banyak mendirikan warung yang menjual ikan air tawar yang ditangkap di sekitar pemandian. Ikan ini akan diolah dengan cara dibakar atau digoreng dan disajikan hangat-hangat. Pemandian Cikoromoy buka setiap hari mulai dari pagi hingga malam. Tiket masuknya sekitar Rp7.500.

31. Kota Kuno Banten

Kota Kuno Banten adalah kompleks kuno dari Kerajaan Banten yang sekarang tinggal rerutuhannya saja. Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan bangunan istana yang sudah rusak dan meninggalkan nilai sejarah yang besar. Selain bangunan istana, kawasan ini juga memiliki situs Keraton Surosoan yang tinggal batu bata merahnya saja.

Masjid Agung Banten yang telah dibahas sebelumnya juga masuk ke dalam situs ini, bersama dengan Benteng Spellwijk dan Vihara Avalokitesvara. Semua tempat bisa dijelajahi dengan babas asal tidak melakukan vandalisme, seperti mencorat-coret atau merusak bangunan baik sebagian atau seluruhnya.

Kawasan Kota Kuno Banten terletak di Serang atau 2 jam perjalanan dari Jakarta. Tidak ada biaya masuk yang dikenakan dan jam operasionalnya mulai pukul 08.00-17.00 setiap harinya.

32. Kandank Jurang Doank

Tempat Wisata di Banten Kandang Jurank Doank adalah kawasan mancakrida dan kegiatan edukasi anak yang didirikan oleh Dik Doank pada tahun 1993. Kawasan ini memiliki konsep menyatu dengan alam sehingga seluruh kegiatannya mengacu pada tema itu. Bangunan yang ada di sini juga dibuat sangat tradisional dengan atap ijuk dan semua perabotnya dominan terbuat dari kayu.

Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh anak-anak saat akhir pekan tiba. Di tempat ini anak-anak bisa melakukan banyak kegiatan menyenangkan, seperti bermain di taman, menanam padi, halang rintang, flying fox, kamping, menangkap ikan, dan permainan mancakrida lain yang menyenangkan.

Tiket masuk ke kawasan Kandang Jurang Doank sekitar Rp135.000 atau bisa lebih murah tergantung paket yang diambil. Untuk bisa ke sana, wisatawan bisa datang ke Desa Sawah Baru, Ciputat, Tangerang, Banten. Taman bermain ini buka setiap hari dari pukul 08.00 dan tutup setelah semua kegiatan selesai.

33. Pulau Peucang

Selain Pulau Sangiang dan Pulau Panaitan, kawasan Taman Nasional Ujung Kulon juga masih memiliki satu pulau yang menarik bernama Peucang. Pulau ini bisa dijangkau dari Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam, tergantung situasi jalanan. Untuk bisa ke pulau, wisatawan harus menyeberang dari kawasan taman nasional dengan tarif sewa perahu sekitar Rp100.000-200.000.

Pulau Peucang menawarkan keindahan alam berupa pasir putih yang luas dan lembut. Air laut di sekitar pantai juga biru dan jernih. Wisatawan yang datang ke sini bisa menjelajahi isi pulau dengan melakukan trekking atau terjun ke laut untuk snorkeling dan menyelam.

Untuk bisa menjelajahi kawasan pulau cantik ini, wisatawan bisa mengambil paket tur yang disediakan oleh operator di sekitar Ujung Kulon. Perjalanannya sekitar 2-3 hari dengan menjelajahi setiap titik menarik di Pulau Peucang dan pulau kecil di sekitarnya.

34. Curug Betung

Curug Betung termasuk air terjun baru di Banten yang belum dikenal masyarakat luas. Terletak di kawasan Carita, Pandarincang, Serang, akses ke air terjun cukup sulit. Wisatawan harus melakukan pendakian dahulu selama beberapa jam untuk menembus hutan dan perbukitan yang cukup terjal.

Curug Betung memiliki dua dua jenis air terjun. Pertama yang kecil, kedua yang besar. Curug yang kecil bisa didatangi dengan mudah sehingga diizinkan untuk didatangi. Sementara itu, curug besar masih tertutup untuk umum karena medan yang harus dihadapi oleh para wisatawan cukup berbahaya.

Curug Betung memiliki aliran sungai cokelat dan tidak bening seperti halnya air terjun di kawasan Banten. Meski demikian, kawasan sekitar air terjun dikenal sangat indah dan masih alami. Para pencinta alam pasti senang mendapatkan suasana tenang dan cocok untuk mendinginkan pikiran.

35. Gunung Pulosari

Setelah Gunung Karang, Gunung Pulosari yang terletak di Pandeglang ini menjadi salah satu tempat wisata di Banten yang dibanjiri banyak pengunjung. Dengan ketinggian 1.300-an mdpl. gunung ini cocok untuk pemula yang ingin merasakan sensasi pendakian tanpa perlu kesusahan untuk mencapai puncak.

Begitu sampai di puncak, wisatawan akan mendapatkan pemandangan indah dari perbukitan sekitar gunung yang menghijau. Selain itu, sepanjang jalan menuju puncak, wisatawan akan mendapatkan beberapa situs peninggalan masa lalu yang dikeramatkan oleh warga setempat.

Untuk bisa mendaki ke gunung ini, disarankan datang menggunakan kendaraan pribadi menuju base camp. Setelah sampai di sini, setiap wisatawan akan mendapatkan pengarahan dan membayar retribusi sebesarRp10.000. Gunung ini buka setiap hari dan ditutup saat cuaca buruk.

36. Pantai Pasir Putih Florida

Pantai Pasir Putih Florida memiliki pasir yang lebih putih ketimbang pantai lain di kawasan Banten. Selain itu, tekstur pasirnya lebih halus sehingga cocok untuk tempat bermain atau rebahan, sembari menikmati suasana pantai yang masih lengang dan jarang didatangi oleh wisatawan.

Selain pasir putih yang lembut, pantai ini juga terkenal karena matahari terbenamnya. Setiap sore, puluhan orang akan bertahan di sini untuk menyaksikan indahnya senja hingga akhirnya hilang di ufuk barat. Setelah matahari terbenam, wisatawan biasanya pulang atau tetap di sini dengan mendirikan tenda dan membuat api unggun.

Pantai Pasir Putih Florida terletak di Jalan Raya Karang Bolong, Sindanglaya, Caiparay, Banten. Akses dari Jakarta membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam menuju kawasan Anyer sebelum memotong jalan ke kawasan Pantai Karang Bolong. Oh ya, pantai ini buka setiap hari dengan biaya masuk sekitar Rp10.000.

37. Pantai Jambu

Pantai Jambu masih satu kawasan dengan Pantai Karang Bolong dan Pantai Anyer. Berbeda dengan dua pantai itu, Pantai Jambu memiliki pasir tidak terlalu luas dan karangnya tidak banyak. Wisatawan bisa menjelajahi pinggiran pantai atau berjalan agak ke tengah untuk masuk ke kubangan air yang terbentuk dari cerukan karang.

Karena terletak tidak jauh dari Anyer, pengelolaan pantai ini sudah dilakukan dengan baik. Akomodasi sudah banyak berdiri di sekitar pantai dan bisa disewa kapan saja. Selain itu deretan restoran yang ada di sini juga siap memanjakan siapa saja yang kelaparan setelah lelah melakukan penjelajahan.

Pantai Jambu buka setiap hari dari pagi hingga malam hari. Untuk masuk ke sini wisatawan akan dikenakan tiket masuk sekitar Rp10.000. Dengan tiket ini, wisatawan bebas melakukan penjelajahan sampai puas di sepanjang garis pantai yang memiliki suasana tenang.

38. Pantai Marina

Pantai Marina adalah kawasan tempat wisata di Banten yang telah dikelola baik oleh pihak swasta. Pantai ini menyatu dengan resor dan vila yang bisa disewa oleh siapa wisatawan. Selain itu, kawasan ini juga memiliki fasilitas lengkap yang menunjang serunya kegiatan pantai.

Wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan aktivitas seperti bermain pasir, bermain voli, mencoba wahana yang disediakan oleh resor, hingga berburu foto. Saat senja tiba, langit di kawasan Pantai Marina jadi indah sehingga cocok untuk dijadikan sasaran bidikan kamera.

Untuk bisa sampai ke sini, wisatawan bisa melakukan perjalanan dari Jakarta menuju kawasan Anyer. Tiket masuk ke sini sekitar Rp15.000 dan parkir Rp10.000. Untuk bisa menikmati fasilitas yang ada di resor, wisatawan akan dikenakan biaya tambahan.

39. Pantai Cibeureum

Panti Cibereum menjadi alternatif lain bagi wisatawan yang sudah bosan dengan Pantai Anyer yang ramai. Terletak di kawasan Jalan Karang Bolong, pantai ini menawarkan suasana alam yang masih alami dan suasana yang tenang karena dikelilingi oleh hamparan pohon kelapa yang bergoyang terkena angin.

Aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini adalah bersantai di gubuk kecil yang disediakan oleh pengelola, bermain di pasir pantai yang halus, bermain air, hingga mencari latar belakang yang indah untuk sesi fotografi. Kawasan ini juga kerap dijadikan lokasi foto preweding karena lengang dan latar belakang lautnya indah.

Pantai Cibeureum buka setiap hari tanpa ada jam tutup. Tiket masuknya dihitung per kendaraan bukan per orang. Untuk satu mobil akan dikenai harga Rp50.000 berapa pun orang yang ada di dalamnya. Wisatawan bisa menyewa tikar untuk bersantai di pantai dengan tarif Rp20.000, atau menyewa pondokan seharga Rp50.000 yang bisa digunakan hingga 15 orang.

40. Pulau Cangkir

Pulau Cangkir menawarkan wisata alam dan budaya. Dengan luas 4,5 hektare, wisatawan yang datang ke sini bisa menikmati keindahan alam, serta berziarah ke salah satu makam dari penyebar Islam di Banten bernama Pangeran Jaga Lautan atau Syeh Walyuddin yang masyhur di kalangan muslim setempat.

Wisatawan yang ingin mendatangi pulau kecil ini bisa datang ke Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Tangerang, Banten. Dari pusat Kota Tangerang diperlukan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam. Begitu tiba di sini, wisatawan bisa menikmati suasana yang tenang dan sakral di saat yang bersamaan.

Meski kawasan ini merupakan pulau, akses menyeberangi lautan sudah dibuat. Wisatawan bebas datang ke sini dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk menyeberang. Setelah berziarah wisatawan bisa menyewa perahu untuk menjelajahi kawasan hutan bakau di sekeliling pulau.

41. Marcopolo Water Adventure

Marcopolo Water Adventure menawarkan serunya taman air dengan konsep penjelajahan samudera. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati bangunan mirip dengan kapal raksasa, kolam arus, kolam anak, hingga seluncuran yang akan menguras adrenalin.

Lokasi dari taman air ini berada di Tangerang Selatan atau tepatnya di kawasan Serpong. Saat akhir pekan, warga ibu kota banyak yang datang ke sini untuk sekadar refreshing dari rutinitas atau sengaja bermain air hingga puas. Marcopolo Water Adventure buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00. Tiket masuknya sekitar Rp50.000-75.000 dan sewa ban sekitar Rp20.000 untuk ukuran besar.

42. Situ Cipondoh

Situ Cipondoh berada di Tangerang yang dikenal sebagai kota industri. Danau buatan yang dikelola oleh warga sekitar ini menawarkan wisata rakyat yang tergolong murah-meriah. Biaya masuknya hanya berkisar Rp2.000-3.000 saja, belum termasuk dengan parkir.

Di tempat ini, wisatawan yang mayoritas anak-anak bisa melakukan banyak kegiatan menarik, seperti menyewa perahu air, naik perahu boat, hingga mencoba permainan yang menguji nyali seperti flying fox.

Akses ke ke Situ Cipondoh terbilang mudah dari Jakarta. Wisatawan bisa mengambil jalan menuju tol Jakarta-Tangerang, lalu berlanjut ke tol Tangerang-Merak. Dari sini perjalanan dilanjutkan ke Jalan Nean Saba, hingga akhirnya sampai ke Jalan Kampong Haji Jali.

43. Taman Buaya Tanjung Pasir

Terletak di Jalan Raya Tanjung Pasir, Tangerang, taman buaya ini menjadi destinasi wisata baru yang cukup seru dan mengerikan bagi beberapa orang. Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan 500 koleksi buaya yang dikelola dengan baik dan memiliki usia rata-rata 40 tahun. Beberapa buaya bahkan berusia lebih dari 70 tahun.

Aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan di sini adalah melihat buaya dari dekat, melihat buaya yang menetas, berfoto dengan buaya, dan melihat buaya yang diberi makan. Taman Buaya Tanjung Pasir buka setiap hari dengan tiket masuk sekitar Rp8.000 untuk dewasa dan Rp6.000 untuk anak-anak.

44. Museum Lengkong

Museum Lengkong adalah salah satu saksi sejarah perjuangan bangsa di masa lalu. Bangunan yang dahulu digunakan sebagai markas Jepang ini dipugar dan digunakan untuk menyimpan memorabilia, baik berupa foto, surat, pakaian, hingga benda-benda bersejarah lain yang ada dan ditemukan pasca tragedi berdarah di Lengkong.

Di dekat museum juga dibangun sebuah monumen besar yang berisi nama-nama pahlawan yang gugur. Pada momen tertentu, Monumen Lengkong kerap dijadikan tempat upacara untuk mengenang pahlawan seperti Daan Mogot yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia. Museum Lengkong terletak di BSD, Serpong dan bisa dikunjungi kapan saja tanpa ada retribusi.

45. Pantai Tanjung Burung

Tempat wisata terakhir yang berada di Banten dan bisa dikunjungi saat hari libur adalah Pantai Tanjung Karang. Pantai ini terletak di pesisir utara, Kabupaten Tangerang, Banten atau satu garis dengan teluk Jakarta.

Akses ke pantai cukup mudah kalau menggunakan kendaraan umum. Dari pusat Kota Tangerang, dibutuhkan waktu kurang dari 1 jam sementara dari Jakarta kurang dari 2 jam. Di tempat ini wisatawan bisa mendapatkan pantai dengan pemandangan laut yang indah, meski beberapa wisatawan mengeluhkan perkara sampah yang memenuhi pasir.

Sampai yang datang ke sini berasal dari limbah warga di kawasan Jakarta. Saat ini, pemerintah setempat tengah melakukan pembersihan agar pantai yang namanya indah ini tidak terus kotor dan kehilangan pesonanya.

Oh ya, pantai ini buka setiap saat dan tidak ada jam operasionalnya. Tiket masuknya gratis, tapi wisatawan yang datang ke sini akan dikenai tarif parkir yang dikelola oleh masyarakat setempat. Besaran tarif parkir sekitar Rp2.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil.

Demikianlah uraian tentang 45 tempat wisata di Banten yang wajib dikunjungi saat hari libur tiba. Semoga daftar tempat wisata di atas bisa Anda gunakan sebagai acuan agar penjelajahan di Banten bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga : 10 Tempat Wisata Asia Yang Belum Banyak Diketahui Wisatawan

10 Tempat Wisata Asia Yang Belum Banyak Diketahui Wisatawan

10 Tempat Wisata Asia Yang Belum Banyak Diketahui Wisatawan – Menghabiskan waktu liburan bersama keluarga pada saat liburan panjang tentunya sangat menyenangkan, dapat berkumpul bersama, bermain bersama anak-anak, dan bila anda memiliki tujuan untuk berlibur ke luar negeri khususnya benua Asia. Anda bisa mencoba 10 tempat wisata Asia yang belum banyak diketahui wisatawan bersama keluarga, walaupun hanya berlibur hanya di kawasan Asia, anda tidak akan dapat melupakan kenangan anda bersama keluarga saat berada di 10 tempat wisata Asia ini.

Dimana saja 10 tempat wisata asia yang belum banyak diketahu wisatawan atau traveler ataupun backpacker ini, berikut ini 10 tempat wisata yang akan kami bahas :

Fortune Island, Philipina

Saat berada di Pulau ini anda akan merasakan serasa berada di reruntuhan ala Yunani kuno. Dimana pada bagian ujung pulau ini terdapat bangunan reruntuhan bersejarah yang memiliki arsitketur seperti zaman Yunani Kuno. Disini anda bisa melakukan snorkelling ataupun berenang tanpa gangguan, pantai di pulau ini memilki air yang sangat bening dan jernih serta memiliki keindahan bawah laut yang sangat memukau. Pulau ini merupakan pulau tak berpenghuni dan tidak ada fasilitas untuk turis. Jadi anda bisa mendirikan camping bersama keluarga atau teman-teman sambil menjelajah pulau cantik ini.

Pantai Egawa, Kisaru (Prefektur Chiba, Jepang)

Pantai Egawa, Kisaru (Prefektur Chiba, Jepang)

Terletak tidak jauh dan hanya satu jam perjalanan dari Tokyo, Egawa memiliki pantai indah yang masih belum banyak diketahui turis. Disini kamu bisa menikmati pemandangan indah pantai Jepang, terutama di saat sunset yang menawarkan pemandangan super cantik yang tidak boleh kamu lewatkan. Ada juga tiang-tiang listrik yang terbentang di sepanjang pantai yang semakin menambah keeksotikan pemandangan di sekitar pantai Egawa

Gamcheon Village (Busan, Korea Selatan)

Gamcheon Village (Busan, Korea Selatan)

Korea Selatan yang terkenal dengan Kpopnya serta artis-artisnya yang cantik dan ganteng ini ternyata juga memiliki tempat wisata yang penuh warna-warni. Perkampungan yang penuh warna ini merupakan salah satu hidden gem-nya kota Busan di Korea Selatan. Kamu bisa menjelajahi perkampungan warna warni ini dengan berjalan kaki. Ada banyak spot-spot cantik untuk berfoto ria sekaligus melihat kehidupan masyarakat Busan dari dekat. Lokasi Gamcheon Village ini juga sering muncul di drama dan acara reality show Korea sehingga sudah mulai ramai dikunjungi wistawan.

Hoi An (Vietnam)

Hoi An (Vietnam)

Hoi An merupakan kota perdagangan kuno yang masih mempertahankan bangunan dan tradisi hingga kini. Hal ini menjadi daya tarik terbesar saat berwisata ke Hoi An. Bangunan-bangunan kuno di sepanjang sungai, jejeran lampion dan kapal-kapal nelayan yang berlayar di sungai menjadi pemandangan unik yang bisa kamu nikmati di kota ini. Disini kamu bisa menyewa sepeda untuk berkeliling kota yang tidak banyak dilalui mobil ini. Jika kamu berkunjung ke Hoi An, jangan lupa mampir ke Hidden Beach untuk nikmati pantai cantik yang sayang sekali untuk dilewatkan.

Masbro Village (Melaka, Malaysia)

Masbro Village (Melaka, Malaysia)

Ingin mengunjungi perkampungan unik dengan bangunan berbentuk segitiga dan di cat berwarna-warni? Masbro Village yang ada di Melaka ini bisa jadi tujuan liburan yang asyik. Ada banyak sekali spot-spot cantik untuk berfoto disini. Rumah berbentuk segitiga ini bisa menampung hingga 6 orang di dalamnya dengan interior yang cozy dan nyaman.

Panjin (China)

Panjin (China)

Wilayah Panjin, China memiliki pantai unik nan cantik yang sangat memukau. Jangan berharap melihat air laut atau hamparan pasir di Red Beach-nya Panjin, karena disini kamu akan melihat lautan rumput Sueda atau rerumputan berwarna merah yang menjadi tempat tinggal untuk 600 jenis hewan yang berbeda! Disediakan jembatan di sepanjang Red Beach ini untuk memudahkan wisatawan menikmati keindahan hamparan rumput merah yang sangat cantik ini.

Da Nang (Vietnam)

Da Nang (Vietnam)

Da Nang merupakan kota berpopulasi kecil yang berada di bagian Timur Vietnam. Ada banyak lokasi menarik yang bisa kamu kunjungi di kota ini. Misalnya saja Thuan Phuoc Field yang menawarkan pemandangan indah Kamu bisa menginap di hotel Intercontinental Da Nang yang menggunakan cable car untuk menuju kamar kamu.

Sai Wan Swimming Shed (Hong Kong)

Sai Wan Swimming Shed (Hong Kong)

Meski disebut sebagai swimming shed, namun tempat wisata indah di Hong Kong ini lebih menarik sebagai tempat foto-foto cantik daripada untuk berenang. Ada jembatan cantik yang terletak di ujung pantai ini yang langsung menghadap ke laut lepas. Jika kamu seorang perenang handal, boleh juga berenang dari Sai Wan swimming shed ini, namun kamu harus mewaspadai perairan laut lepas dengan ombak yang cukup besar.

