Blog Robbi Ramdhani

35 Tempat Wisata di Bangkok Yang Unik dan Menarik

35 Tempat Wisata di Bangkok Yang Unik dan Menarik – Setiap tahun, Thailand mampu menarik puluhan juta wisatawan dari berbagai belahan dunia. Dengan destinasi wisata alam yang menarik, serta wisata budaya yang memikat, Negeri Gajah Putih ini benar-benar menjadi tujuan wisata utama di Asia Tenggara.

Tanpa harus mengelilingi negaranya, tempat wisata di Bangkok pun jumlahnya sangat banyak, dan pastinya memuaskan untuk dijelajahi.

Nah, jika Anda kebetulan akan melakukan perjalanan ke Thailand, khususnya city tour Bangkok, berikut ada beberapa rekomendasi tempat wisata yang bisa Anda kunjungi.

1. Grand Palace

Grand Palace adalah tempat wajib yang harus Anda disinggahi ketika mengunjungi Bangkok. Bangunan yang didirikan pada abad ke-18 ini, merupakan istana kerajaan yang digunakan dari generasi ke generasi.

Bangunan yang hampir sebagian besar ornamennya berwarna emas ini, sekarang lebih sering digunakan untuk tempat upacara adat atau acara kenegaraan yang penting.

Untuk sampai ke Grand Palace, Anda harus datang ke Jalan Na Phra Land, Phra Borom Maha Rachwanag, Phra Nakhon. Saat mengunjungi tempat ini, akan lebih baik jika Anda menggunakan jasa pemandu wisata untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai sejarah dan cerita menarik dari bangunan tersebut.

Satu hal lagi, jangan lupa untuk menggunakan pakaian yang sopan saat mengunjungi istana yang buka dari pukul 08.00-15.30 waktu Thailand ini.

2. Wat Arun

Wat Arun adalah kuil yang menjadi simbol kemenangan Kerajaan Siam dari Kerajaan Burma, ribuan tahun lalu. Setelah peperangan usai, jenderal perang dari Thailand membangun kuil ini untuk mengingat perjuangan dan juga tempat tinggal raja baru di masa itu.

Walaupun tempat ini buka sejak pukul 08.30 hingga 17.30, tetapi Anda disarankan untuk datang sekitar pukul 16.00. Dengan begitu, Anda bisa sekaligus menikmati indahnya sunset di Wat Arun. Sebuah pengalaman unik yang tidak terlupakan.

Sambil duduk di pinggiran Sungai Chao Praya, Anda dapat menyaksikan matahari yang keemasan seakan perlahan tenggelam ke dalam sungai. Fenomena ini tentunya dapat Anda nikmati setelah puas menjelajahi dan mengamati berbagai ornamen dan patung Buddha emas di Wat Arun.

Oh ya, biaya tiket masuk yang harus Anda bayar untuk masuk ke tempat ini adalah sebesar 20 baht.

3. What Suthat

What Suthat dibangun pertama kali pada tahun 1782 oleh Raja Rama I. Setelah dibangun, kuil Buddha yang sangat megah ini, sempat dua kali direnovasi oleh dua Raja Rama dari dinasti Chakri.

Bangunan yang memiliki karakteristik tinggi dan menjulang ini, menjadi objek wisata paling penting di Bangkok dan selalu menarik jutaan orang setiap tahunnya.

What Suthat buka pada pukul 08.30-21.00. Dengan biaya masuk 20 baht, Anda bisa menikmati lukisan dinding yang memikat, aneka patung Buddha, dan banyak ornamen lain yang jarang ditemui di kuil lain.

Adapun untuk sampai ke kawasan ini, Anda bisa menggunakan bus atau kendaraan umum lain dengan tujuan Jalan Bamrung Muang.

4. Giant Swing

Tidak begitu jauh dari What Suthat cukup menyeberang jalan saja Anda bisa menemukan Giant Swing, yaitu dua tongkat merah berjajar yang disatukan bagian atasnya.

Dengan tinggi mencapai 27 meter, bangunan ini dianggap simbol surga. Siapa saja yang bisa naik ke sana dengan selamat, dipercaya akan mendapatkan banyak rezeki pada tahun-tahun sesudahnya.

Untuk menikmati Giant Swing, Anda tidak dikenakan biaya sama sekali. Silakan nikmati objek wisata ini dari kejauhan atau dari dekat, sebelum dilarang oleh Raja Rama VII, karena banyak insiden jatuh dai Giant Swing.

5. Wat Traimit

Selain arsitektur bangunannya yang cukup unik dengan dominasi warna kuning dan emas daya tarik utama dari Wat Traimit adalah patung Buddha setinggi 5 meter yang seluruhnya terbuat dari emas.

Tidak hanya besar, kilau patung Buddha emas terbesar di Thailand ini, dijamin akan membuat Anda terpesona.

Wat Traimit buka pada pukul 09.00 sampai 17.00 setiap harinya. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar 10 bath untuk bagian museumnya. Namun, kalau Anda hanya ingin melihat patungnya saja, maka Anda tidak akan dikenakan biaya masuk.

Untuk sampai ke kawasan ini, Anda bisa mengambil jalan menuju stasiun Hua Lampong dan berhenti di jalan Traimit atau Chinatown.

6. Wat Pho

Tidak begitu jauh dari Grand Palace, Anda bisa mengunjungi Wat Pho. Walau harga tiket masuknya cukup mahal mencapai 100 baht, tetapi pengalaman yang didapat juga sangat besar. Anda dapat menikmati keindahan patung Buddha emas yang sedang tidur menyamping, dengan panjang 45 meter dan tinggi mencapai 15 meter.

Dahulu kala, kawasan patung Buddha yang buka pada pukul 08.30-18.00 ini, digunakan sebagai rumah sakit atau tempat penyembuhan, yaitu oleh raja-aja dari dinasti Chakri.

Namun sekarang, kawasan yang terletak di Jalan Bamrung Muang ini digunakan untuk objek wisata utama meski tidak semua bagian patung emas ditunjukkan dengan alasan keamanan.

7. Museum Nasional Bangkok

Museum Nasional Bangkok menempati Istana Wang Na yang dibangun dan digunakan oleh Raja Rama I pada abad ke-18.

Sekarang, istana megah ini dimanfaatkan sebagai museum yang menampilkan berbagai hal mengenai sejarah Thailand. Di tempat ini, Anda dapat menemukan berbagai artefak, dokumen, hingga hal menarik lain mengenai Thailand di masa lampau.

Untuk sampai ke kawasan museum ini, Anda bisa menggunakan Chao Phryaya Express Boat dengan turun di Maharaj Pier. Dari sini, Anda bisa berjalan kaki sekitar 20 menit. Kalau Anda tidak terbiasa naik kapal boat, Anda bisa menggunakan taksi meski harganya jadi lebih mahal.

Oh ya, Museum Nasional Bangkok terletak di Jalan Na Phrothat dan buka dari pukul 09.00 sampai 16.00.

8. Damnoen Sanduak Floating Market

Damnoen Sanduak Floating Market adalah pasar terapung yang cukup terkenal di sekitar Bangkok.

Jika Anda ingin menikmati sensasi berbelanja di atas perahu kecil sambil menyusuri sungai yang tenang, datanglah pukul 06.00 pagi ke tempat ini.

Biasanya di jam tersebut, kawasan ini sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan yang ingin belanja makanan atau sekadar menikmati suasana pasar tradisional yang kerap dijuluki Venesia dari barat ini.

Tidak ada tiket masuk ke kawasan ini. Namun untuk mencapainya, Anda memerlukan sedikit perjuangan, sebab jaraknya cukup jauh dari pusat kota.

Untuk sampai di tempat ini, Anda bisa menggunakan bus jurusan selatan dengan tujuan Samut Sangkhram Ratchaburi. dan agar tidak kehilangan momen seru di pasar terapung yang tutup pukul 11.00 ini, carilah tempat penginapan yang dekat dengannya.

9. Khao San Road

Khao San Road adalah surga bagi backpacker yang ingin menikmati keseruan menjelajahi Thailand dengan murah meriah. Kawasan yang dapat dikunjungi secara gratis ini, memiliki cukup banyak pilihan guest house, rumah makan, hingga tempat berbelanja oleh-oleh berharga miring.

Banyak cara untuk bisa sampai di kawasan ini. Kalau Anda berangkat dari Siam atau Silom, disarankan untuk menggunakan taksi dengan biaya kurang dari 100 baht. Adapun jika berangkat dari kawasan Victory Monument, Anda bisa menggunakan bus dengan nomor 157, 171, dan 509.

10. Pasar Chatuchak

Akhir pekan di Bangkok adalah waktu yang tepat untuk berbelanja ke banyak tempat seperti di Pasar Chatuchak. Di tempat ini ada ribuan stand yang menjual aneka oleh-oleh, makanan, hingga hal unik lain, yang tentunya akan membuat semangat belanja Anda meningkat.

Pasar Chatuchak hanya buka di akhir pekan saja. adapun waktu terbaik untuk mengunjungi tempat wisata di Bangkok ini adalah di pagi hari.

Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa menggunakan MRT dan turun di Kamphaengpecth Station. Selanjutnya Anda bisa jalan kaki 5 menit menuju BTS Monchit Skytrain Station untuk melanjutkan perjalanan dan turun di Sua Chatuchak Station.

Dari sini Anda sudah bisa menjelajah ke ribuan stand yang berjajar berdekatan satu sama lain.

11. Bang Pa In Royal Palace

Bang Pa in Royal Palace sering disebut sebagai istana musim panas yang terletak di bagian utara kota Bangkok. Kawasan istana ini memiliki banyak spot menarik, seperti taman, kuil, hingga istana Bang Pa In sendiri. Bangunan ini memiliki arsitektur khas Thailand kuno dengan dominasi warna putih dan juga emas yang memikat.

Bang Pa In Royal Palace buka setiap hari pada pukul 08.30 dan tutup pada pukul 17.00. Biaya masuk ke kawasan yang sangat menarik ini adalah sekitar 100 baht, dengan tambahan 200 baht untuk menyewa kendaraan yang membawa wisatawan untuk berkeliling.

Pengunjung yang datang disarankan menggunakan pakaian yang sopan karena kawasan ini milik anggota kerajaan.

Untuk sampai ke kawasan ini, Anda bisa menggunakan berbagai jenis transportasi yang menuju kawasan Ayuttaya.

12. Museum Erawan

Museum Erawan menyimpan cukup banyak hal menarik dari Thailand, terutama artefak dan peninggalan dari masa lalu. Selain artefak, hal menarik dari museum ini adalah patung gajah berkepala tiga yang memiliki tinggi sekitar 29 meter dan berat mencapai 250 ton.

Untuk melihat patung gajah besar dan koleksi sejarah lainnya, Anda tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.

Buka dari pukul 08.00-17.00, Anda bisa sampai ke sini dengan menggunakan BTS Skytrain dari On Nut Dtation atau menggunakan taksi dengan biaya kurang dari 100 baht.

13. Erawan Shrine

Meski tidak sebesar kuil atau tempat suci umat Buddha lainnya di Thailand. Erawan Shrine cukup banyak dikunjungi wisatawan. Kebanyakan pengunjung ingin melihat keunikan bangunan yang dianggap penting oleh Pemerintah Thailand ini.

Saking pentingnya, sebuah hotel besar pun dibangun di depan tempat suci ini untuk memfasilitasi umat atau tamu yang ingin menginap dan melakukan ibadah di tempat ini.

Erawan Shrine buka pada pukul 06.00 dan tutup pada pukul 24.00. Kalau Anda ingin menikmati bangunan Brahman yang unik dengan ornamen penuh emas, datanglah ke depan Grand Hyatt Erwan Hotel, di kawasan Jalan Ratchadamri.

14. Museum Forensik

Tempat Wisata di Bangkok ini hanya direkomendasikan bagi mereka yang berani menyaksikan koleksi museum yang cukup mengerikan.

Museum Forensik ini berisi banyak sekali spesimen manusia yang telah diawetkan dalam berbagai kondisi. Mulai dari korban mutilasi hingga korban genosida.

Semua dipajang dalam tabung kaca dengan kondisi asli tanpa ada perubahan sama sekali.

Museum forensik yang terletak di Rumah Sakit Siriraj ini, buka dari senin sampai sabtu, dari pukul 09.00 hingga 16.00. Adapun biaya masuk untuk menikmati semua koleksi di museum ini adalah sekitar 40 baht.

Kalau Anda mau menguji nyali untuk menikmati semua koleksi museum yang mengerikan ini, silakan datang dengan mengakses Chao Phraya Express Boatdi Thobury Railway Pier (N11).

15. Monumen Rama I

Pada ulang tahunnya yang ke-150, Raja Rama I mendapat monumen besar atas semua jasa yang diberikan kepada Thailand. Dengan tinggi lebih dari 10 meter dan berwarna hitam, monumen ini menjadi landmark di Bangkok yang selalu dikunjungi, untuk sekadar berfoto atau mengagumi kemegahan monumen yang dibangun pada tahun 1932.

Untuk masuk ke kawasan ini, tidak ditarik biaya sama sekali. Anda bisa datang kapan saja ke kawasan Phra Putta Yodfa Bride atau The Memorial Bridge, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bangkok.

16. Taman Raja Rama IX

Taman Raja Rama IX dibangun pada tahun 1987, sebagai persembahan ulang tahun ke-50 dari raja. Kawasan ini memiliki tempat bernama The Garden of the Great King, yang memiliki cukup banyak koleksi pohon dan juga bunga.

Selain terdapat taman yang megah, di tempat ini juga terdapat beberapa bangunan, serta danau yang yang dilengkapi dengan penyewaan perahu.

Taman Raja Rama IX buka setiap hari sejak pukul 05.00 hingga 18.00 tanpa libur, kecuali ada hari besar nasional.

Biaya masuk ke kawasan taman yang juga memiliki taman botani ini adalah sekitar 10 baht. Untuk sampai ke sana Anda bisa mencari stasiun BTR terdekat menuju On Nut lalu melanjutkan perjalanan menggunakan taksi, dengan biaya kurang dari 100 baht.

17. Madame Tussauds Wax Museum

Museum lilin dari Madame Tussauds juga ada di Bangkok, Thailand. Kalau Anda ingin melihat patung lilin dari tokoh dunia termasuk Soekarno, datanglah ke sini mulai dari pukul 10.00 hingga 21.00.

Datanglah di sore atau malam hari. Karena di waktu-waktu tersebut, pengunjung yang datang jauh lebih sedikit, sehingga Anda bisa lebih leluasa untuk melakukan foto-foto.

Untuk sampai ke museum ini, Anda bisa menggunakan taksi ke kawasan Siam Dicovery Center. Lokasinya berada di lantai 6.

Tiket masuk ke museum ini cukup mahal, berkisar 1.700-an baht setiap orang, tergantung hari dan juga acara yang diadakan di sana. Biasanya ada acara khusus dengan tema tertentu yang diadakan oleh pihak museum.

18. Museum Siam

Jika dilihat sekilas, bangunan Museum Siam terlihat sangat klasik. Namun, apa yang disajikan di dalamnya berbeda dengan kesan klasik yang ditampilkannya.

Bangunan ini menyimpan koleksi benda-benda yang berhubungan dengan sains dan juga teknologi yang dimiliki oleh Thailand selama beberapa dekade terakhir.

Oh ya, museum yang buka dari pukul 10.00 dan tutup pada pukul 18.00 ini, mengharuskan Anda membayar sekitar 300 baht sebelum masuk. Namun jangan khawatir, harga yang dipatok setara dengan pengalaman yang akan Anda dapatkan.

Untuk sampai ke museum yang unik ini, Anda bisa menumpang Chao Phraya Express Boat menuju Rachini Pier. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 10 menit.

19. National Art Gallery

National Art Gallery dahulunya merupakan lokasi percetakan uang di masa pemerintahan Raja Rama V. Saat ini, bangunan kuno yang masih terawat dengan baik ini, digunakan sebagai museum seni yang menyimpan hasil karya seniman-seniman dari Thailand sejak abad ke-17.

Museum ini buka setiap hari, sejak pukul 09.00 dan tutup pada pukul 16.00. Lokasinya berada di Jalan Cao-Fa no.14 atau bersebelahan dengan Teater Nasional.

Untuk sampai ke kawasan ini disarankan untuk menggunakan Chao Phraya Express Boat dengan turun di Phra Atht Pier atau N13. Dari sana Anda bisa berjalan kaki, sebelum akhirnya tiba di museum dengan biaya tiket masuk sekitar 30 baht.

20. Pantip Plaza

Tempat wisata di Bangkok tidak hanya berkutat pada destinasi budaya dan sejarah saja. Bangkok juga menyimpan cukup banyak tempat menarik seperti Pantip Plaza yang menjadi lokasi jual beli barang elektronik dan perangkat lunak berharga murah.

Satu perangkat lunak biasanya dibanderol sekitar 100-150 baht saja, setelah mendapatkan diskon.

Selain mendapatkan perangkat lunak dengan harga yang cukup bersahabat. Anda juga bisa berburu aneka DVD murah. Aneka film dan musik dijual dengan harga yang juga murah meriah. Hati-hati, masuk ke Pantip Plaza dapat membuat Anda kalap mata dan akhirnya menguras dompet Anda.

Untuk bisa sampai ke kawasan ini, Anda bisa menggunakan BTS Chidlom atau tuk tuk. Setelah berhenti di Jalan Ratchadamri, Anda bisa berjalan sekitar 10 menit. Akses lain untuk mencapai tempat ini adalah dengan menggunakan taksi atau kapal motor.

Pantip Plaza buka dari pukul 10.00 dan tutup pada pukul 21.00. Pastikan Anda membawa banyak uang jika ingin membeli banyak barang.

21. Amphawa Floating Market

Amphawa Floating Market adalah pasar apung lain di kawasan Bangkok yang memberikan pengalaman berbelanja unik.

Anda bisa berkeliling dengan menyewa kapal, atau berada di pinggiran sungai untuk bersantai dan membeli sesuatu dari pedagang yang mengapung dengan perahunya selama berjam-jam sejak pagi hingga sore hari.

Yang paling khas dari kawasan Amphawa ini adalah hidangan masakan lautnya yang menggugah selera.

Dengan lokasi tidak begitu jauh dari muara sungai, banyak hasil laut segar yang bisa di masak di tempat, sehingga pengunjung bisa menikmatinya secara langsung.

Anda bisa mencoba olahan ikan khas Thailand yang nikmat di pinggiran sungai sambil berburu foto.

Saat terbaik untuk mengunjungi kawasan ini adalah pagi hari saat udara belum terlalu panas, atau sore hari saat kawasan ini sudah dipenuhi cahaya lampu.

Untuk sampai ke kawasan ini, disarankan untuk menggunakan bus dari Bangkok. atau kalau Anda tidak bermasalah dengan urusan uang, Anda bisa menggunakan taksi, namun biayanya bisa mencapai ratusan baht.

22. Kota Tua

Kota tua atau The Ancient City sebenarnya bukan kota tua peninggalan zaman kerajaan Siam dahulu kala. Kawasan dengan luas mencapai 129 hektare ini menyimpan setidaknya 116 monumen yang merepresentasikan sejarah Thailand dari masa ke masa.

Monumen yang dibangun di kawasan ini dibuat semirip mungkin dengan bangunan yang ada pada zaman raja besar seperti Rama I dan seterusnya.

Salah satu monumen yang paling terkenal di kawasan kota tua ini adalah Garden of The God. Di dalam taman yang cukup luas ini terdapat bangunan seperti tableau yang menceritakan tiga entitas besar Agama Hindu, yaitu Siwa, Wisnu, dan Brahma. Semuanya tersaji dengan sempurna sehingga Anda bisa mengamatinya satu per satu.

Untuk sampai ke kawasan Kota Tua ini, Anda harus menggunakan taksi karena lokasinya sedikit sulit dijangkau. Anda juga dapat menggunakan BTS Skytrain menuju kawasan On-Nut, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan taksi selama beberapa saat saja.

Kawasan monumen yang terletak di Samut Prakan ini, buka pada pukul 08.00-17.00 dengan biaya masuk sekitar 100 baht.

23. Assumption Cathedral

Awal penyebaran agama Katolik di negeri ini, berlangsung dari katedral yang cukup besar ini. Dibangun pertama kali pada abad ke-17, Katedral Assumption ini pernah hancur saat terjadi perang. Selanjutnya, pemugaran dilakukan lagi pada awal abad ke-20 hingga bisa bertahan tetap megah seperti sekarang.

Pengunjung yang datang ke kawasan ini bisa melakukan sejumlah aktivitas menarik, salah satunya berburu foto. Banyak tempat menarik di kawasan ini yang layak untuk diabadikan.

Selanjutnya, tempat ini juga bisa digunakan sebagai tempat ibadah bagi mereka umat beragama Katolik. Gereja ini buka setiap hari, jadi jangan khawatir jika sampai ke sini terlalu pagi atau malam.

Assumption Cathedral terletak di kawasan jalan Charoenkrung. Untuk bisa sampai ke kawasan ini, disarankan untuk menggunakan taksi saja.

Atau kalau Anda ingin menikmati sensasi meluncur di sungai, Anda bisa menggunakan Chao Phraya Express Boat dan turun di Oriental Pier atau N1. Dari sini Anda cukup berjalan kaki beberapa menit dan tiba di tempat paling bersejarah bagi masyarakat Katolik di Thailand ini.

24. Baan Bat

Sering melihat sekumpulan biksu Buddha yang keluar kuil dengan membawa bakul dari logam, lalu berjalan di pinggiran jalan? Ya, salah satu scene film di Thailand ini ada di Baan Bat, di mana setiap pagi, para biksu senior dan junior akan keliling perkampungan. Mereka akan membawa bakul yang akan diisi persembahan oleh warga setempat.

Setiap hari akan ada puluhan orang bersimpuh di pinggiran jalan. Mereka menunggu para biksu untuk keluar kuil dan menerima persembahan yang mereka berikan.

Biasanya penduduk memberi makanan seperti nasi atau buah yang bisa digunakan untuk makan para biksu di pagi hari atau mungkin sampai siang.

Di Bangkok, bahkan Thailand secara keluruhan, Baan Bat adalah satu-satunya tempat yang melangsungkan tradisi ini. Biksu sangat dihormati di sini, sehingga penduduk memberinya makan setiap hari meski tidak seberapa harganya.

Bagi penduduk, memberi persembahan kepada biksu akan membuat mereka mendapatkan keberkahan. Sementara itu, bagi para biksu, menerima berkah dari penduduk adalah sebuah kasih Tuhan yang tidak ada habisnya.

Baan Mat terletak di Soi Ban Baat atau sekitar Wat Saket. Anda bisa melihat tradisi yang sangat menarik ini atau ikut serta memberikan makanan pada biksu yang sedang lewat.

Untuk bisa sampai di kawasan ini, Anda bisa menggunakan taksi dari Bangkok dan menginap sementara di hotel sekitar Baan Bat. Pagi hari Anda bisa membeli makanan dan memberikannya kepada biksu yang berjalan di pinggiran jalan.

25. Museum Bank Thailand

Museum Bank Thailand adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika mengunjungi Bangkok. Terletak di alam Istana Bang Khunphrom, Anda bisa melihat cukup banyak koleksi dan juga evolusi uang dari zaman barter hingga zaman modern. Ada juga alat pertukaran sebelum uang. Uang pertama dan terbaru pun dipajang di museum ini, sehingga Anda bisa mempelajari sejarahnya dengan sempurna.

Koleksi barang dan juga uang di dalam museum ini diperoleh dari aset negara dan juga beberapa sumbangan penduduk.

Tidak hanya uang, Anda juga bisa melihat alat pertukaran barang dari abad pertama berupa gelas dan juga biji-bijian. Ada koin yang berasal dari Tiongkok hingga Kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatra, Indonesia.

Museum Bank Thailand buka dari Senin sampai Jumat, pukul 09.30 hingga 16.00.

Untuk sampai ke kawasan ini, disarankan menggunakan taksi karena waktu tempuhnya lebih cepat. Namun, kalau Anda tidak keberatan dengan kapal boat, silakan naik ke Pier terdekat dari Chao Phraya Express Boat dan turun di Thewej Pier atau N15, lalu berlanjut ke kawasan Istana Bang Khunphrom.

26. Bangkok Art and Culture Centre

Bangkok Art and Culture Center adalah salah satu tempat paling menarik untuk para penyuka seni dan juga budaya.

Setiap hari, beragam kesenian tradisional dipentaskan di sini secara bergantian, sehingga wisatawan tidak perlu pergi ke banyak tempat untuk menyaksikan pertunjukan asli dari Negeri Gajah putih yang termasyhur ini.

Oh ya, selain pertunjukan tradisional yang sangat memikat, kawasan ini juga kerap mementaskan teater dan juga film.

Di satu tempat, Anda bisa mendapatkan banyak hal dengan cepat dan mudah. Tidak heran kalau tempat ini selalu ramai setiap harinya oleh kunjungan turis, baik dalam negeri maupun luar negeri paling banyak dari Tiongkok dan Eropa.

Bangkok Art and Culture Museum buka setiap hari dan tutup pada hari senin. Kalau Anda ingin menikmati pertunjukan di sini, disarankan untuk melihat dulu jadwal yang ada, mulai pukul 10.00 hingga 21.00.

Untuk sampai ke sini disarankan menggunakan taksi dari pusat Kota Bangkok menuju kawasan Thung Kru.

27. Taman Benjakitti

Taman Benjakitti adalah lokasi nongkrong paling tepat jika berada di tengah kota Bangkok. Dengan luas mencapai 20 hektare, taman ini memiliki cukup banyak bagian yang bisa dieksplorasi.

Mulai dari kawasan taman dan hutan kota, hingga ke kawasan Ratchada yang jernih dan cocok dijadikan tempat berburu foto saat pagi dan sore hari.

Selain sebagai lokasi nongkrong yang asyik, bagian tengah taman ini juga memiliki air mancur yang cukup besar.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, terdapat tempat yang kerap mengadakan berbagai pertunjukan seni, seperti tarian, musik tradisional, hingga konser-konser dari penyanyi dan grup band dari kawasan Bangkok dan sekitarnya.

Kalau Anda sedang berada di Bangkok, sempatkan untuk mengunjungi kawasan yang buka dari pukul 05.00 hingga pukul 20.00 ini.

Untuk sampai ke sini, Anda bisa menggunakan MRT dan turun di Queen Sirikit Nasitional Convention Center. Dari sini Anda bisa berjalan sekitar 5 menitan sebelum sampai ke lokasi yang mengasyikkan ini.

28. Butterfly Garden & Insectarium

Butterfly Garden & Insectarium yang ada di Bangkok memiliki cukup banyak koleksi kupu-kupu dan serangga dari berbagai belahan dunia. Semuanya dimasukkan ke dalam taman dengan kubah menjulang, sehingga tidak ada yang bisa keluar.

Kalau Anda ingin merasakan wisata edukasi yang menarik di Bangkok, disarankan untuk datang ke sini, terutama saat musim panas saat banyak kupu-kupu keluar dari pupanya.

Kawasan taman dan insectarium ini memiliki semacam museum yang berisi banyak serangga awetan.

Anda bisa datang dan menyaksikan semua koleksi yang ada sebelum memutuskan untuk piknik di lapangan rumput berpohon besar yang terletak tidak jauh dari bangunan utama.

Harga tiket masuk ke tempat ini cukup mahal berkisar 800 baht. Namun, jangan khawatir, apa yang akan Anda dapatkan sebanding uang yang Anda keluarkan.

Ada banyak pengalaman dan pengetahuan berharga yang bisa didapatkan di tempat ini, khusunya bagi anak-anak.

Nah, kalau Anda ingin mencoba serunya bertualang di tempat ini, datanglah dengan menggunakan MRT, lalu turun di Chatuchak Park Subway. Atau Anda bisa menggunakan BTS dan turun di Mochit.

29. Museum Corrections

Setelah Museum Forensik yang telah dibahas pada poin sebelumnya, ada lagi museum yang menyajikan kengerian yang nyaris sama.

Meski Anda tidak akan menemui spesimen tubuh manusia, di bangunan yang pernah dijadikan penjara ini, Anda akan menemukan sensasi ngeri yang lebih besar.

Sebagian besar bangunan ini dilarang untuk difoto karena banyak adegan ngeri yang ditampilkan. Banyak patung atau boneka yang diseting mirip sekali dengan hukuman orang-orang di masa lalu. Ada yang digantung, ditancapkan ke benda tajam, hingga di masukkan ke dalam alat mirip bola sepak takraw raksasa.

Bagi Anda yang memiliki keberanian, dipersilakan untuk mengunjungi tempat ini, dari senin hingga jumat, pada pukul 09.00 hingga 17.00.

Biaya masuk ke kawasan ini gratis. Namun demikian, Anda bisa memberikan donasi untuk perawatan dan membayar penjaga.

Adapun untuk sampai ke tempat ini, Anda bisa datang ke Taman Romaninart dengan taksi atau kendaraan umum lainnya.

30. Kebun Binatang Dusit

Kebun Binatang Dusit adalah kebun binatang tertua di Bangkok yang memiliki cukup banyak koleksi hewan dari dalam dan luar negeri. Setidaknya ada sekitar 1.600 hewan dari Thailand dan mancanegara yang ada di sini, termasuk rusa albino dan harimau bengal albino yang sangat langka.

Kebun binatang yang memiliki luas 20 hektare ini, hanya menampilkan hewan yang dirawat dengan baik.

Untuk menarik pengunjung, terutama anak-anak, pengelola juga menyediakan fasilitas tempat bermain yang cukup luas, sehingga mereka akan betah berlama-lama di kebun binatang yang menjadi kebanggaan Kota Bangkok ini.

Untuk sampai ke kawasan Kebun Binatang Dusit yang buka dari pukul 08.00-18.00 ini, Anda bisa menggunakan taksi menuju kawasan Jalan Rama V.

Dari sana, Anda bisa berjalan kaki sebentar untuk tiba di kebun binatang. Tiket masuk ke kawasan ini cukup terjangkau. Pengunjung dewasa hanya diminta membayar 100 baht dan anak-anak 50 baht.

31. Pak Khlong Talad

Pak Klong Talad adalah pasar bunga dan tumbuhan paling besar di Bangkok. Setiap hari ada bertruk-truk bunga diturunkan di sini untuk dijual. Apakah sebagai hadiah, ucapan selamat atau duka cita, atau dekorasi acara-acara tertentu, seperti misalnya pernikahan atau acara keagamaan.