Kaohsiung (Taiwan)

Kaohsiung (Taiwan)

Kota Taiwan yang penuh dengan bangunan dan arsitektur yang berjejeran dengan indahnya, ternyata di Pulau kecil Taiwan ini menyimpan tempat wisata yang sangat menarik didaerah Kaohsiung. Dimana anda bisa berkunjung ke Cijin Rainbow Church yang dikelilingi air jernih dengan pilar berwarna warni yang futuristik. Ada juga Pantai Nanwan yang digadang-gadang sebagai salah satu pantai yang paling fotogenik di dunia. Ada banyak kursi dan payung warna-warni tersebar di pantai ini.

Koh Rong Sanloem (Kamboja)

Koh Rong Sanloem (Kamboja)

Pantai Koh Rong Sanloem di Kamboja bukan sekedar pantai biasa. Ada banyak hammock berwarna warni yang menggantung di pepohonan yang ada di pantai ini. Ada juga banyak kursi di pantai ini yang bisa digunakan untuk sekedar bersantai. Kamu juga bisa ke daerah Koh Rong untuk menikmati sensasi menginap di rumah pohon! Kamu juga bisa diving, scuba diving dan juga trekking di pulau ini.

Itulah kesepuluh rekomendasi kami untuk tempat wisata di Asia yang bisa menjadi tujuan Anda saat akan melakukan liburan keluar negeri bersama keluarga, family, ataupun teman-teman.. Sudah dipilih mana tujuan Wisata yang cocok bagi anda ?

Baca juga : 60 Tempat Wisata Magelang Bisa Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata Magelang Bisa Mengisi Waktu Liburan

60 Tempat Wisata Magelang Bisa Mengisi Waktu Liburan – Destinasi seperti Bali, Lombok, Malang, atau Yogyakarta pasti sudah sering Anda kunjungi untuk mengisi waktu liburan. Terang saja, destinasi tersebut memiliki beragam tempat wisata yang sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan. Namun, pernahkah Anda berkunjung ke Magelang?

Jika ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata banyak sekali tempat wisata di Magelang yang tidak kalah menariknya seperti Bali maupun Lombok, mulai dari kuliner, budaya, sejarah, hingga wisata alam. Berikut destinasi wisata yang akan Anda temui di Kota Harapan yang terkenal akan kuliner tahu kupatnya.

1. Gereja Ayam

Destinasi satu ini menjadi populer berkat film Ada Apa Dengan Cinta 2. Seperti namanya, gereja ini memang berbentuk menyerupai ayam yang sedang duduk dengan mahkota di atas kepalanya. Gereja ayam ini berada di satu lokasi dengan Bukit Rhema dan menjadi salah satu gereja yang unik karena bentuknya.

Ada 4 tingkatan yang akan Anda temui di dalam Gereja Ayam ini. Tingkatan pertama adalah langit-langit gereja yang menampilkan ruangan gereja secara keseluruhan. Lalu, ada leher ayam di tingkatan kedua, dan paruh ayam bergincu di tingkat tiga. Di tingkat teratas, mahkota ayam menawarkan pemandangan alam yang lebih luas lagi di sekitar bangunan.

Lokasi Gereja Ayam ada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Sekitar 2,5 kilometer di sebelah barat Candi Borobudur. Harga tiket masuk sebesar Rp5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp10.000 untuk wisatawan asing.

Gereja Ayam buka setiap hari mulai pukul 05.00 – 17.00 WIB

2. Candi Borobudur

Candi Borobudur menjadi salah satu tempat wisata di Magelang yang menjadi destinasi favorit wisatawan, terutama wisatawan asing. Didirikan sekitar tahun 800 Masehi oleh Wangsa Syailendra, Candi Borobudur menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia.

Di dalam Candi Borobudur, terdapat arca Buddha sebanyak 504 buah. Selain itu, terdapat satu stupa terbesar di puncak bangunan yang sekaligus berfungsi sebagai mahkota candi. Di sekeliling mahkota terdapat 72 stupa dalam tiga baris melingkar dengan arca di dalamnya. Konon katanya, jika bisa menyentuh tangan arca, apa pun keinginan Anda akan terpenuhi.

Lokasi Candi Borobudur ada di Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Menuju lokasi bisa dengan bus kota Magelang-Borobudur atau dengan kendaraan pribadi. Harga tiket masuk sebesar Rp40.000 untuk wisatawan lokal, Rp20.000 untuk pelajar dan anak usia 4 – 6 tahun, dan USD25 untuk wisatawan mancanegara. Candi Borobudur buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB.

3. Taman Kyai Langgeng

Tempat Wisata Magelang Taman Kyai Langgeng merupakan taman edukasi dan rekreasi untuk keluarga. Taman wisata ini diberi nama sesuai dengan nama pejuang kemerdekaan pada masa pertempuran Pangeran Diponegoro yang dimakamkan di area taman. Dibangun di atas tanah seluas 5 ha, Anda bisa menjajal segudang wahana permainan dan fasilitas sambil menikmati pemandangan alam hutan buatan yang memesona.

Selain berwisata alam, Anda juga bisa mengajak anak-anak untuk menjajal wahana air, permainan, edukasi, petualangan, hingga wisata religi. Beberapa wahana di taman ini akan dikenakan biaya kontribusi tambahan dan tidak termasuk dalam tiket, seperti kolam renang, water ball, flying fox, dan lainnya.

Lokasi Taman Kyai Langgeng ada di Jl. Cempaka No. 6 Kota Magelang. Dari Artos Magelang, ambil arah kiri dan ikuti petunjuk jalan. Harga tiket masuk sebesar Rp20.000 untuk hari kerja, dan Rp25.000 untuk akhir pekan dan hari libur. Taman Wisata Kyai Langgeng buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.30 WIB.

4. Bukit Tidar

Bukit Tidar disebut-sebut sebagai “Pakunya tanah Jawa”, dan menjadi tempat berlatih Akademi Militer. Beberapa sumber menyebutkan bahwa nama tidar yang diberikan memiliki arti “mati” atau “modar” dalam Bahasa Jawa. Pada jaman dahulu, jika orang mengunjungi bukit ini selalu mati atau modar.

Suasana Bukit Tidar sendiri masih sangat asri dan alami, karena dikelilingi oleh pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Di sini, Anda bisa menemukan makam dari Syaikh Subakir yang konon dipercaya sebagai penakluk dari Bukit Tidar. Di sini juga dimakamkan Kyai Sepanjang, yang tidak lain adalah tombak sepanjang 7 meter milik Syaikh Subakhir.

Makam terakhir yang akan Anda jumpai adalah makan Kyai Semar, yang dipercaya sebagai jin penunggu Bukit Tidar. Selain makam, Anda juga akan mendapati lapangan luas dengan tugu bersimbol huruf Sa yang dipercaya sebagai Pakunya Tanah Jawa.

Bukit Tidar berlokasi di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan. Mengelilingi ruas Jl. Pemuda, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Sarwo Eddie, dan Jl. Gatot Subroto. Dari Terminal Magelang menuju ke perkampungan Barakan di belakang terminal. Tiket masuk gratis. Tidak ada batasan jam berkunjung, tetapi sebaiknya tidak lebih dari pukul 17.00 WIB.

5. Candi Pawon

Candi Pawon ditemukan di antara semak-semak dalam keadaan rusak pada awal abad ke-20, kemudian mulai dipugar kembali pada tahun 1903. Nama Pawon menurut Bahasa Jawa berarti dapur, tetapi dari mana asal nama Candi Pawon ini tidak diketahui asal mulanya.

Salah satu ahli arkeologi, J.G. de Casparis menuturkan bahwa Candi Pawon dulunya digunakan untuk tempat perabuan salah satu raja dari Dinasti Syailendra. Namun, tidak terdapat arca Buddha untuk menguatkan pernyataan tersebut. Sebagai gantinya, di bagian dinding luar Candi Pawon dihias dengan pohon hayati yang menjadi simbol kalpataru. Hiasan pohon ini diapit oleh pundi-pundi juga makhluk berkepala manusia dengan badan burung atau Kinara-Kinari.

Lokasi Candi Pawon ada di Dusun Brojonalan, Kelurahan Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Tepatnya di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur. Berkendara sejauh 1.7 kilometer arah timur dari Candi Borobudur atau sekitar 1.2 kilometer arah barat dari Candi Mendut. Tiket masuk sebesar Rp1.800 untuk wisatawan lokal dan Rp3.300 untuk wisatawan asing. Candi Pawon buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB.

6. Candi Mendut

Berdekatan dengan Candi Pawon, Anda bisa menemukan Tempat Wisata Magelang Candi Mendut. Candi ini ditemukan kembali pada tahun 1836 dalam keadaan runtuh. Ketika disusun kembali untuk dilakukan pemugaran, bagian atap Candi Mendut tidak pernah ditemukan.

Menurut catatan ahli arkeologi J.G. de Casparis, Candi Mendut dibangun oleh Dinasti Syailendra pada masa pemerintahan Raja Indra tahun 824 Masehi. Berdasarkan isi dari Prasasti Karangtengah di tahun yang sama, disebutkan bahwa Raja Indra telah mendirikan satu bangunan suci bernama Wenuwana yang artinya hutan bambu. Arti kata Wenuwana inilah yang dinyatakan oleh Casparis sebagai asal dibentuknya Candi Mendut.

Di dalamnya, Anda bisa melihat 3 buah arca, yaitu arca Dhyani Buddha Wairocana yang diimpit oleh Boddisatwa Awalokiteswara dan Wajrapani. Di tepi tangga, terdapat relief yang menggambarkan kisah Pancatantra dan Jataka.

Lokasi Candi mendut ada di Jl. Mayor Kusen, Kota Mungkit, Kabupaten Magelang. Tepatnya sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur. Anda akan membayar biaya kontribusi sebesar Rp5.000. Candi Mendut buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB.

7. Candi Ngawen

Sekilas, tempat wisata di Magelang ini mirip dengan candi Hindu karena memiliki struktur bangunan yang meruncing yang menjadi ciri khas candi Hindu. Namun, jika dilihat lebih teliti, terdapat stupa dan undakan yang menjadi simbol utama semua candi Budhha. Ditambah lagi dengan ditemukannya patung arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa pada candi nomor II.

Terdiri dari candi-candi kecil berjumlah 5 buah, Candi Ngawen lagi-lagi diperkirakan dibangun oleh Dinasti Syailendra pada abad ke-X Masehi. Keunikan yang dimiliki Candi Ngawen adalah adanya patung singa berjumlah 4 buah di sudut-sudut candi nomor II dan IV. Dari kelima candi, hanya candi nomor II dan IV saja yang memiliki struktur bangunan yang sama. Selain patung singa di bagian sudut, adanya patung singa penopang candi menjadi keunikan lain dari Candi Ngawen yang bisa Anda temukan.

Candi Ngawen berlokasi di Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Tepatnya sekitar 5 kilometer dari arah Yogyakarta sebelum Candi Mendut. Tidak ada biaya masuk. Candi Mendut buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB.

8. Candi Canggal

Disebut juga Candi Gunung Wukir atau Shiwalingga. Candi ini merupakan salah satu candi Hindu. Sesuai dengan isi Prasasti Canggal yang ditemukan di halaman candi pada tahun 1879, Candi Canggal berdiri di zaman Kerajaan Mataram Kuno sekitar tahun 732 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Sanjaya. Prasasti yang ditulis dalam Bahasa Sansekerta inilah yang menjadi sumber utama asal usul berdirinya Candi Canggal.

Selain isi dari Prasasti Canggal, 3 buah arca di bagian depan Candi Canggal juga menjadi penanda bahwa candi ini merupakan candi Hindu. Ketiga arca tersebut adalah Nandi atau lembu betina, Lingga sebagai lambang Dewa Siwa, dan Yoni. Di pelataran Candi Canggal, Anda bisa menemukan 4 buah candi yang terdiri dari 3 candi perwira dan 1 candi utama (Candi Canggal itu sendiri).

Lokasi Candi Canggal ada di Dusun Carikan, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Tepatnya di atas Bukit Wukir, lereng barat Gunung Merapi. Menggunakan angkutan umum menuju Kecamatan Ngluwar sampai Desa Kadiluwih, Dusun Canggal. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju bukit. Tanpa biaya masuk dan batasan jam pengunjung, namun sebaiknya tidak berkunjung di atas pukul 17.00 WIB karena akses jalan yang cukup sulit menuju candi.

9. Candi Selogriyo

Candi Selogriyo juga merupakan candi bercorak Hindu yang dibangun sekitar abad ke-8 Masehi. Menurut beberapa sumber, Candi Selogriyo dibuat pada masa yang sama dengan candi-candi yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Meskipun ditemukan dalam keadaan runtuh, masih terlihat dengan jelas adanya 5 arca di candi tersebut, yaitu arca Ganesha, Durga, Agastya, Nandiswara, dan Mahakala.

Salah satu keunikan dari Candi Selogriyo ini adalah puncaknya yang berbentuk buah keben, yang disebut Amalaka. Candi yang digunakan sebagai tempat menyepi para raja Hindu ini memiliki pancuran air yang konon katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat awet muda.

Tempat wisata di Magelang ini berlokasi di Dusun Campurrejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Arah terdekat adalah rute jalur Magelang-Bandongan dengan patokan Pasar Bandongan. Dari sini, ikuti papan petunjuk arah menuju candi. Tanpa biaya masuk dan batasan jam berkunjung, namun tidak lebih dari pukul 17.00 WIB setiap harinya.

10. Candi Lumbung

Tidak ada sumber yang menceritakan asal usul nama candi Buddha ini, tetapi bentuk candi yang menyerupai lumbung padi menjadikan masyarakat memberi nama candi ini Lumbung. Dan hingga kini, tempat wisata di Magelang ini dikenal dengan nama Candi Lumbung.

Candi Lumbung merupakan gugusan candi sebanyak 17 bangunan, dengan 1 candi utama yang dikelilingi oleh 16 candi perwira. Bangunan candi utama memiliki bentuk poligon dengan 20 sisi, yang sayangnya, kini hanya bersisa reruntuhannya saja. Di dinding luarnya, Anda bisa melihat lukisan sepasang manusia dalam ukuran yang nyata, yang bernama Kuwera dan Hariti.

Keenam belas candi perwira yang mengelilingi candi utama menghadap seluruhnya ke candi utama. Perbedaan candi perwira dengan candi utama bisa Anda lihat pada dinding candi perwira yang tanpa hiasan apa pun. Candi Lumbung ini merupakan salah satu bagian dari Candi-Candi Sengi.

Lokasi Candi Lumbung ada di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawwangan, Kabupaten Magelang. Tepatnya, candi ini terletak di tepi Kali Apu, lereng sisi barat Gunung Merapi. Anda bisa menuju ke lokasi dengan mengambil rute Yogyakarta-Magelang menuju Ketep melalui Blabak. Tiket masuk ke candi adalah sebesar Rp10.000 per orang. Candi Lumbung buka mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB setiap harinya.

11. Candi Gunung Sari

Kabarnya, Candi Gunung Sari adalah situs candi Hindu tertua yang ada di Pulau Jawa. Lokasinya yang berada di gunung membuat tempat wisata di Magelang ini tidak banyak diketahui masyarakat. Setelah berjalan kaki melewati sawah-sawah dengan pemandangan alam yang segar selama 20 menit, Anda bisa menemukan situs bangunan bersejarah ini.

Namun sayangnya, hanya reruntuhan bebatuan yang tersisa dari candi ini. Bahkan, tidak diketahui seperti apa bentuk asli dari candi Hindu ini. Namun, dari serakan dan tumpukan bebatuan, diperkirakan Candi Gunung Sari memiliki candi utama dan beberapa candi perwira di sekelilingnya. Menurut warga setempat, masih banyak reruntuhan yang terpendam di dalam tanah dan belum ditemukan.

Candi ini ada di puncak Gunung Sari, Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Hanya satu jam perjalanan dengan kendaraan dari Candi Borobudur. Karena belum terjamah, Anda tidak akan dipungut biaya apa pun ketika berkunjung. Namun, karena akses berupa jalan setapak melewati sawah menuju gunung, jangan berkunjung lebih dari pukul 17.00 WIB.

12. Candi Losari

Candi Losari baru ditemukan pada tahun 2004 silam. Kabarnya, dahulu lokasi keberadaan candi ini terkubur oleh lahar letusan Gunung Merapi sekitar tahun 900-an Masehi. Beratus tahun kemudian, seorang pemilik kebun salak bernama Badri menggali parit dan menemukan bebatuan yang diduga reruntuhan Candi Losari.

Candi Losari memiliki satu candi utama dan 3 candi pendamping. Namun, yang membuat Candi Losari menjadi unik adalah lokasinya yang terbenam air. Bahkan, air yang menggenangi pelataran candi bisa mencapai 2 – 3 meter. Air ini bukan berasal dari air hujan, melainkan dari sumber mata air yang menjadi satu dengan bangunan candi.

Berdasarkan bentuk dan ukiran yang terdapat pada bebatuannya, diperkirakan Candi Losari adalah candi Hindu yang dibangun pada masa Kerajaan Hindu, kira-kira abad ke-7 Masehi. Selain itu, penemuan Candi Losari ini disinyalir masih ada kaitannya dengan isi Prasasti Canggal yang kebetulan berlokasi tidak jauh dari candi ini.

Tempat wisata di Magelang ini berlokasi di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Dari Jembatan Krasak yang merupakan jembatan pembatas wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, sekitar 300 meter, aka nada petunjuk jalan ke lokasi candi. Karena belum resmi dibuka, mengunjungi candi ini tidak dipungut biaya. Anda bisa berkunjung mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB setiap harinya.

13. Candi Asu Sengi

Candi ini sebenarnya bukan bernama Asu Sengi. Bahkan, nama dari candi ini belum diketahui. Awalnya, warga sekitar melihat adanya patung lembu atau Nandi rusak yang menyerupai anjing. Akhirnya, warga memutuskan memberi nama Asu (yang berarti anjing dalam Bahasa Jawa), dan Sengi kepada candi ini. Nama Sengi sendiri diambil dari nama desa dimana candi ini ditemukan.

Kabarnya, Candi Asu Sengi merupakan salah satu bangunan yang ditinggalkan oleh Kerajaan Mataram Kuno keturunan Sanjaya. Sama seperti kebanyakan candi Hindu lainnya, di dinding Candi Asu Sengi juga terdapat banyak relief Kinara-Kinari.

Di lingkungan candi, ditemukan beberapa prasasti, seperti Prasasti Sri Manggala I dan Sri Manggala II yang dibuat pada tahun 874 dan 876 Masehi. Lalu ada juga Prasasti Kurambitan yang menuliskan bahwa Candi Asu Sengi dibangun sekitar tahun 869 Masehi, tepatnya saat Rakai Kayuwangi dari Sanjaya sedang berjaya. Selain itu, diceritakan pula bahwa Candi Asu Sengi digunakan sebagai tempat suci untuk pemujaan.

Candi Asu Sengi berlokasi di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Tepatnya di sebelah barat lereng Gunung Merapi, di tepi Sungai Tlingsing Pabelan, sekitar 25 kilometer arah timur laut dari Candi Borobudur. Tak jauh dari Candi Asu, Anda bisa mengunjungi Candi Pendem dan Lumbung. Anda bisa berkunjung mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan mempersiapkan biaya kontribusi kira-kira Rp.10.000.

14. Pemandian Air Hangat Candi Umbul

Di Candi Umbul, Anda tidak hanya akan disuguhkan dengan megahnya candi Hindu bekas Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-9 Masehi silam, Anda juga bisa menikmati mandi air hangat di kolam candi. Konon katanya, dahulu kolam air hangat ini digunakan putri raja untuk membersihkan diri setelah melaksanakan ritual di Candi Borobudur.

Asal nama Umbul pada candi ini adalah karena munculnya gelembung udara dari dasar kolam. Dalam Bahasa Jawa, kata ‘umbul’ berarti muncul. Kolam pemandian Candi Umbul dibagi 2, kolam air hangat dan kolam air biasa. Di sekitar lokasi pemandian, Anda bisa menemukan batuan bekas reruntuhan Candi Umbul. Sementara fondasi sesungguhnya dari candi Hindu ini masih terpendam.

Candi Umbul berlokasi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, berdampingan dengan Curug Sekar Langit dan Telaga Bleder. Dari Kota Magelang, ambil jalur Magelang-Semarang sampai Secang. Cari petunjuk arah menuju Grabag, dan ikuti petunjuk tersebut. Tempat wisata di Magelang ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB dengan biaya kontribusi kira-kira Rp10.000 per orang.

15. Ketep Pass

Objek wisata yang dahulu bernama Gardu Pandang Ketep ini dibangun di atas lahan seluas 8000 meter persegi. Dari sini, Anda bisa menikmati pemandangan alam yang memukau sambil menjajal aneka jajanan khas, seperti jagung bakar dan susu jahe panas.

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, kini di Ketep Pass juga dibangun beberapa fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas gunung, misalnya Museum Vulkanologi. Di museum ini, Anda bisa melihat segala aktivitas Gunung Merapi. Ada juga bioskop berukuran mini yang menayangkan sejarah Gunung Merapi, Teropong, perlengkapan Pancaarga atau Lima Gunung, dan Gardu Pandang.

Ketep Pass berlokasi di Jl. Ketep, Sawangan, Magelang, sekitar 30 kilometer dari Kota Magelang dan Candi Borobudur. Jika dari arah Salatiga dan Boyolali, Anda bisa menuju lokasi Tempat Wisata Magelang melalui Desa Kaponan atau Kopeng. Tiket masuk ke lokasi dan museum sebesar Rp7.500/orang. Tiket bioskop Rp7.000/orang. Tiket teropong Rp3.000/orang. Tiket untuk wisatawan asing USD. 3 sudah termasuk segala fasilitas. Fasilitas bioskop dan museum hanya buka hingga pukul 17.00 WIB, namun Anda bisa tetap bisa berada di area gardu pandang hingga 24 jam.

16. Air Terjun Kedung Kayang

Air Terjun Kedung Kayang tidak hanya menyuguhkan Anda dengan keindahan alamnya, tetapi juga hal-hal unik lainnya, seperti mitos dari tempat wisata di Magelang ini. Salah satu keunikannya adalah adanya 3 sumber mata air yang mengalir dari retakan batu-batu besar. Selain itu, kabarnya, di belakang air terjun ini ada sebuah gua untuk tempat bertapa.

Kabarnya, nama Air Terjun Kedung Kayang ini berasal dari 3 orang Empu bernama Empu Putut, Empu Khalik, Empu Panggung. Ketiga Empu ini kabarnya dahulu tinggal di lokasi air terjun ini. Setelah mengadakan sayembara lempar telur, katanya, tiga cangkang telur yang pecah kemudian berubah menjadi sumber mata air terjun ini.

Air Terjun Kedung Kayang berlokasi di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, sekitar 3 kilometer dari Objek Wisata Ketep Pass. Setelah sampai di pintu masuk, Anda bisa berjalan menuju lokasi selama 20 menit. Harga tiket masuk ke lokasi sebesar Rp2.500, dan objek wisata ini buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.

17. Air Terjun Sekar Langit

Beberapa sumber menyatakan, Air Terjun Sekar Langit memiliki kaitan yang erat dengan legenda Nawangwulan. Menurut cerita, Nawangwulan yang turun ke bumi dan sedang mandi, kehilangan selendangnya yang kala itu dicuri oleh Jakatarub yang membuatnya tidak bisa kembali ke Kahyangan.

Cerita legenda tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata di Magelang ini. Di bawah air terjun terdapat sebuah telaga yang katanya merupakan tempat Nawangwulan mandi. Ditambah lagi, pesona alam dan udara yang masih alami akan menemani perjalanan Anda menuju ke lokasi air terjun.

Berada di Desa Telogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Air Terjun Sekar Langit bisa diakses dari Kota Salatiga maupun Kota Magelang. Ambil arah Secang menuju Grabag hingga menemukan Pasar Grabag. Lalu, ambil arah menuju Grabag-Ambarawa dan ikuti petunjuk jalan. Sediakan Rp10.000 untuk biaya kontribusi ke lokasi. Air Terjun Sekar Langit buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.

18. Air Terjun Silawe

Nama Air Terjun atau Curug Silawe mungkin belum terdengar familier, karena memang objek wisata ini belum banyak didatangi wisatawan. Meskipun lokasinya berdekatan dengan Air Terjun Kedung Kayang dan Gardu Pandang Ketep Pass, akses jalan yang cukup sulit membuat air terjun ini belum terjamah.

Nama Silawe dari curug ini berasal dari penemuan sarang laba-laba ketika sedang membuka area ini menjadi tempat wisata di Magelang. Di lokasi, ada satu lagi curug yang berdampingan dengan Curug Silawe, yaitu Curug Sigong yang tidak kalah memukaunya dengan Curug Silawe. Selama perjalanan menuju lokasi, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam berupa persawahan luas yang terhampar indah.

Curug Silawe berlokasi di Dusun Kopeng Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Tepatnya, curug ini berada tepat di sebelah selatan lereng Gunung Sumbing. Akses menuju lokasi juga melewati jalan ke Candi Borobudur yang dilanjutkan dengan melewati jalan Salam-Purworejo. Setelah menemukan persimpangan, ambil rute menuju Kecamatan Kajoran hingga jalan berubah mengecil dan rusak. Lokasi Tempat Wisata Magelang ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan biaya masuk sebesar Rp4.000/orang.

19. Kali Progo

Selain kaya akan wisata sejarah, Kota Magelang juga terkenal akan wisata arung jeram atau biasa disebut rafting. Salah satunya adalah arung jeram di Kali Progo. Bersumber dari lereng Gunung Sumbing yang mengalir ke arah tenggara, bagian hulu sungai ini banyak memiliki jeram yang memacu adrenalin. Didukung oleh pemandangan alam yang memukau, Kali Progo menjadi lokasi rafting favorit para wisatawan.

Lokasi Kali Progo juga berada di satu wilayah yang sama dengan Taman Wisata Kyai Langgeng. Anda bisa menghubungi jasa penyedia layanan rafting jika ingin menjajal menaklukkan jeram Kali Progo ini.

20. Kali Elo

Tidak hanya Kali Progo saja yang memiliki jeram yang mendebarkan, Kali Elo juga menawarkan pengalaman serupa yang tentunya sangat memacu adrenalin Anda. Di Kali Elo, Anda juga bisa berwisata menyusuri aliran sungai yang deras sembari menikmati indahnya suasana alam khas Kota Magelang. Sama seperti di Kali Progo, ada banyak jasa penyedia layanan rafting untuk Anda yang ingin menjajal aktivitas seru ini.

21. Punthuk Setumbu

Tempat wisata di Magelang lainnya yang menjadi destinasi favorit wisatawan adalah Punthuk Setumbu. Pasalnya, objek wisata ini menawarkan pemandangan melihat matahari terbit paling menawan dengan berlatar megahnya Gunung Merbabu dan Merapi. Ditambah lagi, Anda juga bisa menyaksikan siluet Candi Borobudur yang berselimut kabut dari tempat ini.

Dahulu, bukit dengan tinggi sekitar 400 meter yang berada di kelompok Pegunungan Menoreh ini digunakan sebagai ladang oleh penduduk setempat. Di bagian puncak bukit ini juga disediakan tempat-tempat seperti gazebo atau rumah panggung untuk tempat wisatawan duduk sembari menunggu matahari menyambut pagi.

Punthuk Setumbu berlokasi di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang. Jika Anda bertolak dari Yogyakarta, Anda hanya perlu menuju ke arah Hotel Manohara dari Taman Candi Borobudur. Lalu, ambil rute menuju Bukit Menoreh hingga Anda menemukan tulisan Borobudur Nirvana Sunrise. Dari sini, ikuti petunjuk jalan yang ada.

Waktu terbaik untuk Anda berkunjung ke Punthuk Setumbu adalah antara bulan Juni-Agustus, saat musim kemarau menjelang. Sebaiknya, Anda sudah tiba di lokasi sebelum pukul 05.00 WIB jika ingin melihat indahnya sunrise. Punthuk Setumbu buka hingga petang menjelang malam hari, dengan biaya masuk sebesar Rp15.000/orang.

22. Rumah Kamera

Rumah Kamera memiliki bentuk persis seperti kamera tipe DSLR dengan ciri khas lensa yang panjang. Berdasarkan sumber, Rumah Kamera ini dibangun oleh pelukis asal Kota Atlas Semarang yang telah lama bermukim di Bali, Tanggol Anggien Jatikusumo. Kabarnya, Tanggol sengaja membuat rumah unik ini sebagai galeri sekaligus sekolah lukis.

Isi dari Rumah Kamera ini pun tidak jauh dari hasil guratan tangan Tanggol dalam bentuk lukisan maupun gambar. Jika beruntung, Anda pun bisa bertemu langsung oleh si empunya rumah untuk berbincang mengenai hasil karya paling unik yang pernah dibuatnya ini. Ditambah lagi, Anda juga bisa menyaksikan pemandangan lanskap Candi Borobudur dan beberapa gunung megah seperti Merapi, Merbabu, dan Sumbing dari puncak lensa kamera bangunan ini.

Rumah Kamera berlokasi di Jl. Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Dari Candi Borobudur, Anda hanya perlu lurus terus sejauh satu kilometer. Anda bisa berfoto dan menikmati keindahan karya seni Tanggol setiap harinya mulai pukul 08.00 – 17.00 dengan membayar tiket masuk sebesar Rp15.000/orang.

23. Desa Candirejo

Mungkin Candi Borobudur menjadi ikon Kota Magelang karena pesonanya dan nilai-nilai budaya serta sejarah di dalamnya. Namun ternyata, Desa Candirejo menawarkan cerita budaya yang lebih beragam untuk Anda. Menurut informasi, Desa Candirejo dahulu menjadi lokasi menginap para wisatawan yang ingin mengunjungi Candi Borobudur.

Namun, tidak hanya menawarkan penginapan saja, Desa Candirejo juga menawarkan beragam wisata lainnya, mulai dari budaya, wisata alam, hingga wisata agro. Wisata-wisata ini ditawarkan oleh penduduk setempat melalui beragam tipe paket. Di desa ini, Anda juga berkesempatan untuk memelajari budaya adat tradisional yang terus dilestarikan hingga kini.

Lokasi desa ini pun hanya berjarak sekitar 2.5 kilometer dari Candi Borobudur. Anda bisa berkunjung kapan pun dan menikmati berbagai paket wisata menarik dari penduduk desa setempat.

24. Taman Panca Arga

Panca Arga merupakan suatu kompleks perumahan yang dibangun khusus untuk para TNI-AD di Kota Magelang. Sesuai namanya, kompleks ini diapit oleh 5 gunung. Di dalam kompleks ini terdapat sebuah taman yang bisanya digunakan untuk rekreasi keluarga bernama Taman Panca Arga I. Taman ini memiliki fasilitas mainan anak lengkap.

Taman ini juga memiliki tank dan meriam peninggalan Belanda di dalamnya. Keunikan lainnya adalah adanya tugu penanda yang bentuknya sangat mirip dengan Monumen Nasional. Tugu ini dibangun bersamaan dengan pembangunan taman.

Taman Panca Arga berlokasi di Desa Sukerjo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa menggunakan bis atau angkutan hingga Kecamatan Mertoyudan dan melanjutkan perjalanan dengan ojek. Anda bisa mengunjungi taman mulai pukul 08.00 – 17.00 setiap harinya tanpa dipungut biaya masuk.

25. Pinusan Kragilan

Pinusan Kragilan merupakan hutan pinus yang berada di kaki Gunung Merbabu. Namun, wisatawan lebih mengenal tempat wisata di Magelang ini dengan nama Top Selfie Pinusan Kragilan. Menurut para pengunjung, Pinusan Kragilan memiliki banyak sekali titik-titik yang sangat bagus untuk tempat berfoto. Selain bisa berfoto dan menjelajah hutan, Anda juga bisa melihat Sungai Selo Tumpang yang juga berada di hutan pinus ini.

Beberapa spot Tempat Wisata Magelang bagus untuk tempat berfoto di Pinusan Kragilan ini seperti jalan lurus yang menurun setelah pintu masuk menuju lokasi parkir dengan latar jajaran pohon pinus yang berderet rapi. Selain itu Anda juga bisa berfoto di tengah-tengah hutan sembari duduk bersantai dan menikmati pemandangan alam Gunung Merbabu.

Pinusan Kragilan berlokasi di Desa Pogalan, Dusun Kragilan, Kecamatan Pakis, Magelang. Jalur paling mudah menuju lokasi adalah melalui Salatiga menuju Kopeng hingga Ketep Pass. Hutan Pinus Kragilan dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 – 18.00 WIB dengan tarif masuk sebesar Rp10.000/orang. Anda tidak diizinkan menginap atau berkemah di lokasi.

26. Alun-Alun Magelang

Setiap kota umumnya memiliki alun-alun yang sering digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga yang murah meriah. Termasuk juga Alun-Alun Magelang. Yang menjadikan tempat wisata di Magelang ini menarik adalah adanya menara air peninggalan Belanda yang tinggi menjulang di salah satu sisinya. Tidak hanya itu, di sini juga terdapat taman bunga dan patung Diponegoro di sudut yang lain.

Kondisi alun-alun ini semakin apik dengan diletakkannya tulisan “Magelang” berukuran besar di bagian depan, juga dibuatnya lampion berbentuk bunga di sisi dekat Klenteng Liong Hok Bio. Pada malam hari, kawasan ini akan sangat ramai oleh anak muda atau keluarga yang sekedar berjalan-jalan sambil menikmati aneka jajanan khas Magelang di sekitar alun-alun.

Alun-Alun Magelang terletak tepat di pusat Kota Magelang. Jika Anda menemukan adanya menara air, berarti Anda telah tiba di lokasi. Di depannya, berdiri megah Masjid Agung Magelang. Lokasi wisata ini gratis dan terbuka untuk umum selama 24 jam.

27. Candi Pendem

Berada satu kompleks dengan Candi Asu Sengi dan termasuk dalam gugusan Candi-Candi Sengi, Candi Pendem menjadi candi Hindu yang berdiri sejak abad ke-9 Masehi. Tepatnya ketika masa pemerintahan Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala, Raja Kerajaan Mataram Kuno ke-8.

Candi Pendem diperkirakan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan Candi Asu Sengi, tetapi karena candi ini hanya bersisa bagian kakinya saja, pernyataan tersebut tidak dapat dibuktikan. Selain itu, tidak ada satu pun arca yang menerangkan bagaimana dan mengapa Candi Pendem ini dibangun. Namun, lokasi candi yang berada di area sawah akan memberikan Anda pemandangan alam yang eksotis dan memukau.

Candi Pendem berlokasi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, hanya berjarak 150 meter arah timur dari Candi Asu dan 50 meter arah selatan dari Sungai Pabelan. Lokasi candi ini cukup sulit ditemukan, maka Anda disarankan meminta warga sekitar untuk menemani agar Anda tidak tersesat. Candi ini terbuka untuk umum setiap hari hingga pukul 17.00 WIB dan tanpa dipungut biaya masuk.

28. Pemandian Kali Bening

Pemandian Kali Bening merupakan wana wisata air berupa kolam renang lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Pemandian bernama Taman Air Sabda Alam Kalibening ini dibangun di atas lahan seluas 2008 meter persegi. Meskipun pembangunannya belum selesai, namun wisata air ini sudah sangat diminati para pengunjung karena pemandangan alamnya yang mengagumkan.

Selain fasilitas wisata air, tempat wisata di Magelang ini juga memiliki fasilitas outbond dan juga restoran. Pemandian Kali Bening berada di Dusun Kalibening, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 dengan biaya masuk sebesar Rp20.000/orang.

29. Pecinan Magelang

Kawasan Pecinan Kota Magelang ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan juga bisnis di Kota Magelang. Di bagian kanan dan kiri ruas jalan sepanjang 1.5 kilometer ini berjajar kios, toko, minimarket hingga restoran. Selain berwisata belanja, Anda juga bisa sekaligus menikmati sejarah dan budaya etnis China yang kental di area ini.

Kawasan Pecinan Magelang berada di sepanjang ruas Jl. Pemuda, Kota Magelang. Rutenya adalah Yogyakarta – Jl. Magelang – Jl. Tentara Pelajar atau Alun-Alun Magelang – Jl. Pemuda atau Pecinan. Kawasan ini mulai beroperasi pada pukul 07.00 WIB.

30. Gardu Pandang Bukit Barede

Selain Ketep Pass, Kota Magelang juga memiliki gardu pandang lain untuk menengok pemandangan alam perbukitan yang menawan, yaitu Gardu Pandang Bukit Barede. Gardu pandang ini mengambil konsep yang sama seperti Kalibiru di Yogyakarta atau Punthuk Setumbu, yang menggunakan pohon tinggi menjulang untuk melihat sunrise atau sunset dari ketinggian.

Gardu Pandang Bukit Barede berlokasi di Dusun Sendaren 2, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, hanya 2 kilometer dari lokasi Candi Borobudur. Karena terbilang baru, lokasi wisata ini masih gratis dengan jam operasional mulai lepas subuh hingga lepas petang.

31. Sukmojoyo Hill

Sukmojoyo Hill atau biasa disebut Punthuk Sukmojoyo merupakan wisata alam perbukitan yang menawarkan keindahan pemandangan alam dan gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu. Seperti halnya Punthuk Setumbu dan Gardu Pandang Bukit Barede, Punthuk Sukmojoyo juga banyak dimanfaatkan para wisatawan untuk berburu foto matahari terbit dan juga matahari tenggelam.

Punthuk Sukmojoyo ini berlokasi di Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, berdekatan dengan Punthuk lainnya yaitu Punthuk Mongkrong. Untuk menuju lokasi, cari arah Manohara Hotel dari Kawasan Candi Borobudur menuju ke SD Tuksongo lanjut ke Gunden. Kemudian, carilah arah ke Gunden hingga Balai Desa Giritengah. Tempat wisata di Magelang ini buka setiap hari mulai sebelum matahari terbit hingga selepas matahari tenggelam dengan biaya masuk sebesar Rp5.000/orang.

32. Desa Wisata Ngawen

Salah satu desa tempat ditemukannya candi Buddha bersejarah, Ngawen, menjadi salah satu desa wisata selain Candirejo. Nama Ngawen di sini diambil dari kebiasaan masyarakat sekitar saling menyapa dengan melambaikan tangan, atau bisa disebut Ngawe-awe dalam Bahasa Jawa. Selain wisata budaya Candi Ngawen, di desa ini Anda juga bisa menemukan Sendang Jurug Manis yang merupakan bekas peninggalan Kyai Raden Santri.

Selain itu, di desa ini Anda juga bisa melihat keunikan batu pengantin yang ada di Kali Blongkeng, atau berenang di kolam renang Cyblon Waterpark dan Semilir. Desa Ngawen berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Jika Anda ingin melihat eksotisme Candi Ngawen, Anda bisa sekaligus berkeliling di desa ini.

33. Wisata Petik Salak Gapoktan Ngudi Luhur

Kota Magelang juga terkenal akan buah salak pondoh yang rasanya sangat manis. Nah, di sini, Anda bisa menikmati wisata agro atau petik buah salak langsung dari kebunnya di Gapoktan Ngudi Luhur. Gapoktan di sini berarti Gabungan Kelompok Tani. Jika musim panen tiba, Anda bisa menikmati buah salak langsung dari kebunnya sekaligus membeli buah tangan lain khas wilayah Magelang.

Gapoktan Ngudi Luhur sendiri berlokasi di Kaliurang, Sumbung, Magelang. Kawasan ini juga merupakan akses untuk menuju Gunung Merapi. Anda bisa berkunjung ke lokasi setiap harinya, tetapi disarankan untuk datang pada saat musim panen salak pondoh untuk bisa memetik buahnya sendiri.

34. Kedung Sembrani

Nama Kedung Sembrani tidak sepopuler Curug Grenjengan Kembar, padahal lokasi dua air terjun ini cukup dekat. Memang, karena akses jalan menuju Kedung Sembrani lebih sulit dibandingkan Grenjengan Kembar, maka masih belum banyak wisatawan yang mencoba mengeksplorasi air terjun ini. Selain itu, pancuran air dari Kedung Sembrani tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu dingin, meskipun pemandangan alamnya tetap menawan.