Pasar bunga ini buka selama 24 jam. Anda bisa membeli aneka bunga atau sekadar melihat-lihat saja. Puluhan kios berjajar menjajakan aneka bunga dengan harga yang cukup murah. Tidak heran kalau pasar bunga ini selalu jadi tujuan banyak orang dari Bangkok dan kota sekitarnya.

Kalau Anda ingin sampai di kawasan ini, disarankan menggunakan taksi atau tuk tuk saja. Mintalah kepada sopir untuk membawa Anda ke kawasan jalan Chak Phet tidak jauh dari Memorial Bridge.

Oh ya, meski buka selama 24 jam, disarankan untuk datang pukul 04.00-06.00, saat banyak bunga baru diturunkan dari kendaraan. Di siang hari kawasan ini cukup sepi dan bunga yang dijual hanya yang standar saja, seperti mawar.

32. House of Museums

Tempat wisata di Bangkok selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah House of Museums. Museum yang sangat unik ini dibangun oleh Anek Bawikmool yang ingin mengoleksi dan mengabadikan apa pun, yang berkaitan dengan rumah.

Bawikmool mendesain setiap ruangan yang ada dengan tema tahun tertentu, dan melengkapinya dengan benda autentik yang ada di masa tersebut.

Selain menyimpan benda-benda yang berasal dari dalam rumah, Anda juga bisa mendapatkan aneka poster film Thailand dari masa ke masa, mainan anak dari masa lalu, hingga koleksi buku yang cukup banyak.

Masuk ke dalam museum ini akan membuat siapa saja, khususnya warga Thailand bernostalgia.

Kalau Anda ingin mengetahui seperti apa uniknya museum ini, datanglah kapan saja, kecuali hari senin pada pukul 10.00-17.00. Tiket masuk ke museum ini cikup murah, yaitu sekitar 40 baht, Bahkan anak-anak yang tingginya di bawah 120 cm tidak dikenakan biaya alias gratis.

33. Museum Mobil Jesada

Suka dengan tempat wisata yang menarik dan gratis? Datanglah ke Museum Mobil Jesada yang dibangun pertama kali pada tahun 1997. Setelah mengumpulkan mobil selama 10 tahun, museum ini mulai dibuka untuk umum, khususnya untuk para pencinta otomotif langka yang berasal dari berbagai belahan dunia, seperti Eropa dan Amerika.

Sebagian besar koleksi mobil yang ada di sini dibeli sendiri oleh Jesada Deshsakulrith. Mobil-mobil dengan harga tinggi tetap dibeli hingga saat ini.

Ada sekitar 500 unit mobil yang dipajang dalam ruangan yang megah. Berbagai merek mobil, seperti BMW, Benz, dan tuk tuk pun ada dan tersimpan rapi di tempat ini.

Museum Mobil Jesada buka setiap hari, kecuali senin mulai pukul 09.00 hingga 17.00. Untuk sampai ke sana, Anda harus datang ke kawasan Nakorn Pathom yang mudah diakses dengan bus kota.

34. La Lanta Fine Art

Penyuka seni lukis dan hal terkait lainnya? Datanglah ke kawasan La Lanta Fine Art. Di bangunan yang memiliki desain minimalis ini, puluhan pelukis muda dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Jepang, Denmark, Inggris, hingga Amerika, memamerkan karya terbaiknya.

Selain memajang karya lukis, tempat yang buka setiap hari, selain Senin pukul 10.00-19.00 ini, juga memiliki program bimbingan. Banyak anak-anak diajari melukis dengan baik oleh tentor yang ahli.

Kalau Anda ingin menyaksikan koleksi lukisan-lukisan indah di Bangkok, naiklah taksi atau BTS dan turunlah di Stasiun Prompong exit 5.

35. Papaya Vintage

Tempat terakhir yang harus Anda kunjungi ketika bertandang ke Bangkok adalah Papayan Vintage. Di tempat yang difungsikan sebagai toko barang antik ini, Anda bisa mendapatkan hal-hal unik dan kadang aneh.

Aneka mainan, miniatur superhero, hingga perabot rumah tangga, hadir dan dijual dengan harga cukup murah.

Kalau Anda ingin membeli sesuatu yang unik dari segi bentuk dan fungsinya. Silakan datang ke kawasan Jalan Lat Pharo. Lokasi ini bisa diakses dari Bangkok menggunakan taksi atau kendaraan umum seperti tuk tuk.

Inilah rekomendasi tempat wisata di Bangkok yang bisa Anda pertimbangkan untuk dikunjungi. Semoga bisa memberikan tambahan inspirasi dalam mengatur rencana perjalanan ke Negeri Gajah Putih tersebut. Selamat Berpelesir!

Baca Juga : 40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan – Gudangnya tempat wisata indah bukan hanya Pulau Bali. Lombok yang lokasinya bersebelahan dengan Bali memiliki tempat-tempat yang tidak kalah menarik untuk ditelusuri. Tidak heran, kalau saat ini popularitas Lombok di mata para wisatawan meningkat drastis.

Pulau Lombok yang masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat terbagi menjadi lima wilayah pemerintahan, yakni:

  • Pemerintah Kota Mataram
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Utara
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Timur

Masing-masing wilayah tersebut memiliki tempat-tempat yang menarik dan punya keunikan tersendiri. Sangat wajar kalau seorang wisatawan tidak pernah bosan saat berkunjung ke Lombok. Nah, berikut ini adalah daftar 40 tempat wisata di Lombok berdasarkan wilayahnya:

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Kota Mataram kerap menjadi persinggahan utama kala di Pulau Lombok. Berikut ini adalah deretan tempat wisata yang bisa dikunjungi di wilayah Kota Mataram:

1. Kota Tua Ampenan

Saat berada di Lombok, Anda berkesempatan untuk menyaksikan keberadaan gedung-gedung tua yang memiliki arsitektur klasik. Lokasinya di Kota Tua Ampenan yang dulu sempat dikenal sebagai kota paling ramai dan merupakan kota pelabuhan utama di Lombok. Buktinya pun terpampang jelas, dengan keberadaan gedung-gedung tua yang hingga kini masih berdiri di tempat wisata ini.

Kalau ingin menyaksikan suasana Kota Tua Ampenan, tidak terlalu sulit. Tempat wisata Kota Tua Ampenan yang merupakan bagian dari wilayah Kota Mataram bisa dijangkau dari Pelabuhan Lembar pelabuhan yang menghubungkan Padangbai Bali dengan Lombok. Perjalanan dari Lembar menuju ke sini tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu perjalanan selama 1 jam.

Sebagai tambahan, Kota Tua Ampenan juga kerap menjadi persinggahan bagi para wisatawan. Alasannya, karena di sini tersedia beragam pilihan hotel murah. Selain itu, akses transportasi dari Ampenan menuju berbagai tempat wisata di Lombok juga bisa dijumpai dengan mudah.

2. Pura Taman Mayura

Suasana yang klasik tidak hanya bisa dijumpai di Kota Tua Ampenan. Variasi lainnya, Anda bisa pula memilih berkunjung ke tempat wisata Pura Taman Mayura yang berada di Cakranegara. Kawasan ini memang dikenal sebagai area bersejarah di Kota Mataram. Utamanya, karena tempat ini adalah koloni dari Kerajaan Karangasem Bali.

Pura Taman Mayura pun merupakan salah satu peninggalan dari Raja Anak Agung Made Karangasem dari Kerajaan Karangasem Bali. Bangunan yang didirikan pada tahun 1744 ini memiliki desain arsitektur yang indah. Tidak heran kalau banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata seluas 3 hektare ini.

Anda bisa berangkat ke tempat wisata ini dari pusat Kota Mataram menggunakan angkutan umum atau taksi. Untuk masuk ke area taman, para pengunjung dikenakan tarif masuk yang murah, yakni Rp5.000,00 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk jasa pemandu wisata yang disediakan oleh pihak pengelola Pura Taman Mayura.

3. Pura Meru

Sempat menjadi wilayah dari Kerajaan Karangasem Bali, penganut agama Hindu di Lombok cukup tinggi. Hal itu terlihat dari keberadaan tempat wisata Pura Meru yang ada di Cakranegara yang merupakan pura terbesar yang ada di Lombok. Usianya pun sudah tua, dibangun pada abad ke 18.

Para wisatawan yang datang ke tempat wisata ini bisa menyaksikan keunikan desain arsitektur pura. Pada saat melintasi jalanan, Anda akan dihadapkan dengan keberadaan tiga meru bertingkat yang dibuat dengan menggunakan atap dari bahan ijuk.

4. Mataram Mall

Kalau ingin mencari lokasi belanja yang nyaman di Lombok, lokasi yang bisa dituju adalah Mataram Mall. Pusat perbelanjaan yang satu ini terletak di Jl. Pejanggik, Cakranegara, Kota Mataram. Di tempat wisata ini, Anda akan menemukan keberadaan dua bangunan, yakni Mataram Mall 1 dan Mataram Mall 2 yang bisa menjadi lokasi belanja berbagai jenis barang.

Daftar Tempat wisata di Kabupaten Lombok Barat

Kabupaten Lombok Barat juga memiliki tempat-tempat wisata menarik di Lombok. Berikut ini adalah deretan destinasi wisata populer di Lombok Barat:

5. Pantai Senggigi

Sejak dulu, Pantai Senggigi dikenal sebagai tempat wisata paling populer di seantero Lombok. Pantai ini berjarak sekitar 50 Km dari Pelabuhan Lembar. Sebagai sebuah kawasan wisata yang dikenal luas, fasilitas penunjang bisa dijumpai dengan mudah di sini. Mulai dari keberadaan hotel murah, sarana transportasi, jasa pemandu wisata, penyewaan alat-alat snorkeling , dan lain-lain.

Tempat wisata ini pun selalu ramai oleh para pengunjung, baik siang ataupun malam hari. Terlebih, ada deretan hotel-hotel mewah sepanjang pantai. Mereka yang berkunjung ke tempat ini tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga para turis mancanegara. Maklum saja, tempat ini memang kerap disebut sebagai pelopor yang mengenalkan wisata Indonesia di dunia internasional.

6. Pura Batu Bolong

Kalau berada di kawasan Senggigi, Anda tidak hanya bisa menyaksikan keindahan Pantai Senggigi. Tempat wisata Pura Batu Bolong juga sayang untuk dilewatkan. Pura ini memiliki suasana yang mirip dengan Tanah Lot di Bali, terutama karena lokasinya yang ada di tepi pantai. Sebagai tambahan, pura ini memiliki ciri khas pada keberadaan batu berlubang yang ada di area pura.

Untuk masuk ke tempat wisata ini, para pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp20.000,00 per orang. Momen terbaik yang bisa dirasakan ketika datang ke tempat ini adalah pada sore hari menjelang matahari terbenam. Pada saat itu, kesan eksotis akan Anda dapatkan—pemandangan pura dengan latar belakang langit berwarna jingga.

7. Pantai Sekotong

Pantai Sekotong bisa menjadi pilihan tempat wisata menarik berikutnya di Pulau Lombok. Pantai yang berjarak 60 Km dari pusat Kota Mataram ini memiliki keindahan yang membuat siapa pun terpukau. Terlebih, pantai ini merupakan pantai yang dikeliling oleh area perbukitan, membuatnya jadi lokasi yang bersih dan jarang terjamah tangan manusia.

Beragam aktivitas bisa dilakukan di tempat wisata ini. Airnya yang jernih, bakal mengundang Anda untuk menyelami keindahan alam bawah lautnya. Selain itu, Anda bisa pula mengajak anggota keluarga atau teman rombongan untuk berkeliling belasan pulau kecil yang lokasinya berdekatan dengan Pantai Sekotong. Mulai dari Gili Asahan, Gili Layar, Gili Tangkong, Gili Gede, Gili Sudak, Gili Nanggu, dan lain-lain.

8. Gili Sudak

Pulau indah di Lombok bukan hanya Gili Trawangan, Gili Meno, ataupun Gili Air. Gili Sudak dan Gili Kedis kini telah menjelma menjadi tempat wisata yang banyak dilirik oleh wisatawan. Terutama karena kedua tempat yang berlokasi di Sekotong Tengah, Lombok Barat ini menyuguhkan suasana seperti sebuah pulau pribadi.

Di tempat wisata Gili Sudak, Anda akan menyaksikan hamparan pasir putih yang menyelimuti seisi pulau. Pemandangan itu akan dihiasi oleh keberadaan deretan pohon cemara. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menyaksikan keindahan alam bawah laut yang penuh dengan keragaman hayati.

Perjalanan ke tempat wisata ini juga tidak terlalu sulit. Anda hanya butuh menempuh jarak antara Mataram dan Sekotong Tengah yang bisa dilalui selama 1 jam perjalanan. Setelah itu, perjalanan diteruskan dengan naik perahu motor yang berkapasitas untuk enam orang. Sampailah Anda di Gili Sudak.

9. Gili Kedis

Gili Kedis menyuguhkan suasana yang jauh lebih menarik dibandingkan Gili Sudak. Terutama, karena tempat wisata ini merupakan sebuah pulau yang berukuran lebih kecil dibandingkan dengan Gili Sudak. Bahkan, untuk berkeliling pulau bisa dilakukan dalam waktu yang singkat, hanya 7 menit.

Karena ukurannya yang kecil, tentu Anda tidak akan bisa menemukan fasilitas apa pun di pulau ini. Oleh karena itu, kalau ingin berlama-lama di tempat wisata ini, Anda harus menyiapkan perbekalan terlebih dulu. Sebagai sarana menginap, Anda bisa menemukannya di Gili Sudak.

10. Hutan Wisata Sesaot

Kalau Anda adalah tipe orang yang lebih suka dengan suasana alami di tengah hutan, Lombok Barat memiliki pilihannya. Tempat wisata tersebut adalah Hutan Wisata Sesaot yang terletak di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Tempat wisata ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berlibur bersama keluarga. Anda bisa mengajak anak untuk berkemah di tengah hutan. Jangan khawatir, Anda tidak akan sendiri. Pada musim liburan, Hutan Wisata Sesaot kerap menjadi lokasi aktivitas outbond.

Tidak hanya itu, tempat wisata ini juga memberikan tempat yang menarik bagi anak untuk melihat keindahan alam secara langsung. Terlebih, terdapat mata air segar yang bersumber dari Gunung Rinjani di tempat ini. Tidak hanya itu, anak-anak juga bisa belajar secara langsung dari masyarakat Suku Sasak yang tinggal di Desa Sesaot.

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Lombok Utara kerap menjadi persinggahan utama para wisatawan. Alasan utamanya, karena di sini merupakan lokasi dari Gili Trawangan. Namun, apakah hanya ada tempat wisata Gili Trawangan di sini? Berikut ini adalah daftar lokasi wisata populer di Lombok Utara:

11. Gili Trawangan

Tempat wisata pertama yang kerap menjadi lokasi liburan di Lombok adalah Gili Trawangan. Pulau yang satu ini menawarkan beragam aktivitas wisata. Anda bisa menyaksikan keindahan alam bawah laut yang memukau, hamparan pasir putih yang luas, ataupun pemandangan matahari terbenam yang mengagumkan.

Kalau mau, Anda juga bisa mencoba untuk berkunjung ke dua pulau kecil lain yang lokasinya berdekatan dengan Gili Trawangan, yakni Gili Air dan Gili Meno. Kalau Gili Trawangan menjadi lokasi yang ramai dan kerap dilaksanakan pesta tepi pantai, Gili Meno dan Gili Air punya suasana yang lebih tenang.

Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk bisa berlibur di tempat wisata ini. Akses transportasi bisa dilakukan dengan mudah dari Pelabuhan Bangsal atau bisa pula dari Padang Bai di Bali. Untuk tempat menginap, Anda bisa menemukan keberadaan hotel-hotel murah di sini. Dengan kisaran harga mulai dari Rp200 ribuan per malam.

12. Gili Air

Gili Air merupakan sebuah pulau kecil yang berada satu gugus dengan Gili Trawangan dan Gili Meno. Karena ukurannya yang kecil, Anda pun bisa mengelilingi tempat wisata ini dengan berjalan kaki hanya dalam waktu 90 menit. Anda juga tidak perlu khawatir tersesat, karena jalan setapak yang ada di pulau ini semuanya mengarah ke tepi pantai.

Akses menuju ke tempat wisata ini bisa dilakukan dari berbagai tempat. Mulai dari Gili Trawangan, Pelabuhan Bangsal, Pantai Senggigi, ataupun Pantai Padang Bai di Bali. Hanya saja, durasi keberangkatan kapal menuju ke Gili Air lebih rendah dibandingkan dengan jadwal kapal ke Gili Trawangan.

13. Gili Meno

Pulau ketiga yang masuk dalam gugusan Kepulauan Gili di Lombok adalah Gili Meno. Dibandingkan dengan Gili Air dan Gili Trawangan, Gili Meno merupakan pulau yang paling sepi. Terutama, ukuran tempat wisata ini juga lebih kecil dibandingkan dengan kedua gili lain dengan jumlah penduduk kurang lebih hanya 400 orang.

Meski begitu, Anda tetap bisa menemukan keberadaan penginapan di tempat wisata ini. Tarif menginapnya juga tidak terlalu mahal, mulai dari Rp100 ribu per malam. Mengenai sarana transportasi, Anda bisa menuju ke Gili Meno dari berbagai tempat. Mulai dari Gili Air, Gili Trawangan, Pelabuhan Bangsal, Pantai Senggigi, ataupun dari Pantai Amed di Bali.

14. Pelabuhan Bangsal

Pelabuhan yang satu ini merupakan pintu gerbang utama menuju ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air dan bisa ditempuh sekitar 40 menit perjalanan dari Pantai Senggigi. Dari sini, para wisatawan bisa menemukan kapal feri yang berangkat secara rutin menuju ketiga tempat wisata tersebut. Tarif menyeberang dari Bangsal menuju ketiga gili tersebut pun cukup murah, tidak sampai Rp20 ribu per orang.

Namun, jadwal keberangkatan kapal untuk masing-masing gili memiliki perbedaan. Kapal menuju Gili Trawangan bisa dijumpai mulai dari pukul 8.00 hingga 17.00 WITA. Sementara untuk ke Gili Meno, tersedia pada pukul 09.00 – 14.00 WITA. Terakhir kalau ingin merasakan ketenangan di Gili Air, kapalnya berangkat pada rentang 08.00 – 11.00 WITA.

15. Air Terjun Tiu Teja

Air Terjun Tiu Teja merupakan tempat wisata baru yang ada di Lombok Utara. Keberadaannya memang cukup tersembunyi, tertutup oleh hutan belantara di lereng Gunung Rinjani. Tidak heran kalau wisatawan kurang begitu mengetahui tempat ini. Keunikan utama dari wisata alam terbaru ini adalah pada bentuknya yang berupa air terjun kembar.

Tidak terlalu sulit kalau ingin menyaksikan keindahan tempat wisata ini. Lokasinya berada di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Jika ingin ke tempat ini, Anda perlu menempuh perjalanan sekitar 60 km dari Kota Mataram, dengan waktu tempuh mencapai 2 jam. Namun, lamanya perjalanan itu akan terobati oleh keindahan air terjun berjuluk air terjun pelangi ini.

16. Pantai Tebing

Di Lombok Utara, Anda juga akan menemukan keberadaan pantai yang unik di Pantai Tebing. Pantai ini merupakan tempat wisata yang baru-baru ini populer di kalangan wisatawan lokal. Keberadaan tebing sepanjang 50 meter menjadi ciri khas dari pantai ini. Para wisatawan yang datang pun kerap berfoto dengan latar belakang tebing tersebut.

Lokasi tempat wisata ini berada di Dusun Luk, Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga. Masyarakat sekitar, lebih mengenal pantai ini dengan nama Pantai Luk. Akses menuju ke tempat ini tidak terlalu sulit. Bisa dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum.

Kalau naik kendaraan pribadi, Anda perlu menempuh perjalanan sejauh 42 Km dari Kota Mataram. Sementara itu, kalau ingin naik kendaraan umum ke tempat wisata ini, bisa menuju ke Terminal Mandalika. Di sana, akan tersedia angkutan umum menuju ke Pantai Tebing dengan tarif Rp25.000,00 per orang.

17. Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Sendang Gile di Senaru

Berkunjung ke Desa Senaru yang ada di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Anda akan bisa menyaksikan dua air terjun indah, yakni Air Terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile. Kedua tempat wisata alam ini sama-sama memiliki pemandangan yang indah dan menyegarkan mata.

Berkunjung ke kedua air terjun ini, Anda akan merasakan suasana yang sejuk. Terutama, karena tempat wisata ini berada di pada ketinggian 600 mdpl. Menariknya, air yang ada di kedua air terjun ini dipercaya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit, lo. Meski, untuk kebenarannya belum ada pembuktian secara ilmiah.

Desa Senaru yang menjadi lokasi dari kedua tempat wisata alam ini berjarak sekitar 60 Km dari Kota Mataram. Perlu diketahui, tidak ada kendaraan umum yang melayani jalur transportasi menuju ke sini. Jadi, solusinya hanya menggunakan kendaraan pribadi. Sesampainya di Desa Senaru, Anda masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih selama 30 menit.

18. Pantai Nipah

Berada tidak jauh dari Pantai Senggigi, Pantai Nipah bisa menjadi tempat wisata yang masuk dalam daftar kunjungan Anda di Lombok. Dari Senggigi, Anda hanya butuh waktu perjalanan selama 20 menit. Perjalanan pun akan terasa menyenangkan, karena ditemani oleh pemandangan area bukit yang hijau.

Di tempat wisata ini, Anda juga akan merasakan suasana yang jauh berbeda dengan Pantai Senggigi. Kalau di Senggigi suasananya sangat ramai, Pantai Nipah merupakan pantai yang sepi pengunjung. Pemandangan yang ada di tempat ini juga tidak kalah indahnya.

Seperti halnya di Pantai Senggigi, Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan di Pantai Nipah. Menariknya lagi, Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk tiket masuk ke tempat wisata ini. Cukup bayar tarif parkir kendaraan, maka Anda bisa bebas beraktivitas di area pantai.

19. Air Terjun Kerta Gangga

Satu lagi tempat wisata air terjun yang indah di Pulau Lombok, yakni Air Terjun Kerta Gangga. Air terjun ini berlokasi di Dusun Kerta yang masuk dalam wilayah Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara . Menariknya, Anda tidak hanya bisa menyaksikan keindahan satu air terjun, tapi tiga air terjun sekaligus.

Di tempat wisata ini, memang terdapat tiga air terjun. Ketiganya masing-masing disebut dengan nama Air Terjun Kerta Gangga 1, 2, dan 3. Anda pun bisa berkesempatan untuk mandi di ketiga air terjun tersebut. Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena kolam di air terjun ini cukup dalam, mencapai 2 m.

Tiket masuk ke area tempat wisata ini cukup murah. Anda hanya dikenakan biaya sebesar Rp5.000,00 per orang. Tarif tersebut sudah termasuk biaya parkir kendaraan.

40 Tempat Wisata di Lombok Yang Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Kabupaten Lombok Tengah menjadi wilayah yang penuh dengan tempat wisata menarik. Berikut ini adalah beberapa daftar lokasi wisata populer yang ada di Lombok Tengah:

20. Pantai Kuta Lombok

Pantai Kuta Lombok yang terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut berjarak kurang lebih 50 Km dari Kota Mataram, bisa menjadi pilihan tempat menghabiskan waktu liburan berikutnya. Pantai ini berada di pesisir selatan Pulau Lombok dan lokasinya berdekatan dengan tempat-tempat wisata, di antaranya adalah Pantai Tanjung Aan, Desa Sade, Pantai Seger, Pantai Selong Belanak, ataupun Pantai Putri Nyale.

Tempat wisata yang satu ini memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Pantai Kuta Bali. Anda akan menemukan pantai dengan hamparan pasir putih yang bersih dan luas di sini. Bayangkan saja, Pantai Kuta Lombok ini punya garis pantai yang sangat panjang, mencapai 7,2 Km. Selain itu, air laut di tempat ini juga bersih, seolah mengundang siapa pun untuk menceburkan diri ke dalamnya.

21. Pantai Seger

Kalau masih belum puas dengan keindahan Pantai Kuta Lombok, Anda juga bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Seger. Tempat wisata yang satu ini lokasinya berdekatan dengan Pantai Kuta Lombok. Anda hanya perlu melanjutkan perjalanan ke arah timur sejauh 4 Km. Di sini, Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang mengagumkan dari atas bukit.

Selain memiliki pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan, pantai ini kerap menjadi lokasi olahraga selancar favorit. Dengan ombaknya yang tinggi, para peselancar bisa merasakan keseruan tersendiri di tempat wisata ini. Untuk masuk ke area pantai, Anda juga tidak perlu membayar mahal, hanya dikenakan biaya parkir kendaraan sebesar Rp10 ribu.

22. Pantai Putri Nyale

Tidak jauh dari Pantai Seger, Anda juga bisa menyempatkan datang ke Pantai Putri Nyale. Jarak tempat wisata ini hanya selemparan batu dari Pantai Seger. Selain itu, pantai ini juga memiliki hamparan pasir yang indah. Dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Lombok, suasana di pantai ini relatif lebih sepi. Cocok bagi Anda yang tidak suka dengan keramaian.

Satu hal yang menjadi ciri khas dari tempat wisata Pantai Putri Nyale ini adalah cerita legenda Putri Mandalika. Bahkan, untuk menggambarkan legenda tersebut, terdapat Monumen Putri Nyale yang berada di pinggir pantai. Selain itu, di sini juga terdapat tradisi unik yang disebut dengan Bau Nyale.

Dalam tradisi ini, masyarakat akan berlomba-lomba mencari binatang laut yang bentuknya mirip cacing—oleh masyarakat disebut dengan nyale. Konon, cacing nyale tersebut merupakan jelmaan Putri Mandalika yang memilih terjun ke tengah laut daripada harus dipersunting oleh pangeran.

23. Desa Sade

Tempat wisata berikutnya yang berada tidak jauh dari Desa Kuta adalah Desa Sade. Di sini, Anda akan bisa menyaksikan secara langsung kehidupan Suku Sasak yang dikenal sebagai penduduk asli Pulau Lombok. Masyarakat yang tinggal di Desa Sade pun masih terus berusaha untuk melestarikan budaya yang diturunkan secara turun temurun.

Di desa yang berjarak sekitar 6 Km dari Desa Kuta ini, Anda bisa menyaksikan keberadaan rumah-rumah tradisional milik penduduk. Mereka masih menggunakan bahan-bahan tradisional untuk pembangunan rumah, mulai dari tiang kayu, atap dari alang-lang kering, hingga dinding dari bambu.

Ada hal menarik lain yang bisa dijumpai di tempat ini, terutama terkait kebiasaan warga Desa Sasak dalam memanfaatkan kotoran kerbau. Kotoran tersebut mereka gunakan sehari-hari untuk membersihkan rumah. Dalam kepercayaan masyarakat di tempat wisata ini, kotoran kerbau berguna untuk mengusir serangga dan serangan magis.

24. Pantai Tanjung Aan

Perjalanan menyusuri pantai-pantai indah di sekitar Desa Kuta masih belum usai. Anda bisa pula menyaksikan keindahan Pantai Tanjung Aan yang dikelilingi oleh area perbukitan. Salah satunya adalah Bukit Merese yang merupakan tempat wisata terkenal lainnya di Pulau Lombok. Untuk menjangkau pantai ini, Anda hanya butuh melanjutkan perjalanan selama 12 menit dari Pantai Seger.

Pantai Tanjung Aan merupakan pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Keunikan utama yang dipunyai Tanjung Aan adalah pada struktur pasirnya. Berbeda dengan pantai lain, pasir Pantai Tanjung Aan memiliki ukuran yang cukup besar, seperti merica. Selain itu, Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas di tempat wisata ini, mulai dari berenang, snorkeling, selancar, ataupun sekadar menyaksikan pemandangan dari tepi pantai.

25. Bukit Merese

Berkunjung ke Kuta Lombok, Anda juga tidak boleh melewatkan keberadaan Bukit Merese. Tempat wisata ini berdekatan dengan Pantai Tanjung Aan dan akses masuknya bisa dilewati baik oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat. Sesampainya di atas bukit, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan yang memukau siapa saja. Bahkan, tidak sedikit yang menyebut pemandangan di sini bak pemandangan di negeri lain.

Dari padang rumput atas bukit ini, Anda akan bisa menjumpai keberadaan kerbau yang tengah mencari makan. Selain itu, Anda dapat pula menyaksikan pemandangan Pantai Tanjung Aan dari ketinggian. Namun, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Anda hanya bisa bersantai sembari berburu foto instagrammable atau menunggu kedatangan waktu matahari terbenam.

26. Pantai Selong Belanak

Tempat wisata yang mengagumkan berikutnya di Lombok adalah Pantai Selong Belanak. Pantai yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Lombok Tengah ini berada 19 Km ke arah barat dari Pantai Kuta Lombok dan berada pada satu jalur perjalanan. Akses menuju ke tempat ini cukup mudah. Bisa ditempuh dalam waktu 30 menit perjalanan dari Bandara Internasional Lombok.

Tempat wisata ini ibarat sebuah pantai yang tersembunyi, diapit oleh dua bukit. Pantai Selong Belanak memiliki garis pantai yang cukup panjang, mencapai 1 Km. Pasir pantai lembut serta ombak yang tidak terlalu besar menjadi pemandangan yang menyegarkan di sini. Mereka yang datang ke sini pun biasanya tidak melewatkan kesempatan untuk belajar selancar. Terlebih, ada fasilitas penyewaan papan sekaligus kursus selancar.

27. Air Terjun Benang Kelambu

Air Terjun Benang Kelambu di kaki Gunung Rinjani juga menjadi pilihan tempat wisata alam yang menarik untuk didatangi. Terutama bagi yang suka foto narsis untuk diunggah ke Instagram. Foto dengan latar belakang air terjun yang memiliki bentuk seperti tirai ini akan sangat menarik.

Air terjun yang berlokasi di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah ini memang punya pemandangan indah. Sejatinya, air terjun pada tempat wisata ini berasal dari beberapa mata air. Namun, karena keberadaan mata air tersebut tertutup oleh tumbuhan yang rimbun, terlihat seperti kelambu.

Selain itu, ada keunikan lain yang bisa dijumpai di tempat wisata ini. Air Terjun Benang Kelambu ini merupakan air terjun yang punya tiga tingkat. Tingkat pertama memiliki ketinggian 30 meter. Sementara air terjun tingkat kedua dan ketiga masing-masing 10 meter dan 5 meter.