Jika Anda ingin melihat keindahan Kedung Sembrani, Anda bisa menuju ke Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, tempat Curug Grenjengan Kembar berada. Rute yang bisa Anda gunakan adalah Jl. Raya Kopeng dari arah Magelang menuju arah Kecamatan Pakis. Harga tiket masuk lokasi ini adalah Rp5.000/orang dan mulai beroperasi pukul 09.00 – 16.00 WIB.

35. Sendang Mudal

Tempat Wisata Magelang Sendang Mudal lebih menyerupai kolam renang. Namun, airnya yang sangat jernih dan segar menjadi daya tarik tersendiri dari sendang ini. Sehari-harinya, Sendang Mudal digunakan oleh masyarakat setempat sebagai sumber mata air. Meskipun ukuran kolamnya tidak terlalu besar juga tidak dalam, tetapi pemandangan sekitar kolam yang berupa hamparan luas sawah dan juga kejernihan airnya tetap menjadikan tempat wisata di Magelang ini ramai dikunjungi.

Sendang Mudal berlokasi di Dusun Butuh Kulon, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Anda cukup menuju Muntilan lalu ke Blabag dari Yogyakarta. Kemudian, cari rute ke arah Sawangan menuju Dusun Butuh Kulon. Anda bisa berkunjung ke Sendang Mudal setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Persiapkan biaya kontribusi sekitar Rp5.000/ orang.

36. Air Terjun Selo Projo

Wisata alam curug umumnya berlokasi di wilayah pegunungan. Termasuk pula Air Terjun Selo Projo atau yang biasa disebut Air Terjun Sumuran. Sebenarnya, ada air terjun lain yang berlokasi sama dengan Selo Projo, yaitu Air Terjun Senthong. Namun, sulitnya akses ke Senthong membuat lokasi air terjun tersebut masih belum terjamah. Untuk menuju Selo Projo sendiri, Anda harus melalui jalan setapak sempit dan sedikit licin.

Di bawah pancuran Selo Projo, Anda akan menemukan dua buah kolam yang sengaja dibuat untuk fasilitas bermain air, terlebih bagi anak-anak. Sambil bermain air, Anda bisa menikmati pemandangan alam Gunung Telomoyo dan udara yang masih segar alami. Selo Projo berlokasi di Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB tanpa biaya masuk.

37. Sendang Maren

Selain Sendang Mudal, masih ada tempat wisata di Magelang lain yang menawarkan panorama bawah air yang menakjubkan, yaitu Sendang Maren. Tidak berbeda jauh dengan Sendang Mudal, Sendang Maren juga berupa kolam dengan ukuran sedang dan tidak terlalu dalam. Namun, airnya yang sangat jernih mampu membuat Anda melihat ke dasar Sendang tanpa harus menenggelamkan kepala.

Selain bisa berenang di air pegunungan yang segar, Anda juga bisa menikmati suasana alami yang masih asri di sekitar Sendang Maren. Sendang ini berlokasi di wilayah Sawangan, Magelang, dan tidak jauh dari Ketep Pass. Sebaiknya, Anda datang lebih pagi untuk merasakan dinginnya berendam di air gunung. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB. Bawalah Rp5.000 untuk biaya sumbangan.

38. OHD Museum

Museum OHD merupakan museum seni bercorak modern dan kontemporer di Kota Magelang. Museum ini merupakan museum pribadi yang menampilkan barang-barang koleksi dari seorang kolektor yang terkenal, Dr. Oei Hong Djien, yang disingkat OHD. Memulai koleksinya pada tahun 1970-an, kini telah ada lebih dari 2000 karya yang dipajang di dalam museum ini.

Museum seni unik nan nyentrik berlokasi di Jl. Jenggolo No. 14, Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang. Buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 17.00 WIB kecuali hari Selasa dan hari libur. Biaya masuk sebesar Rp50.000 untuk dewasa, Rp25.000 untuk pelajar, dan gratis untuk anak usia di bawah 6 tahun. Sementara untuk wisatawan asing, biaya kontribusinya adalah sebesar Rp100.000/orang.

39. Museum Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah seorang pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia yang terkenal dengan strategi gerilyanya. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, dibangunlah satu museum di Kota Magelang, yang diberi nama Museum Diponegoro. Bangunan dari museum ini tidak lain dan tidak bukan adalah tempat dimana Pangeran Diponegoro pernah mengadakan perundingan dengan Belanda.

Di dalamnya, Anda bisa melihat benda-benda koleksi asli dari Pangeran Diponegoro, mulai dari kursi berbekas cakaran kuku hingga jubah dan kitab. Museum ini berlokasi di Jl. Diponegoro No. 1 Magelang. Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 14.00 WIB tanpa biaya masuk.

40. Museum Bumiputera 1912

Bumiputera adalah salah satu perusahaan pelayanan di bidang perasuransian yang terbesar di Indonesia. Untuk mengetahui bagaimana sejarah munculnya asuransi, dibangunlah Museum Bumiputera di Kota Magelang. Di halaman museum, terpahat sempurna patung 3 pendiri perusahaan ini, yaitu Mas Ngabehi Dwidjosewodjo, Mas Karto Hadi Soebroto, dan Mas Adimidjojo.

Museum Bumiputera memamerkan dokumen dan foto-foto lama yang legendaris sejak tahun 1912. Selain itu, Anda juga akan melihat alat-alat tempo dulu yang digunakan oleh perusahaan ini. Museum ini berlokasi di Jl. Jend. A. Yani No. 21, Poncol, Magelang. Buka setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 07.30 – 16.30 WIB tanpa biaya tiket masuk.

41. Museum Sudirman

Satu lagi pejuang kemerdekaan yang telah berjasa dalam memperjuangkan dan membela negara, Panglima Besar Sudirman. Seperti halnya Pangeran Diponegoro, untuk mengingat jasa-jasanya, dibangunlah Museum Sudirman oleh Pangdam VII Diponegoro, Mayor Jenderal Yasir Hadibroto pada tahun 1967. Di dalam museum terdapat benda-benda yang dulu digunakan oleh Jenderal Sudirman, seperti tempat tidur, juga lukisan karyanya.

Museum Sudirman berlokasi di Jl. Ade Irma Suryani C.7 Magelang di wilayah Potrobangsan. Anda bisa berkunjung ke museum ini setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 07.30 – 16.30 WIB tanpa perlu membayar tiket masuk.

42. Kebun Bibit Senopati

Di wilayah Senopati, Magelang, dibuat taman wisata edukasi kebun bibit. Taman ini masih tergolong sebagai tempat wisata di Magelang yang baru, karena baru saja dibangun dan diresmikan satu tahun yang lalu. Meskipun demikian, konsep edukasi yang ditawarkan menjadikan taman ini diminati oleh para pengunjung sebagai destinasi wisata keluarga atau kunjungan sekolah-sekolah.

Di sini, Anda akan melihat beragam jenis tanaman hias, bagaimana menanam dan merawat mereka. Anda juga bisa belajar bertanam secara hidroponik langsung. Kebun bibit ini berada di Jl. Panembahan Senopati, Jurangombo Utara, Magelang Selatan. Anda bisa mengambil rute menuju Kyai Langgeng. Kebun bibit ini gratis dikunjungi setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.30 WIB.

43. Museum Kapal Samudera Raksa

Kini, mengunjungi Candi Borobudur tidak hanya untuk melihat megahnya bangunan candi Buddha tersebut. Anda juga bisa mengunjungi salah satu museum yang letaknya ada di dalam kawasan Candi Borobudur, namanya Museum Kapal Samudera Raksa. Museum ini dibuat khusus untuk mengenang bagaimana para leluhur dan nenek moyang kita berjuang mengarungi lautan dan samudera.

Di dalam gedung, Anda bisa melihat pemutaran film, pajangan benda-benda yang digunakan saat berlayar, juga replika kapal besar Samudera Raksa. Kapal ini adalah milik Philipe Beale, seorang mantan Angkatan Laut berkebangsaan Inggris. Museum ini berlokasi di Taman Wisata Candi Borobudur, buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan biaya masuk satu paket dengan Candi Borobudur.

44. Gunung Andong

Seperti namanya, Gunung Andong memiliki bentuk yang menyerupai andong. Tempat wisata di Magelang ini cukup favorit di kalangan para pendaki dan penjelajah karena tidak terlalu tinggi dan menjadi tempat yang asyik untuk berkemah. Selain itu, Gunung Andong menawarkan pemandangan alam gunung-gunung besar lainnya yang memukau, seperti Gunung Merbabu dan Merapi di timur dan Gunung Slamet, Sumbing, dan Sindoro di sisi barat.

Selain tidak terlalu tinggi, akses jalan menuju puncak gunung ini tidak sulit karena telah diperbaiki dan ditata oleh pengelola untuk memudahkan para pendaki. Gunung Andong berlokasi di Dusun Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, hanya satu jam perjalanan dari pusat kota Magelang. Buka setiap hari tanpa batas waktu dengan biaya kontribusi sebesar Rp3.000/orang.

45. Gunung Merbabu

Gunung Merbabu menjadi destinasi pendakian yang paling diminati oleh para pendaki profesional. Di kaki gunung setinggi 3.145 meter ini terdapat tempat pertapaan yang terkenal yang pada abad ke-15 silam pernah dikunjungi oleh Bujangga Manik. Meskipun medan pendakian gunung ini tidak berat, namun Anda tetap perlu berhati-hati karena di gunung ini tidak terdapat sumber air.

Gunung Merbabu memiliki beberapa jalur pendakian, yaitu Jalur Kopeng Thekelan, Jalur Wekas, Jalur Kopeng Cunthel, Jalu Selo, dan Jalur Suwanting. Letaknya yang terbagi antara Kabupaten Magelan, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Semarang membuat gunung ini bisa dijangkau dari arah mana saja.

46. Taman Badaan

Taman Badaan merupakan taman terbuka hijau yang menjadi destinasi rekreasi keluarga favorit di Magelang setiap akhir pekan. Nama taman ini berasa dari adanya patung badak di bagian depan. Fasilitas bermain anak yang mumpuni dan lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota membuat taman hijau ini selalu ramai dipadati pengunjung yang mayoritas adalah penduduk setempat.

Taman Badaan berlokasi di Jl. Pahlawan No. 190, Potrobangsan, Magelang Utara, hanya 5 menit dari Alun-Alun Kota Magelang. Pada malam hari, terlebih di akhir pekan, taman ini akan sangat ramai dan penuh oleh anak-anak yang bermain dan juga penjual aneka jajanan di sekeliling taman.

47. Gardu Pandang Babadan

Terinspirasi dari Ketep Pass, Punthuk Setumbu, dan Kalibiru, kini di Magelang dan sekitaran Yogyakarta banyak ditemukan lokasi wisata alam berupa gardu pandang. Salah satunya adalah Gardu Pandang Babadan. Satu lokasi dengan gardu pandang, ada sebuah pos yang berisi kumpulan foto-foto aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Jadi, selain mengintip elok nan gagahnya Gunung Merapi dan gunung-gunung besar lainnya, Anda juga bisa melihat foto-foto yang terpampang di pos.

Pastinya, lokasi gardu pandang yang tidak terlalu jauh dari gunung membuat suasana di sekitarnya sejuk nan asri. Gardu Pandang Babadan berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Gardu ini bisa dijangkau dari rute Jl. Raya Boyolali-Mungkad atau dari arah Muntilan. Anda bisa berkunjung ke gardu kapan saja, namun pemutaran film hanya sampai pukul 17.00 WIB saja. Tiket masuk gardu ini sebesar Rp7.000/orang.

48. Gardu Pandang Dlimas

Selain Babadan, ada juga Gardu Pandang Dlimas yang beberapa waktu terakhir menjadi destinasi yang paling digemari oleh anak-anak remaja. Selain Dlimas, ada satu gardu pandang lagi yang letaknya berdekatan dengan lokasi Dlimas, yaitu Gardu Pandang Cepogo. Keunikan tersendiri dari tempat wisata di Magelang ini adalah bentuk gardu pandang yang dibuat membentuk kata “I ♥ U”.

Selain menikmati pemandangan alam dan fenomena sunrise maupun sunset, Anda juga bisa mengunjungi Curug Delimas yang lokasinya juga tidak jauh dari gardu. Gardu Delimas berlokasi di Desa Girimulyo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Buka setiap hari mulai menjelang matahari terbit hingga lepas petang dengan harga tiket masuk sebesar Rp5.000/orang.

49. Hutan Pinus Grenden

Hutan Pinus Grenden terletak di Bukit Grenden, yang merupakan sebuah konservasi alam dan budaya di Magelang. Di kawasan ini, Anda tidak hanya bisa melihat deretan pohon pinus, tetapi Anda juga bisa menyaksikan keindahan Tebing Rembesan, Jembatan Hati, dan juga Rumah Kurcaci. Anda pun bisa menjajal fasilitas outbond yang ditawarkan di kawasan konservasi ini.

Pemandangan alam yang menawan akan menjadi santapan mata Anda jika berkunjung kawasan yang berlokasi di Pogalan, Pakis, Magelang ini. Bersepeda dan berkemah menjadi kegiatan alternatif yang bisa Anda lakukan selain berjalan-jalan. Kawasan konservasi ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB dengan biaya masuk Rp3.000/orang.

50. Gunung Sumbing

Jika melintasi jalan arteri Temanggung-Wonosobo, Anda akan menemukan keelokan dua gunung kembar yang sangat tersohor di Jawa Tengah ini, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Namun, yang akan dibahas kali ini hanya Gunung Sumbing saja. Gunung Sumbing merupakan gunung ketiga yang tertinggi di Indonesia setelah Semeru dan Slamet, dan merupakan gunung api yang masih aktif hingga kini.

Meskipun demikian, para pendaki masih menjadikan Gunung Sumbing sebagai destinasi pendakian favorit karena ketinggian gunung ini yang mencapai 3.371 meter. Lokasi gunung ini terbagi menjadi 3, yaitu di Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Jalur pendakian favorit para pendaki adalah dari Pos Garung, yang berada di kawasan Kledung Pass.

51. Gardu Pandang Mangli

Wilayah Mangli disebut-sebut sebagai “Surga yang Tersembunyi”. Di wilayah ini, dibangun sebuah gardu pandang yang tidak terlalu tinggi, tetapi cukup untuk memuaskan mata melihat keindahan dan pesona alam yang mencengangkan. Kawasan Mangli sendiri terletak di kaki Gunung Sumbing, Kalegen, Kabupaten Magelang. Akses jalan yang kecil dan menanjak lebih cocok untuk kendaraan berdoa dua dibandingkan roda empat.

Rute menuju gardu ini tidak sulit. Dari Pasar Bandongan ambil rute menuju Tonoboyo hingga Pasar Kalegen. Dari Kalegen, cari rute ke arah Mangli dan ikuti petunjuk arah. Kawasan ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB dengan biaya masuk Rp3.000/orang.

52. Candi Retno

Sekilas, kawasan tempat Candi Retno ditemukan sedikit menyeramkan, karena letaknya yang tertutup pohon-pohon bambu yang rimbun di belakang rumah warga. Kabarnya, Candi Retno merupakan candi bercorak Hindu yang ditinggalkan oleh Kerajaan Mataram Kuno. Meskipun ditemukan adanya Yoni dan Lingga di dalamnya, namun, tidak ada petunjuk apa pun yang menuturkan kapan candi ini dibuat.

Jika kebanyakan candi menggunakan batu andesit yang cenderung tahan lama, Candi Retno dibuat menggunakan batu bata, yang menjadikan umur candi ini kian singkat. Candi ini berlokasi di Dusun Bandungan, Candiretno, Secang, Kabupaten Magelang. Karena tidak banyak diketahui lokasinya, situs candi ini bisa dikunjungi kapan saja, gratis.

53. Klenteng Hok An Kiong

Klenteng Hok An Kiong disebut-sebut sebagai klenteng tertua yang ada di Kabupaten Magelang. Tempat ibadah umat Kong Hu Chu ini kabarnya dibangun pada tahun 1878 di wilayah Pasar Muntilan sebelum dipindahkan ke Jl. Pemuda No. 100, Muntilan, Kabupaten Magelang. Lokasi klenteng ini sangat mudah ditemui, karena letaknya di tepi jalan utama di Muntilan. Berkunjung ke klenteng ini gratis dan buka setiap hari selama 24 jam sebagai tempat ibadah.

54. Gerbang Kerkhof

Dahulu, Kerkhof adalah lahan luas yang digunakan sebagai makam Belanda. Kini, lahan pemakaman tersebut telah berubah menjadi pemukiman warga dengan menyisakan beberapa makam saja. Namun, gerbang masuk ke pemakaman ini masih berdiri megah, yang disebut Gerbang Kherkof.

Salah satu makam yang tidak tergusur oleh pemukiman adalah milik Papa Johan Van Der Steur, seorang Belanda yang mendirikan panti sosial dan mengasuh anak terlantar pada jamannya. Lokasi gerbang ini ada di sebelah utara Bukit Tidar. Gerbang Kherkof dipercaya masih menguarkan aura mistis kepada setiap orang yang melewatinya.

55. Klenteng Liong Hok Bio

Klenteng Liong Hok Bio kabarnya merupakan saksi bisu perjuangan rakyat Tionghoa dalam mengusir penjajah bersama dengan Pangeran Diponegoro. Klenteng ini dibangun oleh seorang saudagar kaya asal Solo, Kapitein Be Koen Wie atau Tjok Lok pada tahun 1864. Arsitektur bangunan yang unik menjadi daya tarik tersendiri dari rumah ibadah ini.

Berlokasi di Jl. Alun-Alun Selatan No. 2, Magelang, Klenteng ini terbuka untuk para pengunjung yang ingin melihat lebih dekat keindahan bangunan tanpa dipungut biaya. Pengunjung hanya diizinkan untuk melihat bagian luar klenteng saja, mengingat tempat ini adalah rumah ibadah.

56. Museum Misi Muntilan

Dahulu, museum ini adalah sebuah gereja. Pembangunan museum ini sebagai bentuk peningkatan keimanan sehingga gereja tidak hanya sebagai rumah ibadah saja. Pada intinya, museum ini diadakan untuk memberikan pelayanan kerohanian khusus kepada umat Nasrani. Namun kini, museum ini lebih menampilkan koleksi-koleksi benda kayu, kulit, bambu, kertas, hingga lukisan.

Museum ini berlokasi di Jl. Kartini 3, Muntilan, Magelang. Pengunjung bisa melihat-lihat isi museum setiap hari Senin- Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB dan Sabtu pukul 08.00 – 12.00 tanpa dipungut biaya masuk.

57. Desa Wisata Wanurejo

Desa Wisata Wanurejo terkenal akan kesenian daerahnya yang masih terus dilestarikan hingga kini. Seperti misalnya seni Karawitan, kerajinan fiber, dan batik tulis. Di desa ini juga terdapat rumah seni Lumanjawi dan Pendopo tua Nitihardjan. Tidak lupa dengan kuliner khas Magelang, rengginang.

Desa Wanurejo berlokasi Brojonalan, Wanurejo, Borobudur, Magelang, sangat dekat dengan kawasan wisata Candi Borobudur. Anda bisa berkunjung kapan saja tanpa dipungut biaya masuk.

58. Taman Cempaka

Taman Cempaka menyuguhkan suasana hijau nan asri dengan ditemani udara segar pegunungan. Taman ini merupakan area kebun luas dengan rerumputan hijau, cocok untuk Anda menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Berlokasi di Kemirirejo, Kota Magelang, Anda bisa mengunjungi Taman Cempaka kapan saja tanpa dipungut biaya masuk.

59. Tugu ANIEM

Tugu ANIEM dibangun sekitar tahun 1924, dengan ciri khas empat buah jam di seluruh sisinya. Tugu ini juga menjadi patokan titik nol kilometer Kota Magelang, karena di dekatnya juga terdapat pacak nol kilometer. Namun sebenarnya, tugu yang berlokasi di sisi tenggara dari Alun-Alun Kota Magelang ini merupakan tugu pengingat akan masuknya pasokan listrik ke Magelang, yang diperjelas oleh tulisan di dinding tugu yang berbunyi “Marrt 1924 Electrificatie Magelang”.

Jika Anda berkunjung ke Alun-Alun Magelang, jangan lupa juga untuk menyambangi tugu bersejarah satu ini. Gratis.

60. Gunung Giyanti

Gunung Giyanti berlokasi di kawasan kaki Gunung Sumbing, dengan tinggi sekitar 1200 mdpl. Tidak heran, gunung ini menjadi destinasi wisata favorit para pendaki untuk mengeksplorasi keindahan alamnya sambil mendirikan tenda di puncaknya. Pada penghujung petang, Gunung Giyanti menyuguhkan pemandangan menakjubkan lampu-lampu pemukiman dan sunset di balik gunung. Cukup membayar Rp2.000, Anda sudah bisa mendapatkan segala eksotisme alam Gunung Giyanti.

Nah, bagaimana? Ternyata masih banyak sekali tempat wisata di Magelang yang tidak kalah menarik selain Candi Borobudur. Meskipun berupa kota kecil, ternyata Magelang memiliki segudang destinasi wisata alam dan budaya yang patut dibanggakan.

Baca juga : 30 Tempat Wisata Bekasi Untuk Menikmati Waktu Liburan

30 Tempat Wisata Bekasi Untuk Menikmati Waktu Liburan

30 Tempat Wisata Bekasi Untuk Menikmati Waktu Liburan – Bekasi adalah salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal sebagai lokasi industri. Karena jaraknya tidak begitu jauh dari Jakarta, kota ini identik dengan kemacetan dan kepadatan penduduknya. Namun, banyak yang belum mengetahui kalau Bekasi memiliki sejumlah lokasi wisata yang indah, yang patut ditambahkan dalam daftar tujuan liburan Anda.

Destinasi wisata di kota ini sangat beragam, mulai dari arena permainan air, taman kota, pantai, pusat kuliner, hingga sejumlah wisata sejarah dan keagamaan. Destinasi tersebut terangkum dalam ulasan 30 tempat wisata di Bekasi yang bisa Anda kunjungi. Yuk, disimak!

1. Go!Wet Waterpark

Go!Wet Waterpark adalah salah satu waterpark terluas di Indonesia. Lokasinya berada di kawasan kompleks perumahan Grand Wisata Bekasi, tepatnya di Jalan Southern Boulevard Kav. 1, Lambangjaya, Tambun Selatan. Dengan luas area mencapai 7,5 hektare, Go!Wet Waterpark memiliki belasan wahana permainan air dan lebih dari dua puluh seluncuran air yang menakjubkan.

Lokasi wisata ini dapat dijangkau dari tol Jakarta-Cikampek dengan sangat mudah. Setelah pintu gerbang tol timur Bekasi, terdapat gerbang tol khusus Tambun Selatan yang dapat digunakan untuk menuju kompleks Grand Wisata tempat Go!Wet Waterpark berada.

Di Go!Waterpark Grand Wisata, Anda dapat merasakan sensasi bersantai di atas air di arena Go!Lazy, berenang dalam kolam berombak buatan di arena Go!Wave, atau bermain dalam semprotan air di wahana Go!Splash.

Go!Wet Waterpark buka setiap hari kerja pada pukul 10.30-18.30 WIB dan 09.00-20.00 WIB di akhir pekan. Tiket masuk di hari kerja untuk dewasa adalah Rp150.000,00 dan Rp100.000,00 untuk anak-anak. Di akhir pekan dan hari libur nasional, harga tiketnya menjadi Rp225.000,00 untuk dewasa dan Rp175.000,00 untuk anak-anak.

2. Curug Parigi

Air terjun yang berlokasi di Bantargebang ini menyerupai air terjun Niagara di Amerika. Curug Parigi awalnya terbentuk karena penambangan batu kali yang dilakukan secara besar-besaran dalam waktu yang cukup lama.

Untuk sampai di wilayah air terjun, Anda bisa menyusuri Jalan Narogong KM 12,5 dengan menggunakan mobil hingga mencapai Jalan Pangkalan 5. Perjalanan dapat dilanjutkan dengan bersepeda, menaiki sepeda motor, ataupun berjalan kaki. Anda harus menyusuri jalan yang cukup melandai dan curam sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Perjalanan akan berlangsung lama dengan trek yang cukup terjal. Namun, semuanya akan terbayar ketika Anda mencapai Curug Parigi. Mendengarkan gemuruh air yang menyegarkan dan menyaksikan sendiri keindahan air terjun Niagara mini ini adalah suatu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.

Lokasi wisata Curug Parigi dibuka setiap hari selama 24 jam, tetapi biasanya lebih ramai didatangi pengunjung antara pukul 09.00 hingga pukul 18.00. Tidak ada biaya untuk tiket masuk. Namun, bagi Anda yang membawa kendaraan, siapkanlah dana sukarela untuk membayar biaya parkir.

3. Situ Cibeureum

Situ Cibeureum menjadi salah satu daya tarik Tempat Wisata Bekasi. Danau cantik ini dikelilingi oleh pepohonan rindang yang membuat pemandangan menjadi lebih asri. Sejumlah warung dan saung makan juga disediakan para pedagang di area sekitar danau.

Keindahan Situ Cibeureum dapat dinikmati dengan cuma-cuma. Lokasi wisata ini juga dibuka setiap hari selama 24 jam. Meski begitu, pengunjung biasanya lebih memilih untuk datang saat akhir pekan atau saat sore hari untuk menyaksikan matahari terbenam.

Untuk sampai di Situ Cibeureum, Anda bisa menggunakan angkot K-39 dari Bekasi Trade Center dan turun di Jembatan Legenda, lalu menumpang ojek menuju lokasi danau. Bagi Anda yang menggunakan kendaraan roda empat melalui jalur tol Cikampek, Anda bisa langsung keluar di pintu tol Tambun dan menuju Grand Wisata. Situ Cibeureum tepat berada di belakang kompleks perumahan tersebut.

4. Gedung Juang 45

Tempat wisata sejarah yang juga dikenal dengan nama Gedung Juang Tambun ini berlokasi di Jalan Sultan Hasanudin No. 5, Kecamatan Tambun Selatan. Dari gerbang tol Tambun Selatan, Anda hanya perlu berkendara selama kurang lebih 10 menit melalui Jalan Haji Mulyadi Joyomartono agar bisa sampai di Gedung Juang 45.

Gedung ini menjadi saksi sejarah Indonesia pada masa penjajahan Belanda hingga masa sebelum kemerdekaan. Proses pembangunannya dilakukan dalam dua tahap. Pembangunan awal dimulai pada tahun 1906, lalu disempurnakan kembali di tahun 1925. Gaya bangunannya dibuat dari kombinasi arsitektur Eropa dan arsitektur tradisional Indonesia.

Saat ini, Gedung Juang 45 dimanfaatkan sebagai perpustakaan. Anda yang tertarik mengunjungi lokasi wisata bersejarah ini hanya perlu menyisihkan uang sebesar Rp2000,00 untuk dapat masuk ke dalam bangunan gedung. Gedung dibuka dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB.

5. Venetian Water Carnaval

Venetian Water Carnaval adalah salah satu destinasi wisata di Bekasi yang cocok Anda kunjungi bersama keluarga. Arena waterboom ini berlokasi di wilayah Tambun Utara, tepatnya di Perumahan Villa Mutiara Gading 2, Jalan Agus Salim, Karangsatria, Tambun Utara, Karangsatria.

Venetian Water Carnaval berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota Bekasi. Bagi Anda yang berasal dari luar bekasi, Anda bisa menggunakan kendaraan roda empat dari tol Lingkar Luar Timur dan keluar dari tol Bekasi Timur. Lokasi wisata dapat ditempuh sekitar 30 menit setelah dari gerbang tol.

Tema dan nuansa arena wisata yang unik ditawarkan oleh Venetian Water Carnaval. Begitu memasuki arena, Anda akan diajak untuk merasakan suasana karnaval khas negeri pizza, Italia. Pintu gerbang serta seluruh wahana yang disediakan dibuat dengan tema karnaval yang meriah sehingga akan memberi pengalaman berwisata baru yang seru.

Biaya masuknya juga relatif murah, yakni Rp20.000,00 di hari Senin-Jumat serta Rp50.000,00 di hari libur. Harga tiket berlaku untuk pengunjung dewasa dan anak-anak yang tinggi badannya di atas 80 cm. Venetian Water Carnaval dibuka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WIB.

6. Fun Park Waterboom

Berlokasi di Jalan Raya Bantar Gebang, Setu, Cimuning Raya, Fun Park Waterboom yang memiliki empat kolam renang dengan ukuran dan kedalaman berbeda-beda cocok dikunjungi oleh pengunjung dari segala usia.

Kolam pertama yang biasanya digunakan oleh orang dewasa memiliki kedalaman air antara 120-150 cm. Kolam kedua, dengan kedalaman 50 cm serta dua buah perosotan yang tingginya masing-masing 2 meter dan 3 meter, cocok untuk anak-anak berusia 10-15 tahun.

Kolam ketiga dan keempat dikhususkan sebagai wahana bermain anak-anak yang lebih kecil. Kolam ketiga hanya memiliki kedalaman air 20 cm, sementara kedalaman air di kolam keempat adalah 30 cm. Kedua lokasi kolam ini dilengkapi berbagai pernik permainan, seperti air mancur berbentuk jamur dan istana mini beserta perosotan air yang tidak terlalu tinggi.

Harga tiket masuk Fun Park Waterboom sangat terjangkau. Di hari kerja, tiketnya sebesar Rp15.000,00, sedangkan di hari libur harganya menjadi Rp20.000,00. Lokasi wisata ini buka setiap hari pada pukul 07.30 WIB – 18.00 WIB.

Fun Park Waterboom berjarak sekitar 50 m dari pintu gerbang perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR), dan berada di sebelah kanan jalan setelah gapura perumahan.

7. Taman Buaya Indonesia Jaya

Taman Buaya Indonesia Jaya (TBIJ) yang dikenal pula dengan nama Taman Buaya Cikarang adalah rumah bagi kurang lebih 500 ekor buaya dari berbagai spesies. Buaya Sumatera menjadi spesies terbanyak yang berada di TBIJ. Spesies buaya lain yang juga dilindungi di penangkaran ini adalah buaya irian, buaya buntung, buaya albino, buaya muara, dan buaya air payau dari Kalimantan.

Meski luas areanya tidak begitu besar, TBIJ menjadi salah satu penangkaran buaya yang memiliki koleksi spesies terbanyak di Asia, bahkan di dunia. Selain dapat melihat langsung buaya dewasa yang ditampung, Anda juga bisa menyaksikan proses penetasan telur-telur buaya dan kolam berisi buaya kecil, serta atraksi buaya di hari-hari tertentu.

Destinasi Tempat Wisata Bekasi ini berlokasi di Jalan Raya Serang—Cibarusah KM.3, Sukaragam, Serang Baru. Anda dapat menjangkau lokasinya dengan kendaraan roda empat melalui jalur pintu tol Lippo Cikarang di arah kanan. Jalur lain yang dapat diakses adalah pintu tol Cikarang Barat. Dari sana, Anda bisa langsung melajukan kendaraan menuju Cibarusah dengan jarak tempuh sekitar 11 km.

Untuk masuk ke dalam area wisata, pengunjung dewasa harus membayar sebesar Rp20.000,00 sementara anak-anak di atas 3 tahun dikenakan tiket sebesar Rp10.000,00. Taman Buaya Indonesia Jaya dibuka pada pukul 07.30-06.45 WIB.

8. WaterBoom Lippo Cikarang

Wahana permainan air yang berlokasi di Jalan Madiun Kav. 115, Lippo Cikarang, Cibatu ini didesain dengan nuansa Pulau Dewata, Bali. Terdapat sejumlah patung dan pondok yang dihiasi frangipani, hiasan bunga khas Bali.

Daya tarik lainnya dari lokasi wisata ini adalah perosotan spiral untuk anak-anak. Selain itu, kolam renang anak-anak dilengkapi pula dengan dekorasi unik seperti kapal bajak laut dan air mancur. Bagi Anda yang ingin bersantai dan menyegarkan badan, Anda dapat mencoba fasilitas kolam terapi ikan.

Tiket masuknya dihargai sebesar Rp60.000,00 di hari Senin-Jumat, dan Rp95.000,00 di akhir pekan. Waterboom Lippo Cikarang beroperasi dari pukul 09.00-18.00 WIB. Khusus hari libur, lokasi wisata dibuka lebih awal pada pukul 08.00 WIB.

Anda dapat mengakses lokasi wisata ini melalui tol Cikampek dan keluar dari pintu tol Cikarang Barat. Waterboom Lippo Cikarang berjarak sekitar 10 km dari pintu tol.

9. Wisata Sejarah Saung Ranggon

Saung Ranggon berada di Kampung Cikedokan, Cikarang Barat, Bekasi. Telah ada sejak abad ke-16, Saung Ranggon kini menjadi salah satu lokasi wisata sejarah di Bekasi yang dapat dikunjungi secara cuma-cuma.

Di atas area seluas 500 m2, Saung Ranggon dibangun dengan ukuran bangunan 7,6 m x 7,2 m dan memiliki ketinggian 3-4 m di atas permukaan tanah. Bentuk bangunannya berupa rumah panggung dengan atap Julang Ngapak yang terbuat dari sirap kayu.

Bagi Anda yang tertarik mengunjungi lokasi wisata sejarah ini, Saung Ranggon biasanya buka setiap hari sejak pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB. Selain dapat diakses dengan mengendarai kendaraan pribadi, Anda juga bisa sampai ke lokasi dengan menggunakan angkutan-kota jurusan Cikedokan Setu.

10. Wisata Rumah Pohon Jatiasih

Rumah Pohon Jatiasih adalah lokasi wisata keluarga yang menawarkan konsep keasrian alam. Di dalam area wisata, Anda akan dimanjakan dengan rindangnya pohon-pohon, serta segarnya suasana danau yang digunakan sebagai tempat pemancingan. Seperti namanya, di tempat ini juga terdapat rumah-rumah pohon yang menambah kesan natural.

Selain bersantai dalam nuansa alami, Anda dan keluarga dapat menikmati beragam wahana permainan alam yang menyenangkan. Sejumlah permainan outbond untuk anak-anak tersedia di area wisata. Orang dewasa juga dapat mengendarai motor ATV di lintasan berlumpur atau memancing di danau.

Seluruh wahana yang disediakan dapat dinikmati dengan harga terjangkau. Wahana flying fox dan wall climbing dihargai sebesar Rp25.000,00, ATV sebesar Rp40.000,00 dan pemancingan ikan dihargai Rp10.000,00. Terdapat pula harga paket full outbound sebesar Rp70.000,00 dan mini outbound dengan harga Rp50.000,00.

Rumah Pohon Jatiasih berlokasi di Jalan Raya Parpostel. Anda dapat menjangkau lokasinya melalui pintu tol Jatiasih, lalu meneruskan perjalanan hingga Bundaran Komsen dan menuju perumahan Villa Nusa Indah hingga sampai di lokasi wisata.

11. Danau Marakas

Danau ini berada di kompleks Perumahan Pesona Ungu, Jalan Sejahtera, Bahagia, Babelan, Bekasi. Danau Marakas merupakan danau buatan yang dibangun oleh pengembang perumahan Pondok Ungu sebagai tempat penampungan air sekaligus sarana rekreasi.

Dengan area yang luasnya mencapai 2 hektare, lokasi wisata Danau Marakas tidak pernah sepi pengunjung. Terdapat beberapa fasilitas yang disediakan di lokasi danau, seperti taman, kolam renang, tempat pemancingan, serta jajaran penjual makanan dan penjual pakaian.

Untuk sampai di Tempat Wisata Bekasi Danau Marakas, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi melalui Summarecon hingga menuju perumahan Pondok Ungu. Danau Marakas berada tepat di belakang kantor pemasaran kompleks perumahan tersebut.

Tidak ada biaya tiket masuk untuk menikmati keindahan Danau Marakas ini. Meski demikian, Anda tetap harus menyediakan dana untuk biaya parkir, serta biaya untuk makan dan berbelanja. Danau Marakas dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Biasanya lokasi wisata akan lebih ramai pengunjung di sore hari dan di hari libur.

12. Taman Rusa Kemang Pratama

Taman Rusa Kemang Pratama dapat dijadikan referensi bagi sarana rekreasi keluarga. Ada tujuh ekor rusa tutul yang didatangkan oleh pengelola untuk dirawat di taman ini. Selain rusa, sejumlah jenis satwa lain juga dibiakkan di tempat ini, sehingga Taman Rusa Kemang Pratama dikenal pula sebagai taman satwa mini.

Lokasinya yang masih asri dengan udara yang segar membuat taman ini sering dijadikan destinasi untuk berwisata sekaligus berolahraga. Setiap hari, banyak pengunjung yang sengaja datang untuk joging, berjalan-jalan, atau melakukan olahraga ringan lainnya.

Taman Rusa Kemang Pratama berlokasi di Jalan Niaga Raya Blok. C No. 3, Sepanjang Jaya, Bojong Rawalumbu. Untuk mencapai lokasi wisata ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi melalui tol Cikampek dan mengambil jalan ke arah Jalan Jenderal Ahmad Yani. Taman tujuan Anda berjarak kurang lebih 500 meter dari jalan tersebut.

Area wisata dibuka pada pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIB. Anda tidak dikenakan biaya tiket untuk dapat masuk ke dalam area ini.

13. Hutan Kota Patriot Bina Bangsa

Hutan Kota Patriot Bina Bangsa berlokasi di Jalan A. Yani No. 2, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Anda bebas mengunjungi taman kapan saja, karena lokasi taman dibuka setiap hari selama 24 jam.

Anda juga tidak dipungut biaya untuk dapat masuk dan menikmati kesegaraan pepohonan rindang di dalam taman. Hutan Kota Patriot Bina Bangsa memang dijadikan ruang terbuka hijau bagi warga yang diresmikan langsung oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Di area yang luasnya mencapai 2 hektare ini, Anda dapat berpiknik, bersepeda atau menikmati pemandangan taman dengan berjalan-jalan. Terdapat fasilitas seperti bangku taman dan tempat berteduh yang bisa Anda gunakan. Hutan Kota juga menjadi lokasi yang sering didatangi burung-burung merpati dan kutilang.

Selain menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, Anda bisa menggunakan Angkot K05A jurusan Terminal Bekasi-Kranji. Lokasi wisata juga berjarak cukup dekat dengan Stasiun Bekasi, sehingga Anda bisa sampai di tempat ini dengan menggunakan kereta komuter atau kereta ekonomi.

14. Masjid Nurul Islam “Islamic Center”

Masjid Nurul Islam dibangun di atas lahan seluas 5000 m2 dan berada di dalam kompleks Islamic Center Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Masjid ini terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar masjid digunakan sebagai aula pertemuan dengan kompleks perkantoran, kios-kios dan koperasi di sekitarnya. Sementara lantai dua dan tiga digunakan sebagai tempat beribadah yang dapat menampung hingga 4000 jamaah.

Selain digunakan sebagai sarana beribadah umat Muslim, Masjid Nurul Islam juga menjadi salah satu ikon Kota Bekasi. Menara masjid yang ketinggiannya mencapai 160 m menjadi bangunan tertinggi di Kota Bekasi. Pengunjung dapat menaiki menara ini untuk menikmati pemandangan Kota Bekasi dan Jakarta dari ketinggian.

Lokasi Islamic Center Kota Bekasi tempat Masjid Nurul Islam berada, dapat dijangkau dengan menggunakan Angkot K09B jurusan Metropolitan Mall-Perumahan Taman Wisma Asri.

15. Pusat Wisata Kuliner Saung Wulan

Bagi Anda yang memiliki hobi berwisata kuliner, Pusat Wisata Kuliner Saung Wulan di Kabupaten Bekasi ini bisa menjadi pilihan destinasi wisata Anda. Berlokasi di Jalan Abu Bakar no. 60 Setiadarma, Tambun, Saung Wulan menyediakan beragam kuliner khas Sunda yang dapat Anda nikmati.

Area seluas 4000 m2 yang dijadikan kompleks restoran dilengkapi dengan sejumlah fasilitas lain. Fasilitas utama yang disediakan tentu saja berupa saung-saung makan dengan kapasitas beragam, mulai dari 5-10 orang, hingga 25-50 orang yang biasa digunakan untuk acara keluarga.

Di area restoran terdapat pula kolam pembibitan ikan patin dan kolam pemancingan yang berisi ikan gurame, patin, mujair, mas, dan tawes. Pengelola Saung Wulan menyediakan beberapa sarana alat pancing gratis. Setiap ikan yang berhasil dipancing dihargai sebesar Rp35.000,00/kg.

Saung Wulan dibuka setiap hari pada pukul 10.00-23.00 WIB. Untuk bisa sampai di lokasi wisata kuliner ini, Anda bisa mengendarai kendaraan roda empat melalui tol Cikampek, lalu keluar di pintu tol Tambun atau Mustika Jaya. Setelah keluar dari jalan tol, Anda hanya tinggal mengambil jalan menuju perubahan Grand Wisata, kemudian melewati perempatan Kalimalang hingga sampai di lokasi pusat kuliner tersebut.