28. Pantai Semeti

Pantai Semeti menjadi pantai tersembunyi yang menarik untuk dijelajahi di Lombok Tengah. Karena lokasinya yang memang susah dijangkau tersebut, tidak heran kalau tempat wisata ini masih berupa sebuah pantai yang perawan dan masih sepi pengunjung.

Di tempat wisata Pantai Semeti ini, Anda benar-benar bisa menyaksikan keindahan alam yang mengagumkan. Tidak perlu berenang ke dalam laut untuk bisa menyaksikan keragaman biota laut di sini. Anda cukup berjalan di tepi pantai dan menyaksikan suguhan pemandangan di akuarium alami yang ada di sana.

Keberadaan batu-batu karang di tepi pantai memang membentuk beberapa akuarium alami yang bisa disaksikan secara langsung. Di situ, Anda akan menyaksikan keberadaan hewan-hewan laut yang berenang bebas.

Tempat wisata Pantai Semeti ini berlokasi di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Berjarak kurang lebih 60 Km yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Kota Mataram. Selain itu, pantai ini juga berdekatan dengan Pantai Selong Belanak, kurang lebih 5 Km.

29. Batu Payung

Satu lagi tempat wisata pantai yang menjadi lokasi foto favorit para wisatawan, yaitu Pantai Batu Payung. Di tempat ini, Anda akan bisa menjumpai batu karang besar yang bentuknya seperti payung sehingga oleh masyarakat setempat disebut dengan nama Pantai Batu Payung.

Hanya saja, selain keberadaan batu besar tersebut, tempat wisata ini tidak memiliki daya tarik lain. Anda tidak akan mendapati hamparan pasir putih yang lembut di sini. Pantai ini merupakan pantai yang memiliki struktur batu karang. Mayoritas wisatawan yang datang ke tempat ini, menghabiskan waktunya untuk foto bersama dengan latar belakang batu berbentuk payung.

Tidak begitu sulit untuk menjangkau tempat wisata ini. Pantai Batu Payung lokasinya berdekatan dengan Pantai Tanjung Aan. Dari Tanjung Aan, Anda hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 30 menit untuk bisa sampai ke tempat ini.

Daftar Tempat wisata di Kabupaten Lombok Timur

Berada di ujung timur Pulau Lombok, tidak menjadikan Kabupaten Lombok Timur sebagai wilayah yang minim tempat wisata . Bahkan, di sini para wisatawan bisa menjumpai keberadaan destinasi wisata yang beragam. Berikut ini adalah deretan lokasi wisata terkenal di Lombok Timur:

30. Taman Nasional Gunung Rinjani

Bagi yang doyan bertualang, Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi tempat wisata yang cocok. Di sini terdapat Gunung Rinjani yang merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia—setelah Gunung Kerinci. Tidak lupa, Anda juga bisa menyaksikan keindahan Segara Anak yang berada di kaldera Gunung Rinjani.

Kalau Anda ingin mendaki Gunung Rinjani, terlebih dulu harus melakukan pemesanan kepada pihak pengelola tempat wisata ini. Bisa secara langsung menuju kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di alamat Jl. Arya Banjar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram. Terdapat dua pintu masuk jalur pendakian, yakni Pintu Masuk Sembalun dan Pintu Masuk Senaru.

31. Desa Sembalun

Desa Sembalun yang berjarak 90 Km dari Kota Mataram tidak hanya menjadi lokasi pintu masuk jalur pendakian Gunung Rinjani. Desa Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani ini juga menjadi pilihan tempat wisata menarik. Karena berada di dataran tinggi, Anda akan merasakan suasana yang sejuk.

Di sini, Anda juga akan memperoleh suguhan pemandangan yang alami. Pemandangan hijau bisa disaksikan ke mana pun mata memandang. Tidak heran kalau para pendaki kerap menghabiskan waktu cukup lama di tempat wisata ini. Meski, hanya untuk sekadar melepas lelah sembari berfoto narsis.

32. Puncak Pergasingan

Kalau Anda memiliki waktu yang singkat dan tidak sempat mendaki ke Gunung Rinjani, Puncak Pergasingan bisa menjadi alternatif. Tempat wisata ini merupakan sebuah bukit yang berada di Desa Sembalun dengan ketinggian mencapai 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dari atas bukit, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan yang unik. Pemandangan tersebut adalah, petak-petak sawah milik masyarakat Desa Sembalun yang terlihat berwarna-warni. Kalau ingin menyaksikan keindahan di tempat wisata Puncak Pergasingan, tiket masuknya murah, hanya Rp15.000,00 per orang.

33. Hutan Bambu Sembalun

Hutan Bambu Sembalun menjadi tempat wisata lain yang bisa dikunjungi di Desa Sembalun. Di sini, Anda akan menyaksikan keberadaan hutan bambu yang telah ditata secara teratur oleh masyarakat setempat. Penataan ini merupakan upaya masyarakat setempat untuk menjadikan Sembalun sebagai desa wisata.

Di tempat wisata ini, Anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang indah. Terlebih bagi para pencinta foto selfie yang sering mengunggah fotonya ke Instagram. Foto selfie dengan latar belakang hutan bambu bisa menjadi foto yang menarik, lo!

34. Air Terjun Mangku Sakti

Di Kabupaten Lombok Timur, Anda juga bisa menyaksikan keberadaan tempat wisata air terjun yang indah. Tempat tersebut adalah Air Terjun Mangku Sakti yang berada di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Tempat ini berjarak kurang lebih 60 Km dari Kota Mataram. Selanjutnya, untuk menuju ke lokasi air terjun, Anda bisa naik ojek dengan tarif Rp50 ribu pulang – pergi.

Tarif ojek tersebut memang terkesan cukup mahal. Namun, jalur yang harus dilalui memang sulit, berupa area hutan. Selain itu, akses menuju ke lokasi tempat wisata Air Terjun Mangku Sakti juga cukup jauh, mencapai 3 Km. Terlebih, tukang ojek tersebut juga berperan sebagai seorang pemandu dan portir.

Sesampainya di lokasi tempat wisata Air Terjun Mangku Sakti, Anda akan dihadapkan dengan aliran air yang berwarna biru kehijauan. Selain itu, Anda juga bisa menyusuri aliran air dari Air Terjun Mangku Sakti untuk bisa menemukan keberadaan air terjun kedua, yaitu Air Terjun Mangku Kodek.

35. Wisata Pohon Purba Lian

Saat berada di Lombok, Anda dapat pula menjumpai tempat wisata yang memberikan suasana ala film The Hobbit. Tempat tersebut adalah Wisata Pohon Purba Lian yang ada di Dusun Menanggabaris, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Butuh waktu perjalanan selama 2,5 jam untuk bisa menjangkau tempat ini.

Keunikan utama dari tempat ini adalah pada keberadaan pohon-pohon berusia ratusan tahun yang menjulang tinggi. Konon, pohon-pohon ini telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Pohon-pohon tersebut berjenis pohon lian dan memiliki diameter batang mencapai 5m dan tinggi 50m. Berdiri di samping pohon, Anda akan merasa seperti Bilbo Baggins, tokoh utama dalam film The Hobbit.

36. Pantai Pink

Pantai unik di Lombok bukan hanya Pantai Tanjung Aan yang memiliki pasir seperti butiran merica. Di Lombok, ada pula tempat wisata lain yang tidak kalah unik, yakni Pantai Pink. Sesuai dengan namanya, pantai yang berlokasi di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur ini memiliki pasir berwarna kemerahan.

Warna kemerahan pada pasir di tempat wisata ini muncul karena tercampur dengan serpihan terumbu karang berwarna merah. Warna kemerahan tersebut akan terlihat sangat mencolok pada saat pasir terkena air laut. Terlebih, kalau Anda datang ke tempat ini pada suasana yang cerah.

Kalau Anda tertarik menuju ke tempat wisata ini, perjalanan yang harus dilalui cukup jauh. Jarak antara Kota Mataram dengan Pantai Pink mencapai 90 Km. Butuh waktu perjalanan selama 2 jam untuk bisa menuju ke sini.

Jangan khawatir, ada beberapa tempat menarik lain yang bisa dijumpai ketika datang ke sini. Di antaranya adalah Tanjung Ringgit, Gua Jepang, ataupun Pantai Tanjung Beloam.

37. Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit bisa menjadi tempat persinggahan saat datang ke Pantai Pink. Keduanya sama-sama masuk dalam wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Bahkan, jarak antara kedua tempat ini bisa dijangkau dengan cara berjalan kaki. Maklum saja, keduanya hanya terpisah sejauh 1 Km.

Di tempat wisata ini, Anda akan bisa menyaksikan keberadaan pemandangan tebing karang yang indah. Para pencinta fotografi akan terpuaskan ketika datang ke tempat ini. Pemandangannya akan terlihat semakin menarik saat diabadikan dalam sebuah foto. Ditambah lagi, tempat ini sepi pengunjung. Jadi, Anda bisa puas berfoto-foto di tempat ini.

38. Gua Jepang

Tempat wisata Gua Jepang ini terletak di Tanjung Ringgit. Di tempat ini, Anda akan menjumpai keberadaan bekas-bekas markas perang Jepang. Salah satunya yang menarik perhatian setiap pengunjung adalah sebuah meriam.

Keberadaan Gua Jepang ini memperlihatkan bagaimana pentingnya peran Tanjung Ringgit bagi tentara Jepang. Terutama, dalam menahan serangan dari pasukan sekutu. Meriam yang ada di tempat wisata ini pun memiliki kondisi yang cukup terawat, dengan panjang 5 m dan diameter 27 cm.

39. Pantai Tanjung Beloam

Tempat wisata berikutnya yang bisa disinggahi ketika datang ke Pantai Pink adalah Pantai Tanjung Beloam. Lokasinya memang berdekatan dengan Pantai Pink ataupun Tanjung Ringgit, masih berada di wilayah Kecamatan Jerowaru. Di sini, terdapat hotel yang bisa dijadikan alternatif tempat menginap, yakni Hotel Jeeva Beloam.

Sesampainya di tempat wisata Pantai Tanjung Beloam, pemandangannya akan membuat Anda terkagum-kagum. Pantai ini dikelilingi oleh tebing-tebing karang berukuran besar dan terdapat hamparan pasir putih yang tidak terlalu luas. Anda pun bisa terjun dan berenang di area pantai.

40. Pantai Cemara

Tidak banyak yang mengetahui keberadaan Pantai Cemara yang ada di Lombok Timur ini. Tempat wisata ini memang kerap disebut sebagai salah satu pantai tersembunyi. Terlebih, lokasinya jauh. Di ujung timur Lombok, berdekatan dengan Tanjung Ringgit dan masuk dalam wilayah Desa Pemokong, Kecamatan Jerowaru.

Perlu menjadi catatan, terdapat dua tempat wisata bernama Pantai Cemara. Pantai Cemara lainnya berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat, tidak jauh dari lokasi Pelabuhan Lembar.

Sebagai sebuah pantai tersembunyi, Anda bisa bersantai tanpa gangguan di tempat wisata ini. Pemandangannya pun indah. Dengan keberadaan hamparan pasir putih yang diselingi oleh keberadaan rerumputan dan pohon cemara.

Mereka yang datang ke tempat wisata ini kebanyakan adalah warga lokal. Aktivitas yang biasa dilakukan di sini cukup beragam. Mulai dari sekadar piknik, memancing, berenang, atau bahkan ada pula yang angon sapi.

Tentu saja 40 tempat wisata tersebut hanya sebagian kecil lokasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Masih banyak lokasi lain yang bisa Anda jelajahi selama berkunjung ke Pulau Lombok. Terlebih, saat ini akses transportasi menuju ke Lombok bisa lebih mudah. Tersedia akses dari udara, laut, ataupun darat.

Dengan berbagai kemudahan seperti itu, tentu akan disayangkan kalau keindahan tempat wisata di Lombok tidak bisa dinikmati oleh warga Indonesia sendiri. Ditambah lagi, keindahan alam Pulau Lombok sudah diakui oleh dunia internasional. Tidak sedikit yang menyebut Lombok punya keindahan yang menyamai Hawaii. Yuk, berlibur ke Pulau Lombok!

Baca Juga Artikel Lainnya : 65 Tempat Wisata yang Seru di Solo

65 Tempat Wisata yang Seru Bareng Keluarga di Solo

65 Tempat Wisata yang Seru di Solo – Ingin berwisata ke Jawa Tengah? Jangan lewatkan kunjungan ke berbagai tempat wisata di Solo. Sebagai salah satu kota terpopuler di Jawa Tengah, Solo memang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari wisata kota, budaya, sejarah, belanja, hingga kuliner. Lokasi Solo yang strategis serta kondisinya yang ramah pelancong membuatnya populer sebagai tempat wisata.

Berikut 65 rekomendasi tempat wisata yang bisa Anda coba saat berkunjung ke kota ini.

1. Keraton Surakarta

Keraton Surakarta Hadiningrat adalah salah satu tempat paling ikonis di Solo. Kediaman keluarga kerajaan ini dibangun oleh Pakoe Buwono II pada tahun 1745, dan kini dibuka pada waktu-waktu tertentu untuk pengunjung umum. Pengunjung bisa menikmati keindahan arsitektur, benda-benda seni, senjata tradisional, hingga koleksi kereta kencana yang terkenal. Keraton Surakarta juga mengadakan berbagai kegiatan adat dan budaya seperti upacara adat, pertunjukan tarian, hingga musik tradisional.

Keraton Surakarta buka setiap hari untuk umum mulai dari pukul 09.00 hingga 14.00 (tutup hari Jumat). Akan tetapi, pada hari Sabtu dan Minggu, keraton hanya buka untuk umum hingga pukul 13.00. Tarif masuknya hanya Rp6.000 di hari biasa dan Rp7.000 di akhir pekan. Pengunjung bisa naik angkutan umum atau Bus Batik Solo jurusan Jalan Slamet Riyadi, dan terus menyusuri jalan tersebut ke arah timur sampai menemukan keraton.

2. Taman Hiburan Rakyat Sriwedari

Taman Sriwedari adalah area yang masih berhubungan dengan keluarga kerajaan. Tepatnya, ini adalah lokasi peristirahatan kesukaan keluarga kerajaan di zaman dahulu. Taman Sriwedari memiliki desain indah dan asri, serta dilengkapi dengan fasilitas untuk wisatawan seperti gedung wayang, tempat bermain untuk anak-anak, kios jajanan, tempat penjualan oleh-oleh, dan bahkan restoran. Taman ini juga menjadi area tetap untuk penyelenggaraan tradisi yang disebut Malam Slikuran.

Taman Sriwedari buka setiap hari antara pukul 10.00 hingga 22.00. Tarif masuknya hanya Rp10.000 di hari Selasa dan Rp12.000 di hari lainnya. Taman ini bisa dicapai dalam waktu singkat dari stasiun kereta api. Taman Sriwedari berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa dijangkau dengan cara menyusuri jalur pejalan kaki, City Walk.

3. Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran didirikan pada tahun 1757 dan merupakan tempat tinggal Sri Paduka Mangkunegara. Bangunan ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Keraton Surakarta, termasuk koleksi benda-benda seni dan peninggalan tradisionalnya yang menarik. Berbagai koleksi benda seni serta senjata tradisional yang disimpan di sini berasal dari berbagai tempat seperti Jawa Barat, Yogyakarta, bahkan Bali. Keunikan bangunan ini adalah adanya desain bangunan yang memiliki pengaruh Eropa.

Pura Mangkunegaran buka untuk umum dari pukul 09.00 hingga 14.00, kecuali hari Jumat, yang hanya buka hingga pukul 12.00. Tarif masuknya Rp10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp12.000 untuk wisatawan asing. Angkutan umum yang melewati Pura Mangkunegaran adalah angkutan nomor 02 dan Bus Batik Solo.

4. Taman Kota Balekambang

Taman Balekambang dibangun oleh Mangkunegara VII pada tahun 1921 dan dipersembahkan untuk putri beliau, Partini. Tempat ini adalah hutan kota seluas 5 hektar yang menawarkan berbagai kesenangan untuk keluarga, seperti kebun binatang mini, kereta kuda, perahu, dan bahkan koneksi internet gratis. Taman Balekambang juga kerap menjadi lokasi pertunjukan seni seperti tari-tarian dan ketoprak. Berbagai kios penjual makanan ikut meramaikan area taman dan hutan kota ini.

Taman Balekambang memiliki lokasi strategis di dekat Stasiun Balapan, Terminal Tirnotadi, serta Stadion Manahan. Akan tetapi, karena taman ini tidak dilewati angkutan umum, pengunjung hanya bisa mencapainya dengan mobil, sepeda motor, atau becak. Taman ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 17.00. Walau tarif masuknya gratis, pengunjung tetap harus membayar jika ingin naik wahana yang ada di dalam taman. Akan tetapi, kisaran harga tarifnya juga hanya sekitar Rp2.500 hingga Rp6.000.

5. Loji Gandrung

Loji Gandrung adalah sebutan untuk rumah dinas wali kota Solo. Didirikan pada tahun 1890, bangunan ini tidak hanya memiliki arsitektur menarik yang menggabungkan desain lokal dan barat, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah menarik seperti koleksi wayang, keramik, patung, gamelan, dan sebagainya. Loji Gandrung difungsikan sebagai museum mini, dan koleksi serta kondisi bangunannya dipelihara oleh staf khusus.

Loji Gandrung berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari Taman Sriwedari. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Setiap akhir pekan, area di sekitar Loji Gandrung menjadi tempat Car Free Day. Tidak ada biaya khusus untuk masuk ke Loji Gandrung, tetapi pengunjung harus meminta izin kepada penjaga, yang kemudian harus disetujui oleh kepala bagian rumah tangga.

6. Alun-Alun Kidul

Alun-Alun Kidul (“alkid”) adalah salah satu pusat berkumpul warga Solo saat senggang. Area publik ini biasanya ramai di sore dan malam hari serta akhir pekan. Kegiatan favorit di Alun-Alun Kidul antara lain adalah olahraga seperti sepak bola dan lari, bermain layang-layang, hingga wisata kuliner murah. Pedagang kaki lima di Alun-Alun Kidul menawarkan berbagai jajanan seperti bakso bakar, siomay Bandung, mi ayam, es degan, es tebu, jagung bakar, dan es pisang ijo.

Alun-Alun Kidul berlokasi strategis di Jalan Gading, Pasar Kliwon, Gajahan. Selain dilewati berbagai angkutan umum termasuk Bus Batik Solo, area ini juga merupakan patokan yang bagus untuk mencari berbagai hotel dan penginapan strategis di Solo.

7. Museum Keraton Surakarta

Museum Keraton Surakarta berlokasi di dalam area Keraton Surakarta Hadiningrat. Museum ini menyimpan berbagai artefak, benda seni, serta peninggalan sejarah yang menggambarkan identitas budaya serta sejarah Surakarta. Museum ini memiliki 13 ruang yang menyimpan beragam foto, patung, diorama, perkakas upacara adat, benda-benda seni seperti wayang kulit dan topeng, serta perlengkapan dapur tradisional seperti yang digunakan di keraton.

Karena merupakan bagian dari Keraton Surakarta, Museum Keraton Surakarta memiliki jam buka yang mirip, yaitu pukul 09.00 hingga 14.00 pada hari biasa, dan hingga pukul 15.00 pada akhir pekan. Museum ini berada di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa dicapai dengan angkutan umum atau Bus Batik Solo.

8. Museum Manusia Purba Klaster Dayu

Museum Manusia Purba Klaster Dayu, atau disingkat Museum Dayu, adalah museum sejarah purba yang berdekatan dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini bernuansa modern dan menyediakan berbagai bentuk benda pameran, mulai dari diorama kehidupan manusia purba, informasi tentang siklus lapisan tanah di Sangiran yang terjadi selama ratusan ribu tahun, hingga berbagai benda purba yang ditemukan di situs Sangiran. Museum ini juga menawarkan fasilitas permainan anak-anak.

Museum Manusia Purba Klaster Dayu buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Lokasinya ada di Desa Dayu, Kabupaten Karanganyar. Tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau, yaitu Rp5.000. Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan Solo-Purwodadi.

9. Museum Manusia Purba Sangiran

Pecinta sejarah purbakala juga bisa mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran, yang lokasinya juga berdekatan dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini menyimpan berbagai informasi tentang manusia serta budaya purba. Selain fosil, pengunjung juga bisa melihat senjata serta perkakas yang digunakan manusia purba. Museum Manusia Purba Sangiran adalah tempat sempurna untuk mendapat informasi tentang Pithecanthropus erectus, manusia purba yang rahang bawahnya ditemukan di Sangiran.

Museum ini ada di Kabupaten Sragen, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Solo. Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan Solo-Purwodadi. Gapura di pinggir jalan menjadi petunjuk bahwa Museum Sangiran sudah dekat. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin, dari pukul 08.00 hingga 16.30, dengan tiket masuk seharga Rp3.500 dan tarif parkir seharga Rp1.500.

10. Museum Keris.

Sesuai namanya, Museum Keris menyimpan koleksi keris dari berbagai era dan daerah di Pulau Jawa. Keris tertua di museum ini adalah keris peninggalan era Majapahit pada abad ke-15. Selain itu, koleksi keris ini diperkirakan akan bertambah dengan adanya berbagai keris sumbangan dari kolektor pribadi. Walau kondisinya sempat terabaikan, Museum Keris kini baru saja melalui proses pemugaran, sehingga cocok dijadikan salah satu tempat wisata budaya di Solo.

Museum Keris berlokasi di Jalan Bhayangkara, daerah Sriwedari, Laweyan. Angkutan umum nomor 02 serta Bus Batik Solo memiliki rute ke area ini. Tarif masuknya sekitar Rp6.000, dan jam bukanya adalah dari pukul 09.00 hingga 16.00.

65 Tempat Wisata Sejarah di Solo

11. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka adalah museum kedua tertua di Indonesia. Dibangun oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tahun 1890, museum ini menyimpan peninggalan sejarah dan budaya Solo seperti arca, koleksi wayang, alat musik, benda-benda pusaka adat, serta buku kuno. Museum ini juga menyimpan koleksi naskah berharga seperti Serat Rama karya Yasadipura I dan petunjuk tata negara karya Pakubuwono IV yang berjudul Wulang Reh.

Museum Radya Pustaka memiliki lokasi cukup strategis di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan. Ada banyak angkutan kota serta Bus Batik Solo yang memiliki rute ke jalan ini. Museum ini buka dari hari Selasa sampai Minggu, pukul 08.30 hingga 13.00, dan tarifnya adalah Rp2.000 untuk dewasa, Rp1.500 untuk pelajar sekolah, dan Rp5.000 untuk wisatawan asing.

12. Museum Samanhoedi

Tidak seperti Museum Radya Pustaka, Museum Samanhoedi berlokasi di dalam bangunan yang relatif lebih sederhana, dengan penanda berupa kain batik serta nama museum di atasnya. Walau kecil, museum ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah terkait K. H. Samanhoedi, pendiri organisasi Sarekat Dagang Islam yang perannya sangat penting dalam sejarah perdagangan, ekonomi, serta perlawanan masyarakat Solo terhadap penjajah di awal abad ke-20.

Museum ini berlokasi di Jalan K. H. Samanhoedi, Sondakan, Laweyan. Jika menemui kesulitan menemukan bangunannya, pelancong bisa bertanya pada penduduk sekitar, karena museum mini ini cukup terkenal.

13. Monumen Pers Nasional

Jika Anda tertarik pada sejarah pers dan penerbitan di Indonesia, Monumen Pers Nasional adalah tempat yang wajib dikunjungi di Solo. Monumen Pers Nasional adalah sebuah bangunan yang menyimpan berbagai koleksi surat kabar, majalah, dan terbitan cetak dari era sebelum dan sesudah era Revolusi Nasional. Pengunjung juga bisa melihat ragam alat komunikasi dari berbagai era, seperti kentongan, telegraf, mesin ketik kuno, hingga koleksi kamera.

Monumen Pers Nasional dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan memiliki fasilitas seperti perpustakaan serta ruang multimedia. Lokasinya cukup strategis yaitu di Jalan Gadjah Mada, Timuran, Banjarsari, dan dapat diakses dengan angkutan kota nomor 03 serta Bus Batik Solo. Museum ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan akses masuknya tidak dikenakan biaya.

14. Museum Batik Danar Hadi

Pencinta batik tidak boleh melewatkan kunjungan ke Museum Batik Danar Hadi. Koleksi batik dari Rumah Batik Danar Hadi sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara. Selain berbelanja kain dan produk batik berkualitas, pengunjung juga bisa melihat koleksi kain batik tradisional dan antik dari Jawa, Bali, Sumatra, bahkan Tiongkok. Pengunjung juga bisa melihat bengkel kerja tempat para pembatik menghasilkan karya mereka. Museum ini berlokasi di dalam gedung bergaya kolonial dengan interior ala keraton Jawa yang indah.

Museum Batik Danar Hadi berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00. Jalan ini juga dilalui oleh jalur City Walk, yaitu jalur khusus pejalan kaki yang dirancang untuk pelancong yang ingin berwisata kota secara murah. Tarif masuknya Rp35.000 untuk umum dan Rp15.000 untuk murid sekolah.

15. Batik Mahkota Laweyan

Sama seperti Rumah Batik Danar Hadi, Batik Mahkota Laweyan juga merupakan pusat belanja dan edukasi batik. Di sini, pengunjung dapat mengikuti kelas-kelas singkat yang mengajarkan tentang teknik pembuatan batik. Kelas yang ditawarkan mulai dari kelas singkat selama 2 jam hingga kelas intensif selama 3 hari. Kursus membuat batik sederhana ini tersedia baik untuk pengunjung dewasa maupun anak-anak. Selain itu, ada juga berbagai produk batik yang bisa dibeli untuk oleh-oleh.

Batik Mahkota Laweyan berlokasi di Jalan Sayangan Kulon nomor 9, dan bisa dicapai dengan angkutan umum nomor 02 atau Bus Batik Solo. Pengunjung harus masuk melalui jalan kecil untuk mencapai tempat ini.

16. Wedangan Rumah Nenek

Pelancong yang berkunjung ke Batik Mahkota Laweyan sebaiknya tidak melewatkan Wedangan Rumah Nenek, yaitu sebuah kedai bergaya tempo dulu yang menghidangkan berbagai minuman hangat tradisional. Kedai ini memiliki konsep rumah joglo yang serba terbuka, dengan sentuhan desain era kolonial. Perabot serba kayu, ruang-ruang lapang terbuka, serta desain ala Jawa dan Belanda di dalam rumah membuat kedai ini berkesan hangat.

Wedangan Rumah Nenek menyajikan berbagai wedang yang terbuat dari rempah-rempah seperti kayu manis, pala, jahe, cengkih, dan serai. Menu khasnya adalah Wedang JKJS (Jahe, Kencur, Jeruk, serai). Ada juga berbagai hidangan khas angkringan Solo, dan menu andalan berupa sup buntut. Pengunjung yang datang pada jam makan siang bisa menikmati menu “biasa” seperti nasi goreng, pecel lele, bandeng, dan sup daging.

Wedangan Rumah Nenek berlokasi di Kampung Batik Laweyan. Bangunannya yang khas dengan lapangan parkir luas membuatnya mudah ditemukan. Kedai minuman ini buka dari pukul 10.00 hingga 24.00.

17. Batik Gunawan Setiawan

Batik Gunawan Setiawan adalah salah satu tempat wisata unggulan di area Kampung Wisata Batik di Kauman, Solo. Selain berbelanja berbagai produk batik dengan berbagai kisaran harga, pengunjung juga bisa ikut belajar memahami bagaimana batik dibuat. Batik Gunawan Setiawan memiliki bengkel kerja bergaya terbuka, sehingga pengunjung bisa menonton proses pembuatan batik mulai dari tahap awal hingga akhir. Pengunjung juga bisa menikmati suguhan jamu saat berkunjung ke tempat ini.

Batik Gunawan Setiawan berlokasi di Jalan Cakra nomor 21. Walau pengunjung harus melalui jalan kecil sebelum menemukan toko ini, lokasinya cukup mudah ditemukan, terutama karena Batik Gunawan Setiawan sudah cukup terkenal di kalangan pelancong dalam negeri.

18. Dalem Kalitan

Dalem Kalitan adalah rumah peristirahatan milik almarhum Presiden Soeharto dan keluarga, yang mereka tempati setiap kali berkunjung ke Solo. Dalem Kalitan dibangun pada tahun 1789 dan memiliki desain khas rumah joglo, yang terbuka serta penuh dengan elemen kayu di interiornya. Pengunjung bisa melihat berbagai bagian rumah serta kenang-kenangan yang menggambarkan Soeharto dan keluarga, seperti berbagai foto, piagam, penghargaan, dan koleksi buku.

Dalem Kalitan berlokasi di Jalan Kalitan, Timuran, dan berdekatan dengan Loji Gandrung (rumah dinas wali kota Solo). Pengunjung bisa bertanya-tanya soal sejarah rumah tersebut pada staf penjaga dan pengelola Dalem Kalitan.

19. Museum Bank Indonesia Solo

Berlokasi di pusat Kota Solo, Museum Bank Indonesia adalah gedung lama Bank Indonesia yang dipugar menjadi perpustakaan serta museum. Gedung yang aslinya merupakan tempat operasi De Javache Bank pada zaman Belanda itu memang memiliki ciri khas bangunan era kolonial, dengan warna putih, ventilasi berbentuk setengah lingkaran, hingga kolom-kolom pilaster. Lokasinya yang strategis di Jalan Jenderal Sudirman dan berdekatan dengan kantor wali kota membuat gedung ini mudah ditemukan.

Museum Bank Indonesia memajang benda-benda yang menjadi bukti sejarah beroperasinya Bank Indonesia, seperti arsip dan foto. Museum ini juga rencananya akan terus melengkapi koleksi uang lama, sehingga pengunjung bisa melihat jejak-jejak sejarah transaksi finansial di Indonesia. Museum Bank Indonesia buka dari pukul 07.15 hingga 16.15, dan harga tiket masuknya adalah Rp2.000 (anak-anak tidak dikenakan biaya).

20. Taman Cerdas Jebres

Taman Cerdas Jebres merupakan tempat wisata dengan konsep wisata edukasi untuk seluruh keluarga. Berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara, taman ini kerap ramai didatangi keluarga, anak-anak, bahkan mahasiswa. Taman ini menawarkan fasilitas hiburan dan edukasi seperti patung-patung wayang, alat-alat musik tradisional, ukiran dinding (relief) yang menggambarkan peristiwa sejarah, taman bermain anak, hingga koneksi internet. Ada juga berbagai fasilitas serta kelas-kelas singkat, seperti kelas seni dan komputer untuk anak-anak.