16. Pura Agung Tirta Bhuana

Pura Agung Tirta Bhuana adalah satu-satunya tempat persembahyangan umat Hindu di Bekasi. Pura ini berlokasi di Jalan Jatiluhur Raya, Jakasampurna. Pura ini mengadopsi konsep dekorasi seperti pura yang berada di Pulau Bali.

Di samping aktivitas keagamaan, Pura Agung Tirta Bhuana terbuka untuk beberapa aktivitas lain. Setelah diresmikan pada tahun 1991, sejumlah kegiatan pemuda dan masyarakat Hindu tercatat menggunakan pura sebagai tempat berkumpul utama. Pura Agung Tirta Bhuana menjadi pusat pembelajarana bagi generasi muda Hindu, juga menjadi tempat sanggar tari Saraswati berlatih setiap hari Rabu dan Jumat.

Pura akan ramai pengunjung di hari-hari besar agama Hindu seperti Nyepi dan Galungan. Lokasi pura yang cukup strategis mudah dijangkau oleh Angkutan Umum maupun kendaraan pribadi. Bagi Anda yang ingin mengunjungi pura ini dengan mengendarai kendaraan roda empat, Anda bisa keluar melalui pintu tol Bekasi Barat dari tol Bekasi.

17. Galaxy Tirta Mas

Kolam renang Galaxy Tirta Mas beralamat di Jalan Raya Boulevard Barat, Jaka Setia, Bekasi Selatan. Lokasinya dapat diakses dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun Angkutan Umum K26 dan K05A.

Galaxy Tirta Mas memiliki empat kolam utama yang terdiri dari satu kolam anak, satu kolam untuk dewasa, kolam arus dan satu kolam renang lain dengan perosotan setinggi 7 meter. Selain kolam renang, terdapat pula lapangan bulu tangkis indoor dan sejumlah alat olahraga fitness di dalam kompleks Galaxy Tirta Mas.

Harga tiket untuk masuk ke dalam lokasi wisata ini adalah Rp18.000,00 di hari kerja, dan Rp23.500 di hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Lokasi wisata dibuka setiap hari antara pukul 07.00-20.00 WIB.

18. Bumi Perkemahan Karang Kitri

Di lokasi wisata ini, Anda tidak hanya bisa berkemah, tetapi juga dapat sepuasnya menikmati fasilitas outbound yang tersedia. Seluruh fasilitas dapat digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Bumi Perkemahan Karang Kitri berlokasi di Jalan Desa Karang Mulya, Kecamatan Bojongmangu, Bekasi. Setelah keluar dari pintu tol Cikarang Utama 2, Anda dapat mengambil jalur menuju Jalan Raya Cibarusah untuk kemudian menuju Desa Karang Mulya.

Untuk Anda yang tidak memiliki peralatan kemah lengkap, Anda tidak perlu khawatir. Anda dapat menyewa perlengkapan pada petugas atau pengelola Bumi Perumahan Karang Kitri. Pengelola menyediakan peralatan berkemah seperti tenda, tali temali, dan lain-lain.

Tiket masuknya adalah Rp1.500,00/orang untuk anggota pramuka dan Rp2.500,00/orang untuk umum. Sementara biaya sewa tenda dihargai sebesar Rp45.000,00/hari. Bumi Perkemahan Karang Kitri dapat dikunjungi setiap hari.

19. Vihara Dharma Jaya

Tempat peribadatan umat Buddha ini berlokasi di Gang Kalong, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Sukajaya, Cibitung. Di bagian gerbang masuk, Anda akan disambut oleh dua ekor singa penjaga yang disebut Bao-gu-shi. Bangunan wihara sendiri memiliki dua lantai yang dipenuhi dengan ornamen dan patung dewa-dewi Buddha bernuansa abad ke-20. Terdapat 14 altar persembahyangan di masing-masing lantai.

Atap wihara dihiasi dengan dua patung naga yang mengapit sebuah mutiara, sementara dekorasi bangunannya didominasi oleh warna merah. Jika Anda mengunjungi wihara ini, Anda bisa langsung mencium aroma dupa yang digunakan para pemeluk agama Buddha dalam sembahyang mereka.

Vihara Dharma Jaya dibuka untuk umum setiap hari sejak pukul 07.00 WIB. Untuk dapat masuk ke dalam area wihara, Anda biasanya dipungut biaya masuk yang berkisar antara Rp2.000,00-Rp4.000,00.

20. Pantai Muara Gembong

Kecamatan Muara Gembong di Bekasi menyimpan ragam pesona wisata pantai yang indah dan menjadi pilihan destinasi wisata di Bekasi yang harus dikunjungi. Pantai Muara Gembong adalah salah satunya. Pantai ini dapat diakses melalui jalan tol Jakarta-Cikampek dan melalui Jalan Raya Karang Sartia hingga terusan Jalan Raya Muara Gembong.

Pantai Muara Gembong adalah objek wisata yang diunggulkan di Kecamatan Muara Gembong. Anda akan disuguhi pemandangan hutan bakau saat menyambangi area pantai. Beraneka ragam fauna seperti burung-burung lokal dan lutung hitam juga menjadi daya tarik wisata pantai.

Pengelola Pantai Muara Gembong menawarkan harga paket wisata sebesar Rp70.000,00 untuk 4-5 orang pengunjung. Dengan paket wisata tersebut, Anda dapat menikmati keindahan pantai dan hutan bakau yang mengelilinginya dengan menggunakan sampan.

21. Pantai Muara Beting

Pantai Muara Beting adalah pantai pertama yang dapat dijumpai saat Anda berkunjung ke Kecamatan Muara Gembong. Lokasi pantai berada dalam kompleks wisata yang sama dengan Pasar Muara Gembong, berjarak sekitar 48 km dari pusat kota Bekasi.

Pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bekasi yang cocok Anda kunjungi bersama teman-teman dan keluarga. Daerah sekitar pantai ditumbuhi dengan pohon-pohon bakau di atas lahan seluas 7 hektare. Di sekitar pantai juga terdapat jejeran rumah makan yang menjual aneka ragam kuliner khas nusantara. Fasilitas di Pantai Muara Beting juga terbilang cukup lengkap dengan kamar ganti dan wilayah parkir yang memadai.

Pantai Muara Beting dibuka selama 24 jam setiap harinya. Untuk dapat masuk ke dalam area wisata, Anda hanya diharuskan untuk membayar biaya parkir. Namun, jika Anda ingin berperahu, Anda bisa menyewa perahu seharga Rp20.000,00.

22. Pantai Muara Bendera

Pantai lain yang berada di kompleks wisata Pantai Muara Gembong adalah Pantai Muara Bendera. Pantai ini menawarkan daya tarik pemandangan laut lengkap dengan aneka ragam satwa bawah laut.

Pantai Muara Bendera masuk ke dalam wilayah migrasi burung-burung laut dari Laut Cina Selatan. Lokasi pantai dibuka setiap hari selama 24 jam. Namun, agar dapat menikmati pemandangan indah saat burung-burung laut bermigrasi, Anda disarankan untuk mengunjungi pantai antara bulan September dan Februari.

23. Pantai Mekar

Pantai keempat dan terakhir yang berada di kawasan lokasi wisata pantai Kecamatan Muara Gembong adalah Pantai Mekar. Pantai ini letaknya paling dekat dengan muara sungai.

Fasilitas wisata yang ditawarkan di lokasi ini adalah perahu nelayan yang dapat disewa dengan kisaran harga Rp20.000,00-Rp25.000,00. Tersedia pula sejumlah gazebo unik di tengah laut yang dikenal dengan nama Villa Joglo. Anda dapat menggunakan gazebo untuk bersantai menikmati pemandangan laut, juga merasakan pengalaman memancing di tengah laut.

24. Kolam Renang Taman Harapan Baru

Kolam Renang Taman Harapan Baru berada di Jalan Taman Harapan Baru, Pejuang, Medan Satria. Terdapat tiga kolam yang diperuntukkan bagi pengunjung anak-anak, remaja dan dewasa. Masing-masing kolam dilengkapi seluncuran dan perosotan air dengan ketinggian berbeda-beda. Ada pula wahana Ember Tumpah yang menjadi daya tarik utama tempat wisata ini.

Area wisata kolam renang dilengkapi kantin yang menjual aneka makanan dan minuman. Pengelola juga menyediakan perlengkapan renang seperti kaca mata renang, pelampung dan papan seluncuran yang dapat disewa.

Dibuka antara jam 07.00-19.00, harga tiket Kolam Renang Taman Harapan Baru adalah Rp15.000,00 di hari Senin-Jumat, serta Rp25.000,00 di hari Sabtu-Minggu dan hari libur nasional. Anda dapat menikmati bermain air sepuasnya bersama keluarga di lokasi wisata ini.

25. Snow World International Revo Town (Dunia Salju Bekasi)

Snow World International atau lebih dikenal dengan nama Dunia Salju Bekasi berlokasi di lapangan parkir utara Revo Town, Jalan Jend. Ahmad Yani Kav. 1, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Wahana wisata salju buatan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian balok es dan bagian salju. Di bagian pertama, dipamerkan berbagai macam bentuk hewan, kereta, Sinterklas, dan bentuk lainnya yang terbuat dari balok-balok es. Bagian ini dihiasi dengan dekorasi lampu berwarna-warni dan suhu di dalamnya tidak terlalu dingin.

Bagian kedua dari Snow World adalah area bersalju yang suhunya mencapai -15°C. Area ini tidak hanya diselimuti salju di bagian lantainya, tetapi juga dilengkapi dengan kabut dan salju artifisial yang dibuat seolah-olah turun dari atas. Anda dapat menikmati sensasi meluncur di atas salju dengan menggunakan seluncuran salju yang disediakan.

Dengan membayar tiket seharga Rp60.000,00 untuk dewasa dan Rp50.000,00 untuk anak-anak yang tingginya di bawah 140 cm, Anda dapat menikmati wahana salju ini sepuasnya. Snow World Bekasi dibuka setiap hari kerja pada pukul 13.00-20.00 WIB. Sementara di hari libur, area wisata dibuka lebih awal pada pukul 11.00 WIB.

Lokasi wisata dapat diakses dengan kendaraan pribadi melalu pintu keluar tol Bekasi Barat. Anda bisa juga mengaksesnya dengan menggunakan Angkot 02 dari Pondok Gede, lalu turun di Bekasi Square.

26. Taman Alamanda Regency

Berada di kawasan perumahan Alamanda Regency Raya, Karangsatria, Tambun Utara, Taman Alamanda Regency menjadi salah satu lokasi wisata gratis yang selalu ramai didatangi pengunjung.

Lokasi taman dilengkapi dengan sarana hiburan keluarga seperti flying fox, lintasan tali, serta permainan ketangkasan lain yang bisa Anda nikmati. Di area ini juga terdapat danau yang menciptakan kesan alami dan menyegarkan.

Tersedia pula kawasan khusus bagi pedagang kaki lima yang menjajakan ragam makanan dan minuman. Taman Alamanda Regency cocok dijadikan area rekreasi, hiburan maupun olah raga untuk seluruh lapisan masyarakat.

Karena buka setiap hari selama 24 jam, Anda dapat mengunjungi taman kapan saja. Taman Alamanda Regency cukup mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bagi Anda yang ingin menaiki Angkutan Umum, Anda dapat menggunakan Angkot K34A jurusan Karang Satria-Terminal Bekasi yang melintasi daerah Alamanda.

27. Transera Waterpark Harapan Indah

Transera Waterpark adalah wisata permainan air yang berada di perbatasan Bekasi dengan Jakarta Timur, tepatnya di Harapan Indah Boulevard, Pusaka Rakyat, Tarumajaya.

Transera Waterpark adalah waterpark terbesar di Bekasi. Di waterpark ini disediakan berbagai macam wahana bagi anak-anak hingga orang dewasa. Terdapat kurang lebih 23 wahana berbeda di taman rekreasi air ini. Seluruh wisata didesain khusus dengan tema alam eksotis Afrika.

Tiket masuk wahana permainan air ini di hari Senin-Jumat adalah Rp85.000,00. Sementara di hari libur, harga tiketnya menjadi Rp125.000,00. Anda dapat mendapatkan harga tiket yang lebih murah di akhir pekan senilai Rp87.000,00 jika memesan tiket melalui situs resmi Transera Waterpark. Lokasi wisata ini buka setiap hari kerja sejak pukul 10.00-19.00 WIB dan pukul 08.00-19.00 WIB di akhir pekan dan hari libur nasional.

Untuk dapat mengaksesnya, Anda dapat melalui tol Bekasi lalu keluar dari tol Bekasi Barat atau Cakung Barat dan mengambil jalur menuju kawasan Harapan Indah. Jika menggunakan kendaraan umum, Anda dapat menggunakan angkutan-kota jurusan Pulogadung-Terminal Bekasi, lalu turun di Gerbang Kota Harapan Indah. Dari sana, Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan ojek atau taksi.

28. Rimba Kota Bekasi

Rimba Kota yang terletak di Jalan Jati Kramat No. 54C, Jatimakmur, Pondok Gede ini menjadi tempat destinasi wisata sekaligus paru-paru kota Bekasi.

Dibangun di atas lahan seluas 2 hektare dan diresmikan pada tahun 2012 sebagai ruang terbuka hijau untuk publik, Rimba Kota Bekasi dikelilingi dengan pepohonan rindang serta beraneka jenis flora dan fauna nusantara. Keindahan taman kota yang asri dan sejuk ini juga sering mengundang burung-burung untuk datang.

Masyarakat sekitar biasa menggunakan taman ini sebagai arena rekreasi keluarga dan sarana untuk berolah raga, seperti joging dan bersepeda. Tidak sedikit pula yang datang untuk sekadar melihat-lihat koleksi tanaman di sekitar taman dan menikmati keindahan alam.

Anda pun dapat ikut menikmati keindahan taman ini secara cuma-cuma. Area taman dibuka setiap hari sejak pukul 08.30-21.00 WIB. Lokasinya bisa diakses dengan menggunakan Angkutan Kota K02 yang melintas di depan Pondok Gede atau dengan mengendarai kendaraan pribadi.

29. Taman Alun-Alun Kota Bekasi

Berada di atas lahan seluas 3500 m2, Taman Alun-alun Kota Bekasi bisa Anda kunjungi sebagai destinasi wisata bersama keluarga. Taman ini ditanami oleh beragam jenis pohon dan tanaman. Pemerintah Kota Bekasi juga menyediakan sarana bermain anak seperti perosotan dan ayunan.

Di tengah-tengah area taman terdapat sebuah kolam ikan yang dikelilingi oleh lintasan khusus. Lintasan tersebut dapat digunakan untuk berjalan kaki maupun bersepeda. Jika Anda merasa lelah setelah berjalan-jalan atau berolah raga, Anda dapat beristirahat di bangku-bangku taman yang tersebar di seluruh area Taman Alun-alun Kota Bekasi.

Taman ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Untuk masuk ke dalamnya, Anda tidak dikenakan biaya tiket masuk. Taman Alun-alun Kota Bekasi diapit oleh Jalan Pramuka dan Jalan Veteran di Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan.

Untuk dapat sampai di lokasi, terdapat beberapa pilihan transportasi. Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat menaiki Angkutan Kota Bekasi K15A atau K9B, lalu turun di bundaran paying lele. Bagi Anda yang menaiki kereta api, lokasi taman bisa dijangkau dari Stasiun Bekasi dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua menit karena hanya berjarak sekitar 200 m.

30. Columbus Waterpark

Satu lagi arena rekreasi air di Bekasi yang mengusung tema khusus untuk wahana permainan yang disediakan. Seperti namanya, Columbus Waterpark menawarkan konsep lautan dan penjelajahan serta pelayaran samudra seperti yang pernah dilakukan oleh penemu benua Amerika Columbus di masa lampau.

Replika Kapal Laut Santa Maria akan menyambut Anda begitu memasuki gerbang utama Columbus Waterpark. Kapal laut yang digunakan Columbus untuk menjelajahi samudra ini memuat biografi Columbus, sejarah pelayarannya beserta tempat-tempat yang pernah disinggahi oleh sang penjelajah.

Wahana yang terdapat di dalam Columbus Waterpark terbilang sangat lengkap. Di samping arena permainan air yang dilengkapi seluncuran dan kolam-kolam bertemakan Kepulauan Bahama, lokasi wisata ini juga dilengkapi arena outbound dan flying fox.

Columbus Waterpark berada di kawasan Perumahan Mutiara Gading Timur, Mustikajaya. Lokasinya dapat diakses melalui jalan tol Jakarta-Cikampek. Jalan Mustika Jaya dapat diakses setelah Anda melewati pintu tol Bekasi.

Columbus Waterpark dibuka setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB. Di hari Senin-Jumat, harga tiket masuknya adalah Rp40.000,00 untuk dewasa dan Rp30.000,00 untuk anak-anak. Sementara di hari Sabtu-Minggu dan hari libur, tiketnya menjadi Rp65.000,00 untuk dewasa dan Rp55.000,00 untuk anak-anak. Jika datang bersama rombongan, Anda bisa mendapatkan potongan harga berkisar 20-25%.

Itulah ulasan mengenai 30 tempat wisata di Bekasi yang harus Anda kunjungi. Semoga ulasan yang diberikan dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin berkunjung ke kota ini.

Baca Juga : 40 Tempat Wisata di Banyuwangi Untuk Mengisi Waktu Liburan

40 Tempat Wisata di Banyuwangi Untuk Mengisi Waktu Liburan

40 Tempat Wisata di Banyuwangi Untuk Mengisi Waktu Liburan – Sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi saat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang populer. Tahukah Anda bahwa kota yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini ternyata menyimpan sejuta pesona yang luar biasa indahnya?

Berbatasan langsung dengan selat Bali, kebanyakan pengunjung yang datang hanya sekadar lewat sebelum menyeberang ke Pulau Dewata. Jika sempat, cobalah untuk singgah sejenak dan mengeksplorasi kota kecil berjuluk The Sunrise of Java ini. Kawasannya cukup beragam, dari mulai dataran rendah sampai dataran tinggi, area pegunungan dan pantai, serta lokasi-lokasi bersejarah dan situs peninggalan zaman kuno lainnya.

Bagi Anda yang ingin menjelajahi kota Banyuwangi, berikut adalah daftar tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

1. Kawah Ijen Banyuwangi

Sejak ditetapkan sebagai kawasan cagar biosfer oleh UNESCO di tahun 2016, Kawah Ijen Banyuwangi semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Masih termasuk ke dalam area Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, objek wisata ini terletak di puncak Gunung Ijen di Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Salah satu objek wisata paling berbahaya di dunia tersebut menempati sebuah kaldera terbesar di Pulau Jawa yang terbentuk akibat letusan Gunung Ijen dengan lebar 6 m. Kawah berair itu sendiri memiliki kedalaman 200 meter. Disebut objek wisata berbahaya karena air kawah ijen yang berwarna biru pirus memiliki kadar keasaman mendekati nol, yakni salah satu yang terbesar di dunia.

Meski demikian, pemandangan alam di Kawah Ijen menjadi daya tarik utama para pengunjung yang datang. Terdapat fenomena api biru (blue fire) yang muncul di lokasi penambangan sulfur hanya saat pukul 05.00 WIB. Anda bisa menyaksikan keindahan matahari terbit yang cahayanya memantul di permukaan air sehingga menimbulkan warna-warni yang cantik. Selain itu, panorama kemegahan Gunung Merapi, Gunung Raung, Gunung Rante, dan lainnya bisa terlihat jelas dari Kawah Ijen. Untuk bisa ke sana, Anda harus melakukan pendakian selama kurang lebih 2-3 jam dari Paltuding.

2. Taman Blambangan

Taman Blambangan Banyuwangi awalnya merupakan alun-alun kota yang kemudian dikembangkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh pemerintah setempat. Diapit oleh 4 jalan utama di Banyuwangi, yakni Jl. Wahidin Sudiro Husodo, Jl. Veteran, Jl. RA Kartini, dan Jl. Diponegoro, Taman Blambangan juga kerap disebut dengan nama Taman Gesibu Blambangan.

Objek wisata murah ini bisa diakses secara gratis oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana kota Banyuwangi. Taman Blambangan memiliki luas 32.000 m2 dengan pepohonan yang tertata rapi. Bisa dibilang, objek wisata ini adalah tempat rekreasi bagi warga lokal. Di sini, pengunjung akan menemukan berbagai fasilitas olahraga seperti lintasan lari, lapangan basket, dan area skateboard.

Saat akhir pekan, Anda akan menjumpai banyak warga lokal berkumpul dan berinteraksi di Taman Blambangan. Setiap Sabtu malam, pengunjung akan disuguhi pertunjukan kesenian tari khas Banyuwangi. Ada juga berbagai makanan yang dijual untuk menemani waktu santai.

3. Pura Agung Blambangan

Ditilik dari sejarahnya, Pura Agung Blambangan merupakan sebuah situs bersejarah peninggalan Kerajaan Blambangan yang ada di kawasan Alas Purwo, Banyuwangi Selatan. Pura ini memiliki corak Hindu yang menjadi magnet wisata religi bagi wisatawan tertentu. Terletak di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Muncar, Pura Agung Blambangan juga menjadi salah satu tempat suci utama bagi umat Hindu di Indonesia. Tak hanya dari Jawa, pengunjung juga banyak berdatangan dari Pulau Bali saat hari raya Kuningan tiba.

Wisatawan mancanegara juga kerap mengunjungi Pura Agung Blambangan karena tertarik akan struktur bangunannya. Pura ini adalah yang terbesar kedua setelah Pura Gunung Salak, dan merupakan yang terbesar di antara 92 pura lainnya di Banyuwangi. Saat mengunjungi pura, Anda harus memakai selendang untuk menghormati adat dan budaya setempat.

4. Waduk Sidodadi Glenmore

Salah satu tempat wisata teranyar di Banyuwangi adalah Waduk Sidodadi Glenmore. Baru dibuka untuk umum pada tahun 2015 dan diresmikan di tahun 2016, waduk ini dulunya dibangun sebagai sarana pengairan perkebunan tebu. Namun, potensi keindahan alam di sekitarnya tak disia-siakan oleh pemerintah setempat yang kemudian menyulap waduk ini menjadi lokasi wisata murah.

Terletak di Karangharjo, Glenmore, Waduk Sidodadi memiliki luas lebih dari 6 hektare, dan akan terus dikembangkan menjadi 10 hektare. Akses menuju lokasi juga tidak begitu sulit, dengan kondisi jalan yang bagus dan dekat dengan jalur utama Banyuwangi-Pacitan.

Di sini, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas menarik, seperti kegiatan luncur gantung sepanjang 160 meter menyeberangi waduk, menyewa ATV, berperahu, atau olahraga menantang di sirkuit motor.

Tak hanya itu, tempat wisata Waduk Sidodadi Glenmore juga memiliki taman bunga yang cantik, kebun buah, kolam pemancingan, dan area perkemahan. Pengunjung yang datang hanya cukup membayar tiket parkir sebesar Rp2.000 sampai Rp5.000. Jika ingin menjajal berbagai wahana yang ada, tarif yang dipatok beragam, dari mulai Rp10.000 sampai Rp25.000 per wahana.

5. Desa Wisata Osing Banyuwangi

Masyarakat lokal lebih mengenalnya dengan nama Desa Kemiren, namun desa ini lebih dikenal wisatawan dengan nama Desa Osing atau Using. Terletak hanya sekitar 15 menit dari pusat kota Banyuwangi, Desa Osing menjadi destinasi wisata yang patut dikunjungi karena nuansa budayanya yang kental.

Suku Osing dulunya adalah abdi Kerajaan Majapahit. Namun saat kerajaan tersebut diserang, sebagian dari mereka melarikan diri ke Tengger, Banyuwangi, dan Bali. Di Banyuwangi, mereka membentuk Kerajaan Blambangan. Di kawasan Desa Osing, daya tarik utama adalah Sanggar Genjah Arum dengan tatanan rumah-rumah kuno khas Osing yang berusia lebih dari 100 tahun.

Pengunjung juga bisa mempelajari sejarah suku tersebut dari bentuk rumahnya. Budaya tersebut meliputi empat buah rumah adat dengan bentuk berbeda yang menandakan status sosial penghuninya, yakni Crocogan, Tikelbalung, Tikel, dan Serangan.

Di Sanggar Genjah Arum pula, Anda bisa melihat langsung budaya dan adat istiadat asli suku Osing. Ada angklung paglak yang kerap dimainkan petani sembari menjaga sawah-sawah mereka. Ada juga tarian Barong Kemireng dan tari Gandrung yang ditampilkan saat menyambut tamu. Yang lebih menarik lagi, pengunjung bisa mendengarkan Othek atau musik lesung yang dimainkan oleh wanita-wanita paruh baya suku Osing. Musik ini dimainkan dengan cara memainkan alu dan lesung yang diiringi musik dari angklung paglak dan gendang.

6. Candi Agung Gumuk Kancil

Menurut cerita, pembangunan Candi Agung Gumuk Kancil ditujukan sebagai penghormatan kepada Rsi Markandeya, seorang tokoh spiritual agama Hindu di abad ke-7 Masehi. Tak hanya masyarakat yang beragama Hindu, tapi wisatawan pada umumnya juga kerap mengunjungi tempat wisata di Banyuwangi yang satu ini.

Terletak di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Candi Agung Gumuk Kancil berdiri tepat di pinggir hutan dan berstatus sebagai cagar budaya. Tak jauh dari kompleks candi, terdapat mata air Sumber Beji yang dipercaya oleh masyarakat sekitar bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Objek wisata yang satu ini bisa diakses dengan mudah dan pengunjung tak harus membayar tiket masuk.

7. Umbul Pule dan Umbul Bening

Tempat wisata Umbul Pule adalah salah satu wahana rekreasi murah bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Konon, airnya berasal dari sumber yang tak pernah kering meski musim kemarau melanda. Terletak di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Umbul Pule adalah wahana kolam renang dengan seluncur air yang dikelilingi udara lereng Gunung Raung yang sejuk.

Tak jauh dari Umbul Pule, terdapat wisata kolam renang lainnya yakni Umbul Bening. Namun tak seperti tetangganya, Umbul Bening memiliki 4 jenis kolam renang yang ditujukan untuk wisatawan dewasa dan anak-anak. Di masing-masing kolam juga terdapat luncuran air untuk menambah keseruan bermain.

Objek wisata umbul di Banyuwangi menyajikan air kolam yang jernih dan bersih. Di sekeliling kolam juga terdapat gazebo yang difungsikan pengunjung untuk istirahat. Saat mulai lapar, Anda bisa membeli makanan di kios-kios pedagang yang ada di dalam kompleks pemandian. Untuk mengakses tempat rekreasi ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp5.000.

8. Bukit Mondoleko

Salah satu tempat wisata teranyar dan kekinian di Banyuwangi adalah Bukit Mondoleko, sebuah bukit yang terletak di Desa Sragi, Kecamatan Sronggon. Wisatawan banyak yang memanfaatkan lokasi wisata ini untuk berswafoto atau sekadar menikmati pemandangan yang sejuk dari ketinggian.

Daya tarik utama dari Bukit Mondoleko adalah sebuah jembatan bambu yang terletak di atas bukit, di kawasan pegunungan Raung. Panorama yang ditawarkan tempat ini adalah pepohonan rindang dan sawah-sawah masyarakat setempat yang menghijau. Di puncak bukit terdapat sebuah pohon beringin yang di bawahnya ada sebuah makam yang dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Untuk mencapai lokasi, Anda harus menempuh perjalanan yang cukup berat. Ada persawahan yang harus dilalui, dan sungai yang harus diseberangi. Selanjutnya, pengunjung masih harus menapaki anak tangga untuk bisa sampai ke puncak bukit. Soal biaya, wisata Bukit Mondoleko ini masih gratis. Anda cukup membayar biaya parkir kendaraan dengan tarif sukarela.

9. Kampung Warna-Warni Kalilo

Sama seperti kota Malang, Banyuwangi juga memiliki sebuah kampung bercat warna-warni. Terletak di bantaran sungai Kalilo, sebuah perkampungan disulap oleh pemerintah setempat menjadi objek wisata kekinian yang banyak menarik pengunjung lokal dan luar kota.

Sungai Kalilo yang terletak di tengah kota Banyuwangi memiliki sejarah panjang dan air yang bersih. Upaya ini juga dimaksudkan oleh pemerintah setempat untuk memberi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya peran sebuah sungai dan untuk menjaganya agar tetap bersih.

Salah satu daya tarik utama kampung ini adalah sebuah jembatan yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto. Untuk mengakses lokasi ini, Anda hanya cukup membayar tiket parkir seharga Rp2.000 yang dikelola oleh warga setempat.

10. Air Terjun Kampung Anyar

Banyuwangi memiliki tempat wisata alam yang menakjubkan. Salah satunya adalah Air Terjun Kampung Anyar. Tak tanggung-tanggung, wisatawan yang datang ke tempat ini akan disuguhi pemandangan tiga air terjun sekaligus dalam satu kompleks lokasi. Warga lokal kerap menyebutnya dengan panggilan berbeda, yakni air terjun bersaudara, air terjun jagir, air terjun kembar, dan sebagainya.

Berlokasi di Desa Taman Suruh, Air Terjun Kampung Anyar memiliki keindahan panorama yang menakjubkan. Bahkan ketiga air terjun yang ada di sini berasal dari 3 sumber mata air, yaitu sumber Jagir, sumber Pawon, dan sumber Buyut Ijah.

Air terjun Pawon adalah salah satu yang paling menarik perhatian, karena bentuk alirannya yang melebar dengan batuan bertingkat. Sekitar 10 meter dari air terjun Pawon, terdapat air terjun kedua yang memiliki taman pemandian yang dibangun oleh warga sekitar. Berjarak 300 meter, terdapat air terjun ketiga yakni Air Terjun Ketegan. Berbeda dengan dua air terjun sebelumnya, air terjun yang satu ini memiliki ketinggian lebih dari 50 meter dan arusnya cukup deras. Dengan dikelilingi oleh pepohonan hijau yang asri, menghabiskan waktu di Air Terjun Kampung Anyar akan membuat suasana hati menjadi lebih sejuk.

11. Air Terjun Kalibendo

Satu lagi air terjun yang berada di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, adalah Air Terjun Kalibendo. Objek wisata yang satu ini berjarak sekitar 15 Km dari kota Banyuwangi, dan termasuk dalam kawasan Argo Wisata Kalibendo.

Pengunjung yang ingin menikmati pemandangan air terjun ini harus melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh perkebunan cengkeh dan pohon bendo. Perjalanan yang cukup jauh dan jalur yang menanjak membutuhkan stamina ekstra. Sesampainya di sebuah jembatan kayu, Anda akan menemui hamparan tanaman heterogen dan perbukitan yang indah sebelum akhirnya menyusuri sungai dan sampai di lokasi Air Terjun Kalibendo.

Air terjun yang satu ini tidak terlalu tinggi, namun memiliki air yang jernih. Dikelilingi oleh tebing dan pepohonan hijau, perjalanan Anda yang melelahkan akan terbayar lunas.

12. Air Terjun Tlepak

Objek wisata air terjun banyak terdapat di kota Banyuwangi. Setelah Kampung Anyar, ada lagi sebuah kampung bernama Kampung Tlepak, Kecamatan Songgon yang memiliki air terjun yang indah. Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan Air Terjun Tlepak atau Air Terjun Pelangi. Disebut demikian karena pengunjung bisa menikmati pemandangan pelangi yang kerap muncul di air terjun ini pada sore hari.

Untuk mengakses air terjun ini dibutuhkan upaya yang cukup melelahkan karena Anda harus melewati jalur trekking yang menanjak. Selain itu. Lokasinya yang masih ada di kawasan perkebunan membuat pengunjung harus mendapatkan izin terlebih dulu untuk bisa ke sana.

13. Air Terjun Lider

Berlokasi di lereng Gunung Raung, Air Terjun Lider adalah air terjun tertinggi yang ada di kota Banyuwangi. Mengunjungi objek wisata yang satu ini dijamin tidak akan membuat Anda kecewa. Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah dedaunan adalah pemandangan yang jarang Anda temui di perkotaan.

Dengan ketinggian pancuran air sekitar 60 meter, Air Terjun Lider terletak di ketinggian 1.300 mdpl, tepatnya di kawasan hutan lindung. Tak hanya itu, di sekitar air terjun utama tersebut terdapat empat air terjun kecil. Dengan dikelilingi oleh tebing berbatu yang tinggi, lokasi Air Terjun Lider bisa dibilang cukup tersembunyi.

Pengunjung harus melewati medan yang cukup sulit, yakni menyeberangi sungai sebanyak 7 kali, menembus rimbunnya hutan lindung, dan melalui jalur yang melelahkan. Jika beruntung, sepanjang perjalanan Anda akan bertemu dengan kupu-kupu warna-warni serta kera saat melewati kawasan hutan lindung.

14. Air Terjun Antogan

Air Terjun Antogan adalah surga lainnya yang patut Anda kunjungi saat berada di Banyuwangi. Terletak di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, air terjun yang satu ini menawarkan keindahan alam Banyuwangi yang asri dan sejuk. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Raung semakin menambah kesejukan suasana di sekitarnya.

Jika dibandingkan dengan air terjun lainnya di Banyuwangi, Air Terjun Antogan tidak begitu tinggi, yakni 7 meter saja. Di sekitar air terjun terdapat lorong-lorong tersembunyi di bebatuan yang konon sering digunakan sebagai tempat persembunyian dari penjajah pada zaman dahulu. Ada juga sebuah gua yang disebut-sebut sebagai jalur menuju pantai selatan.

15. Air Terjun Telunjuk Dewa Raung

Karena bentuknya yang unik yakni menyerupai jari telunjuk, dan lokasinya yang berada di kaki Gunung Raung, masyarakat setempat menjuluki tempat wisata yang satu ini Air Terjun Telunjuk Dewa Raung. Tepatnya berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter.

Untuk menuju lokasi, pengunjung yang memiliki jiwa petualang tinggi dijamin sangat terkesan. Jalurnya melalui hutan belantara Gunung Raung dan jalan setapak sempit yang tidak mudah dilalui. Di sekitar air terjun terdapat sebuah pohon beringin yang usianya diperkirakan telah mencapai ratusan tahun. Ada juga sebuah gua yang memancarkan sumber mata air yang bersih dan jernih.

16. Air Terjun Tirto Kemanten

Terletak di Dusun Wonoerjo, Kecamatan Kalibaru, Air Terjun Tirto Kemanten adalah salah satu air terjun dengan pemandangan yang indah di lereng Gunung Raung yang ada di Banyuwangi. Jalan menuju lokasi air terjun cenderung mulus, namun pengunjung harus menapaki jalan sejauh 1 Km dan menaiki tangga sebelum akhirnya sampai di sana.

Masyarakat sekitar juga mengenal objek wisata ini sebagai Air Terjun kembar, karena terdapat dua pancuran yang berasal dari satu sumber mata air. Nama kemanten (pengantin) juga disematkan karena air terjun tersebut letaknya berdampingan.

Air Terjun Kemanten memiliki ketinggian sekitar 10 meter, dan dikelilingi oleh tebing serta pepohonan yang hijau. Suasana yang asri dan sejuk menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang datang. Usai bermain air, Anda bisa duduk-duduk di gazebo tanpa dinding yang ada di dekat air terjun.

17. Air Terjun Kedung Angin

Wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan disuguhi objek wisata air terjun yang seakan tidak ada habisnya. Satu lagi keindahan alam di kota ini bisa dijumpai di Air Terjun Kedung Angin yang terletak di Desa Pekel, Kecamatan Licin. Anda bisa mengakses lokasi ini setelah berkendara kurang lebih 20 Km dari pusta kota Banyuwangi. Panorama sawah dan hutan pinus menjadi teman sepanjang jalan.

Sesampainya di desa, jalan setapak sejauh 1 Km masih harus dilalui untuk bisa sampai di Air Terjun Kedung Angin. Kolam yang terbentuk akibat air terjun memiliki air yang jernih berwarna kehijauan. Pengunjung kerap memanfaatkannya untuk berenang atau sekadar bermain air. Terdapat sebuah kubangan dengan kedalaman sekitar 2 meter dengan lebar sekitar 700 meter.

18. Air Terjun Selendang Arum

Air Terjun Selendang Arum tidak hanya menjadi tempat favorit warga lokal, tapi juga wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Berlokasi di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, air terjun ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga. Di sini, pengunjung bisa melakukan kegiatan petualangan seru, menikmati dinginnya air, dan suasana di sekitar lokasi yang masih sejuk dan asri.

Untuk bisa mencapai lokasi, Anda harus memiliki stamina yang kuat. Meski dekat dengan pemukiman, wisatawan yang datang harus berjalan melalui jalur yang menanjak melalui kawasan perbukitan dan area persawahan. Tak hanya itu, tebing-tebing yang curam di sepanjang jalan juga harus membuat Anda ekstra berhati-hati melaluinya.

Setelah perjalanan yang melelahkan, pengunjung akan disambut dengan suara gemercik air yang menenteramkan. Air terjun setinggi kurang lebih 20 meter ini dinamai Selendang Arum karena bentuknya yang menyerupai selendang. Kebanyakan wisatawan yang datang akan menghabiskan waktu mereka untuk memanjat bebatuan di sekitar air terjun atau bermain air.

19. Air Terjun Temcor

Kawasan pegunungan di Banyuwangi membuat kota ini memiliki puluhan objek wisata air terjun. Salah satu yang menarik banyak wisatawan adalah Air Terjun Temcor. Masih berada di desa yang sama dengan Air Terjun Selendang Arum, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, Air Terjun Temcor juga dikenal warga sekitar dengan nama Kembang Arum.

Perjalanan menuju Air Terjun Temcor cukup seru. Pengunjung harus melewati jalur trekking di antara pematang sawah warga. Air terjun ini sebetulnya berasal dari sungai sumber irigasi sawah yang jatuh di bibir jurang. Untuk menuruni jurang tersebut, Anda harus berhati-hati karena permukaan jalannya yang licin.

Dengan ketinggian air terjun sekitar 10 meter, pancurannya membentuk sebuah kolam yang cukup lebar. Penduduk lokal dan wisatawan biasanya memanfaatkan keindahan alam tersebut untuk berenang dan menikmati keindahan panorama di sekitarnya.

20. Air Terjun Watu Kurung

Para pencinta kegiatan adrenalin yang hobi mendaki pasti tidak asing lagi dengan Air Terjun Watu Kurung. Air terjun ini terletak di Gunung Raung, yang kerap dimanfaatkan oleh para pendaki untuk menyegarkan diri sebelum menuju ke puncak gunung.

Air Terjun Watu Kurung terletak di Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Medan menuju lokasi wisata air terjun membutuhkan kekuatan fisik yang prima, karena Anda harus berjalan sejauh 2,5 Km melalui jalan setapak yang menembus hutan dan semak belukar dengan kontur jalanan yang turun naik.

Disebut Watu Kurung karena air terjun ini dikelilingi oleh batuan tebing yang tinggi. Perjalanan menuju Air Terjun Watu Kurung menyuguhkan suasana dan panorama yang asri khas pegunungan dengan berbagai jenis tanaman.

21. Pantai Boom

Turun dari area pegunungan, Banyuwangi memiliki objek wisata pantai yang memesona. Salah satu tempat wisata pantai yang paling populer di kalangan wisatawan domestik adalah Pantai Boom yang terletak di dekat pusat kota Banyuwangi.

Pantai ini sering menjadi tempat berkumpul anak muda, utamanya di sore hari. Terletak di Kampung Mandar, Pantai Boom terkenal sebagai pelabuhan penting sejak dulu. Meski dulunya tampak kumuh, tapi sekarang pemandangan di sekitar pantai mulai tertata rapi. Pengunjung bisa menikmati kuliner di pinggir pantai atau bersantai di kursi yang disediakan dan menikmati pemandangan matahari terbenam.

Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian wisatawan adalah diadakannya festival Gandrung Sewu. Agenda ini dilakukan rutin setiap tahun dengan menampilkan seribu penari yang menari di atas pasir pantai.

22. Pantai Plengkung

Menyambangi Pantai Plengkung di Banyuwangi akan memberikan pengalaman liburan yang luar biasa. Pantai ini sering disebut sebagai G-Land-nya Banyuwangi. Tak hanya wisatawan dalam negeri, turis asing pun banyak yang menjadikan Pantai Plengkung sebagai destinasi wisata mereka. Disebut Plengkung karena bentuk pantainya yang melengkung, atau menyerupai huruf G.