Taman Cerdas Jebres juga memiliki ruang terbuka dan panggung umum yang kerap dijadikan arena pertunjukan seni, konser musik tradisional, atau pameran. Pemerintah Kota Solo saat ini juga semakin mengembangkan taman ini dengan menyertakan kegiatan untuk mengembangkan minat anak, misalnya dalam bidang fotografi, seni, hingga siaran radio.

Taman Cerdas Jebres buka dari pukul 07.00 hingga 22.00, dan tarif masuknya gratis. Taman ini berlokasi tidak jauh dari Universitas Sebelas Maret, tepatnya di sebelah utara bangunan kampus. Pengunjung bisa mencapainya dengan naik angkutan kota nomor 03 atau Bus Batik Solo yang menuju ke kampus.

65 Tempat Wisata Murah di Solo

21. Pandawa Waterworld

Pandawa Waterworld adalah wahana air bertema unik yang cocok untuk wisata keluarga. Taman air ini memiliki tema putra-putra Pandawa (Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa), yang diwujudkan dalam bentuk patung, hiasan, serta ukiran di area kolam. Pengunjung bisa menjelajahi berbagai permainan air seperti Water Curtain, Volcanic Pond, Body Slide, Raft Slide, dan masih banyak lagi. Berbagai wahana yang ada juga menggunakan nama-nama para Pandawa, sehingga semakin menambah keunikannya.

Misalnya, ada seluncuran air bernama Bima Slide yang lokasinya dekat dengan patung Bima. Kresna Wave Pool adalah arena kolam ombak yang dinaungi ukiran kepala Kresna berukuran besar. Ada juga Kunti Children & Toddler Pool, yaitu area kolam khusus untuk untuk anak kecil dan balita. Fasilitas lain yang ada di taman air ini antara lain adalah musala, penyewaan ban, kedai makanan, lapangan tenis, lapangan futsal, pusat kebugaran, serta loker.

Pandawa Waterworld berlokasi di Jalan Cemara Raya Solo Baru, dan buka dari pukul 10.00 hingga 18.00. Akan tetapi, taman air ini buka lebih pagi setiap akhir pekan dan hari libur, yaitu pukul 08.00. Pengunjung bisa mencapainya dengan angkutan kota nomor 02, 06, atau 09, terutama jika datang dari area seperti Stadion Manahan dan Taman Sriwedari. Tarifnya Rp50.000 di hari biasa, dan Rp100.000 di hari Sabtu dan Minggu.

22. Taman Satwa Taru Jurug

Taman Satwa Taru Jurug adalah kebun binatang ikonis di Solo. Kebun binatang ini telah ada sejak tahun 1870, dan dipugar pada tahun 1986 setelah lama terbengkalai dan tidak terawat. Kebun binatang ini memiliki berbagai koleksi hewan seperti gajah, orang utan, beruang, komodo, unta, rusa, buaya, ular, serta berbagai jenis burung. Di kebun binatang ini juga ada seekor gajah yang diawetkan, yaitu Kyai Rebo. Sebelum mati, gajah ini adalah hewan tertua yang ada di Jurug, sehingga tubuhnya pun diabadikan.

Taman Satwa Taru Jurug juga menawarkan fasilitas bermain untuk keluarga, seperti kesempatan untuk menunggang unta, gajah, dan kuda. Ada juga musala, kedai makanan, toko oleh-oleh, dan taman bermain anak-anak. Pihak pengelola kebun binatang juga menanam pepohonan seperti akasia, trembesi, dan cemara, sehingga suasana kebun binatang menjadi asri. Jurug juga memiliki monumen untuk mengenang tokoh musik keroncong legendaris, Gesang.

Taman Satwa Taru Jurug buka dari pukul 07.00 hingga 17.00. Tarifnya sekitar Rp10.000 untuk hari biasa dan Rp12.000 untuk hari libur. Lokasinya strategis yaitu di Jalan Ir. Sutami, dan berdekatan dengan gedung Universitas Sebelas Maret. Pengunjung bisa naik angkutan kota atau Bus Batik Solo dengan jurusan kampus.

23. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg adalah salah satu bangunan bersejarah paling ikonis di Solo. Benteng ini berdiri sejak tahun 1745, dan dulunya berfungsi sebagai pusat garnisun Belanda di Solo. Benteng ini berlokasi strategis karena letaknya tepat di seberang kantor balai kota. Benteng Vastenburg memiliki arsitektur yang mengesankan, dengan parit yang mengelilingi tembok benteng, serta area terbuka di tengahnya yang pernah menjadi tempat pelatihan prajurit.

Benteng Vastenburg berlokasi di Jalan Jenderal Soedirman, area Pasar Kliwon. Benteng ini buka selama 24 jam, dan harga tiket masuknya cukup murah, yaitu Rp2.000. Lokasinya tidak jauh dari Pusat Grosir Solo serta bundaran Gladag. Pengunjung bisa menaiki Bus Batik Solo, karena rute ke Jalan Jenderal Soedirman cukup populer di kalangan wisatawan.

24. Pasar Klewer

Pasar Klewer adalah pasar terbesar di Solo yang menjadi pusat oleh-oleh murah dan menawarkan berbagai jenis kain batik, pakaian, sepatu, tas, hingga makanan khas yang murah. Pasar ini memiliki berbagai produk batik dari Madura, Banyumas, Betawi, dan sebagainya, tidak hanya dari Solo. Pasar Klewer berlokasi di dekat Alun-Alun Lor (Utara), dan bisa menjadi patokan untuk menemukan berbagai tempat wisata lainnya, seperti Keraton Surakarta, Rumah Batik Danar Hadi, dan Masjid Agung Surakarta.

Pengunjung bisa naik angkutan kota nomor 06 atau 09 untuk ke pasar ini, atau Bus Batik Solo dengan rute ke Alun-Alun Lor. Pasar ini buka dari pukul 09.00 hingga 16.00.

25. Pasar Triwindu

Pelancong yang tertarik dengan benda-benda hasil kerajinan tradisional sebaiknya tidak melewatkan Pasar Triwindu. Sebagian besar benda yang dijual di pasar ini adalah barang-barang kerajinan seperti ukiran, barang pecah-belah, pajangan, topeng, patung, lukisan, wayang kulit, hiasan dinding, dan sebagainya. Pasar ini juga merupakan surga barang antik, dan menjual berbagai macam barang mulai dari lampu gantung, meja, kursi, mesin ketik, hingga sepeda antik dan bahkan becak kuno.

Keunikan lain pasar ini adalah adanya alternatif barang antik yang murah. Karena mahalnya harga barang antik serta adanya kekurangan persediaan barang antik asli, banyak pedagang menawarkan barang yang terlihat “antik” dengan harga murah. Barang ini biasanya ditawarkan kepada pengunjung yang tidak punya anggaran besar, tetapi ingin memiliki sesuatu yang berkesan antik.

Pasar ini berlokasi di Jalan Diponegoro, Banjarsari, tepat di pinggir jalan raya, sehingga mudah ditemukan. Pengunjung bisa naik angkutan kota nomor 06 atau Bus Batik Solo. Pasar ini buka dari pukul 09.00 hingga 16.00.

26. Pasar Malam Ngarsopuro

Sesuai namanya, Pasar Malam Ngarsopuro adalah pasar yang beroperasi di malam hari. Berlokasi di Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Pasar Malam Ngarsopuro hanya buka di malam Minggu, mulai dari pukul 19.00 hingga 21.00. Ketika mendatangi pasar ini, pengunjung akan disambut dengan deretan kios yang dinaungi tenda-tenda berwarna putih, serta jalur pejalan kaki yang memanjang melewati tenda-tenda tersebut.

Pasar Malam Ngarsopuro menyajikan berbagai barang dagangan, mulai dari pakaian, sepatu, tas, barang oleh-oleh, hingga jajanan dan kuliner murah. Para penjual di pasar ini kebanyakan adalah pedagang lokal. Pasar ini juga menjadi tempat pertunjukan musik modern dan etnik, ketoprak, atau tari tradisional.

27. Pasar Burung Depok

Pasar Burung Depok adalah pusat penjualan hewan peliharaan berupa burung dan ikan hias. Burung kicau seperti jalak suren, jalak Bali, kutilang, dan love bird merupakan hewan yang paling laris di pasar ini. Akan tetapi, pengunjung juga bisa melihat hewan-hewan peliharaan lain seperti kelinci, marmot, dan hamster. Pasar ini sering menjadi tujuan wisata edukasi bagi siswa-siswa sekolah, terutama untuk menambah pengetahuan tentang hewan. Ada sekitar 64 kios dan los yang menampung lebih dari 200 penjual.

Pasar Burung Depok merupakan salah satu wajah khas Kota Solo, dan sudah ada sejak tahun 1984. Pasar ini berlokasi di Jalan Depok, dekat dengan Taman Balekambang dan Stadion Manahan. Pasar ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan juga memiliki fasilitas kedai makanan serta musala.

28. Pasar Gede

Bagi penggemar wisata kuliner, Pasar Gede adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Solo. Pasar ini menawarkan berbagai jenis makanan dan jajanan khas Solo dengan harga terjangkau. Pengunjung bisa menemukan jajanan tradisional yang mungkin sudah sulit ditemukan di tempat-tempat lain, seperti gethuk, cenil, gempol pleret, serta hidangan ketupat Solo bernama cabuk rambak.

Penggemar kopi bisa menikmati berbagai minuman kopi di Toko Podjok, kedai kopi yang telah beroperasi sejak tahun 1945. Toko Podjok terkenal karena menjual kopi legendaris bermerek Tjap Angring, yang sering menjadi sajian di warung serta kedai tradisional di Solo. Karena biji kopi di kedai ini baru digiling ketika ada pesanan, pengunjung yang cukup ahli tentang kopi bisa meminta tingkat kekasaran hasil gilingan kopi yang berbeda-beda.

Pasar Gede berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jebres, dan buka mulai pukul 06.00 hingga 19.00. Lokasi pasar ini cukup strategis sehingga bisa dijadikan patokan untuk menemukan tempat-tempat wisata kuliner serta penginapan. Pengunjung bisa naik angkutan kota nomor 08 atau 09, atau Bus Batik Solo.

29. Orion Mandarijn

Bicara soal toko bercita rasa lawas, Orion Mandarijn adalah toko kue yang bisa dibilang legendaris di Solo. Toko ini telah ada sejak tahun 1932, dan tetap mempertahankan ciri khasnya walau sudah menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Ciri khas toko ini adalah roti mandarijn beraneka rasa, tetapi ada juga berbagai kue zaman dulu, sirop buatan sendiri, dan bahkan jajanan yang kini sudah sulit ditemukan di toko biasa.

Orion Mandarijn buka dari pukul 07.30 hingga 20.00. Toko ini berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, tidak jauh dari Pasar Gede, dan bisa dicapai dengan angkutan umum nomor 08 atau 09, atau Bus Batik. Gedungnya berciri khas bangunan era kolonial Belanda, lengkap dengan kanopi kuning.

30. Candi Sukuh

Candi Sukuh berlokasi di Desa Sukuh, Karanganyar, dan merupakan candi yang terkenal di Solo karena alasan khusus: candi ini memiliki ukiran yang menggambarkan hubungan badan, serta bentuk-bentuk lingga dan yoni yang melambangkan alat kelamin pria dan wanita. Akan tetapi, ukiran tersebut dianggap sebagai bagian dari unsur spiritual dalam kepercayaan masyarakat zaman dulu. Candi tersebut juga dikelilingi oleh pemandangan hijau dan asri, sehingga suasananya sangat menenangkan.

Candi Sukuh buka dari pukul 07.00 hingga 17.00. Candi ini cukup mudah dicapai oleh wisatawan dari Kota Solo. Setelah menaiki bus jurusan Tawangmangu, wisatawan bisa turun di Terminal Karang Pandan, naik angkutan kota ke pertigaan Nglorog, dan naik ojek ke area candi, karena tidak ada angkutan kota yang menuju ke arah candi. Tarif masuknya adalah Rp7.500.

31. Candi Cetho

Bagi yang gemar berwisata ke situs bersejarah di pegunungan, Candi Cetho juga bisa menjadi pilihan. Candi Cetho adalah candi bercorak Hindu yang berlokasi di Dusun Cetho, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Candi ini memiliki 13 punden (teras), area terbuka, berbagai patung dan arca, serta ukiran yang menggambarkan hikayat Sudamala, sebuah kisah dari epos Mahabharata yang menggambarkan kembalinya Dewi Dhurga menjadi Dewi Uma, berkat bantuan Raden Sahadewa.

Candi Cetho menawarkan pemandangan indah ke arah kebun teh serta udara sejuk pegunungan. Karena merupakan tempat beribadah, pengunjung wajib berpakaian sopan serta mengenakan kain poleng di sekitar pinggang (kain disediakan oleh pihak pengelola candi). Dengan lokasinya yang strategis, Candi Cetho bisa dimasukkan ke dalam rute wisata jalur Solo-Tawangmangu, yang juga termasuk Candi Sukuh dan Kebun Teh Kemuning.

Candi Cetho buka dari pukul 09.00 hingga 17.00, dan tarif masuknya sekitar Rp7.500. Pengunjung bisa naik bus jurusan Solo-Tawangmangu dari Stasiun Tirtonadi ke Stasiun Karang Pandan. Dari sana, lanjutkan naik angkutan umum ke Nglorog, lalu naik ojek atau jalan kaki ke area candi.

32. Kebun Teh Kemuning.

Kebun Teh Kemuning berlokasi di lereng Gunung Lawu, tidak jauh dari Candi Cetho. Selain menawarkan udara sejuk dan pemandangan indah, kebun teh ini juga memiliki fasilitas untuk wisatawan, terutama penggemar teh. Rumah Teh Ndoro Ndonker adalah kedai teh yang berlokasi di area perkebunan, tidak jauh dari akses masuk. Pengunjung bisa memesan berbagai jenis teh serta makanan seperti iga bakar, sup iga, singkong goreng, dan berbagai kue. Jenis teh yang ditawarkan di Rumah Teh Ndoro Ndonker cukup beragam, misalnya teh Earl Gray, teh hijau, teh melati, teh hitam, teh merah, dan lain sebagainya.

Kebun Teh Kemuning buka dari pukul 06.00 hingga 18.00, dan hanya berjarak 25 kilometer dari pusat Kota Solo. Pengunjung bisa naik bus jurusan Tawangmangu dari Stasiun Tirtonadi ke Stasiun Karang Pandan, lalu disambung naik angkutan umum ke Nglorog dan ojek ke perkebunan. Kebun teh ini tidak memungut biaya masuk.

33. Taman Pancasila Karanganyar

Kabupaten Karanganyar memiliki taman umum bernama Taman Pancasila, yang memiliki desain unik serta suasana yang cocok untuk bersantai. Taman ini memiliki 2 fungsi: sebagai taman umum di siang hari, serta lokasi pasar malam setelah petang. Taman ini memiliki desain bertema Pancasila, dan ada area luas yang sering digunakan untuk berbagai macam kegiatan atau permainan.

Taman Pancasila Karanganyar cocok untuk pelancong yang menyukai wisata kuliner murah di tempat berkumpul populer penduduk setempat. Berbagai pedagang makanan seperti penjual mi ayam, bakso, siomay, soto dan minuman wedang merajai taman ini. Ada juga fasilitas permainan anak-anak seperti kereta mini dan mobil-mobilan.

Taman Pancasila berlokasi di Jalan Lawu, Kecamatan Karanganyar, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Solo. Taman ini berlokasi di rute menuju Tawangmangu, sehingga pengunjung bisa naik bus rute Solo-Tawangmangu untuk mencapainya.

34. Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta memiliki desain yang mirip dengan pendapa terbuka khas bangunan tradisional Jawa, sehingga suasana di dalamnya terasa sejuk dan leluasa. Desain masjid ini sedikit mengingatkan pada Masjid Kauman Yogya, terutama dengan desain berundak serta elemen kayu di interiornya. Masjid ini juga memiliki halaman sekitar yang rindang dan bersih serta jam matahari tua yang unik.

Masjid Agung Surakarta berada di Jalan Alun-Alun Utara, tidak jauh dari Keraton Surakarta dan Patung Slamet Riyadi. Masjid ini juga tidak jauh dari Pasar Klewer, sehingga bisa menjadi tempat untuk beribadah ketika pelancong sedang berada di tengah perjalanan menyusuri Solo.

35. Masjid Al-Wustho Mangkunegaran

Masjid Al-Wustho Mangkunegaran adalah masjid bersejarah yang lokasinya tidak jauh dari Pura Mangkunegaran. Masjid ini dibangun pada tahun 1926 atas perintah KGPAA Mangkunegara I. Setelah sempat berpindah lokasi dari Pasar Legi ke dekat Pura Mangkunegaran, masjid ini dipugar oleh arsitek Belanda bernama Herman Thomas Karsten. Ciri khas masjid ini adalah ukurannya yang tidak terlalu besar, desain masjid yang terbuka dan ditopang banyak pilar, gerbang berukir, serta bangunan bundar bernama Maligen yang biasa dijadikan tempat acara khitanan oleh masyarakat.

Masjid ini berlokasi di Jalan R.A. Kartini, sekitar 60 meter dari pertigaan di dekat Pura Mangkunegaran. Pengunjung bisa beristirahat sambil beribadah dan menikmati keindahan arsitektur unik masjid ini.

36. Masjid Laweyan

Masjid Laweyan adalah masjid bersejarah yang menandai persimpangan jalan antara Hindu dan Islam di Solo. Masjid ini dulunya adalah sebuah pura, tetapi setelah menjadi masjid, bangunannya mengalami beberapa kali proses pemugaran sehingga sulit menemukan jejak-jejak pura di arsitekturnya. Keunikan masjid ini adalah arsitekturnya yang seperti perpaduan antara rumah joglo dan kelenteng, terutama dari bentuk atap serta gerbang depannya.

Masjid ini berlokasi di Jalan Liris, di belakang area Kampung Batik Laweyan. Lokasinya berada di dekat sungai, dan cukup mudah ditemukan karena arsitekturnya yang khas.

37. Gereja Santa Perawan Maria Regina

Gereja Maria Regina merupakan salah satu tempat ziarah terbaik bagi pelancong Kristiani. Tempat ziarah ini tidak terlalu besar, tetapi terkenal indah dan terawat dengan baik. Gereja Santa Perawan Maria Regina juga memiliki sudut-sudut tenang untuk melakukan devosi. Gereja ini memiliki interior indah dengan kapel, patung, serta Gua Maria yang cocok untuk kegiatan ibadah yang tenang.

Gereja ini berlokasi di Jalan Mojosongo, tidak jauh dari area Universitas Sebelas Maret. Sebagai tujuan wisata ibadah yang cukup terkenal, pengunjung dari luar Solo sering menyempatkan diri mengikuti ibadah yang dijadwalkan.

38. Gereja St. Anthonius Purbayan

Gereja St. Anthonius Purbayan adalah gereja Katolik tertua dan paling populer di Solo. Gereja ini telah ada sejak era kolonial Belanda, terlihat dari arsitekturnya yang bergaya klasik. Gereja St. Anthonius Purbayan terkenal selalu ramai saat kegiatan ibadah akhir pekan, dan banyak pengunjung dari luar Solo menyempatkan mampir untuk ikut ibadah jika jadwal memungkinkan.

Gereja ikonis ini terletak di Jrebes, cukup dekat dengan tempat-tempat terkenal seperti gedung balai kota dan kantor pos. Ada banyak tukang becak di area sekitar gereja, sehingga pengunjung bisa melanjutkan perjalanan wisata keliling kota dengan naik becak setelah mengunjungi gereja.

39. Kelenteng Tri Dharma Avalokitesvara

Kelenteng Tri Dharma Avalokitesvara adalah kelenteng bersejarah yang telah berusia lebih dari 200 tahun. Selain masih digunakan sebagai tempat beribadah, keindahan kelenteng ini juga menarik cukup banyak pengunjung dari luar Solo. Kelenteng ini memiliki berbagai elemen desain yang khas, seperti pilar berukir, ukiran kayu yang mendetail, lampion, hingga berbagai patung aneka warna. Kelenteng ini juga dirawat dengan baik sehingga kondisinya masih terjaga.

Kelenteng Tri Dharma Avalokitesvara berlokasi di area Pecinan di pusat Kota Solo, tepat di depan pintu masuk menuju Pasar Gede. Pengunjung bisa menggunakan angkutan kota atau Bus Batik Solo untuk menuju ke area ini. Pengunjung yang tidak beribadah diharapkan berpakaian sopan serta menjaga ketertiban saat masuk ke area kelenteng.

65 Tempat Wisata Budaya di Solo

40. Vihara Dharma Sundara

Vihara Dharma Sundara adalah wihara yang unik, karena tempat ibadah ini juga memiliki semacam candi kecil di areanya. Bangunan wiharanya berbentuk limas berundak, sedangkan candinya berwarna putih, lengkap dengan formasi stupa serta patung-patung gajah putih di sudut-sudut pekarangannya. Wihara ini sangat indah dan biasanya sangat tenang, dan pengunjung tidak perlu membayar untuk bisa melihat dan memotret di area ini. Akan tetapi, pengunjung diharapkan bersikap serta berpakaian sopan.

Vihara Dharma Sundara berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda di area Pucangsawit. Jalan ini bisa dicapai dengan menggunakan Bus Batik Solo.

41. Astana Giribangun

Astana Giribangun terkenal sebagai tempat pemakaman Soeharto, mantan presiden kedua Indonesia. Komplek pemakaman ini luas dan berada di dalam bangunan terbuka dengan pilar-pilar tebal. Selain area pemakaman utama, Astana Giribangun juga memiliki fasilitas cukup lengkap, seperti toilet, tempat istirahat, serta halaman parkir yang cukup luas. Tempat pemakaman ini berlokasi di area pegunungan yang sejuk dan berpemandangan indah.

Astana Giribangun berlokasi di Desa Matesih, Karanganyar. Perjalanan ke tempat ini memakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam dari Solo, tergantung kondisi lalu lintas. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00. Pengunjung tidak dipungut biaya, tetapi wajib berpakaian sopan dan mengenakan selendang atau kerudung yang disediakan oleh pihak pengelola makam.

42. Beteng Trade Center Solo

Beteng Trade Center (BTC) dikenal sebagai pusat belanja kain dan pakaian di Solo, dan menawarkan berbagai produk. Walau dikenal sebagai pusat grosir kain dan pakaian, Beteng Trade Center juga sering didatangi wisatawan dan pembeli eceran yang mengincar pakaian serta kain murah meriah dengan kualitas cukup bagus. Karena lokasinya yang ada di jantung kota, BTC bisa menjadi patokan untuk menemukan berbagai tempat wisata lain seperti Keraton Surakarta dan Pasar Klewer.

Beteng Trade Center buka dari pukul 09.00 hingga 17.00, dan berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, dan dilewati oleh rute Bus Batik Solo Koridor 1. Ada juga beberapa angkutan umum yang melalui tempat ini, seperti angkutan nomor 01A, 01B, dan 04.

43. Solo Square

Solo Square adalah salah satu pusat perbelanjaan yang cukup populer, walau ukurannya tidak terlalu besar. Pusat perbelanjaan ini memiliki berbagai toko dan gerai, mulai dari toko pakaian, mainan, sepatu, tas, optik, gerai makanan cepat saji, dan sebagainya. Ada juga tempat bermain anak-anak, restoran, serta kios jajanan dan minuman. Solo Square juga memiliki bioskop, salon, Matahari, serta supermarket, sehingga pengunjung bisa menemukan berbagai barang kebutuhan di satu tempat.

Solo Square buka dari pukul 09.00 hingga 21.00, dan memiliki lokasi yang cukup strategis di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa diakses lewat City Walk atau Bus Batik. Pusat perbelanjaan ini berdekatan dengan pangkalan taksi serta terminal bus kota, sehingga cukup strategis bagi wisatawan.

44. Solo Paragon Mall

Jika Solo Square terkenal sebagai pusat perbelanjaan kelas menengah, Solo Paragon Mall memiliki atmosfer yang jauh lebih mewah. Pusat perbelanjaan ini memang termasuk yang paling megah di Solo, dengan ratusan toko, restoran, dan gerai terkenal. Pusat perbelanjaan ini menjadi satu dengan Solo Paragon Hotel & Residences, sehingga cocok bagi wisatawan berkantong tebal yang memilih penginapan serta tempat belanja mewah saat berkunjung ke Solo.

Solo Paragon Mall buka dari pukul 10.00 hingga 22.00, dan berlokasi di Jalan Yosodipuro, tidak jauh dari Jalan Slamet Riyadi. Berbagai rute angkutan umum serta Bus Batik Solo melewati pusat perbelanjaan ini karena lokasinya yang cukup strategis.

45. Solo Grand Mall

Bicara soal pusat perbelanjaan, Solo Grand Mall bisa dibilang bersejarah karena merupakan yang pertama di Solo. Berdiri sejak tahun 2004, pusat perbelanjaan ini populer di kalangan pengunjung kelas menengah ke bawah. Ada berbagai gerai, restoran, dan toko luar negeri di dalamnya, tetapi kisaran harga barang yang ada di sini rata-rata cukup murah. Solo Grand Mall juga dikenal sebagai salah satu pusat belanja barang elektronik dan gawai.

Solo Grand Mall berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan kerap menjadi patokan arah untuk menemukan hotel serta tempat wisata lain. Pusat perbelanjaan ini bisa diakses menggunakan Bus Batik Solo serta angkutan kota nomor 02. Solo Grand Mall buka dari pukul 09.00 hingga 21.00.

46. The Park Mall

The Park adalah pusat perbelanjaan yang masih relatif baru di Solo. Pusat perbelanjaan ini sangat modern dan memiliki berbagai gerai lokal serta impor, seperti Starbucks, Baskin Robbins, Asia Waffle, The Body Shop, Batik Keris, Cinema XXI, Tong Tji, Johnny Andrean, hingga Legoland. Ada juga supermarket, apotek, optik, berbagai butik, toko perlengkapan fotografi profesional, tempat terapi refleksologi, hingga kantor layanan terpadu.

The Park buka dari pukul 10.00 hingga 22.00, berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, dan mudah dicapai dengan angkot nomor 02. Pusat perbelanjaan ini juga bisa menjadi patokan untuk menemukan hotel, pusat wisata kuliner, serta tempat wisata kota strategis lainnya di Solo.

47. Agrowisata Sondokoro

Agrowisata Sondokoro adalah Tempat Wisata di Solo keluarga dan sejarah yang menawarkan banyak kegiatan menyenangkan di tengah alam yang indah. Tempat wisata ini berlokasi di Kabupaten Karanganyar, dan aslinya merupakan lokasi pengolahan gula tebu terbesar di kabupaten tersebut. Tempat wisata ini memiliki berbagai fasilitas seperti kolam renang, kolam terapi ikan, arena flying fox dan dan panjat dinding, arena futsal, kolam mandi bola, jaring laba-laba, akuarium ikan air tawar, hingga pusat pijat refleksi.

Ciri khas Agrowisata Sondokoro adalah aktivitas yang memperkenalkan proses pengolahan tebu menjadi gula kepada pengunjung. Karena area pabrik gula di tempat ini masih beroperasi, pengunjung berkesempatan melihat langsung proses pengolahan tebu serta pembuatan gula. Jika sudah lelah, pengunjung bisa makan di kedai yang ada di lokasi, beribadah di musala, atau beristirahat di area santai yang ada.

Agrowisata Sondokoro dapat dicapai dengan berkendara selama sekitar 45 menit dari pusat Kota Solo. Tiket masuknya Rp5.000, tetapi pengunjung harus membayar lagi untuk menaiki setiap wahana di dalamnya, dengan rentang harga tiket antara Rp6.000 hingga Rp8.000. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00.

48. Taman Hutan Raya Mangkunegoro

Taman Hutan Raya Mangkunogero menawarkan wisata alam, edukasi, dan petualangan di lereng Gunung Lawu. Area seluas 213 hektar ini adalah habitat dari berbagai jenis pohon dan hewan, misalnya monyet dan burung seperti elang Jawa yang sudah langka. Taman Hutan Raya Mangkunegoro juga memiliki area perkemahan serta jalan setapak dan jalur petualangan melintasi hutan. Pihak pengelola area ini juga menyediakan fasilitas seperti toilet dan peralatan berkemah untuk disewa.

Taman Hutan Raya Mangkunegoro berlokasi di Kabupaten Karanganyar, tidak jauh dari area Candi Cetho, Kebun Teh Kemuning, dan Candi Sukuh. Tiket masuk ke area hanya Rp3.500, sehingga cocok dijadikan lokasi wisata dan petualangan untuk semua kalangan.

49. Air Terjun Jumog

Berlokasi di Desa Berjo di Karanganyar, Air Terjun Jumog menawarkan pemandangan indah dan udara sejuk. Jika datang pada saat yang tepat, pengunjung bisa melihat pelangi terbentuk di tirai air terjun setinggi sekitar tiga puluh meter ini. Air Terjun Jumog telah dijadikan rekomendasi tempat wisata alam oleh pemerintah setempat, sehingga fasilitasnya lumayan lengkap. Pengunjung bisa memanfaatkan gazebo, taman bermain anak, kolam renang, serta rumah makan yang tersedia.

Air terjun ini berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Solo. Pengunjung yang naik angkutan umum bisa naik rute jurusan Terminal Karangpandang, lalu naik ke ojek ke area air terjun tersebut. Pengunjung masih harus berjalan sejauh 400 meter sebelum mencapai air terjun, tetapi aksesnya sudah dikelola dengan cukup baik.

50. Grojogan Sewu

Tawangmangu adalah salah satu area wisata terkemuka di Kabupaten Karanganyar, dan Air Terjun Grojogan Sewu merupakan daya tarik utamanya. Air terjun ini terkenal karena memiliki debit air cukup besar, serta ketinggian yang cukup lumayan yaitu 81 meter, membuat air terjun ini terlihat cukup spektakuler secara visual. Karena ketinggiannya, Grojogan Sewu memiliki 2 akses masuk, yaitu yang berada di puncak serta dasar air terjun. Selain pemandangan indah dan udara sejuk, pengunjung juga bisa melihat monyet-monyet yang berkeliaran, terutama jika masuk dari pintu atas.

Grojogan Sewu menawarkan fasilitas yang cukup lengkap bagi wisatawan, seperti taman air, taman bermain, tempat beristirahat, hingga rumah makan dengan hidangan istimewa. Ada juga sebuah jembatan yang cocok untuk melihat-lihat pemandangan serta berfoto. Pengunjung harus berjalan kaki sejauh 200 meter serta menempuh anak-anak tangga yang cukup panjang sebelum bisa melihat air terjun ini.

Grojogan Sewu bisa dicapai dengan menggunakan bus maupun mobil. Pelancong yang naik kendaraan umum bisa menggunakan bus dari Solo dengan jurusan Terminal Tawangmangu, lalu disambung naik angkutan kota yang menuju ke akses masuk menuju air terjun.

51. Air Terjun Parang Ijo

Air Terjun Parang Ijo berlokasi di lereng Gunung Lawu, Girimulyo, Kabupaten Karanganyar, tidak jauh dari Solo. Walau tidak seterkenal Grojogan Sewu, air terjun ini sudah dikelola dengan cukup baik. Selain memandang air terjun yang indah, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas seperti kolam renang dangkal, jalur permainan flying fox, dan bahkan penginapan murah.

Lokasi air terjun ini tidak jauh dari Candi Cetho. Pengunjung bisa naik bus jurusan Solo-Tawangmangu dan turun di Terminal Karang Pandan, lalu naik angkutan umum menuju pertigaan di area Nglorok. Dari sana, pengunjung masih harus naik ojek menempuh jarak sekitar 2 kilometer sebelum menemukan pos tempat membeli tiket masuk.

52. Pemandian Umbul Pengging

Pemandian Umbul Pengging berlokasi di Jalan Pengging, Desa Dukuh, Boyolali, dan merupakan tempat wisata yang unik. Pemandian ini dulu kerap digunakan oleh keluarga raja Surakarta, Pakubuwono X untuk bersantai, dan tidak bisa digunakan oleh masyarakat umum. Akan tetapi, sekarang pemandian ini terbuka untuk umum, dan sesekali bahkan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk melakukan ritual tertentu. Umbul Pengging menggabungkan keindahan alam, keunikan peninggalan sejarah, serta wisata pemandian yang dikelola dengan baik.

Pemandian Umbul Pengging memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi, dan memiliki 3 jenis kolam. Selain 2 kolam untuk pengunjung dewasa, ada kolam khusus untuk anak-anak yang dilengkapi dengan berbagai mainan seperti bola dan ban apung. Pepohonan rindang serta gazebo mengelilingi area pemandian ini, sehingga menawarkan suasana sejuk dan menenangkan. Ada juga kedai makanan serta tempat pemancingan di dekat area pemandian tersebut. Tarif masuknya cukup murah: sekitar Rp2.500 untuk pintu masuk utama, dan Rp2.000 untuk setiap kolam.

Pemandian Umbul Pengging lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Solo, yaitu sekitar 15 kilometer ke arah barat. Pengunjung bisa naik mobil atau kendaraan umum yang menuju ke Boyolali, dan turun di dekat Pasar Banyudono. Pemandian tersebut lokasinya tidak jauh dari pasar, dan penduduk sekitar bisa menunjukkan arah dengan mudah.

53. Kebun Strawberry Karanganyar

Kebun Strawberry Karanganyar menawarkan keindahan kebun stroberi serta kesempatan untuk memetik stroberi segar di daerah pegunungan. Kebun stroberi ini berada di jalur Tawangmangu, dan berlokasi sedikit lebih tinggi daripada area Air Terjun Grojogan Sewu (sekitar 1 kilometer). Pengunjung bisa memetik buah stroberi dengan membayar Rp30.000 untuk setiap kilogram buah. Pengunjung juga boleh mencicipi buah sebelum memetiknya.

Kebin Strawberry Karanganyar berlokasi di jalur Solo-Tawangmangu, dan bisa dicapai dengan mobil atau bus selama kurang lebih 90 menit hingga 2 jam. Pengunjung disarankan berangkat pagi-pagi, serta menggunakan kendaraan yang kondisinya baik karena jalur perjalanan yang curam. Kebun ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00, dan tidak mengenakan biaya masuk.

54. Bumi Perkemahan Sekipan

Kabupaten Karanganyar memiliki banyak tempat bagus untuk menikmati keindahan alam, termasuk lewat kegiatan berkemah. Bumi Perkemahan Sekipan adalah salah satu tempat berkemah yang ada di sebelah utara Karanganyar. Area perkemahan ini memiliki pemandangan indah dan udara sejuk, namun ada juga fasilitas yang bisa digunakan peserta perkemahan, seperti kakus, musala, tempat untuk membuat api unggun, dan sumber air.

Bumi Perkemahan Sekipan berjarak sekitar 40 kilometer dari Tawangmangu, serta dapat dicapai dengan berkendara lewat jalur Solo-Tawangmangu. Pengunjung yang tidak membawa kendaraan sendiri bisa naik bus dari Terminal Tirtonadi dengan jurusan Tawangmangu, turun di Terminal Tawangmangu, dan naik angkutan kota menuju Sekipan.

65 Tempat Wisata Alam di Solo

55. Taman Air Tlatar

Taman Air Tlatar berlokasi di Boyolali dan menawarkan paduan wisata alam, lingkungan, serta petualangan. Taman air ini diresmikan pada tahun 1997 sebagai tempat pelestarian sumber air alami serta lokasi kegiatan edukasi tentang lingkungan, terutama terkait pentingnya sumber air serta ekosistem di sekitarnya. Pengunjung bisa menikmati keindahan sumber air, melihat tempat budi daya ikan, bermain di kolam renang, bahkan belajar menanam sayur dan buah seperti kubis dan melon.

Taman Air Tlatar berlokasi di area Gombol, Boyolali, sekitar 25 kilometer dari Solo. Pengunjung bisa menggunakan bus yang menuju ke arah Semarang, kemudian turun di Boyolali, dan naik angkutan kota menuju Jalan Tentara Pelajar nomor 2. Taman air ini buka dari pukul 08.00 hingga 20.30. Tiket masuknya adalah Rp7.000, dengan tambahan Rp4.000 untuk parkir sepeda motor, dan Rp6.000 untuk parkir mobil.

56. Obyek Wisata Mata Air Cokro

Obyek Wisata Mata Air Cokro sekilas mirip seperti wahana kolam air pada umumnya, tetapi mata air ini memiliki peran penting, karena Keraton Mankunegara dulu mendapat pasokan air dari mata air ini. Mata Air Cokro dikelilingi oleh pepohonan sehingga terasa sejuk, namun fasilitasnya dikelola dengan cukup modern, sehingga tampak seperti wahana kolam mandi modern. Pengunjung bisa mandi, duduk-duduk sambil menikmati pemandangan, atau menikmati hidangan lokal di warung yang tersedia.

Obyek Wisata Mata Air Cokro berlokasi di Desa Cokro, 17 kilometer dari Klaten. Pengunjung dari Solo bisa naik bus menempuh jalur Solo-Klaten sepanjang sekitar 40 kilometer. Rute yang bisa dilalui ada 2 macam, yaitu Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Raya Solo, serta Jalan Raya Solo dan Jalan Mlese-Cawas. Tiket masuknya adalah Rp10.000 per orang. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00.

57. Gladag Langen Bogan

Gladag Langen Bogan (Galabo) adalah pusat kuliner malam favorit di Solo. Diresmikan pada tahun 2008, Galabo berlokasi tepat di depan Beteng Trade Center, tidak jauh dari keraton. Pada malam hari, area Galabo ramai dengan deretan meja, kursi, payung dan tenda yang tertata rapi. Pengunjung pun bisa memilih berbagai jenis makanan seperti sate, nasi liwet, wedang, mi, nasi pecel, dan sebagainya. Galabo juga dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi gratis, dan sesekali menjadi tempat pertunjukan musik.

Galebo berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, dan dilewati oleh rute Bus Batik Solo Koridor 1. Selain itu, ada juga beberapa angkutan umum yang melalui tempat ini, seperti angkutan nomor 01A, 01B, dan 04. Akan tetapi, jika malam tiba, lebih baik jika pelancong memanfaatkan jasa taksi atau menggunakan mobil. Galabo buka dari pukul 17.00 hingga 24.00.

58. Café Tiga Tjeret

Café Tiga Tjeret adalah salah satu tempat berkumpul favorit kawula muda Solo, karena lokasinya yang strategis dan harga menu-menunya yang murah. Kedai ini sebenarnya adalah warung berkonsep angkringan modern, dengan kursi-kursi kayu, meja bundar, dan payung. Kedai ini menyajikan berbagai hidangan khas angkringan, termasuk minuman wedang, teh, dan kopi. Café Tiga Tjeret buka dari pukul 11.00 hingga 01.00 dini hari, sehingga cocok sebagai tempat bersantai di sore maupun malam hari.

Café Tiga Tjeret memiliki lokasi cukup strategis, yaitu di Jalan Ronggo Warsito, tepat di depan Pura Mangkunegaran, yang bisa dicapai dengan Bus Batik Solo.

59. Soto Gading Solo

Warung Soto Gading yang berlokasi di pusat Kota Solo memiliki keterikatan dengan Presiden Joko Widodo, kerap menjadi langganan beliau di Solo sejak masih menjabat sebagai gubernur. Warung soto ini menghidangkan soto ayam berkuah bening kekuningan dengan sun, perkedel, dan suwiran daging ayam. Lauk pendampingnya berupa jeroan sapi, bakwan, telur puyuh, tempe goreng, dan sebagainya.

Warung soto ini berlokasi di pusat kota, dekat dengan Keraton Mangkunegara serta Alun-Alun Kidul (Alkid). Warung Soto Gading buka dari pukul 05.30 hingga 15.30.

60. Sate Kere Yu Rebi

Sate kere adalah sebutan untuk sate yang terbuat dari tempe gembus dan berbagai bumbu, serta dihidangkan dengan bumbu kacang. Sate ini banyak terdapat di Solo, tetapi salah satu tempat yang terkenal untuk menikmatinya adalah Sate Kere Yu Rebi. Kedai sate ini telah ada sejak tahun 1986, dan kini menjadi salah satu ikon kuliner Solo. Selain sate kere, pengunjung juga bisa menikmati sate ayam, sate babat, sate kikil, gado-gado, sate ginjal, dan berbagai hidangan lainnya. Harganya cukup terjangkau sehingga cocok untuk wisata kuliner bagi semua kalangan.

Sate Kere Yu Rebi buka dari pukul 10.00 hingga pukul 17.00. Berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional, Laweyan, kedai sate ini berlokasi tidak jauh dari area Kampung Batik, tepat di belakang Stadion Sriwedari. Akan tetapi, pelancong juga bisa menemukan sate ini di area kuliner malam Galabo.

65 Tempat Wisata yang Seru di Solo

61. Serabi Notosuman

Serabi Notosuman adalah julukan untuk area terkenal yang menjadi tempat pembuatan dan penjualan serabi Solo. Ada dua kedai serabi yang cukup terkenal di daerah ini, yaitu Serabi Ny. Lydia dan Srabi Notosuman Nyonya Handayani. Kedua toko serabi tersebut cukup mudah ditemukan karena lokasi mereka berdekatan. Ketika mengunjungi toko-toko ini, pengunjung bukan hanya bisa menikmati dan membeli serabi, namun juga melihat proses pembuatannya.

Ciri khas serabi Solo adalah bentuknya yang tipis dan cenderung lebih halus, dengan adonan sederhana dari santan dan tepung beras. Serabi ini juga tidak dihidangkan dengan gula merah. Akan tetapi, serabi Nyonya Handayani cenderung lebih manis. Pengunjung harus datang pagi-pagi ke toko-toko ini jika tidak ingin kehabisan, karena kedua toko tersebut buka pada pukul 05.00. Tempat ini bisa dicapai dengan angkutan kota 03 dan 09, atau Bus Batik Solo.

62. Warung Selat Mbak Lies

Selat Solo adalah hidangan khas dengan ciri barat dan timur. Hidangan ini terdiri dari campuran daging giling, kentang, buncis, wortel, bawang merah, telur, kuah cair berwarna cokelat, serta saus mustard. Dari berbagai tempat makan selat Solo, yang paling terkenal adalah Warung Selat Mbak Lies. Interior warung ini sangat unik dengan berbagai hiasan pecah-belah di dinding serta bangku-bangku keramik. Selain itu, warung ini juga sering didatangi oleh tokoh terkenal, mulai dari pejabat hingga tokoh dunia hiburan.

Warung Selat Mbak Lies buka dari pukul 10.00 hingga 17.00. Warung ini berlokasi di Gang Serengan, Kelurahan Serengan. Walau lokasinya ada di dalam gang, pengunjung biasanya bisa menemukan warung ini dengan mudah, karena akan ada deretan mobil dan sepeda motor yang cukup ramai (apalagi saat jam makan siang).

63. Kedai Susu Shi Jack

Kedai Susu Shi Jack adalah salah satu tempat nongkrong murah paling terkenal di Solo. Walau sederhana, kedai susu ini menjadi favorit warga sekitar karena menawarkan berbagai kreasi menu susu segar. Kedai Shi Jack, yang mulai beroperasi sejak tahun 1990, juga merupakan pelopor dari kedai-kedai susu yang kini menjamur di Solo. Keunikan lain kedai susu ini adalah nama-nama minuman yang unik, serta atraksi yang dilakukan si peracik minuman dengan melempar-lempar gelas selama proses pembuatan minuman.

Kedai Shi Jack buka dari pukul 17.00 hingga 01.00 dini hari. Kedai ini berlokasi di dekat Benteng Vastenburg, namun ada juga berbagai cabang lain seperti di pusat kuliner malam Galabo, di Jalan Adisucipto dekat Batik Semar, di Alun-Alun Sukoharjo, serta di Jalan RayaSolo Baru.

64. Wedangan Pendopo

Wedangan Pendopo adalah kedai minuman yang bercita rasa budaya tradisional Jawa. Mengambil konsep warung terbuka ala Jawa, Wedangan Pendopo memiliki interior yang dihiasi wayang kulit, radio kuno, foto-foto lama, lukisan, hiasan dinding tradisional, hingga hiasan logo produk-produk lawas. Lokasinya yang berada di jalan kecil di tengah perkampungan membuat kedai ini semakin memancarkan suasana tempo dulu.

Wedangan Pendopo bukan hanya terkenal di kalangan wisatawan dan penduduk lokal, namun juga kerap menjadi langganan pemerintah kota jika ada acara khusus yang membutuhkan sajian khas Solo. Wedangan Pendopo berlokasi di Jalan Srigading di Mangkubumi, tidak jauh dari pusat perbelanjaan Solo Paragon. Karena berkonsep kedai wedang, Wedangan Pendopo buka dari pukul 17.00 hingga 24.00.

65. Es Krim Tentrem

Es Krim Tentrem adalah salah satu kedai lawas di Solo yang menjadi incaran pencinta wisata kuliner. Kedai es krim ini telah ada sejak tahun 1952, dan masih mempertahankan resep ala Belanda dalam pembuatan es krimnya. Selain cita rasa menunya yang unik dan berbeda dari es krim pada umumnya, kedai ini juga memiliki nuansa lawas yang unik baik di bagian luar maupun di dalam bangunannya. Menu andalan kedai ini adalah es krim pelangi yang memiliki cita rasa manis, segar, dan sedikit asam.

Es Krim Tentrem lokasinya sedikit tersembunyi, namun masih mudah ditemukan, karena lokasinya tidak jauh dari Rumah Makan Timlo Solo dan beberapa tempat wisata di Solo lainnya. Cukup naik Bus Batik Solo ke area Jalan Urip Sumoharjo, dan turun di halte dekat RM Timlo Solo. Pengunjung harus menyeberang jalan sebelum bisa menemukan kedai tersebut. Kedai ini buka dari pukul 10.00 hingga 21.00.

Baca Juga Artikel Lainnya : 45 Tempat Wisata di Tangerang yang Wajib Dikunjungi

45 Tempat Wisata di Tangerang yang Wajib Dikunjungi

45 Tempat Wisata di Tangerang yang Wajib Dikunjungi – Di balik kepadatan dan kesibukan kotanya, Tangerang menyimpan begitu banyak destinasi wisata dan aktivitas beragam yang patut dicoba bersama keluarga maupun teman-teman. Destinasi dan aktivitas apa sajakah itu?

1. Taman Potret

Taman Potret berlokasi di Jl. Sudirman, Babakan, Kota Tangerang atau terletak di sebelah barat Tangerang City Mall, dan bisa dicapai menggunakan motor. Taman ini terbuka setiap saat, tetapi umumnya ramai sejak pukul 06.00-23.00.

Penamaan taman ini cocok dengan banyaknya titik foto di Taman Potret. Titik favorit adalah kapal layar klasik, huruf LOVE, 3 patung kuda nil berendam, pendopo khas betawi, dan jembatan merah yang cocok dijadikan tempat berswafoto. Area bermain anak-anak juga tersedia.

Anda tidak dipungut biaya masuk Taman Potret, tetapi harus menjaga kebersihan. Tempat sampah B3, organik, dan non-organik sudah bertengger di beberapa sudut taman. Jika lapar, tinggal bergegas saja ke pasar jajanan yang berada di kawasan Taman Potret.

2. Taman Bambu

Setelah puas berjalan-jalan di Taman Potret, Anda tinggal menyeberang ke Taman Bambu. Taman Bambu ini baru dibangun tahun 2016 oleh Dinas Pertamanan Tangerang bekerja sama dengan Komunitas Bambu Nusantara.

Keunikan Taman Bambu adalah semua ornamen di taman terbuat dari berbagai jenis bambu dengan tujuan memperkenalkan kepada masyarakat tentang kegunaan bambu. Baik anak kecil maupun dewasa pasti sangat senang memanjat rumah bambu, berjalan di atas jembatan gantung bambu, maupun foto di depan patung wanita menari dan perahu bambu.

Taman Bambu dibuka dari pukul 07.00-22.00 dan tidak dipungut biaya untuk masuk ke sana. Pada malam hari, taman ini tidak kalah indah dibandingkan siang hari. Sebab, jalan setapaknya sudah dilengkapi dengan lampion-lampion yang terbuat dari bambu. Romantis!

3. Citra Raya World of Wonders

Citra Raya World of Wonders (WoW) adalah salah satu destinasi wisata unik di Tangerang karena memiliki miniatur 7 keajaiban dunia dan ikon bersejarah negara di dunia. Di sini terdapat planetarium, diorama insectarium, juga menonton aksi memburu dinosaurus di layar 360o.

World of Wonders beroperasi dari Selasa-Jumat pukul 10.00-18.00 sedangkan untuk Sabtu-Minggu buka 1 jam lebih awal. Dengan total 30 wahana yang masing-masing dapat dicoba 2 kali, harga tiket masuk World of Wonders hari Selasa-Jumat adalah Rp60.000 sedangkan Sabtu-Minggu-libur nasional Rp70.000.

World of Wonders berada di dalam Perumahan Citra Raya Cikupa Tangerang. Jika menggunakan mobil pribadi dari luar Tangerang, Anda bisa keluar dari pintu tol Bitung kemudian melintasi Jl. Raya Tangerang-Serang sekitar 15 menit.

4. Taman Buaya

Keunikan Taman Buaya adalah Anda bisa melihat langsung ratusan buaya berbagai jenis berusia. Semua kandang dapat ditelusuri tepiannya dengan aman karena dibatasi kerangkeng. Bahkan, Anda juga bisa membeli satu ember ikan seharga Rp75.000/ember untuk memberi makan buaya. Selain itu, tersedia pula kuliner sate buaya dan suvenir produk kulit buaya di seberang pos masuk.

Harga tiket masuk Taman Buaya hanya Rp10.000 dan dapat dibeli di tempat. Waktu operasional Taman Buaya adalah setiap hari pukul 08.00-18.00.

Satu-satunya cara ke Taman Buaya adalah menggunakan kendaraan pribadi. Jika menggunakan jalur tol, Anda tinggal keluar dari Tol Pintu Air kemudian memutar arah ke Teluk Naga dan ambil arah kanan ke lokasi Taman Buaya di Desa Teluk Naga Jl. Raya Tanjung Pasir KM 29 Kabupaten Tangerang. Begitu belok, Anda akan menemukan patung buaya berukuran besar di depan kompleks penangkaran.

5. Taman Kota 1 BSD

Taman Kota 1 BSD berada di Jl. Letnan Sutopo, Serpong, Tangerang, atau di depan Al-Azhar. Cara ke Hutan Kota 1 BSD sangat mudah. Kalau menggunakan tol, Anda tinggal keluar di Bintaro/Pondok Indah dan akan langsung menemukan Hutan Kota 1 BSD di sisi kanan jalan.

Perbedaan Taman Kota 1 dan Hutan Kota 2 adalah Taman Kota 1 BSD memiliki area yang lebih kecil. Di sini, ada lintasan jogging, alat kebugaran outdoor, skatepark dan jalur akupunktur yang bisa digunakan bebas. Meskipun terbuka selama 24 jam, umumnya taman kota ini ramai mulai pukul 05.30-18.00. Hutan kota 1 BSD bisa dikunjungi setiap hari secara gratis.

6. Hutan Kota 2 BSD

Di Hutan Kota 2 BSD Anda bisa melihat berbagai jenis tanaman hias seperti mawar, anggrek serta bonsai. Ada juga jembatan merah dan pemandangan danau buatan saat di tengah-tengahnya, menjadikan Hutan Kota 2 BSD tidak hanya cocok untuk relaksasi tetapi juga sebagai tempat bagus untuk berfoto.

Anda bisa menikmati sejuknya area hutan pada jam operasionalnya, dari pukul 06.00-18.00. Tidak ada tiket masuk yang harus Anda beli, tetapi jika akan melakukan kegiatan seperti prewedding, rombongan wisata, dan kegiatan komersial harus melapor pada pengelola.

Cara ke Hutan Kota 2 BSD dari Taman Kota 1 adalah belok kiri ke Jl. Pahlawan Seribu dan lurus terus hingga ujung Jl. Kapten Soebijanto Djojohadikusumo. Dari situ, lurus lagi hingga masuk daerah Buaran sampai menemui Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan kemudian belok kanan. Lokasi Hutan Kota BSD 2 berada di Jl. Tekno Widya, Serpong.

7. Taman Bintaro Exchange

Kalau mau menikmati jalan-jalan di taman yang luasnya hampir sama dengan luas malnya, datanglah ke Taman Bintaro Exchange. Taman ini dibagi menjadi beberapa area. Area pertama yang menempel ke mal sering digunakan aktivitas olahraga di akhir pekan. Area taman kedua yang lebih jauh dari mal memiliki fasilitas jogging track, terapi kaki, area skateboarding, dan area parkour. Pengunjung juga bisa melihat ikan, dan melihat-lihat nursery.

Tidak ada tiket masuk untuk beraktivitas di kawasan Taman Bintaro Exchange. Anda cukup membayar parkir. Waktu operasional Taman Bintaro Exchange sama dengan waktu operasional mal pukul 10.00-22.00. Cara ke Taman Bintaro Exchange dari Jakarta yaitu keluar melalui tol Jakarta-Serpong menuju Ciputat kemudian belok kiri ke Jl. Tegal Rotan Raya. Lokasi Taman Bintaro Exchange berada di Sektor VII kawasan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang.

8. Taman Wisata Pulau Situ Gintung

Taman Wisata Pulau Situ Gintung berada di Jl. Kerta Mukti No. 20 Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan. Area wisata ini terbagi menjadi area kolam renang, area outbond, dan area camping. Harga tiket masuk kolam renang di Taman Wisata Pulau Situ Gintung untuk weekday sebesar Rp20.000 dan weekend sebesar 30.000. Wisata Situ Gintung buka setiap hari dari pukul 10.00-18.00.

Jika ingin menginap, Taman Wisata Situ Gintung menyediakan tempat kamping dengan biaya per orang sebesar Rp20.000/malam. Ada juga wisma Situ Gintung yang dapat disewa seharga Rp350.000/malam. Harga paket outbond anak-anak adalah Rp55.000 dan dewasa Rp60.000 termasuk snack dan asuransi.

Dari UIN Syarif Hidayatullah, cara ke Taman Wisata Pulau Situ Gintung yaitu menyusuri Jl. Kertamukti kemudian belok kanan ke Jl. Pisangan Raya. Setelah Masjid Al-Mughiroh, belok kiri dan di sanalah Taman Wisata Pulau Situ Gintung berada.

9. Tanah Tingal

Tanah Tingal adalah sebuah hutan kota yang berlokasi di Jl. Merpati Raya No. 32, Jombang, Kota Tangerang Selatan. Dari Pasar Jombang Ciputat, cara ke Tanah Tingal yaitu mengikuti Jl. Raya Jombang, kemudian belok kiri setelah Sekolah Tanah Tingal Ciputat. Dari Jakarta, Anda bisa mengambil tol Jakarta-Serpong keluar di Pondok Aren/Bintaro.

Sayangnya, jika datang dengan keluarga kecil, Anda hanya bisa menikmati arena kolam dan playground saja. Aktivitas menyusuri hutan, renang, outbond, wall climbing, melihat aktivitas burung, bermain kayak, melihat area sawah, kebun sayur, kebun anggrek, bahkan camping, bermain futsal, dan lain-lain hanya bisa dinikmati apabila datang dengan rombongan 50 orang.

Tanah Tingal beroperasi setiap hari dari pukul 08.00-16.00. Harga tiket masuk Tanah Tinggal per orang untuk weekday Rp10.000/weekend Rp15.000 ditambah parkir mobil Rp2.000 atau motor Rp1.000.

10. Scientia Square Park

Scientia Square Park menawarkan aktivitas menyenangkan sambil menikmati angin dan sinar matahari karena tempatnya outdoor. Aktivitas di sini yaitu berjalan di tengah sawah, melihat berbagai kupu-kupu cantik beterbangan, basah-basahan di water feature, main sepeda, olahraga, memberi makan ikan koi, dan inline skate. Remaja bisa mencoba skateboard dan bike trail. Inline skate bisa disewa dengan membayar Rp20.000 mulai pukul 15.00, sepeda Rp20.000/jam, dan peralatan wall climbing Rp35.000.

Jam operasional Scientia Square Park adalah Senin-Jumat dengan harga tiket masuk Rp30.000 dan Sabtu-Minggu dengan harga tiket masuk Rp50.000 dari pukul 05.00-21.00.

Cara ke Scientia Square Park bisa menggunakan mobil pribadi. Dengan patokan dari bundaran Summarecon Mall Serpong, Anda hanya tinggal lurus ke Jl. Gading Serpong Boulevard. Lokasi Scientia Square Park berada di Jl. Scientia Boulevard, Gading Serpong, Tangerang. Anda bisa juga ikut shuttle bus gratis dari/ke Mall Summarecon Serpong.

11. Situ Cihuni

Situ Cihuni buka 24 jam dan bisa dikunjungi tanpa tiket masuk (gratis). Keunikan alam situ Cihuni ialah jajaran pohon pinus di pinggir danau dengan jalur sepeda yang menantang. Di kawasan Situ Cihuni terdapat agrowisata seluas 32 ha. Di sana wisatawan bisa mencoba bertani. Ada pula saung-saung bambu yang bisa digunakan untuk menyantap hidangan tradisional dari rumah makan yang berada di tempat tersebut.

Situ Cihuni berada di Cihuni, Pagedangan, Tangerang. Untuk mencapainya, gunakan patokan Universitas Prasetya Mulya. Anda hanya tinggal melaju lurus mengikuti Jl. BSD Raya Utama hingga melewati BSD City Mall. Lalu belok kanan saat menemui Cluster Scarlet Summarecon Serpong di sebelah kanan. Letaknya berada di depan danau The Springs-Grisea.

12. Situ Bulakan

Situ Bulakan berada tidak jauh dari I Amsterdam Waterpark. Lokasi Situ Bulakan tepatnya berada di Jl. Mutiara Pluit Utama Kota Tangerang. Untuk mencapainya, Anda bisa menuju Jl. Villa Tomang Baru hingga menemukan bundaran pertama. Setelah menempuh perjalanan sekitar 600 m, Anda akan menemukan Situ Bulakan di kanan jalan.

Keunikan Situ Bulakan atau yang dikenal dengan Danau Mutiara Tomang adalah menyediakan berbagai wahana permainan air dan darat sekaligus wisata kuliner yang harganya sangat terjangkau. Wahana permainan air yang terdapat di Situ Bulakan yaitu sepeda air, perahu, jetski, flyingfox, memancing, dan sepeda air. Ada juga playground yang bisa digunakan anak-anak untuk bebas bermain.

Situ Bulakan tidak memiliki waktu operasional atau terbuka 24 jam. Harga tiket masuk Situ Bulakan gratis, tetapi Anda perlu membayar biaya parkir sebesar Rp2.500.

13. Bale Situ Cipondoh

Situ Cipondoh berlokasi di Jl. K.H. Hasim Ashari Cipondoh, Kota Tangerang, dan beroperasi pukul 08.00-20.00. Cara ke Situ Cipondoh cukup mudah. Dari luar Tangerang, Anda perlu mengarahkan mobil keluar dari tol Tangerang-Merak kemudian menyusuri Jl. Nean Saba. Di persimpangan pertama, belok kiri ke Jl. Sultan Ageng Tirtayasa, kemudian belok kiri terakhir ke Jl. Kampung Haji Jali hingga bertemu Situ Cipondoh.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Situ Cipondoh yaitu flying fox, sepeda air, dan perahu bebek, yang semuanya bisa dicoba dengan harga Rp5.000-25.000/permainan. Balenya cukup banyak untuk sekadar duduk santai melihat pemandangan. Kalau lapar dan tidak membawa bekal, Anda dan keluarga bisa membeli makanan di kantin terdekat seperti jagung bakar dan es kelapa sambil duduk di pinggir Situ.

Untuk menikmati keunikan Situ Cipondoh, Anda perlu membayar harga tiket masuk Situ Cipondoh sebesar Rp3.000.

14. Telaga Biru Cisoka

Telaga Biru Cisoka atau yang dikenal dengan Danau Biru Cigaru menjadi primadona Instagram beberapa waktu ini karena warna danaunya yang unik, kadang biru kadang kuning, tergantung tingkat pH, alga, serta cuaca pada saat berkunjung. Ketidakpastian inilah yang menjadi daya tarik Telaga Biru Cisoka. Anda juga bisa menyewa perahu kayu seharga Rp20.000 untuk mengelilingi danau.