Masih berada di kawasan Taman nasional Alas Purwo, Pantai Plengkung memiliki satu dari 7 ombak terbaik di dunia menyerupai pantai di Hawaii dan Afrika Selatan. Wisatawan banyak datang ke sini untuk berselancar, terutama di bulan April sampai Agustus, waktu datangnya ombak yang ketinggiannya bisa mencapai 8 meter.

Jika tidak suka berselancar, tidak perlu khawatir. Di pantai ini, Anda bisa menikmati panorama Taman Alas Purwo atau bermain pasir di pinggir pantai.

23. Pantai Pulau Merah

Pulau Merah atau Red Island menawarkan keindahan pantai yang tiada duanya. Berlokasi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, pulau kecil ini menarik banyak wisatawan karena letaknya yang unik, yakni seperti sebuah bukit di tengah laut.

Pantai Pulau Merah memiliki pasir putih yang bersih dengan air laut yang jernih. Pohon-pohon kelapa dan pisang di sekitar lokasi menambah variasi vegetasi.

Tidak seperti Pantai Plengkung, ombak di Pantai Pulau Merah tidak begitu besar, namun cukup menantang. Banyak peselancar yang menjadikan pantai ini sebagai lokasi latihan mereka. Saat ombak sedang surut, Anda bisa berjalan-jalan menuju Pulau Merah yang ada di tengah pantai tersebut. Di sebelah selatan pantai terdapat lokasi yang sangat tepat untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam.

24. Pantai Lampon

Tak jauh dari Pantai Pulau Merah terdapat Pantai Lampon. Terletak di Kecamatan Pesanggaran, pantai yang satu ini memiliki pemandangan laut biru yang luas dengan pohon kelapa yang berjejer di tepinya.

Pemandangan Pantai Lampon tidak seperti pantai kebanyakan, karena di sekelilingnya terdapat batu-batuan karang. Di sebelah selatan karang tersebut ada muara sungai yang sering dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat memancing.

Tak hanya itu, Pantai Lampon juga memiliki sebuah bukit yang bisa dipanjat dengan aman. Wisatawan yang datang ke sini kebanyakan menghabiskan waktu mereka dengan bermain air, memancing, atau mendaki bukit.

25. Pantai Wedi Ireng

Nama wedi ireng dalam bahasa Jawa berarti pasir hitam. Pantai yang satu ini memiliki keunikan, yakni terdapat pasir hitam yang tersembunyi di balik pasir putihnya di permukaan. Dibandingkan dengan pantai lain di Banyuwangi, Pantai Wedi Ireng cenderung sepi pengunjung.

Hal tersebut bukan karena pantai ini tidak cantik, melainkan karena lokasinya yang cenderung sulit dijangkau. Terletak di Desa Sumber Agung, Pantai Wedi Ireng masih berada dalam satu jalur dengan Pantai Pulau Merah.

Sisi timur pantai ini memiliki ombak yang lebih besar dari pada sisi barat yang cenderung berombak landai. Bebatuan karang di pinggir pantai, pasir putih, ombak yang tenang dan air laut yang jernih membuat wisatawan betah berlama-lama menghabiskan waktu di Pantai Wedi Ireng.

26. Pantai Rajegwesi

Pantai Rajegwesi terletak dekat dengan Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan, Kecamatan Pesaggaran. Pemandangan pantai yang indah dengan hamparan pasir putih serta air laut yang biru menjadi daya tarik pantai ini.

Pantai Rajegwesi berlokasi di tengah kampung nelayan. Anda akan melihat banyak kapal-kapal nelayan tertambat di pinggir pantai. Dinamakan Rajegwesi karena di sana terdapat “pagar besi”, yakni batuan karang yang mengandung besi.

Pengunjung yang datang tidak akan menemukan hamparan pasir pantai yang putih, melainkan pasir yang berwarna cokelat. Warna ini diperoleh dari endapan lumpur sungai-sungai yang bermuara di Pantai Rajegwesi. Selain itu, pantai ini juga merupakan penghubung antara Pantai Sukamade dan Teluk Hijau.

Wisatawan yang datang sering kali menghabiskan waktu mereka untuk bermain air atau mengunjungi wisata agro yang disediakan oleh pemerintah setempat.

27. Pantai Batu

Jika pantai pada umumnya memiliki pasir putih, Anda tidak akan menemukan hal tersebut di Pantai Batu. Sesuai namanya, pantai yang satu ini tidak dikelilingi dengan hamparan pasir, melainkan batuan-batuan kecil. Suasana di sekitar pantai masih terlihat alami dengan panorama indah yang menakjubkan. Perpaduan antara pepohonan hijau dengan air laut yang biru adalah kombinasi cantik yang akan membius wisatawan yang datang.

Berlokasi di Desa Sarongan, Kecamatan Pasanggaran, Pantai Batu masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Aktivitas yang sering dilakukan oleh wisatawan yang datang adalah bermain air atau bersantai di pinggir pantai sembari menikmati pemandangan yang tampak di depan mata.

28. Pantai Teluk Hijau

Pantai Teluk Hijau di Banyuwangi juga dikenal dengan nama Green Bay. Untuk menuju pantai ini dibutuhkan perjuangan ekstra. Dari Pantai Batu, Anda harus menyusuri hutan dan sungai kecil melewati bukit karang dengan pepohonan yang rimbun. Di balik tebing berbatu tersebut, tampak keindahan Pantai Teluk Hijau dengan pasir putih menghampar dan air laut yang sangat jernih.

Dinamakan Pantai teluk Hijau karena air laut di sini sangat jernih dan berwarna biru kehijauan. Pantai ini tak hanya cocok untuk bersantai, tapi juga surganya pencinta keindahan alam. Di sekitar pantai, tepatnya 20 meter ke sebelah timur, pengunjung bisa menemukan air terjun dengan ketinggian 8 meter.

Terletak di Desa Sarongan, Pantai Teluk Hijau termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Di tempat ini juga tumbuh bunga langka yang dilindungi, bunga Raflesia. Selain menikmati pemandangan, Anda juga bisa berenang di pantai, berfoto, atau bermain pasir. Pengunjung yang datang hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

29. Pantai Sukamade

Jika berkunjung ke Banyuwangi, kurang afdal rasanya jika tidak mampir ke Pantai Sukamade. Pantai ini adalah salah satu andalan pariwisata di kota Banyuwangi. Masih termasuk ke dalam kawasan Taman nasional Meru Betiri, Pantai Sukamade adalah rumah bagi ribuan telur penyu. Selama ratusan tahun, pantai ini dikenal sebagai lokasi penyu bertelur di Banyuwangi.

Daya tarik utama objek wisata Pantai Sukamade adalah melihat proses penyu bertelur serta pelepasan tukik ke laut. Pengunjung akan dibawa menaiki perahu untuk melihat penyu-penyu tersebut muncul dari laut kemudian bertelur.

Karena proses ini berlangsung di malam hari, maka Anda harus bersiap mencari penginapan yang ada di sekitar Pantai Sukamade. Jika melihat dan melepas penyu bukanlah hal yang ingin dilakukan, Anda bisa bersantai di pinggir pantai atau berjalan-jalan menikmati panorama.

30. Pantai Parang Ireng

Terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Parang Ireng menawarkan keindahan pantai yang tidak biasa. Jika berkesempatan mengunjungi pantai ini, Anda akan merasa seperti di pantai pribadi karena tidak banyak turis lokal maupun asing yang datang ke Pantai Parang Ireng. Meski demikian, Anda akan dibuat terpukau dengan daya tariknya.

Keunikan Pantai Parang Ireng terletak pada warna pasirnya. Pantai ini memiliki pasir dengan tiga warna berbeda, yakni hijau, hitam, dan putih. Struktur batuan hitam menyerupai lava yang membeku memberi warna pada pasir, begitu pula dengan tumbuhan lumut yang berada di sisi kanan pantai. Warna hitam dan hijau tersebut terlihat sangat kontras dengan hamparan pasir putih yang ada di sisi kiri pantai.

Wisatawan yang datang biasanya mengabadikan foto pasir hitam dan hijau tersebut, lalu menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan di atas pasir yang putih. Pantai Parang Ireng lokasinya tersembunyi di balik semak belukar. Pengunjung harus memarkir kendaraannya lalu berjalan menembus tanaman liar tersebut untuk bisa sampai di lokasi.

31. Pantai Parang Kursi

Letaknya yang tersembunyi membuat sedikit wisatawan yang tahu akan kebaradaan Pantai Parang Kursi. Objek wisata pantai ini berlokasi di Kecamatan Pesanggaran, dan berada di antara Pantai Pulau Merah dan Pantai Lampon. Suasananya yang sepi dan damai memberikan nuansa relaksasi yang maksimal bagi wisatawan yang datang.

Untuk menuju pantai ini, Anda bisa mengambil jalan ke selatan dari Pantai Lampon. Namun demikian, perjalanan menggunakan kendaraan harus terhenti di Pelabuhan Lampon, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Pengunjung harus melewati jalur pendakian pegunungan Tumpang Pitu, menyeberangi sebuah muara, dan mendaki bukit. Tempat Wisata Banyuwangi Pantai Parang Kursi tambah indah di balik bukit tersebut.

Dinamakan parang kursi karena di sekitar pantai terdapat batuan karang yang bentuknya seperti sebuah kursi. Daya tarik utama pantai ini ada pada suasananya yang masih sangat alami. Pengunjung bisa menghabiskan waktu berjalan-jalan di pantai sambil berfoto atau bermain pasir.

32. Pantai Pancur

Pantai Pancur terletak di kawasan Taman nasional Alas Purwo, dan kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dari Banyuwangi maupun kota lainnya. Objek wisata yang satu ini cukup populer, terbukti dengan lengkapnya fasilitas yang dibangun di sekitar pantai seperti musala, kamar mandi, dan kios penjual makanan.

Pengunjung yang datang bisa menikmati suara debur ombak yang tidak terlalu besar, sehingga kerap dimanfaatkan oleh anak-anak untuk berenang atau bermain air. Di satu sisi, tepi pantai dihiasi oleh batu-batuan yang berlumut sedangkan di sisi lain terdapat hamparan pasir putih yang indah.

Yang menarik, di sekitar Pantai Pancur akan dijumpai sebuah aliran sungai kecil menyerupai air terjun mini. Air tawar tersebut kemudian mengalir dan langsung menyatu dengan air laut di bawahnya. Penamaan Pantai Pancur (pancuran) juga didasari oleh fenomena alam yang unik tersebut.

Kebanyakan pengunjung Tempat Wisata Banyuwangi yang datang akan menghabiskan waktu dengan berenang atau berkemah di sekitar pantai.

33. Pantai Ngagelan

Satu lagi pantai di Banyuwangi yang juga menjadi rumah konservasi bagi penyu-penyu adalah Pantai Ngagelan. Sama seperti Pantai Sukamade, Pantai Ngagelan menjadi lokasi penangkaran penyu yang terletak di kawasan Alas Purwo. Lokasinya juga tak jauh dari hutan bakau Bedul, dan berjarak sekitar 70 Km berkendara dari pusat kota Banyuwangi.

Hamparan pasir pantai yang luas dan sangat bersih menambah daya tarik pantai yang satu ini. Jika ingin melihat penyu-penyu datang dari laut, Anda sebaiknya datang di bulan April-Juni. Sedangkan bagi yang penasaran melihat penyu-penyu tersebut bertelur bisa datang ke Pantai Ngagelan pada bulan Juni-Agustus. Selanjutnya, telur penyu tersebut akan menetas dalam kurun waktu sekitar 8 minggu.

Ombak di Pantai Ngagelan cukup besar sehingga kurang cocok jika digunakan untuk berenang. Kebanyakan pengunjung yang datang ingin menikmati keindahan pantai sekaligus mempelajari tentang kehidupan penyu.

34. Pantai Trianggulasi

Meski hanya berjarak sekitar 2 Km dari Pantai Plengkung, tak banyak wisatawan yang mengenal nama Pantai Trianggulasi. Penduduk setempat juga sering menyebut pantai ini dengan nama Tanggul Asri. Masih berlokasi di kawasan taman Nasional Alas Purwo, tepatnya di Desa Tegaldlimo dan berjarak sekitar 76 Km dari pusat kota Banyuwangi.

Bagi penggemar olahraga air, objek wisata ini bukanlah tempat yang tepat untuk menyalurkan hobi Anda. Pasalnya, meski memiliki ombak yang cukup menawan, pengelola setempat melarang pengunjung untuk berselancar atau berenang di pantai.

Namun, jangan khawatir karena Pantai Trianggulasi memiliki panorama yang indah. Garis pantainya yang landai dan topografinya yang memanjang menyuguhkan keindahan pantai yang seakan tidak terbatas. Di sekitar lokasi, Anda akan menemukan monyet-monyet liar dan rusa yang terkadang berjalan di pinggir pantai.

Pengunjung yang datang bisa menghabiskan waktu dengan berkemah sembari menanti pemandangan matahari terbenam yang memesona.

35. Pantai Waru Doyong

Dibandingkan dengan pantai lainnya di Banyuwangi, objek wisata Pantai Waru Doyong tergolong masih baru. Terletak di Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, pantai yang satu ini memiliki daya tarik unik yang banyak dikenal sebagai Dermaga Cinta. Dinamakan dermaga cinta karena kebanyakan pengunjung yang datang ke sini adalah pasangan yang menikmati keindahan pantai di dermaga tersebut.

Dermaga atau yang bentuknya menyerupai jembatan ini adalah tempat favorit warga sekitar dan wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam. Tak jarang pula pengunjung yang memanfaatkan dermaga cinta sebagai lokasi pemotretan foto pranikah.

Selain pemandangan matahari terbit dan terbenam, Pantai Waru Doyong juga memiliki panorama lain yang tak kalah indah. Dengan duduk-duduk di sekitar pantai, pengunjung akan disuguhi pemandangan bukit-bukit yang ada di seberang pantai dan kapal-kapal nelayan yang melintas menembus angin.

Pasirnya berwarna hitam dan ombaknya yang landai memberi ruang bagi Anda untuk bermain air atau berenang di pantai. Untuk bisa mengakses keindahan alam ini, wisatawan tidak harus membayar tiket masuk alias gratis.

36. Pantai Bangsring

Saat berkunjung ke kota Banyuwangi, sempatkanlah untuk mampir ke Pantai Bangsring. Jika di Pantai Plengkung pengunjung disuguhi dengan ombak-ombak besar yang berbahaya sekaligus menakjubkan, Pantai Bangsring menawarkan pesona keindahan alam yang berbeda. Terletak di Desa Bangsring, pantai ini adalah surganya biota bawah laut yang menawan.

Anda yang hobi menyelam atau snorkeling tak perlu jauh-jauh pergi ke Bali, Raja Ampat, atau Wakatobi. Pantai Bangsring memberikan kemudahan untuk melakukan berbagai olahraga air yang nyaman. Sejak dibuka pada tahun 2014, pantai yang satu ini tak pernah sepi pengunjung.

Kegiatan pertama yang bisa dilakukan di Pantai Bangsring adalah berkano atau menaiki banana boat. Anda bisa mengakses fasilitas tersebut dengan mengunjungi Rumah Apung yang berada sekitar 20 meter dari bibir pantai.

Pengunjung juga bisa menyewa peralatan menyelam dan mulai mengeksplorasi keindahan dunia bawah lautnya. Pantai dengan luas 15 hektare ini memiliki berbagai ikan hias yang berenang seliweran bahkan di dekat pantai sekalipun. Selain itu, Anda juga bisa menjajal kegiatan yang memicu adrenalin dengan berenang bersama hiu sirip hitam yang ada di kolam keramba seluas 3×3 meter.

Kegiatan menyelam dan snorkeling adalah pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan bawah laut Pantai Bangsring. Di sana, terdapat berbagai jenis terumbu karang dan ikan hias. Jika ingin berkontribusi bagi pelestarian alam, Anda juga bisa ikut serta dalam kegiatan menanam terumbu karang yang menjadi bagian dari Marine Education.

Selain kegiatan di atas, pengunjung juga bisa menikmati panorama pantai dari tepian sambil berenang atau bermain pasir. Bisa dibilang, Pantai Bangsring adalah salah satu Tempat Wisata Banyuwangi terpopuler.

37. Pantai Cemara

Anda yang datang ke Banyuwangi mungkin dibuat sedikit heran dengan Pantai Cemara. Jika umumnya pantai dikelilingi oleh hutan bakau atau pohon kelapa, objek wisata yang satu ini ditumbuhi banyak pohon cemara di sekitar pantainya. Terletak di Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Anda akan menemukan lebih dari 16.000 pohon cemara yang tumbuh dengan cantik.

Sebelum terkenal dengan nama Pantai Cemara, pantai ini dulunya bernama Pantai Rejo. Para nelayan sepakat untuk menanami cemara di sekitarnya demi mendapat tempat berteduh dari teriknya matahari. Ternyata, pohon-pohon tersebut tak hanya menyediakan tempat berteduh tapi juga berfungsi untuk mencegah abrasi.

Makin lama, pohon yang tumbuh makin banyak dan ranting-rantingnya membentuk lengkungan yang membuat jalan setapak di pantai hampir menyerupai gua. Pantai Cemara juga berhadapan langsung dengan Selat Bali.

Kebanyakan pengunjung yang datang akan membawa tikar dan makanan untuk berpiknik di tepi pantai. Beberapa juga melakukan kegiatan seperti berenang dan bersantai untuk menikmati panorama matahari terbit.

38. Pantai Mustika

Jika sempat menyambangi Pantai Mustika, Anda akan menemukan suasana pantai yang masih sepi. Pengunjung menyebut pantai ini sebagai pantai perawan karena kondisi sekitarnya yang masih asri dan tidak banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Mustika terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, dan posisinya ada di antara Pantai Pulau Merah dan Pantai Pancer. Penamaan nama pantai ini tak lepas dari cerita warga setempat tentang seseorang yang menemukan mustika Ratu Kidul saat mengunjungi pantai tersebut. Orang tersebut kemudian membuang mustika tersebut ke laut dengan maksud mengembalikannya ke Ratu Kidul.

Soal panorama, Pantai Mustika memiliki keindahan pasir putih yang menghampar dengan ombak yang cenderung landai. Banyak pengunjung yang datang memanfaatkannya untuk sekadar bersantai atau berenang. Selain itu, kekayaan bawah laut pantai ini juga terbukti dengan beragamnya terumbu karang yang tumbuh. Anda bisa melakukan kegiatan snorkeling untuk membuktikan keindahan tersebut.

39. Pantai Palukuning

Meski namanya tidak begitu populer, namun Pantai Palukuning tetap menjadi objek wisata yang patut dikunjungi saat liburan ke Banyuwangi. Pantai yang satu ini terletak di Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Pantai Palukuning dikelilingi oleh kolam tambak milik warga sekitar, dan kerap dijadikan lokasi penambatan perahu bagi nelayan. Panorama pantai yang indah didominasi oleh batu-batuan hitam yang sering digunakan oleh pengunjung sebagai tempat untuk berswafoto. Ombaknya juga tidak terlalu besar sehingga bisa digunakan untuk bermain air. Angin yang sepoi-sepoi di pinggir pantai dijamin akan membuat suasana hati Anda semakin relaks dan damai.

40. Pantai Perpat

Pantai terakhir yang ada di dalam daftar tempat wisata di Banyuwangi yang wajib Anda kunjungi adalah Pantai Perpat. Pantai ini berlokasi sekitar 5-10 menit berkendara dari Payaman, atau sekitar 2 jam perjalanan laut dari Muncar.

Pengunjung yang datang akan disuguhi pemandangan hutan bakau yang indah, dengan pasir putih dan air laut yang tenang. Biasanya, kapal-kapal yang menuju Pelabuhan Muncar akan singgah di sini bila cuaca tidak bersahabat.

Air lautnya yang tenang bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai olahraga air. Biasanya, wisatawan akan menyelam atau snorkeling untuk melihat keindahan alam bawah laut pantai ini. Jika beruntung, Anda akan menyaksikan sekelompok lumba-lumba yang berputar-putar di perairan pantai untuk mencari makan.

Nah, lengkap sudah daftar 40 tempat wisata seru yang bisa Anda kunjungi di Banyuwangi. Bagaimana? Sudah tahu Tempat Wisata Banyuwangi yang akan Ands kunjungi? Liburan di kota Banyuwangi dijamin seru dan menyenangkan.

Baca juga : 35 Tempat Wisata di Kediri Untuk Dikunjungi Pada Waktu Liburan