Telaga Biru dibuka dari pukul 07.00-18.00. Harga tiket masuk Telaga Biru Cisoka gratis jika datang berjalan kaki. Jika membawa kendaraan, Anda perlu membayar biaya parkir motor sebesar Rp2.000 atau mobil sebesar Rp10.000.

Untuk mencapai Telaga Biru dari luar Tangerang dengan angkutan umum, Anda bisa menggunakan kereta dan turun di Stasiun Tigaraksa kemudian naik angkot jurusan Adiyasa-Balaraja hingga ke pertigaan SMAN 8 Cisoka. Kemudian, lanjutkan perjalanan dengan ojek/berjalan kaki hingga ke gerbang Telaga Biru. Lokasi Telaga Biru Cisoka ada di Jl. Tiga Raksa, Cisoka, Tangerang.

15. Bendungan Pintu Air Sepuluh

Kalau Anda berniat ke Masjid Pintu Seribu, jangan lupa mampir ke Bendungan Pintu Air Sepuluh yang berlokasi di Mekarsari, Kota Tangerang. Di sini, Anda akan melihat 10 pintu air di tengah-tengah aliran Sungai Cisadane yang telah berdiri kokoh sejak zaman Belanda. Istimewanya, air sungai ini mengaliri sekitar 500 ha sawah di Kota dan Kabupaten Tangerang.

Di waktu-waktu tertentu, pintu air yang tertutup mungkin hanya 3-4 tergantung debit air dan kebutuhan. Jika sedang surut, Anda bisa melihat anak-anak bermain di tengah-tengah sungai dan penduduk yang membawa jala/bubu untuk menangkap ikan.

Pengunjung Bendungan Pintu Air Sepuluh tidak dikenakan tiket masuk dan bisa mengunjunginya kapan saja. Untuk ke sana, Anda bisa mengarahkan kendaraan keluar dari tol Tangerang menuju ke Jl. Dr. Sitanala hingga Jembatan Baru kemudian masuk ke Jl. Sangego Raya.

16. Tandon Ciater

Tandon Ciater adalah kawasan wisata danau buatan di Tangerang Selatan. Anda bisa menikmati matahari sore sambil bercengkerama dengan teman atau keluarga di sini. Fasilitas yang tersedia di antaranya jogging track, rumah adat betawi, serta yang sedang dibangun yaitu area perkemahan.

Waktu operasional Tandon Ciater adalah pukul 06.00-18.00. Tidak ada tiket masuk untuk mengunjungi Tandon Ciater. Anda bisa membawa makanan dan minuman sendiri, tetapi jangan lupa membuang sampahnya pada tempat yang disediakan.

Tandon Ciater berada di Jl. Haji Buaran, hanya 9 menit dari Hutan Kota 2 BSD. Untuk mencapai Tandon Ciater dari Taman Kota 2, Anda bisa putar balik dari Jl. Tekno Widya ke Jl. Buaran kemudian belok kanan ke Jl. H. Saran. Dari situ, belok kanan lagi ke Jl. Widya Kencana kemudian lurus terus hingga menemukan Tandon Ciater.

17. Pantai Tanjung Pasir

Pantai Tanjung Pasir berada di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Anda bisa mencapainya dari Jakarta dengan keluar dari tol JORR menuju Jl. Kapuk Kamal Raya kemudian belok kiri ke Jl. Raya Dadap. Setelah melewati Rumah Sakit Bersalin, 600 m kemudian belok ke Jl. Kp. Melayu Barat, dan belok kanan ke Pantai Tanjung Pasir.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Pantai Tanjung Pasir sangat banyak, mulai dari banana boat, memancing, hingga kapal motor. Anda bisa puas bermain pasir seharian tanpa takut kelaparan, kesulitan menemukan tempat salat, atau ruang bilas karena semua fasilitas tersebut ada di sana.

Anda bisa mencoba kapal motor untuk menyerang ke Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu dengan biaya Rp50.000 pergi-pulang. Harga tiket masuk Pantai Tanjung Pasir hanya Rp5.000 per orang belum termasuk parkir. Waktu operasional Pantai Tanjung Pasir 24 jam, tetapi ramai dari 11.00-18.00 saja. Bagi yang membawa kendaraan, akan dikenakan retribusi Rp20.000 untuk kendaraan roda 4 dan Rp10.000 untuk kendaraan roda 2.

18. Pantai Tanjung Kait

Pintu masuk Pantai Tanjung Kait berlokasi di depan Kelenteng Tjo Soe Kong. Pantai Tanjung Kait memang bukan diperuntukkan untuk wisata bermain pasir karena bibir pantainya curam. Meski demikian, banyak orang yang suka memancing di sini karena ikan yang didapatkan beragam, dari ikan kuro hingga kerapu.

Anda harus membayar sewa titik pemancingan kepada pemilik mulai dari harga Rp20.000-50.000. Selain memancing, Anda bisa menikmati hidangan laut di rumah-rumah panggung sambil melihat nelayan beraktivitas di dermaga-dermaga yang terbuat dari bambu.

Seluruh keunikan pantai ini bisa dinikmati tanpa perlu membeli tiket masuk alias gratis. Anda pun bisa datang kapan saja karena pantai ini buka selama 24 jam. Untuk menuju ke sana, Anda bisa keluar dari gerbang tol Balaraja Timur. Anda tinggal menyusuri Jl. Raya Serang dan belok kanan ke Jl. Kampung Cayur. Sekitar 3-4 km, belok kiri ke Jl. Raya Pasar Mauk kemudian belok kanan ke Jl. Insinyur Sutami.

19. Museum Benteng Heritage

Museum Benteng Heritage terletak di Jl. Cilame No. 20, Sukasari, Kota Tangerang, tepatnya di kawasan Pasar Lama. Untuk mencapainya dari Stasiun Tangerang, Anda bisa menuju ke arah Jl. Kiasnawi kemudian belok kiri ke Jl. Kisamaun hingga bertemu Jl. Kali Pasir sampai ke Jl. Cilame.

Di museum ini, Anda akan menyelami kebudayaan Tionghoa di Tangerang melalui cerita di balik artefak-artefak Tionghoa yang ada. Interior khas Tionghoa begitu kental dan tertata apik di museum berlantai 2 ini.

Waktu kunjungan Museum Benteng Heritage setiap Selasa-Minggu pukul 10.00-17.00. Harga tiket masuk Museum Benteng hanya Rp20.000, sudah termasuk pemandu tur yang akan menceritakan sejarah peranakan Tionghoa-Indonesia. Durasinya 45 menit dan dibatasi 20 orang saja setiap turnya.

20. Kramat Solear

Mulanya, Kramat Solear adalah tempat ziarah ke makam pengikut para wali, salah satunya seorang Panglima Syekh Mas’ad bin Hawa yang dulu dipercaya Sultan Banten untuk menyebarkan agama Islam di daerah Tigaraksa. Letaknya berdekatan dengan hutan lindung sehingga sering didatangi ratusan kera, mirip dengan Sangeh di Bali. Keunikannya, Anda bisa memberi makan kera-kera ini dengan buah atau kacang-kacangan.

Keramat Solerat berada di Dusun Solear, Cidahu, Kabupaten Tangerang. Harga tiket masuk ke kawasan Keramat Solear adalah Rp5.000 belum termasuk parkir. Pada musim ziarah, umumnya pengunjung mulai memadati kawasan ini dari pagi hingga sore. Untuk mencapai Kramat Solear dari Jakarta, Anda bisa menyusuri tol Jakarta-Tangerang-Merak kemudian masuk ke Jl. Raya Serang hingga menemui pertigaan. Dengan belok kiri dari pertigaan ini, Anda akan memasuki Kecamatan Solear.

21. Masjid Pintu Seribu

Masjid ini dinamakan pintu seribu karena konstruksi bangunannya memiliki pintu yang sangat banyak. Padahal, nama asli masjid ini adalah Masjid Nurul Yaqin. Selain keunikan eksteriornya, masjid ini juga sangat luas (sekitar 1 ha). Sebagian besar bangunan Masjid Pintu Seribu berbentuk lorong sangat sempit, dengan suasana temaram hingga gelap total, sehingga Anda harus menundukkan kepala dan membawa senter sendiri.

Lokasi Masjid Pintu Seribu berada di Bayur Periuk Jaya, Periuk, Kota Tangerang. Letaknya yang berada di tengah pemukiman warga dan sawah-sawah menyebabkan masjid ini kurang dapat dijangkau oleh pengunjung, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Untuk mencapai Masjid Pintu Seribu dari luar Tangerang, Anda bisa keluar dari tol Jakarta-Merak. Tidak ada tiket masuk yang harus dibeli maupun jam operasional Masjid Pintu Seribu karena ini merupakan tempat ibadah umat muslim. Namun, Anda bisa memberikan infak jika berkenan.

22. Masjid Raya Al-A’zhom

Kubah utama Masjid Al-A’zhom merupakan kubah masjid terbesar di Indonesia. Diameternya 96 meter dan berfungsi menjaga suhu di dalam masjid agar tetap sejuk. Selain ukurannya yang besar, kubah ini juga indah. Bagian dalam kubah dihiasi kaligrafi 7 surat pertama dalam Alquran.

Di malam hari, lampu yang berpendar dari 4 menara membuat masjid ini tampak biru, seperti Blue Mosque di Turki. Anda bisa menikmati keindahannya kapan saja, dari luar maupun dari dalam masjid.

Lokasi Masjid Raya Al-A’zhom berada di depan Kantor Walikota Tangerang, kawasan Pusat Pemerintahan. Cara ke Masjid Raya Al-A’zhom dari Jakarta adalah keluar dari pintu tol Tangerang-Merak. Dari arah Museum Benteng/Stasiun Tangerang di Jl. Kisamaun, lanjutkan menyusuri Jl. Daan Mogot kemudian belok kanan ke Masjid Raya Al-A’zhom di Jl. Satria-Sudirman.

23. Pulau Cangkir

Pulau Cangkir sebetulnya merupakan tempat disemayamkannya seorang ulama bernama Syekh Waliyuddin. Pengunjung umumnya datang kesini untuk melakukan ziarah, tetapi tak jarang pula untuk sekedar berwisata karena pemandangannya yang indah. Di sini Anda bisa melihat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pemandangan hutan bakau sejauh mata memandang.

Cara ke Pulau Cangkir dari Jakarta yaitu naik bis jurusan Kali Deres-Kronjo. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa keluar dari tol Jakarta-Merak hingga sampai di Jl. Pasar Kemis Kabupaten Tangerang dan lanjutkan hingga bertemu Jl. Raya Cadas-Daon. Selanjutnya, belok kiri di tikungan pertama, lalu saat ada persimpangan belok kanan. Lokasi Pulau Cangkir ini termasuk daerah Kabupaten Tangerang.

Meskipun pulau ini terbuka 24 jam, waktu operasional pengelola dan TPI adalah pukul 10.00-18.00. Harga tiket masuk Pulau Cangkir hanya Rp6.000 termasuk ke TPI. Harga yang sangat terjangkau dan sangat cocok untuk wisata bersama keluarga.

24. Kelenteng Tertua di Tangerang: Boen Tek Bio

Kelenteng Boen Tek Bio berlokasi di Jl. Bhakti No. 14, sangat dekat dengan Museum Benteng dan kawasan kuliner Pasar Lama. Anda bisa ke Boen Tek Bio menggunakan angkutan umum dari luar Tangerang, yaitu dengan menggunakan commuter dan turun di Stasiun Tangerang kemudian berjalan ±100 m. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, Anda harus parkir 100 m di ujung Jl. Ki Samaun.

Kelenteng Boen Tek Bio istimewa sebab telah berusia 300 tahun dan dinobatkan sebagai kelenteng tertua di Kota Tangerang. Ornamen yang terdapat pada kelenteng ini sungguh indah. Di antaranya yang menyita perhatian adalah lonceng emas besar di depan kelenteng dan singa batu yang dibuat sejak tahun 1872. Tidak ada tiket masuk ke Kelenteng Boen Tek Bio dan bisa dikunjungi selama 24 jam.

25. Kelenteng Terujung Tangerang: Tjo Soe Kong

Kelenteng Tjo Soe Kong terletak di Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang. Jika dari Jakarta, cara ke Kelenteng Tjo Soe Kong adalah keluar dari tol Jakarta-Merak kemudian menyusuri Jl. Pasar Kemis hingga bertemu Jl. Raya Cadas-Daon. Di tikungan pertama belok kanan kemudian belok kiri di tikungan terakhir hingga sampai di Kelenteng Tjo Soe Kong.

Dibandingkan kelenteng lain yang ada di pulau Jawa, Kelenteng Tjo Soe Kong tidak memiliki patung naga atau patung burung. Bangunannya bermaterial batu bata sehingga sekilas kelenteng ini terlihat sangat sederhana. Letaknya berdekatan dengan Pantai Tanjung Kait dan memiliki ciri dua pagoda di depannya. Konon, pagoda ini masih tidak berubah dari bentuk asli sejak awal pembuatannya.

Anda bisa mengunjungi kelenteng ini kapan saja, sebab kelenteng ini terbuka selama 24 jam. Anda juga tidak akan dipungut biaya untuk masuk ke Kelenteng Tjo Soe Kong.

26. Kelenteng Boen Hay Bio

Kelenteng Boen Hay Bio merupakan kelenteng tertua di Serpong, Kota Tangerang. Usianya sama dengan Kelenteng Boen Tek Bio, yaitu 3 abad. Ciri khas kelenteng ini adalah sebuah kepiting raksasa yang akan menyambut Anda di gerbang masuk kelenteng.

Ornamen khas Tiongkok berwarna merah mendominasi interior dan eksterior kelenteng. Di antaranya tambur berukuran besar dengan ornamen indah. Di ruang utama terdapat lilin yang selalu menyala sebagai simbol bahwa kehidupan yang selalu berjalan. Di dekat altar ibadah utama, terdapat naga besar yang melilit pilar.

Anda bisa menyaksikan keindahan Kelenteng Boen Hay Bio kapan saja karena tempat ini buka 24 jam, dan tanpa dipungut biaya. Lokasi Boen Hay Bio berada di Jl. Pasar Lama Serpong, Cilenggang, Tangerang Selatan. Anda bisa mencapainya dari arah Stasiun Serpong dengan menelusuri Jl. Raya Serpong kemudian belok kiri setelah 60 m.

27. Kelenteng Boen San Bio

Tempat Wisata di Tangerang Kelenteng Boen San Bio (Vihara Nimmala) unik karena menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa dan Islam. Di bagian belakang kelenteng, terdapat petilasan penyebar Islam di Cikarang sekaligus putra mahkota kerajaan Cianjur yaitu Raden Surya Kencana. Dari segi arsitektur, bangunan Kelenteng Boen San Bio sangat megah. Pintu masuknya dijaga oleh singa betina dan atapnya dijaga oleh sepasang burung phoenix.

Masuk ke kelenteng ini tidak dikenakan biaya dan bisa dikunjungi untuk beribadah setiap saat. Kelenteng Boen San Bio berada di Jl. KS Tubun No. 43 Kota Tangerang, hanya 7 menit dari Kelenteng Boen Tek Bio. Untuk menuju ke Kelenteng Boen San Bio dari Boen Tek Bio, Anda bisa menyetir ke arah kanan menuju Jl. Kali Pasir Indah, kemudian belok kiri ke Jl. Merdeka, dan terakhir ambil jalur ke Jl. Otista Raya.

28. Taman Jajan CBD Bintaro

Taman Jajan CBD Bintaro terkenal karena pilihan makanannya sangat banyak dan unik. Di sini, Anda bisa mencoba jajanan kaki lima hingga jajanan bintang lima seperti sandwich, steamboat, sushi, steak, Indian cuisine, Chinese food, Japanese food, seafood, pisang ijo, iga, pasta, swike, dan banyak lagi.

Harga makanan di Taman Jajan CBD berkisar antara Rp25.000-100.000 tergantung tenant. Taman Jajan CBD buka dari pukul 11 pagi hingga tengah malam.

Dari arah Bintaro Exchange Mall atau Stasiun Jurangmangu, cara ke Taman Jajan Bintaro adalah belok ke Jl. Boulevard Bintaro Jaya kemudian memutar balik ke arah Bintaro Sektor 7. Lokasi taman jajan Bintaro berada di Jl. Moh. Husni Thamrin, bersebelahan dengan Bank Permata dan Swalayan Hari.

29. Salsa Food City

Hampir sama dengan beberapa supermal di kawasan Tangerang, Salsa Food City juga mengusung konsep outdoor foodcourt. Di sini ada 50 tenant yang menyediakan makanan halal dan non-halal bagi umat muslim. Salah satu makanan yang terkenal adalah beragam hidangan babi. Pilihan makanan lainnya adalah hidangan laut, steak, cakue, duren, hidangan betawi, masakan Cina, mi ayam, dan jus. Kisaran harga makanan di Salsa Food City adalah Rp50.000-100.000.

Salsa Food City berada di Garden Walk Summarecon Mall Serpong (SMS) Jl. Kelapa Gading Selatan, Tangerang, tidak jauh dari pintu keluar tol. Waktu operasionalnya yaitu pukul 11.00-22.00. Untuk ke sana, dari arah Plaza Summarecon Serpong, Anda tinggal mengitari bundaran ke Jl. Gading Serpong Boulevard kemudian masuk ke kawasan SMS. Jika menggunakan angkutan, turun langsung di halte BSD City.

30. The Flavor Bliss

Makan di The Flavor Bliss cukup istimewa sebab ada lebih dari 20 outlet yang menyediakan masakan tradisional dan internasional, belum termasuk factory outlet dan modern grocery store. Anda bisa menemukan seafood, masakan Korea, masakan Tionghoa, masakan Jepang, serta snack, dan street food. Harga makanan rata-rata di The Flavor Bliss berkisar antara Rp50.000- Rp150.000.

Uniknya, di sini Anda bisa merasakan konsep alfresco dining and shopping, yaitu makan dan hangout sambil menikmati matahari sore atau outdoor window shopping. Pengelola juga rajin mengadakan live music untuk menghibur para pengunjung.

The Flavor Bliss buka dari pukul 09.00-22.00 dan berlokasi di Jl. Alam Sutera Boulevard, Serpong Utara, Kota Tangerang. Untuk ke The Flavor Bliss dari daerah Tangerang, cukup menggunakan angkot jurusan Serpong-Kali Deres dan turun di bundaran Alam Sutera. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, tempat ini bisa ditemukan dengan menempuh perjalanan 5 menit saja dari Jl. Raya Serpong. Jika dari Jakarta, Anda bisa keluar dari tol Jakarta-Serpong. Anda juga bisa menggunakan shuttle bus Trans BSD City, serta commuter line sampai Stasiun Rawa Buntu.

31. Kuliner Malam ke Pasar Lama

Pasar Lama adalah kawasan pecinan di Kota Tangerang yang terkenal dengan bangunan tua bersejarah seperti kelenteng dan Museum Benteng.

Sekilas, makanan yang dijajakan biasa saja, tetapi Anda harus mencobanya dulu agar tahu kelezatannya. Yang patut dicoba adalah sate ayam, roti cane, es putri salju, asinan, sate babi, emping jengkol, bakso, bubur dan bakmi kepiting, dan mi ayam.

Jika Anda ingin berwisata kuliner ke kawasan Pasar Lama, Anda bisa datang dari jam 07.00-12.00 malam. Namun, umumnya kuliner Pasar Lama ramai di malam hari. Kisaran harga makanan di kawasan kuliner Pasar Lama yaitu Rp10.000-50.000.

Kuliner Pasar Lama berada di Jl. Kisamaun, Sukasari, Kota Tangerang dan tidak bisa dicapai menggunakan kendaraan. Anda harus parkir di ujung Jl. Ki Samaun kemudian jalan kaki untuk menjelajah Pasar Lama.

32. Kuliner Pasar Modern BSD

Setelah selesai belanja Tempat Wisata di Tangerang, Anda bisa mampir ke kawasan kuliner Pasar Modern BSD lantai 2. Yang unik, Anda bisa mencicipi soto dan bakmi medan, pisang goreng srikaya, pastel, nasi bogana, kopi Indonesia dan Vietnam, ketupat sayur Padang, serabi, pempek, shabu-shabu, hingga bubur salmon!

Di malam hari, kawasan kuliner kaki lima mengambil tempat di area parkir ruko Pasar Modern BSD dari mulai pukul 17.00-23.00 dengan kisaran harga Rp50.000-75.000. Tidak ada retribusi masuk Pasar Modern kecuali Anda harus membayar parkir jika membawa kendaraan pribadi.

Pasar Modern terletak berada di BSD City Sektor 1 Jl. Letnan Soetopo Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Dari exit tol BSD City, Anda bisa mengikuti Jl. Pelayangan kemudian memutar arah ke Jl. Griya Loka Raya. Sekitar 1 km, belok kanan ke Jl. Kalimantan, kemudian belok kiri ke Pasar Modern.

33. Mal Tanpa Sekat: The Breeze

Mal The Breeze didesain tanpa sekat dan dikelilingi ruang terbuka nan hijau dengan pemandangan sungai Cisadane. Beberapa tenant menyuguhkan makanan tradisional khas Indonesia, seperti makanan khas dari Makassar, Manado, Betawi, Bandung, Padang, Bogor, Yogyakarta, serta hidangan internasional dari Jerman, Thailand, Chinese, dan Jepang.

Gerai kopi juga berjejer, tinggal memilih saja yang menjadi favorit Anda. Harga makanan di The Breeze sekitar Rp50.000-150.000 tergantung tenant-nya. Kalaupun tidak belanja atau berwisata kuliner, Anda bisa jalan-jalan santai di jalur pejalan kaki outdoor yang dilengkapi kanopi di seluruh area atau bersepeda.

Lokasi The Breeze ada di Jl. BSD Green Office Park, Cisauk, Tangerang. Untuk ke sana, Anda bisa mengikuti Jl. Edutown hingga bertemu Jl. BSD Raya Barat. Ambil U-turn ke Jl. BSD Green Office Park hingga bertemu The Breeze.

34. Alfresco Dining ala Benton Junction

Kalau Anda mencari tempat foto sekaligus kuliner mantap dalam satu tempat, maka datanglah ke Benton Junction. Di sini, Anda akan menikmati suasana outdoor (alfresco dining) sambil makan camilan atau makanan berat yang berasal dari berbagai negara. Harga makanan di Benton Junction rata-rata Rp50.000-100.000.

Benton Junction buka pukul 10.00-23.00 dan berada di kawasan Lippo Karawaci Jl. Boulevard Palem Raya No. 38 Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang. Letaknya berseberangan dengan Universitas Pelita Harapan. Anda bisa ke sana dengan keluar dari gerbang tol Karawaci 1 kemudian belok kiri ke Jl. Boulevard Palem Raya.

35. Marcopolo Water Adventure

Marcopolo Water Adventure menawarkan pengalaman berenang dengan pemandangan jalanan dan kota dari lantai 5. Waktu operasional Marcopolo Water Adventure adalah pukul 09.00-19.00. Harga tiket masuknya Rp30.000 untuk weekday dan Rp50.000 untuk weekend ditambah sewa loker Rp5.000.

Kolam renang Marcopolo cukup unik karena punya berbagai tipe kolam renang. Marcopolo menyediakan kolam 20-50 cm yang dilengkapi dengan bola warna-warni, kolam kanal yang memiliki gua panjang yang dialiri air deras, seluncur besar, pancuran jamur, serta whirlpool untuk dewasa. Anda bisa menyewa ban seharga Rp20.000 untuk menyusuri kolam arus sepanjang 200 m.

Marcopolo Water Adventure berada di Serpong Town Square (Best Western Serpong) dan bisa dicapai dari Jakarta melalui pintu tol Jakarta-Merak. Di persimpangan, belok kiri hingga sampai di Serpong Town Square. Marcopolo terletak di tower paling depan kawasan tersebut.

36. Ocean Park

Sesuai namanya, Ocean Park menawarkan wahana bertema samudera di lahan seluas 8,5 ha. Ocean Park bisa dijelajahi seharian sebab waktu operasional Ocean Park dari pukul 11.00-19.00 untuk Senin-Jumat dan 08.00-19.00 untuk Sabtu-Minggu.

Ocean Park memiliki berbagai tipe kolam, seluncuran, trampolin, dan flying fox untuk anak-anak dan dewasa. Bayi dan balita bisa bersenang-senang di kolam sedalam 20 cm dan 40 cm yang dilengkapi Giant Mushroom, Steam Boat, Jelly Fish, Splash Town, Shell Slide, dan Atlantis Castle.

Yang patut dicoba adalah Slide Tower Spiral (10x60m), Race Slide (10x40m), kolam ombak (15 menit setiap 1 jam), dan mengikuti arus sepanjang 500 m menggunakan ban sewa. Harga sewa ban Ocean Park untuk double adalah Rp25.000 dan yang single Rp15.000.

Cara menuju Ocean Park bila keluar dari tol Tangerang yaitu mengikuti Jl. Pelayangan kemudian belok kanan ke Jl. Pahlawan Seribu. Anda telah sampai di lokasi Ocean Park.

Harga tiket masuk Ocean Park per orang untuk weekday Rp55.000 dan weekend/libur Rp95.000 ditambah sewa loker kecil Rp10.000 atau loker besar Rp20.000. Harganya bisa lebih murah karena ada banyak sekali promo setiap harinya.

37. I Amsterdam Waterpark

I Amsterdam Waterpark terletak di Kutabumi Pasar Kamis. Anda bisa ke sana menggunakan angkot ke arah Kotabumi lalu melanjutkan berjalan kaki/naik ojek dari depan Perumahan Villa Tomang Baru sekitar 10 menit. Jika berasal dari luar Tangerang, Anda bisa keluar dari pintu tol Cikokol Tangerang.

Keunikan I Amsterdam waterpark ini adalah semua kolam dan tamannya bertema Belanda. Ada kolam yang memiliki kincir angin, jembatan seperti Magere Brug, giant water bucket, dan jejeran rumah-rumah persis seperti di Belanda. Flying fox melintang di atas kolam utama dan tidak dikenakan biaya tambahan jika ingin mencobanya.

Harga tiket masuk I Amsterdam Waterpark cukup terjangkau yaitu Rp35.000 per orang untuk weekday dan Rp45.000 per orang untuk weekend. Anda bisa datang bersama keluarga setiap hari di jam operasional I Amsterdam Waterpark dari pukul 08.00-18.00.

38. Teluk Naga Mas

Lokasi Teluk Naga Mas berada di Jl. Raya Kyai H. Mushonif, Teluk Naga, Tangerang. Anda bisa mencapainya dari tol Prof. Sedyatmo, melalui gerbang tol menuju Jl. Kapuk Kamal Raya, belok kiri ke Jl. Raya Dadap hingga menemui Jl. Raya Kosambi. Setelah melewati RS Bersalin, belok kanan ke Jl. Kp. Melayu Barat kemudian belok kanan hingga bertemu Jl. Raya Kyai H. Mushonif.

Di Teluk Naga Mas, wisatawan bisa melihat sejarah dan peninggalan awal mula datangnya penduduk Tionghoa ke Teluk Naga. Anda juga bisa mencoba wahana lain seperti flying fox, berenang, dan naik kereta keliling dengan harga tiket Rp5.000/orang. Di sini juga disediakan gazebo untuk acara keluarga/kantor dengan pemandangan danau dengan harga sewa Rp100.000/2 jam.

Harga tiket masuk Teluk Naga Mas adalah Rp15.000 dan beroperasi setiap hari kecuali Jumat dari pukul 08.00-17.00.

39. Saiji Waterpark

Tempat Wisata di Tangerang Saiji Waterpark berada di Perumahan Serpong Garden Tangerang. Untuk ke sana, keluar dari tol Jakarta-Serpong menuju Jl. Pelayangan kemudian belok kiri ke Jl. Boulevard BSD Timur hingga menemukan Jl. Raya Serpong Rumpin. Dari sini, ikuti Jl. Raya Cisauk-Lapan hingga ke Perumahan Serpong Garden.

Selain menyediakan kolam renang, Saiji Waterpark juga dilengkapi dengan lapangan tenis, sepeda layang, kolam pemancingan, bioskop 4D, dan wisata danau dengan perahu bebek. Jika ingin memancing di kolam ikan kiloan, Anda cukup membayar sesuai berat ikan yang telah dipancing dengan harga Rp35.000/kg.

Saiji Waterpark buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 dengan harga tiket masuk Rp35.000/orang untuk weekday dan Rp40.000/orang saat weekend. Harga tiket sudah termasuk tiket bioskop 4D pada low season.

40. Playground Raksasa di Paradise Dreamland

Keunikan Paradise Dreamland adalah arena bermainnya sangat luas. Anak-anak bisa bermain seharian di Giant Playground dan berenang di Paradise Pool. Bahkan, mainan di Giant Playground bukan hanya tersedia bagi balita dan anak-anak saja, tetapi juga terdapat alat-alat fitness outdoor bagi orang tua sambil menunggu anak selesai bermain.

Paradise Pool buka setiap hari dari pukul 07.00-18.00 dan playground-nya tutup hingga pukul 19.00. Harga tiket masuk bundling Paradise Dreamland saat weekday hanya Rp17.000 dan weekend Rp24.000. Anda bisa membeli tiket non-bundling untuk weekday, harga tiket masuk pool saja Rp15.000 dan playground saja Rp5.000 sedangkan untuk weekend masuk pool saja Rp21.000 dan playground saja Rp6.000.

Dari Jakarta, cara ke Paradise Dreamland dengan keluar dari tol Serpong belok ke Jl. Rawa Buntu, Jl. Kelurahan Buaran, dan Jl. Kodiklat TNI . Terakhir, belok kiri ke Jl. Puspitek Raya Serpong. Lokasi Paradise Dreamland ada di Paradise Serpong City Jl. Paradise Serpong City, Kota Tangerang Selatan.

41. Bioskop anak-anak di Cinemaxx Junior

Cinemaxx Junior ada di kawasan Maxxbox Lippo Village Tangerang. Berbeda dengan bioskop orang dewasa, dari mulai kursi penonton, ruang teater, ruang tunggu, hingga menu makanannya khusus untuk anak-anak usia 3-10 tahun. Tak heran, ruang tunggunya saja berisi flying fox, trampolin raksasa, tube slides, spinners, sliding pole, spinning balls, drawing wall, dan playground.

Film khusus anak-anak di sini hanya tayang 2-3 kali per hari. Jadwalnya bisa dilihat di website Cinemaxx Theatre. Harga tiket Cinemaxx Junior tergantung pilihan kursi yaitu Sofabed Rp200.000/2 orang serta lounger/cinemaseat/beanbag seharga Rp100.000. Anak-anak di bawah 8 tahun wajib didampingi orang dewasa dengan membayar harga tiket yang sama.

Pintu tol terdekat dengan Cinemaxx Junior adalah gerbang tol Karawaci. Dari sini, Anda bisa belok kiri ke Jl. Boulevard Palem Raya hingga menemukan Supermal Lippo Village. Cinemaxx Junior ada di lantai 2.

42. Rumah Sains ILMA

Di Rumah Sains ILMA, anak-anak akan diajak melakukan berbagai percobaan dari bahan-bahan yang mudah ditemukan sehari-hari dan menyimpulkan gejala yang terjadi. Anda bisa memilih tema sains yang masing-masing terdiri dari 3-4 eksperimen. Ada tema roket, bertema musik/bebunyian, bertema magnet, dan slime.

Harga setiap program di Rumah Sains ILMA sekitar Rp30.000-40.000. Namun, Anda perlu melakukan reservasi 1 hari sebelumnya melalui telepon jika ingin datang. Rumah Sains ILMA buka setiap Sabtu-Minggu dan mengadakan lebih banyak program ketika liburan anak. Ada pula perlengkapan eksperimen yang bisa dibeli dan dicoba di rumah.

Rumah Sains ILMA berada di Jl. TPU Parakan No. 148, Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan. Cara ke Rumah Sains ILMA dari Balaikota Tangerang Selatan adalah menyusuri Jl. Benda Raya kemudian belok kanan di Jl. Benda Timur XI, belok kiri di Jl. Pendidikan I, kemudian masuk ke Jl. Cendana Residence. Sekitar 200 m belok kanan ke Jl. Al Hidayah dan masuk ke Rumah Sains ILMA.

43. Little Jungle

Little Jungle adalah sebuah playground yang lokasinya berada di kawasan kuliner The Flavor Bliss. Keunikan Little Jungle adalah permainannya bukan hanya menyenangkan tetapi juga edukatif. Arena permainannya terbagi 2 yaitu arena toddler usia 1-5 tahun dengan fasilitas trampolin mini, giant lego, slide soft, serta arena flying fox untuk usia 3-15 tahun dengan fasilitas inflatable climb & slide, cannon ball, bungee trampolin, dan lain-lain.

The Little Jungle buka setiap Senin-Kamis pukul 11.00-19.00, Jumat 10.00-20.00, Sabtu 09.00-21.00, dan Minggu 09.00-20.00. Harga tiket masuk Little Jungle hari Senin-Jumat untuk anak-anak adalah Rp40.000 (reguler) atau Rp60.000 (VIP), sedangkan hari Sabtu-Minggu untuk anak-anak adalah Rp60.000 (reguler) atau Rp90.000 (VIP). Untuk orang tua yang mendampingi cukup membayar Rp10.000/orang.

Setelah keluar dari gerbang tol Serpong, cara ke Little Jungle adalah belok kiri ke Jl. Bhayangkara kemudian belok kanan ke Jl. Alam Utama. Setelah 600 m Anda akan menemukan lokasi Little Jungle.

44. Upside Down World

Tempat Wisata di Tangerang – Upside Down World berbeda dari museum 3D eye-trick lainnya karena mengusung tema terbalik. Studio pemotretannya ada 3 lantai. Agar hasilnya maksimal, jangan lupa mengikuti arahan petugas untuk mengambil gambar dari angle yang tepat.

Di hari kerja, Upside Down World buka dari pukul 11.00-21.00 sedangkan hari libur pukul 10.00-20.00. Harga tiket masuk Upside Down World untuk dewasa sebesar Rp100.000 dan anak-anak dengan tinggi badan kurang dari 120 cm sebesar Rp50.000.

Letak Upside Down World berada di seberang kawasan kuliner The Flavor Bliss, tepatnya di Jl. Alam Sutera Boulevard Serpong Utara Kota Tangerang Selatan. Untuk mencapainya, Anda bisa menyusuri Jl. H. Thamrin hingga menemui bundaran Alam Sutra dan sampai di Jl. Alam Sutera Boulevard.

45. Froggy Floating Castle

Froggy Floating Castle yang berada di BSD Grand Bulevard Cluster Commercial Park Barat No. 1 bisa dengan mudah dicapai. Dari AEON Mall BSD City, tinggal lurus dari Jl. BSD Raya Utama dan memutar arah ke Jl. BSD Grand Boulevard.

Keunikan Froggy Floating Castle terdapat pada bangunan serta konsep edutography-nya. Bangunannya mirip kastel di awan pada cerita Jack dan Kacang Ajaib. Edutography adalah program pengembangan intelegensi anak-anak usia 7-12 tahun untuk bercita-cita dan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mewujudkannya. Di setiap lantai, anak-anak akan memerankan berbagai macam profesi sambil diobservasi oleh fasilitator. Di lantai teratas mereka mendeklarasikan cita-citanya di hadapan orang tua.

Sekolah atau komunitas bisa bekerja sama dengan Froggy Floating Castle untuk fieldtrip 1 hari. Harga tiket masuk per anak untuk rombongan sekolah swasta Rp125.000 dan sekolah negeri Rp60.000.

Orang tua dan anak bisa datang untuk mengikuti program 13 kali selama 3 bulan. Waktu operasional Froggy Floating Castle adalah pukul 08.00-17.00 dengan durasi masing-masing trip 4 jam.

Baca Juga : Tempat Wisata Yang Harus Di Kunjungi

60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya

60 Tempat Wisata yang Populer di Surabaya – Dari 29 kabupaten dan 9 kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, boleh dibilang Surabaya adalah yang paling menonjol dan dikenal masyarakat luas. Hal yang sangat wajar, mengingat kota ini sangat bersejarah sekaligus menjadi ibu kota provinsi. Ditambah lagi berbagai macam prestasi yang disabet sejak kepemimpinan wali kota perempuan pertamanya, membuat Surabaya semakin tenar.

Sebagai kota metropolitan, Surabaya juga identik dengan kehidupan masyarakat modern. Maka dari itu, tidak sedikit wisatawan yang datang khususnya dari daerah kecil menjadikan pusat perbelanjaan mewah di Surabaya sebagai destinasi wisata. Padahal selain mal, Surabaya juga memiliki banyak objek wisata menarik lainnya yang patut dikunjungi.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Surabaya, cobalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Sebagai referensi, berikut ini tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk disinggahi.

1. Museum Sepuluh November

Jika seluruh bangsa Indonesia saja senantiasa memperingati peristiwa 10 November 1945, tentu Surabaya juga selalu mengenangnya. Salah satu caranya adalah dengan membangun sebuah museum yang merekam jejak peninggalan perjuangan arek-arek Suroboyo. Menggandeng nama peristiwa heroik dalam memperjuangkan kemerdekaan, Monumen Sepuluh November menjadi tempat wisata di Surabaya yang cukup lengkap dalam memaparkan sejarah.

Bangunan dua lantai ini cukup luas. Lantai pertama dan kedua dipenuhi dengan beragam barang peninggalan Bung Tomo dan beberapa pejuang lainnya. Menariknya, di sini Anda tidak hanya memperhatikan gambar atau barang yang cenderung monoton. Ada cukup banyak diorama statis yang menggambarkan kondisi kala itu, lengkap degan audionya yang jelas. Bahkan melalui diorama dan radio ini, Anda juga dapat mendengar pidato asli Bung Tomo. Di samping itu, ada pula bioskop mini di lantai satu yang memutar film perjuangan 10 November secara terjadwal.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : Rp5.000,00

2. Museum House of Sampoerna

Anda mungkin akan bertanya-tanya, apa kaitannya antara museum yang satu ini dengan merek rokok yang sangat terkenal di Indonesia itu. Kenyataannya, House of Sampoerna memang merupakan museum keluarga Sampoerna.

Museum yang dulunya merupakan panti asuhan ini memiliki arsitektur khas kolonial dengan pilar-pilar yang tinggi besar. Bangunan museumnya sendiri tidak luas dan hanya terdiri dari dua lantai. Namun, informasi yang Anda dapatkan di sini cukup memuaskan—mulai dari silsilah penerus hingga jajaran pimpinan Sampoerna. Berbagai macam lukisan yang menggambarkan suasana di pabrik dan kebiasaan merokok masyarakat pribumi sejak dulu juga terpajang lengkap. Tak hanya itu, koleksi bungkus korek dari masa ke masa hingga beberapa koleksi pribadi juga ada di sini.

Lokasi : Taman Sampoerna 6 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

3. Museum W.R Soepratman

Siapa tak kenal Wage Rudolf Soepratman? Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu memiliki andil yang sangat besar bagi bangsa ini. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, sebuah museum dibuatkan untuknya.

Sebenarnya, museum ini pun merupakan rumah dari kakak W. R. Soepratman yang juga menjadi tempat persembunyiannya saat dikejar pemerintah kolonial Belanda. Ukurannya sangat kecil, hanya 5 x 10 meter. Di bagian depan rumah terdapat patung W. R. Soperatman setinggi ukuran asli. Di dalam, Anda bisa menemukan replika biola dan teks lagu kebangsaan yang dibuat oleh beliau.

Lokasi : Jalan Mangga no. 21 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

4. Museum Bank Indonesia

Dari luar, Anda sudah bisa menebak bahwa gedung yang satu ini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Gedung ini didirikan pada tanggal 14 September 1829, setahun setelah Pemerintah Hindia Belanda mendirikan De Javasche Bank pusat di Batavia. Setelah beragam polemik yang terjadi kala itu, baru pada 1 Juli 1953 De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia.

Karena alasan kapasitas yang tidak memadai, kantor Bank Indonesia kemudian dipindah ke Jalan Pahlawan pada tahun 1973. Setelah dilakukan konservasi pada tahun 2012 yang lalu, gedung yang berusia nyaris dua abad ini praktis menjadi gedung cagar budaya Bank Indonesia. Dari tiga lantai yang ada, Anda hanya bisa mengunjungi lantai satu dan dua saja. Lantai satu merupakan tempat koleksi uang kuno dan koleksi pusaka, sementara lantai dua hanya ruang kosong yang kini dijadikan sebagai tempat untuk pertemuan dan sebagainya.

Lokasi : Jalan Garuda no. 1 Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : –

5. Museum Surabaya

Museum yang satu ini terbilang cukup baru. Sesuai namanya, Museum Surabaya adalah museum yang menampilkan jejak sejarah Kota Surabaya.

Berada di lantai dasar gedung SIOLA yang legendaris, Museum Surabaya cenderung terbuka. Dibandingkan museum lainnya, koleksi di museum ini masih belum terlalu banyak. Anda dapat mengenali jajaran pemimpin yang pernah menjadi orang nomor satu di Surabaya, melalui lukisan yang terpajang dan buku yang memuat biografi mereka. Selain itu, beberapa potret Surabaya di masa lampau juga ditata di sisi kanan pintu masuk. Adapun koleksi lainnya seperti pakaian adat Surabaya yang dikenakan oleh manekin, kursi dan bangku sekolah pada zaman lampau, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Tunjungan Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

6. Monumen Tugu Pahlawan

Kurang afdol rasanya jika Anda mengunjungi Surabaya tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Lokasinya juga berada di kompleks yang sama dengan Museum Sepuluh November. Dengan demikian, dalam satu lokasi yang sama, Anda bisa menemukan dua objek wisata sekaligus.

Monumen ini berwarna putih dan menjulang setinggi 41,1 meter, berbentuk paku terbalik. Sekelilingnya merupakan lapangan luas berwarna hijau . Di bagian depan—pintu masuk—Anda akan disambut oleh patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan. Di belakangnya, ada pilar-pilar berwarna putih dengan patung burung garuda di bagian atasnya.

Lokasi :Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : Senin-Kamis : 08.00-14.30 WIB

Jumat : 08.00-14.00 WIB

Minggu : 08.00-13.00 WIB

(hari Sabtu dan libur nasional tutup)

Harga tiket : –

7. Monumen Bambu Runcing

Di jantung kota, Anda bisa menemukan Monumen Bambu Runcing yang berada di tengah-tengah perempatan kota yang senantiasa padat. Monumen ini terdiri atas lima buah bambu yang sengaja dibuat asimetris tingginya. Sekeliling bambu runcing replika ini ditanami beragam tanaman dan bunga sehingga membuat tampilan monumen jadi semakin cantik.

Anda tentu tak perlu lagi bertanya apa maksud dari bambu runcing ini dijadikan sebagai monumen. Tanpa sedikit pun gentar melawan pasukan sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah merdeka, arek-arek Suroboyo berjuang dengan kondisi seadanya. Ketika sekutu dibekali persenjataan lengkap dengan teknologi cangih dan modern, rakyat pribumi hanya bermodalkan bambu runcing. Namun atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, kemenangan berpihak pada bangsa Indonesia

Lokasi : Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

8. Monumen Surabaya

Boleh-boleh saja Anda mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tetapi perjalanan tidak akan lengkap tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Menjadi ikon kota, patung sura (ikan hiu) dan baya (buaya) yang sedang bertarung dibuat tidak hanya satu.

Konon, nama Surabaya diambil dari sejarah pertarungan sura dan baya. Kedua hewan ini merupakan hewan yang sama-sama kuat dan berteman dengan baik. Sampai pada suatu ketika, tiba-tiba salah satu melanggar kesepakatan degan melakukan perluasan wilayah. Tidak terima, pertarugan dua hewan air ini pun tidak dapat dihindari untuk mempertahankan kekuasaan.

Lokasi : Jalan Setail, Surabaya (depan Kebun Binatang Surabaya)

Jalan Moh. Natsir, Surabaya (Kawasan Perak)

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

9. Monumen Jalasveva Jayamahe

New York boleh punya Patung Liberty yang tinggi menjulang dan ikonik. Namun Surabaya juga tak kalah, memiliki Monumen Jalasveva Jayamahe yang tegak berdiri menghadap lautan. Warnanya hijau kebiruan dengan tinggi sekitar 30 meter berdiri di atas gedung—yang tak lain juga merupakan museum—setinggi sekitar 30 meter juga.

Patung ini merupakan simbol perwira Angkatan Laut. Adapun nama Jalasveva Jayamahe sebenarnya merupakan moto AL Indonesia yang berarti di “laut kita berjaya”. Hal ini untuk menegaskan bahwa Indonesia berjaya bahkan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dahulu.

Lokasi : Ujung, Surabaya

Jam operasional : Senin-Minggu pukul 08.00-17.00 (harus melalui izin petugas)

Harga tiket : –

10. Monumen Kapal Selam

Untuk mempersingkat sebutan tempat wisata di Surabaya yang satu ini, orang lebih senang menyingkatnya menjadi Monkasel. Lokasinya berada di tepi Kalimas dan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya pengunjung dewasa, pengunjung yang datang bersama anak-anak mereka pun cukup banyak. Di sini, Anda bisa melhat bagaimana kondisi kendaraan perang ini, termasuk mesin-mesinnya. Di samping itu, Anda juga bisa membayangkan bagaimana para pejung berjuang mempertahankan NKRI di dalam ruangan sesempit itu—bahkan untuk sekadar berbagi oksigen bersama 63 orang.

Monumen ini memang merupakan kapal selam asli. Tidak tanggung-tanggung, kapal selam ini adalah KRI Pasopati 410 yang ikut bertempur pada peristiwa Laut Aru. Peristiwaini adalah pertempuran antara Indonesia dan Belanda yang terjadi di Laut Aru, Maluku, pada tanggal 5 Januari 1962.

Lokasi : Jalan Pemuda no. 39 Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

11. Taman Bungkul

Boleh jadi, Anda tidak lagi asing dengan nama taman yang satu ini meski belum pernah menginjakkan kaki ke sini. Taman ini memang sangat termashyur dan menjadi salah satu fasilitas umum favorit warga Surabaya. Pemuda-pemudi dan keluarga tumpah ruah di sini untuk sekadar melakukan relaksasi atau berkumpul dengan komunitas.

Selain menjadi taman bagi publik yang dilengkapi koneksi internet nirkabel gratis dan air minum langsung dari kran, Taman Bungkul rupanya juga temasuk salah satu destinasi wisata ziarah. Di kawasan ini terdapat makam Sunan Bungkul, seorang ulama besar pada masa Kerajaan Majaphit.

Lokasi : Jalan Taman Bungkul, Darmo, Wonokoromo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

12. Taman Korea

Tidak lama sebelum wabah Korea menyerang muda-mudi Indonesia sedemikian hebat, Walikota Tri Rismahaini sudah lebih dulu meresmikan taman ini. Dibangun pada tahun 2010 yang lalu, Taman Korea merupakan perwujudan persahabatan antara Surabaya dan Korea. Kerja sama yang dilakukan mencakup banyak bidang, terutama pendidikan, perdagangan, infastruktur, dan kebudayaan. Bahkan, desain dan seluruh pengerjaan taman ini pun dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan.

Taman Korea didirikan di kawasan Soetomo di atas lahan seluas 1.848m2. Alasan dipilihnya lokasi ini karena banyaknya warga negara asing yang berada di sana, termasuk dari Korea Seatan sendiri. Beragam jenis tanaman cantik dan pepohonan rindang memenuhi tempat ini. Di bagian tengah taman terdapat prasasti yang memberikan deskripsi Taman Korea, sementara di bagian sampingnya dibuat jogging track untuk pengunjung yang ingin berolahraga.

Lokasi : Jalan dr. Soetomo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

13. Taman Persahabatan

Meski gedung-gedung pencakar langit memenuhi permukaan ibu kota Provinsi Jawa Timur ini, lahan-lahan di tengah kota yang ada dimanfaatkan sebagai penyeimbang. Selain sebagai pemanis kota, taman-taman ini juga bisa menjadi alternatif tempat wisata di Surabaya sekaligus paru-paru kota.

Taman Persahabatan adalah fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau lainnya yang ada di Surabaya. Disebut sebagai Taman Persahabatan sebab sama seperti Taman Korea, taman ini juga merupakan simbol kerja sama antara Surabaya dengan tujuh kota dan kabupaten lainnya. Di taman ini ada pohon-pohon yang ditanam sebagai simbolisasi persahabatan oleh pemerintah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Batam, Bandung, Banjarmasin, dan Kochi (Jepang).

Lokasi : Jalan Sulawesi no. 67, Ngagel, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

14. Taman Mayangkara

Untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara kala bertempur melawan Belanda, taman ini dibangun. Taman Mayangkara cukup luas dan asri dengan dedaunan hijau yang segar dipadu cantiknya warna-warni kembang. Anda yang ingin singgah sejenak dari kepenatan bisa coba mengunjungi taman ini.

Masih di area Taman Mayangkara, di sisi yang menghadap Rumah Sakit Islam, ada sebuah monumen. Monumen ini merupakan visualisasi Mayor Djarot Soebyantoro yang menaiki kuda putih Mayangkara. Mayor Djarot Soebyantoro sendiri adalah pimpinan pasukan Batalyon 503 Mayangkara.

Lokasi : Jalan Taman Mayangkara, Darmo, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

15. Taman Gantung

Taman Gantung Surabaya juga sering disebut Jembatan Tunjungan. Kata ‘Tunjungan’ memang diambil dari nama kawasan objek wisata yang satu ini, yakni Tunjungan. Namun Anda mungkin berpikir, bagaimana kata taman bisa digantikan kata jembatan?

Sebenarnya, tahun 2016 lalu, walikota menyulap dan menghidupkan kembali jembatan penyeberangan yang ada di kawasan Tunjungan. Jembatan tersebut diperbaiki dengan dekorasi beragam tanaman dan kini telah dikeramik. Asrinya jembatan ini menyerupai taman. Tak hanya itu, di jembatan ini juga ada kursi untuk bersantai. Di malam hari, Anda bisa menyaksikan cantiknya perpaduan gelapnya langit dengan kombinasi lampu dari kawasan Tunjungan yang selalu ramai.

Lokasi : Jalan Tunjungan no. 12 Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

16. Taman Mundu

Gelapnya langit malam Surabaya tidak akan terlalu terasa ketika Anda berada di Taman Mundu. Pasalnya, salah satu ruang terbuka hijau di Surabaya ini menampilkan atraksi air mancur yang berpadu sangat apik dengan sorotan lampu berwarna-warni. Air mancur yang semestinya berwarna bening pun menjadi lebih semarak karena permainan lampu LED.

Taman Mundu diresmikan pada tahun 2010 yang lalu. Sama seperti taman pada umumnya, Taman Mundu juga dipenuhi dengan tanaman yang beraneka macam. Taman ini dilengkapi dengan jogging track, arena bermain untuk anak, lampu-lampu hias, kolam air, sampai dua buah pohon Mundu yang menjadi ikon taman ini. Pemerintah bahkan menyediakan fasilitas air minum gratis langsung dari keran yang bisa dinikmati oleh siapapun.

Lokasi : Jalan Tambaksari Surabaya (seberang Stadion Gelora Sepuluh November)

Jam operasional : 24 jam

Haraga tiket : –

17. Taman Apsari

Taman yang satu ini merupakan satu dari tiga taman peninggalan Belanda. Meski ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan taman-taman lainnya yang ada di Surabaya, taman ini sejuk dan tenang. Padahal, lokasi Taman Apsari berada di tengah kota—berhadapan dengan Gedung Grahadi.

Luas Taman Apsari sekitar 5300m2. Ada sekitar 20 jenis bunga dan tanaman yang ditata dengan sangat apik di taman ini. Di sela-sela cantiknya jejeran tanaman ini, pemerinah membuat jogging track yang bisa digunakan pengunjung untuk berlari, berjalan-jalan, atau bahkan bermain skateboard. Tak lupa, patung Gubernur Suryo juga berdiri tegak di tengah-tengah taman, lengkap dengan petikan pidato gubenur Jawa Timur pertama itu di bagian bawah monuman.

Lokasi : Jalan Taman Apsari, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

18. Taman Flora

Tanpa dihitung jumlah polusi akibat kendaraan bermotor yang senantiasa memenuhi ruas jalan, Surabaya sendiri sudah cukup panas. Berada di kawasan dekat laut membuat kota ini memiliki suhu yang cukup tinggi. Untuk itulah, kehadiran taman-taman kota cukup membantu untuk menurunkan suhu, memperbanyak oksigen, sekaligus mempercantik rupa kota.

Taman Flora memiliki lahan seluas 2,4 hektare. Awalnya tempat ini merupakan tempat pembibitan seluruh tanaman yang akan ditanam di seluruh penjuru kota. Namun sejak di kawasan Rungkut berdiri Kebun Bibit Wonorejo, seluruh bibit dipindahkan ke sana. Kini sembari menikmati sejuknya udara, Anda bisa menikmati beragam fasilitas Taman Flora seperti kandang rusa, sangkar burung raksasa, perpustakaan, hingga pendopo serbaguna.

Lokasi : Jalan Raya Manyar no. 80A Baratajaya, Gubeng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB

Harga tiket : –

19. Taman Pelangi

Taman Pelangi berada pada lokasi yang sangat strategis. Berada di jalur masuk menuju Kota Surabaya, Anda seakan merasa disambut dengan keramahan kota ini.

Seperti namanya, Taman Pelangi memberikan warna-warni yang cantik. Warna-warni ini didapatkan dari permainan lampu yang dinyalakan saat malam hari. Dengan monumen yang tersusun atas 31 buah ruas batang didesain dengan pola melengkung seperti daun, pemandangan taman ini sangat menarik. Ditambah dengan air yang mengalir pada monumen, suasana menjadi lebih menenangkan.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 138, Gayung, Surabaya

Jam operasional : 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : –

20. Hutan Mangrove

Wisata alam nan hijau di Surabaya tidak hanya terbatas pada taman saja. Tempat wisata di Surabaya lainnya yang menawarkan konsep alam hijau bisa Anda temui di daerah Wonorejo, Rungkut. Di sini, Anda bisa menemukan hutan mangrove alias hutan bakau yang juga sudah mulai banyak hadir di beberapa kota lainnya.

Setelah melalui pintu masuk, Anda tidak akan langsung menemukan kawasan hutan bakau. Untuk menyaksikan segarnya pemandangan hutan bakau yang hijau, Anda harus berjalan dulu menuju dermaga. Dari dermaga ini, Anda perlu menaiki perahu menuju hutan. Atau jika ingin merasakan sensasi menaiki speedboat, Anda juga bisa menyewanya untuk kapasitas enam orang seharga Rp300.000,00.

Lokasi : Jalan Raya Wonorejo no. 1 Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket : Rp25.000,00 untuk dewasa, Rp15.0000,00 untuk anak-anak

21. Hutan Bambu

Semakin lama mengeksplorasi Indonesia, Anda akan semakin menemukan banyak objek wisata yang mirip dengan objek wisata di negara-negara lain. Di Surabaya sendiri, ada sangat banyak tempat wisata yang akan membuat Anda serasa di negara lain. Salah satunya adalah hutan bambu di kawasan Keputih. Meski tidak terlalu mirip dengan hutan bambu di Arashiyama, Jepang, setidaknya Hutan Bambu Keputih cukup apik untuk mengobati rindu atau keinginan menjejakkan kaki di Negeri Sakura.

Dulunya kawasan ini merupakan Tempat Pembuangan Akhir. Setelah tidak digunakan selama beberapa lama, pemerintah kemudian berinisiatif membuatnya menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Kini, Anda yang ingin sekadar berjalan-jalan di lingkungan yang sejuk atau menambah koleksi di feed Instagram bisa mengunjungi tempat wisata di Surabaya ini.

Lokasi : Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 06.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

22. Pantai Kenjeran

Satu lagi tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam adalah Pantai Kenjeran. Di sini, Anda bisa menikmati indahnya senja sembari duduk di atas pasir atau dermaga. Namun yang disayangkan, Pantai Kenjeran kurang bisa dinikmati untuk melakukan aktivitas renang seperti pantai lain pada umumnya. Ini karena kondisinya yang berlumpur. Kendati demikian, pantai ini merupakan salah satu altenatif tempat wisata pantai yang layak dikunjungi.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini. Selain hanya duduk menikmati pemandangan dan suasana, Anda bisa melakukan aktivitas lainnya seperti naik perahu. Untuk anak-anak, pengelola menyediakan fasilitas flying fox untuk si kecil. Beragam makanan yang dijajakan penjual di sekitar pantai juga opsi yang menarik untuk menikmati waktu bersantai Anda.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama no. 12 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

23. Surabaya North Quay

Sejak Februari 2016 Surabaya memilki sebuah tempat wisata baru yang sangat apik. Surabaya North Quay kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi—baik warga lokal maupun turis luar daerah—terutama mulai sore hingga malam. Pasalnya, dari sini, pengunjung dapat menikmati suasana pinggir pantai—apalagi saat matahari terbenam—dengan cara yang berbeda.

SNQ berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di lantai tiga gedung Gapura Surya Nusantara—pelabuhan penumpang terbaik di Indonesia. Dengan kosep outdoor, Anda bisa bersantai menikmati semilir angin di atas rumput hijau sekaligus bersantai di kursi berpayung atau bersandar pada pagar pembatas. Dari sini, Anda bisa menyaksikan sibuknya aktivitas pelabuhan. Jika ingin menyaksikan kapal pesiar yang sedang bersandar, Anda bisa mengunjungi SNQ setiap hari Senin.

Lokasi : Terminal Gapura Surya Nusantara Lantai 3, Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Perak Timur, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 11.00-21.00 WIB

Harga tiket : Rp7.500,00 untuk mobil dan Rp5.000,00 untuk motor

24. Artama Harbour Cruise

Seperti namanya, Artama Harbor Cruise sebenarnya bukan merupakan tempat wisata di Surabaya, melainkan kegiatan wisata. Dikelola oleh PT. Pelindo Marine Service, pelayaran ini dapat Anda nikmati bersama keluarga, kolega, atau bahkan cukup sendiri.

Selama dua jam, Anda akan dibawa berkeliling Selat Madura. Dari sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan maritim Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dan yang pasti, Anda juga bisa melihat betapa gagahnya monumen Jalasveva Jayamahe dari laut.

Lokasi : Jalan Prapat Kurung Utarano. 58 Surabaya

Jam operasional : Hari Minggu pukul 09.00 WIB

Harga tiket :Rp120.000,00

25. Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang juga termasuk peninggalan zaman kolonial Belanda. KBS didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 no. 40. Pada tahun 1922, KBS sempat akan dibubarkan lantaran biaya operasional yang tinggi, tetapi beberapa anggota pengurus keberatan dan dicegah oleh pemerintah kotamadya.

Tempat rekreasi keluarga ini pernah menjadi yang terbesar untuk level Asia Tenggara. Kini ada lebih dari 2.000 hewan dari 351 spesies yang berada di KBS. Fauna yang dipelihara di sini pun tidak hanya asal Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain.

Lokasi : Jalan Setail no. 1 Darmo, Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

26. Ciputra Waterpark

Dari namanya, Anda tentu sudah bisa membayangkan apa dan bagaimana Ciputra Waterpark ini. Berdiri di atas lahan seluas lima hektare di kawasan barat Surabaya, Ciputra Waterpark praktis menjadi wahana wisata air terbesar di Surabaya. Bila merencanakan mengunjungi kota ini bersama keluarga terutama dengan si kecil, Ciputra Waterpark adalah opsi destinasi yang tepat.

Ada banyak wahana menarik yang patut Anda coba selagi berada di Ciputra Waterpark. Salah satunya adalah Sycaruse Beach, yakni kolam ombak yang akan membuat Anda merasakan sensasi terombang-ambing seolah-olah berada di tengah laut sungguhan. Selain itu, ada lagi Roc Tower, Sirens River, dan Racer Slide yang memacu adrenalin. Tak hanya wahana air yang sangat beragam, Anda juga bisa menikmati serunya flying fox, bermain trampolin, atau menonton sinema 5D.

Lokasi : Kawasan Waterpark Boulevard Citraland, Sambikerep, Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 13.00-19.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 10.00-19.00 WIB

Harga tiket : Rp110.000,00 (hari biasa) – Rp130.000,00 (akhir pekan dan hari libur nasional)

27. Suroboyo Carnival Night (SCN)

Jika biasanya Batu selalu dijadikan destinasi rekreasi dengan berbagai wahana seru, kini Surabaya bisa jadi alternatif. Sejak 2014 yang lalu, Surabaya telah memiliki sebuah tempat rekreasi satu lagi yang menyerupai Jatim Park dan Batu Night Spectacular (BNS). Anda dan keluarga atau teman kini dapat menikmati hiburan dengan berbagai wahana menarik pada malam hari di SCN.

Apabila Anda berada di kawasan Ahmad Yani yang menuju tol Juanda, Anda bisa menyaksikan dari kejauhan menariknya oase hiburan satu ini. Selain wahana bianglala yang cukup tinggi untuk menikmati apiknya pemandangan kerlip cahaya dari ketinggian, Anda bisa merasakan pengalaman beragam wahana lainnya. Sepanjang malam, Anda dapat menjajal serunya Art And Wax House, Bumper Car, Omah Mumet, Gondal-Gandul, dan masih banyak wahana lainnya.

Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 333, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-23.00 WIB

Harga tiket : Rp60.000,00 – Rp150.000,00 (tergantung wahana yang ingin dinaiki)

28. Jembatan Merah

Jembatan merah bukanlah sekadar jembatan yang dilapisi cat berwarna merah. Ada nilai historis yang tersimpan di sini.

Sejarah mencatat, jembatan merah merupakan penghubung utama kawasan Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Praktis, wiliayah ini menjadi kawasan komersil. Selain itu, di jembatan ini pula pertempuran antara arek-arek Suroboyo melawan Belanda yang menewaskan Brigdair A.W.S. Mallaby terjadi.

Lokasi : Jalan Rajawali, Krembengan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

29. Jembatan Suramadu

Jembatan terpanjang di Indonesia berada di sini. Dengan panjang lebih dari lima kilometer, kini perjalanan dari Surabaya ke Madura atau sebaliknya menjadi lebih efisien dan nyaman. Hanya dalam hitungan menit, Anda sudah resmi berpindah pulau.

Meski fungsi utamanya sebagai penghubung, tidak sedikit masyarakat yang hanya ingin mencoba sensasi di jembatan ini. Kebanyakan, setelah melakukan penyeberangan ke Madura, mereka akan berputar balik di wilayah Bangkalan dan kembali ke Surabaya. Apalagi ketika malam hari saat lampu-lampu di jembatan menyala dan kerlip dari daratan berpendar, semakin banyak orang yang ingin mengabadikan keindahannya.

Lokasi :Jalan Tol Suramadu, Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : Rp15.000,00

30. Jembatan Baru Kenjeran

Jembatan Baru Kenjeran juga baru berusia setahun setelah diresmikan tahun 2016 lalu. Jembatan sepanjang 800 meter ini menghubungkan kawasan pesisir di Jalan Pantai Ria Kenjeran Baru dan Pantai Kenjeran Lama.

Ditopang oleh 150 tiang pancang, jembatan ini dibentuk melengkung menyerupai busur. Adapun daya tarik lainnya dari jembatan ini adalah pertunjukan air mancurnya. Akan tetapi, pertunjukan ini tidak berlaku setiap hari. Jika sengaja ingin menyaksikan atraksi yang hanya berdurasi satu jam (mulai pukul 20.00-21.00 WIB), Anda bisa datang pada Sabtu malam.

Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

31. Patung Buddha Empat Wajah

Tidak perlu jauh-jauh ke Bangkok, Thailand, untuk menyaksikan patung Buddha Empat Wajah yang termahsyur itu. Di daerah Kenjeran, Surabaya, ada patung serupa yang bisa Anda kunjungi dengan lebih mudah. Dibuat dari emas yang membuatnya terlihat begitu mengilap—terutama saat malam hari—patung ini juga dinobatkan sebagai patung tertinggi di Indonesia.

Empat wajah Budha ini bukan dibuat tanpa arti. Empat wajah melambangkan empat sifat baik Sang Buddha, yakni pengasih, murah hati, adil, dan meditasi. Selain patung Buddha, Anda juga akan menemukan empat patung gajah putih di setiap sudut. Selain itu jika diperhatikan, delapan tangan Buddha memegang objek yang berbeda, yakni tongkat kebesaran, cakram, kitab suci, dan beberapa lainnya.

Lokasi : Jalan Pantai Ria Kenjeran, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket : Rp10.000,00

32. Citra Raya

Jika ingin berwisata ke Singapura tetapi belum kesampaian, Anda mungkin bisa menjejakkan kaki ke replika Singapura yang ada di Surabaya. Lahan yang dulunya tandus kini telah disulap menjadi kawasan yang bersih, hijau, dan modern. Bahkan untuk menambah kesan Singapura agar lebih nyata, ada repilka patung Merlion di sini.

Kawasan ini sebenarnya merupakan sebuah kota mandiri yang digarap oleh Ciputra Group. Selain sebagai tempat wisata, Citra Raya Surabaya juga memiliki beragam fasilitas lainnya, seperti taman air, sekolah dengan standar internasional, universitas, hingga lapangan golf dengan 27 holes.

Lokasi : Jalan Citra Raya, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

33. Masjid Akbar

Tempat wisata di Surabaya ini adalah salah satu yang favorit bagi kaum muslim. Masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Adapun keunikan masjid ini adalah desain kubah berwarna biru-hijau dengan struktur daun yang memberikan kesan sejuk dan damai. Selain itu, desain interiornya pun tak kalah menarik dan mewah.

Pengunjung yang datang tidak hanya untuk melakukan ibadah. Anda juga dapat menikmati pemandangan Kota Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan (Madura) melalui menara setingi 99 meter.

Lokasi : Jalan Masjid Al-Akbar Timur no. 1 Pagesangan, Jambangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah (kecuali menara)

Harga tiket : – (untuk naik menara membayar Rp3.000,00)

34. Masjid Muhammad Cheng Ho

Anda mungkin pernah mendengar Masjid Cheng Ho di kota lain. Di Surabaya pun, Anda bisa menemukan masjid bernuansa muslim Tionghoa ini. Bangunan yang menyerupai kelenteng ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning dengan ornamen yang kental nuansa Tiongkok.

Ada beberapa keunikan pada masjid ini. Pertama, ukurannya yang kecil hanya seluas 11 x 11 (meter) ini diambil dari ukuran Kakbah saat pertama didirikan Nabi Ibrahim. Kedua, atap masjid dibuat berbentuk segi delapan menyerupai sarang laba-laba. Dalam kepercaayaan Tionghoa, angka delapan dianggap keberuntungan, dan sarang laba-laba adalah hal yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran Quraisy. Selain itu, jumlah anak tangga di pintu kanan dan kiri berjumlah lima dan enam. Angka ini merupakan simbol rukun Islam dan rukun ima.

Lokasi : Jalan Gading no. 2 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

35. Masjid Ampel

Satu lagi objek wisata yang menjadi destinasi wisata religi bagi umat muslim di Surabaya adalah Masjid Ampel. Masjid kuno ini berada di dekat kompleks pemakaman salah satu Walisongo termahsyur bernama sama, Sunan Ampel. Lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk Ampel dan dikelilingi oleh bangunan berasitektur Arab dan Tiongkok. Berada di sini juga akan mengingatkan Anda pada suasana kampung Arab dengan banyak pedagang yang menjajakan barangnya persis seperti di kawasan Arab.

Selain arsitkektur dan suasananya, ada banyak lagi keunikan Masjid Ampel. Untuk memasuki masjid, Anda akan melalui gerbang terlebih dahulu. Ada lima gerbang yang menjadi penyambut Anda—setiap gerbang melambangkan rukun Islam. Selain itu, di sisi kiri masjid juga terdapat sebuah sumur. Sumur ini diyakini bertuah dan kerap digunakan sebagai penguat janji atau sumpah.

Lokasi : Pegirian, Semampir, Ampel, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

36. Gereja Perawan Maria

Tempat ibadah yang satu ini juga sering disebut dengan nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Arsitektur kuno gereja ini menjadi daya tarik utamanya dengan eksterior bata klasik Eropa beserta pilar-pilar khas yang menjulang tinggi. Tak hanya secara penampilan, faktanya Gereja Kepanjen juga memang sudah cukup kuno mengingat usia didirikannya adalah pada 18 April 1899.

Bangunan Neo Gotik ini didesain oleh seorang asritek berkebangsaan Belanda bernama W. Westmaas, dan arsitek asal Indonesia bernama Muljono Widjosastro yang berperan dalam membuat rancangan kaca mozaik. Meski terlihat megah, gereja ini rupanya pernah hancur akibat terbakar saat pertempuran pada tahun 1945 yang lalu. Oleh tentara Inggris, gereja ini dihancurkan habis-habisan. Baru pada tahun 1950, gereja ini direnovasi secara besar-besaran dengan tidak mengubah struktur bangunan.

Lokasi : Jalan Kepanjen no. 4-6, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

37. Kelenteng Hong Tiek Hian

Kelenteng ini menjadi landmark daerah Pecinan Surabaya. Ada banyak altar tempat pemujaan dengan ornamen khas Cina yang menarik di sini. Di lantai dasar terdapat altar Mak Co dan Kong Co, sementara di lantai kedua merupakan altar Dewi Kwan Im, Buddha, dan dewa serta dewi lainnya.

Usia kelenteng ini telah mencapai tujuh abad dan otomatis menjadi kelenteng tertua di Surabaya. Ketika malam hari, suasana kelenteng akan terlihat begitu syahdu. Dengan wangi hio yang memenuhi ruangan dan lilin yang menyala di tengah kegelapan, prosesi sembahyang menjadi lebih khusyuk. Pemandangan saat ini pula yang kerap menjadi favorit para fotografer. Tak heran, tidak sedikit pemburu foto yang mengunjungi lokasi ini untuk mendapat potret yang apik.

Lokasi : Jalan Dukuh no. 23 RT002/RW005, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

38. Kelenteng Sanggar Agung

Selain adanya patung Dewi Kwan Im setinggi 18 meter yang menghadap laut, keunikan lain Kelenteng Sanggar Agung adalah lokasinya. Berada tepat di atas laut menyebabkan kelenteng berbentuk seperti teluk kecil dan dikelilingi oleh tanaman bakau yang mempercantik sekitar. Arsitekturnya yang multikultur juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada perpaduan unsur Cina, Jawa, dan Bali di sini.

Di depan patung Dewi Kwan Im, ada dua buah patung naga tinggi yang sangat ikonik. Banyak orang mengabadikan momen keberadaan mereka di kelenteng yang juga disebut Kelenteng Hong Sang Tan ini di sini. Dengan latar belakang laut, patung naga yang mengapit Dewi Kwan Im beserta para penjaganya, suasana yang terlihat akan terasa seolah-olah berada di Taiwan.

Lokasi : Jalan Sukolilo no, 100, Surabaya

Jam operasional : Jam ibadah

Harga tiket : –

39. Temple of Heaven

Lagi-lagi, di sebuah sudut, ada satu tempat wisata di Surabaya yang akan membawa Anda seakan-akan berada di negara lain. Kali ini masih di Kenjeran, tepatnya di Kenjeran Park, ada kloning Kuil Surga Beijing. Bahkan, ukuranya lebih besar dibandingkan Temple of Heaven yang asli. Terdiri atas tiga lantai, bangunan ini memiliki diameter sepanjang 60 meter dengan tinggi 58 meter.

Perbedaan lainnya, Temple of Heaven Kenjeran sengaja dibuka untuk umum, tidak seperti di Cina yang hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja. Bagian ini pun memang sengaja dirancang kosong tanpa diisi pernak-pernik tertentu. Alasannya? Karena bangunan ini memang tidak diperuntukkan bagi tempat keagamaan golongan tertentu dan justru dibuat sebagai gedung serbaguna. Inilah penjelasan mengapa seluruh masyarakat umum bisa masuk ke sini.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100, Sukolilo Baru, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari 07.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

40. Delta Plaza

Bila Anda berkunjung ke Surabaya menggunakan kereta api dan berhenti di Stasiun Gubeng, Delta Plaza adalah pusat perbelanjaan terdekat yang bisa Anda kunjungi. Jaraknya bahkan hanya sekitar 500 meter, sehingga Anda cukup menyeberang dan berjalan kaki menuju mal ini.

Dulunya, pusat perbelanjaan ini merupakan rumah sakit. Sejak sekitar akhir tahun 1980-an, bangunan kemudian dialihfungsikan menjadi pusat perbelanjaan setelah sebelumnya operasional rumah sakit dinonaktifkan. Kini, meski tak semegah Tunjungan Plaza, bangunan enam lantai ini cukup ramai dan diminati oleh pengunjung, termasuk warga Surabaya sendiri.

Lokasi : Jalan Pemuda 33-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket

: –

41. Tunjungan Plaza

Setelah menjelajahi sudut-sudut kota yang tidak terlalu menonjolkan kesan metropolisnya, kini saatnya Anda mengenal beragam pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya. Tunjungan Plaza adalah pusat perbelanjaan yang paling ikonik dan terkenal di sini. Berdiri megah di pusat kota, Tunjungan Plaza sekaligus menjadi pusat perbelanjaan terbesar kedua dan tertua yang dimiliki Surabaya.

Sejak pendiriannya pada tahun 1986, mal ini tidak pernah sepi. Kini selain menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan, kawasan ini juga dilengkapi dengan perkantoran, hotel, dan apartemen mewah.

Lokasi : Jalan Basuki Rahmat 16-18 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

42. Pasar Atom

Sejak dulu, nama Pasar Atom telah cukup identik ketika orang mendengar nama Surabaya. Berdiri sejak tahun 1972, pusat perbelanjaan ini merupakan salah satu pasar terbesar yang ada di Indonesia. Tak hanya besar secara bangunan fisik, jumlah pengunjung yang datang setiap harinya juga cukup banyak. Rata-rata, ada sekitar 50.000 pengunjung yang memenuhi Pasar Atom setiap hari. Ketika akhir pekan, jumlah pengunjung bisa lebih membludak dua hingga tiga kali lipat.

Jumlah stan yang ada di Pasar Atom sekitar 2000 dengan beragam jenis barang yang ditawarkan. Untuk emas saja, ada sekitar 150 toko emas yang ada di dalam pasar. Untuk urusan pakaian, ada sekitar 500 stan yang dibuka di Pasar Atom. Cukup banyak, bukan? Maka dari itu, saat berkunjung ke sini, Anda tidak perlu terburu-buru untuk memutuskan membeli sesuatu tanpa membandingkan dengan toko lain. Apalagi di Pasar Atom, Anda bisa melakukan tawar-menawar dengan penjual.

Lokasi : Jalan Bunguran no. 45 Bongkaran, Pabean Cantian, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

43. Grand City Mall

Grand City Mall merupakan salah satu pusat perbelenjaan terbesar di Surabaya sekaligus masuk ke dalam kategori pusat perbelanjaan elite. Dari fisiknya saja, Anda tentu sudah bisa mengira-ngira kelas untuk ukuran mal ini. Berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, bangunan ini tampak begitu mewah dengan kesan modern yang jelas.

Tidak tanggung-tanggug, desain Grand City Mall terinspirasi dari Suntec Singapura. PT. Hardayawidya Graha bermaksud menjadi Gran City sebagai venue yang paling representatif utuk beragam acara yang berskala besar—bahkan internasional. Pusat perbelanjaan ini bahkan tidak hanya difungsikan sebagai salah satu fasilitas manusia modern dengan gaya hidup yang lebih menyukai konsep one stop shopping, tetapi juga sebagai one step MICE.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 1 Ketabang, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

44. Kampung Ilmu

Jika Bandung memiliki Palasari, maka Surabaya memiliki Kampung Ilmu di kawasan Jalan Semarang. Terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, tempat ini tentu tidak lagi asing.

Tidak hanya buku-buku yang berkaitan dengan kuliah atau sekolah saja yang dijual di kios-kios di sini. Anda juga bisa menemukan majalah, komik, buku anak-anak, novel, dan lain-lain. Dengan kondisi bekas yang masih bagus, harga yang Anda keluarkan untuk mendapatkan sebuah bacaan tentu tidak akan mahal.

Lokasi : Jalan Semarang, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB

Harga tiket : –

45. Jembatan Merah Plaza

Sebelumnya, bangunan yang kini dikenal sebagai Jembatan Merah Plaza merupakan terminal bus kota dan mikrolet. Pada tahun 1997, terminal tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah pusat perbelanjaan setinggi empat lantai yang dikelola oleh PT. Jasa Mitra.

Barang-barang yang dijual di JMP memiliki kualitas yang baik, dengan harga yang terjangkau. Adapun jenis barang yang tersedia di sini beragam, seperti pakaan, kain, perhiasan, hingga perlengkapan rumah tangga. Selain itu, ada pula beberapa area untuk tempa bermain anak dan restoran siap saji.

Lokasi : Jalan Taman Jayanegrono no. 2-4, Krembangan Selatan, Krembangan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

46. Plasa Marina

Tidak terlalu luas, megah, dan besar memang pusat perbelanjaan yang satu ini. Hanya setinggi tiga lantai, tetapi Plasa Marina kini menjadi begitu terkenal dan ramai oleh pengunjung. Padahal dulu, pusat perbelanjaan ini termasuk cukup sepi. Namun sekarang, lahan parkir selalu penuh terisi dan tak jarang menjadi penyebab macet.

Plasa Marina adalah pusat perbelanjaan barang-barang elektronik yang identik dengan harga relatif murah. Beberapa merek ponsel ternama membuka gerai dan service center mereka di sini. Karena kelengkapan itulah, masyarakat—bahkan pengunjung dari luar kota—banyak mendatangi tempat ini.

Lokasi : Jalan Margorejo 97-99 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

47. Pakuwon Mall

Seperti Grand City, dari luar pun bangunan ini sudah terlihat kemewahannya. Dan baru-baru ini, pusat perbelanjaan ini telah diklaim sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Terdiri atas enam lantai, Pakuwon Mall menyediakan kebutuhan masyarakat yang beragam dan cukup lengkap, terutama dari merek-merek kelas atas.

Pakuwon Mall menyatu dengan kondominium dan hotel. Mal ini sebenarnya merupakan perluasan dari pusat perbelanjaan Supermall Pakuwon Indah (SPI) dan Pakuwon Trade Center (PTC). Lebih lanjut, Pakuwon Group lantas menyatukan dua mal tersebut dengan Pakuwon Mall. Dengan demikian, luas Pakuwon Mall mencapai 180.000m2.

Lokasi : Jalan Puncak Indah Lontar 2, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket :-

48. Pakuwon Food Festival

Anda tentu sudah bisa menebak apa yang akan ditemui jika berada di tempat ini. Sejak tahun 2008, Pakuwon Food Festival menjadi alternatif lokasi wisata untuk pencinta makanan. Beragam makanan dan minuman mulai dari makanan ringan hingga yang berat, semua ada di sini.

Di akhir pekan, pengunjung Pakuwon Food Festival akan tumpah ruah. Bahkan menurut data, jumlah pengunjung bisa mencapai angka 11 ribu. Hal yang sangat wajar karena selain menjadi satu tempat yang menyediakan beragam kuliner dengan kebersihan yang terjaga, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Oleh karena itu, jika Anda hanya memiliki waktu singkat saat berkunjung ke Surabaya dan ingin mencicipi beragam kuliner khas, datang saja ke tempat ini.

Lokasi : Jalan Kejawan Putih Mutiara X, Mulyorejo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 17.00-00.00 WIB

Harga tiket : –

49. Kya-Kya Shio

Masih satu lokasi dengan Kelenteng Sanggar Agung dan Pagoda Tian Ti alias Temple of Heaven Kenjeran, Kya-Kya Shio sebaiknya tidak Anda lewatkan. Tempat ini memiliki perpaduan warna yang cukup ramai. Tak hanya itu, Kya-Kya Shio juga merupakan spot yang menarik untuk berburu foto apik.

Saat memasuki kawasan ini, Anda akan disambut gapura lengkap dengan 12 shio yang ada menurut keyakinan masyarakat Tionghoa. Kya-Kya Shio sendiri merupakan tempat makan alias pujasera. Bahkan banyak informasi yang menyebutkan tempat ini merupakan relokasi Kya-Kya Jepun yang legendaris. Di sini, Anda bisa mengistirahatkan kaki dan badan setelah puas berkeliling sembari mengisi perut dengan pemandangan pantai dan hutan bakau.

Lokasi : Jalan Sukolilo no. 100 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga tiket : –

50. Rawon Setan

Nama rawon setan mungkin sekarang sudah banyak dijumpai di berbagai kota lainnya. Akan tetapi, rawon setan yang asli—dan tidak membuka cabang—ada di Surabaya. Sejak tahun 1990, Rawon Setan sudah terkenal dan menjadi salah satu unggulan Surabaya dalam hal kuliner.

Sebagai pelengkap nasi dengan potongan daging yang sangat empuk dan kuah khas, Anda bisa menambahkan lauk lainnya. Cocoknya, rawon dikombinasikan dengan tempe goreng, telur asin, empal daging, dan lain-lain sesuai selera. Yang paling penting, kehadiran sambal tentu tidak sebaiknya dilupakan. Anda bisa meminta kepada penjual jika dirasa kurang.

Lokasi : Jalan Embong Malam no. 78, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Minggu-Selasa pukul 08.00-23.00 WIB

Rabu-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan 18.00-04.00 WIB

Harga : mulai Rp34.000,00

51. Lontong Balap Pak Gendut

Kuliner apa yang paling khas dari Surabaya? Lontong Balap! Dari sekian banyak penjual yang menjajakan lontong balap, , Anda bisa pergi menjajal kelezatan lontong balap Pak Gendut yang melegenda sejak tahun 1956 ini.

Irisan lontong yang sangat nikmat dipadu dengan kuah bening dengan rasa yang istimewa, akan membuat Anda berdecak puas. Belum lagi dengan sambal dan letho-nya yang semakin menggairahkan cita rasa. Dengan resep dan teknik yang merupakan warisan keluarga turun-temurun, pelanggan setia kuliner ini pun kian bertambah.

Lokasi : Jalan Kranggan no. 60 Sawahan, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB

Harga : Rp10.000,00

52. Sate Klopo

Sate Klopo Ondomohen Surabaya tidak membuka cabang di kota lainnya. Karena itu, sempatkan untuk menikmati makanan unik di Surabaya saat berlibur ke kota ini.

Ada beberapa pilihan sate yang bisa Anda nikmati: sate usus, sate udang, sate ayam, sate sapi, dan sate usus. Pembuatannya pun sama seperti pembuatan sate-sate lain. Potongan daging yang telah disusun pada tusuk bambu, dibakar, lalu disajikan bersama bumbu kacang lengkap dengan irisan bawang dan cabai. Yang membuatnya berbeda adalah sebelum ditusuk, daging tersebt sudah lebih dulu dicampur dengan bumbu dan kelapa yang telah disangrai.

Lokasi : Jalan Walikota Mustajab no. 36 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 06.30-23.30 WIB

Harga : Rp20.000,00 per porsi

53. Nasi Goreng Jancuk

Anda pun tentu tak lagi asing dengan umpatan yang satu ini. Selain sebagai kata-kata yang mengutuk, kata ‘jancuk’ juga bisa berupa kata sapaan kepada seorang karib. Lantas, bagaimana dengan asal nama makanan yang satu ini?

Rupanya nama ‘nasi goreng Jancuk’ ini juga bukan hal yang disengaja. Kala itu, sang koki membuatkan sajian untuk tema-temannya. Siapa sangka, rupanya dia membuat nasi goreng yang berbeda dari biasanya. Ketika menyendokkan nasi tersebut ke dalam mulutnya, salah seorang teman si koki spontan berkata, “Jancuk, pedes, Cak!” Maka sejak itulah, nasi goreng ini memiliki nama yang cukup unik.

Lokasi : Kartini Restoran Surabaya Plaza Hotel, Plaza Boulevard, Jalan Pemuda 31-37 Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp150.000,00

54. Es Krim Zangrandi

Bisnis kuliner akhir-akhir ini menjadi semakin populer dan banyak dilakukan banyak pihak. Sah-sah saja sebenarnya. Hanya saja memang, beberapa kendala yang biasanya muncul adalah kurang konsistensinya soal rasa.

Namun, es krim yang satu ini dijamin akan membuat lidah ketagihan. Sejak tahun 1930, kedai es krim ini berhasil tetap bertahan meski pesaing semakin banyak. Adapun ciri es krim yang satu ini adalah teksturnya yang sedikit kasar karena tidak terlalu banyak menggunakan susu. Selain itu, arsitekturnya yang masih sangat kental dengan kolonial Belanda tempo dulu, juga membuat kedai es krim ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Lokasi : Jalan Yos Sudarso no.15 Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Harga : mulai Rp20.000,00

55. Rumah Batik

Setiap wilayah di nusantara memiliki corak batik yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Sayangnya, keunikan ini masih belum benar-benar dipahami masyarakat. Hingga hari ini, batik yang masih dianggap familier adalah batik Pekalongan, Yogyakarta, Solo, dan Cirebon.

Ada sebuah tempat wisata di Surabaya yang khusus memamerkan koleksi batik dari beragam kabupaten dan kota, khususnya di kawasan Jawa Timur. Tidak hanya membeli dan melihat koleksi kain batik, Anda juga bisa belajar membatik di sana.

Lokasi : Jalan Tambak Dukuh I no. 4 Surabaya

Jam operasional : Senin-Jumat pukul 08.00-20.00 WIB

Sabtu-Minggu pukul 08.00-19.00 WIB

Harga tiket : –

56. Gedung SIOLA

Gedung bersejarah ini cukup menarik mata dengan lokasinya yang sangat strategis. SIOLA memanjang di Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali sehingga membentuk sudut pada pertemuan dua jalan itu. Desain arsitekturnya yang masih sangat kuno pun cukup menarik perhatian dari kejauhan.

Sejarah gedung ini cukup panjang. Setelah masa kemerdekaan, SIOLA difungsikan sebagai pusat perbelanjaan di Surabaya sampai pada tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 2015, gedung ini dialihfungsikan sebagai kantor pemerintahan. Kini selain dimanfaatkan sebagai Museum Surabaya, SIOLA juga difungsikan untuk kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil, dan kantor Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal.

Lokasi : Jalan Tunjungan, Genteng, Surabaya

Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB

Harga tiket : –

57. Jalan Gula

Anda yang menggemari fotografi atau menyukai hal-hal yang berbau antik tidak semestinya melewatkan tempat wisata di Surabaya yang satu ini. Seperti layaknya kota tua lainnya, Anda akan menemukan banyak gedung kuno di Jalan Gula ini. Tidak banyak berubah sejak ratusan tahun lalu, sejak pagi hingga sore, kawasan ini masih ramai dengan lalu-lalang perdagangan.

Jalan yang sebenarnya merupakan gang kecil ini bahkan konon sudah merupakan area perniagaan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Selain gedung-gedung tua ala Belanda, Anda juga akan menemukan bekas tempat ibadah umat Konghucu. Beragam ornamen khas Tiongkok juga ada di sini, seperti patung singa dan naga, pilar-pilar besar yang tinggi menjulang, dan atap rumah khas Cina kuno.

Lokasi : Jalan Gula, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

58. Jalan Pahlawan

Tidak terlalu berbeda dari Jalan Gula, Anda bisa mengeksplorasi daerah ini dengan kamera dan intuisi. Sepanjang Jalan Pahlawan, terdapat sangat banyak gedung peninggalan zaman Belanda yang historikal dan sangat menggoda untuk difoto.

Sejak dulu, wilayah ini memang sudah ramai. Namanya kala itu Alun-Alun Straat. Pada sebuah foto yang diambil pada tahun 1930, terlihat kondisi Alun-Alun Straat yang luas dengan berbagai aktivitas manusia. Di masa itu, dokar masih beroperasi di jalan, beriringan dengan mobil dan juga trem listrik.

Lokasi : Jalan Pahlawan, Surabaya

Jam operasional : 24 jam

Harga tiket : –

59. Lapis Kukus Pahlawan

Setelah puas mengelilingi dan mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tidak ada salahnya Anda membeli oleh-oleh untuk diri sendiri atau orang lain. Sebagai buah tangan, Anda bisa mengunjungi gerai Lapis Kukus Pahlawan yang terkenal.

Kue lapis kukus ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan dibuat dari tepung singkong. Di atas lapis kukus ada fliing cream yang pas—tidak terlalu manis dan kental yang membuat eneg. Sebagai topping, parutan keju yang tumpah ruah menjadi penyempurna kue lapis kukus Pahlawan.

Lokasi : Jalan Jagir Sidomukti IX no. 107 Wonokromo, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB

Harga : Rp26.000,00 – Rp29.000,00

60. Spikoe Resep Kuno

Sesuai namanya, resep kue ini merupakan warisan keluarga turun temurun sejak tahun 1970-an. Cita rasanya pun tetap terjaga dengan sangat baik, pun teksturnya yang sangat lembut.

Tampilan kue Spikoe Resep Kuno ini sederhana, yakni berwarna cokelat dan kuning dengan sedikit butiran kismis di tengah lapisan. Kendati demikian, kesederhanaan ini terlihat begitu elegan. Ditambah dengan kemasan yang memberikan kesan elite, Spikoe Resep Kuno ini juga sangat bisa Anda jadikan sebagai hadiah atau suvenir.

Lokasi : Jalan Rungkut Madya no. 41 Gununganyar, Rungkut, Surabaya

Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-20.30 WIB

Harga : Mulai Rp75.000,00

Yang perlu menjadi perhatian, cukup banyak tempat wisata di Surabaya yang tidak memerlukan biaya unuk tiket masuk. Akan tetapi biasanya, Anda tetap akan dikenai biaya untuk parkir. Selain di pusat perbelanjaan, besarnya biaya parkir relatif standar untuk kawasan Surabaya. Bila Anda berkendaa dengan motor, umumnya Anda akan dikenai biaya parkir sebesar Rp2.000,00. Sementara bila Anda berkunjung menggunakan mobil, umumnya Anda hanya akan dikenai biaya parkir sebesar Rp5.000,00.

Ada pula beberapa tempat wisata yang tidak mewajibkan Anda untuk membayar biaya apa pun. Akan tetapi, sebagai bentuk apresiasi, tidak ada salahnya Anda memberi sejumlah uang dengan jumlah yang diikhlaskan. Tempat wisata seperti ini biasanya berupa tempat historis dan dijaga oleh orang-orang lokal (seperti contoh museum W. R. Soepratman).

Nah, itulah beberapa referensi tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk Anda kunjungi. Baik datang sendiri atau bersama keluarga atau teman, setiap sudut kota Surabaya terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sebagai kota besar dan saksi bisu perjuangan bangsa, ada banyak cerita yang terekam pada bangunan-bangunan tua, pepohonan ratusan tahun di pinggir jalan, dan lain-lain. Dengan sedikit informasi di atas, Anda bisa mulai berkeliling dan menemukan lebih banyak cerita yang tersimpan. Selamat berwisata!

Baca Juga Artikel Lainnya : 35 Tempat Wisata di Bangkok Yang Unik dan Menarik